Anda di halaman 1dari 1

Biodiesel dari minyak dedak

Biodiesel dapat dibuat dengan proses esterifikasi dari minyak nabati yang mengandung
asam lemak bebas tinggi. Namun, permasalahan yang sering dihadapi adalah mahalnya harga
minyak nabati yang digunakan dalam pembuatan biodiesel. Oleh karena itu, minyak dedak
dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pembuatan biodiesel karena mempunyai
kandungan asam lemak bebas yang tinggi dan harganya murah.
Indonesia sebagai penghasil gabah terbesar ketiga di dunia, memproduksi dedak dalam
jumlah besar. Kandungan asam lemak bebas (Free Fatty Acid / FFA) yang tinggi dalam
minyak dedak padi menyebabkan minyak dedak padi dapat dikonversi menjadi Fatty Acid
Methyl Ester (biodiesel) dengan proses esterifikasi dan transesterifikasi.
Metode yang dilakukan untuk pembuatan metil ester (biodiesel) adalah esterifikasi
kemudian dilanjutkan dengan transesterifikasi. Untuk mendapatkan minyak dedak, dilakukan
proses ekstraksi dedak menggunakan methanol sebagai solvent, selanjutnya pada proses
esterifikasi minyak dedak ditambahkan katalis H2SO4, tujuan proses esterifikasi dalam
penelitian ini adalah untuk mengkonversi asam lemak bebas menjadi metil ester. Setelah
esterifikasi, dilanjutkan dengan transesterifikasi untuk mengkonversi trigliserida menjadi
metil ester (biodiesel) dengan menambahkan NaOH sebagai penetral dan katalis. Biodiesel
yang dihasilkan mengandung 84,93 % metil ester, dengan komponen utamanya adalah metil
oleat. Pembuatan biodiesel dari minyak dedak ini masih dalam proses penelitian dan
pengembangan.
DAFTARPUSTAKANYA

Hikmah, Maharani Nurul dan Zuliyana. (2010). Pembuatan Metil Ester (Biodiesel) dari
Minyak Dedak dan Metanol dengan Proses Esterifikasi dan Transesterifikasi. Skripsi Fakultas
Teknik Universitas Diponegoro Semarang.