Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN HASIL OBSERVASI

DI SMK PERTANIAN PEMBANGUNAN NEGERI LEMBANG


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Kajian
Teknologi dan Vokasi yang diampu oleh Ibu Dr. Sri Hadayani, M.Pd.

Disusun oleh,
Euis Lise Indahsari
Fadhil Ibrahim
Faizah Khoirunnisa
Juliana M Nur
Nida Awalia Hanifah
Sarah Nur Fauziah
Sari Nurmayani
Tita Suminar
Yanni Handayani
Yuni Suryani
Winni Trinita M

1307636
1304163
1303995
1306948
1300626
1300822
1305544
1307702
1306681
1307703
1304693

PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2014

KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan ke Hadirat Illahi Rabbi karena berkat
rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah
Kajian Teknologi dan Vokasi ini. Laporan ini memuat segala sesuatu yang penulis
dapatkan melalui kegiatan observasi dan wawancara di SMK Pertanian
Pembangunan Negeri Lembang pad tanggal 2014.
Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Dr. Sri Handayani,
M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Kajian Teknologi dan Vokasi yang
telah membimbing kami dalam pembuatan makalah, serta rekan-rekan yang
senantiasa memberikan dorongan dan bantuan baik berupa moril maupun materil
sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan lancar dan baik.
Semoga dengan adanya makalah ini, dapat memberikan manfaat untuk
kami dan untuk pembaca. Meski begitu, kami menyadari bahwa pada penyusunan
makalah

ini belumlah

mencapai

kesempurnaan,

oleh sebab itu

kami

mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, sehingga makalah ini
menjadi sempurna dan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandung, Desember 2014


Tim Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................. 1
A. Latar Belakang.................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................. 1
C. Tujuan............................................................................................. 1
D. Manfaat Observasi.............................................................................. 2
E. Metode Observasi..............................................................................2
BAB II HASIL OBSERVASI..........................................................................3
A. Profil SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang.................................3
1. Visi dan Misi SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang....................4
2. Sistem Pendidikan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang..............4
3. Model Pembelajaran di SMK Pertanian Pembanguna Negeri Lembang..........6
B. Program Keahlian di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang............13
C. Kompetensi Lulusan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang............14
D. Sistem Bimbingan dan Konseling di SMK Pertanian Pembangunan Negeri
Lembang.............................................................................................. 17
BAB III PENUTUP................................................................................... 21
A. Kesimpulan.................................................................................... 21
B. Saran............................................................................................ 21
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... iii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Vokasional adalah pendidikan yang memuat kurikulumkurikulum yang peka terhadap keperluan tenaga-tenaga ahli yang diperlukan
dalam suatu industri nyata dalam kehidupan. Pendidikan Vokasional yang sudah
dirintis Indonesia adalah SMK (Sekolah Kejuruan Menegah). Pemberian ilmu
teori yang juga didukung dengan intensnya pengaplikasian atau penerapan teori.
Dalam keadaan Industri yang mulai menggeliat, Indonesia sangat membutuhkan
banyak pekerja siap pakai yang dilengkapi keahlian diberbagai bidang termasuk
salah satunya bidang keagroindustrian. Maka untuk mengetahui lebih lanjut
mengenai sistem pendidikan yang berlangsung di SMK, kami melakukan
observasi ke SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah profil SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang?
2. Apa saja program keahlian yang ada di SMK Pertanian Pembangunan
Negeri Lembang?
3. Bagaimana kompetensi lulusan SMK Pertanian Pembangunan Negeri
Lembang?
4. Bagaimana sistem bimbingan dan konseling di SMK Pertanian
Pembangunan Negeri Lembang?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penyusunan laporan
observasi ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui profil SMK Pertanian Pembangunan Negeri
Lembang.
2. Untuk mengetahui program keahlian yang ada di SMK Pertanian
Pembangunan Negeri Lembang.
3. Untuk mengetahui seperti apa kompetensi lulusan SMK Pertanian
Pembangunan Negeri Lembang.

4. Untuk mengetahui seperti apa sistem bimbingan dan konseling di SMK


Pertanian Pembangunan Negeri Lembang
D. Manfaat Observasi
Setelah melakukan observasi di SMK Pertanian Pembangunan Negeri
Lembang diharapkan kita dapat memahami bagaimana sistem pendidikan yang
diterapkan di Sekolah Menengah Kejuruan serta cara mengajar yang tepat untuk
jenjang pendidikan vokasi dan kejuruan dan mengaplikasikannya ketika kita
menjadi guru dimasa yang akan datang.
E. Metode Observasi
Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan observasi ini adalah :
a. Studi literatur
b. Observasi Langsung
c. Wawancara

BAB II
HASIL OBSERVASI
A. Profil SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang
SMK

Pertanian Pembangunan

Negeri Lembang

Dinas Pendidikan

Provinsi Jawa, Barat di Lembang Yang dulu dikenal dengan sebutan Sekolah
Pertanian Menengah Atas (SPMA) pada mulanya, didirikan pada, tanggal 24
September 1964 oleh masyarakat Bandung Utara yang disponsori Ikatan Pemuda
Bandung Utara (IPBU), Lembaga Sosial Desa Cidadap dan SPMA Tanjungsari
yang diresmikan dengan Surat Keputusan Gubernur DT.I Jawa Barat No. B.III
l12/E-50/Pend/SK/1965 tanggal 26 September 1965, pada saat itu, yang menjadi
Gubernur adalah Bapak Mashudi (kini Dr. HC Letjen. Purn. TNI Mashudi). Yang
semula berlokasi di jalan Dr. Setiabudhi No. 193 Kotamadya Bandung.
Sejak tahun 1998 melalui proses ruislag (tukar guling) oleh Pemerintah
Provinsi Jawa Barat kampu SMK PP N Lembang pindah ke Cilumber Lembang.
dengan ditandatangani surat kesepakatan bersama antara Menteri Pertanian dan
Menteri

Pendidikan

Nasional

tanggal

31

Juli

2008

nomor

1018/kpts/hm.220/7/2009/04/VII/KB2008. Tentang Pembinaan SMK-Pertanian,


maka nomenklaturnya menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian
Pembangunan Negeri Lembang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Gambar 1. Logo Sekolah SMK

Gambar 2. Bangunan Utama SMK PPN

PPN Lembang

Lembang

1. Visi dan Misi SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang


Terwujudnya

Sumber

Daya

Visi
Manusia

yang

relevan

profesional,

berkarakter, berbudi luhur, berkinerja tinggi dan berjiwa wiraswasta yang


dilandasi iman dan taqwa, sehingga dapat berperan sebagai pelaku pembangunan
pertanian modern yang berwawasan agribisnis.
Misi
a. Menciptakan lulusan yang cerdas, unggul, relevan dan memiliki kemampuan
merencanakan, mengelola dan mengembangkan agribisnis.
b. Memberi pelayanan yang bermutu dan mandiri dalam proses pembelajaran
untuk menciptakan tenaga teknis menengah pertanian yang relevan dalam
rangka mengisi pasar tenaga kerja pertanian.
c. Menumbuhkan

sikap

displin,

tanggung

jawab

dan

kreatif

dalam

mengembangkan bakat dan minat siswa.


d. Membentuk mental spiritual siswa yang tangguh dilandasi iman dan taqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa.
e. Mendorong penyebaran ketenagakerjaan pertanian yang profesional.
f. Memotivasi dan meningkatan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan
SDM pertanian.
g. Melaksaakan pengkajian untuk pengembangan informasi dan SDM pertanian.
h. Meningkatkan kesadaran pentingnya lingkungan hidup yang sehat
2. Sistem Pendidikan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang
Di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang ini telah menerapkan
system kurikulum 2013, namun hanya diterapkan untuk siswa kelas 10 dan 11
saja, untuk kelas masih menggunakan kurikulum 2006 KTSP. Sehingga proses
pembelajarannya pun disesuaikan dengan kurikulum yang digunakan. Berikut
adalah prosesmpembelajraan yang berlaku di SMK Pertanian Pembangunan
Negeri Lembang :
1.
Proses Pembelajaran di SMK PPN Lembang dilakukan mulai pukul 07.15
sampai 13.45 WIB
2.
Per satu Mata pelajaran mempunya nilai 2 x 45 Menit

3.

Waktu rehat untuk siswa mempunyai nilai waktu 1 x 45 menit yaitu pada

4.

pukul 10.15
Dalam satu hari siswa dibebani 4 mata pelajaran yang diajarkan, baik itu

mata pelajaran yang Produktif, Adaptif, Normatif maupun muatan lokal.


5.
Siswa yang melangar peraturan sekolah misal : dengan tidak memakai
pakaian seragam yang sudah ditentukan dari sekolah atau pun pelanggaran
yang lainnya, tidak diperbolehkan memasuki ruangan kelas kecuali sudah
mendapat ijin dari guru piket dan diberi sangsi sesuai aturan yang berlaku.
6.
Begitu pun untuk siswa yang terlambat, tidak diperbolehkan memasuki
7.

ruangan kelas sebelum meminta ijin kepada guru piket di ruangan piket.
Untuk seluruh siswa diharapkan dapat mengikuti pelaturan sekolah.
Untuk menunjang kualitas pendidikan di SMK Pertanian Pembangunan

Negeri Lembang dilengkapi Sarana dan Prasarana yaitu : Ruang teori untuk
pelajaran Normatif, Adaptif dan Produktif.
Sarana yang dimiliki SMK PPN Lembang sangat kumplit yang difasilitasi
untuk keperluan siswa dalam proses pembelajarannya. dari mulai ruang kelas
yang bersih sampai alat-alat pertanian yang diatur dan dirawat dengan rapi pula.
Sementara untutk prasarananya ditunjang oleh berbagai fasilitas, diantaranya :
1. Lahan praktek 15,57 Ha
2. Gedung sekolah
3. Laboratorium : kimia, fisika, biologi, klimatologi, pasca panen, bahasa,
dan komputer
4. Aula Serba guna
5. Bengkel latih / mekanisasi
6. Perpustakaan
7. Lapangan olah raga
8. Green House, Screen House
9. Kandang ternak sapi, kambing, ayam
10. MEsjid
11. Asrama siswa
12. Perumahan guru/karyawan
13. Mess
14. Bis Sekolah
15. Pusat kesehatan siswa/doktor.

Gambar 3. Green House SMK PPN Lembang

Gambar 4. Mesjid SMK PPN Lembang

Gambar 5. Perpustakaan SMK PPN Lembang


3. Model Pembelajaran di SMK Pertanian Pembanguna Negeri

Lembang
Model pembelajaran yang dterapkan di SMK Pertanian pembangunan
Negeri Lembang adalah model pembelajaran sitem ganda, adapun di sekolah
tersebut menjalankan program unit produksi namun system itu tidak diterapkan
untuk siswa, namun menjadi salah satu program yang dijalankan oleh staf
pengurus yaitu staf unit produksi, dimana hasil unit produksinya sepenuhnya
menjadi milik sekolah yang digunakan untuk pengembangan dan pembangunan
sekolah. Untuk lebih jelasnya, akan dijelaskan dalam paparan berikut.
A. SISTEM GANDA
1. Pengertian Pendidikan Sistem Ganda (PSG)

Pendidikan sistem ganda selanjutnya disebut PSG adalah suatu bentuk


penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan yang memadukan secara
sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah menengah kejuruan dengan
program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui bekerja langsung pada
pekerjaan sesungguhnya di institusi pasangan, terarah untuk mencapai suatu
tingkat keahlian profesional tertentu (pasal 1; ayat 1). (Anonim, 2008)
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau mungkin lebih akrab dikenal dengan
Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan
keahlian profesional, yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara
program pendidikan di sekolah dan program pengusahaan yang diperoleh melalui
kegiatan bekerja langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian
profesional. Dimana keahlian profesional tersebut hanya dapat dibentuk melalui
tiga unsur utama yaitu ilmu pengetahuan, teknik dan kiat. Ilmu pengetahuan dan
teknik dapat dipelajari dan dikuasai kapan dan dimana saja kita berada, sedangkan
kiat tidak dapat diajarkan tetapi dapat dikuasai melalui proses mengerjakan
langsung pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. (Anonim, 2008)
Pendidikan Sistem Ganda dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan
tenaga kerja yang profesional dibidangnya.Melalui Pendidikan Sistem Ganda
diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang profesional tersebut. Dimana
para siswa yang melaksanakan Pendidikan tersebut diharapkan dapat menerapkan
ilmu yang didapat dan sekaligus mempelajari dunia industri. (Anonim, 2008)
Tanpa diadakannya Pendidikan Sistem Ganda ini kita tidak dapat langsung
terjun ke dunia industri karena kita belum mengetahui situasi dan kondisi
lingkungan kerja.Selain itu perusahaan tidak dapat mengetahui mana tenaga kerja
yang profesional dan mana tenaga kerja yang tidak profesional.Pendidikan Sistem
Ganda memang harus dilaksanakan karena dapat menguntungkan semua pihak
yang melaksanakannya. (Anonim, 2008)
2. Latar Belakang Dilaksanakan Pendidikan Sistem Ganda
Pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan
kebijaksanaan link and match yang berlaku pada semua jenis dan jenjang
pendidikan di Indonesia .Direktorat Pendidikan Menengah kejuruan mendapat
tugas langsung dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan

dan melaksanakan pendekatan pendidikan dengan Sistem ganda pada Sekolah


Menengah Kejuruan. (Anonim, 2008)
Pendekatan Pendidikan dengan Sistem Ganda sebagai kajian tak
terpisahkan dari kebijakan link and match dijadikan pola utama penyelenggaraan
kurikulum sekolah menengah kejuruan yang dimulai pada tahun pelajaran
1994/1995.Pada kurikulum SMK Negeri Darul Ulum Muncar tercantum bidang
Pengalaman Kerja Lapangan pada program Kejuruan.Penyelenggaraan Kurikulum
SMK Negeri Darul Ulum Muncar sepenuhnya dilaksanakan oleh sekolah, lalu
diberikan kesempatan untuk melaksanakan Pengalaman Kerja Lapangan di
Industri / Perusahaan dalam waktu antara 3 sampai dengan 6 bulan.Pada
penyelenggaraan Kurikulum SMK yang di mulai pada tahun pelajaran 1994/1995
dengan pola utama Sistem ganda, pendidikan dimungkinkan dapat di laksanakan
di sekolah dan di Industri / Perusahaan semenjak tingkat I ( satu ) sampai dengan
tingkat III ( Tiga ).Upaya-upaya ini di lakukan dalam rangka mewujudkan
peningkatan mutu sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional.
(Anonim,2008)
3. Landasan Hukum Pendidikan Sistem Ganda
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda akan menjadi salah satu bentuk
penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan sesuai dengan ketentuan pada
Undang-Undang Nomor 2 / 1989 tentang Sistem pendidikan Nasional, dan
peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, dan
Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 1992 tentang Peranan masyarakat Dalam
Pendidikan Nasional, dan Kepmendikbud Nomor 080 / U / 1993 dalam Anonim,
2008, tenang Kurikulum SMK, sebaagi berikut:
1. Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui 2 ( dua ) jalur yaitu
jalur pendidikan sekolah dan jalur pendidikan luar sekolah. [ UUSPN,
Bab IV, pasal 10, ayat ( 1 ) ]
2. Penyelenggaraan sekolah menengah dapat bekerjasama dengan
masyarakat terutama dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh
sumber

daya

dalam

rangka

menunjang

penyelenggaraan

dan

pengembangan pendidikan. [ PP 29, Bab XI, pasal 29, ayat ( 1 ) ]

3.

Pengadaan dan pendayagunaan sumberdaya pendidikan di lakukan oleh


Pemerintah, masyarakat, dan /atau keluarga peserta didik. [ UUSPN, Bab

VIII, pasal 33 ]
4. Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluasluasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan Nasional
. [ UUSPN, Bab XIII, pasal 47, ayat ( 1 ) ]
5. Peran serta masyarakat dapat berbentuk pemberian kesempatan untuk
magang dan atau latihan kerja. [ PP 39, Bab III, pasal 4, butir ( 8 ) ].
6. Pemerintah dan Masyarakat menciptakan peluang yang lebih besar untuk
meningkatkan peransertamasyarakat dalam Sistem pendidikan Nasional .
[ PP 39, Bab VI, pasal 8, ayat ( 2 ) ]
7. Pada sekolah menengah dapat dilakukan uji coba gagasan baru yang di
perlukan dalam rangka pengembangan pendidikan menengah . [ PP 29,
Bab XIII, pasal 32, ayat ( 2 )
4. Tujuan Pendidikan Sistem Ganda
Merujuk kepada Kepmendikbud

RI

Nomor

323/U/1997

tentang

Penyelenggaraan PSG pada SMK (pasal 2), tujuan PSG adalah: (a) Meningkatkan
mutu dan relevansi pendidikan kejuruan melalui peranserta IP; (b) Menghasilkan
tamatan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja yang sesuai
dengan tuntutan lapangan kerja; (c) Menghasilkan tamatan yang memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi bekal dasar pengembangan
dirinya secara berkelanjutan; (d) Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap
pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan; (e) Meningkatkan
efisiensi penyelenggaraan pendidikan menengah kejuruan melalui pendayagunaan
sumberdaya pendidikan yang ada di dunia kerja.
Sejalan dengan itu, Konsep PSG pada SMK (1996: 8 dalam Anonim,
2008) menyebutkan tujuan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan
pendekatan PSG adalah:
Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu
tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, dan etos kerja
yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
Meningkatkan dan memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan (link and
match) antara lembaga pendidikan pelatihan kejuruan dan dunia kerja.
Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja berkualitas
profesional.

Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman keja sebagai


bagian dari proses pendidikan.
Tujuan pembelajaran program PSG yang banyak dipengaruhi oleh
dinamika

kehidupan

masyarakat,

diharapkan

secara

terstandar

dapat

menghantarkan peserta didik menjadi lulusan SMK yang berkemampuan


relevan.Adapun standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan
menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan
peserta didik (Peraturan Mendiknas RI nomor 23 tahun 2006; pasal 1, ayat
1).Standar kompetensi lulusan SMK menggambarkan harapan masyarakat
terhadap hasil pembelajaran. (Anonim, 2008)
Sejalan dengan tujuan pembelajaran program PSG, Suwarma AL-Mukhtar
(1992; 78 dalam Anonim, 2008) mengemukakan bahwa dalam perkembangannya
hendaknya dapat memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan
dan hidup lebih baik, mengingat keberadaan institusi pendidikan adalah
diperuntukkan

bagi

peningkatan

kehidupan

masyarakat,

khususnya

lingkungannya.
Tujuan pembelajaran program PSG merupakan rujukan dalam pembinaan
dan pengembangan kemampuan peserta didik yang sejalan dengan dinamika
kehidupan masyarakat, dapat memberikan bekal berharga bagi lulusan SMK
untuk dapat meraih kehidupan yang lebih baik. Pembelajaran program PSG di
SMK yang bertujuan menghasilkan tenaga kerja tingkat menengah, dalam
dinamikanya dipengaruhi oleh perubahan kebutuhan institusi kerja terhadap hasil
pembelajaran, seperti yang dikemukakan Asari Djohar pada Pidato Pengukuhan
Guru Besar UPI (2008; 5 dalam Anonim, 2008) yaitu ; dari hanya mampu
bekerja dengan teknologi madya menjadi mampu bekerja dengan teknologi
canggih dan dari hanya mampu bekerja di dalam negeri menjadi mampu bekerja
di luar negeri. Tujuan pembelajaran program PSG dalam perkembangannya
sejalan dengan dinamika kehidupan masyarakat yang banyak melahirkan macam
atau bentuk pekerjaan baru, sejalan dengan upaya pemenuhan kebutuhan tenaga
kerja yang mempunyai persyaratan dan keterampilan kerja yang berbeda dari
sebelumnya. (Anonim, 2008)
Tujuan pembelajaran program PSG disusun dan dikembangkan secara
dinamis sejalan dengan perubahan kebutuhan institusi kerja atau kehidupan
masyarakat,

menggambarkan

suatu

pemenuhan

kebutuhan

dan

harapan
10

masyarakat terhadap proses dan hasil pembelajaran. Tujuan pembelajaran program


PSG menggambarkan suatu kombinasi yang sinkron dan dinamis dalam
menyajikan pembelajaran dan prakerin sesuai dengan standar pelaksanaan
pembelajaran program PSG. (Anonim, 2008)
B. SISTEM UNIT PRODUKSI
Konsep Unit Produksi
Unit produksi merupakan salah satu program yang dikembangkan
olehDirektorat pendidikan Menengah Kejuruan yang dimaksudkan sebagai
salahsatu pola pengajaran di sekolah disamping pola-pola lain. yang lazim
diterapkan.Hal ini antara lain dimaksudkan dalam rangka mendekatkan
kesesuaianantara mutu tamatan dengan kemampuan kerja yang dibutuhkan oleh
lapangankerja. Unit prorluksi sebagai wahana pelatihan keahlian kejuruan harus
dikelolasecara

profesional,

pengoperasianmaupun

baik

yang

menyangkut

manajemennya.Pengelolaan

input

unit

pendukung,

produksi

secara

profesional antara lain dapat dilihatdari indikator-indikator seperti yang tertuang


dalam pasal 30 KeputusanMenteriPendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 0490/UI1992 dalam Martubi dan Satunggalno, 1998. pasal
tersebut menyebutkan bahwa kegiatan unit produksi di SMK meliputi:(1)
mengorientasikan
dapatmenghasilkan

kegiatan
barang

belajar
atau

siswa

jasa

pada

yang

jenis

layak

pekerjaan

untuk

dijual;

yang
(2)

mengorientasikankegiatan peningkatan kemampuan guru SMK pada jenis


pekerjaan yang dapatmenghasilkan barang atau jasa yang layak untuk dijual; (3)
mengusahakankegiatan praktek siswa di dunia kerja; (4) mengusahakan kegiatan
magang bagiguru di dunia kerja; (5) melaksanakan kegiatan perawatan dan
perbaikansarana dan prasarana pendidikan di SMK dengan prinsip swakelola; (6)
menyelenggarakankegiatan pelatihan yang dapat memberikan imbalan jasa
bagiSMK; (7) melaksanakan kegiatan kerjasama produksi, pemasaran, dan
promosi;dan (8) melaksanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat umum
denganmendayagunakan sumber daya di sekolah yang sekaligus dapat
memberipemasukan dana bagi sekolah. (Martubi dan Satunggalno, 1998)
Dan berdasarkan hasil wawancara dengan humas bimbingan industry
(hubin) dan wakil kepala sekolah SMK PPN Lembang , bahwa sekolah terebut
11

menggunakan system pendidikan atau model pembelajarannya system ganda dan


unit produksi .
Pendidikan System ganda ini merupakan suatu proses pembelajaran yang
di lakukan di sekolah dan tanggung jawab sepenuhnya ada di bawah keamanan
sekolah edangkan untuk pengaplikasiannya ilmu yang sudah dimilikinya yaitu di
lakukan di industry atau peruahaan guna untuk mendapatkan pengalaman .
Pada pendidikan system ganda yang di anut oleh SMK PPN Lembang ini
dilakukan dengan agenda kegiatan siswa/siswi kelas XI wajib melakukan
swakarya wirausaha , dimana swakarya wirausaha ini merupakan sebuah
pembagian kelompok beljar siwa dalam berwirausaha dan di berikan bom modal
dari pihak sekolah . elain itu pada semester 5 mereka juga harus magang selama 3
bulan di perusahaan-perusahaan tertentu yang telah menjalin kerjasama dengan
sekolah atau di sebut juga dengan prakerin .
Sedangkan untuk system unit produksi ini yang menjalankannya bukanlah
siswa namun merupakan para staf khusus bagian unit produksi yang
mengembangkan berbgai jenis produksi diantara lahan pertanian yang luas yang
di manfaatkan dengan penanam tumbuhan dan sapi ternak yang dimana nanti
hasilnya akan di jual dan labanya akan di anggarkan untuk biaya pengembangan
dan pengeloaan sekolah . sehingga unit produksi ini benar-benar dari sekolah
untuk sekolah dan oleh sekolah . namun tidak melibatkan siswanya .
B. Program Keahlian di SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang
SMK PP N Lembang memiliki 2 (dua) program studi yaitu :
1. Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
2. Penyuluhan Pertanian
Susunan Program Pendidikan
I. Program Normatif
1. Pendidikan Agama
2. Pendidikan Kewarganegaraan
3. Bahasa dan Sastra Indonesia
4. Pendidikan Jasmani dan Orkes
5. Seni Budaya
II. Program Adaptif
1. Bahasa Inggris
2. Matematika

Penyuluhan Pertanian (Prodi Baru)


1. Managemen Agribisnis
2. Teknologi Produksi Tanaman
Pangan
3. Teknologi Produksi Hortikultura
4. Teknologi Produksi Tanaman
Perkebunan
5. Budidaya Ruminansia
12

3.
4.
5.
6.
7.

Fisika
Kimia
Biologi
Ilmu Pengetahuan Sosial
Komputer & Pengelolaan

Informasi
III. Program Produktif
Agribisnis Tanaman Pangan dan
Hortikultura
1. Kewirausahaan
2. Managemen Agribisnis
3. Perlindungan Tanaman
4. Teknologi Produksi Tanaman
Pangan
5. Teknologi Produksi
Hortikultura
6. Teknologi Pasca Panen
7. Teknologi Benih Tanaman
8. Alat dan Mesin Pertanian
9. Pertamanan
10. Praktek Kerja Industri

6. Budidaya Non Ruminansia


7. Budidaya Ikan
8. Mekanisasi Pertanian
9. Agroklimatologi
10. Teknologi Pasca Panen
11. Teknik Komunikasi dan Dasar
Penyuluhan Pertanian
12. Metode, Media dan Teknik
Penyuluhan Pertanian
13. Sosiologi Pedesaan dan
Pembangunan Masyarakat Desa
14. Program dan Evaluasi
Penyuluhan Pertanian
15. Kapita Selekta
16. Praktek Kerja Industri
(Prakerin)
17. Praktek Kompetensi Penyuluhan
Pertanian

(Prakerin)
Praktek Kerja Industri mencetak siswa SMK yang siap pakai
Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari
Pendidikan Sistem Ganda yang merupakan inovasi pada program SMK dimana
peserta didik melakukan praktek kerja (magang) di perusahaan atau industri yang
merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pelatihan di SMK.
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) diilhami oleh dua system (dual system) yang
dilakukan di Jerman. Mulai diberlakukan di Indonesia berdasarkan kurikulum
SMK tahun 1994, dipertajam dengan kurikulum SMK edisi 1999 dan dipertegas
dengan kurikulum SMK edisi 2004.
Di Indonesia dalam penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda, peserta
diklat SMK menjalani magang di industri hanya beberapa bulan selama mereka
menjalani sistem pendidikan tiga tahun atau empat tahun di SMK. Pendidikan
Sistem Ganda melalui program praktik kerja industri merupakan suatu langkah
nyata (substansial) untuk membuat sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan
lebih relevan dengan dunia kerja dalam rangka menghasilkan tamatan yang
bermutu.
13

C. Kompetensi Lulusan SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang


Seperti yang terdapat pada pengkajian teknologi dan kejuruan dengan UU
no 23 tentang Sistem pendidikan Nasional, lulusan SMK PP Lembang ini pun
diarahkan untuk memiliki delapan kompetensi initi yaitu :
1. Communication Skills
2. Critical and Creative Thinking
3. Information/Digital Literacy
4. Inquiry/Reasoning Skills
5. Interpersonal Skills
6. Multicultural/Multilingual Literacy
7. Problem Solving
8. Technological Skills
Berdasarkan hasil wawancara dengan bidang kesiswaan dan beberapa
guru, 80% persen siswa SMK PP Lembang telah bekerja sesaat setelah dinyatakan
lulus, kemudian dari 80% setengah bagiannya telah bekerja sesuai dengan
jurusannya. Lulusan SMK PP Lembang memasuki dunia kerja dengan baik
dengan arahan sekolah (penyaluran) pada intansi atau lembaga yang bekerja sama
dengan SMK PP Lembang, ada juga yang bekerja di perusahaan yang bukan
merupakan mitra dari SMK PP Lembang namun tetap bergerak dalam bidang
pertanian. Namun ada sebagian kecil lulusannya yang tidak bekerja di perusahaan
Agroindustri melainkan mereka bekerja di lahan-lahan pertanian milik keluarga
mereka, mengingat pertimbangan bahwa sebagian besar siswa di sekolah ini
memiliki latar belakang keluarga sebagai petani dan berekonomi keluarga dari
menengah ke bawah.
Adapun lembaga yang menjadi mitra dari SMK PP Lembang antara lain
CV Hexamika Sarana, KOPPATRA, PT Dwi Sarana, Balai Pertanian dan lain-lain.
Lulusan SMK PP Lembang juga diarahkan untuk menjadi lulusan yang kompeten
oleh karena itu sekolah menerapkan sistem pendidikan SMK selama 4 tahun
dengan model penyelenggaraan Sistem ganda. Sistem praktik industri juga
dilakukan untuk mencetak lulusan yang siap pakai sebagaimana informasi yang
terdapat dalam sebuah artikel di website resmi sekolah ini, yakni sebagai berikut :
Pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) merupakan bagian dari
Pendidikan Sistem Ganda yang merupakan inovasi pada program SMK dimana
peserta didik melakukan praktek kerja (magang) di perusahaan atau industri yang
merupakan bagian integral dari proses pendidikan dan pelatihan di SMK.
14

Pendidikan Sistem Ganda (PSG) diilhami oleh dua system (dual system) yang
dilakukan di Jerman. Mulai diberlakukan di Indonesia berdasarkan kurikulum
SMK tahun 1994, dipertajam dengan kurikulum SMK edisi 1999 dan dipertegas
dengan kurikulum SMK edisi 2004.
Di Indonesia dalam penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda, peserta
diklat SMK menjalani magang di industri hanya beberapa bulan selama mereka
menjalani sistem pendidikan tiga tahun atau empat tahun di SMK. Pendidikan
Sistem Ganda melalui program praktik kerja industri merupakan suatu langkah
nyata (substansial) untuk membuat sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan
lebih relevan dengan dunia kerja dalam rangka menghasilkan tamatan yang
bermutu. Program yang dilaksanakan di industri atau dunia usaha meliputi:
1. Praktik dasar kejuruan yang dilaksanakan sebagian di sekolah dan
sebagian lainnya di industri.
2. Praktik dasar kejuruan dapat dilaksanakan di industri apabila industri
pasangan memiliki fasilitas pelatihan memadai. Namun apabila industri
pasangan tidak memiliki fasilitas pelatihan maka kegiatan praktik dasar
kejuruan sepenuhnya dilaksanakan di sekolah.
3. Praktik keahlian produktif dilaksanakan di industri dalam bentuk praktik
kerja industri (on the job training) berbentuk kegiatan mengerjakan
pekerjaan produksi atau jasa di industri atau perusahaan.
4. Untuk pelaporan prakerin pada cover laporan diwajibkan mencantumkan
logo ISO.
Official SMK PP Lembang juga giat memberikan informasi lowongan
kerja bagi lulusannya yang dinformasikan melalui website sekolah, pada akses
yang kami lakukan pada di tanggal 16 Desember 2014 di website resmi sekolah
terdapat laman yang memuat lowongan kerja yang relevan dengan kompetensi
lulusan sekolah ini yaitu yang terkait dengan penyuluh pertanian dan sebaginya.
Berikut ini halaman yang memuat informasi bagi lulusan SMK PP Lembang

15

Gambar 3. Halaman Busa Kerja SMK PP Lmebang


Dari penjelasan-penjelasan di atas, terlihat bahwa sebagian besar lulusan
SMK PP Lembang langsung berperan di dunia kerja dan agroindustri, namun 20%
dari lulusan SMK ini pula diterima dan melanjutkan sekolahnya di Perguruan
Tinggi Negeri dan swasta di Indonesia baik dengan program Swasta maupun
mandiri.
D. Sistem Bimbingan dan Konseling di SMK Pertanian Pembangunan
Negeri Lembang
Di SMK PPN Lembang terdapat lembaga BK dengan fasilitas dua ruangan
khusus sebagai tempat bimbingan konseling siswa SMK PPN Lembang.Di SMK
ini tersedia dua orang guru bimbingan konseling, sedangkan bimbingan yang
diberikan meliputi empat bimbingan yaitu bimbingan psikologi, sosial, karir dan
belajar.
Dalam kurikulum 2013, konteks tugas guru bimbingan dan konseling dalam
pendidikan adalah dalam proses pengenalan diri oleh peserta didik beserta
peluang dan tantangan yang ditemukannya dalam lingkungan, sehingga peserta
didik mandiri mengambil keputusan penting perjalanan hidupnya (belajar, pribadi,
sosial dan karir) dalam rangka mewujudkan kehidupan yang produktif, sejahtera,
dan bahagia serta peduli kepada kemaslahatan umum, melalui pedidikan. Fokus
layanan bimbingan dan konseling adalah menumbuh-kembangkan kompetensi
kemandirian peserta didik sebagai nilai inti karakter. Program layanan bimbingan
16

dan konseling disusun berdasarkan hasil analisis needs assesmen kebutuhan dan
perkembangan peserta didik serta potensi lingkungan yang mendukung
pelaksanaan program bimbingan dan konseling.
Kontribusi program bimbingan dan konseling dalam satuan pendidikan
tidak diukur dengan rasio guru bimbingan dan konseling, namun diukur melalui
kadar proporsi layanan bimbingan dan konseling belajar, pribadi, sosial, dan karir.
Layanan bimbingan dan konseling dilaksanakan menggunakan teknik/ strategi
secara individual, kelompok, dan klasikal dengan menggunakan instrument dan
media yang relevan.Program bimbingan dan konseling di sekolah merupakan
program yang secara sistematis diarahkan untuk mengoptimalkan pencapaian
kompetensi perkembangan setiap peserta didik dalam aspek pribadi, sosial, belajar
dan karirnya secara utuh dimana nilai inti karakter melekat di dalam semua bidang
layanan tersebut. Guru bimbingan dan konseling memiliki tugas dan tanggung
jawab untuk menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling yang
berorientasi pengembangan dan pemeliharaan karakter, dan melayani seluruh
peserta didik, dengan kerangka program kerja yang meliputi layanan dasar,
layanan responsif, layanan perencanaan individual, dukungan sistem dan
kolaboratif. Rancangan program bimbingan dan konseling senantiasa berdasarkan
hasil analisis kebutuhan peserta didik dan upaya pencapaian tujuan pendidikan
nasional.Kebutuhan layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik
diberikan melalui rancangan program layanan dasar, layanan responsif, layanan
perencanaan individual, dan dukungan sistem.Layanan Dasar merupakan layanan
yang bersifat antisipatoris, preventif dan pengembangan yang diberikan kepada
semua peserta didik.
Layanan dasar diarahkan untuk pengembangan kompetensi perkembangan
sesuai dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan peserta didik. Layanan dasar
diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik melalui
kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal yang disajikan secara
sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai dengan
tahap dan tugas-tugas perkembangan yang diperlukan dalam pengembangan
kemampuan memilih dan mengambil keputusan dalam menjalani kehidupannya.
Layanan ini dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling sendiri maupun

17

dengan kolaborasi dengan guru mata pelajaran, orang tua, dan pakar yang berada
di luar sekolah
Dalam penerapan kurikulum 2013 ini di SMK PPN Lembang, Bimibingan
dan Konseling tidak dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang dipelajari di
kelas, di sistem kurikulum 2013 pelayanan peminatan peserta didik terbagi
menjadi tiga yaitu bimbingan klasikal, bimbingan kelompok dan bimbingan
individu. Dan implementasinya di SMK PPN Lembang adalah rutinnya guru BK
untuk berkeliling kelas memantau perkembangan peserta didik sehingga walaupun
tidak adanya mata pelajaran BK dalam kegiatan belajar mengajar, bimbingan
konseling itu tetap ada dan wali kelas pun memiliki peranan besar dalam
bimbingan dan konseling ini, wali kelas senantiasa mengamati perkembangan
peserta didiknya dan menjembatani siswanya yang dengan guru BK.
Sebagaimana kita ketahui bahwa perubahan kurikulum di sekolah
berdampak pada aktivitas pendidik, termasuk guru bimbingan konseling atau
konselor.Ada penekanan yang perl mendapatkan perhatian secara proporsional
yakni program peminatan peserta didik. Guru harus selalu berperan aktif
menghadapi perubahan kurikulum ini.
Disamping itu, lembaga BK di SMK PPN Lembang ini memiliki peranan
dalam proses penjurusan siswa baru. Lembaga BK menggelar psikotes untuk
mengetahui bakat dan minat siswa yang menjadi salah satu indicator yang dilihat
untuk proses penjurusan.
Dan sebagaimana kita ketahui pula bahwa pendidikan vokasi atau kejuruan
adalah suatu pendidikan yang berbeda dengan pendidikan umum. Berikut
penjelasan (Byram & Wenrich, 1956: 50-51) tentang pendidikan kejuruan
(vocational education): Vocational education is teaching people how to work
effectively. Vocational education takes place when an individual or group of
individuals acquires information, an understanding, an ability, a skill, an
appreciation, an interest and/or an attitude, any or all of which enable him to
begin or to continue in activity of a productive or service nature. Dari konsep teori
ini terlihat bahwa tujuan akhir dari pelaksanaan pendidikan kejuruan adalah agar
para lulusannya dapat melaksanakan kegiatan atau pekerjaan yang bersifat
produktif secara efektif.
Pendidikan kejuruan diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki
wawasan profesional, yaitu sesuatu yang tertanam di dalam diri seseorang yang
18

mempengaruhi perilakunya, yaitu peduli kepada mutu (tidak asal jadi), bekerja
cepat, tepat dan efisien tanpa atau dengan pengawasan orag lain, menghargai
waktu, dan menjaga reputasi.Karakter seperti ini adalah karakter tenaga kerja
yang disukai dan diperlukan oleh dunia kerja.Diperlukan suatu usaha
pembentukan sikap profesional yang sistematis dan waktu yang lama di SMK
untuk mencapai tujuan tersebut. Dibutuhkan juga perlakuan khusus (special
treatment) bagi siswa tertentu, kelompok siswa tertentu, atau sekolah tertentu
untuk membentuk keunggulan sesuai kondisi siswa, sekolah tempat belajarnya,
dan potensi daerah tempat SMK berada (Dedi Supriadi, et al, 2002: 236).
Dalam hubungan antara tujuan penyelenggaraan SMK dengan lemabaga BK
adalah penyiapan karir siswanya, maka harus dipertimbangkan adanya konsep
pendidikan karir yang terintegrasi didalamnya.Pendidikan karir (career education)
di sekolah menengah atas (high school) mencakup pemberian kesempatan pada
para siswa untuk mengeksplorasi lebih jauh dunia kerja, serta menarik
hubungannya dengan minat, potensi dan kemampuan diri mereka. Pendekatan
bagi para siswa di jenjang ini bisa dibagi kedalam dua kelompok, yaitu: (1) para
siswa yang berencana mencari pekerjaan segera setelah lulus sekolah menengah
atas, serta (2) para siswa yang merencanakan untuk melanjutkan ke jenjang lebih
tinggi. Pendekatan pendidikan karir bagi kedua kelompok ini harus berbeda
namun tetap fleksibel, terutama bagi sekolah menengah yang khusus kejuruan
(Wenrich & Wenrich, 1974 dalam Dedi Supriadi, et al, 2002: 256).Terilhat jelas
bahwa pendidikan karir di sekolah tidak bisa disamakan untuk seluruh siswa.

19

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang adalah SMK yang
bergerak dengan beberapa pada bidang pertanian dan pengolahannya, SMK ini
terletak di Lembang yang merupakan daerah dengan potensi pertanian yang
tinggi. SMK PP Lembang lebih spesifik mengarahkan siswanya untuk belajar
pada bidag agrobisnis dan penyuluhan pertanian dalam penyelenggaraan
pendidikannya, SMK ini menerapakan sisitem pendidikan Sistem ganda dan Unit
Produksi, selain itu SMK ini juga telah menerapkan kurikulum 2013 disertai mata
pelajaran pendukung kemampuan teknis siswa yakni dengan adanya mata
pelajaran Sistem digital. Sebagian besar lulusan dari SMK ini merupakan lulusan
yang kompeten di bidang agrobisnis dan penyuluhan pertanian, serta 80% dari
lulusan SMK ini telah bekerja sesuai dengan bidangnya, dan sisanya melanjutkan
ke Perguruan Tinggi Negri dan Swasta baik pada bidang Nutrisi, pertanian dan
ilmu alam lainnya. Dalam rangka memperoleh lulusan yang kompeten, SMK ini
giat melaksanakan bimbingan karir yang diselenggarakan oleh lembaga BK dan
Lembaga mitra SMK PP Lembang.
B. Saran
Dalam penyelenggaraan pendidikan, diperlukan beberapa pertimbangan
mengenai intrumen, sarana pra sarana dan standar baik itu standar guru, strandar
sisiswa maupun standar staff. Oleh karena itu alangkah baiknya jika setiap
sekolah menengah kejuruan menyelenggarakan pendidikannya yang terstruktur
dan memadai serta mampu bekerja sama dengan lembaga atau industry yang
berkaitan dengan bidang yang diajarkan pada peserta didik.

20

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2008). Pendidikan Sistem Ganda. [Published Paper]. [Online]. Tersedia
di

http://www.scribd.com/doc/4387745/Pengertian-Pendidikan-system-

ganda. Diakses pada 17 Desember 2014.


Bagian Hubin SMK Pertanian Pembangunan Negeri Lembang
Byram & Wenrich (1956). Vocational Education and Practical Arts in the
Community School. Macmillan Company.
Dedi Supriyadi (2002). Sejarah Pendidkan Teknik dan Kejuruan di Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Dikdas dan Dikmenjur.
Martubi dan Satunggalno. (1998). Model-Model Penyelenggaraan Unit Produksi
Di Sekolah Menengah Kejuruan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta.
Institut Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta. [Online]. Tersedia di
http://www.google.com/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CB
sQFjAA&url=http%3A%2F%2Fstaff.uny.ac.id%2Fsystem%2Ffiles
%2Fpenelitian%2FMartubi%2C%2520%2520M.Pd.%2C%2520M.T.
%2FModel%2520Unit%2520Produksi%2520SMK%2520DIY.pdf.
Diakses pada 17 Desember 2014.
Website
Resmi
SMK
Pertanian

Pembangunan

Negeri

Lembang

(http://www.smkppnlbg.com)