Anda di halaman 1dari 13

FALSAFAH KEPERAWATAN ANAK

Tujuan Utama :
Mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan serta tingkat kesehatan yang dapat dicapai oleh setiap anak dalam
sistem keluarga
2. KEPERAWATAN ANAK BERFOKUS PADA KELUARGA

Memberdayakan (enable)

Setiap anggota keluarga berhak untuk menampilkan kemampuan dan mengembangkan kemampuannya dalam keluarga
untuk memenuhi kebutuhan anak dan keluarga

Memperkokoh (empowerment)

Interaksi perawat keluarga untuk mempertahankan atau mendapatkan kontrol positif pada keluarga dalam pengambilan
keputusan untuk anak dan keluarga.
3. ATRAUMATIC CARE

Tindakan perawatan terapeutik untuk meminimalkan distress fisik dan psikologik yang dialami anak dan keluarga
dalam sistem pelayanan kesehatan.

Distress fisik : kurang tidur, immobilisasi, gangguan rangsang sensori (nyeri).

Distress psikologis : ansietas, takut, marah, kecewa, malu sedih.

4. TIGA PRINSIP UTAMA


1.

Mencegah atau meminimalkan perpisahan anak dari keluarga

2.

Meningkatkan kontrol diri

3.

Mencegah atau meminimalkan cedera tubuh

Contoh : menyiapkan anak sebelum dilakukan prosedur.


5. PRIMARY CARE

Perawatan fungsional

Masalah : Pengaturan jadwal

Perawat anak : memberikan intervensi suportif yang konsistent bagi anak dan berfokus pada keluarga sebagai
bagian dari perencanaan dan implementasi tindakan perawatan.

perawatan primer

6. MANAJEMEN KASUS

Sistem pelayanan efektif dan efisiensi biaya.

Peningkatan kepuasan klien atau keluarga

Berkurangnya fragmentasi pelayanan pada kelompok klien

Pengelolaan pelayanan kesehatan terpadu untuk memperbaiki sistem kesehatan yaitu dengan memberi layanan
menyeluruh dengan biaya terkendali.

Peran perawat sebagai pimpinan tim kesehatan bukan sebagai pengikut dalam pelayanan kesehatan

7. PANDUAN PROSEDUR KLINIK DALAM KEPERAWATAN ANAK


Contoh :
1.

Manajemen nyeri akut

2.

Inkontinensia perkemihan

3.

Perawatan luka dekubitus

4.

Perawatan klien anak dengan depresi

5.

Asuhan keperawatan anak dengan penyakit HIV

Nn. RH adalah mahasiswa keperawatan yang sedang bertugas di Unit Rawat Inap Khusus Anak. Nn. RH bertugas untuk
merawat An. DI dengan diagnosa medis kejang demam. Nn. RH sangat perhatian dan bertanggung jawab terhadap kondisi
An. DI. Nn. RH sering meluangkan waktu untuk bermain dengan An. RH atau berbincang-bincang dengan keluarga. Nn. RH
juga sering membawakan mainan atau makanan kesukaan An. DI. Nn. RH juga selalu berusaha untuk terlibat dalam
keputusan untuk perawatan terhadap An. DI.

FILOSOFI KEPERAWATAN ANAK


KEPERAWATAN ANAK
konsisten dengan pengertian keperawatan
merupakan keyakinan atau pandangan yang dimiliki perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan pada
anak yang berfokus pada keluarga, pencegahan terhadap trauma dan manajemen kasus.
TUJUAN DAN MANFAAT
Pencapaian derajat kesehatan yang tinggi bagi anak sebagai satu bagian dari sistem pelayanan kesehatan di
keluarga.
Meningkatkan kepuasaan anak dan keluarga
Mengurangi fragmentasi pemberian asuhan
PERAWATAN BERFOKUS PADA KELUARGA (FAMILY CENTERED CARE)
Keluarga sebagai suatu kehidupan yang konstan dan individu mendukung, menghargai dan meningkatkan
kekuatan dan kompetensi dalam memberikan asuhan terhadap anak (Johson, 1989). System pelayanan dan
personel harus juga mendukung, menghargai, mendorong dan meningkatkan kekuatan dan kompetensi keluarga
melalui pemberdayaan pendekatan dan pemberian bantuan efektif (Duns dan Trivette, 1996)
Sebagai seorang perawat, kita harus mampu memfasilitasi keluarga dalam pemberian tindakan keperawatan
langsung, pemberian pendidikan kesehatan pada anak, memperhatikan bagaimana kehidupan social, budaya dan
ekonomi keluarga sehingga dapat membantu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari keluarga tersebut
dalam memberikan pelayanan keperawatan. Perawat juga melibatkan keluarga dalam hal ini yaitu dengan cara
mengajak kerjasama/ melibatkan dan mengajarkan pada keluarga tentang perawatan anak ketika sehat maupun
sakit.
Konsep dasar Family Center Care
Enabling: melibatkan keluarga (memampukan, memberdayakan, dan kemitraan)
Empowering : pengambil keputusan
ATRAUMATIC CARE
Tujuan utama : DO NO HARM yaitu :

Mencegah/mengurangi anak berpisah dari orang tua


Perlindungan
Mencegah/mengurangi trauma fisik dan nyeri
PRIMARY NURSING
Mendukung pelaksanaan askep anak
Menjadikan asuhan yang konsisten dan berfokus pada keluarga sebagai komponen integral pada perencanaan
dan pelaksanaan.
MANAJEMEN KASUS (CASE MANAGEMENT)
Sistem pemberian asuhan yang seimbang antara biaya dan kualitas.
PERAN KELUARGA DALAM KEPERAWATAN ANAK
KELUARGA:
Suatu sistem terbuka
terdapat sub / komponen, memiliki tujuan/fungsi, interrelasi dan interdependensi, dipengaruhi oleh system luar.
FUNGSI KELUARGA:
Merawat fisik anak
Mendidik anak untuk menyesuaikan dengan kultur
Bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak secara psikologis/emosional.
ELEMEN KUNCI FAMILY-CENTERED CARE
Mengenal bahwa keluarga bersifat menetap pada kehidupan anak, sedangkan personil dan sistem pelayanan
berfluktuasi
Memfasilitasi kolaborasi orang tua dan perawat pada semua tingkat asuhan
Menghormati keanekaragaman ras, budaya, dan sosio ekonomi dalam keluarga
Mengenali kekuatan keluarga dan perorangan serta menghormati perbedaan
Mendorong dan memfasilitasi dukungan keluarga dan jaringan kerja
Mengerti dan memasukkan kebutuhan perkembangan bayi, anak, remaja dan keluarga dalam sistem asuhan.
Menerapkan sistem asuhan yang dpt dilaksanakan secara fleksibel
PRINSIP PERAWATAN ANAK
Perawat tidak boleh mengabaikan ketrampilan & pengetahuan orang tua anak
Perawat tidak boleh mengabaikan kepercayaan anak
Perawat harus selalu memperhatikan keadaan kesehatan mental, spiritual dan fisiknya sendiri
Perawat juga tidak boleh mengabaikan kemampuannya sendiri untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik
PERAN PERAWAT PEDIATRIK
Hubungan terapeutik
Diterapkan dalam berkomunikasi dengan anak dan keluarga, bersifat empati dan professional dengan memisahkan
peran perawat dari keluarga tanpa mengganggu kenyamanan anak dan keluarga
Family advocacy/caring
Advokasi meliputi jaminan bahwa keluarga akan mengetahui yankes yang tersedia, diinformasikan tentang
prosedur dan pengobatannya secara benar. Caring berarti memberikan yankes secara langsung pada anak.
Disease prevention/Health promotion
Melakukan dan mengajarkan keluarga tentang bagaimana cara mencegah penyakit baik dari luar maupun dari
dalam tubuh.
Health education
Memberikan pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu orangtua dan anak memahami suatu pengobatan
medis, mengevaluasi pengetahuan anak tentang kesehatan mereka, memberi pedoman antisipasi
Support/counseling
Memberikan perhatian pada kebutuhan emosi melalui dukungan dan konseling. Dukungan diberikan dengan
mendengar, menyentuh dan kehadiran fisik untuk memudahkan komunikasi nonverbal. Sedangkan, konseling
dalam bentuk pertukaran pendapat, melibatkan dukungan, penyuluhan teknik untuk membantu keluarga
mengatasi stress dan mendorong ekspresi perasaan dan pikiran. Yang membantu keluarga mengatasi stress dan
memampukan untuk mendapatkan tingkat fungsi yang lebih tinggi.
Pengambil keputusan etis
Prinsipnya, tindakan yang ditentukan adalah yang paling menguntungkan klien, dan sedikit bahayanya terhadap

segala aspek yang berhubungan denagn pelaksanaan asuhan keperawatan. Seperti dalam kerangka kerja
mesyarakat, standar praktik professional, hukum, aturan lembaga, tradisi religius, sistem nilai keluarga dan nilai
pribadi perawat.
Coordination/Collaboration
bekerjasama dengan spesialis / profesi lain dalam mengatasi kesehatan anak.
Peran restoratif
Keterlibatan perawat secara langsung dalam aktivitas pemberi asuhan yang dilakukan atas daar konsep teori yang
berfokus pada pengkajian dan evaluasi status yang berkesinambungan. Perawat punya tanggung jawab dan
tanggung gugat terhadap tindakannya.
Research
melakukan praktik berasarkan penelitian, menerapkan metode inovatif dalam memberikan intervensi pada anak,
melakukannya berdasarkan penelitian dan sesuai rasional.
Health care planning
menggunakan perencanaan & metode yang tepat untuk perawatan anak. Perawat melibatkan penyediaan layanan
yang baru, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan
Trend masa depan
Ada beberapa hal yang dituntut :
Pengobatan penyakit (kuratif) menjadi promosi kesehatan (promotif)
Filosofi asuhan berpusat pada keluarga bukan pilihan melainkan kewajiban
Perawat dituntut meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan, komputer, membuktikan keunikan peran
mereka dan dituntut lebih mandiri dan melebihi lingkungan asuhan terdahulu.

Evidence-based practice is the new standard for most disciplines in healthcare. Traditionally, nursing
has not based practice on evidence, even as the body of nursing knowledge has increased. Nurses
often are not familiar with the processes of research analysis, gathering evidence, and applying it to
their practice situation. This book is an attempt to bridge the research-practice gap by compiling best
practices in nursing into 1 reference.
The book begins with an overview of evidence-based practice and sources of evidence. It provides a
brief guide to the process of research utilization. Two helpful appendices give a quick guide for
evaluating a research article and a list of national specialty organizations that provide further
information. The book is organized into sections beginning with Basic Care and proceeding through
each body system. Each entry is formatted as a procedure for a specific nursing action. Entries include
equipment, preparation, implementation, documentation, and supportive references.
A unique feature of Best Practices is that steps in the implementation are marked with icons that
indicate the source of the evidence for this action. These icons make it easy to see the source of
evidence for the step, such as a specialty organization, regulatory agency, or basic science. Other
icons alert the reader to a controversial issue, an implication for practice, or an important point. In
addition, helpful charts, tables, and illustrations supplement the text.
The book suffers from its broad scope and lack of focus on a specific audience. The reader will find a
basic nursing care practice followed by a practice typically done by specialty nurses. In the latter case,
a specialty nurse would need to go to his or her specialtys core curriculum or sponsored procedure
book for a complete look at that specialty practice. Some of these references provide the same
information in a much more complete form. References are relevant but brief. The scope of this book
requires that a tremendous amount of information was analyzed and compiled. There is at least one
inaccuracy. In the chapter on gastrointestinal care, the reader is advised to verify feeding tube position
via injecting air into the tube and listening for the whoosh over the patients stomach. Norma Metheny
and her colleagues16 have produced a series of studies that demonstrate that air insufflation is not a
reliable method for position verification. These studies are not referenced.
This is a book with a unique and exciting premise. A summary list of "best practices" could be very
helpful for a busy nurse. The entries are clear and easy to follow, making it easy to apply evidence to

practice. The authors give a clear call to nurses to examine their practice and ensure that it is
evidence, rather than ritual based. This direction is much needed.
Drawing on several decades of work with families, pediatricians,other health care professionals, and policy makers, the
AmericanAcademy of Pediatrics provides a definition of family-centered care. In pediatrics, family-centered care is based on the
understandingthat the family is the childs primary source of strength and support. Further, this approach to care recognizes that the
perspectives and information provided by families, children, and young adults are important in clinical decision making. This policy
statement outlines the core principles of family-centered care, summarizes the recent literature linking family-centered care to
improved health outcomes, and lists various other benefits to be expected when engaging in family-centered pediatric practice. The
statement concludes with specific recommendations for how pediatricians can integrate family-centered care in hospitals, clinics, and
community settings as well as in more broad systems of care.
Abbreviations: AAP, American Academy of Pediatrics

Menggambar pada beberapa dekade bekerja dengan keluarga, dokter anak, profesionalperawatan
kesehatan lainnya, dan pembuat kebijakan, AmericanAcademy of Pediatricsmemberikan
definisi keluarga berpusat. Pada pediatri, berpusat pada keluarga perawatandidasarkan
pada understandingthat keluarga merupakan sumber utama anak kekuatan
dandukungan. Selanjutnya, pendekatan ini untuk peduli mengakui bahwa perspektif dan informasi yang
diberikan oleh keluarga, anak, dan dewasa muda yang penting dalam pengambilan
keputusan klinis. Pernyataan kebijakan menguraikan prinsip-prinsip inti dari keluarga yang
berpusat perawatan, merangkum literatur terbaru menghubungkan berpusat pada keluarga-hati
untuk dampak kesehatan yang membaik, dan daftar berbagai manfaat lainnya yang diharapkanketika
terlibat dalam praktek berpusat pada keluarga anak. Pernyataan itu diakhiri denganrekomendasi
khusus untuk bagaimana dokter anak dapat mengintegrasikan berpusat pada keluarga perawatan di
rumah sakit, klinik, dan pengaturan masyarakat serta sistem yang lebihluas dari perawatan.

INTRODUCTION

TOP
ABSTRACT
INTRODUCTION
HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE
CORE PRINCIPLES OF FAMILY...
OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED...
BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE...
RECOMMENDATIONS
REFERENCES
RESOURCES

Family-centered care is an approach to health care that shapeshealth care policies, programs, facility design, and day-todayinteractions among patients, families, physicians, and other health care professionals. Health care professionals who
practice family-centered care recognize the vital role that families play in ensuring the health and well-being of children* and family
members of all ages. These practitioners acknowledge that emotional, social, and developmental support are integral components of
health care. They respect each child and familys innate strengths and view the health care experience as an opportunity to build on
these strengths and support families in their caregiving and decision-making roles. Family-centered approaches lead to better health
outcomes and wiser allocation of resources as well as greater patient and family satisfaction.

Family-centered care in pediatrics is based on the understanding that the family is the childs primary source of strength and support
and that the childs and familys perspectives and information are important in clinical decision making. Family-centered practitioners
are keenly aware that health care experiences can enhance parents confidence in their roles and, over time, increase the
competence of children and young adults to take responsibility for their own health care, particularly in anticipation of the transition to
adult service systems.
"During the past decade, family advocates have promoted family-centered care, the philosophies, principles and practices that put
the family at the heart or center of services; the family is the driving force."1 This is in harmony with but different from family
pediatrics [family-oriented care] as outlined in the report of the American Academy of Pediatrics (AAP) Task Force on the Family,
which "... extends the responsibilities of the pediatrician to include screening, assessment, and referral of parents for physical,
emotional, or social problems or health risk behaviors that can adversely affect the health and emotional or social well-being of their
child."1 This policy statement specifically defines the expectations of family-centered care.

Keluarga yang berpusat perawatan adalah sebuah pendekatan untuk perawatan kesehatan yang
kebijakan perawatan shapeshealth, program, desain fasilitas, dan sehari-dayinteractions antara pasien,
keluarga, dokter, dan profesional kesehatan lainnya. Perawatan kesehatan profesional yang praktek
keluarga berpusat mengakui peran penting bahwa keluarga bermain dalam memastikan kesehatan dan
kesejahteraan anggota anak-anak * dan keluarga dari segala usia. Praktisi ini mengakui bahwa
emosional, dukungan sosial, dan perkembangan merupakan komponen integral dari pelayanan
kesehatan. Mereka menghormati setiap anak dan kekuatan bawaan keluarga dan melihat pengalaman
perawatan kesehatan sebagai kesempatan untuk membangun kekuatan dan dukungan keluarga dalam
pengasuhan mereka dan pengambilan keputusan peran. Keluarga yang berpusat pendekatan
menyebabkan hasil kesehatan yang lebih baik dan alokasi sumber daya lebih bijaksana serta pasien
yang lebih besar dan kepuasan keluarga.
Keluarga berpusat di pediatri didasarkan pada pemahaman bahwa keluarga merupakan sumber utama
anak kekuatan dan dukungan dan bahwa anak dan keluarga perspektif dan informasi penting dalam
pengambilan keputusan klinis. Berpusat pada keluarga praktisi sangat menyadari bahwa kesehatan
pengalaman perawatan dapat meningkatkan kepercayaan orang tua dalam peran dan, seiring waktu,
meningkatkan kompetensi anak-anak dan dewasa muda untuk bertanggung jawab atas perawatan
kesehatan mereka sendiri, khususnya dalam mengantisipasi transisi ke layanan dewasa sistem.
"Selama dekade terakhir, para pendukung keluarga telah mempromosikan keluarga yang berpusat
perawatan, 'filsafat, prinsip dan praktek yang menempatkan keluarga di jantung atau pusat pelayanan;
keluarga merupakan pendorong utama.'" 1 Hal ini selaras dengan tapiberbeda dari keluarga pediatri
[keluarga berorientasi perawatan] yang dituangkan dalam laporan dari American Academy of Pediatrics
(AAP) Task Force on the Family, yang "... memperluas tanggung jawab dokter anak untuk memasukkan
skrining, penilaian, dan rujukanorang tua untuk fisik, masalah emosi, atau sosial atau perilaku kesehatan
risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan dan emosional atau sosial kesejahteraan anak mereka "1.
Pernyataan kebijakan khusus mendefinisikan harapan keluarga berpusat.

HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE

TOP
ABSTRACT
INTRODUCTION
HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE
CORE PRINCIPLES OF FAMILY...
OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED...
BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE...
RECOMMENDATIONS
REFERENCES
RESOURCES

Family-centered care emerged as an important concept in healthcare the second half of the 20th century, at a time of
increasingawareness of the importance of meeting the psychosocial anddevelopmental needs of children and of the role of
families in promoting the health and well-being of their children.212 Family-centered care has long been a characteristic of an
effectivemedical home.13 Much of the early work focused on hospitals; for example, as research emerged about the effects of
separatinghospitalized children from their families, many institutions adopted policies that welcomed family members to be with
their child around the clock and also encouraged their presence during medical procedures. Family-centered care was given
additional impetus by consumer-led movements of the 1960s and 1970s and by professionals in education, health, and child
development. Federal legislation of the late 1980s and 1990s, much of it targeted at children with special needs, provided
additional validation of the importance of family-centered principles.
Today, momentum for family-centered care continues to build. It is supported by a growing body of research and by
prestigious organizations, such as the Institute of Medicine, which in its 2001 report Crossing the Quality Chasm: A New Health
System for the 21st Century, emphasized the need to ensure the involvement of patients in their own health care decisions, to better
inform patients of treatment options, and to improve patients and families access to information.14 All these recommendations are
intrinsic to family-centered practice. The AAP has incorporated some of the principles of family-centered care into its
policy statements "The Medical Home,"13 "The Pediatricians Role in Family Support Programs,"15 and "Child Life
Services."16 Guidelines for Perinatal Care,17 a manual jointly publishedby the AAP and the American College of Obstetricians and
Gynecologists, also supports the practice of family-centered care.

CORE PRINCIPLES OF FAMILY-CENTERED


CARE

TOP
ABSTRACT
INTRODUCTION
HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE
CORE PRINCIPLES OF FAMILY...
OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED...
BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE...
RECOMMENDATIONS
REFERENCES
RESOURCES

Family-centered care is grounded in collaboration among patients,families, physicians, nurses, and other professionals for
theplanning, delivery, and evaluation of health care as well as in the education of health care professionals. These
collaborativerelationships are guided by the following principles:
1.
2.

Respecting each child and his or her family


Honoring racial, ethnic, cultural, and socioeconomic diversity and its effect on the familys experience and perception of

care
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Recognizing and building on the strengths of each child and family, even in difficult and challenging situations
Supporting and facilitating choice for the child and family about approaches to care and support
Ensuring flexibility in organizational policies, procedures, and provider practices so services can be tailored to the
needs, beliefs, and cultural values of each child and family
Sharing honest and unbiased information with families on an ongoing basis and in ways they find useful and affirming
Providing and/or ensuring formal and informal support (eg, family-to-family support) for the child and parent(s) and/or
guardian(s) during pregnancy, childbirth, infancy, childhood, adolescence, and young adulthood
Collaborating with families at all levels of health care, in the care of the individual child and in professional education,policy
making, and program development
Empowering each child and family to discover their own strengths, build confidence, and make choices and decisions
about their health

Keluarga berpusat didasarkan pada kerjasama antara pasien, keluarga, dokter, perawat, dan profesional
lainnya untuk theplanning, pengiriman evaluasi, dan perawatan kesehatan sertadalam
pendidikan profesional perawatan kesehatan. Ini collaborativerelationships dipandu olehprinsip-prinsip
berikut:
1. Menghormati setiap anak dan keluarganya
2. Menghormati ras, keragaman etnis, budaya, dan sosial ekonomi dan pengaruhnya
terhadappengalaman keluarga dan persepsi perawatan
3. Mengenali dan membangun kekuatan dari setiap anak dan keluarga, bahkan dalam situasisulit dan
menantang
4. Mendukung dan memfasilitasi pilihan bagi anak dan keluarga tentang pendekatan untukperawatan dan
dukungan
5. Fleksibilitas Memastikan dalam kebijakan organisasi, prosedur, dan praktek sehinggapenyedia layanan
dapat disesuaikan dengan kebutuhan, keyakinan, dan nilai-nilai budaya darisetiap anak dan keluarga
6. Berbagi informasi yang jujur dan tidak bias dengan keluarga secara berkelanjutan dan dengan
cara mereka menemukan berguna dan menegaskan
7. Menyediakan dan / atau memastikan dukungan formal dan informal (misalnya, keluarga-ke-dukungan
keluarga) untuk anak dan orang tua (s) dan / atau wali (s) selama kehamilan, persalinan, masa
bayi, masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa muda
8. Bekerja sama dengan keluarga di semua tingkat pelayanan kesehatan, dalam perawatanindividu
anak dan dalam pendidikan profesional, pembuatan kebijakan, dan pengembangan program
9. Memberdayakan setiap anak dan keluarga untuk menemukan kekuatan mereka sendiri,membangun
kepercayaan diri, dan membuat pilihan dan keputusan tentang kesehatan mereka

OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED CARE:


BRIEF SUMMARY OF RECENT LITERATURE

TOP
ABSTRACT
INTRODUCTION
HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE
CORE PRINCIPLES OF FAMILY...
OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED...
BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE...
RECOMMENDATIONS
REFERENCES
RESOURCES

Family-centered care can improve patient and family outcomes,increase patient and family satisfaction, build on child and family
strengths, increase professional satisfaction, decrease health care costs, and lead to more effective use of health care resources, as
shown in the following examples from the literature.
Patient and Family Outcomes

Family presence during health care procedures decreases anxietyfor the child and the parents. Research indicates that
when parents are prepared, they do not prolong the procedure or make the provider more anxious.1821
Children whose mothers were involved in their post-tonsillectomy care recovered faster and were discharged earlier than
were children whose mothers did not participate in their care.22
A series of quality improvement studies found that children who had undergone surgery cried less, were less restless,
and required less medication when their parents were present and assisted in pain assessment and management.23

Children and parents who received care from child life specialists16 did significantly better than did control children and
parents on measures of emotional distress, coping during procedures, and adjustment during hospitalization, theposthospital
period, and recovery, including recovery from surgery.24
A multisite evaluation of the efficacy of parent-to-parent support found that one-to-one support increased
parentsconfidence and problem-solving capacity. Interviewees noted that this type of support could not be provided through
any other means.25,26
Family-to-family support can have beneficial effects on the mental health status of mothers of children with chronic
illness.27
Since 1993, family-centered care has been a strategic priority at a childrens hospital in Georgia. Families participatedin
design planning for the new hospital, and they have been involved in program planning, staff education, and other key hospital
committees and task forces. In recent years, this childrens hospital has consistently received among the highest patient and family
satisfaction scores in a nationwide survey of comparable pediatric facilities.28
In a federally funded medical home project using a quality improvement model, families served by 13 community-based
pediatric practices in New Hampshire and Vermont are collaborating with pediatricians and office staff to enhance the practices
capacity to provide care to children with special needs and to be more responsive to the priorities and needs of these children and
their families. These practices have permanently integrated family input intodecisions about their processes of care and have
demonstrated a 34% improvement on a standardized measure of medical home implementation.29
Staff Satisfaction

Staff members at a childrens hospital in Pennsylvania who participate in education programs with families as
teachers believe these experiences to be highly valuable.30
A Vermont program has shown that a family faculty program, combined with home visits, produces positive changes in
medical students perceptions of children and adolescents with cognitive disabilities.31
When family-centered care is the cornerstone of culture in a pediatric emergency department, staff members have more
positive feelings about their work than do staff members in an emergency department that does not emphasize emotional support.
This may lead to improved job performance, less staff turnover, and a decrease in costs.32
Coordination of prenatal care in a manner consistent with family-centered principles for pregnant women at risk of poor
birth outcomes at a medical center in Wisconsin resulted in more prenatal visits, decreased rates of tobacco and alcohol use during
pregnancy, higher infant birth weights and gestational ages, and fewer neonatal intensive care unitdays. All these factors
decrease health care costs and the need for additional services.33
After redesigning their transitional care center in a way supportive of families, creating 24-hour open visiting for families,
and making a commitment to information sharing, a childrens hospital in Ohio experienced a 30% to 50% decrease in the
infants length of hospital stay. Other outcomes included fewer rehospitalizations, decreased use of the emergency department,
greater parent satisfaction, and a decrease in maternal anxiety.34
In Connecticut, a family support service for children with human immunodeficiency virus infection hired family support
workers whose backgrounds and life experience were similar to those of families served by the program. This approach resulted
in decreases in human immunodeficiency virus-related hospital stays, missed clinic appointments, and foster care placements.35
King County, Washington, has a childrens managed care program based on a family-participation service model.
Families decide for themselves how dollars are spent for their children with special mental health needs as long as the services
are developed by a collaborative team created by the family. In the 5 years since the programs inception,the proportion of children
living in community homes instead of institutions has increased from 24% to 91%; the number of children attending community
schools has grown from 48% to 95%; and the average cost of care per child or family per month has decreased from approximately
$6000 to $4100.3638
The risk-management literature indicates that patients and families are significantly less likely to initiate lawsuits, even
when mistakes have been made, if there is open and effective communication and there are trusting relationships between the
practitioner and patient and family. Communication problems that can lead to malpractice, by contrast, include failing to understand
patients or families perspectives, delivering information poorly, devaluing patient or family views, and provider unavailability.39,40
Ongoing research for family-centered care, especially in community-based practices, is needed.

Keluarga berpusat dapat meningkatkan hasil pasien dan keluarga, pasien meningkat dan kepuasan
keluarga, membangun kekuatan anak dan keluarga, meningkatkan kepuasan profesional, menurunkan
biaya perawatan kesehatan, dan menyebabkan lebih efektif menggunakan sumber daya perawatan
kesehatan, seperti yang ditunjukkan dalam contoh berikut dari literatur.
Pasien dan Keluarga Hasil
Keluarga kehadiran selama prosedur perawatan kesehatan menurun anxietyfor anak dan orang
tua. Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang tua siap, mereka tidak memperpanjang prosedur atau
membuat penyedia semakin anxious.18-21
Anak-anak yang ibunya terlibat dalam pasca tonsilektomi perawatan mereka pulih lebih cepat dan
dipulangkan lebih awal dari anak-anak yang ibunya tidak berpartisipasi dalam care.22 mereka
Serangkaian studi peningkatan kualitas menemukan bahwa anak yang telah menjalani operasi
menangis kurang, kurang gelisah, dan diperlukan pengobatan lebih sedikit jika orang tua mereka hadir
dan dibantu dalam penilaian nyeri dan management.23
Anak-anak dan orang tua yang menerima perawatan dari specialists16 anak hidup tidak signifikan lebih

baik daripada kontrol anak dan orang tua pada pengukuran gangguan emosi, mengatasi selama
prosedur, dan penyesuaian selama rawat inap, periode theposthospital, dan pemulihan, termasuk
pemulihan dari surgery.24
Sebuah multisite evaluasi keefektifan dari orang tua ke orang tua dukungan menemukan bahwa satuke-satu dukungan meningkat parents'confidence dan pemecahan masalah kapasitas. Diwawancarai
mencatat bahwa jenis dukungan tidak dapat disediakan melalui means.25 lain, 26
Keluarga-ke-dukungan keluarga dapat memiliki efek menguntungkan pada status kesehatan mental ibu
dari anak-anak dengan kronis illness.27
Sejak tahun 1993, berpusat pada keluarga perawatan telah menjadi prioritas strategis di rumah sakit
anak di Georgia. Keluarga participatedin desain perencanaan untuk rumah sakit baru, dan mereka telah
terlibat dalam perencanaan program, pendidikan staf, dan komite rumah sakit kunci dan gugus
tugas. Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit ini anak-anak secara konsisten menerima di antara
pasien tertinggi dan skor kepuasan keluarga dalam survei nasional facilities.28 pediatrik sebanding
Dalam sebuah proyek rumah yang didanai pemerintah federal medis menggunakan model peningkatan
kualitas, keluarga yang dilayani oleh 13 praktik berbasis masyarakat pediatrik di New Hampshire dan
Vermont yang berkolaborasi dengan dokter anak dan staf kantor untuk meningkatkan kapasitas praktek
'untuk memberikan perawatan kepada anak-anak dengan kebutuhan khusus dan untuk lebih responsif
terhadap prioritas dan kebutuhan anak-anak ini dan keluarga mereka. Praktek ini telah terintegrasi secara
permanen intodecisions keluarga masukan tentang proses mereka perawatan dan telah menunjukkan
peningkatan 34% pada ukuran standar rumah medis implementation.29
Staf Kepuasan
Staf pada rumah sakit anak di Pennsylvania yang berpartisipasi dalam program pendidikan dengan
keluarga sebagai guru percaya pengalaman ini akan sangat valuable.30
Program Vermont telah menunjukkan bahwa fakultas program keluarga, dikombinasikan dengan
kunjungan rumah, menghasilkan perubahan positif dalam persepsi mahasiswa kedokteran 'anak-anak
dan remaja dengan kognitif disabilities.31
Ketika keluarga berpusat perawatan adalah dasar dari budaya di departemen darurat pediatrik, anggota
staf memiliki perasaan yang lebih positif tentang pekerjaan mereka daripada anggota staf di bagian gawat
darurat yang tidak menekankan dukungan emosional. Hal ini dapat menyebabkan prestasi kerja
ditingkatkan, pergantian staf kurang, dan penurunan costs.32
Koordinasi perawatan kehamilan dengan cara yang konsisten dengan keluarga yang berpusat pada
prinsip untuk ibu hamil beresiko hasil kelahiran miskin di sebuah pusat medis di Wisconsin
mengakibatkan kunjungan prenatal lebih, penurunan tingkat penggunaan tembakau dan alkohol selama
kehamilan, berat bayi lahir dan lebih tinggi gestational usia, dan lebih sedikit neonatal unitdays perawatan
intensif. Semua faktor penurunan biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan untuk services.33
tambahan
Setelah mendesain ulang pusat perawatan transisi mereka dengan cara mendukung keluarga,
menciptakan 24-jam buka mengunjungi untuk keluarga, dan membuat komitmen untuk berbagi informasi,
rumah sakit anak di Ohio mengalami penurunan 30% sampai 50% pada panjang bayi 'dari rumah sakit
tinggal. Hasil lainnya termasuk rehospitalizations lebih sedikit, penurunan penggunaan gawat darurat,
kepuasan orangtua yang lebih besar, dan penurunan anxiety.34 ibu
Di Connecticut, dukungan keluarga layanan untuk anak-anak dengan infeksi virus human
immunodeficiency mempekerjakan pekerja dukungan keluarga yang latar belakang dan pengalaman
hidup serupa dengan yang dari keluarga yang dilayani oleh program. Pendekatan ini mengakibatkan
penurunan human immunodeficiency virus yang berhubungan dengan rawat inap, janji klinik terlewatkan,
dan anak asuh placements.35
King County, Washington, memiliki perawatan yang dikelola anak-anak program berdasarkan model
layanan keluarga partisipasi. Keluarga memutuskan sendiri bagaimana dolar yang dihabiskan untuk
anak-anak mereka dengan kesehatan mental kebutuhan khusus selama layanan yang dikembangkan
oleh tim kolaboratif yang diciptakan oleh keluarga. Dalam 5 tahun sejak dimulainya program, proporsi
anak yang tinggal di rumah-rumah masyarakat, bukan lembaga telah meningkat dari 24% menjadi 91%,
jumlah anak yang menghadiri sekolah masyarakat telah berkembang dari 48% menjadi 95%, dan biaya
rata-rata perawatan per anak atau keluarga per bulan mengalami penurunan dari sekitar $ 6000 hingga $
4100,36-38
Literatur manajemen risiko menunjukkan bahwa pasien dan keluarga secara signifikan cenderung untuk
melakukan tuntutan hukum, bahkan ketika kesalahan telah dibuat, jika ada yang terbuka dan efektif

komunikasi dan ada hubungan saling percaya antara dokter dan pasien dan keluarga. Masalah
komunikasi yang dapat menyebabkan malpraktek, sebaliknya, termasuk gagal memahami pasien atau
keluarga 'perspektif, memberikan informasi buruk, mendevaluasi pasien atau pandangan keluarga, dan
penyedia unavailability.39, 40
Penelitian terus dilakukan untuk keluarga yang berpusat pada perawatan, khususnya dalam masyarakat
berbasis praktek, diperlukan.

TOP
ABSTRACT
INTRODUCTION
HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE
CORE PRINCIPLES OF FAMILY...
OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED...
BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE...
RECOMMENDATIONS
REFERENCES
RESOURCES

BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE


FOR PEDIATRICIANS

Given the documented benefits, pediatricians who practice family-centered care can expect to experience the following benefits:

A stronger alliance with the family in promoting each childs healthand development
Improved clinical decision making on the basis of better information and collaborative processes
Improved follow-through when the plan of care is developed collaboratively with families
Greater understanding of the familys strengths and caregivingcapacities
More efficient and effective use of professional time and health care resources (eg, more care managed at home,
decrease in unnecessary hospitalizations and emergency department visits, more effective use of preventive care)
Improved communication among members of the health care team
A more competitive position in the health care marketplace
An enhanced learning environment for future pediatricians and other professionals in training
A practice environment that enhances professional satisfaction
Greater child and family satisfaction with their health care

RECOMMENDATIONS

TOP
ABSTRACT
INTRODUCTION
HISTORY OF FAMILY-CENTERED CARE
CORE PRINCIPLES OF FAMILY...
OUTCOMES OF FAMILY-CENTERED...
BENEFITS OF FAMILY-CENTERED CARE...
RECOMMENDATIONS
REFERENCES
RESOURCES

1.
2.

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

11.
12.
13.
14.
15.

Pediatricians should actively consider how they can ensure that the core concepts of family-centered care are
incorporated into all aspects of their professional practice.
Pediatricians should unequivocally convey respect for parents or guardians unique insight into and understanding of their
childsbehavior and needs, should actively seek out their observations,and should appropriately incorporate family preferences
into the care plan. Decisions on a patients plan of care should be made only after such consultation has been made. In
hospitals,conducting attending physician rounds (ie, patient presentations and rounds discussions) in the patients rooms with
the family present should be standard practice. This will facilitate the exchange of information between the family and other
members of the childs health care team and encourage the involvement of the family in the decisions that are commonly made
during rounds. In teaching hospitals in particular, a lasting impression will be made on students and house staff when they are
encouraged in this process by their attending physician.
Working with families in decision making and information sharing in all practice settings should always take into account
the older childs and young adults capacity for independent decision making and right to privacy and confidentiality.
Parents and guardians should be offered the option to be present with their child during medical procedures and offered
support before, during, and after the procedure.
Pediatricians should promote the active participation of all children in the management and direction of their own
health care, beginning at an early age and continuing into adult health care.
In collaboration with families and other health care professionals, pediatricians should examine systems of care, individual
interactions with patients and families, and patient flow and should modify these as needed to improve the patients and
familys experience of care.
In every health care encounter, pediatricians should share information with children and families in ways that are useful
and affirming. They should also ensure that there are systems in place that facilitate children and families access to consumer
health information and support.
Pediatricians should encourage and facilitate family-to-family support and networking, particularly with families of
similar cultural and linguistic backgrounds or families who have children with the same type of medical condition.
In hiring staff, developing job descriptions, and designing performance-appraisal processes, pediatricians shouldmake
explicit the expectation of collaboration with patients and families and other family-centered behaviors.
Pediatricians should create a variety of ways for children and families to serve as advisorsas members of child or
family advisory councils, committees, and task forces dealing with operational issues in hospitals, clinics, and office-based
practices; as participants in quality improvement initiatives; as educators of staff and professionals in training; and as leaders or
coleaders of peer support programs.
Health care institutions should design their facilities to promote the philosophy of family-centered care. Pediatricians
should advocate for opportunities for children and families to participate in design planning for renovation or construction of
hospitals, clinics, and office-based practices.
Education and training in family-centered care should be provided to all trainees, students, and residents as well as staff
members.
Ongoing research on outcomes and implementation of family-centered care in all venues of care, including communitybased pediatrics, is needed.
Families should be invited to collaborate in pediatric research programs. They should have a voice at all levels
inshaping the research agenda, in determining how children and families participate in research, and in deciding how
research findings will be shared with children and families.
Health care payment systems should examine their policies to ensure that appropriate reimbursement is provided for
family-centered services.

1. Dokter anak harus secara aktif mempertimbangkan bagaimana mereka dapat memastikan bahwa
konsep inti dari keluarga yang berpusat pada perawatan digabungkan ke dalam semua aspek praktek
profesional mereka.
2. Dokter anak harus tegas menyampaikan rasa hormat terhadap orang tua atau wali 'wawasan unik ke
dalam dan pemahaman child'sbehavior dan kebutuhan mereka, harus secara aktif mencari pengamatan
mereka, dan tepat harus memadukan keinginan keluarga ke dalam rencana perawatan. Keputusan
mengenai rencana perawatan pasien harus dilakukan hanya setelah konsultasi tersebut telah dibuat. Di
rumah sakit, melakukan menghadiri putaran dokter (yaitu, presentasi pasien dan diskusi putaran) di
kamar pasien dengan saat ini keluarga harus praktek standar. Hal ini akan memfasilitasi pertukaran
informasi antara keluarga dan anggota lain dari tim perawatan anak kesehatan dan mendorong
keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan pada saat putaran. Dalam
mengajar rumah sakit khususnya, kesan abadi akan dilakukan pada mahasiswa dan staf rumah ketika
mereka didorong dalam proses ini dengan dokter mereka hadir.

3. Bekerja dengan keluarga dalam pengambilan keputusan dan berbagi informasi dalam semua
pengaturan praktek harus selalu memperhatikan anak yang lebih tua dan kapasitas dewasa muda
mengambil keputusan independen dan hak atas privasi dan kerahasiaan.
4. Orang tua dan wali harus ditawarkan pilihan untuk hadir dengan anak mereka selama prosedur medis
dan menawarkan dukungan sebelum, selama, dan setelah prosedur.
5. Dokter anak harus mempromosikan partisipasi aktif dari semua anak dalam manajemen dan arah
perawatan kesehatan mereka sendiri, dimulai pada usia dini dan terus ke perawatan kesehatan dewasa.
6. Bekerja sama dengan keluarga dan profesional kesehatan lainnya, dokter anak harus memeriksa
sistem perawatan, interaksi individu dengan pasien dan keluarga, dan aliran pasien dan harus
memodifikasi sesuai kebutuhan untuk meningkatkan pengalaman pasien dan keluarga untuk produk
perawatan.
7. Dalam setiap pertemuan perawatan kesehatan, dokter anak harus berbagi informasi dengan anak dan
keluarga dengan cara yang berguna dan menegaskan. Mereka juga harus memastikan bahwa ada
sistem di tempat yang memfasilitasi anak-anak dan akses keluarga untuk informasi konsumen kesehatan
dan dukungan.
8. Dokter anak harus mendorong dan memfasilitasi keluarga-ke-dukungan keluarga dan jaringan,
terutama dengan keluarga dari latar belakang budaya dan bahasa yang sama atau keluarga yang
memiliki anak dengan jenis yang sama kondisi medis.
9. Dalam mempekerjakan staf, mengembangkan deskripsi pekerjaan, dan merancang kinerja penilaian
proses, dokter anak shouldmake eksplisit harapan kolaborasi dengan pasien dan keluarga dan keluarga
yang berpusat pada perilaku.
10. Dokter anak harus menciptakan berbagai cara untuk anak-anak dan keluarga untuk melayani sebagai
penasehat-sebagai anggota dewan penasihat anak atau keluarga, komite, dan gugus tugas menangani
masalah operasional di rumah sakit, klinik, dan kantor berbasis praktek; sebagai peserta dalam perbaikan
kualitas inisiatif; sebagai pendidik dan staf profesional dalam pelatihan, dan sebagai pemimpin atau
coleaders program dukungan sebaya.
11. Institusi perawatan kesehatan harus merancang fasilitas mereka untuk mempromosikan filosofi
berpusat pada keluarga peduli. Dokter anak harus mengadvokasi peluang bagi anak-anak dan keluarga
untuk berpartisipasi dalam perencanaan desain untuk renovasi atau pembangunan rumah sakit, klinik,
dan kantor berbasis praktek.
12. Pendidikan dan pelatihan yang berpusat pada keluarga perawatan harus diberikan kepada semua
peserta pelatihan, mahasiswa, dan penduduk serta anggota staf.
13. Penelitian yang sedang berlangsung pada hasil dan pelaksanaan keluarga berpusat di semua tempat
pelayanan, termasuk berbasis masyarakat pediatri, diperlukan.
14. Keluarga harus diundang untuk berkolaborasi dalam program penelitian pediatrik. Mereka harus
memiliki suara di semua tingkatan inshaping agenda penelitian, dalam menentukan bagaimana anakanak dan keluarga berpartisipasi dalam penelitian, dan dalam memutuskan bagaimana temuan penelitian
akan dibagi dengan anak-anak dan keluarga.
15. Sistem perawatan kesehatan pembayaran harus memeriksa kebijakan mereka untuk memastikan
bahwa penggantian sesuai disediakan untuk keluarga yang berpusat jasa.

Anda mungkin juga menyukai