Anda di halaman 1dari 21

contoh proposal laporan usaha

sebenernya bu Guru kemaren salah ngomong


bukan laporan proposal usaha tapi proposal laporan usaha
ini contohnya
PROPOSAL BISNIS AGEN VOUCHER
A. PENDAHULUAN
1. Latar belakang pendirian usaha
Ditengah masyarakat Indonesia yang saat ini semakin bobrok, perekonomian yang
tidak kunjung membaik, sulitnya mencari pekerjaan, semakin banyaknya
pengangguran, saya mendirikan ini dan menawarkan solusi. Permasalahanpermasalahan tersebut tidak lain timbul karena semakin banyaknya peminat
lapangan pekerjaan tetapi tidak diiringi dengan peningkatan jumlah lapangan
pekerjaan. Sehingga terjadilah ketidakseimbangan dalam masyarakat.

Setiap lulusan sekolah, akademi maupun sarjana hanya mempunyai satu orientasi
yaitu mencari pekerjaan sehingga pelamar pekerjaan semakin banyak namun
jumlah lapangan pekerjaan hanya sedikit bertambah. Oleh karena itu saya akan
memberikan wawasan kepada semua orang tentang berwirausaha dengan
memberikan seminar-seminar dan training. Dan yang tidak kalah penting yaitu
perusahaan akan memberikan kesempatan secara langsung kepada seluruh caloncalon enterpreneur untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara
langsung dilapangan. Saya akan membuka atau memberikan jalan berbisnis kepada
seluruh membernya dalam bidang usaha yang memiiki prospek cerah. Beberapa
diantaranya adalah membangun jaringan internet untuk keperluan usaha, kantor,
dan warnet serta keagenan pulsa.

Dewasa ini kebutuhan akan komunikasi mengalami perkembangan yang sangat


pesat, dan menunjukkan perkembangan yang merata di semua lapisan Masyarakat.
Kenyataan yang terjadi saat ini 75% penduduk Indonesia telah memanfaatkan
telepon selular untuk sarana berkomunikasi. Otomatis kebutuhan pulsa masyarakat
semakin tinggi, bahkan kebutuhan akan pulsa melebihi kebutuhan bahan bakar
kendaraan dan rumah tangga. Dengan melihat kondisi di atas saat ini persaingan
bisnis pulsa semakin ketat. Banyak counter-counter HP bermunculan dengan
menawarkan harga yang bervariasi, dan cenderung banting harga bersaing dengan
cara tidak sehat. Kalau Anda menyadari hal tersebut alangkah enaknya apabila
Anda bisa memenuhi kebutuhan pulsa Anda pribadi dengan jauh lebih murah.
2. Visi
Profesional, inovatif dan mensejahterakan semua yang terlibat didalamnya.
3. Misi

1.

Membantu masyarakat untuk menemukan potensi peluang usaha

2. Mendorong pertumbuhan perekonomian Negara yang jujur dalam kebersamaan

B. TUJUAN
latar belakang & tujuan untuk berikan solusi yang sangat sederhana untuk anda,
yaitu menjadi Agen Pulsa Elektronik. Anda tidak harus memiliki kios, toko,
maupun konter HP. Cukup dengan handphone yang anda miliki, anda dapat
melakukan transaksi isi ulang elektronik hanya dengan kirim sms.

Kapanpun dan dimananapun anda berada di seluruh Indonesia bahkan dunia.


Asalkan handphone yang telah anda daftarkan memiliki sinyal untuk SMS maka
transaksi bisa dilakukan..bahkan 24 jam nonstop.

Bahkan dapat digunakan untuk mengisi nomer sendiri, dengan demikian anda
menghemat biaya pembelian pulsa untuk handphone pribadi, karena anda telah
menjadi Agen Pulsa Elektronik, berarti membeli pulsa di bawah harga pasar.

Manfaatnya antara lain:

Voucher elektronik terlengkap dan tercanggih dengan modal awal yang


terjangkau serta dapat digunakan untuk pengisian semua operator.

System pengisian dengan SMS sehingga tidak perlu perangkat


khusus/tambahan yang harganya cukup mahal.

Koneksi langsung dengan server, sehingga proses pengisian pulsa sangat


cepat (Real Time) 7 x 24 Jam.

Dapat digunakan dimana saja di seluruh Indonesia bahkan dunia.

Tidak terbatasnya jangkauan, asal sinyal operator handphone dan jaringan


SMS anda terima.

Tidak perlu tempat penyimpanan voucher, sehingga resiko yang anda miliki
atas kehilangan lebih kecil.

Tidak perlu gosok voucher, yang perlu anda lakukan hanya kirim SMS pendek
ke nomer SMS CENTER.

Pulsa otomatis bertambah, pelanggan langsung mendapatkan konfirmasi via


SMS bahwa pulsanya telah bertambah.


Tidak memiliki resiko kerugian terhadap harga pasar yang cenderung
berubah-ubah, karena anda masih menyimpan modal usaha anda dalam saldo
rupiah.

Tidak perlu investasi dalam jutaan rupiah bahkan milyaran rupiah untuk
menyewa kios/toko dalam memulai usaha ini.

Yang anda butuhkan hanyalah sebuah handphone GSM/CDMA dengan nomer


yang aktif, disarankan pakai XL Bebas/Jempol.

C. KEPENGURUSAN

D. IDENTITAS USAHA
1. Nama Usaha
MEI CERIA VOUCHER
2. Alamat Usaha
Jl. Raya Serpong Km. 7 Pakulonan Tangerang
E. TENAGA KERJA
Jumlah tenaga kerja yang akan digunakan sebesar 2 orang:
1. Pemilik dengan jobdesc mengaudit serta membuat laporan pengeluaran dan
pemasukan
2. Pegawai dengan jobdesc menyediakan semua keperluan usaha yang dibutuhkan

F. SARANA PRASARANA
Modal Rp 20 juta akan digunakan untuk membeli sebuah kios kecil dan tiga buah
ponsel sebagai peralatan untuk pengisian voucher elektronik. Satu ponsel untuk
chip Telkomsel, satu chip lagi untuk XL, dan sisanya chip Indosat. "Untuk pulsa Flexi
dan Fren saya memilih menjual voucher fisik karena lebih mudah dan tidak perlu
membeli ponsel lagi,"
Lokasi memang adalah kunci yang terpenting. Pada usaha produksi, lokasi yang
banyak sumber daya manusia dan dekat dengan sumber bahan produksi akan
membantu meningkatkan efisiensi. Pada usaha dagang, lokasi yang yang tepat bisa

membedakan antara keberhasilan dengan kegagalan. Pada usaha jasa, lokasi yang
mudah dijangkau oleh customer bisa meningkatkan penghasilan maka lokasi yang
saya pilih adalah di depan sebuah pabrik besar dengan ribuan karyawan, dengan
asumsi 80% karyawab tersebut memiliki telephone genggam dan akan mencari
counter voucher pulsa yang terdekat dan paling murah serta lengkap.
Ditambah lagi modal untuk Promosi : spanduk, pamflet, kartu nama: Rp 100.000
G. PETA PEMASARAN
1. PRAKTIS : melalui sistem sms dari kartu (pra bayar maupun pasca bayar)
dan jenis handphone apa pun, yang memungkinkan Anda bisa menjual
voucher kapan pun dan dimanapun. Seluruh jenis pengisian isi pulsa
elektronik langsung masuk ke nomor pelanggan Anda, tanpa kerepotan
memasukkan secara manual kode voucher pada handset pelanggan.
2. TRANSAKSI 24 JAM NON STOP : Anda dapat melakukan transaksi 24 jam
non stop dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, termasuk hari libur, sehingga
bisnis Anda tidak dibatasi oleh waktu. Kecuali pada masa pemeliharaan
terjadwal atau tidak terjadwal dari iSmart maupun dari penyedia layanan
komunikasi. Transaksi pada hari berjalan selain dapat diperiksa melalui
handphone Anda, juga dapat diperiksa melalui website/Operator kami
3. VOUCHER ELEKTRONIK MURAH : Harga dasar umumnya lebih murah dan
praktis dari voucher fisik. Peminat lebih banyak karena pelanggan tidak perlu
menggosok voucher dan memasukkan kode voucher pada handset mereka.
Voucher elektronik lebih aman dibandingkan voucher fisik karena tidak perlu
tempat penyimpanan, tanpa resiko kehilangan. Harga cenderung stabil,
jarang berubah tidak seperti voucher fisik
4. OTOMATIS: Seluruh proses pengisian pulsa elektronik dilakukan otomatis
oleh sistem Artistarefill. Tanpa transaksi ganda, satu nomor pelanggan hanya
dapat diisi satu kali dengan denominasi sama . Untuk pengisian lebih dari
satu kali dapat dilakukan dengan denominasi berbeda dalam 24 jam.
5. TANPA LIMIT TRANSAKSI : Dapat menjual voucher sebanyak apapun,
selama deposit Anda mencukupi.
6. KECEPATAN TRANSAKSI : Kecepatan setiap melakukan Transaksi antara 10
- 15 detik

H. ANALISIS SWOT
Dalam merencanakan pengelolaan usaha, langkah pertama yang harus dilakukan
oleh seorang adalah menganalisis potensi pasar, berdasarkan jenis produk, jasa,
minat dan daya beli konsumen. Dengan menganalisis potensi pasar, Anda dapat
memperkirakan daya serap konsumen terhadap produk/jasa yang hendak kita
tawarkan. Hal ini sangat penting sebagai ukuran apakah sektor usaha yang akan
saya masuki masih menjanjikan keuntungan atau tidak. Untuk itu Anda harus
melakukan penelitian pasar, mencari dan mengumpulkan informasi yang

berhubungan dengan pasar dan menentukan lokasi usaha yang strategis sesuai
dengan produk/jasa yang akan dijual.
Membuat Analisis Usaha
A. Investasi
- Pembelian lahan/tempat usaha

Rp.15.000.000

- Pembelian mesin dan peralatan

Rp. 7.000.000

- Perizinan

Rp.

500.000

- Dll

Rp.

200.000

B. Asumsi Penjualan per bulan (Rp harga per satuan kali volume)

Total penjualan per bulan

Rp. 2.500.000

C. Biaya-biaya
- Gaji pegawai X

Rp.

700.000

- Listrik

Rp.

70.000

- Telepon

Rp.

70.000

- Bahan pendukung

Rp.

100.000

- Dll

Rp.

100.000

Total biaya per bulan

Rp.

1.040.000

D. Laba (Rugi)
(2.500.000 1.040.000)

Rp. 1.460.000

F. Perkiraan balik modal


Modal=

Rp. 22.700.000

Keuntungan tiap bulan-pengeluaran tiap bulan=Rp. 2.500.000


1.040.000= Rp. 1.460.000
Balik modal= Rp. 22.700.000:Rp. 1.460.000= 15.5 kali

I. KESIMPULAN
Sejak krisis ekonomi mendera negeri kita, banyak bidang bisnis yang terpuruk,
stagnan, atau bahkan mati dan bangkrut. Tapi, ternyata tak semua bidang bisnis
mengalami nasib yang mengenaskan itu. Ada satu bisnis yang justru berkembang
pesat Disaat Krisis Ekonomi Menjadi-jadi. Bisnis ini tak lain adalah bisnis pulsa /
Voucher handphone. Ya, dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan, jumlah
kios penjual pulsa ponsel terus nongol bak cendawan di musim hujan. Hampir di
setiap kios, ruko, pasar, perumahan, perkantoran, dan pengkolan jalan selalu saja
ada orang-orang yang membuka gerai penjualan pulsa ponsel. Bahkan, bukan hal
yang aneh jika beberapa teman Anda mungkin juga berjualan pulsa/ Voucher di
kantor/ Kampus/ Sekolah Dll.. Fenomena ini muncul karena industri ponsel di
Indonesia memang berkembang sangat pesat. Setiap tahun jumlah pemilik ponsel
terus bertambah dan sekarang sudah mencapai puluhan juta orang. Mengingat
peluang pasarnya masih terbuka lebar, operator-operator Telekomunikasi baru juga
terus bermunculan. Sudah begitu, setiap operator biasanya juga memiliki beberapa
produk sekaligus. Misalnya, selain IM3, PT Indosat Juga memiliki produk Matrix dan
StarOne. Kemudian, PT.Telkomsel memiliki produk( Simpati, Kartu AS, Dan Halo ) .
Selain itu di pasar masih ada Pro XL, Fren (Mobile-8), Esia ( Bakrie Telecom) DLL Jika
melihat gambaran ini, bukan hal yang aneh jika permintaan pulsa / Voucher Untuk
ponsel juga semakin membengkak dr tahun ke tahun. Peningkatannya bisa
mencapai sekitar 40% ( berdasarkan nilai transaksi), WOW....Bukan Angka Yang
Kecil. Ketika permintaan Voucher terus bertambah, jumlah penjualnya pun juga ikut
bertambah. Sayang........ dong, kalau peluang nan gurih itu dilewatkan. Perputaran
bisnis pulsa / Voucher itu menjadi semakin cepat ketika mulai muncul pulsa
Handphone Dengan Pengisian Secara Elektronik di pasaran . Pasalnya, teknologi
pengisian pulsa secara elektrik ini membuat para pedagang bisa mengecer pulsa
dagangannya ke dalam pecahan yang kecil-kecil.

Proposal usaha Warung Sembako

.., 200..
Kepada Yth,
Bank ..
..
Di

Dengan Hormat,

Perihal:

Laporan Studi Kelayakan Bisnis Warung Sembako

Bersama surat ini kami kirimkan proposal studi kelayakan bisnis dalam bidang
usaha Warung Sembako. Lokasi usaha warung sembako ini sangat strategis karena
terletak pada hook dan persimpangan jalan dalam suatu perumahan yang menuju
ke kavlingan dan perkampungan.
Besarnya investasi pembangunan usaha ini adalah Rp 189.768.000 (Seratus
delapan puluh sembilan juta tujuh ratus enam puluh delpan ribu rupiah). Sedangkan
modal kami saat ini sebesar Rp 94.884.000, maka kekurangan dana investasi
sebesar Rp 94.884.000 (Sembilan puluh empat juta delanpan ratus
delanpan puluh empat ribu rupiah) kami mengharapkan dapat bantuan kredit
investasi dari Bank.
Selanjutnya sebagai bahan pertimbangan dan analisa, kami lengkapi proposal ini
dengan hasil analisa tentang rencana perluasan usaha.

Demikianlah surat permohonan ini besar harapan kami mendapat dukungan dana
dari bank yang bapak pimpin.
Terimakasih atas perhatiannya.

Hormat Kami,

Zulkarnain.

STUDI KELAYAKAN BISNIS


WARUNG SEMBAKO
Berhubung lokasi rumah saya terletak di hook dalam suatu perumahan dan juga
merupakan persimpangan jalan menuju perkampungan dan kavlingan yang cukup
padat penduduknya, sedangkan dalam radius + 1 km belum ada yang membuka
warung sembako yang lengkap atau komplit.
Memang disana ada beberapa warung kecil tetapi isinya tidak komplit. Masyarakat
untuk membeli kebutuhan pokok yang tidak ada harus menempuh jarak lebih dari 1
km.
I.

KEPEMILIKAN DAN Pengurus Usaha

Pemrakarsa
Dengan latar belakang yang seperti diceritakan diatas, maka saya merencanakan
membangun usaha Warung Sembako. Mengingat keterbatasan dana dalam
membangun usaha tersebut, saya bermaksud untuk meminjam dana untuk
menutupi kekurangan dana investasi saya.
Kepemilikan Usaha
Usaha Warung Sembako ini merupakan usaha perorangan, dimana pengurus usaha
adalah:
Pemilik / Pimpinan Usaha
Pengurus

: Zulkarnain.
: Novita (istri) dibantu 2 orang karyawan

Riwayat hidup pemilik. Saat ini saya masih bekerja pada sebuah perusahaan
swasta, sedangkan yang mengurus usaha ini merupakan istri saya sendiri. Untuk
lebih jelas tentang riwayat hidup atau Curriculum Vitae (CV) saya, maka saya
lampirkan dalam proposal ini.
Modal Usaha
Modal dasar usaha dan telah disetorkan sebesar Rp 94.884.000 (Sembilan puluh
empat juta delapan ratus delapan puluh emapt ribu rupiah).
Surat-Surat Izin
Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya dilampirkan
dalam proposal ini adalah:
-

Surat izin Domisili

SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)

TDP (Tanda Dartar Perusahaan)

NPWP (Nomor Pokok Wajik Pengusaha)

Copy sertifikat rumah

Surat Kawin

Kartu keluarga

Kartu tanda penduduk (KTP)

II.

Pemasaran

Produk & Segmentasi


Produk usaha ini adalah menjual produk kebutuhan pokok sehari-hari, misalnya:
minyak goreng, beras, kopi, gula, permen, obat, tisu, gas, baju dalamm, dan
sebagainya, kecuali sayuran. Mirip dengan toko sembako franchise.
Segmentasi pasar adalah warga perumahan dan perkampungan disekitar lokasi
usaha tersebut.
Permintaan
Dari hasl survey ke warung-warung kecil disana, bahwa omset rata-rata mereka
sebesar Rp 150.000 perhari. Diperkirakan omset usaha ini akan mencapai + Rp
1.500.000 perhari atau Rp 45.000.000 perbulan. Karena besar toko ini dan banyak
barangnya kurang lebih sepuluh kali lipat dari warung-warung disekitarnya.
Jika dilihat dari jumlah warga dengan radius + 0,5 km sebesar + 100 KK, dan
pendapatan mereka perbulan rata-rata Rp 2000.000, diperkirakan minimal 5% -10%
dari pendapatan mereka belanja ditoko ini, yaitu: 1000 kk x Rp 2.000.000 x 5% =
Rp 100.000.000.
Pesaing
Pesaing usaha ini adalah warung-warung kecil yang berkisar didaerah tersebut. Tapi
dengan komplit atau lengkapnya toko ini akan menyerap sebagian dari omset
mereka dan juga warga disana tidak perlu jauh-jauh mencari produk yang
dibutuhkan. Hal ini akan menambah omset usaha ini.
Peluang
Berdasarkan analisa permintaan dan pesaing, maka proyeksi omset adalah ini
adalah:
Rp 000 /
bulan
Produk
Golongan-2
Porsi 30%
(Rp 000)

Produk
Golongan-3
Porsi 30%
(Rp 000)

Total

Bulan

Produk
Golongan-1
Porsi 40%
(Rp 000)

100%
(Rp 000)

Kenaikan
0mset
(%)

Bulan-1

40,000

30,000

30,000

100,000

Bulan-2

42,000

31,500

31,500

105,000

5%

Bulan-3

44,100

33,075

33,075

110,250

5%

Bulan-4

46,305

34,729

34,729

115,763

5%

Bulan-5

48,620

36,465

36,465

121,551

5%

Bulan-6

51,051

38,288

38,288

127,628

5%

Bulan-7

53,604

40,203

40,203

134,010

5%

Bulan-8

56,284

42,213

42,213

140,710

5%

Bulan-9

59,098

44,324

44,324

147,746

5%

Bulan-10 62,053

46,540

46,540

155,133

5%

Bulan-11 65,156

48,867

48,867

162,889

5%

Bulan-12 68,414

51,310

51,310

171,034

5%

Catatan:
Produk golongan-1 adalah beras, gula, dll dengan margin 10%
Produk golongan-2 adalah makanan snack, dll dengan margin 15%
Produk golongan-3 adalah barang klontongan: baju dalam, parfum, dll margin 20%
III. Lokasi dan Teknis
Lokasi Usaha
Lokasi usaha terletak pada hook persimpangan jalan yang menuju ke kavlingan dan
perkampungan.
Fasilitas dan perlengkapan usaha yang diperlukan dalam membangun usaha ini
adalah:
Tambahan Bangunan 4 x 9 m= 36 m2 x @ Rp 1.500.000
54.000.000

Rp

Etalase / Lemari kaca (2 x 0, 60 x 1) 4 unit x @ Rp 750.000


3.000.000

Rp

Etalase / Lemari kaca (2 x 0,60 x 2) 4 unit x Rp 1.500.000


6.000.000

Rp

Rak kayu 4 unit x @ Rp 250.000


1.000.000

Rp

Meja & kursi 1 unit


500.000

Rp

Kulkas 2 unit x @ Rp 3.000.000


6.000.000

Rp

Motor second 2 unit x @ Rp 6.000.000


12.000.000

Rp

Lain-lain
1.000.000

Rp

Total

Rp

77.500.000

IV. Proyeksi Keuangan


Total biaya pembangunan Usaha Warung Sembako ini sebesar Rp 189.769.000,
dengan rincian sebagai berikut:
Investasi tetap:
Modal Kerja:
Tambahan Bangunan
54.000.000

Rp

Etalase / Lemari
3.000.000

Rp

Etalase / Lemari kaca 4 unit


6.000.000

Rp

Rak kayu 4 unit


1.000.000

Rp

Meja & kursi 1 unit


500.000

Rp

Kulkas 2 unit
6.000.000

Rp

Lain-lain
1.000.000

Rp

Total

Rp

77.500.000

1. Modal Kerja operational bulan pertama


112.268.000
Grand Total

Rp

RP 189.769.000

Sumber Dana Investasi


Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana
pinjaman dari bank. Yaitu:
Modal sendiri
-

Investasi Tetap

Modal Kerja

Rp
Rp

38.750.000 (50%)
56.134.000 (50%)

Total

Rp

94.884.000

Rp

38.750.000 (50%)

Kredit Bank
-

Investasi Tetap

Modal Kerja

Total

Rp
Rp

Grand Total

Rp

56.134.000 (50%)
94.884.000

189.769.000

Asumsi Proyeksi Keuangan:


Asumsi-asumsi proyeksi keuangan dapat dilihat pada Formulir lampiran keuangan,
seperti: Harga Jual, Harga Pokok, Biaya Operasional, Tenaga Kerja, Suku Bunga
Bank, Rasio Persediaan, Piutang, Hutang Dagang, Kenaikan Harga dan Biaya
(escalation), Umur Ekonomis / Penyusutan, dan sebagainya.
Pembayaran Kredit
Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua operasional,
dan berakhir pada bulan ke-12. Lebih detail dapat dilihat pada tabel dibawah ini
atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)
Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

Pokok Kredit

Bunga Kredit

Total

(Rp 000)

(Rp 000)

(Rp 000)

Bulan-1

7,907

646

8,553

Bulan-2

7,907

1,450

9,357

Bulan-3

7,907

1,318

9,225

Bulan-4

7,907

1,186

9,093

Bulan-5

7,907

1,054

8,961

Bulan-6

7,907

922

8,829

Bulan-7

7,907

791

8,698

Bulan-8

7,907

659

8,566

Bulan-9

7,907

527

8,434

Bulan-10

7,907

395

8,302

Bulan-11

7,907

264

8,171

Bulan-12

7,907

132

8,039

Bulan

Proyeksi Laba Rugi


Pada bulan operasi pertama diperkirakan sudah mendapatkan keuntungan sebesar
Rp 6.770.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 6.475.000.
Akumulasi keuntungan selama 1 tahun pertama adalah Rp 119.539.000. Lebih
ditail tentanng Proyeksi laba rugi dapat dilihat pada Lampiran-03
Analisa Investasi
Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:
1.
Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup
kembali investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.
Payback Period usaha ini adalah 19 bulan.
2.
Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai
sekarang dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai
sekarang dari pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku
bunga bank.
IRR 1 tahun sebesar 3,90%. (diatas bunga bank 1,67% perbulan)
Rasio Keuangan
Metode yang digunakan adalah:
Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban
lancarnya, minimal 1 atau 100%.
Bulan

Likuiditas

Bulan-1

115.61%

Bulan-2

128.68%

Bulan-3

138.23%

Bulan-4

149.25%

Bulan-5

161.95%

Bulan-6

176.56%

Bulan-7

193.36%

Bulan-8

212.65%

Bulan-9

234.76%

Bulan-10

260.09%

Bulan-11

289.06%

Bulan-12

322.14%

Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05


Profitabilitas
Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah
ditanamkan, dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) dan ROE
(Rate of return On Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga
bank.
Bulan

ROI

ROE

Bulan-1

4.08%

7.13%

Bulan-2

4.56%

6.82%

Bulan-3

5.09%

7.53%

Bulan-4

5.70%

8.26%

Bulan-5

6.40%

9.02%

Bulan-6

7.19%

9.81%

Bulan-7

8.09%

10.63%

Bulan-8

9.14%

11.49%

Bulan-9

10.35%

12.38%

Bulan-10

11.77%

13.32%

Bulan-11

13.45%

14.29%

Bulan-12

15.44%

15.30%

Terlihat ROI dan ROE makin menigkat yang menyatakan proyek ini layak dibangun.
Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05
V.

Jaminan Kredit.

Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan


sertifikat rumah saya.
Penutup
Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.
Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak
pimpin.
Terimakasih atas kerja samanya.

Hormat Kami,

Pengembangan Rencana Usaha Warung Sembako

Pengembangan Rencana Usaha Warung Sembako

Disusun oleh : Oti Lupiyani


Kelas
NPM

: 2DF02
: 55212611

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Perusahaan

Membuka usaha memang menjadi impian banyak orang, sebab banyak sekali
keuntungan yang bisa kita dapatkan dari situ. Selain bisa menjadi bos dari diri
sendiri, jam kerja bisa diatur dengan fleksibel juga potensi penghasilan yang bisa
lebih besar dibandingkan bekerja sebagai karyawan. Selain itu dengan membuka
usaha sendiri kita tidak hanya membantu diri kita tetapi juga membantu orang lain
dengan memberi kesempatan mereka bekerja pada usaha kita. Karena itu saya
turut mendukung niat Anda untuk membuka usaha.
Adapun bidang usaha yang penulis minati adalah usaha sembako, dengan alasan
kebutuhan pokok masyarakat ini tidak pernah habis. Terutama Ibu Rumah Tangga
yang sedari dulu sudah sangat sadar perlunya kebutuhan tersebut.

Bab II

Landasan Teori

2.1 Identifikasi Usaha

Nama Usaha

: Oti Sembako

Pemilik Usaha

: Oti Lupiyani

Alamat Usaha

: Jl. Bhakti jaya 8 Rt 10 Rw 17 No. 95 , Bekasi Utara

Contact Person : 083893360111

2.2 Ruang Lingkup Usaha

Ruang Lingkup usaha yang saya jalankan masih disekitar perumahan saya. Sebab
usaha ini masih merupakan usaha kecil-kecilan.

Tujuan Usaha :
1.

Mendapatkan keuntungan

2.
Mempermudah teman-teman kampus dalam membeli pulsa karena mereka
bisa membeli hanya dengan mengirimkan sms pada saya

2.3 Struktur Organisasi

Saya membuka Usaha ini hanya terdiri dari saya seorang saja. CEO, General
Manager, Marketing, Financial, Production, semua dilakukan sendiri.

2.4 Klasifikasi Organisasi

CEO

Mengontrol, memonitor semua kegiatan yang ada didalam usaha dan mampu
membaca laporan keuangan di usaha warung serta dapat mengambil keputusan.

General Manager

Dapat mengatur seluruh departemen bagian dan menjalankan strategi usaha.

Financial Manager

Mengontrol dan memonitoring semua yang berhubungan dengan masalah


keuangan usaha, dan dapat mengatasi masalah keuangan.

Marketing Manager

Dapat mempromosikan dan menawarkan produk yang usaha warung sembako ini
melalui berbagai media.

Production Manager

Bertanggung jawab pada produksi dan menginovasikan yang akan diperjual belikan.

Bab III

Analisa Masalah

3.1 Modal awal

Untuk membeli saldo atau deposit peralatan = Rp 1.700.000


Total biaya awal perlengkapan = Rp 7.000.000 Total modal awal = Rp 8.700.000

3.2 Penentuan Harga Jual

Jika harga beli sembako dengan nominal mulai dari harga Rp. 5.000 sampai dengan
seharga Rp. 23.000
3.3 Penentuan Harga Produksi
N
o

Pengeluaran

Harga

1. Buku Catatan

Rp. 10.000

2. Pulpen

Rp. 1.000

3. Telepon Genggam

Rp. 200.000

4. Sembako Untuk Operasional


Sebulan

Rp. 10.000.000

Total

Rp. 10.211.000

Saldo atau deposit Rp 8.700.000 diperkirakan akan habis dalam 6 bulan.


Total modal awal : keuntungan per bulan = Rp 8.700.000 : Rp 7.400.000 = 1,18
bulan (99 hari)
3.3 Sumber Daya Manusia

Saya tidak menambahkan Sumber daya Manusia dalam usaha saya. sebab seluruh
usaha saya yang menjalankan seorang diri.

3.4 Pemasaran

Wilayah yang saya jadikan target usaha yaitu di sekitar Bekasi Utara. Alasan hanya
di Bekasi Utara, karna usaha ini masih termasuk usaha kecil-kecilan.

Bab IV

Pembahasan Masalah

4.1 SWOT

SWOT
1. Strength / Kekuatan

Harga yang tidak terlalu tinggi

Pengiriman yang cepat

menjual berbagai jenis sembako yaitu, beras, gula , minyak , sarden, telor ,
sabun mandi , sabun cuci, rempah rempah, shampoo, kecap, rokok, dll.
2. Weakness / Kelemahan

Banyaknya pesaing

Keuntungan kecil

Etalase yang masih kecil

3. Opportunities / Kesempatan

Berkembangnya dunia SDM

Menjadikan Peluang bisnis yang menjanjikan

4. Threat / Ancaman

Banyak persaingan berdagang

Ada jenis sembako yang sama

Harga produk competitor bersaing

Banyaknya pesaing yang meniru konsep yang telah kita buat.

TOWS

1. SO : Strength / Opportunities

Produk sembako ini tersedia untuk semua SDM sehingga produk ini dapat
digunakan semua kalangan.

Produk sembako ini harga terjangkau dikalangan SDM.

2 WO : Weakness / Opportunities

Belum memiliki cukup pengalaman dalam memulai usaha warung sembako.

3 ST : Strength / Threat

Banyaknya konsumen karena bisa dipastikan bahwa semua orang yang


memiliki kebutuhan sembako untuk sehari hari.

4 4. WT : Weakness / Threat

Rendahnya kesadaran pembeli di kalangan SDM untuk membayar sembako


tepat waktu.

Bab V

Kesimpulan
Usaha warung sembako kami merupakan usaha yang sangat menjanjikan karena
akan menghasilkan omset yang tinggi. Namun wirausaha harus mempunyai
kecakapan dalam melihat analisis SWOT sehingga dapat mengembangkan usaha
dengan baik dan lancar, tidak menimbulkan kegagalan produksi ditengah jalan
maka seorang wirausaha harus merencanakan usaha semaksimal mungkin agar
usaha berkembang dengan cepat. Dan juga kami akan terus melakukan inovasi
agar konsumen terus berlangganan kepada kami.