Anda di halaman 1dari 6

Panduan

Panduan Cuci Tangan


(Hand Hygiene)

Rumah Sakit Harapan Bunda


Jl. Raya Lintas Sumatera, Seputih Jaya, Gunung Sugih
Lampung Tengah I N D O N E S I A
Telp. (0725) 26766. Fax. (0725) 25091
http://www.rshb-lampung.co.id
Lampiran

Peraturan Direktur RS Harapan Bunda


Nomor
: ??/PER/DIR/VII/2012
Tanggal

: 11 Juli 2012

PANDUAN CUCI TANGAN


(HAND HYGIENE)

DEFINISI
Cuci Tangan adalah Salah satu tindakan sanitasi dan merupakan bagian dari program Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi (PPI) RS dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air
ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih.
5 Momen Cuci Tangan adalah 5 situasi / keadaan dimana petugas medis perlu untuk membasuh atau
mencuci tangan.
TUJUAN
1. Mendeskripsikan prosedur agar petugas senantiasa melakukan Cuci tangan pada 5 situasi/keadaan
yaitu sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah kontak dengan cairan tubuh,
setelah kontak dengan pasien, dan setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien.
2. Mengurangi kejadian infeksi nosokomial pada pasien selama perawatan di Rumah Sakit.
3. Melindungi petugas dari jangkitan penyakit (tertular dari pasien / lingkungan di Rumah Sakit)
4. Mencegah pasien tertular/terinfeksi oleh Petugas di Rumah Sakit.
PROSEDUR
Persiapan :
1. Bak cuci dan air mengalir
2. Sabun atau antiseptic
3. Handuk atau pengering
Tahap Pra Interaksi
Kuku dalam keadaan pendek
Tahap Kerja
a. Cuci tangan prosedural menggunakan Air & Sabun (Handwash)
1. Lepaskan asesoris yang melekat pada kedua tangan dan lengan.
2. Basahi kedua tangan dengan air yang mengalir
3. Gunakan sabun cair secukupnya sampai keseluruh permukaan tangan
4. Saat membasuh tengan dengan sabun, terapkan 6 prinsip utama :
- Gosokkan kedua telapak tangan
- Gosok punggung tangan dan sela-sela jari bagian luar dengan berlawanan arah secara
bergantian
- Gosok sela-sela jari bagian dalam secara bergantian

- Gosok punggung jari dengan gerakan setengah memutar bolak-balik


- Gosok ibu jari dan sela jari telunjuk dengan gerakan melingkar secara bergantian
- Bersihkan ujung jari dengan menggosokkan ke telapak tangan secara melingkar.
5.
6.
7.
8.

Bilas tangan dengan air


Keringkan dengan handuk sekali pakai
Menutup kran dengan menggunakan handuk
Waktu cuci 40-60 detik

b. Cuci tangan prosedural menggunakan Alkohol (Handrub)


1. Lepaskan semua asesoris yang melekat pada kedua tangan dan lengan.
2. Menggunakan alkohol/Formulasi berbasis alkohol yang tersedia secukupnya sampai merata
keseluruh permukaan tangan
3. Saat membasuh tengan dengan sabun, terapkan 6 prinsip utama :
- Gosokkan kedua telapak tangan
- Gosok punggung tangan dan sela-sela jari bagian luar dengan berlawanan arah secara
bergantian
- Gosok sela-sela jari bagian dalam secara bergantian
- Gosok punggung jari dengan gerakan setengah memutar bolak-balik
- Gosok ibu jari dan sela jari telunjuk dengan gerakan melingkar secara bergantian
- Bersihkan ujung jari dengan menggosokkan ke telapak tangan secara melingkar.
4. Keringkan tangan
5. Lama cuci tangan 20-30 detik
c. Cuci tangan Steril (Bedah)
1. Lepaskan semua asesoris yang melekat pada kedua tangan dan lengan, lengan baju digulung
sampai siku.
2. Kran dibuka, tangan dibasahi sampai siku
3. Tangan disabuni dan digosok dengan sabun kurang lebih 1 menit kemudian dibilas
4. Tangan disabuni lagi dan disikat mulai dari jari-jari terutama kuku, sela-sela jari, punggung
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

tangan dan telapak tangan


Penyabunan dan penyikatan dilakukan pada kedua lengan sekurang-kurangnya enam kali
Tangan dibilas mulai dari ujung jari sampai kesiku
Tangan disabun, disikat dan dibilas lagi seperti tadi dan dilakukan berulang-ulang
tetap diarahkan keatas
Kran ditutup dengan siku
Satu bagian untuk satu tangan dan satu bagian lain untuk tangan yang satunya
Bila menyentuh benda tidak steril, ulangi langkah dari awal

5 MOMEN CUCI TANGAN


1. Sebelum kontak dengan pasien
Sebelum menemui pasien, mungkin banyak aktivitas lain yang dilakukan oleh petugas medis. Untuk
menjamin kebersihan tangan, maka petugas medis wajib mencuci tangan memakai sabun sebelum
menemui pasien.
2. Sebelum tindakan aseptik
Pasien yang anda tangani memiliki kemungkinan yang cukup besar untuk menularkan kuman kepada
anda sebagai petugas medis. Oleh karena itu, untuk menghindari interaksi kuman, anda wajib
mencuci tangan memakai sabun setelah menemui pasien.

3. Setelah kontak dengan cairan tubuh


Saat melakukan tindakan medis, peluang anda sebagai petugas medis untuk tertular kuman sangat
besar. Mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan tindakan medis adalah langkah yang tepat.
4. Setelah kontak dengan pasien
Sumber kuman bukan hanya pada tubuh pasien, melainkan juga pada lokasi perawatan pasien mulai
dari selimut yang digunakan, alat-alat makan, bantal, dan sebagainya. Saat anda menangani pasien,
terkadang anda tidak dapat menghindarkan diri menyentuh lokasi perawatan pasien. Oleh karena itu,
cucilah tangan anda memakai sabun setelah menyentuh lokasi perawatan pasien.
5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien
Meski anda tidak terlibat penanganan medis secara langsung, tetapi anda membersihkan peralatan
medis, anda tetap wajib untuk mencuci tangan menggunakan sabun. Kemungkinan kuman tertinggal
di peralatan medis dan berpindah ke tangan anda sangat besar.

ALUR / SKEMA CUCI TANGAN

DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. WHO guidelines on 1. hand hygiene in health care. First Global
Patient Safety Challenge Clean Care is Safer Care. 2009
2. World Health Organization. Prevention of Hospital 2. Acquired Infection, a Practical Guide
2nd Edition. Do CDSa, Editor.WHO/ CDS/ CSR/ EPH.2002.12 [Cited : 2011 Dec 20]
Available at : http://www.who.int/emc
3. http://www.kabar24.com/health/read/20130110/6/125631/5-momen-penting-paramedis-haruscuci-tangan