Anda di halaman 1dari 3

NAMA

: NASTA AULIA LISTI


NIM
: 14MPAXXIXB76
MATA KULIAH
: AUDIT FORENSIK
DOSEN
: Drs. SUGIARTO, M.Acc., MBA., Ak., CPA
Kecurangan (Fraud)
1. Definisi kecurangan menurut Kamus Bahasa Indonesia, kecurangan berarti
tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil dan keculasan.
2. Merurut hukum dalam pasa1 278 KUHP, pasal 268 KUHPer pengertian fraud
merupakan penipuan yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan pribadi
atau untuk merugikan orang lain. Dalam hukum pidana, kecurangan adalah
kejahatan atau pelanggaran yang dengan sengaja menipu orang lain dengan
maksud untuk merugikan mereka, biasanya untuk memiliki suatu harta
benda atau jasa ataupun keuntungan dengan cara tidak adil atau curang.
Kecurangan dapat lahir terhadap barang atau benda. Dalam hukum pidana
secara umum disebut dengan "pencurian dengan penipuan","pencurian
dengan tipu daya atau muslihat","pencurian dengan penggelapan dan
penipuan" atau hal serupa lainnya.
3. Definisi kecurangan menurut Bapepam/OJK adalah perbuatan yang disengaja
yang menimbulkan kerugian pada pihak lain, misalnya seseorang yang
membuat pernyataan palsu, menyembunyikan atau menghilangkan bukti
yang penting (defraud; fraud).
4. Kasus kecurangan di Indonesia, yaitu :
Citibank Malinda Dee
Citibank merupakan bank multinasional yang beroperasi di Indonesia.
Citibank merupakan bagian dari perusahaan Citigroup yang sahamnya terdaftar di
New York Stock Exchange (NYSE). Sejak Agustus 1989, Malinda Dee tercatat sebagai
karyawan di Citibank. Sejak diterima, ia dikenal sebagai anak emas.
Kemampuannya membawa nasabah kelas kakap, membuatnya diberi keleluasaan
dalam mencari nasabahnya sendiri.
Kasus Citibank terjadi dan mulai terkuak pada Maret 2011, kasus ini bermula
ketika pihak Citibank mendapat aduan dari tiga nasabahnya terkait dengan dana
nasabah yang ada di tabungan menghilang, pihak Citibank melaporkan kejadian
tersebut kepada pihak polisi. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata terdapat
pembobolan dana nasabah yang dilakukan oleh karyawan senior yang menjabat
sebagai vice president di bank tersebut yang bernama Melinda Dee. Pembobolan
dana tersebut juga melibatkan karyawan Citibank yang bertugas sebagai teller.
Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam, terdapat dua
orang head teller bank tersebut yang diketahui menyetujui transfer dana nasabah,
mereka secara prosedural telah membantu kejahatan tersangka utama kasus ini,
kedua karyawan tersebut mentransfer dana nasabah tanpa mempertimbangkan
prosedur yang ada. Sehingga kasus ini terdapat penyimpangan terhadap SOP yang
ada (Media Indonesia.com. 22/04/11). Selain pembobolan dana nasabah, tersangka

juga melakukan pencucian uang. Dana nasabah di transfer ke sejumlah rekening


perusahaan yang sifatnya fiktif, hal ini dilakukan agar tidak terlihat mencurigakan.
Saat ditangkap polisi, Malinda menduduki jabatan Relationship Manager
Citibank di Kantor Cabang Citibank Landmark, Jakarta Selatan, dengan pangkat Vice
President. Ini pangkat tertinggi untuk karyawan Citibank.
1) 25 Maret 2011, Mabes Polri mengungkap kasus penggelapan dana nasabah di
Citibank atas laporan nasabah. Polisi menangkap Malinda dan turut menyita
sejumlah barang bukti, antara lain dokumen-dokumen transaksi dan 1 unit
mobil merek Hummer-3 Luxury Sport Utility B 18 DIK yang ditaksir seharga
Rp 3,4 miliar.
2) Diduga Malinda sudah melakukan aksinya dalam tiga tahun terakhir sejak
2009 lalu. Setidaknya dari tiga perusahaan yang menjadi nasabah Citibank,
Linda mengantongi hingga Rp17 miliar.
3) Modus yang dilakukan dengan meminta teller Citibank bernama Dwi
membantu melakukan pencatatan palsu beberapa transfer uang. Nilainya
antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Catatan ini merupakan manipulasi
transfer uang dari rekening nasabah ke rekening beberapa perusahaan milik
Malinda di dalam dan di luar Citibank.
4) 28 Maret 2011, Citibank buru-buru mengeluarkan rilis. Seperti diungkapkan
Director Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Ditta Amahorseya,
Citibank berkomitmen melindungi kepentingan nasabah. Termasuk
secepatnya mengembalikan kerugian yang dialami oleh nasabah yang hilang
melalui transaksi tidak sah di dalam rekening mereka secara adil dan tepat
waktu.
5) Sejak 29 Maret 2011, nama Malinda Dee ramai dibicarakan masyarakat.
Terutama di dunia maya. Tidak saja terkait aksinya, namun juga lebih kepada
penampilannya yang cukup seksi. Bahkan kemudian beredar sejumlah fotofoto pribadi miliknya. Serta juga hubungannya dengan artis muda Andhika
Gumilang.
6) 14 April 2011, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)
menyatakan ada dugaan 50 orang pejabat negara yang menjadi nasabah
Malinda dan diduga berasal dari pencucian uang hasil korupsi. Indonesian
Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
melakukan penyelidikan terhadap para pejabat negara tersebut.
7) 7 Juli 2011, Malinda jalani operasi payudara tahap kedua di Rumah Sakit
Siloam. Operasi tahap pertama dilakukan sekitar 14 Juni 2011
8) 18 Agustus 2011, Malinda kembali meringkuk dalam Rumah Tahanan
Bareskrim Mabes Polri setelah menjalani perawatan selama tiga bulan di
rumah sakit. - 26 Agustus 2011, Jaksa Penuntut Umum menyatakan berkas
perkara Malinda Dee lengkap (P21).
9) 19 September 2011, Andhika yang disebut sebagai suami siri Malinda,
menjalani siding perdana. JPU mengungkapkan, setidaknya Andhika
menerima setoran tunai dari Malinda Dee dalam 24 kali transaksi.

10)
8 Nopember 2011, Terdakwa pembobol dana nasabah Citibank Inong
Malinda Dee menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Agenda sidang pembacaan dakwaan oleh jaksa.
11)
7 Maret 2012, Malinda dijatuhi hukuman pidana kepada terdakwa
Inong Malinda Dee binti Siswo Wiratmo hukuman penjara selama delapan
tahun dan denda sebesar 10 miliar rupiah.

Sumber : bamsoetnews.com, megapolitan.kompas.com, mediaindonesia.com


PEMBAHASAN ANALISIS KASUS
Pada kasus diatas sudah dapat dilihat banyak kecurangan yang dilakukan
oleh Malinda Dee di Citibank. Malinda memanfaatkan posisinya untuk melakukan
kecurangan yang dibantu oleh dua orang head teller. Kecurangan yang dilakukan
oleh Malinda dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Fraud Terhadap Aset (Asset Misappropriation)
Penyalahgunaan aset perusahaan yang digunakan untuk keperluan pribadi
(tanpa ijin dari perusahaan). Seperti kita ketahui, aset perusahaan bisa
berbentuk kas (uang tunai) dan non-kas. Dalam kasus ini, Malinda melakukan
penyelewengan terhadap asset yang berupa kas yaitu dana nasabahnya.
2. Fraud Terhadap Laporan Keuangan (Fraudulent Statements)
Kecurangan ini dilakukan untuk membuat Laporan Keuangan menjadi tidak
seperti yang seharusnya (tidak mewakili kenyataan). Pada kasus ini, 2 orang
head teller yang membantu Malinda untuk memindahkan dana nasabah
untuk kepentingan pribadinya berkaitan dengan transaksi yang nantinya
dilaporkan dalam laporan keuangan. Tindakan ini tentu saja harus didukung
oleh tindakan-tindakan seperti memalsukan bukti transaksi, mengakui suatu
transaksi lebih besar atau lebih kecil dari yang seharusnya, menerapkan
metode akuntansi tertentu secara tidak konsisten untuk menaikan atau
menurunkan laba, menerapkan metode pangakuan liabilitas sedemikian rupa
sehingga liabiliats menjadi nampak lebih kecil dibandingkan yang
seharusnya.
Dari kasus yang dilakukan oleh Malinda Dee ini banyak pihak yang dirugikan,
diantaranya citra Citibank itu sendiri di mata masyarakat. Lalu, nasabah Citibank
yang dananya digelapkan oleh Malinda Dee dan banyak lainnya. Kasus ini tidak
hanya merugikan banyak pihak, tetapi juga menjadi gambaran buat pemerintah,
Lembaga Penjamin Simpanan, Bank Indonesia dan pihak-pihak berkepentingan
lainnya untuk mengambil langkah selanjutnya tentang perbankan agar tidak
terdapat lagi celah untuk melakukan kecurangan seperti ini.