Anda di halaman 1dari 4

Pendekatan Legal

Pendekatan yang kedua terhadap akuntansi yang banyak dipakai para


pendatang baru untuk menganlisis situasi-situasi seperti kasus ABC
adalah dengan menyarankan untuk memperoleh pendapat hukum l(legal).
Seperti yang banyak dikatakan orang, bahwa penjualan harus diakui bila
hak milik legal berpindah. Sayangnya, cara ini tidak menyelesaikan
masalah tersebut segampang yang diharpkan orang karena biasanya hak
berpindah bila persidangan yang mengadili suatu kasus memutuskan
bahwa hak memang sudah berpindah.
Banyak kasus hukum yang menyangkut sifat penghasilan. Misalnya, kasus
Eisner v. Macomber yang disidangkan di Mahkamah Agung A.S. tahun
1920. Yang dipermasalahkan adalah apakah dividen saham itu
penghasilan atau bukan. Charles Evans Hughes, yang tampil mewakili
tergugat, menyatakan bahawa :
Sudah menjadi hakikat penghasilan bahwa penghasilan harus direalisasi.
Potensi saja tidak cukup. Penghasilan menyiratkan pemisahan dan
realisasi. Penambahan hutan bukanlah penghasilan sampai hutan itu
ditebang. Kenaikan tanah karena pertumbuhan dan kesejahteraan
masyarakat bukanlah penghasilan sampai kenaikan itu direalisasi. Dalam
hal investasi tidak ada penghasilan sampai ada keuntungan yang terpisah
dan terealisasi.

Karena tidak ada uang tunai, Hughes berpendapat, tidak ada penghasilan.
Argumentasi ini diterima oleh mayoritas Mahkamah. Tetapi Hakim
Brandeis, dalam penolakannya, menunjukan bahwa, jika dividen saham
dibebaskan dari pajak, manajemen akan menerbitkan semua dividennya
dalam bentuk saham, dan membiarkan pemegang saham menguangkan
saham-saham itu.
Kasus lain adalah James v. United States. Kasus ini melibatkan seseorang
laki-laki yang mengelapkan $738,000 dari majikannya selama tahun 1951
sampai 1954. Dalam kasus ini James dinyatakan oleh hakim bahwa James
tidak memiliki penghasilan, karena seorang yang melakukan penggelapan
sedikitpun tidak mendapat hak, hak milik, atau kepentingan atas barang
jarahannya. Dengan logika ini, apakah berate bahwa perusahaan yang
terlibat dalam penyelundupan narkotika tidak mendapatkan penghasilan
karena perusahaan itu tidak memegang hak legal atas uang yang
diperolehnya ? Haruskah perusahaan itu dibebaskan dari pajak
penghasilan ?
FASB, dalam menetapkan suatu Kerangka Dasar Konsetual untuk
akuntansi, menyelidiki penggunaan hukum untuk menetapkan prinsipprinsip akuntansi. Mereka mencatat bahwa dalam banyak situasi selalu

ada masalah ekonomi selain masalah legal. Para pengacara dan hakim
memandang konsep property dan konsep-konsep yang terkait dengan
cara yang hamper sama dengan cara para akuntan dan pengusaha
memandang aktiva, dan mereka menghadapi kesulitan yang hamper
sama dalam hal definisi. Jadi ringkasnya, wlaupun undang-undang tentu
saja memberikan banyak contoh yang dapat merangrang pemikiran
mengenai masalah-maslaah dalam teori akuntansi, undang-undang jarang
menjadi factor yang menentukan.
Pendekatan Etika
Pendekatan yang ketiga adalah pendekatan etika. Pendekatan etika
terhadap teori akuntansi menekankan konsep-konsep keadilan,
kebenaran, dan kewajaran. Pertimbangan seperti tidak adanya
kesengajaan
untuk
memihak
(bias)
dan
kejujuran
penyajian
(representational faith-fulness) dianggap sebagai karakteristik yang perlu
dalam system akuntansi yang andal. Netralitas, yang berate bahwa
informasi tidak boleh dipoles agar mempengaruhi perilaku kea rah
tertentu, adalah sifat yang sangat penting dalam penetapan standar.
Pertimbangan etika, dengan kata lain, mempunyai pengaruh yang
meresap di seluruh aspek akuntansi.
Banyak orang menggunakan istilah kebenaran dengan arti sesuai dengan
fakta, yang ekuivalen dengan konsep kejujuran penyajian. Akan tetapi,
tidak semua yang mengacu pada kebenaran dalam akuntansi mempunyai
definisi yang sama mengenai fakta. Sebagian besar mengacu pada fakta
akuntansi sebagai data yang objektif dan dapat diuji. Jadi, biaya historis
merupakan fakta akuntansi bagi mereka. Bagi lainnya, istilah kebenaran
digunakan untuk mengacu pada penilain aktiva dan beban menurut
ukuran ekonomi saat ini.
Banyak orang mengasosiasikan istilah kebenaran dengan nilai adil atau
peryataan yang menurut prinsip-prinsip yang sudah mapan. Misalnya,
banyak yang menganggap pengakuan keuntungan pada saat penjualan
aktiva merupakan pelaporan keadaan yang sebenarnya. Hal ini
menyebabkan kebenaran laporan keuangan tergantung pada keabsahan
fundamental aturan dan prinsip yang telah diterima, yang menjadi dasar
laporan itu. Ini merupakan fondasi yang tidak memadai untuk mengukur
kebenaran.
Pendekatan Ekonomi
Tiga jalur yang berlainan dalam mengambil pendekatan ekonomi terhadap
akuntansi: makroekonomi, mikroekonomi, dan social korporasi.
a. Makroekonomi

Pendekatan makroekonomi mencoba menjelaskan pengaruh


prosedur pelaporan alternatif pada pengukuran ekonomi dan
aktifitas ekonomi pada tingkatan yang lebih luas daripada
perusahaan, seperti industry atau perekonomian nasional.
Sebagian orang mengiginkan lebih jauh lagi daripada sekedar
penjelasan dan mereka berpendapat bahwa salah satu tujuan
akuntansi haruslah mengarahkan perilaku perusahaan dan individu
kea arah pelaksanaan kebijakan ekonomi nasional tertentu. Misalnya
sebagian orang berpendapat bahwa tujuan ekonomi nasional
menghendaki laporan akuntansi yang memungkinakn dan bahkan
mendorong dibagikannya dividen yang lebi tinggi dan pengeluaran
modal yang lebih besar dalam periode perekonomian yang lesu
serta mengurangi investasi dalam periode inflasi. Salah satu
dampak pendekatan ini adalah bahwa tujuan melaporkan
penghasilan yang stabil dari tahun ke tahun mengesahkan
digunakannya cadangan dan kebijkan penyusutan yang fleksibel.
b. Mikroekonomi
Pendekatan mikroekonomi terhadap teori akuntansi mencoba
menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternative pada
pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan
perusahaan. Teori akuntansi modern, yang didasarkan pada
mikroekonomi, pleh karenanya berfokus pada perusahaan sebgai
satuan
usaha
ekonomi
yang
kegiatannya
mempengaruhi
perekonomian melalui operasi pasar. Pendekatan ini mengambil
sebagai fungamennya dasar pemikiran (premis) bahwa informasi
keuangan memiliki konsekuensi ekonomi yang tidak dapat
dielakkan. Para ahli teori akuntansi dalam bidang ini cenderung
untuk berpendapat bahwa, selama keseluruhan fakta diungkapkan,
tidaklah begitu penting bagaimana fakta-fakta itu diungkapkan.
c. Akuntansi Sosial Korporasi
Pandangan mikroekonomi terhadap akuntansi tidak mesti mecakup
semua pengaruh perusahaan pada masyarakat. Biaya polusi
lingkungan, pengangguran, kondisi kerja yang tidak sehat, dan
masalah-masalah social lainnya biasanya tidak dilaporkan oleh
perusahaan, kecuali sejauh biaya-biaya itu ditanggung langsung
oleh perusahaan melalui pemajakan dan regulasi. Akuntansi social
korporasi mencoba membahas masalah ini.
Sebuah contoh yang terkenal dalam upaya memasukkan tujuantujuan akuntansi social dan makroekonomi ke dalam satu teori

pelaporan korporasi disajikan dalam Corporate Report, sebuah


kertas kerja yang diterbitkan oleh Institute of Chartered Accountants
di Inggris dan Wales. Salah satu usulan laporan itu adalah
diterbitkannya laporan nilai tambah (value-added statement) yang
mengalokasikan pendapatan, setelah dikurangi biaya bahan, kepada
para pegawai, kreditor, dan pemegang saham.
Selain itu, FASB secara formal mengakui dalam Kerangka Dasar
Konseptualnya bahwa ada banyak pihak selain para pemilik yang
tertarik pada informasi keuangan. Pihak-pihak itu mencakup para
kreditor, pelanggan, serikat buruh, serikat dagang, guru, dan para
mahasiswa. Teori akuntansi juga, mengakui bahwa informasi itu
sendiri adalah barang public dengan sifat yang mirip dengan
eksternalitas, seperti polusi.
Di masa lalu minat realtif rendah, mungkin kareana organisasi
buruh,
walaupun
merupakan
stakeholder
utama
dalam
peruasahaan, belum memainkan peran yang besar di Amerika
Serikat dalam penetapan kebijakan. Situasi ini mungkin berubah
dimasa depan jika Amerika bergerak lebih sejalan dengan
pengalaman bangsa Eropa. Selain itu karean para ahli teori mulai
bersepakat mengenai sifat barang public yang dimiliki informasi
keuangan, mereka kemungkinan besar akan mengembangkan tekniteknik untuk menangani barang-barang publik lain yang membentuk
dasar permasalahan akuntansi social.
Perhatikan bahwa disini, seperti pendekatan lainnya, etika
memainkan peran penting. Pendekatan satuan usaha (entity) yang
disukai oleh FASB mengsumsikan bahwa perusahaan bukan hanya
memang, tetapi juga harus, memaksimalkan laba mereka, alasan
untuk yang terakhir ini adalah teorema ekonomi bahwa, dalam
perekonomian pasar, hal itu membawa pada hasil yang secara etika
diinginkan, yang dikenal sebagai Optimalitas Pareto. Para akuntan
sosial, menanggapi dengan menyatakan bahwa barang public
mementahkan hasil ini, dan mengharuskan agar dipakai pendekatan
etika yang lebih luas.