Anda di halaman 1dari 11

II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pendahuluan Materi
Setiap peternak harus mengetahui cara menghandling. Satu hal yang perlu
mendapat perhatian untuk menjadi handler domba yang baik adalah pemahaman tentang
behaviour ( perilaku ) domba. Dengan memahami perilakunya , kita dapat menduga
bagaimana ternak memberikan respon ( tanggapan ) bila kita beri stimulus ( rangsangan ).
Selain itu juga kita harus mengetahui beberapa karakteristik domba. Benda yang
dapat dilihat tertangkap oleh mata dalam bentuk dua obyek. Oleh karena itu domba tidak
dapat melihat sedetail seperti apa yang dilihat manusia. Selain mata alat pendengaran dan
pembau juga merupakan hal terpenting untuk kewaspadaannya. Domba sensiif dalam
membau dan dapat mendengar suara yang frekuensinya lebih tinggi dibandingkan dengan
suara yang didengar manusia. Ini perlu diketahui oleh handler . Handler juga harus
mengetahui kemampuan domba, seperti kekuatan dan kecepatan geraknya sehingga tidak
ada keragu raguan atau rasa takut dalam melakukan penanganan. Keragu raguan dan
rasa takut merupakan penghalang dalam menangani ternak. (Dwiyanto, Muhaswad
1993)
PENDUGAAN
Pendugaan yang tepat terhadap respons domba amat didukung oleh pengetahuan
dengan tingkah laku hewan tersebut. Pendugaan ini merupakan salah satu kunci
penanganan domba. (Dwiyanto, Muhaswad 1993)
Usaha memperoleh respons dari ternak, anda harus memberikan stimulus.
Stimulus yang diberikan harus terkontrol sehingga tidak tercipta respons yang tidak
terkendali.Stimulus yang tidak menyenangkan atau menakutkan menyebabkan domba
bergerombol dalam ruang yang terbatas. Secara umum hewan ini tidak agresif terhadap
manusia. Namun, beberapa domba jantan mungkin menanduk manusia, khususnya pada
musim kawin. (Dwiyanto, Muhaswad 1993)

ARAUSAL
Arausal adalah tingkat aktivitas dari seekor ternak. Tingkat aktivitas ini
merupakan kunci lain dari keberhasilan menangani domba. Arausal dapat diamati mulai
dari hewan tidur sampai kondisi yang paling ekstrim, seperti meloncat atau berkelahi.
Stimulus terhadap ternak dalam beberapa cara dapat meningkatkan atau menurunkan
arausal. Masalah masalah selalu timbul ketika arousal menjadi begitu tinggi. Aurausal
yang tinggi menggambarkan tingkah laku ternak dalam melindungi dirinya. Mereka akan
berlari atau meloncat bersama sama untuk melarikan diri. Secara umum pemahaman
tentang arausal dimaksudkan untuk menjaga agar ternak selalu bergerak dengan tenang.
Oleh karena itu ada baiknya ternak didiamkan bersama kelompok untuk beberapa saat
sebelum ditangani. (Dwiyanto, Muhaswad 1993)
2.2. Handing
Pada dasarnya ternak merupakan hewan liar yang telah didomestikasikan untuk
keperluan menghasilkan produk sesusai kebutuhan manusia. Dapat dipastikan bahwa
semua jenis ternak yang telah didomestikasikan itu masih mempunyai sifat-sifat dasar,
pada ternak tenak medium (domba dan kamibing) kita juga harus memperhatikan
handing yang benar dan disamping itu ternak-ternak besar (seperti kerbau, sapi)
mempunyai tenaga extra yang sangat kuat jika dibandingkan dengan kekuatan manusia,
sehingga untuk keperluan pengelolaan sehari-hari kita dituntut untuk menguasai teknikteknik pengusaan ternak. (Erlangga Anggara. 2012)
Pengusaan terhadap ternak dalam usaha peternakan, terutama ditujukan untuk
keperluan keperluan sebagai berikut :
1.
2.

Mempermudah penanganan ternak, baik di lapangan maupun di dalam kandang.


Menghindarkan kerugian yang disebabkan oleh ternak, di samping itu untuk

3.

menjamin keamanan bagi ternaknya sendiri.


Mempermudah penanganan sehari-hari, seperti pemotongan kuku, ekor, tanduk,
pencukuran bulu, kastrasi dan lain sebagainya.

Pengetahuan yang berkaitan dengan cara penanganan ternak (handling) yaitu


menggunakan tali atau tambang, cara mengikat juga perlu dipahami dengan baik. Apalagi

untuk ternak sapi yang mempunyai tubuh besar dibandingkan dengan domba atau
kambing. (Erlangga Anggara. 2012).
Tatalaksana Menguasai Kambing dan Domba
a.

Menangkap Kambing/Domba (Erlangga Anggara. 2012).


Dekatilah kambing /domba dengan hati-hati

dan tunggu hingga

kambing/domba menjadi tenang dan diam. Kalau kambing / domba mencoba


lari bergerak segera ke arah larinya, kedua tangan direntangkan untuk

menutup bidang geraknya.


Letakanlah satu tangan di depan leher dan tengadahkan ke arah rahangnya,
sedangkan tangan yang lain diletakan di belakang kepala sehingga kepala

dapat terpegang dengan pasisi seperti mencekik.


Atau dengan cara lain, yaitu satu tangan di depan leher, sedangkan tangan
yang lain di belakang leher. Tangan yang di depan leher ditujukan untuk
mencegah kambing / domba bergerak maju, sedangkan yang dibelakang ekor

untuk mencegah kambing / domba bergerak mundur.


Jika tenaga kita cukup kuat, dekatilah kambing / dombadari arah belakang
dengan diam-diam, lalu dengan gerak cepat pegang kedua kaki sisi yang
sama. Sesegera mungkin raihlah lehernya dengan satu tangan dan tangan

yang lainya memegang bagian belakang leher.


Jika kambing / domba bertali leher, pegang tali lehernya dengan cepat,
kemudian pegang lehernya, seperti pada perlakuan diatas.

b. memegang anak kambing / domba (Erlangga Anggara. 2012).

Pegang kaki depan dan belakang kanan dengan tangan kanan, kaki depan
belakang kiri dengan tangan kiri. Kepala dan dada menghadap ke atas (posisi
kita berdiri), kambing / domba kita angkat punggungnya kita tempelkan pada

dada kita.
Kemudian kita berusaha untuk duduk dan tempatkan punggungnya pada
posisi diantara kedua paha kita, selanjutnya kita dapat menjepitkan kaki kita
pada iga atau leher anak kambing / domba. Setelah itu kita bisa melakukan
kastrasi, pemotongan ekor, atau memberi minum obat.

c. Menundudukan kambing / domba (Erlangga Anggara. 2012).

Tempatkan diri kita pada sisi kiri ternak, pegang leher bagian bawah dengan
tanga kiri dan bagian belakang ekor dengan tangan kanan.

Letatkan ibu jari di sekeliling moncong atau dalam mulut di belakang gigi
seri, pada waktu yang bersamaan pindahkan tangan kanan ke atas lutut kaki

belakang sebelah kanan.


Dengan tangan kiri, tengokkan kepala ternak kebelakang di atas bahunya,

sehingga ternak bisa melihat punggungnya sendiri.


Tekan bagian belakang kaki dengan tangan kanan sehingga ternak jatuh ke

belakang.
Mundur setengah langkah sehingga ternak meluncur dan duduk di atas tanah.
Lepaskan tangan di leher dan raihlah kedua kaki depan melalui belakang
tubuhnya, kemudian jepit kepala diantara ketiak kita, hingga ternak bisa

duduk.
Dalam posisi ini dapat dilakukan potong kuku atau cukur bulu.

d. Merebahkan kambing / domba (Erlangga Anggara. 2012).

Lakukan prosedur ke 1-5 pada proses menundukan kambing / domba

sehingga ternak sampai dalam posisi duduk.


Lepaskan leher dan pegang kedua kaki depan, kemudian letakanlah

kepalanya di atas tanah.


Sebaiknya ada seorang lagi yang membantu mememgang lutut kaki bagian

belakang.
Pegang leher dan paha depan hingga kepalanya terletak di atas tanah.
Ikat kedua kaki depan dan belakang.
Pada posisi demikian dapat dilakukan pemotongan tanduk pada kambing.
e. Cara menuntun domba (adifirman .2012)

Tali yang berada di leher domba di tarik dari arah bawah tanduk

f.

Cara melihat umur domba (pada gigi) (adifirman .2012)


Kedua kaki kita dijadikan penahan badan domba
Kaki kiri kita berada di depan kaki domba bagian depan dan kaki kanan kita

berada di antara kaki depan dan belakang domba. (sebaliknya)


Tangan kanan di simpan di bawah leher domba
Leher domba di angkat
Mulut domba di buka dengan jari seperti memegang pistol (jempol di simpan
di bibir atas domba, telunjuk di bibir bawah domba dan ketiga jari lain berada

di bawah dagu.
Melihat gigi domba.

g. Cara mengangkat domba : (adifirman .2012)

Tangan kanan/kiri kita di simpan di dada domba sikut sebagai tumpuan

Tangan kanan/kiri kita di simpan di belakang kaki domba sikut sebagai

tumpuan
Domba di angkat

h. Tying up (adifirman .2012)

Mengukur panjang tali (dengan mengukur 2x panjang badan domba

kemudian menambah sedikit panjang tali untuk mengikat)


Lakukan cara mendudukan domba
Masukan tali yang telah di ikat ke kaki bagian belakang domba
Kemudian tali bawah di angkat dan masukan ke kepala domba.

2.3. Perawatan
Perwatan merupakan salah satu bagaian dari pemeliharaan yang tidak dapat di
abaikan. Berapa upaya perawatan yang harus dilakukan secara rutin diantaranya
memandikan, mencukur bulu dan meotong kuku.(Sudarmono dan Bambang Sugeng
2003)
1.

Memandikan domba
Domba dimandikan agar tubuh domba tidak kotor dan tidak menjadi sarang
kuman penyakit. Sebaiknya domba dimandikan secara rutin, yaitu seminggu
sekali. Air yang digunakan untuk memandikan adalah air yang bersih dan
mengalir. Pada waktu domba dimandikan seluruh bulu badan di bersihkan
dengan menggunakan air sabun dan menyikat seluruh tubuhnya, lalu
membilasnya dengan air bersih. Domba dimandikan pada saat cuaca cerah.
(Sudarmono dan Bambang Sugeng 2003)

2.

Mencukur bulu
Bulu domba yang telah panjang, tetapi tidak pernah dirawat akan menjadi kotor
dan gembel. Dalam kondisi tersebut, kuman penyakit dan parasite mudah
bersarang

ditubuh.

Sebelum

dilakukan

pencukuran

sebaiknya

domba

dimandikan terlebih dahulu agar pelaksanaan pencukuran lebih mudah.


Selanjutnya domba diikat pada 2 pasang bambu. Sepasang bambu untuk bagian
depan dan sepasang lainya di bagian belakang. Pencukuran dilakukan dengan
menggunakan guting dan bulu disisakan sepancang 0,5 -1 cm. domba di cukur
pada saat bulu telah panjang. Minimum 1 tahun sekali. Pencukuran pertama
dilakukan pada waktu domba telah berumur lebih dari 7 bulan agar domba tidak
stress. (Sudarmono dan Bambang Sugeng 2003)

3.

Memotong kuku
Kuku domba secara alami tumbuh dan bertambah panjang. Kuku yang tidak
pernah dirawat dengan cara di potong akan menganggu domba. Hal itu
disebabkan keempat kaki domba tidak akan mendapatkan titik berat yang sama.
Dengan demikian posisi domba yang sedang bediri atau wakru berjalan sangat
terganggu, terlebih bagi penjatan pemacek, sebab akan terasa sakit. Di samping
itu kuku yang panjang dapat terjadi infeksi. Untuk itulah, kuku harus dipotong
secara rutin. (Sudarmono dan Bambang Sugeng 2003)
Berikut ini cara memotong kuku domba.
1) Ikat domba pada 2 pasang bambu, sepasang bambu untuk dibagian
depan dan sepasang lain nya di bagian belakang.
2) Memotong kuku depan kiri dan kanan secara bergantian :angkat kaki
domba dengan melipat sendi lutut, kemudian potong kuku dengan
gunting, rennet, atau pisau tajam.
3) Memotong kuku belakang kiri dan kanan : jepit badan domba bagian
belakang dengan kedua paha dengan posisi searah ekor kemudian kaki
balakang diangkat dan potong bergantian.

III
ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR KERJA

3.1.ALAT DAN BAHAN

Fan domba
Tali
1 ekor domba

3.2. PROSEDUR KERJA


a.

Menggiring domba ( mustering )

Pegang domba tersebut dengan menempatkan diri disamping domba dengan

tangn kiri berada di dagu domba dan tangan kanan di daerah pangkal ekor
Kendalikan domba untuk bergerak kea rah depan dan belakang dari bagian
Shoulder ( bahu ) domba. Jika diperlukan jepitkan kedua lutut anda pada
bagian belakang domba, dengan cara ini domba akan bergerak kea rah

depan. Penekanan ke daerah pangkal ekor juga dapat menggerakan domba


kea rah depan. Tangan yang ditekan atau dilingkarkan sekitar dada domba
dapat menggerakan domba kea rah belakang.
b.

Sitting up ( mendudukan domba )

Peganglah domba dengan cara posisi anda disamping domba sehingga lutut
anda berada tepat dibagian samping tubuh domba, sedangkan salah satu
tangan anda berada di daerah dada dan tangan lain di sekitar paha atas.
Tekuklah muka domba kea rah sisi bahu dan dengan cepat tekankan tangan
yang lain pada paha atas sehingga domba menahan berat badannya pada
salah satu kakinya. Dengan cepat angkat tubuh bagian depan domba dan
pindahkan kedua tangan anda pada kaki domba sehingga domba terduduk
pada bagian paha atas.

c.

Lifting ( mengangkat domba )

jinakan domba tersebut


tempatkan badan anda dipinggir badan domba dengan menghadap ke tubuh
domba,dekatkan tubuh anda dengan tubuh domba,lalu tarik kaki domba yang
sejajar dengan tubuh anda,dan jatuhkan domba tersebut secara hatihati,silang kaki domba ( atas,bawah). Angkat sewcara perlahan-lahan

d.

Tying up (mengikat domba agar tidak berdaya)

terlebih dahulu domba didudukkan


ukur panjang tali yang berbentuk lingkaran direntang dengan kedua

tangan,panjang tali harus sama dengan jarak antara bahun sampai paha atas
jatuhkan dan kalungkan tali pada kedua kaki belakang domba
tali yang terletak dibawah kedua kaki belakang domba ditarik kearah atas

untuk membuat 2 lingkaran atau ikatan kecil.


Kedua lingkaran atau ikatan kecil mazsing-masing berada pada bagian atas

kaki,sedangkan lingkaran atau ikatan besar berada pada atas leher


Baringkan domba
Panjang ikatan dapat diatur sedemikian rupa sehingga domba dapt berbaring
dengan nyaman

e.

Mouthing (membuka mulut)

tempatkan kaki anda didepan kaki depan domba (menyilang)


pegang kepalanya lalu angkat rahangnya keatas lalu tekukkan dan tarik
bibirnya kearah belakang dengan menggunakan jempol dan ujung jari tangan
yang lain (usahakan jangan menutuipi lubang hidung domba karena
membuatnya sukar bernapas) dan hitung berapa banyak gigi seri depannya.
Tentukan umur domba tersebut

IV
PEMBAHASAN
4.1. Handing
Handing adalah penjinakan atau bisa kita sebut dengan pengendalian ternak yang
telah didomestikasikan untuk keperluan menghasilkan produk sesusai kebutuhan manusia
handing dalam praktikum kali ini ada beberapa tata cara pertama menuntun domba
dengan baik dan benar kedua mentukan umur domba dengan letak gigi ketiga
mengendong atau mengakat domba dan lain lain seperti berikut ini
4.1.1. Mustering ( menggiring domba)
Berfungsi untuk mengatur kembali ternak yang terpisah dari kelompoknya. Dan
ada pun fungsi lain yaitu menuntun ternak kembali kekandang, menuntun untuk di
mandikan dan menuntun untuk mengembalakan ny.
4.1.2. Sitting up ( mendudukan domba )
Berfungsi untuk memudahkan dalam pengikatan domba dan untuk memotong
kuku domba, memandikan domba pada bagian bawah domba (perut domba)
4.1.3. Lifting ( mengangkat domba )
Berfungsi untuk memudahkan dalam pengangkatan ke angkutan ternak atau
dalam melewati pagar. Atau memasukan ke dalam kendaran untuk pengiriman
4.1.4. Tyiang up ( Mengikat domba )

Berfungsi untuk membuat domba tidak berdaya pada periode yang singkat.
Dilakukan dengan maksud melepaskan gas yang terbentuk secara kontinu di dalam
rumen. Gas yang terbentuk di dalam rumen akan menimbulkan bloat yang dapat
menyebabkan kematian.
4.1.5.

Mouthing ( membuka mulut )


Berfungsi mengukur umur dari domba tersebut dengan melihat giginya.
V
KESIMPULAN

Setiap peternak harus dapat menghandling ternaknya karena dengan menghendling kita
dapat menakukan ternak atau mengendalikan ternak agar dapat mengarahkan untuk
melakukan kegiatan atau memiharaan .Untuk dapat memperkirakan umur domba kita
dapat melihat dari jumlah giginya
Pengendalian domba ( Handling ) terdiri dari :
-

Mustering ( menggiring )
Sitting up ( Mendudukan domba )
Lifting ( mengangkat domba )
Tying up ( mengikat domba )
Mouthing ( membuka mulut )

DAFTAR PUSTAKA

Adifirman .2012 Handling Domba Kambing


http://adifirman.wordpress.com/2012/10/18/handling-domba-kambing/
diakses pada tanggal 05/04/2014 jam 20.40

Dwiyanto, Muhaswad. Ir. MDH. Penanganan Domba dan Kambing, Penerbit Penebar
Swadaya, Depok. 1993.

Erlangga Anggara. 2012 Handling ternak web


http://erlanggabayuanggara22.blogspot.com/ diakses pada tanggal 05/04/2014 jam 20.40

Sugeng, Y. Bambang, B. Sc Beternak domba edisi revisi .penerbit seri agribisnis.


semarang 2003