Anda di halaman 1dari 11

Konversi Satuan Suhu, Suhu Titik

Triple Air, Suhu Titik Uap dan Suhu


Titik Es

Pembimbing: Sukarmin, M.Si., Ph.D.


Tujuan
Makalah ini disusun sebagai Tugas Kelompok dan guna mengembangkan kemampuan
dibidang akademis mata kuliah Profesi Kependidikan
Disusun Oleh FKIP PMIPA Fisika 2013; Kelas A Semester IV:

Azhar Umam
K2313012

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan


Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2014

A. Konversi Satuan Suhu

Kriteria

kelvin

Celsius

Fahrenheit

Rankine

Delisle

Newton

Raumur

Rmer

Nol absolut

0K

-273,15 C

-459,67 F

0 Ra

559.73 De

-90,14 N

-218,52 R

-135,9 R

Titik beku air

273,15 K

0 C

32 F

491,67 Ra

150 De

0 N

0 R

7,5 R

Suhu
badan manusi
a

310,15 K

37 C

98,6 F

558,27 Ra

94,5 De

12,21 N

29,6 R

26,93 R

Titik didih air

373,15 K

100 C

212 F

671,67 Ra

0 De

33 N

80 R

60 R

Untuk mengukur temperature secara kuantitatif, perlu di definisikan semacam skala


numeric. Skala yang paling banyak dipakai sekarang adalah skala celcius, kadang-kadang
disebut skala centigrade. Di Amerika serikat, skala Fahrenheit juga umum digunakan. Skala
yang paling penting di dalam sains adalah skala absolut, atau Kelvin. (Giancoli, Douglas C.
2001: 451)
1. Skala Celsius
Skala Celsius adalah suatu skala suhu yang didesain supaya titik beku air berada pada 0
derajat dan titik didih pada 100 derajat di tekanan atmosferik standar. Skala ini mendapat
namanya

dari

ahli

astronomi Anders

Celsius

(17011744),

yang

pertama

kali

mengusulkannya pada tahun 1742.


2. Skala Fahreheit
Nama dari skala Fahrenheit diambil dari ilmuwan Jerman yang bernama Gabriel
Fahrenheit (1686-1736). Skala ini dikemukakan pada tahun 1724.
Dalam skala ini, titik beku air adalah 32 derajat Fahrenheit (ditulis 32 F) dan titik didih
air adalah 212 derajat Fahrenheit. Negatif 40 derajat Fahreheit sama dengan negatif 40 derajat
Celsius. Skala Fahrenheit banyak digunakan di Amerika Serikat.
3. Skala Raumur
Skala Raumur adalah skala suhu yang dinamai menurut Ren Antoine Ferchault de
Raumur, yang pertama mengusulkannya pada 1731. Titik beku air adalah 0 derajat Raumur,

titik didih air 80 derajat. Jadi, satu derajat Raumur sama dengan 1,25 derajat Celsius atau
kelvin.
Skala ini mulanya dibuat dengan alcohol, jadi termometer Raumur yang dibuat dengan
raksa sebenarnya bukan termometer Raumur sejati. Raumur mungkin memilih angka 80
karena dapat dibagi-dua sebanyak 4 kali dengan hasil bilangan bulat (40, 20, 10, 5),
sedangkan 100 hanya dapat dibagi 2 kali dengan hasil bilangan bulat (50, 25).
4. Skala Kelvin
Skala Kelvin (simbol: K) adalah skala suhu di mana nol absolut didefinisikan sebagai 0
K. Satuan untuk skala Kelvin adalah kelvin (lambang K), dan merupakan salah satu dari tujuh
unit dasar SI. Satuan kelvin didefinisikan oleh dua fakta: nol kelvin adalah nol absolut (ketika
gerakan molekuler berhenti, dalam termodinamika), dan satu kelvin adalah pecahan 1/273,16
dari suhu termodinamik triple point air (0,01C). Skala suhu Celsius kini didefinisikan
berdasarkan kelvin.
Rumus Konversi Suhu
a. Dari kelvin

c. Dari Celsius

b.

d.

e.
f.
g.
h. Dari Fahrenheit

k.

i.

l. Dari Rankine
j. Dari Raumur

m.

t.

n.
o.
p.
q. Dari Delisle

u. Dari Rmer
v.

r.

s. Dari Newton

w.
x.
y. Rumus Umum Konversi Suhu
( x tx o) ( y t y o)
=
z.
( x ix o) ( y i y o)
aa.
ab.

Termometer x skala terendah xo, skala tertinggi xi

Termometer y skala terendah yo, skala tertinggi yi


xt = suhu yg diukur termometer x
yt = suhu yg diukur termometer y

ac. Sehingga dapat dirumuskan

ad. Krite
ria

am. Titik
beku
air

av. Titik
didih
air

be. Jang
kaua
n

ae.
kelv

an.
273,

aw.
373,

bf.
100

ag. F
a
h
r
e
n
h
ei
t

ah. R
a
n
k
i
n
e

ap. 3
2

aq. 4
9
1
,
6
7

R
a

ax. 1
0
0

ay. 2
1
2

az. 6
7
1
,
6
7

R
a

ba. 0

D
e

bg. 1
0
0

bh. 1
8
0

bi. 1
8
0

bj. 1
5
0

af. C
el
si
u
s

ao. 0

ai.

D
e
li
s
l
e

ar.

1
5
0

D
e

aj.

N
e
w
t
o
n

ak. R

a
u
m
u
r

al.

m
e
r

au. 7
,
5

bc. 8
0

bd. 6
0

bk. 3
3

bl. 8
0

bm. 5
2
.
5

as. 0

bb. 3
3

at.

bn.
K 273.15
C 0
F 32
Ra 491.67
De 150 N 0 Re 0 R 7.5

373.15 273.15 100 0 212 32 671.67 491.67


150 0
33 0 80 0 60 7.5

bo. Sehingga apabila disederhanakan menjadi :

bp.

K 273.15 C 0 F 32 Ra 491.67 De 150 N 0 Re 0 R 7.5

100
100
180
180
150
33
80
52.5

bq.

br.

K 273.15 C F 32 Ra 491.67 De 150


N
Re R 7.5

5
5
9
9
7.5
1.65 4
2.625

bs.
bt.
bu.
bv.
B. Suhu titik triple air, suhu titik uap, dan suhu titik es.
1. Titik tripel air
bw. Diagram fase secara
umum. Garis titik-titik
merupakan

sifat

anomali air

bx.
by.
bz.
ca.
cb.
cc.
cd. Titik tripel yaitu titik keseimbangan antara ketiga wujud padat-cair-gas.
ce. Titik kritis yaitu titik dimana gas di atas tekanan dan temperatur kritis tidak dapat
dicairkan hanya dengan mengecilkan volumenya. Gas berwujud stabil.
cf. Kombinasi tunggal antara tekanan dan temperatur di mana air, es, dan uap air dapat
berada bersama-sama dalam keadaan kesetimbangan yang stabil adalah tepat 273,16 K (0,01
C) dan tekanan parsial 611,73 pascal (sekitar 6,1173 milibar, 0,0060373057 atm). Pada titik
tersebut, adalah mungkin untuk mengubah semua zat menjadi es, air, atau uap air hanya
dengan membuat perubahan yang cukup kecil pada tekanan dan suhu sistem. Perlu

diperhatikan bahwa, bahkan jika tekanan total sistem di atas 611,73 pascal, apabila tekanan
uap air tetap 611,73 pascal, kita masih dapat membuat air berada dalam titik tripel.
cg. Air memiliki diagram fase yang tidak wajar dan kompleks, walaupun hal ini tidak
memengaruhi pembahasan titik tripelnya. Pada temperatur yang tinggi, penambahan tekanan
akan menghasilkan zat cair terlebih dahulu, barulah kemudian zat padat. (Di atas 109 Pa
bentuk kristal es yang terbentuk lebih padat daripada zat cair.) Pada temperatur yang rendah
dan kompresi, fase cair menghilang, dan air akan langsung berubah dari gas menjadi padat.
ch. Pada tekanan konstan di atas titik tripel, pemanasan es akan menyebabkannya berubah
dari bentuk pada menjadi cair, kemudian gas (atau uap). Pada tekanan di bawah titik tripel
(biasa terjadi pada luar angkasa), bentuk cair air tidak akan ada, sehingga ketika dipanaskan,
es akan langsung menyublim menjadi gas.

ci. Persetujuan bahwa

T3 273,16

juga menetapkan ukuran Kelvin sebagai perbedaan

antara nol mutlak dari titik triple suhu air sebesar 1/273,16.
cj. Perhatikan bahwa kita tidak menggunakan tanda derajat dalam penyajian data
menggunakan suhu Kelvin (bukan 300K), dan dibaca 300 Kelvin (bukan 300 derajat
Kelvin). Aturan SI-pun berlaku dalam hal ini. Jadi 0,0035 K sebanding dengan 35mK. Tidak
ada perbedaan penyebutan yang dibuat antara suhu Kelvin dan perbedaan suhu, sehingga kita
dapat menulis, titik didih belerang adalah 717,8 K dan suhu air mandi ini dinaikkan
sampai sebesar 8,5 K.
ck. Dalam sistem satuan internasional telah disepakati, bahwa titik acuan untuk
temperatur adalah temperatur tripel air. Temperatur tripel air adalah temperatur air murni
yang berada dalam keadaan setimbang termal dengan es dan uap air jenuhnya. Temperatur ini
berharga 273,16 K (Kelvin) dan dapat direalisasikan dengan menggunakan sel tripel.
cl. Jika T = temperatur yang hendak diketahui, X = harga Thermometric Property pada
temperatur yang hendak diukur, T1 = temperatur acuan yang dipilih, dan X1 = harga
Thermometric Property pada temperatur acuan atau temperatur yang dipilih, maka dengan
menggunakan temperatur titik tripel dapat diperoleh persamaan:

X
K (Kelvin)
X1

T = 273,16
cm.
2. Suhu Titik Uap dan Titik Es

cn. Titik beku suatu zat didefinisikan sebagai temperature dimana fase padat dan cair
ada bersama dalam kesetimbangan yaitu, tanpa adanya zat cair total yang berubah
menjadi padat atau sebaliknya. Secara eksperimen, hal ini ditemukan terjadi hanya pada
satu temperature tertentu saja, dan untuk tekanan tertentu. Dengan cara yang sama, titik
didih didefinisiakn sebagai temperature dimana cair dan gas ada bersama dalam
kesetimbangan, dan titik sublimasi didefinisiakn sebagai temperature dimana padat dan gas
ada bersama dalam kesetimbangan. Karena titik-titik ini berubah terhadap tekanan, tekanan
harus ditentukan (konstan) biasanya sebesar 1 atm. (Giancoli, Douglas C. 2001: 451)
co. Air (H2O) dalam fase padat bentuk dan volumenya tidak berubah. Air dalam fase
padat disebut es. Jika es dinaikkan temperaturnya, es mulai mencair dan akhirnya es berubah
menjadi air semuanya. Dalam perubahan fase dari fase padat ke fase cair temperatur zat tetap
dan disebut sebagai titik lebur. Kalor yang terlibat dalam perubahan fase ini disebut kalor
laten, dalam hal ini disebut kalor lebur. Sedangkan proses perubahan fase padat ke fase cair
disebut mencair.
cp. Air (H2O) dalam fase cair disebut air. Air volumenya tetap tetapi bentuknya berubahubah sesuai dengan wadahnya. Jika air dinaikkan temperaturnya, maka air mulai mendidih
dan berubah sifatnya menjadi uap air (H 2O). Dalam perubahan fase dari fase cair ke fase gas
temperatur zat tetap dan disebut sebagai titik uap. Kalor yang terlibat dalam perubahan fase
ini disebut kalor laten, dalam hal ini disebut kalor penguapan. Sedangkan proses perubahan
fase cair ke fase gas disebut menguap.
cq. Proses sebaliknya adalah perubahan fase gas ke fase cair dan dari fase cair ke fase
padat. Perubahan dari fase gas ke fase cair zat melepaskan kalor dan temperaturnya turun.
Dalam perubahan fase ini dikenal titik embun dan kalor yang terlibat di dalamnya disebut
kalor pengembunan. Proses perubahan fase gas ke fase cair disebut mengembun.

cr. Sedangkan pada proses perubahan fase cair ke fase padat dikenal titik beku dan kalor
yang terlibat di dalamnya disebut sebagai kalor pembekuan. Proses perubahan fase cair ke
fase padat disebut membeku.
cs. Jika kondisi alam memungkinkan, maka fase gas dapat berubah langsung ke fase
padat atau sebaliknya. Perubahan dari fase gas ke fase padat disebut menyublim. Dalam
peristiwa menyublim dikenal titik sublimasi dan kalor yang terlibat di dalamnya disebut kalor
sublimasi. Sedangkan perubahan dari fase padat ke fase gas disebut melenyap (ada orang
yang menyebut menyublim). Dalam peristiwa melenyap dikenal titik lenyap (ada orang yang
menyebut titik sublimasi) dan kalor yang terlibat di dalamnya disebut kalor pelenyapan (ada
orang yang menyebut kalor sublimasi).
ct. Dari uraian tersebut di atas dikenal temperatur tetap pada perubahan fase zat, yaitu:
1. titik embun = titik uap
2. titk lebur = titik beku dan
3. titik sublimasi = titik lenyap.
cu. Dari uraian tersebut di atas juga dikenal istilah kalor laten, yaitu kalor yang
diperlukan atau dilepaskan pada saat perubahan fase zat. Kalor laten tersebut adalah:
1. kalor pengembunan = kalor penguapan
2. kalor lebur = kalor beku dan
3. kalor sublimasi = kalor pelenyapan.
cv.