Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK OPTIKP1

KARAKTERISASI SPEKTRUM SUMBER CAHAYA

PRAKTIKAN:
Karina Anggraeni
Nufiqurakhmah
Angkik Pandu Rizky
Devic Oktora
Sirojulaili

(2414105021)
(2414105026)
(2414105052)
(2413106007)
(2413106009)

ASISTEN:
Rinda Nur Hidayati

(2411100018)

Program Studi S-1 Teknik Fisika


Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
2014

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK OPTIKP1

KARAKTERISASI SPEKTRUM SUMBER CAHAYA

PRAKTIKAN:
Karina Anggraeni
Nufiqurakhmah
Angkik Pandu Rizky
Devic Oktora
Sirojulaili

(2414105021)
(2414105026)
(2414105052)
(2413106007)
(2413106009)

ASISTEN:
Rinda Nur Hidayati

(2411100018)

Program Studi S-1 Teknik Fisika


Jurusan Teknik Fisika
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya
2014

ABSTRAK
Warna cahaya merupakan warna dari gelombang elektromagnetik
yang berasal dari sumber cahaya. Warna sebagai bagian dari
spektrum cahaya yang merujuk pada cahaya yang terdefraksi
dalam berbagai warna. Teori spektrum warna yang digagas Isaac
Newton menjelaskan bahwa cahaya terdiri bermacam gelombang.
Masing-masing gelombang memancarkan warna cahaya yang
berbeda. Spektrum cahaya yang tampak oleh mata adalah
berkisar 400 nm - 700 nm. Sumber cahaya yang berbeda
menghasilkan spektrum cahaya yang berbeda pula. Spektrum
cahaya yang dihasilkan dapat dihitung dengan menggunakan Full
Width at Half Maximum (FWHM). Laser He-Ne merupakan
sumber cahaya monokromatis pada range panjang gelombang
dengan warna merah. Sedangkan untuk sumber cahaya lain
merupakan polikromatik yaitu LED putih, LED hijau, lampu TL,
dan lampu pijar. LED putih memiliki spektrum warna biru
hingga hijau. Untuk sumber cahaya berupa LED selain warna
putih yaitu LED hijau menghasilkan spektrum warna biru pucat
hingga hijau. Lampu TL menghasilkan 3 spektrum yaitu
spektrum warna ungu hingga biru, warna hijau hingga kuning,
dan spektrum warna kuning hingga merah. Hal ini terjadi proses
kimiawi dimana terjadi radiasi ultraviolet disebabkan pada
permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent sehingga
lampu ini berpendar dan mengakibatkan munculnya beberapa
warna. Lampu pijar menghasilkan spektrum warna kuning.
Kata kunci : warna, sumber cahaya, spektrum cahaya, FWHM

ABSTRACT
Light color is the color of the electromagnetic waves emanating
from the light source. Color as part of the light spectrum which
refers diffracted light in various colors. Color spectrum theory
was initiated by Isaac Newton explained that light consists
various waves. Each wave emit light of different colors. The
spectrum of light visible to the eye is in the range 400 nm - 700
nm. Different light sources produce different light spectrum. The
resulting light spectrum can be calculated by using the Full
Width at Half Maximum (FWHM). He-Ne laser is
monochromatic light source in the wavelength range with red
color. As for the other is a polychromatic light source is a white
LED, green LED, fluorescent lights and incandescent lamps. The
white LED has a spectrum of blue to green. For LED light source
form other than white color is green LEDs produce a spectrum of
pale blue to green. Fluorescent lamp produces 3 spectrum is the
spectrum of purple to blue, green to yellow, and yellow to red
spectrum. This occurs where the chemical process occurs due to
ultraviolet radiation on the surface of which is coated with a
fluorescent powder that is a fluorescent lamp and led to the
emergence of several colors. Incandescent lamps produce a
yellow color spectrum.
Keywords: color, light source, the light spectrum, FWHM

ii

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan praktikum
Teknik Optik yang berjudul Pengolahan Citra Pada
Fotografi dapat diselesaikan. Penyusunan laporan
praktikum ini tidak terlepas dari bimbingan berbagai pihak.
Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Agus M. Hatta, Ph.D., selaku dosen mata kuliah
Teknik Optik.
2. Detak Yan Pratama, S.T., M. Sc., selaku dosen
mata kuliah Teknik Optik.
3. Rinda Nur Hidayati, selaku asisten praktikum.
4. Seluruh civitas akademik Teknik Fisika ITS
Penulis menyadari dalam penulisan laporan ini masih
terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis menerima
saran dan kritik sebagai perbaikan.
Surabaya, Desember 2014

Penulis

iii

DAFTAR ISI
ABSTRAK
ABSTRACT
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Sistematika Laporan
BAB II DASAR TEORI
2.1 Spektrum Elektromagnetik
2.2 Cahaya
2.3 Jenis-jenis Sumber Cahaya
2.4 Lebar Spektral
2.5 FWHM
BAB III METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat-alat Percobaan
3.2 Prosedur Percobaan
BAB IVANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisa Data
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv

i
ii
iii
iv
v
vi
1
1
1
2
2
3
3
3
4
7
7
10
10
10
10
10
13
19
19
19
20
21

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Spektrum gelombang elektromagnetik
Gambar 2.2 Lampu Pijar
Gambar 2.3 LED
Gambar 2.4 Lampu TL
Gambar 2.5 LASER
Gambar 3.1 LASER He-Ne
Gambar 3.2 FWHM
Gambar 4.1 Profil LED Putih
Gambar 4.2 Profil Laser He Ne
Gambar 4.3 Profil Lampu Pijar
Gambar 4.4 Profil LED Hijau
Gambar 4.5 Profil Lampu TL

3
5
5
6
6
6
7
10
10
11
11
12

DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Spektrum cahaya tampak

vi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Warna cahaya merupakan warna dari gelombang
elektromagnetik yang berasal dari sumber cahaya. Warna
sebagai bagian dari spektrum cahaya yang merujuk pada
cahaya yang terdefraksi dalam berbagai warna. Teori spektrum
warna yang digagas Isaac Newton menjelaskan bahwa cahaya
terdiri bermacam gelombang. Masing-masing gelombang
memancarkan warna cahaya yang berbeda. Spektrum cahaya
yang tampak oleh mata adalah berkisar 400 nm - 700 nm. Jika
frekuensinya lebih rendah maka termasuk infra merah yang
tak tertangkap oleh matadan frekuensi lebih tinggi dihasilkan
ultraviolet yang juga taknampak oleh mata.
Ketika cahaya menunjukkan sifat sebagai gelombang dan
dalam kondisi lain menunjukkan sifat sebagai partikel. Hal ini
disebut sebagai dualisme cahaya. Cahaya dengan sifat sebagai
gelombang dengan suatu panjang gelombang jatuh pada
sambungan fotodioda akan menghasilkan arus maka arus
mengalir dalam sirkuit. Kemudian fotodioda bekerja sebagai
generator arus, dimana arus yang dihasilkan akan sebanding
dengan intensitas cahaya tersebut.
1.2 Perumusan Masalah
Permasalahan yang muncul pada percobaan modul 1
mengenai karakterisasi spektrum sumber cahaya, yaitu:
1. Apa dasar-dasar teori untuk dapat karakteristik
spektogram sumber cahaya?
2. Bagaimana mengetahui tentang karakteristik spektogram
dengan percobaan?
3. Analisis hasil simulasi dan percobaan secara nyata?
1.3 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam percobaan modul 1
mengenai karakterisasi spektrum sumber cahaya, yaitu :

1. Dapat melakukan karakterisasi spektrum


menentukan lebar spektral sumber cahaya.

dan

1.4 Sistematika Laporan


Dalam laporan ini terdiri dari beberapa bab, sebagai
berikut :
BAB I
: Pendahuluan
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah,
tujuan dan sistematika laporan.
BAB II
: Dasar Teori
Bab ini menjelaskan tentang teori penunjang yang digunakan
dalam percobaan ini.
BAB III : Metodologi
Bab ini menjelaskan secara detail mengenai langkah-langkah
yang dilakukan untuk mencapai tujuan dan untuk
mendapatkan data keluaran yang dibutuhkan.
BAB IV : Analisa Data dan Pembahasan
Pada bab ini merupakan tindak lanjut dari bab III, setelah
melakukan percobaan dan mendapatkan data maka dilakukan
analisa dan pembahasan.
BAB V : Kesimpulan dan Saran
Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran dalam percobaan
ini.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Spektrum Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik yang dirumuskan oleh
Maxwell terbentang dalam rentang frekuensi yang luas sebagai
sebuah gejala gelombang. Gelombang ini merambat secara
periodik setiap selang waktu tertentu, pada jarak (yang
disebut panjang gelombang).
Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi
elektromagnetik. Spektrum elektromagnetik dapat dibagi
dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma
gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang
mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat
panjang[1].

Gambar 2.1 Spektrum gelombang elektromagnetik[5]


2.2 Cahaya
Cahaya adalah bagian dari spektrum elektromagnet yang
tampak oleh mata manusia. Radiasi elektromagnetik dalam
rentang panjang gelombang ini disebut sebagai cahaya tampak
atau cahaya saja. Tidak ada batasan yang tepat dari spektrum
optic. Mata normal manusia akan dapat menerima panjang
gelombang dari 400 sampai 700 nm. Mata yang telah
beradaptasi dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas

maksimum di sekitar 555 nm, di wilayah kuning dari spektrum


optik.
Meskipun spektrum optik adalah spektrum yang kontinu
sehingga tidak ada batas yang jelas antara satu warna dengan
warna lainnya, tabel berikut memberikan batas kira-kira untuk
warna-warna spektrum.
Tabel 2.1 Spektrum cahaya tampak[6]
Ungu
380-450 nm
Biru
450-495 nm
Hijau
495-570 nm
kuning 570-590 nm
jingga 590-620 nm
merah 620-750 nm
2.3 Jenis-jenis Sumber Cahaya
Pada dasarnya terdapat 2 jenis sumber cahaya, yaitu cahaya
alami dan cahaya buatan (artificial lighting). Cahaya alami
merupakan cahaya yang berasal dari matahari, sedangkan
cahaya buatan berasal dari lilin, lampu gas, lampu minyak,
dan lain-lain. Berikut beberapa sumber cahaya buatan yang
digunakan dalam kehidupan sehari-hari :
a. Lampu Pijar
Saat bola lampu pijar dihidupkan, arus listrik akan mengalir
dari electrical contact menuju filamen dengan melewati kawat
penghubung. Akibatnya akan terjadi pergerakan elektron bebas
dari kutub negatif ke kutub positif. Elektron di sepanjang filamen
ini secara konstan akan menabrak atom pada filamen. Energinya
akan mengetarkan atom atau arus listrik memanaskan atom.
Ikatan elektron dalam atom-atom yang bergetar ini akan
mendorong atom pada tingkatan tertinggi secara berkala. Saat
energinya kembali ke tingkat normal, elektron akan melepaskan
energi ekstra dalam bentuk foton. Atom-atom yang dilepaskan
ini dalam bentuk foton-foton sinar infrared yang tidak mungkin
dilihat oleh mata manusia.
4

Gambar 2.2 Lampu Pijar[7]


b.

Light Emitting Diode (LED)


Dioda cahaya atau lebih dikenal dengan sebutan LED (lightemitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan
cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan
maju.

Gambar 2.3 LED[8]


c.

Lampu TL
Lampu TL (Fluorescent Lamp) adalah lampu listrik yang
memanfaatkan gas Neon dan lapisan fluorescent sebagai
pemendar cahaya pada saat dialiri arus listrik. Pada kedua ujung
tabung yang disebut elektroda terdapat filamen TL yang dilapisi
suatu bahan yang dapat beremisi. Elektroda yang mendapat
tegangan tinggi gas ini akan terionisasi sehingga menyebabkan
elektron-elektron pada gas bergerak dan memendarkan
fluorescent pada tabung lampu TL[2].

Gambar 2.4 Lampu TL[7]


d.

LASER
LASER (Light Amplification by Stimulated Emmission of
Radiation) merupakan perangkat yang menggunakan efek
mekanik kuantum, diinduksi atau merangsang emisi, untuk
menghasilkan sinar cahaya koheren. Cahaya laser adalah
gelombang elektromagnetik nampak yang berada di dalam
kisaran tertentu, ada yang dapat dilihat ada pula yang tidak dapat
dilihat oleh mata normal. Salah satu jenis laser adalah lase He-Ne,
dimana laser ini digunakan dalam praktikum. Laser He-Ne
merupakan salah satu tipe laser dimana medium aktif dari laser
ini adalah gas helium neon. Laser He-Ne sering digunakan dalam
bidang optik dikarenakan compact, portable dan mudah
digunakan sebagai sumber cahaya yang terlihat untuk berbagai
keperluan seperti penelitian[9].

Gambar 2.5 LASER[10]

Gambar 2.6 LASER He-Ne[11]

2.4 Lebar Spektral


Lebar spektral adalah hasil interaksi antara energy
elektromagnetik dengan suatu objek. Objek yang ada di
permukaan bumi mempunyai karakteristik yang berbeda satu
dengan lainnya (khas). Ada objek yang mempunyai sifat daya
serapnya terhadap elektromagnetik tinggi dan daya pantulnya
rendah, sebaliknya ada objek yang mempunyai daya serap yang
rendah dan daya pantulnya tinggi. Pola pantulan dan absorpsi ini
berbeda tergantung pada panjang gelombang (wavelength) cahaya
sehingga kita mampu membedakan suatu objek dengan objek
yang lain. Cahaya tampak baik monokromatik maupun
polikromatik memiliki spektral yang berbeda-beda[4].
2.5 FWHM
Full Width at Half Maximum (FWHM) adalah ekspresi dari
tingkat fungsi, yang diberikan oleh perbedaan antara dua nilai
ekstrim dari variabel independen di mana variabel dependen
adalah sama dengan setengah dari nilai maksimum. Setengah
lebar setengah maksimum (HWHM) adalah setengah dari
FWHM. FWHM ditentukan dengan menarik nilai maksimum dari
variabel terikat (sumbu y) dari data percobaan yang kemudian
ditentukan setengah dari nilai maksimum tersebut terletak pada
titik sumbu y tertentu. Dari titik tersebut ditarik garis ke kanan
dan ke kiri sampai menyentuh kurva nilai. Panjang nilai yang di
tarik ke kanan dan ke kiri merupakan panjang nilai variabel bebas
(sumbu y) yang diinginkan.

Gambar 2.7 FWHM[12]

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat-alat Percobaan
Adapun alat-alat yang digunakan dalam melakukan
percobaan antara lain:
1. Sumber Cahaya:
- Laser He-Ne 1 buah
- Lampu Pijar 1 buah
- LED (Warna Putih) 1 buah
- Lampu TL 1 buah
- LED hijau (Warna Selain Putih) 1 buah
2. Adaptor DC 1 buah
3. Optical power meter Thorlabs PM100D 1 buah
4. Laptop yang sudah terinstall program PMD100D Utility
3.2. Prosedur Percobaan
Langkah-langkah percobaan modul 3 mengenai desain
optik, yaitu :
1. Peralatan disusun seperti gambar 7
2. Optical power meter dihubungkan dengan laptop melalui
kabel USB
3. Optical power meter dinyalakan dan jalankan program
PMD100D Utility. Tunggu optical power meter terhubung
dengan laptop.
4. Sumber cahaya Laser He-Ne digunakan set up eksperimen
pada gambar 1.7
5. Sumber cahaya dinyalakan dengan jarak 3 cm dari detektor
6. Setting wavelength optical power meter diatur pada = 400
nm.
7. Nilai daya optik yang terbaca diamati dan dicatat di display
optical power meter. Pengambilan data sebanyak 10 kali
dengan interval waktu 5 detik
.

Langkah ke-6 diulangi untuk range = 400 - 700 nm dengan


increment 25 nm
9. Langkah ke-5 hingga ke-8 diulangi untuk sumber cahaya
lain, yaitu lampu pijar, lampu TL, LED warna putih dan
LED warna selain putih.
10. Grafik daya optik dibuat sebagai fungsi panjang gelombang
untuk semua sumber cahaya
11. Lebar spektral ditentukan pada tiap sumber cahaya
8.

BAB IV
ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisa Data
Berikut ini merupakan plot grafik daya terhadap panjang
gelombang pada sumber cahaya tertentu yang akan
menunjukkan lebar FWHM (Full Width Half Maksimum) pada
percobaan karakterisasi spectrum :

Gambar 4.1 Profil LED Putih

Gambar 4.2 Profil Laser He-Ne


10

Gambar 4.3 Profil Lampu Pijar

Gambar 4.4 Profil Lampu LED Hijau

11

Gambar 4.5 Profil Lampu TL


Berdasarkan hasil plot grafik didapatkan nilai FWHM
pada percobaan :
1. LED Putih :
Daya Maksimum : 25,785 W
Pada Panjang Gelombang : 440 nm
Lebar FWHM Kiri : (440-422,3921) = 17,6079 nm
Lebar FWHM Kanan : (470,6022-440) = 30,6022 nm
Lebar FWHM : 48,2101nm
2. LASER He-Ne :
Daya Maksimum : 599,395 W
Pada Panjang Gelombang : 640 nm
Lebar FWHM Kiri : (640-629,9465) = 10,0535 nm
Lebar FWHM Kanan : (650,1974-640) = 10,1974 nm
Lebar FWHM : 20,2509 nm
3. Lampu Pijar :
Daya Maksimum : 67,03 W
Pada Panjang Gelombang : 480 nm
Lebar FWHM Kiri : (480-462,9166) = 17,0834 nm
Lebar FWHM : 17,0834 nm

12

4. LED Hijau:
Daya Maksimum : 21,316 W
Pada Panjang Gelombang : 520 nm
Lebar FWHM Kiri : (520-492,5126) = 27,4874 nm
Lebar FWHM Kanan : (547,3752-520) = 27,3752 nm
Lebar FWHM : 54,8626 nm
5. Lampu TL :
The First Peak :
Daya Maksimum : 3,678 W
Pada Panjang Gelombang : 440 nm
Lebar FWHM Kiri : (440-406,0861) = 33,9139 nm
Lebar FWHM : 33,9139 nm
The Second Peak :
Daya Maksimum : 5,212 W
Pada Panjang Gelombang : 540 nm
Lebar FWHM Kiri : (540-524,4205) = 15,5795 nm
Lebar FWHM Kanan : (572,9836-540) = 32,9836 nm
Lebar FWHM : 48,5631 nm
The Third Peak :
Daya Maksimum : 3,255 W
Pada Panjang Gelombang : 600 nm
Lebar FWHM Kiri : (600-580,1403) = 19,8597 nm
Lebar FWHM Kanan : (635,2663-600) = 35,2663 nm
Lebar FWHM : 55,126 nm
4.2 Pembahasan
4.2.1 Karina Anggraeni (2414105021)
Percobaan yang dilakukan untuk mengetahui karakterisasi
spektrum berbagai sumber cahaya. Untuk menentukan lebar
spektral dari masing masing sumber cahaya dihitung dengan
menggunakan FWHM (Full Width at Half Maximum).
Berdasarkan data hasil percobaan, LED putih memiliki
spektrum warna biru dengan panjang gelombang 422-477 nm
serta panjang lebar FWHM 48,2101 nm serta warna biru
hingga hijau dengan panjang gelombang 486-614 nm.
Sedangkan untuk sumber cahaya berupa LED selain warna
putih yaitu LED hijau menghasilkan spektrum warna biru
13

pucat hingga hijau karena memiliki panjang gelombang 492547 nm serta memiliki lebar FWHM 54,8626 nm. Pada Laser
He-Ne menghasilkan spektrum warna merah dengan panjang
gelombang 629-650 nm serta lebar FWHM sebesar 20,2509
nm. Untuk lampu pijar bentuk profil grafiknya tidak beraturan
sehingga sulit diamati. Namun apabila dilihat dari yang
puncak tertingginya lampu pijar memiliki spektrum warna
orange hingga merah karena panjang gelombang antara 590700 nm. Pada Lampu TL menghasilkan 3 spektrum yaitu
spektrum warna ungu hingga biru dengan panjang gelombang
406-600 nm serta lebar FWHM 33,9139 nm, spektrum warna
hijau hingga kuning dengan panjang gelombang 524-572 nm
serta lebar FWHM 48,5631 nm dan spektrum warna kuning
hingga merah dengan panjang gelombang 580-635 nm serta
lebar FWHM 55,126 nm. Hal ini terjadi karena lampu TL
terjadi radiasi ultraviolet dimana elektronelektron bebas hasil
dari emisi elektron pada elektroda bertumbukan dengan atom
atom gas yang terdapat dalam tabung pelepas muatan. Radiasi
ultraviolet disebabkan pada permukaan yang dilapisi dengan
serbuk fluorescent misalnya jenis phosphor sehingga lampu ini
berpendar dan mengakibatkan munculnya beberapa warna
tersebut. Semakin kecil lebar FWHM maka semakin
monokromatis sumber cahaya pada rentang panjang
gelombang tertentu. Dari 5 sumber cahaya yang digunakan
terlihat bahwa laser He Ne memiliki lebar FWHM paling kecil
yaitu sebesar 20,2509 nm. Hal ini menunjukkan bahwa laser
He-Ne merupakan sumber cahaya monokromatis pada range
panjang gelombang dengan warna merah.
4.2.2 Nufiqurakhmah (2414105026)
LED (Light Emitting Diode) memancarkan cahaya
monokromatis yang tidak koheren. LED umunya memiliki
lebar spectral (spectral width) 3050 nm pada panjang
gelombang 850 nm dan 50150 nm pada panjang gelombang
1310 nm. Pada hasil percobaan diperoleh lebar spektral untuk
LED putih adalah 48,2101nm yang berarti sudah sesuai
dengan teori. LED putih memiliki 2 puncak gelombang yaitu
14

pada panjang gelombang () 440 nm dan 540 nm yang


menunjukkan dayanya besar pada tersebut. Hal ini dapat
diakibatkan adanya faktor cahaya lain yang mengganggu
pembacaan pada monokromator. Sementara itu, LED hijau
memiliki lebar spektral 54,8626 nm. Lebar ini kurang sesuai
dengan teori yang ada tetapi mungkin terjadi karena adanya
penempatan peralatan eksperimen yang kurang tepat serta
adanya gangguan cahaya luar meskipun tidak signifikan.
Laser He-Ne memancarkan cahaya monokromatis dan
koheren. Laser umumnya memiliki lebar spektral 1-2 nm.
Pada hasil percobaan menunjukkan hasil yang koheren. Hasil
percobaan didapatkan pada panjang gelombang 640 nm laser
He-Ne memiliki puncak dan dari hasil perhitungan diperoleh
lebar spektral diperoleh 20,2509 nm terhadap intensitas
dayanya. Lebar sperktral ini lebih sempit dari laser karena
sumber bersifat monokromatis.
4.2.3 Angkik Pandu Rizky (2414105052)
Dengan memvariasikan panjang gelombang mulai dari
400 nm 700 nm kami mendapatkan data dari daya optik pada
setiap sumber cahaya yang kami pakai terhadap setiap panjang
gelombang yang di variasikan, dengan memvariasikan panjang
gelombang, lebar spektral dapat dihitung dengan cara
membandingkan data daya optik tertinggi dengan terendah
kemudian nilai panjang gelombang dari kedua data tersebut
dikurangi, untuk mendapatkan lebar spektral dari sumber
cahaya yang diuji.
Pada praktikum ini lebar spektral dari Laser He-Ne
sebesar 10,0535 nm dan 10,1974 nm, Lampu Pijar sebesar
17,0834 nm, Lampu TL sebesar 39,9139 nm, 48,5631 nm dan
55,126 nm, LED Putih sebesar 27,4874 nm dan 27,3752 dan
LED Kuning sebesar 50,81 nm, dengan melakukan pengujian
mengenai lebar spektral ini kami dapat mengetahui tentang
karakteristik dispersi dan distorsi pulsa dari suatu sumber
cahaya dikarenakan lebar spektralnya. Sedangkan untuk daya
maksimal yang didapat dari setiap sumber cahaya berbeda-

15

beda, pada Laser He-Ne daya maksimalnya sebesar 599,395


W, pada Lampu Pijar sebesar 67,03 W, pada Lampu TL
sebesar 3,678 W, pada LED Putih sebesar 25,785 W, dan
pada LED hijau sebesar 21,316 W.
Sumber cahaya apabila dilihat dari spektrumnya, maka
sumber cahaya tersebut dapat digolongkan menjadi cahaya
polikromatik dan cahaya monokromatik. Cahaya polikromatik
adalah cahaya yang terdiri dari banyak warna dan panjang
gelombang. Contoh cahaya polikromatik adalah cahaya putih.
Adapun cahaya monokromatik adalah cahaya yang hanya
terdiri atas satu warna dan satu panjang gelombang. Contoh
cahaya monokromatik adalah cahaya merah dan hijau.
4.2.4 Devic Oktora (24131060007)
Pada percobaan ini kita melihat karakteristik dari berbagai
macam sumber cahaya. Yang pertama ada LED putih dari
percobaan didapatkan bahwa LED putih lebih dominan di
daerah 400 nm atau cahaya yang dikeluarkan banyak memiliki
warna ungu. Spektral dari LED putih bila dilihat dari grafik
cukup lebar yaitu 48 nm. Namun selain memiliki daya yang
tinggi pada 400 nm juga cukup kuat di daerah 500 nm bila
dilihat dari grafik. Hal ini karena pada dasarnya putih meiliki
atau kumpulan dari semua warna. Yang kedua digunakan
sumber cahaya berupa laser HeNe, laser ini sendiri dari
penglihatan mata memiliki warna merah. Dari percobaan
didapatkan bahwa laser He-Ne dominan di panjang gelombang
640 nm, panjang gelombang ini memiliki warna merah.
Spektral dari sumber cahaya ini hanya 10 nm, sehingga dapat
dikatakan sumber cahaya yang monokromatis. Dari refrensi
yang dimiliki, laser He-Ne memiliki cahaya tampak dari
panjang gelombang 543 nm sampai 633 nm namun pada
percobaan ini didapatkan bahwa spectral dari laser hanya 10
nm yang berarti hanya di wilayah warna merah saja.
Yang Ketiga ada LED Hijau, warna hijau memiliki
panjang gelombang didaerah sekitar 500 nm. Pada percobaan
ini didapatkan bahwa daya paling besar berada pada panjang
gelombang 520 nm yang benar adalah cahaya hijau.
16

Namun karena ini adalah sebuah LED sehingga memiliki


spectral yang lumayan lebar yaitu 54 nm. Karena meskipun
sebenarnya cahaya yang tampak hijau tetapi masih memiliki
keluaran disekitar panjang gelombang tersebut. Yang Keempat
digunakan lampu TL, yang diketahui merupakan sumber
cahaya yang polikromatik dan bila kita lihat kasat mata
memiliki pancaran warna putih. Dalam percobaan ini
diketahui lampu TL memiliki daya tertinggi pada panjang
gelombang 540 nm, panjang gelombang ini memiliki warna
hijau. Namun dari grafik yang didapat juga menunjukkan
bahwa lampu TL memiliki daya keluaran yang hampir sama di
setiap panjang gelombang, hal ini dikarenakan lampu TL
mengeluarkan cahaya warna putih.
Yang terakhir digunakan lampu pijar sebagai sumber
cahaya, lampu pijar bila dilihat kasat mata memiliki warna
kuning. Dari percobaan ini didapatkan grafik seperti diatas.
Lampu pijar memiliki puncak di daerah 680-700 nm, panjang
gelombang ini memiliki warna merah. Namun grafik yang
terbentuk memiliki puncak yang landai dari 600-700 nm dan
memiliki puncak lain di daerah 500 nm. Hal ini menunjukan
bahwa lampu pijar memiliki sifat polikromatik. Dari
kelimanya dapat dikatakan bahwa lampu pijar ,TL, LED putih
adalah sumber cahaya polikromatik sedangkan LED hijau
sebenarnya juga merupakan sumber cahaya yang polikromatik
namun memiliki spectral yang kecil dan Laser HeNe
merupakan sumber cahaya yang monokromatik.
4.2.5 Sirojulaili (2413106009)
Sumber cahaya memiliki nilai panjang gelombang yang
berbeda-beda, bergantung pada warna dan frekuensinya.
Berdasarkan data yang didapatkan, lebar spektrum LASER
640 nm dengan lebar spektral berada pada panjang gelombang
20,2509 nm, LED putih 440 nm dengan lebar spektral berada
pada panjang gelombang 48,2101nm, LED hijau 520 nm
dengan lebar spektral berada pada panjang gelombang 54,8626
nm, lampu TL 440 nm dengan lebar spektral berada pada
panjang gelombang 33,9139 nm, dan lampu pijar 480 nm
17

dengan lebar spektral berada pada panjang gelombang 17,0834


nm. Data tersebut menunjukkan bahwa lebar spektrum
LASER dan LED biru lebih sempit, karena sumber cahaya
yang dipancarkan bersifat monokromatis, yaitu cahaya
memiliki nilai rentang panjang gelombang yang pendek.
Selain itu, warna dari sumber cahaya ini terdapat dalam salah
satu rentang cahaya tampak. Namun, LED putih cenderung
memiliki nilai berosilasi terhadap chaya tampak, hal ini
dikarenakan warna putih dimiliki oleh setiap spektrum warna.
Sedangkan lampu TL dan lampu pijar menunjukkan bahwa
karakteristik spektrumnya lebih lebar dibandingkan LASER
dan LED biru. Hal ini dikarenakan sumber cahaya lampu TL
dan pijar bersifat polikromatis, yaitu cahaya memiliki nilai
rentang panjang gelombang yang lebar. Berdasarkan plot data
lebar spektral, grafik tersebut sudah sesuai dengan teori, yang
menyatakan bahwa lebar spektral pada panjang gelombang
ditentukan oleh warna sumber cahaya, apabila sumber cahaya
berwarna merah (LASER) berada pada rentang panjang
gelombang 612 640 nm. Sumber cahaya warna biru (LED
biru) pada panjang gelombang 485 513 nm. Sumber cahaya
warna kuning (lampu pijar) pada panjang gelombang 425
500 nm. Sumber cahaya warna kuning (lampu pijar) pada
panjang gelombang yang hampir melingkupi di setiap panjang
gelombang cahaya tampak.

18

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan bahwa:
1. Setiap sumber cahaya memiliki karakteristik sektrum
cahaya masing masing. Laser He-Ne merupakan sumber
cahaya monokromatis pada range panjang gelombang
dengan warna merah. Sedangkan untuk sumber cahaya
lain merupakan polikromatik yaitu LED putih, LED hijau,
lampu TL, dan lampu pijar. LED putih memiliki spektrum
warna biru hingga hijau. Untuk sumber cahaya berupa
LED selain warna putih yaitu LED hijau menghasilkan
spektrum warna biru pucat hingga hijau. Lampu TL
menghasilkan 3 spektrum yaitu spektrum warna ungu
hingga biru, warna hijau hingga kuning, dan spektrum
warna kuning hingga merah. Hal ini terjadi proses kimiawi
dimana terjadi radiasi ultraviolet disebabkan pada
permukaan yang dilapisi dengan serbuk fluorescent
sehingga lampu ini berpendar dan mengakibatkan
munculnya beberapa warna. Lampu pijar menghasilkan
spektrum warna kuning.
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk praktikum
karakakterisasi spektrum sumber cahaya ini adalah:
1. Peralatan dipersiapkan dengan baik sehingga tidak
menjadi kendala dalam praktikum.

19

DAFTAR PUSTAKA

[1] Lna, Pierre; Franois Lebrun, Franois Mignard (1998).


Observational Astrophysics. SpringerVerlag. ISBN 3-54063482-7
[2]http://elektronika-dasar.web.id/teori
elektronika/karakteristik-dan-prinsip-kerja-lamputlfluorescent-lamp/
[3] Conceptual physics, Paul Hewitt, 2002
[4] Marsellina, Ria dkk.Paper KARAKTERISASI
SPEKTRUM SUMBER CAHAYA.2013. Retrieved from
https://www.academia.edu/5452277/PAPER
[5] http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_elektromagnetik
[6] http://id.wikipedia.org/wiki/Spektrum_kasat_mata
[7]
http://bintaroled.com/abcd/mengenal-jenis-jenis-lampupijar halogen-tl-led/
[8] https://creativentechno.wordpress.com/2012/01/07/howled-works/
[9]http://magnafandy.wordpress.com/2008/06/11/laserhelium-neon-he-%E2%80%93-ne/)
[10] http://www.laserfest.org/lasers/pictures.cfm
[11]http://www.newport.com/Red-HeNe-Lasers---633nm/139674/1033/info.aspx
[12]http://en.wikipedia.org/wiki/Full_width_at_half_maximu
m

20

LAMPIRAN A
KONTRIBUSI ANGGOTA KELOMPOK
No
1

Nama
Karina Anggraeni

NRP
2414105021

2
3
4
5

Nufiqurakhmah
Angkik Pandu Rizky
Devic Oktora
Sirojulaili

2414105026
2414105052
2413105007
2413105009

21

Kontribusi
Bab 4 Pengolahan
Data, Editor
Bab 2
Paper
Abstrak, Bab 5
Bab 1 dan 3