Anda di halaman 1dari 3

FEE DOKTER.

By dr.Nurkhalis Makis

Topik yg sangat complicated...


Pendekatan yg bgm mesti dilakukan? IDI telah mengeluarkan panduan jasa medik thn 2008 yg
sangat ideal, namun ternyata tidak/blm diadopsi oleh saryankes. Ternyata tdk mudah menetapkan
fee yg ideal karena terlalu byk variable yg berbeda antara tiap klinik/saryankes sehingga sulit
menyamaratakan. Perbedaan status saryankes (negeri/swasta/social), lama pendirian, lama jam
kerja, jumlah pasien, perbedaan wilayah/ kemampuan masyarakat, kemampuan permodalan
pemilik, kompetensi dokter, status kepegawaian dll, merupakan berbagai variable yg sangat
menentukan perbedaan jumlah fee tsb. Panduan IDI tsb kurang memperhitungkan berbagai
variable ini.
Ada beberapa komponen yg menentukan jumlah fee dokter yg diterima, lagi-lagi hal ini tidak
seragam. Ada yg hanya berdasarkan jumlah jasa dokter dan jasa tindakan, ada yg menambahkan
dengan UD atau uang tunggu, bahkan ada yg berani memberi insentif dari obat dan laboratorium,
uang makan dan transport. Beberapa kombinasi fee dokter di lapangan berpatokan pada komponen
di atas.
IDI melalui panduan jasa medic 2008 tersebut telah melansir bahwa telah berlangsung lama
keadaan menghargai dokter dibawah standar (underpaid), sehingga dokter mesti bekerja rangkap
pada beberapa tempat. Batasan underpaid adalah kompensasi pendapatan dari kerja utama (40
jam/minggu), tidak mencukupi untuk hidup layak. Namun sayang panduan ini kurang
memperhitungkan berbagai variable dan komponen di atas sehingga sulit diadopsi oleh saryankes.
Untuk hal itu kita mencoba mengkaji bgm menetapkan standar upah minimum atau yang rasional
dengan tetap mengacu pada perbedaan variable dan komponen di atas, sebagai berikut :
#Take Home Pay ( Total honor yg diterima )
-Realitas : berdasarkan pengamatan dan pengalaman selama ini, range THP sangat bervariatif,
antara 200-600 rb/24 jam all in, bahkan bisa lebih. Bila dirata2kan berkisar 300-400 rb/24 jam.
-Patokan yg ada : Panduan IDI Pusat 2008 ttg jasa medik yg ideal sbb :
Kompensasi fee dokter umum perbulan diharapkan berkisar 12 17 juta. Bila
jumlah tsb dibagi dgn 40 jam permgg (kira2 22 hari kerja/bln) maka diperoleh
Rp. 545.000 773.000/8 jam dgn kisaran 32 pasien atau sekitar 1,6 2,3 jt/24 jam. (wow, semua mata
dokter melotot..). Panduan ini sangat cocok pada klinik2 perusahaan/institusi swasta yg bonafid.
IDI Cabang Makassar mengeluarkan panduan yg lebih bersahabat 150 rb/8 jam.
-Rasional/realistis :perlu klasifikasi klinik/saryankes ( terutama mengacu pd jumlah pasien dan jenis
saryankes )
* Klasifikasi A :( klinik pratama/praktek pribadi dengan pasien < 20 per 24 jam), standar minimum
THP 300 rb all in (termasuk UD). THP ini cukup menyulitkan pada klinik yg mempunyai pasien
80% adalah askes dan jamsostek atau klinik social keagamaan. Namun inilah risiko yg mesti
diketahui dan dijalani oleh pemilik klinik. Pemilik klinik perlu memsubsidi biaya operasional selama
cash flow belum positif.
* Klasifikasi B : ( klinik pratama/utama/praktek pribadi/RB dengan pasien 20- 40), standar
minimum THP 400 -500 rb/24 jam (termasuk UD)
*Klasifikasi C : (klinik pratama/klinik utama dengan pasien > 40 atau RSIA/RS walaupun pasien
blum mencapai 40), standar minimum THP 600 rb/24 jam all in. Khusus RSIA dan RS, seharusnya
dokter mendapatkan berbagai insentif tambahan selain jasa dokter krn adanya visite pasien
perawatan dan penggunaan byk obat2an (insentif obat) dan insentif laboratorium sehingga tdk sulit
mencapai THP minimum 600 rb/24 jam (termasuk UD), bahkan sangat memungkinkan bisa
mencapai 800rb/24 jam (bila care pd SDM).
*Klasifikasi D : (saryankes dengan jam kerja 5-12 jam dengan satu shift kerja). IDI Makassar
mengeluarkan panduan yg bersahabat minimum THP 150 rb per 8 jam atau dapat kita tambahkan

minimum 100 rb/5 jam atau 200 rb/12 jam. Namun sangat diharapkan ada insentif tambahan pada
saryankes dengan pola jam kerja pendek spt jasa dokter stlh hitungan pasien tertentu, uang
makan/transport, dll.
*Klasifikasi E : kinik institusi/perusahaan/asuransi, biasanya memiliki perhitungan tersendiri terdiri
atas gaji pokok dan insentif tambahan (THR, jasa produksi, bonus akhir tahun, tunjangan
kesehatan). namun ada juga perhitungan fee bersifat all in. Bekerja pd klinik spt ini juga sangat
dipengaruhi oleh status kepegawaian, pegawai tetap atau outshoursing, atau kontrak paruh waktu
tertentu.
-Realitas : Bekerja full time 40 jam seminggu, bila perhitungan gaji berdasarkan all in
one, biasanya berkisar 4-8 jt per bulan dengan asumsi 200-400 rb/ 8jam. Biasanya msh disertai
tambahan insentif tambahan spt di atas. Bila berdasarkan gaji pokok, biasanya minimal 2,5 jt smp 3
jt sebulan, tambahan insentif diperoleh minimal dari perhitungan jumlah pasien dan tindakan, uang
makan dan transport dan kegiatan lain spt penyuluhan/k3, perjalanan dinas/lembur, tunjangan
kesehatan dan keluarga, dll
-Patokan Ideal : Belum ada patokan ideal utk S1 profesi spt dokter, bila mengikuti UMR, gaji
pokok berkisar 1,5-1,8 jt/bln utk S1. Berdasarkan pengalaman pribadi, idealnya minimal 8-10 juta/
bln utk status kepegawaian outsourshing dan 12-15 jt bila sbg karyawan tetap. Hal ini karena
tanggung jawabnya cukup besar dan cukup sulit bekerja ditempat lain (double jobs).
-Rasional/realistis : Biasanya dimulai dgn perhitungan gaji yg tidak full pada 1-2 tahun pertama.
#Jasa dokter dan Tindakan
-Realitas : Jasa dokter yg ditarik pada saryankes bervariasi, berkisar 20.000 smp 30.000/pasien
(umum), ada yg msh 15.000 tp tdk sedikit yg telah mencapai 50.000/pasien (umum). Pembagian fee
jasa dokter yg diperuntukkan tuk dokter berkisar 30%-60%. Misalnya jasa dokter 20.000, maka
hanya 6000- 12.000 utk dokter. Namun yg memprihatinkan msh ada yg hanya mampu memberikan
di bawah 6000 per pasien. Pasien kerjasama atau asuransi biasanya dokter mendapat 3000-7000
perpasien. Pembagian fee jasa tindakan biasanya berkisar 40-70% utk dokter.
-Patokan yg ada : Panduan IDI 2008 mengajukan usulan fee jasa dokter yg diperuntukkan ke dokter
antara 20.000-30.000 rb per pasien. Namun hal ini bisa tercapai pada klinik/saryankes dengan tariff
jasa dokter minimal 40.000. Panduan ini sangat cocok pada dokter yg bekerja di RSIA atau RS.
-Rasional/realistis : Peruntukan fee utk dokter yg berasal dari jasa dokter sebaiknya minimal 5060% dari yg ditarif , sedangkan fee yg berasal dari jasa tindakan berkisar minimum 60-70% utk
dokter. Begitupula MCU yg banyak dilakukan secara massal, seharusnya mengacu pada pembagian
fee minimal 50% .
Uang tunggu (UD)
Keberadaan uang tunggu ini sebenarnya cukup membingungkan karena tdk jelas mengambil
perhitungan dana dari mana dan tdk jelas patokannya. Namun fungsinya sangat strategis terutama
bila pasien belum ramai dan utk menjamin tercapainya THP minimum. Ada baiknya UD ini diganti
dgn istilah Garansi Fee krn lebih memberikan kepastian.
Realitas : UD di tempat kerja sangat variatif antara 100rb- 300 rb/24 jam atau 100-150 rb/12 jam
bahkan beberapa klinik berani menghilangkan UD tersebut bila pasien sdh ramai.
Patokan yg bisa : Salah satu patokan yg dpt dipakai adalah UD merefleksikan gaji pokok selama
sebulan kerja dgn asumsi kerja 8-9 jam perhari dan 40-45 jam perminggu. UMR tuk S1 di Jakarta
berkisar 1,5 juta, bila dibagi dengan 22 hari kerja selama sebulan berarti berkisar 68.000 70.000/8
jam atau 210/24 jam 200 rb/24 jam. UD ini wajib diberikan utk menjamin tercapainya THP
minimum.
Rasional/realistis : mengacu pada klasifikasi klinik/saryankes di atas.
*Klinik/saryankes tipe A : UD minimum 200 rb/24 jam untuk menjamin pencapaian THP minimum
300 rb/24 jam. Namun UD ini dpt dihilangkan bila THP minimum telah tercapai.
*Klinik/saryankes tipe B : UD minimum 400 rb/24 jam mesti diberikan pada klinik tipe ini utk
menjamin tercapainya THP minimun 400-500 rb/24 jam. Namun UD ini dpt
dihilangkan bila THP minimum telah tercapai.
*Klinik/saryankes tipe C: Utk tipe ini tdk perlu diberikan UD krn THP minimum seharusnya dgn
mudah tercapai.
*Klinik/saryankes tipe D : UD sangat diperlukan karena jam kerjanya pendek (5-12 jam). UD

berkisar
70- 150 rb, sesuai dgn jam kerja dan jumlah pasien dan utk mencapai THP
minimum yg dipatok (100-200 rb).
*Klinik/saryankes tipe E : tipe ini tidak mengenal UD, biasanya berupa gaji pokok atau berdasarkan
System fee all in.
Pembahasan topik ini hanya berusaha memaparkan kondisi real dan jalan keluar yg memungkinkan
di adopsi. Teman sejawat dipersilahkan merenung dan memilih sendiri sesuai kebutuhannya dan
sesuai dengan kondisi lingkungan kerja masing2. Hal ini karena beberapa teman sejawat yg tdk
mempermasalhkan fee yg diterima, ada juga yg menganggap kurang memadai utk seorang dokter
dgn kualifikasi S1 Profesi, bahkan tdk sedikit yg beranggapan, telah terjadi eksploitasi tenaga
medis..Namun bila ingin berubah, seyogyanya ada kesadaran dan kesepahaman bersama. Terima
kasih, mohon atensinya. ..SUARA ANDA SANGAT MENENTUKAN PERUBAHAN