Anda di halaman 1dari 29

METODE PELAKSANAAN

PEMBANGUNAN PRASARANA PENGAMBILAN DAN SALURAN


PEMBAWA
AIR BAKU JAMBE LIMA (0.005 m3/dt) KAB. CILACAP
TAHUN ANGGARAN 2015
A.

METODE PELAKSANAAN
ASUMSI DASAR
a. Awal Pelaksanaan Pekerjaan
Perkiraan awal pelaksanaan pekerjaan Awal Bulan Mei 2015
b. Asumsi Hari Kerja dan Jam Kerja Efektif
Waktu pelaksanaan

: 180 ( Seratus delapan puluh ) hari kalender

Hari kerja untuk pekerjaan lapangan dilaksanakan setiap hari kalender. Dan
untuk pengaturan pekerja, tukang , mandor, dan pelaksana pengaturan hari
kerjanya disesuaikan dengan kondisi dilapangan
Jam Kerja Efektif

Jam Senin s/d Minggu

: Jam 07.30 s/d 16.30 WIB

Waktu istirahat

: Jam 12.00 s/d 13.00 WIB

Istirahat Hari Jumat

: Jam 11.00 s/d 13.00 WIB

Asumsi Peralatan yang dipakai

Sesuai daftar peralatan


B.

ADMINISTRASI
Pekerjaan persiapan Administrasi adalah sebagi berikut :
1. Surat menyurat yang berhubungan dengan adminstrasi maupun teknik
pekerjaan yang akan dilaksanakan.
2. Pengumpulan / penghimpunan data teknis meliputi gambar perencanaan
pekerjaan

serta

dokumen

dokumen

yang

berhubungan

dengan

pelaksanaan Pekerjaan.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 1 of 29

3. Penyusunan & Pembuatan Rencana Mutu Kontrak untuk Pre construction


Meeting.
4. Persiapan laporan harian mingguan bulanan, buku direksi, buku tamu
serta buku gudang
5. Menyiapkan

seluruh

kebutuhan

administrasi

guna

kelancaran

pelaksanaan pekerjaan seperti sosialisasi , amandemen, mutual check


0% 50% 100% , dokumentasi pekerjaan, progress pekerjaan dll.
Personil yang dibutuhkan :
1. Direktur ( 1 orang )
2. Administrasi ( 1 orang )
3. Logistik (1 orang)
4. Manager Lapangan (1 orang)
5. Pelaksana Pekerjaan Sipil ( 1 Orang )
6. Pelaksana Pekerjaan Perpipaan (1 Orang)
7. Juru Ukur (1 orang)
Perlatan yang dibutuhkan :
1. Alat tulis kantor ( 4 set )
2. Komputer ( 2 unit )
3. Meja kursi ( 2 set )
4. Printer ( 2 Unit )
Struktur organisasi seperti tercantum dalam lampiran
C.

STRUKTUR MUTU PEKERJAAN


Standar mutu pekerjaan mengacu pada spesifikasi Teknik Gambar Kerja yang
telah disetujui oleh pengguna jasa.

D.

METODE PELAKSANAAN
D.1. METODE UMUM
Lokasi Pekerjaan Pembangunan Prasarana Pengambilan dan Saluran
Pembawa Air Baku Jambe Lima (0.005 m3/dt) Kab. Cilacap, Propinsi Jawa
Tengah.
Untuk metode pelaksanaannya dengan tahapan :
a. Galian Tanah Biasa
Air Baku Jambe Lima Metode Page 2 of 29

b. Galian Tanah Berbatu


Sebelum mengadakan kegiatan galian, Penyedia Jasa diwajibkan
memperhitungkan lokasi yang akan digali. Metode penggalian serta
alat

yang

digunakan

dalam

pelaksaan

mempertimbangkan kondisi tanah setempat.

penggalian

harus

Semua pekerjaan

penggalian dari beberapa bagian harus dilaksanakan menurut ukuran


ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar, atau menurut ukuran dan
ketinggian lain, yang mungkin akan diperintahkan oleh Direksi
Pekerjaan. Ukuran yang berdasarkan atau berhubungan dengan
ketinggian

tanah,

atau

jarak

harus

ditunjukkan

kepada

Direksi

Pekerjaan lebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan tanah pada setiap


tempat. Yang dimaksud dengan ketinggian tanah dalam spesifikasi
adalah tinggi permukaan tanah sesudah pembersihan lapangan dan
sebelum pekerjaan penggalian dimulai. Dasar dan sisi galian, dimana
akan didirikan bangunan harus selesai dengan rapi menurut elevasi
dan dimensi yang tertuang pada gambar pelaksanaan. Jika waktu
penggalian material yang digali melampaui garis dan tingkat yang
telah ditentukan, galian yang melampaui batas tadi harus ditimbun lagi
seluruhnya dengan material yang terpilih kemudian dipadatkan lapis
demi lapis yang tebalnya tidak lebih dari 15 cm dengan dan atas biaya
Penyedia Jasa kecuali ditentukan lain. Jika tanah pondasi asli (natural
foundation)

terganggu

atau

longgar

karena

pekerjaan-pekerjaan

penggalian Penyedia Jasa, ia akan dipadatkan dengan menumbuknya


atau menggilasnya atau jika Konsultan Supervisi beserta Direksi
Pekerjaan menghendakinya ia harus dipindahkan atau diganti dengan
bahan yang terpilih yang seluruhnya harus dipadatkan. Penyedia Jasa
harus menjaga agar galian bebas dari air selama masa Pembangunan.
Cara menjaga galian bebas dari air, pengeringan dan pembuangan air
harus dengan cara yang dapat disetujui oleh Pengawas Daerah.
Penyedia Jasa harus menjamin adanya peralatan yang siap dan cukup
di lapangan setiap waktu guna menghindari terhambatnya pekerjaan
akibat

terputusnya

kontinuitas

pengeringan

air.

Bila

terjadi

keruntuhan/kerusakan tanah dan bangunan disekitar lahan galian


Air Baku Jambe Lima Metode Page 3 of 29

akibat kecerobohan dan ketidaktelitian metode pelaksanaan, maka


seluruh resiko akan menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa. Hal yang
membedakan jenis galian tersebut di atas hanyalah material yang
akan

digali

yang

berimplikasi

terhadap

jenis

peralatan

dan

produktifitas hasil galian.


c. Pekerjaan Pemeliharaan Berkala DI Kedungsamak Untuk Pekerjaan
Pemeliharaan Saluran Irigasi ini akan dipasang dengan :

Pasangan batu kali

Pekerjaan Beton K 175

Pekerjaan Beton K 225

Dan untuk ini akan kami kerjakan dengan dibagi berapa seqmen dan
dikerjakan secara bertahap dan untuk pekerja disesuaikan dengan
berapa seqmen yang akan dikerjakan dan 1 seqmen akan dikerjakan
dalam 1 group pekerja. Agar dalam pekerjaannya dapat tepat waktu
dan mutu
D.2. METODE KERJA
Pekerjaan Persiapan
1. Pre Contrution Meeting ( PCM )
Sebelum penyedia jasa memulai pekerjaan, kami akan melakukan Pre
Contrution

Meeting

PCM )/memaparkan di hadapan Direksi

Pekerjaan bagaimana metode kerja, personil yang akan ditempatkan,


dan pelaporan-pelaporan
2. Perijinan Penyedia Jasa
Setelah mendapat Surat Perintah Mulai Kerja, Penyedia jasa segera
membuat surat pemberitahuan mulai bekerja pada Pimpinan Bagian
PSDA Provinsi Jawa Tengah, Pimpinan Bagian PSDA Probolo Kutoarjo, dan
Pemerintah Daerah Setempat.
3. Sosialisasi
Air Baku Jambe Lima Metode Page 4 of 29

Penyedia jasa segera melaksanakan sosialisasi dengan pihak-pihak yang


terkait, seperti Kepala Desa, Tokoh Masyarakat setempat sehingga
pelaksanaan pekerjaan bisa terkendali dan lancar.
Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dilaksanakan sesuai rencana adalah 4
hari kalender , yang meliputi langkah langkah sebagai berikut :

4. Pembuatan Papan Nama Pekerjaan


Papan nama pekerjaan dibuat dengan menggunakan bahan dan ukuran
sesuai pada dokumen lelang atau menurut petujuk Direksi. Dan
dipasang ditempat yang mudah dilihat.

Air Baku Jambe Lima Metode Page 5 of 29

5. Fasilitas Lapangan
Dilaksanakan dengan menyewa rumah penduduk di sekitar lokasi
pekerjaan, hal ini dimaksudkan :
1. Memudahkan Pengawasan Pekerjaan
2. Memperkecil jarak distribusi/mobilisasi matrial khususnya Portland
cement terkait dengan efesiensi waktu & Biaya.
3. Memperkecil jarak / mobilisasi peralatan & Tenaga kerja terkait
dengan efesiensi waktu & Biaya.
4. Memudahkan koordinasi.
Direksi ini diamping berfungsi sebagi kantor lapangan juga diharapkan
mempunyai fungsi ganda sebagai gudang sementara bahan material
Portland cement yang harus disimpan pada tempat yang kering dan
tertutup serta peralatan2 ringan pekerjaan.
Direksi keet dilengkapi dengan :
1. Meja kursi kantor
2. Alat tulis
3. Media untuk menempel gambar perencanaan , progress pekerjaan
serta jadual pelaksanaan pekerjaan
4. Kotak P3K
5. Alat pemadam kebakaran
Air Baku Jambe Lima Metode Page 6 of 29

Pekerjaan Kantor Lapangan dan Fasilitasnya mempunyai potensi bahaya


terhadap tenaga kerja yaitu:
1) Bahaya akibat polusi yang dihasilkan oleh kegiatan pelaksanaan,
2) Bahaya akibat bangunan kantor dan fasilitasnya lainnya roboh,
3) Bahaya akibat terjadi genangan air dan pencurian pada bangunan

kantor dan fasilitas penunjang,


4) Bahaya akibat kebakaran di kantor atau di bangunan gudang dan

lainnya. Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan


akibat Pekerjaan Kantor Lapangan dan Fasilitasnya yaitu:
1) Bangunan

untuk

kantor

dan

fasilitasnya

harus

ditempatkan

sedemikian rupa sehingga terbebas dari polusi yang dihasilkan oleh


kegiatan pelaksanaan,
2) Bangunan

kantor

dan

fasilitas

lainnya

harus

dibuat

dengan

kekuatan struktural yang memenuhi syarat,


3) Bangunan kantor dan fasilitas harus dibuat pada elevasi yang lebih

tinggi dari daerah sekitarnya, diberi pagar keliling, dilengkapi dengan


jalan masuk dari kerikil serta tempat parkir.
Menyediakan kantor lapangan, gudang, stok pile barak kerja dan lainlain
a.

Fasilitas kantor lapangan, dan kantor direksi akan menyewa


rumah penduduk saja, sehingga cepat ditempati.

b.

Lokasi kantor dan kantor Direksi ditempatkan dilokasi yang mudah


dan cepat kearah beberapa lokasi pekerjaan yaitu kurang lebih
ditengah sepanjang lokasi pekerjaaan dengan harapan :
-

Memudahkan koordinasi bila pekerjaan dilakukan secara frontal /


Bersamaan.

Menghemat waktu perjalanan dari kantor lapangan ke lokasi kerja.

Khusus fasilitas tenaga kerja ( barak kerja ) akan ditempatkan dilokasi


kerjanya.
6. Dokumentasi dan Administrasi
Pengambilan gambar saat kondisi ( 0 %, 50 % dan 100 % ) dengan titik
dan sudut pandang yang sama sebagai dokumentasi Pelaksanaan
Air Baku Jambe Lima Metode Page 7 of 29

Pekerjaan

dan

kelengkapan

pada

pelaporan

pekerjaan

yang

dilaksanakan :
-

Menentukan lokasi bangunan dan saluran yang akan difoto untuk


dokumentasi dengan persetujuan Direksi.

Lakukan pengambilan gambar 0 % untuk semua lokasi yang sudah


ditentukan sebelumnya

Seleksi dan ulangi pemotretan bila ada yang gagal


Setelah gambar disusun menjadi 3 set, satu set selalu dibawa saat
pengambilan foto / gambar berikutnya 50 % dan seterusnya sampai
100 % sehingga back ground gambar bias dipertahankan / sama
( lokasi dan titik pengambilan tetap ).

Foto untuk lampiran kemajuan pekerjaan secara bulanan juga akan


mengambil posisi kemajuan pekerjaan, foto negatif akan diserahkan
ke Direksi pekerjan.

7. Pengukuran
Seluruh Pekerjaan pengukuran kembali dilaksanakan sesuai rencana
selama 10 hari kalender
a.

Pesiapan

Air Baku Jambe Lima Metode Page 8 of 29

b.

Pelaksanaan Pengukuran

Dari hasil Pelaksanaan pengukuran nantinya Menghasilkan gambar


untuk Contruction drawing ( gambar pelaksanaan ) serta mengetahui
volume hasil galian tanah normalisasi , dan langkah langkahnya adalah
sebagi berikut :
1. Mobislisasi Alat Ukur & Perlengkapannya serta Personil
2. Setting peralatan survey
Sebelum alat ukur siap digunakan terlebih dahulu semua peralatan
survey dicek kondisinya , apa masih laik pakai atau tidak ada
kerusakan dialat tersebut, jangan sampai sudah dilapangan baru
diketahui alat tidak dapat digunakan.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 9 of 29

Yang perlu dicek adalah:


Bacaan sudut Hz, apakah bacaan sudutnya masih masuk toreransi,
misal alat diarahkan ketarget yang agak jauh dan sudut diset
000000 lalu teropong dibalik pada keadaan pembacaan luar biasa,
misal terbaca 1800005 bacaan ini masih masuk toleransi jika
memang alat mempunyai ketelitian 5.
Konstanta Prisma, apakah sudah sesuai dengan spesifikasinya,misal
PC -30 untuk TS Sokkia, PC 0 untuk TS merek leica. Cek jarak
tembakan TS dengan meteran Baja apakah selisihnya jauh?
Cek kondisi Tripod, apakah tidak ada clam yang kendor atau lepas.
3. Perencanaan jalur pengukuran
Setelah kita dilapangan maka kita harus orientasi medan untuk
lintasan jalur polygon, kita pilih jalur yang paling bagus misalnya
Mengikuti jalur jalan yang sudah ada atau kalau tidaka ada jaln kita
pilih jalur yang tidak terlalu banyak rintangan.
4. Penentuan Bench Mark (BM)
Didalam pekerjaan pengukuran dilapangan pada umumnya akan
menghasilkan suatu titik. Titik bias jadi merupakan hasil dari ukuran
jarak, sudut ataupun secara sengaja diberikan sebagai tanda awal
dilapangan
demikian

untuk
untuk

kepentingan
menyatakan

selanjutnya
letak

titik

(titik

ikat).

dipermukaan

Dengan
bumi

ini

diperlukan suatu tanda.


Tanda tersebut dapat berupa benda hidup atupun benda mati, suatu
symbol dan lainnya. Akan tetapi pada ilmu ukur tanah umumnya
tanda untuk menyatakan letak titik adalah berupa tugu atau patok.
Tanda

tersebut

memilika

data

data

berupa

nama,

nomor,

tanggal/tahun dan kordinat yaitu nilai perpotongan sumbu X,Y pada


bidang horizontal serta nilai ketinggian Z pada bidang vertikal diukur
dari bidang 0 permukaan air laut rata-rata. Berdasarkan fungsi
pemanfaatannya, titik-titik dipermukaan bumi ini dikenal memiliki dua
sifat yaitu, bersifat tetap (permanen) serta bersipat sementara.
Banch mark adalah suatu monument / tugu / patok beton yang telah
diketahui titik kordinatnya (X,Y,Z) yang dipasang untuk pemetean.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 10 of 29

Dalam hal ini ketinggiannya di ukur secara teliti terhadap sistem


referensi tertu. BM tersebut dapat pula dipakai sebagai titik awal
pengukuran atau titik ikat atau titik kontrol.
5. Pengukuran Sipat Datar Profil
Dengan data ukuran jarak dan perbedaan tinggi titik-titik diatas
permukaan tanah dapat ditentukan irisan tegak dilapangan yang
dinamakan profil atau biasa pula disebut penampang. Pada pekerjaanpekerjaan rekayasa seperti saluran irigasi, dll, sangat dibutuhkan
bentuk profil atau tampang pada arah tertentu untuk perencanaan
kemiringan sumbu proyek, maupun hitungan volume galian atau
timbunan tanah dan lain-lain.
Pengukuran profil umumnya dibedakan atas profil memanjang searah
dengan sumbu proyek dan profil melintang dengan arah memotong
tegak lurus sumbu proyek pada interval jarak yang tertentu. (Basuki, S. 2006)
Prinsip pengukuran profil dilapangan adalah menggunakan cara TGB
untuk

mengukur

ketinggian

titik-titik

pada

jalur

pengukuran

dilapangan.
6. Pengukuran Profil Memanjang

Sekilas bila dilihat cara pengukuran profil memanjang hampir sama


dengan pengukuran sipat datar memanjang akan tetapi terdapat
perbedaan dari maksud dan pola dilapangan. Dengan cara TGB
khususnya cara kedua pada prinsip pengukuran beda tinggi antara
kedua titik, alat berada diluar jalur sumbu proyek maka hal yang
harus diperhatikan pada saat pengukuran adalah:
Air Baku Jambe Lima Metode Page 11 of 29

1. Harus memiliki titik ikat atau BM dilapangan, dengan interval jarak


antar titik yang umumnya dijumpai adalah 50, 100 meter.
2. Harus tersedia tabel pengukuran dan sketsa pengukuran.
3. Dalam pengukuran cara TGB terdapat bacaan belakang, bacaan
tengah dan bacaan muka, mengingat alat berada diluar garis
sumbu proyek sehingga pada posisi satu kali alat berdiri banyak
titik yang dapat diukur.
4. Rambu ditempatkan diatas patok sedangkan tinggi masing-masing
patok harus diukur dari permukaan tanah.
5. Dihitung atau dilihat hasil pengukuran pada theodolit.
6. Dipastikan pengukuran dengan menggunakan pita ukur.
7. Dicatat hasilnya pada buku data
7. Pengukuran profil Melintang

Arah profil melintang di setiap stasiun umumnya diambil tegak


lurus terhadap sumbu proyek, sebagai dasar ketinggian di setiap profil
adalah titik-titik stasiun yang telah diukur dari profil memanjang.
Lebar profil tergantung dari kebutuhan dan tujuan proyek, namun
pada umumnya batas lebar profil melintang ke kiri dan kanan dari
garis sumbu proyek adalah 50 m 100 m. (Basuki, S. 2006)
Pada daerah yang relatif datar, satu profil melintang mungkin
dengan

satu

kali

kedudukan

alat.

Namun

pada

daerah

yang

mempunyai topografi curam atau bergelombang tidak cukup dengan


sekali berdiri alat, mungkin dua kali atau lebih.

Air Baku Jambe Lima Metode Page 12 of 29

Di atas gambar profil inilah digambarkan tampang atau irisan


dari rencana proyek dan luasan yang terjadi antara permukaan tanah
asli dengan tampang proyek merupakan luas tampang galian atau
timbunan yang diperlukan atau dibuang. Dengan mengkombinasikan
antara tampang memanjang dan melintang maka volume dari tubuh
tanah yang ditimbun atau digali dapat dihitung.
Adapun cara pengukuran profil melintang dapat dilakukan
dengan cara yang sama dengan profil memanjang, akan tetapi jarak
antara titik-titik detail dilapangan lebih pendek dan disesuaikan
dengan maksud pengukuran tersebut.
Cara

lainnya

adalah

dengan

alat

berada

di

atas

titik

perpotongan sumbu proyek. Perbedaan dengan cara profil memanjang


adalah tiap alat berdiri pada suatu patok harus diukur ketinggiannya
dari atas patok dan ketinggian patok diukur dari permukaan tanah.
Keuntungan cara ini yaitu;
-

Irisan tanah akan tergambar dengan jelas

Tegak lurus garis sumbu proyek sehingga dapat digambar secara

planimetris
Dihitung atau dilihat hasil pengukuran pada theodolit.
Dipastikan pengukuran dengan menggunakan pita ukur.
Dicatat hasilnya pada buku data.
Pekerjaan

Pengukuran

dan

Pematokan

pada

Pekerjaan

mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga kerja yaitu:


1)

Gangguan kesehatan akibat kondisi kerja secara umum,

2)

Terluka akibat kondisi dan penggunaan meteran yang salah,

3)

Kecelakaan akibat pengaturan lalu lintas kurang baik,

4)

Kecelakaan akibat jenis dan cara penggunaan peralatan

salah,
5)

Kecelakaan akibat metode pemasangan patok.

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat


Pekerjaan Pengukuran dan Pematokan pada Pekerjaan yaitu:
1)

Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar,

2)

Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan meteran


Air Baku Jambe Lima Metode Page 13 of 29

yang sesuai dengan standar,


3)

Pengaturan lalu lintas harus sesuai dengan standar,

4)

Alat dan cara menggunakan harus benar dan sesuai dengan

standar,
5)

Pemasangan

patok

harus

benar

dan

sesuai

dengan

ketentuan.
8. Pembersihan Lokasi
1. Sebagai langkah awal peleksanaan pekerjaan, membersihkan
lapangan/Lokasi pembangunan dari hal-hal yang dapat merusak
pelaksanaan pembangunan.
2. Penebangan pohon/pembersihan harus tuntas sampai pada akarakarnya

sehingga

tidak

merusak

struktur

tanah

dengan

menggunakan cangkul,sabit,pisau tebang,dll.


Pekerjaan Pembersihan mempunyai potensi bahaya terhadap tenaga
kerja yaitu:
1) Jatuh akibat perlengkapan pekerja kurang memadai,
2) Luka akibat tertimpa pohon yang sedang dipotong,
3) Luka akibat terkena peralatan pembersihan lapangan

Antisipasi pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan akibat


Pekerjaan Pembersihan yaitu:
1) Harus menggunakan perlengkapan kerja yang standar,
2) Pembersihan harus dilakukan oleh pekerja yang

berpengalaman.
8. Mobilisasi
Setelah melihat hasil survery Lokasi perkejaan alat yang dipergunakan
untuk bekerja dimobilisasikan dari gudang / bengkel penyedia jasa
menuju lokasi pekerjaan. Dan kemudian akan kami mobilisasi pekerja.
9. Jalan Kerja

Air Baku Jambe Lima Metode Page 14 of 29

Jalan

yang

dimaksud

adalah

kemungkinan

membuat,

untuk

memudahkan lalu lintas material, alat dan tenaga kerja ke lokasi


pekerjaan yang bersangkutan.
9. Pengeringan dan Pembuatan Kisdam
Pengeringan Saluran dilakukan dengan terlebih dulu meminta ijin dulu
Direksi / Pengawas Pekerjaan dan disesuaikan dengan kebutuhan air
irigasi yang digunakan

penduduk setempat,. Dan untuk pembutan

kisdam penyedia jasa akan menggunakan tumpukan-tumpukan karung


pasir dengan ditahan dengan pancang bambu, apabila setelah dilakukan
pengeringan namun dalam

pelaksanaan pekerjaan berada di bawah

permukaan air tanah, air tersebut dipompa dahulu dan pengeringan air
dilakukan sedemian rupa sehingga dapat dipelihara kestabilan dari
dasar dan sisi miring yang digali sehingga semua pelaksanaan
konstruksi dikerjakan pada lahan kering dan pengalihan sementara dari
saluran irigasi yang ada harus disetujui Direksi dan pengawas lapangan.
10.

Galian Tanah biasa


a.

Galian Tanah Biasa sedalam < 1 m

b.

Galian Tanah Biasa sedalam 2-3 m

c.

Galian Tanah Biasa sedalam 5-7 m


Galian tanah biasa ini dilakukan setelah dilakukan pekerjaan
normalisasi saluran, Sebelum mengadakan kegiatan galian pondasi,
Penyedia Jasa diwajibkan memperhitungkan struktur tanah dan
bangunan (bila ada) lokasi yang akan digali. Metode penggalian
serta alat yang digunakan dalam pelaksaan penggalian harus
mempertimbangkan struktur tanah sekitar lokasi. Semua pekerjaan
penggalian dari beberapa bagian harus dilaksanakan menurut
ukuran ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar, atau menurut
ukuran dan ketinggian lain, yang mungkin akan diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan. Ukuran yang berdasarkan atau berhubungan
dengan ketinggian tanah, atau jarak harus ditunjukkan kepada
Direksi Pekerjaan lebih dahulu, sebelum memulai pekerjaan tanah
Air Baku Jambe Lima Metode Page 15 of 29

pada setiap tempat. Yang dimaksud dengan ketinggian tanah


dalam

spesifikasi

adalah

tinggi

permukaan

tanah

sesudah

pembersihan lapangan dan sebelum pekerjaan penggalian dimulai.


Dasar dan sisi galian, dimana akan didirikan bangunan harus selesai
dengan rapi menurut elevasi dan dimensi yang tertuang pada
gambar pelaksanaan. Jika waktu penggalian material yang digali
melampaui garis dan tingkat yang telah ditentukan, galian yang
melampaui batas tadi harus ditimbun lagi seluruhnya dengan
material yang terpilih kemudian dipadatkan lapis demi lapis yang
tebalnya tidak lebih dari 15 cm dengan dan atas biaya Penyedia Jasa
kecuali ditentukan lain. Jika tanah pondasi asli (natural foundation)
terganggu atau longgar karena pekerjaan-pekerjaan penggalian
Penyedia Jasa, ia akan dipadatkan dengan menumbuknya atau
menggilasnya

atau

jika

Konsultan

Supervisi

beserta

Direksi

Pekerjaan menghendakinya ia harus dipindahkan atau diganti


dengan bahan yang terpilih yang seluruhnya harus dipadatkan.
Penyedia Jasa harus menjaga agar galian bebas dari air selama
masa

Pembangunan.

Cara

menjaga

galian

bebas

dari

air,

pengeringan dan pembuangan air harus dengan cara yang dapat


disetujui oleh Pengawas Daerah. Penyedia Jasa harus menjamin
adanya peralatan yang siap dan cukup di lapangan setiap waktu
guna menghindari terhambatnya pekerjaan akibat terputusnya
kontinuitas pengeringan air. Bila terjadi keruntuhan/kerusakan tanah
dan bangunan disekitar lahan galian akibat kecerobohan dan
ketidaktelitian metode pelaksanaan, maka seluruh resiko akan
menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa. Hal yang membedakan jenis
galian tersebut di atas hanyalah material yang akan digali yang
berimplikasi terhadap jenis peralatan dan produktifitas hasil galian.

11.

Timbunan Tanah dipadatkan

Air Baku Jambe Lima Metode Page 16 of 29

Pelaksanaan pekerjaan Timbunan tanah dipadatkan ini menggunakan


tenaga manusia dan dengan alat bantu.
Material yang dipergunakan adalah bekas galian yang memenuhi
syarat Cara Pelaksanaan :
Sebelum di timbun dengan hasil galian normalisasi

terlebih dahulu tanah untuk tanggul dukupas 30 Cm untuk


membuang timbunan seperti sampah plastik ataupun lainnya
Menghampar

o
sesuai

elevasi

yang

tanah

timbunan

ditentukan

serta

dengan

ketebalan

memadatkan

sampai

kepadatan yang diinginkan.


o

Selama Pemadatan bila dipandang perlu dilakukan


pembasahan dengan air.

Melaksanakan

penimbunan

selanjutnya

sampai

mencapai elevasi yang tetal ditetapkan.


12.

Bongkaran Beton

Pelaksanaan pekerjaan bongkaran Beton ini menggunakan tenaga


manusia dan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana
kerja. Dan Sebelum beton dibongkar terlebih dahulu diukur/disesuikan
mana lokasi pasangan yang akan dibongkar dan terlebih dulu disetujui
Direksi Pekerjaan dan untuk hasil bongkaran beton diletakan dilokasi
yang mudah untuk diambil kembali untuk dipasang.

Beton yang akan dibongkar terlebih dulu diukur bagian mana


yang akan dibongkar. Setelah diukur dan mendapat persetujuan dari
Direksi pekerjaan dapat dimulai.

Peralatan dan perlengkapan disediakan di lokasi pekerjaan. Alat


yang dipakai adalah bodem, keranjang dan linggis.

Pelaksana mengarahkan prosedur pekerjaan bongkaran kepada


mandor dan diteruskan kepada pekerja.

Pekerja melaksanakan pekerjaan bongkaran dengan instruksi


mandor dan diawasi oleh pelaksana.

Pekerja membongkar beton dari bagian atas terlebih dahulu


kemudian ke bawah.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 17 of 29

Beton dibongkar dengan hati-hati menggunakan palu/ bodem,

spesi yang melekat pada beton bongkaran dibersihkan dengan cetok,


apabila dengan cetok tidak kuat maka dibersihkan dengan dipukul
menggunakan palu kecil.
Beton bekas bongkaran dikumpulkan untuk kemudian dibuang

sesuai petunjuk direksi pekerjaan.


Pekerjaan bongkaran beton selesai, pekerja membersihkan

lokasi dari spesi hasil bongkaran.


Pekerja dilengkapi dengan perlengkapan keamanan, seperti :

helm proyek, sepatu boot, sarung tangan dan safety bel untuk
mencegah hal-hal yang tidak diinginkan (kecelakaan).
Pelaksana berkoordinasi dengan Direksi pekerjaan dalam proses

pengerjaan.
Pelaksana

selalu

mengawasi

pekerjaan

yang

sedang

berlangsung, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan cepat dan


efisien.
Setelah pekerjaan bongkaran beton selesai Penyedia Jasa

memberitahukan

kepada

Direksi

pekerjaan

untuk

diadakan

pengukuran pekerjaan galian apakah sesuai dengan rencana kerja,


spesifikasi dan RAB.
Apabila Direksi menyatakan sudah sesuai dengan rencana

kerja, spesifikasi dan RAB, maka kami melanjutkan pekerjaan ke


tahap selanjutnya
13.

Bongkaran Pasangan Batu

Pelaksanaan pekerjaan bongkaran Pasangan Batu ini menggunakan


tenaga manusia dan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan gambar
rencana kerja. Dan Sebelum pasangan batu dibongkar terlebih dahulu
diukur/disesuikan mana lokasi pasangan yang akan dibongkar dan
terlebih dulu disetujui Direksi Pekerjaan dan untuk hasil bongkaran batu
diletakan dilokasi yang mudah untuk diambil kembali untuk dipasang.

Air Baku Jambe Lima Metode Page 18 of 29

Pasangan batu kali/ gunung yang akan dibongkar terlebih dulu


diukur bagian mana yang akan dibongkar. Setelah diukur dan
mendapat persetujuan dari Direksi pekerjaan dapat dimulai.

Peralatan dan perlengkapan disediakan di lokasi pekerjaan. Alat


yang dipakai adalah bodem, keranjang dan linggis.

Pelaksana mengarahkan prosedur pekerjaan bongkaran kepada


mandor dan diteruskan kepada pekerja.

Pekerja melaksanakan pekerjaan bongkaran dengan instruksi


mandor dan diawasi oleh pelaksana.

Pekerja membongkar pasangan dari bagian atas terlebih dahulu


kemudian ke bawah pasangan.

Pasangan dibongkar dengan hati-hati menggunakan palu/


bodem, spesi yang melekat pada batu bongkaran dibersihkan dengan
cetok, apabila dengan cetok tidak kuat maka dibersihkan dengan
dipukul menggunakan palu kecil.

Batu kali bekas bongkaran yang sudah dibersihkan dikumpulkan


di lokasi yang dekat dengan lokasi yang akan dipasang batu kali
bekas bongkaran.

Pekerjaan bongkaran pasangan batu/ kali selesai, pekerja


membersihkan lokasi dari spesi hasil bongkaran.

Pekerja dilengkapi dengan perlengkapan keamanan, seperti :


helm proyek, sepatu boot, sarung tangan dan safety bel untuk
mencegah hal-hal yang tidak diinginkan (kecelakaan).

Pelaksana berkoordinasi dengan Direksi pekerjaan dalam proses


pengerjaan.

Pelaksana

selalu

mengawasi

pekerjaan

yang

sedang

berlangsung, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan cepat dan


efisien.

Setelah pekerjaan bongkaran pasangan batu kali/ gunung


selesai Penyedia Jasa memberitahukan kepada Direksi pekerjaan
untuk diadakan pengukuran pekerjaan galian apakah sesuai dengan
rencana kerja, spesifikasi dan RAB.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 19 of 29

Apabila Direksi menyatakan sudah sesuai dengan rencana

kerja, spesifikasi dan RAB, maka kami melanjutkan pekerjaan ke


tahap selanjutnya
14.Pekerjaan Pasangan batu 1 PC : 4 Ps
Pekerjaan Pasangan Batu diawali dengan persiapan lahan dan
pemasangan profil sebagai acuan untuk membentuk pasangan batu
tersebut, komposisi campuran mortar yang digunakan sesuai aturan
yang telah disepakati sesuai dengan spesifikasi teknik.
Pengangkutan dengan menggunakan beton Mixer kapasitas 350 Liter..
Pada saat pemasangan batu dipukul dan sambungan / rongga diisi
penuh dengan mortar.
Metode Pelaksanaan :

Pekerjaan Pasangan batu ini dilakukan seiring dengan galian


tanah karena volume pasangan batu ini banyak dan tidak
menunggu sampai galian semua selesai

Setelah lahan siap, pasang profil dan bouwplank lebih dahulu


sebagai pedoman pasangan batu.

Penempatan elevasi sesuai bouplank

Siapkan beton mixer, material ( pasir, batu kali dan semen )

Setelah persiapan selesai, ajukan ijin pelaksanaan kedireksi


pekerjaan diteruskan mengambil gambar dokumentasi lokasi yang
akan dipasang

Pasangan batu kali bisa dilaksanakan dengan mengaduk


campuran pasir, semen dan air sesuai ketentuan / spesifikasi
teknik yanitu campuran 1 : 4

Tempatkan mortar / adukan kelikasi pasang, tempatkan batu


kali atau batu pecah keatas mortar yang sudah dihampar.

15.

Pekerjaan Plesteran 1 Pc : 3 Ps

Pekerjaan plesteran dilaksanakan pada pasangan batu belah di


bagian-bagian tertentu ( bagian atas pasangan ) sesuai dengan
spesifikasi teknik dan gambar kerja, sebelum pekerjaan plesteran
Air Baku Jambe Lima Metode Page 20 of 29

dilaksanakan, bagian-bagian yang akan diplester dibersihkan dari


kotoran-kotoran yang melekat.

Material dan alat disiapkan di lokasi pekerjaan.

Material yang dipakai adalah : pasir, semen, dan air. Pasir


dibersihkan dari semua kotoran, air yang dipakai adalah air dari
sumber air tanah.

Pekerja menyiapkan spesi dengan perbandingan 1 semen : 3


pasir, spesi diaduk dengan molen untuk mendapatkan hasil yang
homogen.

Pasir dimasukkan ke dalam gentong molen terlebih dahulu


kemudian semen dengan perbandingan tersebut di atas dan diaduk
sampai pasir dan semen bercampur. Setelah dirasa sudah campur
baru diberi air bersih secukupnya sesuai kebutuhan spesi dengan
posisi molen masih mengaduk. Setelah spesi sudah matang/
campuran semen, pasir dan air merata, adukan spesi dituang ke
kotak tempat spesi.

Spesi dibawa ke tempat pasang plesteran dimana tukang dan


pembantu tukang sudah siap ditempat.

Sebelum plesteran dipasang terlebih dahulu semua permukaan


yang akan diplester dibersihkan. Apabila bidang yang akan
diplester terlalu kering maka terlebih dahulu permukaan dibasahi
menggunakan air bersih untuk mendapatkan ikatan yang kuat
antara spesi lama dengan spesi baru.

Pekerjaan Plesteran dikerjakan 1 lapis sampai jumlah ketebalan


1,5 cm dan dihaluskan dengan air semen.

Untuk

menghindari

retak-retak

rambut

pada

permukaan

plesteran yang sudah selesai karena sust pengerasan, maka


permukaan plesteran yang sudah selesai harus dibasahi dengan air
selama 7 hari berturut-turut.

Plesteran dibentuk sesuai gambar kerja atau sesuai petunjuk


Direksi pekerjaan dan dirapikan sehingga terlihat bagus.

Semua spesi yang jatuh atau tidak menempel dibersihkan dan


dibuang.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 21 of 29

Setelah pekerjaan selesai Penyedia

Jasa

memberitahukan

kepada Direksi pekerjaan untuk diadakan pengukuran pekerjaan


tersebut apakah sesuai dengan rencana kerja, spesifikasi dan RAB.
Dan pelaksana dapat mengambil gambar/ foto di lokasi yang sama
pada

saat

pengambilan

foto

0%,

50%.

untuk

dokumentasi

pekerjaan pasangan batu pecah 100%.

Apabila Direksi menyatakan sudah sesuai dengan rencana


kerja, spesifikasi dan RAB, maka kami melanjutkan pekerjaan ke
tahap selanjutnya.

16.

Pekerjaan Siaran 1 Pc : 2 Ps

Pekerjaan siaran ini dilaksanakan pada permukaan pasangan batu


dibagian yang tidak diplester. Sebelum pekerjaan siaran dimulai,
semua bidang sambungan antara batu muka harus dikorek sehingga
nat-nat yang akan diisi spesi bisa menyatu dan kelihatan jelas natnatnya.

Material dan alat disiapkan di lokasi pekerjaan.

Material yang dipakai adalah : pasir, semen, dan air. Pasir


dibersihkan dari semua kotoran, air yang dipakai adalah air dari
sumber air tanah.

Pekerja menyiapkan spesi dengan perbandingan 1 semen : 2


pasir, spesi diaduk dengan molen untuk mendapatkan hasil yang
homogen.

Pasir dimasukkan ke dalam gentong molen terlebih dahulu


kemudian semen dengan perbandingan tersebut di atas dan diaduk
sampai pasir dan semen bercampur. Setelah dirasa sudah campur
baru diberi air bersih secukupnya sesuai kebutuhan spesi dengan
posisi molen masih mengaduk. Setelah spesi sudah matang/
campuran semen, pasir dan air merata, adukan spesi dituang ke
kotak tempat spesi.

Spesi dibawa ke tempat pasang siaran dimana tukang dan


pembantu tukang sudah siap ditempat.

Air Baku Jambe Lima Metode Page 22 of 29

Sebelum siaran dipasang terlebih dahulu semua permukaan


yang akan di siar dibersihkan. Apabila bidang yang akan diplester
terlalu

kering

maka

terlebih

dahulu

permukaan

dibasahi

menggunakan air bersih untuk mendapatkan ikatan yang kuat


antara spesi lama dengan spesi baru.

Pekerjaan siaran dikerjakan 1 lapis sampai jumlah ketebalan 1,5


cm dan dihaluskan dengan air semen.

Untuk menghindari retak-retak rambut pada permukaan siaran


yang sudah selesai karena susut pengerasan, maka permukaan
siaran yang sudah selesai harus dibasahi dengan air selama 7 hari
berturut-turut.

siaran dibentuk sesuai gambar kerja atau sesuai petunjuk


Direksi pekerjaan dan dirapikan sehingga terlihat bagus.

Semua spesi yang jatuh atau tidak menempel dibersihkan dan


dibuang.

Setelah pekerjaan selesai Penyedia

Jasa

memberitahukan

kepada Direksi pekerjaan untuk diadakan pengukuran pekerjaan


tersebut apakah sesuai dengan rencana kerja, spesifikasi dan RAB.
Dan pelaksana dapat mengambil gambar/ foto di lokasi yang sama
pada

saat

pengambilan

foto

0%,

50%.

untuk

dokumentasi

pekerjaan pasangan batu 100%.

Apabila Direksi menyatakan sudah sesuai dengan rencana


kerja, spesifikasi dan RAB, maka kami melanjutkan pekerjaan ke
tahap selanjutnya.

17.

Pekerjaan Pembesian

Pekerjaan pembesian merupakan bagian dari pekerjaan struktur.


Pekerjaan

ini

memegang

perananpenting

dari

aspek

kualitas

pelaksanaan mengingat fungsi besi tulangan yang penting dalam


kekuatanstruktur
pekerjaan

gedung.

pembesian

Berikut

mulai

dari

adalah

metode

pelaksanaan

tahappenyimpanan

hingga

pemasangan tulangan. Sebelum pekerjaan ini dimulai terlebih dahulu

Air Baku Jambe Lima Metode Page 23 of 29

pemotongan pembesian dilakukan, dan material besi sesuai dengan


spesifikasi dalam dokumen lelang.
Metode Pelaksanaan :
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam tahap penyimpanan :
Tumpukan besi jangan sampai bersentuhan dengan tanah. Oleh
karena itu, harus diganjal denganbalok beton.
Besi harus berjarak minimal 5 cm dari logam yang lain
Besi

harus

terlindung

dari

kotoran,

karat,

benturan,

dan

minyak.Cara pelaksanaan dalam tahap penyimpanan :


Setiap bandek besi garus terdiri dari dari satu jenis besi (bentuk
dan diameter)
Di dalam label ditulis panjang, tipe, nomer referensi, dan kode besi.
Cara

pemotongan

dan

pembengkokan

besi

tulangan

adalah

sebagai berikut :
Gunakanlah meja yang kuat dan rata
Siapkanlah gambar acuan
Cek diameter besi
Cek kembali besi-besi yang telah dibengkokan
Cek ukuran mandrel benar-benar pas. Inside Radius >2d untuk besi
kekuatan rendah, 3d untuk besikekuatan tinggi.
Jika ada besi yang susah dibengkokan maka boleh dipanaskan
dengan persetujuan engineer.
Ikuti perubahan schedule pembesian dan dapatkan dokumen
terbaru.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan besi tulangan
adalah sebagai berikut :
Besi harus bersih (dari kotoran dan minyak)
Peletakan tulangan pembesian harus diatur sehingga ada ruang
tersedia untuk proses pemadatanbeton.
Jika ada besi yang perlu disambung maka harus ada overlapping
yang sesuai perhitungan atauspesifikasi teknis.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 24 of 29

Besi dirangkai/dipotong sesuai dengan gambar kerja kemudian


diikat terlebih dahulu dengan kawat dan dipasang ditempat yang
direncanakan dan terlebih dahulu di lot / diwaterpass agar sesuai
dengan gambar kerja
18.

Pekerjaan Begisting Beton

Sebelum

pekerjaan

pengecoran

dimulai

dilakukan

pembuatan

begisting dan untuk material menggunakan Multliplek 12 mm sesuai


dengan spesifikasi teknis dalam dokumen lelang.
Metode Pelaksanaan :

Setelah lahan siap, pasang profil dan bouwplank lebih dahulu


sebagai pedoman

Penempatan elevasi sesuai bouplank

Kemudian pemasangan begisting untuk membentuk bentuk


sesuai dengan gambar kerja dan sebelum pekerjaan pengecoran
dimulai harus diwaterpass

19.Pekerjaan Beton Lantai Kerja


Pekerjaan Beton lantai kerja diawali persiapan lahan dan pemasangan
profil sebagai acuan, komposisi campuran mortar sesuai dengan
karekteristik beton yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah
disepakati sesuai dengan spesifikasi teknik.
Metode Pelaksanaan :

Setelah lahan siap, pasang profil lebih dahulu sebagai


pedoman

Penempatan elevasi sesuai bouplank

Siapkan beton mixer, material ( Split, pasir, dan semen )


kemudian diaduk menggunakan beton mixer

Setelah persiapan selesai, ajukan ijin pelaksanaan kedireksi


pekerjaan diteruskan mengambil gambar dokumentasi lokasi yang
akan dipasang

Air Baku Jambe Lima Metode Page 25 of 29

pekerjaan beton dilaksanakan sesuai ketentuan / spesifikasi

teknik

Dicek begisting posisi berubah / goyang atau tidak dan


diusahakan air campuran beton tidak keluar dari begisting

Kemudian

diikuti

dengan

pengecoran

dan

dipadatkan

menggunakan concreate vibrator sampai dengan pengecoran


selesai

Sampai

dengan

pemeliharan/penyempurnaan

setelah

pengecoran beton.
20.Pekerjaan Beton K. 175
Pekerjaan Beton diawali persiapan lahan dan pemasangan profil
sebagai

acuan,

komposisi

campuran

mortar

sesuai

dengan

karekteristik beton yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah


disepakati sesuai dengan spesifikasi teknik.
Metode Pelaksanaan :

Setelah lahan siap, pasang profil lebih dahulu sebagai


pedoman

Penempatan elevasi sesuai bouplank

Siapkan beton mixer, material ( Split, pasir, dan semen )


kemudian diaduk menggunakan beton mixer

Setelah persiapan selesai, ajukan ijin pelaksanaan kedireksi


pekerjaan diteruskan mengambil gambar dokumentasi lokasi yang
akan dipasang

pekerjaan beton dilaksanakan sesuai ketentuan / spesifikasi


teknik

Dicek begisting posisi berubah / goyang atau tidak dan


diusahakan air campuran beton tidak keluar dari begisting

Kemudian

diikuti

dengan

pengecoran

dan

dipadatkan

menggunakan concreate vibrator sampai dengan pengecoran


selesai

Sampai

dengan

pemeliharan/penyempurnaan

setelah

pengecoran beton.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 26 of 29

21.Pekerjaan Beton K. 225


Pekerjaan Beton diawali persiapan lahan dan pemasangan profil
sebagai

acuan,

komposisi

campuran

mortar

sesuai

dengan

karekteristik beton yang digunakan sesuai dengan aturan yang telah


disepakati sesuai dengan spesifikasi teknik.
Metode Pelaksanaan :

Setelah lahan siap, pasang profil lebih dahulu sebagai


pedoman

Penempatan elevasi sesuai bouplank

Siapkan beton mixer, material ( Split, pasir, dan semen )


kemudian diaduk menggunakan beton mixer

Setelah persiapan selesai, ajukan ijin pelaksanaan kedireksi


pekerjaan diteruskan mengambil gambar dokumentasi lokasi yang
akan dipasang

pekerjaan beton dilaksanakan sesuai ketentuan / spesifikasi


teknik

Dicek begisting posisi berubah / goyang atau tidak dan


diusahakan air campuran beton tidak keluar dari begisting

Kemudian

diikuti

dengan

pengecoran

dan

dipadatkan

menggunakan concreate vibrator sampai dengan pengecoran


selesai

Sampai

dengan

pemeliharan/penyempurnaan

setelah

pengecoran beton.
22.Perbaikan Trash rack
Pekerjaan

Perbaikan

Trash

rack

diawali

persiapan

lahan

dan

pengukuran dimensi Trash rack sesuai dengan aturan yang telah


disepakati sesuai dengan spesifikasi teknik.
Metode Pelaksanaan :

Trash rack dipesan pada bengkel/tukang las sesuai dengan


dimensi dan ukuran di dalam gambar kerja.
Air Baku Jambe Lima Metode Page 27 of 29

Setelah persiapan selesai, ajukan ijin pelaksanaan kedireksi

pekerjaan diteruskan mengambil gambar dokumentasi lokasi yang


akan dipasang
Pemasangan Trash rack sesuai dengan ketentuan di dalam

dokumen.

Sampai

dengan

pemeliharan/penyempurnaan

setelah

pengecoran beton.
23.Pelaksanaan Penyempurnaan dan perbaikan
Penyedia Jasa akan melakukan penyempurnaang untuk pekerjaanpekerjaan agar pekerjaan yang dilaksanakan akan rapi. Dan penyedia
jasa akan menyiapkan 1 grup pekerja untuk menyelusuri dari hulu ke
hilir baik itu bangunan maupun saluran yang dikerjakan untuk
penyempurnaan/finishing pekerjaan
24.Pekerjaan Pembersihan /Demobilisasi
Setelah

pekerjaan

selesai

dan

sudah

dilakukan

pembersihan

dilakukan demobilisasi peralatan dan tenaga.


25.

Pelaksanaan PHO

Sebelum pelaksanaan PHO / Pemeriksaan kelapangan penyedia jasa


akan mengajukan permohonan PHO dan

Pekerjaan Penyedia jasa

akan menyiapkan :
a. Iventori pekerjaan yang dituangkan dalam MC 100 %
b. Menyiapkan semua laporan baik itu laporan harian, mingguan dan
bulanan
c. Menyiapkan Foto 0 %, 50 % dan 100 %
d. Draf As build Drawing dalam bentuk :
1 (satu) buah CD/DVD
1 (satu) ganda kalkir A1
1 (satu) ganda blueprint A1
3 (tiga) ganda A3
Air Baku Jambe Lima Metode Page 28 of 29

e. Menyiapkan

persyaratan

yang

disyaratkan

agar

PHO

dapat

diterima antara lain :


-

Surat pernyataan tidak mempunyai hutang dengan pihak


manapun

26.

Surat Puas dari perwakilan desa yang ada pekerjaan

Surat kerja sama /KSO dengan P3A


Masa Pemeliharaan

Penyedia Jasa dalam masa pemeliharaan selama 6 Bulan / 180


( Seratus delapan puluh ) hari kalender akan menempatkan personil
yang dalam 2 minggu sekali akan melakukan penyelusuran untuk
mengetahui apakah hasil pekerjaan ada kerusakan ataupun perlu
penyempurnaan. Dan Penyedia jasa apabila ada kerusakan atau
penyempurnaan akan dikerjakan dengan berkoordinasi dengan
Direksi Pekerjaan sampai masa pemeliharaan selesai dan dilakukan
penyerahan kedua / FHO.
27.

Pelaksanaan FHO
Penyedia jasa akan mengajukan permohonan pelaksanaan FHO
apabila sudah dilakukan inventori bahwa pekerjaan yang mengalami
kerusakan/penyempurnaan

sudah

disempurnakan

samapi

dapat

diterima Tim Pemeriksa FHO

Kebumen, 12 Maret 2015


CV. FADH ARSIETA

S U L A R S O, Amd
Direktur

Air Baku Jambe Lima Metode Page 29 of 29