Anda di halaman 1dari 33

I.

JUDUL PERCOBAAN

: NITROGEN-AMONIA

II.

TANGGAL PERCOBAAN

: Selasa, 19 November 2013

III.

TANGGAL SELESAI PERCOBAAN

: Selasa, 19 November 2013

IV.

TUJUAN PERCOBAAN

V.

1.

Mengetahui cara pembuatan gas nitrogen dan amonia di laboratorium.

2.

Mengetahui sifat-sifat nitrogen dan senyawanya.

3.

Mengidentifikasi gas nitrogen, amonium dan senyawanya.

DASAR TEORI
1.

Nitrogen
Nitrogen adalah salah satu unsur golongan VA yang merupakan unsur
nonlogam dan gas yang paling banyak di atmosfer bumi. Nitrogen merupakan
unsur yang relatif stabil, tetapi membentuk isotop-isotop yang 4 di antaranya
bersifat radioaktif. Di alam nitrogen terdapat dalam bentuk gas N 2 yang tidak
berwarna dan tidak berbau, tidak berasa, dan tidak beracun. Pada suhu yang rendah
nitrogen dapat berbentuk cairan atau bahkan kristal padat yang tidak berwarna
(bening). Nitrogen merupakan molekul diatomik yang memiliki ikatan rangkap tiga
3. Berikut adalah gambar dari unsur nitrogen:

Energi ikatannya cukup tinggi sehingga sangat stabil dan sulit bereaksi.
Karena itu kebanyakan entalpi dan energi bebas pembentukan senyawa nitrogen
bertanda positif. Molekul nitrogen ini sangat ringan dan nonpolar sehingga gaya
van der waals antar molekul sangat kecil. Gas ini masuk dan keluar tubuh manusia
sewaktu bernafas tanpa berubah. Gas ini tidak berbau dan tidak berasa. Nitrogen
sangat diperlukan digunakan sebagai pembuatan senyawa penting seperti amonia
dan urea. Karena kesetabilan yang tinggi, nitrogen dipakai untuk gas pelindung gas
oksigen dalam pabrik kimia, industri logam, dan dalam pembuatan komponen
elektronika. Nitrogen cair juga digunakan untuk membekukan makanan secara
cepat.
Kelimpahan Nitrogen

Nitrogen terdapat di alam sebagai unsur bebas berupa molekul diatomik (N 2)


kira-kira 78,09% volume atmosfir. Dijumpai dalam mineral penting seperti
(KNO3), dan sendawa Chili (NaNO3). Pada tumbuhuan dan hewan, nitrogen berupa
bentuk protein yang komposisi rata-ratanya 51% C; 25% O; 16% N; 7% H; 0,4%P;
dan 0,4% S.
Sifat Fisika dan Kimia Nitrogen

Mempunyai massa atom = 14,0067 sma

Mempunyai nomor atom = 7

Titik didih = -1960C

Titik beku = -2100C

Mempunyai jari-jari atom = 0,920 A

Mempunyai Konfigurasi [He]2s2 2p3

Dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi -3, +5, +4, dan +2.

Mempunyai volume atom = 17,30 mol/cm3

Mempunyai struktur heksagonal

Mempunyai massa jenis = 1,2151 gram/cm3

Mempunyai kapasitas panas = 1,042 J/g0K

Mempunyai energi ionisasi ke-1 = 1402,3 kJ/mol

Mempunyai energi ionisasi ke-2 = 2856 kJ/mol

Mempunyai energi ionisasi ke-3 = 45781 kJ/mol

Mempunyai nilai elektronegativitas = 3,04

Mempunyai konduktivitas kalor = 0,02598 W/moK

Mempunyai harga entalpi pembentukan = 0,36 kJ/mol

Mempunyai harga bentalpi penguapaan = 2,7928kJ/mol

Berat Jenis Relatif = 0,967

Berat Molekul = 28,013

Suhu Kritis = -147,1 C

Berat Jenis Gas (@101,3 kPa dan 15 C) = 1,170 kg/m3

Daya larut dalam air (@101,3 kPa dan 20 C) = 0,016 cm3/cm3

Berupa gas tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak beracun.

Mudah menguap

Tidak reaktif

Bersifat diamagnetic

Elektronegatifannya paling tinggi dalam satu golongan.

Reaksi-Reaksi Nitrogen
Nitrogen dapat membentuk suatu senyawa berupa ion Nitrit (NO 2-) dan ion
Nitrat (NO3). Berikut diuraikan beberapa reaksi-reaksi yang sering digunakan
dalam percobaan di laboratorium.
1) Nitrit (NO2-)
Semua nitrit (NO2-) larut dalam air kecuali perak nitrit yang larut sangat
sedikit dalam air. Reaksi ini dapat dipelajari dengan memakai larutan kalium nitrit
(KNO2) yang baru dibuat.
Berikut merupakan beberapa percobaan yang sering dipakai untuk
mempelajari reaksi-reaksi nitrit:
-

Dengan menambahkan suatu asam klorida encer secara hati-hati kepada suatu
nitrit dalam keadaan dingin, dihasilkan larutan biru pucat yang tak tetap
(transien) (karena adanya asam nitrit bebas, HNO 2 atau anhidranya, N2O3) dan
dilepaskan uap nitrogen dioksida yang coklat. Uap tersebut terbentuk karena
terjadi persenyawaan antara nitrogen oksida dengan oksigen dari udara. Hasil
serupa diperoleh dengan larutannya dalam air.
NO2- + H+ HNO2
(2HNO2 H2O + N2O3)
3HNO2 HNO3 + 2NO + H2O
2NO (g) + O2 (g) 2NO2 (g)

Dengan menambahkan suatu larutan nitrit secara hati-hati pada larutan pekat
(25%) besi(II) sulfat yang diasamkan dengan asam asetat encer atau asam sulfat
encer, terbentuk cincin coklat diantara perbatasan kedua cairan tersebut yang
ditimbulkan oleh senyawa [Fe,NO]SO4. Jika penambahan tak dilakukan hatihati, hasilnya adalah pewarnaan yang coklat. Hal ini serupa dengan uji cincin
nitrat terhadap nitrat.
NO2- + CH3COOH HNO2 + CH3COO3HNO2 H2O + HNO3 + 2NO (g)
Fe2+ + SO42- + NO (g) [Fe,NO]SO4

Iodida, bromida, ion-ion berwarna, dan anion yang memberi senyawasenyawa berwarna dengan ion besi(II), tak boleh ada.
-

Dengan larutan barium klorida tidak membentuk endapan.

Dengan menambahkan suatu larutan nitrit kepada larutan kalium iodida, yang
diteruskan dengan mengasamkannya dengan asam asetat atau dengan asam
sulfat encer, akan dibebaskan iod yang dapat diidentifikasi dari warna biru yang
dihasilkannya dengan amilum (pasta kanji).
2 NO2- + 2I- + 2H2SO4 I2 + 2NO (g) + 2 SO42- + 2 H2O
2 NO2- + 2I- + 2CH3COOH I2 + 2NO (g) + 2 SO42- + 2 H2O
2) Nitrat (NO3-)
Semua nitrat larut dalam air. Nitrat dari merkurium dan bismut

menghasilkan garam basa setelah diolah dengan air; garam-garam ini larut dalam
asam nitrat encer. Reaksi ini dapat dipelajari dengan larutan kalium nitrat.
Berikut merupakan beberapa percobaan yang sering dipakai untuk
mempelajari reaksi-reaksi nitrat:
-

Dengan asam sulfat pekat terbentuk uap nitrogen dioksida yang coklat
kemerahan, disertai oleh uap asam nitrat berbau menusuk dan berasap dalam
udara, akan terbentuk ketika nitrat padat direaksikan dengan reagensia. Asam
sulfat encer tak memberi reaksi apa-apa (perbedaan dari nitrit).
4NO3- + 2H2SO4 4NO2 (g) + O2 (g) + 2SO42- + 2H2O

Asam sulfat pekat dan serutan tembaga yang mengkilat dipanaskan bersama
nitrat padat, akan dilepaskan uap nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan,
dan larutan berubah warna menjadi biru oleh terbentuknya ion-ion tembaga(II).
Dapat juga dipakai larutan dari nitrat tersebut, lalu ditambahkan asam sulfat
dengan hati-hati sekali.
2NO3- + 4H2SO4 + 3Cu 3Cu2+ + 2NO (g) + 4SO42- + 4H2O
2NO (g) + O2 (g) 2NO2 (g)

Dengan larutan besi(II) sulfat dan asam sulfat pekat (uji cincin coklat),
dilakukan dengan salah satu dari kedua cara sebagai berikut:
Pertama dapat dilakukan dengan menambahkan besi(II) sulfat kepada
larutan nitrat, kemudian dituangkan secara perlahan-lahan sepanjang sisi
tabung-uji sehingga asam ini membentuk suatu lapisan di sebelah bawah

campuran tersebut. Sebuah cincin coklat akan terbentuk pada tempat dimana
kedua cairan bertemu.
Kedua, dapat dilakukan dengan menambahkan asam sulfat pekat
kedalam larutan nitrat. Campuran tersebut didinginkan dibawah aliran dingin
dari kran. Setelah dingin, larutan jenuh besi(II) sulfat dengan perlahan-lahan
sepanjang sisi tabung sehingga membentuk suatu lapisan di atas cairan tadi.
Pada zona persentuhan kedua cairan tersebut akan terbentuk suatu cincin
tengguli. Sebuah cincin coklat yang dikenal dengan cincin tengguli akan
terbentuk pada zona persentuhan kedua cairan tersebut.
Cincin coklat ini disebabkan oleh pembentukan [Fe(NO)] 2+. Setelah
campuran dikocok dan dipanaskan, warna coklat hilang, nitrogen(II) oksida
dilepaskan, dan tinggallah larutan ion besi(II) yang kuning.
2NO3- + 4 H2SO4 + 6 Fe2+ 6Fe3+ + 2NO (g) + 4SO42- + 4H2O
Fe2+ + NO (g)

[Fe(NO)]2+

Pembuatan Gas Nitrogen


a) Pembuatan Gas Nitrogen di laboratorium
Dalam skala kecil (skala laboratorium), gas nitrogen dapat dibuat
melalui pemanasan senyawa azida, seperti natrium azida (NaN3) dan
barium azida (Ba(N3)2). Pemanasan ini menghasilkan gas nitrogen dan
logam natrium.
2NaN3(s)

dipanaskan

2Na(s) + 3N2(g)

Selain diperoleh dari pemanasan senyawa azida, nitrogen juga dapat


dihasilkan dari pemanasan secara perlahan lahan amonium nitrit
(NH4NO2).
NH4NO2(aq)

dipanaskan

2H2O(l) + N2(g)

Amonium nitrit yang digunakan, dibuat dengan cara mereaksikan


natrium nitrit dan amonium klorida menurut reaksi berikut.
NaNO2(aq) + NH4Cl(aq) dipanaskan
NH4NO2(aq) + NaCl(aq)
b) Pembentukan gas nitrogen di industri
Pembuatan gas nitrogen dilakukan bersamaan dengan pembuatan
gas oksigen karena sumbernya juga sama, yaitu udara. Udara yang

mengandung 78% gas nitrogen, didinginkan sehingga diperoleh nitrogen


dan oksigen cair.
Selanjutnya, cairan tersebut didistilasi pada suhu -195,8 oC. Nitrogen
cair akan menguap dan terpisah dengan oksigen cair. Uap nitrogen ini,
kemudian ditampung dan dapat digunakan sesuai dengan keperluan
2. Amonia
Amonia merupakan senyawa yang terdiri atas unsur nitrogen dan
hidrogen serta dikenal memiliki bau menyengat yang khas. Molekul amonia
terbentuk dari ion nitrogen bermuatan negatif dan tiga ion hidrogen bermuatan
positif dengan rumus kimia NH3. Amonia dapat terjadi secara alami atau dapat
diproduksi. Amonia alami yang hadir dalam jumlah jejak di atmosfer berasal
dari dekomposisi bahan organik. Metode alami produksi amonia melibatkan
serangkaian proses kimia yang menggabungkan bersama-sama ion nitrogen dan
hidrogen. Produksi amonia buatan melibatkan serangkaian proses kimia untuk
menggabungkan ion nitrogen dan hidrogen. Berikut merupakan gambar
senyawa amonia:

Reaksi Reaksi ion Amonium


Dengan larutan natrium hidroksida, sejumlah gas amonia dilepaskan
saat pemanasan dilakukan.
NH4- + OH- NH3+ +H2O
Identifikasi terbentuknya amonia:
Dari terbentuknya uap amonium klorida bila sebuah pengaduk atau batang kaca
yang telah dibasahi asam klorida pekat.
Dari fakta bahwa gas ini menyebabkan kertas lakmus merah berubah warna
menjadi biru atau kertas kunyit menjadi coklat.
Dari baunya dengan cara mencium uap setelah mengangkat tabung uji atau
gelas piala kecil dari api, dilakukan dengan hati-hati

Dari kemampuannya mengubah kertas saring yang dibasahi larutan merkurium


(I) nitrat menjadi hitam. Dalam uji ini terbentuk campuran merkurium(II)
amidonitrat (endapan putih) dan merkurium (endapan hitam):
2NH3 + Hg22+ + NO3- Hg(NH2)NO3 (g) + Hg + NH4+
Kertas saring yang dibasahi larutan mangan(II) klorida dan hidrogen peroksida
memberi warna coklat. Hal ini karena terjadinya oksidasi terhadap mangan oleh
larutan basa yang terbentuk tersebut.
Pembuatan Amonia
Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hidrogen ditemukan
oleh Fritz Haber (1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses
industri pembuatan amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh
Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dari Jerman.

Gas amoniak dibuat menurut proses Haber & Bosch: N 2 + 3 H2 2NH3


22,8 kal pada suhu reaksi 530 oC dan tekanan 150 - 200 atm dengan katalis
Fe2O3/Ni/Pt/Pd. Reaksi tersebut merupakan reaksi eksoterm namun harus
dilangsungkan pada suhu tinggi, hal ini disebabkan karena kedua gas tersebut
bersifat lembam. Gas nitrogen berasal dari udara sedangkan hidrogen berasal
dari cracking gas alam. Seiring dengan kemajuan teknologi, digunakan tekanan
yang jauh lebih besar, bahkan mencapai 700 atm. Untuk mengurangi reaksi
balik, maka amonia yang terbentuk segera dipisahkan.
Mula-mula

campuran

gas

nitrogen

dan

hidrogen

dikompresi

(dimampatkan) hingga mencapai tekanan yang diinginkan. Kemudian campuran


gas dipanaskan dalam suatu ruangan yang bersama katalisator sehingga
terbentuk amonia. Diagram alur dari proses Haber-bosch untuk sintesis amonia
diberikan pada Gambar berikut.

Pada zaman dahulu amoniak diperoleh sebagai hasil sampingan gas


lampu (hasil penyulingan kering batu bara) dalam bentuk garam sulfat atau
karbonat, kemudian dibebaskan dengan Ca(OH)2. Di laboratorium, jika
diperlukan gas amoniak dalam jumlah sedikit dapat dibuat dengan
membebaskan garam-garam amonium dengan kapur (mis. NH4Cl + Ca(OH)2).
VI.

ALAT DAN BAHAN

A. ALAT
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.

Nama Alat
Erlenmeyer pipa samping
Corong pisah
Spatula
Pembakar spiritus
Gelas kimia
Gelas ukur
Corong kaca
Tabung reaksi
Pipet tetes
Kaca alroji
Penjepit kayu
Statif
Klem
Karet penutup
Bak air
Selang
Neraca analitis
Plastisin

B. BAHAN
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama Bahan
Kristal NaNO2
Kristal NH4Cl
HCl pekat
Serbuk Ca(OH)2
FeS

Ukuran
250 mL
Kecil
250 mL
100 mL, 10 mL
Kecil
Sedang
Kecil
-

Jumlah
1
1
1
1
1
@1
1
7
7
1
1
1
1
2
1
2
1
1

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.

VII.

Larutan Amilum
Larutan KI
Larutan ammonia pekat
Aquades
Kertas saring
Kertas lakmus merah dan biru
Sebilah kayu
Larutan HCl pekat
Bunga belerang
Larutan H2SO4 pekat
Larutan H2SO4 0,1M; 1M
Larutan HNO3 pekat
Larutan HCl 0,1M
Larutan NH4OH 2M
Indicator PP
Korek api

ALUR KERJA DAN PROSEDUR PERCOBAAN


A. ALUR KERJA
Dimasukkan ke dalam labu suling

1.

NaNO2 ( 0, 3 g dalam 10 mL air)


Dimasukkan larutan NH4Cl ( 0, 3 g dalam 10 mL
air) dengan corong pisah
Dirangkai alat pembuatan gas N2
Dihangatkan labu dan kran corong pemisah
Dibuka dengan hati-hati
Ditampung gas yang keluar ke dalam gelas ukur
yang berisi air penuh dengan posisi terbalik
Diukur volumenya
Terbentuk
gas dan Volume
gas
Diuji gas yang diperoleh dengan sebilah kayu
dengan nyala besar
Diamati yang terjadi
Hasil Uji

0,25 g NaNO2

2.

Dimasukkan ke dalam 2,5 mL air


Dibagi dalam 2 tabung
Tabung 1
Ditambah
beberapa
tetes H2SO4 1M

Tabung 2 4
Diencerkan
dengan air 2 mL

kali

Dicampur
dengan
larutan KI dan amilum

Diperhatikan uap yang


terjadi dari warna
cairannya

Ditambah
H2SO4 encer

Uap dan warna


cairan

laruta

Diamati
perubahan
warna yang terjadi
Hasil Pengamatan

3.

4.

1 mL larutan HNO3
encer
- dimasukkan tabung reaksi
- ditambah 1 ml H2SO4 pekat
- didinginkan
-ditambah 0,5 mL larutan FeSO4
0,2 M perlahan-lahan melalui
dinding tabung
1 mL larutan NH4OH
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
Terbentuk cincin tengguli
Dialiri gas H2S
Ditambah 1 mL amonium 0,1 M
Larutan
Dikocok dengan bunga belerang
Disaring
Residu

Filtrat
Diamati warna larutan
Ditambah dengan HCl
Diamati yang terjadi
Hasil Pengamatan

5.

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


Larutan NH4Cl
Ditambah seujung sendok kecil Ca(OH)2
Dipanaskan perlahan dengan memegang kertas
lakmus yang basah di atas tabung
Diamati perubahan yang terjadi
Dimasukkan pengaduk yang sudah dicelupkan
larutan HCl pekat
Diamati gas yang terbentuk

6.

Gas yang
5 keluar
mL
NH4OH pekatke
Dimasukkan
erlenmeyer 100 mL

dalam

labu

Dipanaskan perlahan
Ditampung gas yang terbentuk dlm
tabung reaksi kering yang ditutup
karet

Diuji dengan beberapa


tetes indikator PP ke
dalam gelas kimia berisi
air yang di dalamnya
sudah
dimasukkan
tabung reaksi berisi gas
Hasil Pengamatan

Diuji
dengan
pengaduk kaca yang
sudah
dicelupkan
HCl pekat

Hasil Pengamatan

B. PROSEDUR PERCOBAAN
Pada percobaan pertama 0,3 gram NaNO2 dimasukkan ke dalam labu
suling, kemudian ditambahkan dengan 10 mL air menghasilkan larutan NaNO2.
Kemudian larutan NH4Cl (0,3 gram NH4Cl dalam 10 mL air) dimasukkan ke
dalam corong pemisah. Setelah itu alat-alat disusun sedemikian rupa. Kemudian
labu suling dihangatkan dengan pembakar spirtus dan kran corong pisah dibuka
dengan hati-hati. Gas yang keluar ditampung dalam gelas ukur yang berisi air

penuh dan diletakkan terbalik di dalam air dan diukur volumenya. Kemudian gas
yang terbentuk diuji nyala dengan menggunakan sebilah kayu berpijar.
Pada percobaan kedua, 0,25 gram NaNO2 dimasukkan ke dalam tabung
reaksi, kemudian dilarutkan dengan 25 mL air menghasilkan larutan NaNO 2.
Kemudian larutan tersebut dibagi ke dalam 2 tabung reaksi. Tabung pertama
ditambah dengan H2SO4 1M dan diperhatikan uap dan warna cairan. Pada tabung
kedua diencerkan 4x dengan air kemudian diambil sebanyak 2 mL dan diampur
dengan KI dan larutan amilum, setelah itu ditambah H2SO4 encer dan diamati
yang terjadi.
Pada percobaan ketiga 1 mL larutan HNO3 encer dimasukkan ke dalam
tabung reaksi dan ditambahkan dengan 1 mL H2SO4 pekat, kemudian didinginkan
dan ditambah dengan 0,5 mL larutan FeSO4 0,2 M perlahan-lahan mengenai
dinding tabung reaksi dan diamati yang terjadi.
Pada percobaan keempat 1 mL NH4OH 2M dimasukkan ke dalam tabung
reaksi dan dialiri dengan gas H2S, kemudian ditambahkan 1 mL amonium 1 M,
dikocok dengan bunga belerang dan disaring menghasilkan filtrat dan residu.
Filtrat yang dihasilkan ditambah dengan HCl dan diamati yang terjadi.
Pada percobaan kelima larutan NH4Cl 4M dimasukkan ke dalam tabung
reaksi dan ditambah dengan seujung sendok kecil Ca(OH) 2, kemudian dipanaskan
perlahan-lahan dengan memegang kertas lakmus yang basah di atas tabung reaksi
dan diamati yang terjadi. Kemudian sebuah pengaduk yang telah dicelupkan ke
dalam HCl pekat dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diamati gas yang
keluar.
Pada percobaan keenam 5 mL NH4OH pekat dimasukkan ke dalam
erlenmeyer dan dipanaskan perlahan-lahan kemudian gas yang keluar ditampung
dengan tabung reaksi yang ditutp dengan penutup karet. Kemudian tabung reaksi
tersebut diujui dengan dua pengujian. Pengujian yang pertama dengan pengaduk
kaca yang telah dicelup HCl pekat, dan pengujian yang kedua dengan beberapa
tetes indikator pp yang dimasukkan ke dalam gelas kimia yang berisi air yang di
dalamnya sudah dimasukkan tabung reaksi yang berisi gas.

VIII. HASIL PENGAMATAN


No.
1.

Hasil pengamatan
Sebelum
Sesudah
Tujuan : Mengetahui cara pembuatan gas nitrogen dan NaNO2 = kristal
NaNO2 (s) + air =
amonia di laboratorium serta mengidentifikasi gas nitrogen, putih
tak berwarna
amonium
dan senyawanya.
Dimasukkan
ke dalam labu suling
Prosedur percobaan

NaNO2 ( 0, 3 g dalam 10 mL air)


Dimasukkan larutan NH4Cl ( 0, 3 g dalam 10 mL
air) dengan corong pisah
Dirangkai alat pembuatan gas N2
Dihangatkan labu dan kran corong pemisah
Dibuka dengan hati-hati
Ditampung gas yang keluar ke dalam gelas ukur
yang berisi air penuh dengan posisi terbalik
Diukur volumenya
Terbentuk
gas dan Volume
gas
Diuji gas yang diperoleh dengan sebilah kayu
dengan nyala besar
Diamati yang terjadi

NH4Cl = serbuk
putih

NH4Cl (s) + air =


tak berwarna

Aquades = tak
berwarna

Saat dipanaskan =
NaNO2 + NH4Cl =
larutan tak
berwarna dan
terbentuk gas
Diuji nyala = nyala
api padam

Dugaan / reaksi

Kesimpulan

NaNO2(aq) +
NH4Cl(aq)
NaCl (aq) +N2 (g)+
2H2O(l)
m NaNO2= 0,3 g
m NH4Cl = 0,3 g
Mr NaNO2 = 69 g/mol
Mr NH4Cl= 53,5 g/mol
-n NaNO2=

= 0,0043 mol

-n NH4Cl =

= 0,0056 mol

Hasil Uji

Maka
Mol N2 = 0,0043 mol
V N2 = n x 22,4 L
= 0,0043 mol x 22,4 L

Gas nitrogen
dapat dibuat dari
NaNO2 dan
NH4Cl melalui
proses
pemanasan,
yang kemudian
dibuktikan
dengan gas
nitrogen dapat
memadamkan
nyala api. Hal
ini menunjukkan
salah satu sifat
gas nitrogen
yaitu tidak
reaktif jika
direaksikan
dengan unsur
atau senyawa
lain

= 0,09632 L
= 96,32 mL
2.

Tujuan: Mengidentifikasi gas nitrogen, amonium, dan


senyawanya
0,25 g NaNO2

NaNO2 = kristal
putih
H2SO4 = tak
berwarna

Dimasukkan ke dalam 2,5 mL air


Dibagi dalam 2 tabung
Tabung 1
Ditambah
beberapa
tetes H2SO4
Diperhatikan uap yang
terjadi dari warna
cairannya
Uap dan warna
cairan

Tabung 2 4
Diencerkan
dengan air 2 mL

KI = tak berwarna
kali

Dicampur
dengan
larutan KI dan amilum
Ditambah
H2SO4 encer

laruta

Diamati
perubahan
warna yang terjadi

Amilum = putih
keruh
0

NaNO2 (s) + air =


tak berwarna
Pada Tabung 1:
NaNO2 + H2SO4 =
Larutan tidak
berwarna, timbul
gelembung gas dan
uap yang berwarna
kekuningan
Pada Tabung 2 :
NaNO2 +
KI + amilum=
larutan tak
berwarna

Hasil Pengamatan

NaNO2 +
KI + amilum +
H2SO4 = larutan
berwarna ungu
pekat

Tabung 1 :
NaNO2(s)+H2O(l)
NaNO2(aq)
2NaNO2(aq) + H2SO4
(aq) Na2SO4(aq) +
2NO2(g) + H2(g)
Tabung 2
2NaNO2(aq) + 2KI(aq)
+ 4H2SO4(aq)
4KHSO4(aq) + I2(aq) +
2NO(g) + 2H2O(l)

Terbentuk gas
NO dengan
mereaksikan
NaNO2 dan
H2SO4 .
Menghasilkan
warna ungu
karena adanya
pembebasan iod.
Reaksi pada
percobaan ini
merupakn reaksi
redoks. Amilum
berfungsi
sebagai indicator
I2 dan terbentuk
uap berwarna
kekuningan.

3.

Tujuan: Mengetahui sifat-sifat nitrogen dan senyawanya


1 mL larutan HNO3
encer
- dimasukkan tabung reaksi
- ditambah 1 ml H2SO4 pekat
- didinginkan
-ditambah 0,5 mL larutan FeSO4
0,2 M perlahan-lahan melalui
dinding tabung
Terbentuk cincin tengguli

HNO3 encer = tak


berwarna
H2SO4 pekat = tak
berwarna
FeSO4 0,2 M =
kuning

HNO3 + H2SO4 =
Larutan tak
berwarna
HNO3 + H2SO4 +
FeSO4 0,2 M =
Terbentuk cincin
Fe berwarna coklat
(cincin tengguli) di
tengah larutan

4HNO3(aq) + 2H2SO4

Terbentuk cincin

(aq) 4NO2(g) +

yang merupakan

O2(g) + H2SO4(aq)

Cincin tengguli
yakni

2NO3-(aq) +
4H2SO4(aq) + 6Fe2+
(aq) 6Fe3+(aq) +
2NO (g) + 4SO42-(aq)
+ 4H2O(l)
Fe2+(aq) + NO(g)
[Fe(NO)]2+(aq)

[Fe(NO)]2+

4.

Tujuan: Mengidentifikasi gas nitrogen, amonium, dan


senyawanya
1 mL larutan NH4OH
Dimasukkan ke dalam tabung reaksi
Dialiri gas H2S
Ditambah 1 mL amonium 0,1 M
Larutan
Dikocok dengan bunga belerang

NH4OH
= tak
berwarna
HCl encer = tak
berwarna
Gas H2S = berbau
menyengat
Bunga belerang =
serbuk kuning
NH4OH
= tak
berwarna

= larutan berwarna FeCl2(aq) + H2S(g)


kuning

dan

ada

endapan

2NH4OH(aq) + H2S(g)
(NH4)2S(aq) +

Filtrat = berwarna 2H2O(l)


kuning
Filtrat + HCl = (NH ) S(aq) + S(s)
4 2
timbul
endapan
(NH4)4S2(s)
melayang

Disaring
Filtrat

Residu

NH4OH + H2S + S FeS(s) + 2HCl(aq)

Diamati warna larutan

Terbentuk
endapan
(NH4)2S
berwarna
kuning dan saat
filtrate ditambah
dengan
HCl
terbentuk hablur
atau endapan yg
merupakan
endapan
melayang

(NH4)2S2(s) + HCl(aq)

Ditambah dengan HCl

2NH4Cl(aq) +

Diamati yang terjadi

H2S(aq) + S(s)

Hasil Pengamatan

5.

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi


Larutan NH4Cl
seujung sendok
Ca(OH)2 amonium, dan
Tujuan:Ditambah
Mengidentifikasi
gaskecil
nitrogen,

NH4Cl : larutan tak

NH4Cl + Ca(OH)2 :

2NH4Cl(aq) +

Dipanaskan perlahan dengan memegang kertas


lakmus yang basah di atas tabung

berwarna

larutan berwarna

Ca(OH)2(s)

Ca(OH)2 : serbuk

putih keruh

CaCl2(aq) + NH3(g) +

Diamati perubahan yang terjadi

putih

senyawanya

Dimasukkan pengaduk yang sudah dicelupkan


larutan HCl pekat
Diamati gas yang terbentuk
Gas yang keluar

H2O(l)

Terbentuk gas
ammonia yang
bersifat
basa,
yang dibuktikan
dengan berubah
nya
lakmus

HCl : larutan tak

Uji gas:

NH3(g) + HCl(aq)

berwarna

kertas lakmus

NH4Cl(aq)

Kertas lakmus

merah berubah

merah dan biru

menjadi biru

merah
biru

menjadi

Pengaduk dengan
HCl :
menghasilkan asap
putih

5 mL
NH4OH pekat
Dimasukkan
5 mL NH4OH pekat
ke dalam labu erlenmeyer 100 mL
Dipanaskan perlahan

6.

Ditampung gas yang terbentuk dlm

dipanas kancara pembuatan gas nitrogen dan amonia di


Tujuan : Mengetahui
tabung reaksi kering yang ditutup

NH4OH pekat = NH4OH dipanaskan NH4OH(aq)

laboratorium , Mengetahui sifat-sifat nitrogen dan senyawanya, tak berwarna


karet
serta mengidentifikasi gas nitrogen, amonium dan senyawanya.

Diuji dengan beberapa


tetes indikator PP ke
dalam gelas kimia berisi
air yang di dalamnya
sudah
dimasukkan
tabung reaksi berisi gas
Hasil Pengamatan

Diuji
dengan
pengaduk kaca yang
sudah
dicelupkan
HCl pekat

Hasil Pengamatan

Indikator PP = tak
berwarna

timbul banyak gas


Uji

HCl pekat = tak indikator

NH3(g) + H2O(l)

dengan NH3(g) + HCl(aq)


PP

= NH4Cl (aq)

Gas amonia yang


terbentuk dari
pemanasan
NH4OH bersifat
basa yang
dibuktikan dengan

berwarna
dipanas kan

berwarna

merah

muda

NH4OH(aq)
NH3(g) + H2O(l)

Uji dengan HCl


pekat
asap

Timbul

adanya warna
merah muda
setelah di uji
dengan indikator
PP

IX.

ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Percobaan pertama
Pada percobaan pertama yang bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas
nitrogen di laboratorium dan mengetahui sifat-sifat gas nitrogen, langkah yang
dilakukan adalah dengan menimbang 0,3 gram NaNO 2 berupa kristal putih dan
memasukkan ke dalam labu suling (erlenmeyer pipa samping) dan melarutkan ke
dalam 10 mL aquades menghasilkan larutan tidak berwarna. Selanjutnya menimbang
0,3 gram NH4Cl berupa serbuk putih dan melarutkan NH4Cl 0,3 gram ke dalam 10 mL
aquades menghasilkan larutan tidak berwarna. Selanjutnya memasukkan NH4Cl ke
dalam corong pemisah. Kemdian merangkai alat seperti pada gambar rangkaian
hingga corong pemisah berada diatas labu berpipa samping, dimana erlenmeyer ini
berada diatas pembakar spirtus, sesuai gambar di bawah ini:

Selajutnya menghangatkan erlenmeyer yang telah berisi larutan NaNO 2 dan


membuka kran dari corong pemisah yang telah berisi larutan NH4Cl dengan hati-hati
dan menghasilkan rutn tidak berwarna. Setelah beberapa menit terbentuk gas.
Langkah selanjutnya yakni mengalirkan gas yang terbentuk menggunakan selang
kedalam gelas ukur yang berisi air penuh dengan posisi berdiri tegak dalam wadah air.
Volume gas yang dihasilkan adalah sebesar 91 mL dan gas yang terbentuk adalah gas
nitrogen (N2), hal ini sesuai dengan reaksi berikut:
NaNO2(aq) + NH4Cl(aq) NaCl(aq) + N2(g) + 2H2O(l)
Secara teori dijelaskan bahwasanya volume gas nitrogen yang dihasilkan sebesar:
Diketahui

: massa NaNO2 = 0,3 gram; Mr NaNO2 = 69 g/mol


massa NH4Cl = 0,3 gram; Mr NH4Cl= 53,5 g/mol

Ditanya
Jawab :

: volume N2?

NaNO2(aq) + NH4Cl(aq) NaCl(aq) + N2(g)


0,0043 mol

0,0056 mol

0,0043 mol

0,0043 mol

0,0043 mol

0,0043 mol

0,0043 mol

0,0013 mol

0,0043 mol

0,0043 mol

0,0043 mol

V N2

2H2O(l)

m
s

= n x 22,4 L
= 0,0043 mol x 22,4 L
= 0,09632 L
= 96,32 mL

Gas N2 yang dihasilkan tidak sesuai dengan teori, yakni sebesar 91 mL.
padahal secara teori, gas N2 yang diperoleh sebesar 96,32 mL. Hal ini mungkin
disebabkan oleh masih adanya gas yang tertinggal di dalam selang yang tidak masuk
ke dalam tabung. Sehingga volume gas yang dihasilkan sedikit berkurang.
Gas yang terbentuk memiliki sifat tak berwarna dan tak berbau. Dan gas yang
telah tertampung pada gelas ukur di uji dengan sebilah kayu berpijar. Hasil
pengamatan yang didapatkan ialah sebilah kayu yang mula-mula memiliki nyala api
dengan dialiri gas yang tertampung pada gelas ukur nyala apinya padam, sesuai
dengan persamaan reaksi berikut:
N2(g) + O2(g) 2NO(g)
Hal ini mengindikasikan salah satu sifat gas nitrogen yaitu sangat tidak reaktif
jika direaksikan dengan unsur atau senyawa lainnya. Sehingga sebilah kayu yang
memiliki nyala api ketika dialiri dengan gas nitrogen akan langsung padam karena
sifat ketidakreaktifan yang dimiliki gas nitrogen.
Percobaan kedua
Pada percobaan kedua yang bertujuan untuk mengidentifikasi terbentuknya
gas NO2 dan NO. Percobaan kedua terbagi menjadi dua sub tujuan dimana yang
pertama bertujuan untuk mengidentifikasi terbentuknya gas NO2 dan yang kedua
bertujuan untuk mengidentifikasi terbentuknya gas NO. Langkah yang dilakukan

adalah dengan menimbang 0,25 gram NaNO2 berupa kristal putih dan melarutkan ke
dalam 25 mL aquades menghasilkan larutan tidak berwrana, sesuai dengan persamaan
reaksi berikut:
NaNO2(s) + H2O(l) NaNO2(aq)
Kamudian larutan yang dihasilkan dimasukkan ke dalam dua tabung reaksi.
Pada tabung reaksi pertama diberi perloakuan dengan menambahkan beberapa tetes
H2SO4 1M berupa larutan tidak berwarna, kemudian mengamati uap yang terbentuk,
dan dihasilkan larutan tidak berwarna, timbul gelembung gas, dan uap yang terbentuk
berwarna kekuningan. Persamaan reaksi kimia yang terjadi adalah sebagai berikut:
2NaNO2(aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4(aq) + 2NO2(g) + H2(g)
Pada tabung reaksi kedua, langkah yang dilakukan adalah dengan
mengencerkan 4 kali larutan NaNO2 dengan menggunakan aquades. Kemudian
menambahkan beberapa tetes larutan KI berupa larutan tidak berwarna, amilum
berupa larutan berwarna putih keruh dan H2SO4 encer berup larutan tidak berwarna ke
dalam larutan NaNO2 yang telah diencerkan dan menghasilkan perubahan warna pada
campuran, dimana semula larutan tidak berwarna menjadi berwarna ungu pekat.
Amilum berfunsi sebagai indicator adanya I2 dalam larutan, yang mana jika bereaksi
dengan KI akan menghasilkan perubahan warna menjadi ungu. Reaksi yang terjadi
adalah reaksi reduksi-oksidasi (redoks) sebagai berikut:
+2

oksidasi

+3

2NaNO2(aq) + 2KI(aq) + 4H2SO4(aq) 4KHSO4(aq) + I2(aq) + 2NO(g) + 2H2O(l)


-1

reduksi

Dari reaksi tersebut di atas terlihat bahwa terjadi reaksi reduksi dan oksidasi,
dimana senyawa NaNO2 mengalami reaksi reduksi menjadi NO, yang disertai dengan
perubahan bilangan oksidasi dari + 3 menjadi +2, sehingga senyawa NaNO2
merupakan oksidator, sedangkan KI mengalami oksidasi I2 yang ditandai dengan
perubahan bilangan oksidasi dari -1 menjadi 0, sehingga senyawa KI merupakan
reduktor. Sehingga jika KI telah teroksidasi menjadi I 2, maka secara bersamaan
NaNO2 akan tereduksi menjadi NO(g), yang dibuktikan dengan perubahan warna pada
larutan menjadi ungu pekat.
Gas yang terbentuk sesuai reaksi diatas adalah gas NO. Gas ini akan segera
bereaksi dengan I2 yang terbentuk membentuk nitrosil iodida. Hal ini menyebabkan

pada tabung 2 tidak muncul warna gas coklat seperti pada tabung pertama, meski ada
kontak dengan udara, namun gas NO bereaksi lebih dahulu dengan halogen
membentuk nitrosil iodide menghasilkan larutan berwarna ungu pekat, sesuai dengan
persamaan reaksi berikut:
2NO(g) + I2(aq) 2NOI(aq)
Reaksi antara amilum dengan I2

Percobaan ketiga
Pada percobaan ketiga yang bertujuan untuk membuktikan bahwa nitrogen
dapat membentuk senyawa kompleks dengan Fe, hal ini ditandai dengan terbentuknya
cincin tengguli yang berwarna cokelat. Langkah yang dilakukan adalah dengan
memasukkan 1 mL HNO3 encer berupa larutan tidak berwarna ke dalam tabung reaksi
dan mencampurkannya dengan 1 mL H2SO4 pekat berupa larutan tidak berwarna
dengan hati-hati menghasilkan larutan tidak berwarna dan dinding tabung reaksi
terasa hangat karena yang digunakan adalah H2SO4 pekat, oleh sebab itu larutan
didinginkan terlebih dahulu sebelum ditambahkan FeSO4 0,2 M. Setelah dingin
larutan ditambah FeSO4 0,2 M berupa larutan berwarna kuning melalui dinding
tabung reaksi dan terbentuk cincin cokelat di tengah larutan. Cincin yang terbentuk ini
merupakan senyawa kompleks dari Nitrogen dan Fe yaitu ion [Fe(NO)] 2+. Cincin ini
dinamakan cincin tergguli. Reaksi cincin tengguli tersebut dapat dituliskan sebagai
berikut:
4HNO3(aq) + 2H2SO4 (aq) 4NO2(g) + O2(g) + H2SO4(aq)
2NO3-(aq) + 4H2SO4(aq) + 6Fe2+(aq) 6Fe3+(aq) + 2NO (g) + 4SO42-(aq) + 4H2O(l)
Fe2+(aq) + NO(g) [Fe(NO)]2+(aq)
Percobaan keempat

Pada percbaan keempat yang bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat nitrogen


dan senyawanya, langkah percobaanya adalah dengan memasukkan NH 4OH 2 M
berupa larutan tidak berwarna ke dalam tabung reaksi. Selanjutnya dialiri gas H 2S
yang berbau menyengat melalui selang. Gas H2S diperoleh dari penambahan HCl
pekat kedalam tabung yang berisi batu FeS yang berwarna hitam, dengan persamaan
reaksi sebagai berikut:
FeS(s) + 2HCl(aq) FeCl2(aq) + H2S(g)
Larutan NH4OH 2M setelah dialiri gas H2S tetap tidak berwarna, sesuai
dengan persamaan reaksi berikut:
2NH4OH(aq) + H2S(g) (NH4)2S(aq) + 2H2O(l)
Setelah ditambah NH4OH 0.1 M dan dikocok dengan bunga belerang berupa
serbuk berwarna kuning, larutan berubah warna menjadi kuning. Setelah disaring
dihasilkan filtrate berupa larutan berwarna kuning dan residu berupa endapan kuning,
dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
(NH4)2S(aq) + S(s) (NH4)4S2(s)
Filtrat yang diperoleh selanjutnya ditambah dengan HCl encer berupa larutan
tidak berwarna, dan terbentuk endapan kuning yang merupakan (NH4)2S yang
melayang-layang dalam larutan. Penambahan HCl berfungsi untuk mempercepat
terbentuknya endapan (NH4)2S. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
(NH4)2S2(s) + HCl(aq) 2NH4Cl(aq) + H2S(aq) + S(s)
Percobaan kelima
Pada percobaan kelima yang bertujuan untuk mengidentifikasi gas ammonia
(NH3) yang bersifat basa dari reaksi garam amonium klorida ((NH 4Cl) dengan serbuk
Ca(OH)2. Langkah yang dilakukan adalah dengan memasukkan NH4Cl 4 M dalam
tabung reaksi dan menambahkan seujung sendok kecil Ca(OH)2 berupa serbuk putih
dan dihasilkan larutan berwarna putih. Kemudian larutan tersebut dipanaskan dan diuji
dengan kertas lakmus merah dan biru serta pengaduk yang telah dicelupkan dalam
HCl pekat. Saat dipanaskan, larutan berwarna putih keruh dan timbul gelembung gas,
yakni gas NH3 yang dapat membirukan kertas lakmus merah, dam kertas lakmus biru
tetap berwarna biru, yang artinya gas tersebut bersifat basa. Proses pemanasanan juga
menghasilkan bau yang menyengat yang menandakan terbentuknya gas NH 3. Dengan
persamaan reaksi sebagai berikut:

2NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) CaCl2(aq) + NH3(g) + H2O(l)


Selanjutnya, pengaduk yang telah dicelupkan HCl pekat dimasukkan ke dalam
tabung reaksi., dan terbentuk asap putih serta larutannya menjadi jernih (endapan
turun kedasar tabung). Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :
NH3(g) + HCl(aq) NH4Cl(aq)

Percobaan keenam
Pada Percobaan keenam yang bertujuan untuk membuat gas ammonia (NH 3) di
dalam laboratorium dan mengetahui sifat-sifat gas ammonia, langkah yang dilakukan
adalah dengan merangkai alat sesuai gambar di bawah ini:

5 mL NH4OH berupa larutan tidak berwarna dimasukkan ke dalam erlenmeyer


250 mL dan dipanaskan perlahan-lahan mengahasilkan larutan tidak berwarna, dan
terbentuk gas selama beberapa menit, sesuai dengan persamaan reaksi sebagai berikut:
NH4OH(aq)

dipanas kan

NH3(g) + H2O(l)

Gas yang terbentuk selanjutnya ditampung dalam tabung reaksi kering yang
ditutup dengan karet penutup yang dihubungkan dengan selang. Setelah gas terbentuk
maka dilakukan pengujian yang pertama di uji dengan menggunakan pengaduk kaca
yang sudah dicelupkan pada HCl pekat. Hasilnya timbul asap putih. Hal tersebut
membuktikan bahwa dalam tabung reaksi tersebut terdapat gas NH3. Persamaan
reaksinya adalah :
NH3(g) + HCl(aq) NH4Cl (aq)

Pengujian yang kedua adalah dengan mengalirkan gas yang dihasilkan ke


dalam air yang sudah diberi indikator Phenophtalein. Air berubah dari tak berwarna
menjadi merah muda. Hal ini menunjukkan bahwa NH3 bersifat basa, yang mana
indicator phenolphthalein merupakan indicator basa yang mempunyai rentang pH 8,3
sampai 10, ehingga indicator PP ini akan bekerja hanya pada larutan basa. Yang
mengubaha warna larutan basa menjadi merah muda, sesuai dengan persamaan reaksi
berikut:

dipanaskan

NH4OH(aq)

NH3(g) + H2O(l)

Reaksi NH3 dengan indikator PP :

X.

KESIMPULAN
Dari percobaan-percobaan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1.

Gas nitrogen dapat dibuat dilaboratorium dengan cara mereaksikan larutan


NaNO2 dengan NH4Cl dengan pemanasan. Gas nitrogen sangat tidak reaktif jika
bereaksi dengan unsur atau senyawa lain. Dan jika diuji dengan nyala api, nyala
api tersebut akan mati yang membuktikan sifat ketidakreaktifan gas nitrogen.

2.

Gas NO yang bereaksi dengan udara (O2) akan membentuk senyawa gas NO2
yang berwarna kuning dan NO yang bereaksi dengan halogen (I2) akan
membentuk nitrosil iodide yang berwarna ungu pekat.

3.

Nitrogen dapat membentuk senyawa kompleks dengan Fe yaitu [Fe (NO)2]2+


yang dibuktikan dengan terbentuknya cincin tengguli yang berwarna cokelat .

4.

NH4OH Jika dialiri dengan gas H2S dan direaksikan dengan bunga belerang (S)
akan terbentuk endapan kuning yaitu endapan (NH4)2S

5.

NH4Cl jika dieaksikan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH) 2) akan terbentuk gas
NH3 yang bersifat basa karena mengubah lakmus merah menjadi biru, dan lakmus
biru tetap berwarna biru, dan jika diuji dengan pengaduk yang telah dicelupkan
HCl pecan akan timbul asap putih.

6.

Pembuatan gas NH3 di laboratorium dengan memanaskan NH4OH menghasilkan


das amonia bersifat basa yang dibuktikan dengan adanya warna merah muda pada
air yang telah dicampur dengan indikator pp, dan jika diuji dengan pengaduk
yang telah dicelupkan HCl pecan akan timbul asap putih.

XI.

DAFTAR PUSTAKA
Amaria, dkk. 2013. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik II. Unsur-unsur Golongan
Utama. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Lee, J. D.. 1991. Concise Inorganic Chamistry fourth edition. London: Chapman dan
Hall.
Lee, J. D.. 1991. Concise Inorganic Chamistry fourth edition. Oxford UK: Black well
science Ltd.
Hadyana, A. Pudjaatmaka dan Setiono, L. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis
Kuantitatif Anorganik. Jakarta: EGC.
Svehla, G. 1985. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Mikro
bagian I. Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka. (diterjemahkan oleh Hadyana,
A. Pudjaatmaka).

XII.

JAWABAN PERTANYAAN
1. Jelaskan pembuatan gas nitrogen dan amonia di laboratorium!
Jawab:
Nitrogen dapat dibuat di laboratorium dengan mereaksikan NaNO 2(aq)
yang ditambahkan perlahan-lahan dengan NH4Cl(aq) kemudian dipanaskan. Gas
yang akan terbentuk dari pemanasan ini adalah gas nitrogen. Agar gas nitrogen ini
dapat ditampung, rangkaian alat harus diisolasi dan ditutup rapat, sehingga gas
yang keluar dapat ditampung, tidak bocor atau keluar sistem. Reaksinya adalah :
NaNO2(aq) + NH4Cl(aq) NaCl(aq) + N2(g) + 2H2O(l)

Pembuatan gas NH3 di laboratoruim dapat dibuat dengan mereaksikan


larutan NH4Cl dengan padatan Ca(OH)2 melalui proses pemanasan. Gas yang
terbentuk dari pemanasan ini adalah gas amonia, dengan reaksi sebagai berikut:
2NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) CaCl2(aq) + NH3(g) + H2O(l)
Selain itu, pembuatan gas ammonia di Laboratorium juga dapat dibuat
dengan memanaskan larutan NH4OH. Gas yang terbentuk dari pemanasan ini
adalah gas amonia, agar dapat diperoleh gas amonia yang banyak, sistem harus
diisolasi, tempat keluarnya gas harus dihubungkan dengan selang dan dibuat agar
tidak ada gas yang dapat keluar. Reaksinya adalah:
dipanaskan
NH4OH(aq)
NH3(g) + H2O(aq)
2. Jelaskan sifat-sifat kimia nitrogen!
Jawab:
Tidak berwarna, gas nirogen tidak berwarna, hal inilah yang menyebabkan
sulitnya mengidentifikasi gas ini. Dalam percobaan, karena sifat kimia ini, kami
sulit menentukan dimana letak kebocoran gas notrogen.
Tidak berbau. Gas nitrogen tidak mengeluarkan bau, jadi untuk kita tidak dapat
mengetahui gas nitrogen dihasilkan attau tidak dari baunya.
Tidak terbakar. Gas nitrogen ini tidak mudah terbakar, sehingga aman.
Karenanya kami menggunakan pembakar spirtus saat membuat gas ini.
Tidak berasa. Gas nitrogen tidak mempunyai rasa yang spesifik.
Tidak beracun. Gas nitrogen tidak bersifat toksik atau beracun, sehingga apabila
kita menghirup gas ini, tidak akan membahayakan tubuh.
Gas ini memiliki lima elektron di kulit terluarnya.
Dalam bentuk murni, dikenal sebagai amonia anhidrat dan bersifat higroskopis

(mudah menyerap kelembaban).


Nitrogen tidak mudah terbakar dan tidak memperbesar pembakaran
Nitrogen adalah gas inert, sangat stabil dan non-polar.
Pada suhu rendah elemen nitrogen berkemampuan reaktif sangat rendah.
Pada suhu tinggi nitrogen bisa bereaksi dengan Chrom, Silikon,Titanium,
Aluminium, Boron, Berrylium, Magnesium, Barium, Strontium, Kalsium, dan

Lithium dan membentuk nitrit dan oksigen membentuk NO.


Dengan adanya katalisator dan suhu menengah, nitrogen bereaksi dengan
hidrogen membentuk amoniak. Pada suhu di atas 1800 C, Nitrogen, Karbon
dan Hidrogen bergabung membentuk Hidrogen Sianida.
3. Tulislah persamaan reaksi semua percobaan diatas!
Jawab:
Percobaan 1:

NaNO2(aq) + NH4Cl(aq) NaCl(aq) + N2(g) + 2H2O(l)


Percobaan 2:
NaNO2(s) + H2O(l) NaNO2(aq)
Tabung 1:
2NaNO2(aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4(aq) + 2NO2(g) + H2(g)
Tabung 2:
2NaNO2(aq) + 2KI(aq) + 4H2SO4(aq) 4KHSO4(aq) + I2(aq) + 2NO(g) + 2H2O(l)
Percobaan 3:
4HNO3(aq) + 2H2SO4 (aq) 4NO2(g) + O2(g) + H2SO4(aq)
2NO3-(aq) + 4H2SO4(aq) + 6Fe2+(aq) 6Fe3+(aq) + 2NO (g) + 4SO42-(aq) +
4H2O(l)
Fe2+(aq) + NO(g) [Fe(NO)]2+(aq)
Percobaan 4:
FeS(s) + 2HCl(aq) FeCl2(aq) + H2S(g)
2NH4OH(aq) + H2S(g) (NH4)2S(aq) + 2H2O(l)
(NH4)2S(aq) + S(s) (NH4)4S2 (s)
(NH4)2S2(s) + HCl(aq) 2NH4Cl(aq) + H2S(aq) + S(s)
Percobaan 5:
2NH4Cl(aq) + Ca(OH)2(s) CaCl2(aq) + NH3(g) + H2O(l)
NH3(g) + HCl(aq) NH4Cl(aq)
Percobaan 6:
NH4OH(aq)

dipanaskan

NH3(g) + H2O(l)

Uji 1:
NH3(g) + HCl(aq) NH4Cl (aq)
Uji 2:
NH4OH(aq)

dipanaskan

NH3(g) + H2O(l)

4. Sebutkan kegunaan amonium!


Jawab:
Dapat digunakan untuk membuat gas nitrogen (amonium yang pekat).
Senyawa NH4Cl dalam industri, digunakan sebagai bahan solder dan cetak

tekstil serta sebagai komponen pembuat sel baterai kering.


Dalam bidang medis, amonium klorida digunakan sebagai ekspektoran pada

obat batuk serta sebagai suplemen makanan.


Amonia 80% dari yang dihasilkan oleh industri digunakan dalam bidang

pertanian sebagai pupuk.


Amonia digunakan sebagai gas pendingin, untuk pemurnian pasokan air, dan
dalam pembuatan plastik, bahan peledak, tekstil, pestisida, pewarna dan bahan
kimia lainnya. Hal ini ditemukan di banyak rumah tangga dan solusi
pembersih kekuatan industri. Solusi amonia pembersih rumah tangga yang
diproduksi dengan menambahkan gas amonia ke air dan dapat antara 5 dan

amonia 10%.
Amonia untuk keperluan industri dapat konsentrasi 25% atau lebih tinggi dan

bersifat korosi
Amonia cair dapat dipakai sebagai pelarut baik untuk senyawa-senyawa
anorganik maupun organik dan sebagai media reaksi dalam sintesis.

LAMPIRAN FOTO

Percobaan 1

Proses pembuatan gas N2

Uji dengan kayu yang terbakar

Percobaan 2

Proses penimbangan NaNO3

Tabung 1 :
NaNO3 + Air

NaNO3

Tabung 1 :
NaNO3 + Air + H2SO4

Tabung 2 :
NaNO3 + Air

Tabung 2 :
NaNO3 + Air + KI +
Amilum + H2SO4

Percobaan 3

H2SO4 pekat + FeSO4

Percobaan 4

Pirit

NaOH + Gas H2S

NaOH + Gas H2S +


Amonium + Bunga belerang

Setelah disaring

Ditambah dengan HCl pekat


dan terbentuk hablur berwarna kuning

Percobaan 5

NH4Cl + Ca(OH)2

Percobaan 6

Uji kertas lakmus

Uji dengan HCl pekat

Proses pembuatan gas NH4Cl

Uji dengan PP

Uji dengan HCl pekat