Anda di halaman 1dari 18

KARAKTERISASI PADUAN LOGAM CoCrMo-TiN DENGAN

PELAPISAN HIDROKSIAPATIT MENGGUNAKAN METODE


BIOMIMETIK

MUHAMMAD FAJAR

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2013

KARAKTERISASI PADUAN LOGAM CoCrMo-TiN DENGAN


PELAPISAN HIDROKSIAPATIT MENGGUNAKAN METODE
BIOMIMETIK

MUHAMMAD FAJAR

Usulan Penelitian
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Sains pada
Departemen Kimia

DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2013

Judul Usulan : Karakterisasi Paduan Logam CoCrMo-TiN dengan Pelapisan


Hidroksiapatit Menggunakan Metode Biomimetik
Nama
: Muhammad Fajar
NIM
: G44100080

Disetujui oleh

Dr Charlena, Msi
Pembimbing I

Drs Sulistioso Giat Sukaryo, MT


Pembimbing II

Diketahui oleh

Prof Dr Dra Purwantiningsih Sugita, MS


Ketua Departemen Kimia

Tanggal Lulus:

DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN

vii

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tujuan Penelitian

Hipotesis Penelitian

Waktu dan Tempat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Hidroksiapatit

Pelapisan Paduan Logam dengan Hidroksiapatit Menggunakan Metode


Biomimetik

Paduan Logam CoCrMo

BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan

Lingkup Kerja

Pembuatan dan Preparasi Paduan Logam CoCrMo

Pelapisan Paduan Logam CoCrMo dengan Titanium Nitrida

Proses Alkali Treatment

Preparasi Larutan SBF

Pelapisan Paduan Logam CoCrMo-TiN dengan HAp

Analisis X-Ray Diffraction (XRD)

Analisis Fourier Transform Infra Red (FTIR)

Analisis Scanning Electron Microscope (SEM)

Uji Korosi

Daftar Pustaka

DAFTAR LAMPIRAN
1 Diagram alir penelitian
2 Jadwal penelitian

9
10

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bidang ortopedik menjadi sangat penting karena angka kecelakaan di
Indonesia yang mengakibatkan patah tulang semakin meningkat setiap tahunnya.
Implan tulang merupakan salah satu cara penyembuhan patah tulang yang sedang
berkembang. Sel-sel tulang sebenarnya memiliki kemampuan untuk memulihkan
diri, tetapi pemberian pengganti tulang atau implan tulang bisa mempercepat
pemulihan secara lebih sempurna (Romawarni 2011). Implan adalah suatu
peralatan medis yang dibuat untuk menggantikan struktur dan fungsi suatu bagian
biologis. Implan dapat berbahan dasar logam, keramik dan polimer. Material
yang digunakan untuk implan tulang harus memiliki sifat mudah diperoleh,
biokompatibel, bioaktif, dan tidak toksik (Riyani 2005). Biokompatibel adalah
kemampuan suatu bahan untuk bertahan terhadap korosi. Sedangkan bioaktif
adalah kemampuan suatu bahan untuk merangsang pertumbuhan tulang baru di
sekitar implan (Pane 2004). Salah satu material yang dapat digunakan untuk
implan tulang adalah hidroksiapatit (HAp). HAp merupakan material yang mudah
diperoleh. HAp dapat disintesis menggunakan limbah cangkang tutut, kerang
darah, batu gipsum, tulang hewan, atau cangkang telur. Selain mudah diperoleh,
HAp juga bersifat biokompatibel, bioaktif, dan tidak toksik (Lestari 2009).
HAp memiliki rumus molekul Ca10(PO4)6(OH)2. HAp telah diakui sebagai
bahan pengganti tulang dan gigi karena memiliki kemiripan dari segi biologisnya
untuk jaringan tulang keras manusia (Xiangnan et al. 2009). Material lain yang
biasanya digunakan adalah logam stainless steel, titanium (Ti), dan paduan logam
berbasis kobalt (Co) (Sukaryo et al. 2009). Logam Ti memiliki biokompatibilitas
yang paling tinggi diantara baja nirkarat dan paduan logam berbasis Co, tetapi
harganya yang mahal membuat logam ini jarang digunakan. Paduan logam
berbasis Co memiliki biokompatibilitas yang lebih baik dibandingkan baja
nirkarat (Widya 2014). Penelitian ini akan menggunakan paduan logam berbasis
Co yang dilapisi titanium nitrida (TiN) dan HAp. Paduan logam berbasis Co yang
digunakan adalah CoCrMo. Penggunaan paduan logam CoCrMo dengan dilapisi
TiN dan HAp akan mencegah terlepasnya ion-ion logam dan meningkatkan
ketahanan terhadap korosi. Pelapisan paduan CoCrMo dengan TiN dilakukan
menggunakan metode plasma sputering dan nitriding (Prihantoko 2011). Nitridasi
adalah salah satu teknik pelapisan senyawa nitrida pada permukaan logam untuk
mencegah adanya ion-ion logam yang terlepas ke dalam tubuh (Wirjoadi et al.
2012).
Pelapisan HAp pada logam dapat meningkatkan sifat biokompatibilitas
logam implan (Sukaryo et al. 2009). Pelapisan paduan logam CoCrMo-TiN
dengan HAp dilakukan dengan metode biomimetik. Metode biomimetik
merupakan metode pelapisan yang meniru sistem biologis di dalam tubuh.
Kelebihan metode ini dibandingkan metode lain, seperti plasma spraying,
electrophoretic deposition (EPD) dan sol gel adalah menjadikan kristal apatit
memiliki bioaktivitas tinggi dan karakteristik resorpsi yang baik, serta dapat
mempercepat pertumbuhan tulang (Habibovic et al. 2002). Metode pelapisan
dengan metode biomimetik ini menggunakan larutan SBF. Larutan SBF adalah

2
larutan yang memiliki konsentrasi ion yang menyerupai cairan darah manusia.
Perendaman di dalam larutan SBF pada temperatur 37C dapat membuat lapisan
apatit tumbuh secara mengkristal (Pratiwi 2008). Menurut Habibovic et al.
(2002), HAp dapat terbentuk pada larutan 5x SBF. Penelitian yang dilakukan
Pratiwi (2008) menghasilkan logam Ti yang terlapisi senyawa apatit pada
perendaman di dalam larutan SBF selama 14 hari. Setelah pelapisan paduan
logam CoCrMo-TiN dengan HAp, akan dilakukan analisis dan uji lebih lanjut lagi
yaitu, XRD, FTIR, SEM, dan uji korosi.

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan melapisi partikel HAp pada permukaan logam
CoCrMo dengan titanium nitrida menggunakan metode biomimetik.

Hipotesis Penelitian
Pelapisan dengan titanium nitrida dan hidroksiapatit pada logam CoCrMo
dapat mencegah adanya ion-ion logam yang terlepas ke dalam tubuh dan
meningkatkan ketahanan korosi untuk implan tulang.

Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan dari bulan Februari 2014 sampai Juni 2014
di Laboratorium Kimia Anorganik dan Laboratorium Bersama Departemen
Kimia, FMIPA IPB serta PTBIN - BATAN, Serpong, Tangerang.

TINJAUAN PUSTAKA

Hidroksiapatit
Partikel hidroksiapatit (HAp) yang merupakan suatu bahan biomaterial
memiliki rumus kimia (Ca10(PO4)6(OH)2). HAp memiliki sifat biokompatibilitas
dan bioaktifitas yang baik. Selain itu, secara kristalografi dan sifat kimia dari HAp
mendekati struktur yang dimiliki oleh tulang dan gigi. HAp dapat terikat secara
langsung dengan jaringan dan dapat merangsang tumbuhnya jaringan. Hal ini
menyebabkan HAp dapat diaplikasikan dalam bidang biomedis, terutama untuk
aplikasi tulang dan gigi. HAp termasuk ke dalam jenis biokeramik. Dalam dunia
medis, bahan keramik dibagi menjadi dua golongan yaitu keramik bioinert dan
keramik bioaktif. Keramik bioinert merupakan keramik yang tidak berpengaruh
dan berinteraksi dengan jaringan tubuh, misalnya alumina, sedangkan keramik
bioaktif merupakan keramik yang dapat berikatan dengan jaringan tulang yang
hidup seperti HAp dan kalsium fosfat (Pane 2004). Struktur kristal dari HAp adalah
heksagonal dengan parameter kisi a = b = 9,4225 dan c = 6,8850 . Hidroksiapatit

3
adalah senyawa kalsium fosfat yang memiliki nisbah Ca/p sebesar 1,67 dan
merupakam fase apatit yang stabil.

Gambar 1 Struktur Hidroksiapatit (Muntanah 2011)

Pelapisan Paduan Logam dengan Hidroksiapatit menggunakan Metode


Biomimetik
Proses pelapisan dengan metode biomimetik adalah proses pelapisan dengan
cara menyesuaikan dengan keadaan di dalam tubuh. Proses biomimetik dapat
digunakan untuk menanamkan sifat bioaktif dan biokompabilitas pada HAp,
sehingga tubuh manusia sulit untuk membedakan implan sebagai benda asing. Hal
ini agar implan dengan mudah dapat diterima didalam tubuh. Implan tulang yang
biasa digunakan adalah paduan logam titanium dengan HAp. Metode biomimetik
digunakan untuk membuat lapisan kalsium fosfat secara alami di atas permukaan
sampel dengan perendaman di dalam larutan simulated body fluid (SBF). SBF
merupakan larutan yang memiliki konsentrasi ion seperti cairan plasma darah
manusia. Metode ini dilakukan dengan merendam material substrat di dalam
larutan SBF pada suhu 37C. Proses pelapisan dengan metode ini relatif mudah
dan murah, karena tidak memerlukan suhu yang tinggi. Metode biomimetik
merupakan metode yang ideal dan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan
dengan metode pelapisan logam lainnya, yaitu prosesnya dapat dilakukan pada
suhu rendah sehingga dapat diaplikasikan pada substrat yang sensitif terhadap
panas (Habibovic et al. 2002).
Paduan Logam CoCrMo
Biomaterial telah banyak dimanfaatkan dibidang medis untuk memperbaiki
beberapa fungsi tertentu organ tubuh, salah satunya digunakan untuk implan
tulang. Biomaterial merupakan material organik atau anorganik, baik sintesis
maupun alami yang digunakan dalam tubuh manusia. Penelitian untuk paduan
logam yang diaplikasikan pada implan tulang telah banyak dilakukan, salah
satunya yaitu menggunakan paduan logam CoCrMo. Logam yang sering
digunakan untuk aplikasi medis, yaitu Titanium (Ti) murni, Paduan titanium, dan
paduan logam berbasis kobalt (Co). Paduan logam yang digunakan dalam
penelitian ini adalah paduan logam berbasis Co, yaitu CoCrMo. Paduan logam
CoCrMo memiliki sifat pengerasan yang dapat dilakukan dalam kondisi panas
atau dingin, tidak toksik dalam tubuh, dan memiliki biokompatibilitas yang lebih
tinggi. Umumnya paduan logam yang digunakan untuk aplikasi dalam bidang
medis memiliki sifat mekanik dan ketahanan korosi yang baik (Hakim 2012).

BAHAN DAN METODE


Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, peralatan gelas, tanur
listrik (Neycraft), neraca (Ohaus USA), sarung tangan, termometer, ultrasonik,
alat kompaksi, high energy ball milling (HEBM), atomic absorption
spectrofotometer (AAS), fourier transform infrared (FTIR), scanning electron
microscope (SEM), dan x-ray diffraction (XRD). Tri Arc Furnace, alat pelapis
TiN (SEM S500 coating unit), Scanning Elektron Microscope-Energy Dispersive
Spectrscopy (SEM-EDS), Potensiostat atau galvanostat model 273. Bahan-bahan
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, logam CoCrMo-TiN, alkohol, akuades,
air bebas ion, larutan simulated body fluid (SBF) Kokubo, NaCl, NaHCO3,
Na2HPO4.2H2O, MgCl2.6H2O, CaCl2.2H2O, (CH2OH)3CNH2, dan HCl.
Lingkup Kerja
Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama preparasi paduan
logam CoCrMo-TiN. Tahap kedua proses alkali treatment. Tahap ketiga preparasi
larutan SBF. Tahap keempat pelapisan paduan CoCrMo-TiN dengan
hidroksiapatit menggunakan metode biomimetik. Tahap kelima karakterisasi.
Tahap keenam uji korosi.

Pembuatan dan Preparasi Paduan Logam CoCrMo


Paduan logam CoCrMo dibuat dengan mencampurkan masing-masing
logam dengan komposisi persentase persen bobot sebesar 57.5% untuk Co, 35%
untuk Cr dan 5% untuk Mo. Unsur paduan logam ditimbang berdasarkan
persentase persen bobot, setelah itu diaduk menggunakan alat HEM (high energy
Milling) agar homogen sehingga terbentuk paduan dalam bentuk serbuk. Alat
HEM yang akan digunakan untuk membuat paduan logam CoCrMo dirancang
terlebih dahulu dengan cara mechanical alloying (MA). Kemudian serbuk yang
didapatkan dikompaksi agar terbentuk suatu pelet. Selanjutnya, pelet dimasukkan
ke dalam cawan tembaga dan di lebur menggunakan alat vakum arc melting
furnace (AMV). Sampel yang berbentuk pelet tersebut divakum hingga dibawah 3
kPa yang kemudian dialiri dengan gas argon (Ar) sampai ruang vakum bertekanan
3 kPa lalu Chiller dihidupkan. Proses peleburan berlangsung pada suhu 3000C.
Busur diarahkan ke dekat sampel hingga sampel mencair dan terbentuk paduan,
setelah itu didiamkan selama 3 menit hingga dingin (Prihantoko 2011).
Pelapisan Paduan Logam CoCrMo dengan Titanium Nitrida
Pelapisan paduan logam CoCrMo dengan titanium nitrida dilakukan dengan
teknik plasma sputtering dan nitriding. Paduan logam CoCrMo direndam dengan
aseton dan dikeringkan pada suhu ruang. Atom-atom titanium sebagai target pada
tabung reaktor plasma yang kemudian ditembak dengan ion berenergi tinggi dari

5
gas argon hingga atom Ti dalam target akan terlepas. Perbandingan aliran gas
nitrogen-argon sebesar (5:8) kPa. Logam CoCrMo dimasukkan ke dalam ruang
sputtering dengan tegangan 7.5 V, kondisi vakum 0.17 mmHg dan arus sebesar 22
A selama 2 jam. Adanya lapisan TiN ditandai dengan warna emas pada
permukaan paduan logam CoCrMo. Terlapisnya TiN pada permukaan paduan
logam dibuktikan dengan SEM-EDS (Prihantoko 2011).
Proses Alkali Treatment
Paduan logam CoCrMo-TiN direndam di dalam larutan alkali, yaitu NaOH
5M. Tujuan perendaman di dalam NaOH untuk membentuk lapisan hidrogel
titanat. Setelah itu, sampel ditanur dengan suhu 600C. Tujuan pemanasan untuk
mendehidrasi lapisan hidrogel titanat sehingga terbentuk kristal sodium titanat
yang stabil. Proses alkali treatment dilakukan agar permukaan logam terpolarisasi.
Preparasi Larutan SBF
Larutan SBF yang digunakan adalah larutan 5x SBF (NaCl, NaHCO3,
Na2HPO4.2H2O, MgCl2.6H2O, CaCl2.2H2O + HCl dan (CH2OH)3CNH2)).
Masing-masing senyawa ditimbang sesuai komposisi pada Tabel 1. Larutan dibuat
dalam 500 mL dengan penambahan akuades. Setiap pencampuran komponen
diberi selang 2 menit agar dapat larut secara merata. Setelah semua bahan
dicampurkan, larutan diaduk selama 20 menit (Widya 2014).
Tabel 1 Komposisi larutan 5x SBF
Senyawa
NaCl
NaHCO3
Na2HPO4.2H2O
MgCl2.6H2O
CaCl2.2H2O
(CH2OH)3CNH2
HCl 0.1 M

Bobot
163.675 g
56.700 g
0.4450 g
0.7625 g
0.9200 g
15 mL
100 mL

Pelapisan Paduan Logam CoCrMo-TiN dengan HAp


Pelapisan paduan logam CoCrMo yang sudah dilapisi oleh TiN kemudian
dilapisi lagi dengan HAp. Pelapisan ini menggunakan metode biomimetik. Paduan
logam CoCrMo-TiN direndam dengan cara mencelupkan logam CoCrMo-TiN
yang digantung dengan kawat ke dalam gelas piala yang berisi larutan SBF dan
diletakan di atas hot plate stirrer. Larutan diaduk dengan menggunakan pengaduk
magnetik dengan kecepatan 250 rpm. Perendaman dilakukan selama 7, 14, dan 21
hari, serta suhu dijaga konstan pada 37C. Setelah 7, 14, dan 21 hari logam
diangkat kemudian lapisan dianalisis dengan XRD. Larutan SBF diganti setiap 7

6
hari sekali untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh, karena konsentrasi ion-ion
di dalam tubuh umumnya terjaga konstan (Pratiwi 2008).
Analisis X-Ray Diffraction (XRD)
Analisis XRD dilakukan dengan sampel yang sudah digerus dengan
dimasukkan ke dalam holder. Holder yang telah berisi sampel dikait pada
difraktometer. Kemudian, pada komputer diatur nama sampel, sudut awal, sudut
akhir, dan kecepatan analisis. Sudut awal pada 10 dan sudut akhir pada 80,
kecepatan baca diatur 0.60 detik. panjang gelombang yang digunakan adalah
1.54060 A dan targetnya adalah tembaga (Cu). Setelah itu, di run dan sampel
hasil sintesis ditempatkan pada suatu spesimen holder. Kemudian diletakkan pada
difraktometer. Setelah siap dilakukan analisis dan hasil analisis kemudian
dibandingkan dengan data joint committe on Powder Diffraction Standards
(JCPDS) (Dahlan et al 2009).
Analisis Fourier Transform Infra Red (FTIR)
Analisis FTIR dilakukan dengan sebanyak 2 mg sampel dicampur dengan
100 mg KBR, selanjutnya dibuat pelet. Setelah terbentuk pelet, kemudian pelet
dianalisis dengan IR dengan jangkauan bilangan gelombang 4000-400 cm-1.
Analisis Scanning Electron Microscope (SEM)
Analisis SEM dilakukan dengan menempatkan sampel pada plat
aluminium, setelah itu dilapisi menggunakan pelapis emas setebal 48 nm.
Kemudian diamati menggunakan SEM dengan tegangan 20 kV pada perbesaran
1000, 5000, dan 10000. Tujuan analisis ini untuk mengetahui morfologi dan pori
dari HAp. Pengukuran pori dilakukan dengan membandingkan panjang diameter
pada skala foto.
Uji Korosi
Uji korosi dilakukan menggunakan perangkat potensiostat atau galvanostat
model 273 dengan potensial yang digunakan, yaitu -20 mV sampai 20 mV dalam
media pengkorosi. Media pengkorosi yang digunakan, yaitu larutan infus NaCl
0.9%. Sampel dengan diameter 1.5 cm diletakkan pada working electrode, lalu
dimasukkan pada perangkat potensiostat atau galvanostat. Proses korosi
disebabkan adanya pergerakan elektron pada reaksi elektrokimia, sehingga laju
korosinya dapat ditentukan.
Laju Korosi=
(Hakim 2012).
Keterangan :
K= Konstanta (mmpy 8.76 x
W= Pengurangan Berat (g)
D= Densitas Sampel (g/
)
A= Luas Permukaan (
)
T= Waktu Celup (Jam)

Daftar Pustaka
Dahlan K, Prasetyanti F, Sari YW. 2009. Sintesis Hidroksiapatit dari Cangkang
Telur menggunakan Dry Method. Biofisika 5(2): 71-78.
Habibovic P, Barrere F, Van Blitterswijk CA, de Groot Klaas, Layrolle P. 2002.
Biomimetic Hydroxyapatite Coating on Metal Implants. J Am Ceram. 85(3).
517-522.
Hakim F. 2012. Biomaterial Mampu Luruh Alami Fe-Mn-C Diproduksi Melalui
Metalurgi Serbuk Ferromangan, Besi dan Karbon dengan Perlakuan Canai
Dingin dan Re-Sinter. [Skripsi]. Depok (ID): Universitas Indonesia.
Lestari A. 2009. Sintesis dan Karakterisasi Komposit Apatit-Kitosan dengan
Metode In-Situ dan Ex-Situ. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Muntanah. 2011. Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatiti dari Limbah
Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa, Sp). [Pasca Sarjana]. Bogor
(ID): Institut Pertanian Bogor.
Pane MS. 2004. Penggunaan Hidroksiapatit Sebagai Bahan Dental Implan
[Skripsi]. Medan (ID): Universitas Sumatera Utara.
Pratiwi A. 2008. Pengaruh Modifikasi Permukaan Ti6Al4V Terhadap Deposisi
Apatit Melalui Metode Biomimetik. [Skripsi]. Bandung (ID): Institut
Teknologi Bandung.
Prihantoko DA. 2011. Karakterisasi Paduan CoCrMo dengan Pelapian Titanium
Nitrida dan Hidroksiapatit-Kitosan. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian
Bogor.
Riyani E. 2005. Karakterisasi Senyawa Kalsium Fosfat Karbonat Hasil Presipitasi
menggunakan XRD, SEM, dan EDXA Pengaruh Perubahan Ion F dan Mg.
[Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Romawarni A. 2011. Sintesis dan Uji In Vitro Hidroksiapatit Berporogen Kitosan
dengan Metode Sol Gel. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Sukaryo SG, Nurbainah E, Wahyudi ST, Sitompul A. 2009.Pelapisan SS 316L
dengan hidroksiapatit menggunakan teknik electrophoretic deposition.
J Material Science. Edisi khusus: 50-55.
Widya R. 2014. Pelapisan Hidroksiapatit pada Logam CoCrMo dengan Metode
Biomimetik. [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Wirjoadi, Susita L, Siswanto B, Sudjatmoko. 2012. Pengaruh proses nitridasi ion
pada biomaterial terhadap kekerasan dan ketahanan korosi. Pertemuan dan
Presentasi Ilmiah Teknologi dan Aplikasinya; Serpong (ID): BATAN: 25-36.

8
Xiangnan L, Xioming C, Shipu L, Zhiming P. 2010. Synthesis and
characterization of core-shell hydroxiapatite/chitosan biocomposite
nanosphares. Wuhan Univ Technol-Mater. 25(2): 252-256.

9
Lampiran 1 Diagram alir penelitian
Paduan logam CoCrMo-TiN

1.
2.
3.
4.

Diamplas
Direndam di dalam alkohol
Sonikasi selama 1 jam
Diangkat dan dilap hingga kering

Paduan logam CoCrMo-TiN


dilakukan alkali treatment
1. Direndam di dalam larutan NaOH
2. Dimasukkan
ke
dalam
tanur
(T=600C)
Pelapisan HAp pada
permukaan paduan logam
CoCrMo-TiN
1. Dimasukkan ke dalam larutan SBF
(T=37C, t=7, 14, dan 21 hari,
pengadukan=250 rpm)

Analisis XRD, FTIR, SEM,


dan Uji Korosi

10
Lampiran 2 Jadwal penelitian
Kegiatan

Study
Literatur
Preparasi
paduan
CoCrMo
Pelapisan
CoCrMoTiN
Preparasi
paduan
logam
CoCrMoTiN
Alkali
treatment
Preparasi
larutan
SBF
Pelapisan
CoCrMoTiN
dengan
HAp
Analisis
XRD,
FTIR,
dan SEM
Uji
Korosi

Januari

Febuari

Maret

April

Mei

Juni