Anda di halaman 1dari 54

Gambar 3.

2 Problem Tree Balita 1

Prevalensi gemuk tinggi

Intake energi tinggi

Intake makanan sumber


lemak dan gorengan
tinggi

Intake jajanan
tinggi

Pengetahuan
tentang
bahaya zat
kimia pada
jajanan
(snack)rendah

Intake serat
rendah

Pengetahuan
tentang porsi
pemberian
susu yang
tepat rendah
Pengetahuan
terkait
pembuatan
jajanan sehat
rendah

Pemantauan pertumbuhan
dan perkembangan balita yg
baik rendah
Intake susu
formula
berlebihan

Penetahuan
pemberian
makan yang
baik untuk
balita rendah

Pemberian
susu pada
balita yang
tidak mau
makan tinggi

Pengetahuan tentang
pertumbuhan balita yang
baik rendah

Gambar 3.3 Problem Tree Balita 2


Tingginya angka wasting
pada balita

Penyakit infeksi
diare (8.1%) dan
ISPA (35.1%)
Balita BAB di sungai
(5.4%) dan halaman
rumah atau depan
rumah (2.7%)
Pengetahu
an tempat
BAB yang
seharusny
a rendah

Fasilitas
tempat
BAB
kurang

Intake Energi, KH,


Lemak & Protein
kurang

Praktik tidak
mencuci tangan
(29.7%)

Kebiasaa
n
mencuci
tangan
rendah

Pengetahua
n mencuci
tangan
kurang

Jenis bahan
makanan
kurang
baik

Pengetahu
an tentang
jenis BM
kurang

Frekuensi
makan
kurang

Kesadara
n ibu
akan
balita
lapar
rendah

Penyajian
makanan
tidak
menarik

Ketrampilan
ibu dalam
mengolah
makan
rendah

Porsi
makan
kurang

Pengetahua
n tentang
porsi makan
yang baik
rendah

Pemantauan
pertumbuhan dan
perkembangan
balita yang baik
rendah
Pengetahuan
tentang
pertumbuhan
balita yang baik
rendah

Partisipasi ke
pelayanan
posyandu rendah

Gambar 3.4 Problem Tree Anak Usia Sekolah 1

Prevalensi overweight dan obesitas


tinggi
13, 3 %
Intake jajanan tinggi

Aktifitas fisik rendah

Aktifitas fisik
ringan tinggi
52,6 %

Frekuensi jajanan tinggi 55,


3%
( jajan > 2 X sehari )
Jumlah anak tidak
sarapan tinggi 23,7 %

Pengetahuan
tentang
pentingnya
sarapan 10,5 %
salah
Keterpaparan
program UKS
rendah 70,6 %

Praktik tidak
membawa bekal
tinggi 57,9 %

Pemilihan menu
makan sarapan
tidak lengkap
tinggi 36,8 %

Pengetahuan
tentang
pentingnya
membawa bekal
42,1 % salah
Pengetahuan tentang
makanan bergizi rendah
( 57,9 % )

Konsumsi jajanan tidak


sehat tinggi

Pengetahuan yang
salah tentang
jajanan tidak sehat
tinggi 26,3 %

Kurangnya
motivasi
olahraga

Tidak melakukan
aktifitas fisik dihari
minggu tinggi
13,2 %
Fasilitas
rendah

Kemajuan
teknologi tv,
Hp, internet

Gambar 3.5 Problem Tree Anak Usia Sekolah 2


Prevalensi anak sekolah
kurus dan sangat kurus
rendah (7.9%)

Prevalensi penyakit infeksi


tinggi
(Diare 10.5%, ISPA 26.3%)

Defisiensi energi 68.2% 72.7% AKG


Prevalensi
anak tidak
sarapan
tinggi 23.7%

Frekuensi makan
<3x sehari
tinggi 28.9%

Keberagaman jenis
makanan yang
dikonsumsi rendah
13.2%

Praktek tidak
mencuci tangan dan
cuci tangan tanpa
sabun tinggi (>10%)

Pengetahuan anak
mengenai
pentingnya
sarapan rendah

Pengetahuan anak
mengenai frekuensi
makan rendah

Pengetahuan anak
mengenai
keberagaman jenis
makanan rendah

Pengetahuan anak
mengenai praktek cuci
tangan dengan sabun
rendah

Keterpaparan informasi
terkait gizi dan kesehatan
rendah 66.7%

Program UKS terkait gizi dan


kesehatan rendah 70.6%

Praktek BAB/ BAK


di sungai

Pengetahuan
anak mengenai
tempat BAB/BAK
rendah

Gambar 3.8 Problem Tree Ibu Hamil 1

Penambahan BB ibu hamil kurang


(66,7%)

Tingginya mual (45,8%)


dan muntah (29,2%)

Perubahan
Fisiologis

Kurangnya pengetahuan
tentang cara minum
tablet Fe yang tepat

Kurangnya paparan informasi


terkait gizi dan kesehatan

Frekuensi periksa kehamilan


kurang

Intake Energi (70,5%) dan


protein rendah (78,35%)

Ibu hamil tidak menjadi


prioritas utama untuk
makan di rumah

Rendahnya
pengetahua
n keluarga

Kurangny
a
dukungan
keluarga

Motivasi makan
rendah

Rendahnya
pengetahuan tentang
pentingnya
mengonsumsi
makanan selama
masa kehamilan

Kurangnya
dukungan
motivasi keluarga

Gambar 3.9 Problem Tree Ibu Hamil 2

Gejala anemia pada ibu


hamil (25%)

Intake bahan makanan sumber protein


dan Fe ibu hamil (protein: 75.4%
dan Fe: 100%)

Tingkat ekonomi

Prioritas distribusi
makanan untuk ibu
hamil

Konsumsi tablet Fe pada


ibu hamil (16.7%)

Pengetahuan terkait
manfaat tablet Fe pada
ibu hamil

Pengetahuan terkait bahan


makanan sumber protein dan
sumber Fe
Paparan info mengenai bahan
makanan sumber protein dan
sumber Fe

Paparan info mengenai


manfaat tablet Fe pada ibu
hamil

Gambar 3.10 Problem Tree Ibu Menyusui


Praktek ASI eksklusif
rendah

Motivasi memberikan ASI eksklusif rendah

Dukungan
keluarga untuk
ASI rendah

Bayi sakit
45,5%
Praktek cuci
tangan buruk
tinggi 27,3%

Pengetahuan
tentang cuci
tangan yang
benar rendah

Produksi ASI tidak lancar


12,5%

Pengetahuan
tentang ASI
eksklusif rendah
42,4%
Perawatan
payudara yang
benar rendah

Ibu sakit
9,1%

Pengetahuan
perawatan
payudara
rendah

Pengetahuan
menyusui saat
payudara sakit
rendah

Persepsi ASI tidak


cukup untuk bayi
tinggi 42,4%

Pengetahuan
teknik
menyusui yang
benar rendah

Pola konsumsi
tidak makan
lauk hewani
25%

Pengetahuan
bahan
makanan kaya
serat rendah
Dukungan
keluarga
terkait food
belief tinggi

Food belief (makanan


pantang) tinggi 65,6%

Pengetahuan
pentingnya
sumber
protein untuk
ibu menyusui
rendah

Intake serat
<AKG
100%

Frekuensi paparan informasi kesehatan rendah 51,5%


Gambar 3.13 Objective Tree Balita 1
gemuk
menurun
Kunjungan Prevalensi
ke pelayanan
kesehatan
84,4%

Intake
energi
<AKG
86,7%
Pengetahuan
pentingnya
energi rendah

Intake energi cukup

Menurunkan Intake
makanan sumber lemak
dan gorengan

Meningkatkan
Intake serat

Menurunkan
Intake jajanan

Meningkatkan
pengetahuan
tentang porsi
susu balita
yang baik

Meningkatkan
Pengetahuan
tentang
bahaya zat
kimia pada
jajanan (snack)

Meningkatkan
pengetahuan
terkait
pembuatan
jajanan sehat

Meningkatkan pemantauan
pertumbuhan dan
perkembangan balita yg
baik
Menurunkan Intake
susu formula yang
berlebih

Meningkatkan
motivasi
pemberian
makan yang
baik untuk
balita

Menurunkan
Pemberian
susu formula
pada balita
yang tidak
mau makan

Meningkatkan pengetahuan
tentang pertumbuhan balita
yang baik

Gambar 3.14 Objective Tree Balita 2


Menurunkan angka wasting pada
balita

Menurunkan prevalensi
enyakit infeksi diare dan
ISPA
Menurunkan praktik
balita BAB di sungai
& halaman
rumah/depan rumah
Meningkatk
an
pengetahua
n tempat
BAB yang
seharusnya

Meningka
tkan
fasilitas
tempat
BAB

Meningkatkan intake
Energi, KH, Lemak &
Protein

Meningkatkan
praktik mencuci
tangan

Meningk
atkan
kebiasaa
n
mencuci
tangan

Meningkatk
an
pengetahua
n mencuci
tangan

Meningkatk
an jenis
bahan
makanan
baik
Meningkatk
an
pengetahu
an tentang
jenis BM

Meningkat
kan
frekuensi
makan

Meningk
atkan
kesadara
n ibu
akan
balita
lapar

Penyajian
makanan
menarik

Meningkatka
n
ketrampilan
ibu dalam
mengolah
makan

Meningka
tkan porsi
makan

Meningkatka
n
pengetahua
n tentang
porsi makan
yang baik

Meningkatkan
pemantauan
pertumbuhan dan
perkembangan balita
yang baik
Meningkatkan
pengetahuan
tentang
pertumbuhan
balita yang baik

Meningkatkan
partisipasi ke
pelayanan
posyandu

Gambar 3.15 Objective Tree Anak Usia Sekolah 1

Prevalensi overweight dan obesitas


Turun

Intake jajanan berkurang

Peningkatan aktifitas fisik

Aktifitas fisik
ringan berkurang

Frekuensi jajanan ( jajan >


2 X sehari ) berkurang

Menurunnya jumlah
anak tidak sarapan

Pengetahuan
tentang
pentingnya
meningkat

Praktik membawa
bekal meningkat

Pemilihan menu
sarapan lengkap
meningkat

Peningkatan
keterpaparan
program uks

Konsumsi jajanan tidak


sehat berkurang

Peningkatan
pengetahuan
pentingnya bekal

Peningkatan Pengetahuan
tentang makanan bergizi

Peningkatan
Pengetahuan
jajanan sehat

Peningkatan
motivasi
olahraga

Peningkatan
aktifitas fisik dihari
minggu
Peningkata
n Fasilitas

Peningkatan
pemanfaatan
teknologi

Gambar 3.16 Objective


Tree
Anak Usia Sekolah 2
Menurunkan
prevalensi
anak sekolah kurus dan
sangat kurus rendah
(7.9%)
Menurunkan prevalensi
penyakit infeksi (diare dan
ISPA)

Mengurangi defisiensi
energi
Menurunkan
prevalensi
anak tidak
sarapan

Meningkatkan
frekuensi makan
sehari

Memberikan
pengetahuan
mengenai sarapan

Memberikan
pengetahuan
mengenai frekuensi
makan sehari

Meningkatkan
keberagaman jenis
makanan yang
dikonsumsi rendah
Memberikan
pengetahuan
mengenai
keberagaman jenis
makanan

Memberikan informasi terkait


gizi dan kesehatan
Mengadakan program UKS
terkait gizi dan kesehatan
secara berkala

Meningkatkan
praktek cuci tangan
dengan sabun

Menurunkan praktek
BAB/ BAK di sungai

Memberikan
pengetahuan mengenai
praktek cuci tangan
dengan sabun

Memberikan
pengetahuan
mengenai tempat
BAB/BAK yang benar

Gambar 3.17 Objective Tree Ibu Hamil 1


Penambahan BB ibu hamil sesuai
dengan usia kehamilan

Mual dan muntah


menurun

Meningkatkan
pengetahuan tentang cara
minum tablet Fe yang
tepat
Meningkatkan paparan
informasi terkait gizi dan
kesehatan
Frekuensi periksa kehamilan
meningkat

Intake Energi dan protein


meningkat

Ibu hamil menjadi prioritas


utama untuk makan di
rumah

Pengetahuan
keluarga
meningkat

Dukungan
keluarga
meningka
t

Motivasi makan
meningkat

Pengetahuan tentang
pentingnya
mengonsumsi
makanan selama
masa kehamilan
meningkat

Gambar 3.18 Objective Tree Ibu Hamil 2

Dukungan
motivasi keluarga
meningkat

Gejala anemia pada


ibu hamil

Intake bahan makanan


sumber protein dan Fe ibu
hamil

Konsumsi tablet Fe
pada ibu hamil

Praktek ASI eksklusif


tinggi
Pengetahuan terkait
Prioritas distribusi
Tingkat ekonomi
manfaat tablet Fe pada
makanan untuk ibu
ibu hamil Produksi

hamil
Motivasi memberikan ASI eksklusif tinggi
ASI lancar
Bayi
sehat

Dukungan
keluarga untuk
ASI tinggi

Praktek cuci
tangan buruk
rendah
Pengetahuan
tentang cuci
tangan yang
benar tinggi

terkait bahanPersepsi ASI cukup


Pengetahuan
Ibu sehat Pengetahuan
makanan
sumber
tentang
ASIprotein danuntuk bayi tinggi
sumber
Fe
eksklusif
tinggi

Pola konsumsi
makan lauk
hewani tinggi

Perawatan
payudara yang
Paparan info mengenai
benar tinggi
bahan makanan sumber
protein dan sumber Fe
Pengetahuan
Pengetahuan
Pengetahuan
perawatan
menyusui saat
teknik
payudara
payudara sakit
menyusui yang
tinggi
tinggi
benar tinggi

Intake serat
<AKG
rendah

Pengetahuan
Food belief (makanan
bahan
Paparan
info mengenai
pantang)
rendah
makanan kaya
manfaat tablet Fe pada
serat tinggi
ibu hamil
Pengetahuan
Dukungan
pentingnya
keluarga
sumber
terkait food
protein untuk
belief
ibu menyusui
rendah
tinggi
Gambar 3.19 Objective Tree Ibu Menyusui

Frekuensi paparan informasi kesehatan meningkat

Kunjungan ke pelayanan kesehatan meningkat

Intake
energi
<AKG
rendah
Pengetahuan
pentingnya
energi tinggi

Tabel 3.2 Participation Analysis Balita 1


Perso

Categoriz

n/gro

Characteristic

Interest,
attitude

motivies, Potential
(Strenght/Weakness)

Implication For The


Project

up
Ibu

Target

Baik
Penyayang
Sabar

Ingin

mempunyai

generasi

penerus

keluarga

yang

sehat
Ingin yang terbaik
untuk anaknya

(+)

Membantu

Dekat dengan anak

memberi

Dipercaya dan dipatuhi oleh

kepada balita

Pelaku

Rewel
Nakal
Ingin

bermain
Suka jajan

selalu

Ikut

semua

intervensi

anak
Mudah di beri masukan
(-)
Susah

Balita

dalam

apa

untuk

merubah

kebiasaan
(+)

Target sasaran

yang di nasihatkan

Mudah di beri masukan oleh

oleh orang tua

orang tua
(-)
Tidak paham dengan masukan

Ayah

Pelaku

Sabar
Penyayang
Peduli
Pembuat
keputusan

Kader

Pelaku

rumah tangga
Baik
Perhatian
Bertangung
jawab

Ingin memiliki anak

yang diberikan orang lain


(+)

Membantu

yang

Dekat dengan anak

memberi

(-)

kepada balita

sehat

dapat
di

penerus
-

agar

menjadi
keluarga

yang baik
Ingin

Tidak

mudah

dalam
intervensi

merubah

keputusan
(+)

Membantu

masyarakat

Dekat dengan masyarakat

balita dalam memberi

menjadi sehat

Di segani oleh masyarakat

makanan yang sehat

Panutan bagi masyarakat

untuk para balita

para

(-)

para

ibu

Susah di beri masukan


Tabel 3.3 Participation Analysis Balita 2
Partisipan
Balita

Kategori
Subject

Karakteristik

Interest, motives,

Rewel, ingin

attitude
Sehat, suka bermain,

diperhatikan

balita sehat, tidak

Potensi
(+)
-

Implikasi terhadap
proyek
Sasaran utama untuk

Usia dimana balita

meningkatkan status

mudah sakit, status gizi

mudah mencotoh

gizi balita

baik

semua hal
(-)
-

Rewel

Susah menerima apa


yang ibu berikan

gampang menangis
dan pemalu (sulit untuk
bergaul dengan orang
baru)

Ibu

Pendukung

Penyayang,

- Ingin balitanya sehat

utama

sabar,

- Motivator bagi balitanya

pengertian

(+)

- Sebagai pendukung
-

untuk memenuhi
kebutuhannya

Membantu persiapan

kelancaran

kebutuhan balita

berlangsungnya

Mampu memasak

Lebih mengetahui apa


yang dikonsumsi oleh
anggota keluarga

transfer informasi
- Mampu mengkreasikan
bahan makanan untuk
dijadikan makanan
selingan untuk balita

Mengerti keinginan dan - Mampu membuat


kebutuhan balita

makanan yang

(-)

sehatuntuk
-

Kurangnya

meningkatkan

pengetahuan

kecukupan energi, KH,

sulit untuk datang pada


acara-acara tertentu

lemak dan protein


- Peningkatan
pengetahuan akan

Ayah

Pendukung

Motivator,

- Motivator

tegas,

- Ingin menyenangkan

melindungi
keluarga,
pemberi nafkah

keluarga
- Ingin semua anggota
keluarga menjadi sehat
dan lebih baik

kesehatan balitanya
- Orang yang

(+)
-

Bertanggung jawab

memutuskan hal yang

Penyedia dana

perlu dan tidak perlu

Pengambil keputusan

Disegani keluarga

Kurang peka terhadap

(-)

dilakukan keluarga
- Menyediakan dana
- Memberikan motivasi
untuk keluarga agar
hidup sehat

kondisi kesehatan
balita
-

Sibuk bekerja

cenderung
mempercayakan semua
hal kepada istrinya

Kader

pendukung

Dihormati,

Ingin meningkatkan

(+)

pengambil

drajat kesehatan di

Memiliki

Membantu bidan dalam


pengaruh

yang

pemantauan

kebijakan social

daerah tempat

cukup kuat di masyarakat

perkembangan dan

di desa

tinggalnya

- Dapat mengajak para ibu

pertumbuhan balita

balita
(-)
-

Kurang terlatih

Pengetahuan

tentang

kesehatan kurang
-

Sering

terjadi

dalam

kesalahan

pemantauan

pertumbuhan
Bidan desa

pendukung

Mengayomi,

- Ingin kondisi status

dan

perkembangan balita
(+)

Memegang peran

dihormati,

kesehatan balita di

- Memiliki pengetahuan

utama dalam program

disegani

daerahnya menjadi

- Terlatih

(merencanakan,

Terlatih,

baik

(-)

implementasi, monev)

berpengalaman,

- Tidak mempunyai cukup

aktif dalam

banyak waktu

memantau

- Kurang fokus dan perhatian

perkembangan

karena banyaknya beban

dan

pekerjaan

pertumbuhan
Guru PAUD

Pendukung

balita
Terbuka dengan

Membantu untuk

(+) : penyedia tempat dan

Membantu penyediaan

mahasiswa yang

mengurus anak didiknya

sarana untuk program

tempat dan sarana

ingin

untuk keberlangsungan

mengadakan

program serta

acara di PAUD

membantu dalam
manghubungi ibu balita
untuk mengikuti

Dihormati,

Menginginkan kondisi

(+)

program di PAUD
- Mendukung jalannya

masyaraka

pengambil

kesehatan di daerah

- Memiliki pengaruh yang

aktivitas peningkatan

kebijakan social

tempat tinggalnya

cukup kuat di masyarakat

fasilitas agar informasi

di desa

menjadi lebih baik

(-)

kesehatan dapat

- Berpihak pada budaya

tersampaikan dengan

setempat yang bertentangan

baik

dengan kesehatan

- Membantu pengadaan

Tokoh

pendukung

sarana dan prasarana


Tabel 3.4 Participation Analysis Anak Usia Sekolah
Person / grup

Categorize

characteristic

Interest

, Potential

Motive , attitude
Anak sekolah

Sasaran utama

Suka bermain ,suka Jajanan


hal yang baru , suka permainan
jajan

menarik

(streght/

weakness)
enak, (+): mudah
yang menerima hal baru
(-): tidak bisa
berkonsentrasi
dalam waktu yang
lama

Implication

of

the project
Sebagai
utama

sasaran
program

dan sebagai duta


gizi untuk teman
sebaya

Ibu / keluarga AUS

Guru

Pengasuh anak
Panutan anak

Role

model

panutan anak

Sabar
Bijaksana

Memberikan

yang (+) : memiliki

terbaik bagi anak

, Pintar,

Pimpinan
sekolah

makanan

terhadap anak
(-): sulit diajak

pengawasan pola

bijaksana , lebih up

pengetahuan anak dihormati siswa,

to

didik

date

terhadap

kualitas

makan anak
Sebagai

role

model siswa

didengar siswa
(-): sibuk

pengetahuan
tertinggi Berwibawa, pintar , Meningkatkan
bijaksana

dan

nasehat lebih

perkembangan ilmu
Kepala sekolah

akses pengawasan

berkumpul
Meningkatkan (+) : pintar ,

sabar,

Sebagai pembuat

(+): memiliki

sekolah wewenang untuk

dan anak didik

menyetujui

Sebagai

teladan

bagi

warga

sekolah

pelaksanaan
program , contoh
bagi guru , siswa

Sekolah dan UKS

benefciaris

Tegas

memiliki Meningkatkan

peraturan

sesuai pengetahuan

lembaga

kesehatan

bersangkutan

sekolah

dan orangtua siswa


(-) : sibuk
( + ): tempat
dan pensisikan
anak kesehatan siswa di
sekolah
(-): tidak semua

Membantu
menyediakan
sarana prasarana
edukasi bagi siwa

UKS berjalan
Kantin sekolah

Pendukung

Menjual

berbagai Memperoleh

programnya
(+): penyedia

Menyediakan

jajanan bagi siswa

keuntungan

jajanan di sekolah ,

jajanan

yang

sebesar-besarnya

lebih sehat dari

lebih sehat bagi

jajanan yang dijual

siswa

diluar sekolah b
(-) : jajanan yang
disediakan kurang
menarik dibanding
jajanan diluar
Dinas
dan

kesehatan Pendukung
pemerintas

Profesional
memiliki

setempat

, Meningkatkan
waktu kesehatan

yang terbatas

masyarakat

sekolah
(-): memiliki

Dapat

sebagai

program pelatihan

parter

dalam

untuk UKS
(-): keterbatasan

melakukan
program

waktu
Tabel 3.5 Participation Analysis Ibu Hamil
Person/

Categoriz

Characterist

Group
Ibu Hamil

e
Sasaran

ic
Ingin selalu

utama

Interest, Motivies,
Attitude
Ingin lebih sehat saat

diperhatika

hamil dan setelah

n orang

melahirkan serta

terdekat
Suka
ngidam
Emosi labil
Mudah lelah

melahirkan dengan
selamat
Ingin mempunyai
generasi penerus

Potential
(Strength/Weakness)
(+)
Mudah dipengaruhi, terbuka
untuk menerima informasi
yang baik bagi
kesehatannya dan janinnya
(-)
Pengetahuan gizi kurang,
mudah bosan dengan

Implication for the


Project
Target sasaran

Patuh

keluarga yang sehat

informasi yang kurang


menarik

terhadap
orangtua
dan mertua
Suami

Pendukun
g

Tegas
Bijaksana
Perhatian
Pemimpin

keluarga
Pencari
nafkah
Orangtua

Pendukun

/mertua

Penyayang
Peduli
Pemberi
nasihat

Ingin menyenangkan

(+)
Dipercaya dan dipatuhi oleh

keluarga
Memenuhi kebutuhan

ibu hamil
Menyediakan kebutuhan ibu

keluarga
Memberikan yang terbaik

hamil
(-)
Pengetahuan tentang gizi

untuk keluarga
Ingin ibu hamil dan
bayinya lahir dengan
sehat dan selamat
Sarannya didengarkan

dan kehamilan kurang


(+)
Dekat dengan ibu hamil
(-)
Mudah percaya mitos

Memotivasi istrinya
untuk mengikuti
program kesehatan
Memotivasi untuk
memenuhi kebutuhan
istrinya
Memotivasi anaknya
untuk mengikuti
program kesehatan
Memotivasi ibu hamil
untuk makan dan

Perangka

Pendukun

t desa

(kades,
carik,
kasun,

Bijaksana
Bertanggun
g jawab
Tegas
Ramah
Tertarik

ketua RT

dengan hal-

dan RW

hal baru/

Mengutamakan
kepentingan warganya
Memberikan pelayanan
terbaik untuk menjamin
kesehatan warganya

(+)
Pembuat keputusan
Bisa diajak kerjasama
Dipercaya masyarakat
Dihormati masyarakat
Sebagai panutan
(-)
Sibuk

memenuhi gizinya
Memberikan

keputusan
Memberikan ijin
pengadaan kegiatan

di desa
Menyediakan
sarana dan
prasarana untuk

setempat

inovasi
Pengambil

, tokoh

keputusan

masyara

kegiatan di desa
Membantu
menggerakan
antusiasme warga

kat)

terhadap kegiatan
Memberikan saran
Pemberi dan
penyalur informasi
dari dan untuk

Tenaga

Pelayan

kesehata

kesehatan

Mamahami
masalah

n Desa

kesehatan

(bidan

masyarakat

dan

Penyedia

perawat)

layanan
kesehatan
Tertarik
dengan
informasi
kesehatan
Pekerja
keras
Supel dan
ramah

Memberikan pelayanan
terbaik untuk menjamin
kesehatan masyarakat
Meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat
Menangani masalah
kesehatan
Melakukan promosi
kesehatan
Menyadarkan masyarakat
akan pentingnya
kesehatan

(+)
Memiliki kemampuan dan
pengetahuan yang tinggi
Didengarkan masyarakat
Dipercaya masyarakat
Penggerak masyarakat
(-)
Sibuk

masyarakat
Bekerjasama dalam
mengurangi maupun
mengatasi masalah
gizi pada ibu hamil
Membantu saat
pelaksanaan kegiatan
Memberikan saran
Pemberi dan penyalur
informasi ke
masyarakat

Aktif
Terlatih
Dekat

Kader

dengan
Pendukun
g dan
pelayan
kesehatan

masyarakat
Ramah
Pasif
Kurang
inovatif
Suka
menolong

Menyadarkan warga di
sekitarnya akan
pentingnya kesehatan
Meningkatkan derajat
kesehatan warga sekitar

(+)
Mudah diajak kerjasama
(-)
Tidak menjangkau seluruh
sasaran
Kurang maksimal dalam
memberikan pelayanan

Membantu saat
pelaksanaan kegiatan
di desa
Memberikan saran
Menyalurkan
informasi ke
masyarakat

Tabel 3.6 Participation Analysis Ibu Menyusui

NO

Person/Gro

Categorize

Characteristic

up
1.

2.

Ibu Menyusui Penerima manfaat

Suami

Pelaku

Interest, Motivies,

Potential

Implication for The

Attitude

(Strength/

Project

Tergantung pada

Memperoleh

Weakness)
(-) Mudah

orang tua,

kenyamanan dan

terpengaruh

Tegas,

makanan yang enak


- Memenuhi

(+) Pembuat

- Pendukung program

pengambil

kebutuhan keluarga

keputusan

- Pemberi ijin dan

keputusan,

-Membahagiakan hati

(+) Pemberi

keputusan

bertanggung

keluarga

keputusan

jawab dalam

(+) Dekat

keluarga,

dengan keluarga
(-) Suka
memerintah

Penerima program

(-) Kadang egois


3.

4.

Ayah

Ibu

Pelaku

Pelaku

Panutan,

Membahagiakan hati

dan pemarah
(+) Pembuat

- Pendukung

pengambil

keluarga

keputusan

- Pemberi ijin dan

keputusan,

Memberikan nasihat

(+) Pemberi

keputusan

bertanggung

dan panutan dalam

keputusa

jawab dalam

keluarga

(+) Dekat

keluarga
Sabar,

Peduli terhadap

dengan keluarga
(+) Suka

penyayang,

keluarga

memasak

pendukung

Membahagiakan hati

(+) Dekat

dalam

keluarga

dengan keluarga

keputusan
Mampu

Mensejahterahkan

(+)Panutan

- Pemberi ijin

memimpin,

masyarakat

(+)Pembuat

pelaksaan program
- Menyediakan sarana

- Pendukung

pengambilan
5

Kepala
dusun

Pelaku

tegas,

keputusan

berwibawa,

(+)Dihormati

disegani, mudah

masyarakat

bergaul,
berwawasan
luas, panutan

dan prasarana untuk


kegiatan di desa

6.

7.

Bidan desa

Kader

Pelaku

Pelaku

Pintar, cekatan,

Mengupayakan

(+)Panutan

- Menyediakan sarana

dihormati

kesehatan

(+)Dihormati

dan prasarana untuk

masyarakat desa

masyarakat

Komunikatif,

Mengupayakan

(+)Panutan

mudah bergaul,

kesehatan

(+) Mudah

berwawasan,

masyarakat

mempengaruhi

memiliki
wawasan

kegiatan di desa
- Pendukung program
- Pendukung program
- Penyebar informasi
kepada masyarakat
- Menyediakan sarana
dan prasarana untuk

tentang

kegiatan di desa
- Mengajak dan

kesehatan

mempengaruhi
masyarakat untuk ikut
menghadiri kegiatan

A. INTERVENSI DAN MONEV


a. HASIL PENENTUAN SKALA PRIORITAS KEGIATAN
Tabel 3.8 Alternative Analysis Balita 1
Kriteria

GOAL : Menurunkan Prevalensi Gemuk Pada Balita


Alternatif
1
: Alternatif
Menormalkan

meningkatkan

Intake energi pada pemantauan


balita

pertumbuhan
perkembangan

dan
balita

yang baik
1.
-

Sumber daya
Man
Money
Sarana
Prasarana
Waktu

2. Social Risk
3. Feasibility
4. Sustainability
TOTAL

3
2
2
3
23

3
2
2
3
21

Keterangan :
Range nilai dari skala 1-5
1 = unfavorable
5 = favorable
Jadi, alternative analysis yang dipilih adalah Menormalkan Intake Energi
Balita

Tabel 3.9 Alternative Analysis Balita 2


Kriteria

Goal : Menurunkan angka balita wasting


Alternative 1 :
Alternative 2 :
Alternative 3 :
Menurunkan

Meningkatkan

prevalensi

intake energy, KH, pemantauan

penyakit

lemak dan protein

infeksi

Meningkatkan
pertumbuhan
dan
perkembangan
balita yang baik

1. Sumber
-

daya
Men
Money
Sarana
Prasaran

2.
3.
4.

a
Waktu
Sosial risk
Feasibility
Sustanbilit

y
TOTAL

2
3
3

3
2
2

2
2
2

21

24

19

Keterangan :
Range nilai dari skala 1-5
1 = unfavorable
5 = favorable
Jadi, alternative analysis yang dipilih adalah Meningkatkan Intake
Energy, KH, Lemak dan Protein

Tabel 3.10 Alternative Analysis Anak Usia Sekolah 1


Goal : Menurunkan prevalensi gizi lebih pada anak usia sekolah

Krieria

Alternatif 1

Alternatif 2

Menurunkan intake

Meningkatkan aktifitas

jajanan tidak sehat

fisik pada anak usia


sekolah

Sumberdaya
Man

Money

Sarana prasarana

4
3
4
2
24

3
2
3
1
17

Waktu
Social risk
Feasibility
Sustainability
TOTAL
Keterangan : skor 1-7
1 : most unfavorable
2 : most favorable

Dari alternatif analysis diatas didapatkan data bahwa alternatif


pertama mendapat skor sebesar 24 dan alternatif kedua sebesar 17
maka dapat disimpulkan bahwa alternatif 1 yang lebih diprioritaskan
untuk dilakukan yaitu Menurunkan Intake Jajanan Tidak Sehat.

Tabel 3.11 Alternative Analysis Ibu Hamil 1


GOAL : Penambahan berat badan ibu hamil sesuai umur
Kriteria
Alternatif 1 : Menurunkan
Alternatif 2 :
mual dan muntah

Meningkatkan intake

energi dan protein


Sumber daya

Social Risk

3
2

3
3

Feasibility

21

27

Men
Money
Sarana
Prasarana
Waktu

Sustainabilit
y
TOTAL
Keterangan:
Range nilai dari skala 1-5
1: Unfavorable
5: Favorable

Jadi, alternative analysis yang digunakan adalah Meningkatkan


Intake Energi dan Protein.
Tabel 3.12 Alternative Analysis Ibu Hamil 2
GOAL : Prevalensi gejala anemia pada ibu hamil rendah
Alternatif 1 :
Alternatif 2 :
Meningkatkan intake
Meningkatkan konsumsi
Kriteria
bahan makanan sumber
tablet besi pada ibu
Fe dan protein pada ibu
hamil
hamil
Sumber daya

Social Risk

3
3

2
2

Feasibility

Sustainabilit

Men
Money
Sarana
Prasarana
Waktu

y
TOTAL

26

17

Keterangan:
Range nilai dari skala 1-5
1: Unfavorable
5: Favorable
Jadi, alternative analysis yang digunakan adalah Meningkatkan
Intake Bahan Makanan Sumber Fe dan Protein pada Ibu Hamil.
Tabel 3.13 Alternative Analysis Ibu Menyusui

GOAL : Meningkatkan praktek ASI eksklusif


Kriteria (Syarat
Yang Akan Dipilih)

Alternatif 1:

Alternatif 2:

Meningkatkan motivasi

Meningkatkan produksi

ibu memberikan ASI

ASI

eksklusif
Sumber Daya
Man
Money
Sarana
Prasarana
Waktu
Soscial Risk

4
3
3
3
4
4

4
4
5
5
3
2

Masyarakat)
Feasibility

(Kelayakan)
Susteinability

30

32

(Penolakan

(Keberlanjutan)
Jumlah
Keterangan:

5 = sangat memungkinkan atau sangat direkomendasikan


4 = memungkinkan
3 = cukup memungkinkan
2 = kurang memungkinkan
1 = tidak memungkinkan
Karena kedua alternative analysis memungkinkan untuk dilakukan
semua, jadi alternative analysis yang digunakan ada 2 alternative yaitu
Meningkatkan Motivasi Ibu Memberikan ASI Eksklusif dan
Meningkatkan Produksi ASI

PROJECT PLANNING MATRIX (PPM)


Tabel 3.15 Project Planning Matrix (PPM) Balita 1

Objective

Objective variabel
Indicator
Penurunan prevalensi

Goal :
Menurunkan

prevalensi kegemukan

kegemukan pada balita

Source Of

Verification
Data pengukuran Balita pindah rumah

pada antropometri

balita menjadi 4%

yang

ada

posyandu
Project

Purpose Penurunan

(outcome) :

energi

pada balita

berikutnya
intake Data dari

pada

Menormalkan intake energi sesuai

Assumption

balita

Ibu balita meninggal dunia


di

bulan
24-h Balita pindah rumah

recall

Ibu balita meninggal dunia

angka

kecukupan gizi (AKG)


yang dianjurkan

Output (result) :

(+)

1. Meningkatkan

Pengetahuan

Pre test & post

Ibu

balita

antusias

saat

penyampaian materi dan aktif ketika

pengetahuan

meningkat sebanyak test

tanya jawab berlangsung

tentang bahaya zat

5%

(-) Ibu balita yang mengikuti acara

kimia
dalam

yang

ada

edukasi tidak sampai setengah dari

makanan

ringan (snack)
2. Meningkatkan

jumlah keseluruhan yang ada


Pengetahuan

Wawancara

(+) Ibu balita antusias saat kegiatan

pengetahuan

meningkat sebanyak

demonstrasi pembuatan jajanan sehat

tentang pembuatan

5%

berlangsung

jajanan yang sehat


untuk balita
3. Meningkatkan
pengetahuan

(-)
Pengetahuan

Pre test & post

ibu meningkat sebanyak test

Ibu

balita

tidak

meperhatikan

karena dianggap tidak menarik


(+) ibu-ibu antusias saat penympaian
materi dan aktif saat tanya jawab

tentang porsi yang 5%

(-) ibu yang datang tidak sampai

tepat

dalam

setengah

susu

diundang

pembuatan
formula
Activities

dari

jumlah

total

yang

1.1 Edukasi tentang bahaya jajanan (snack) kepada ibu balita


2.1 Demo membuat jajanan sehat untuk ibu balita
3.1Edukasi tentang susu formula pada ibu balita
3.2Edukasi tentang susu formula pada ibu kader
3.3Praktek pembuatan susu formula yang benar
Tabel 3.16 Project Planning Matrix (PPM) Balita 2
Objective

Objective
Goal :

Veriable

Source of Verification

Indicator
Prevalensi balita Data

diperoleh

Menurunkan angka wasting wasting

antropometri

pada balita

kegiatan bulan November

menurun.

2014.

pada

dari Data

Assumption
berasal

dari

responden.

akhir Sample dipilih secara acak.

Outcome

(Project Peningkatan

Purpose) :

intake

Meningkatkan
energy,

KH,

intake KH
lemak

Data diperoleh dari hasil

Kondisi social ekonomi dan

budaya pada keluarga balita


Balita meninggal dunia atau

energy, recall 24 hours dan Sq-FQQ

lemak

dan di

dan protein

protein

memenuhi

akhir

kegiatan

bulan

pindah ke daerah lain

November 2014.
77%

AKG
Output (Result) :
1. Meningkatkan

1. Pengetahuan

pengetahuan jenis

terkait jenis

bahan makanan yang

bahan

baik
2. Meningkatkan frekuensi
makan
3. Meningkatkan
ketrampilan ibu dalam
mengolah makanan
4. Meningkatkan
pengetahuan tentang
porsi makan yang baik

makanan
yang baik
meningkat
80%
2. Peningkatan
frekuensi
makan 40%
3. Peningkatan
ketrampilan
ibu dalam
mengolah
makanan 80%
4. Pengetahuan

1. Data diperoleh dari


hasil recall 24 hours
2. Data diperoleh dari

Kondisi social ekonomi dan

budaya pada keluarga balita


Balita yang sakit atau

meninggal
Balita yang pindah ke daerah

hasil pretest dan


posttest kuesioner
pengetahuan
3. Data diperoleh dari
survey di akhir acara
bulan November 2014.

lain

terkait porsi
makan yang
baik
meningkat
80%
Activities

1.1.Melakukan edukasi PGS (Pedoman Edukasi Seimbang) untuk kelompok


umur balita dengan poster, flipchart, dan leaflet pada ibu balita dan kader
posyandu.
1.2.Melakukan edukasi kader dan demo masak PMT (Pemberian Makanan
Tambahan).
1.3.Edukasi makanan sehat balita, menu sehat balita, makanan yang harus
dibatasi dan diperhatikan untuk balita pada pojok konsultasi posyandu.
1.4.Mengadakan lomba inovasi dan kreasi jajanan sehat dengan bahan
makanan lokal.
Tabel 3.17 Project Planning Matrix (PPM) Anak Usia Sekolah 1

Objective

Objective

Goal :

Indicator
Penurunan

Menurunkan
overweight

Veriable Source
Verification
prevalensi Suvey

prevalensi overweight dan obese pada


dan

anak usia sekolah


Outcome :

obese

pada

anak usia sekolah

of Assumptions
Intake dan frekuensi jajanan
berkurang
sarapan

serta
dan

bekal meningkat

praktik

membawa

1. Meningkatkan jumlah siswa

Peningkatan

yang sarapan
2. Meningkatkan jumlah siswa

yang sarapan 20 %

yang membawa bekal


3. Menurunkan frekuensi jajan
dan meningkatkan konsumsi
jajanan sehat
4. Meningkatnya partisipasi

jumlah

siswa Survey
lapangan

Terdapat

peningkatan

/ pengetahuan

Meningkatkan jumlah siswa quisioner

pentingnya

yang membawa bekal naik 20

membawa

Survey

tentang
sarapan

bekal,

dan

jajanan

sehat dan frekuensi jajanan

Frekuensi jajanan > 2x sehari

Survey

yang baik

berkurang 20 %

siswa untuk edukasi teman

Pilihan

jajanan

sebaya di UKS

meningkat 20 %
Kemampuan

siswa

sehat

Survey

untuk

mengedukasi teman sebaya


meningkat 20 %
Output :
1. Meningkatkan pengetahuan
siswa

tentang

pentingnya siswa

sarapan
2. Meningkatkan pengetahuan
siswa

tentang

pentingnya

membawa bekal
3. Meningkatkan pengetahuan
siswa tentang frekuensi jajanan
yang benar dan jenis jajanan
sehat

Peningkatan
80

pengetahuan Post
baik

tentang

sarapan sehat

test

dan Siswa

observasi
Postest

dan maupun
serta

% baik tentang pentingnya

Postest dan self yang

bekal sehat

report
baik

tentang

jajanan sehat dan frekueansi

hadir
Postest
observasi

bermain

jumlah

games

self

report

dikembalikan

sama

dengan jumlah siswa yang

Peningkatan pengetahuan 80
menjadi

berpartisipasi

pada kegiatan baik edukasi

Peningkatan pengetahuan 80 observasi

aktif

4. Meningkatkan peran siswa

jajanan yang baik

dalam edukasi gizi di UKS

Meningkatkan

melalui

pengetahuan fasilitator

siswa tentang antropometri


dan edukasi gizi sederhana
80 % baik
tentang

antropometri

dan

edukasi sederhana
Activity :
1. Meningkatkan pengetahuan tentang ppentingnya sarapan , jenis serta porsi

Kehadiran

dan

yang sesuai dengan PGS


1.1 Melakukan games jepara ( jenis , porsi sarapan seimbang )
1.2 Melakukan senam sarapan
1.3 Teraz gizi ( teater anak sehat dan bergizi )
1.4 Pemutaran video edukasi tentang sarapan
1.5 Pemutaran video pentingnya konsumsi sayur dan buah
2. Meningkatkan pengetahuan tentang jenis jajanan sehat , beragam kontaminasi

siswa

jajanan dan frekuensi jajan yang baik


2.1 Melakukan edukasi jajanan example non example untuk meningkatkan
pengetahuan tentang jajanan sehat
2.2 Self report frekuensi jajanan
2.3 Pemutaran video jajanan sehat dan dampak jajanan tidak sehat
2.4 Membagikan stiker jajanan
3. Meningkatkan pengetahuan tentang jenis dan porsi bekal seimbang
3.1 Melakukan games jepara ( jenis , porsi bekal seimbang )

80

seluruh
siswa
bertanya

dari

siswa
aktif

berpendapat

partisipasi
jumlah

dan

para
dalam

maupun

4. Meningkatkan pengetahuan agicil tentang antropometri , edukasi gizi


sederhana tentang sarapan ,
bekal dan jajanan sehat
1.1 Melakukan pelatihan Agicil ( Ahli gizi kecil ) sebagai duta sarapan jajanan
sehat dan gizi seimbang di UKS
1.2 Pembagian leaflet sarapan, bekal dan jajanan sehat

Tabel 3.22 Project Planning Matrix (PPM) Ibu Hamil 1


Objective

Objective Veriable

Source of Verification

Assumptions

Goal:

Indicator
Penambahan berat

Data dari bidan desa

Ibu hamil mengalami sakit yang

Penambahan

badan ibu hamil sesuai

dan Antropometri pada

menyebabkan berat badannya

berat badan ibu

usia kehamilan

akhir November 2014

menurun,

hamil sesuai umur

meningkat sebesar 5%

Outcome:

dari sebelumnya
Peningkatan intake

Meningkatkan

energi dan protein pada

Data dari bidan desa

Ibu hamil aktif berpartisipasi dan

intake energi dan

tiap Trimester

dan survei Dietary pada

mengikuti informasi yang diberikan

protein

sebesar 10% dari

November 2014

sebelumnya
Output:

Ibu hamil tidak mau mengikuti program

1. Ibu hamil

Prevalensi household

Data diperoleh dari

Ibu hamil dan anggota keluarga turut

menjadi

yang lebih

wawancara kepada ibu

berpartisipasi dalam kegiatan

prioritas

memprioritaskan

hamil dan anggota

utama untuk

distribusi makanan

keluarga di rumah

makan di

untuk ibu hamil

tersebut

rumah

meningkat sebesar 5%

2. Meningkatkan
motivasi
makan

3. Meningkatkan

dari prevalensi

Data diperoleh dari

sebelumnya

wawancara kepada ibu

Peningkatan motivasi

hamil

makan pada ibu hamil

Anggota keluarga turut berpartisipasi

sebesar 5% dari

dalam kegiatan

sebelumnya

pengetahuan
keluarga

Ibu hamil aktif berpartisipasi

Data diperoleh dari


wawancara household

Pengetahuan tentang

pada anggota keluarga

pentingnya

Anggota keluarga turut berpartisipasi

memprioritaskan ibu

dalam kegiatan

4. Meningkatkan

hamil untuk makan

Data diperoleh dari

dukungan

meningkat sebesar

wawancara household

keluarga

10% dari sebelumnya

pada anggota keluarga

Dukungan keluarga
terutama suami untuk

Ibu hamil aktif berpartisipasi dan

mendukung

mengikuti informasi yang diberikan

5. Meningkatkan

keberhasilan intervensi

Wawancara langsung

pengetahuan

sebesar 50% dari

kepada ibu hamil, pre-

tentang

keseluruhan jumlah

post tes

pentingnya

responden

mengonsumsi

Pengetahuan tentang

makanan

pentingnya

Anggota keluarga turut berpartisipasi

selama masa

mengonsumsi makanan

dalam kegiatan

kehamilan
6. Meningkatkan
dukungan
motivasi

selama masa
kehamilan meningkat

Data diperoleh dari

sebesar 20% dari

wawancara household

sebelumnya

pada anggota keluarga

keluarga

Dukungan keluarga
terutama suami untuk
memotivasi ibu hamil
meningkat sebesar
50% dari keseluruhan
jumlah responden
Aktivitas:
1.1 Bina Keluarga
Ibu hamil

Suami yang

Wawancara langsung

Suami atau anggota keluarga ibu hamil

memperhatikan

kepada ibu hamil

mau berpartisipasi

kebutuhan gizi ibu


hamil sebanyak 50%
dari total responden
dan yang mampu
2.1 Kalender
Diary
Ibu Hamil

menerapkannya

Wawancara, observasi

Angka kehadiran ibu hamil tinggi, ibu

sebanyak 20%

hamil berpartisipasi aktif, ibu hamil

Kehadiran ibu hamil

mencatat makanan sesuai dengan apa

sebanyak 15 orang dan

yang dimakan

Ibu hamil yang


mendapatkan media
3.1 Edukasi
makanan
yang
baik untuk
masa
kehamilan
3.2 Pembagian

edukasi sebanyak 15

Lecture with discussion,

orang di desa

pretest post test

Angka kehadiran ibu hamil tinggi, ibu

Gondanglegi Wetan

hamil berpartisipasi aktif, adanya

Kehadiran ibu hamil

bantuan dari bidan dan kader

30% dan pengetahuan

Observasi, wawancara

ibu hamil meningkat

Angka kehadiran ibu hamil tinggi, ibu

sebesar 30%

hamil berpartisipasi aktif

Leaflet berisi
Maternal
Menu
dan seputar
gizi

Ibu hamil yang


mendapatkan media

Wawancara langsung

edukasi sebanyak 15

kepada ibu hamil

orang di desa

Suami atau anggota keluarga ibu hamil


mau berpartisipasi

untuk

Gondanglegi Wetan

kehamilan
4.1 Bina Keluarga

Suami yang

Ibu

memperhatikan
Hamil

Tanya jawab

kebutuhan gizi ibu

Ibu hamil berpartisipasi aktif

hamil sebanyak 50%


dari total responden
dan yang mampu
menerapkannya
5.1 Bumil Pintar

sebanyak 20%

Ibu hamil berpartisipasi aktif, Kalender

Pengetahuan ibu

dijaga dan tidak hilang, ibu hamil

mengenai jenis bahan

mencatat makanan sesuai dengan apa

makanan yang baik

yang dimakan

selama masa
6.1 Kunjungan ke
rumah ibu

kehamilan meningkat
sebesar 50%

hamil
dan monev

Ibu hamil yang

Kalender

bersedia dikunjungi

Diary
Ibu Hamil

Observasi, wawancara

sebanyak 70% dari


jumlah responden ibu
hamil dan

ibu hamil yang mengisi


Kalender diary berisi
berat badan dan
makanan yang
dikonsumsi selama
sehari sebanyak 50%
dari total responden
Tabel 3.23 Project Planning Matrix (PPM) Ibu Hamil 2
Objective

Objective Veriable
Indicator

Source of Verification

Assumptions

Goal:
Prevalensi gejala

Prevalensi ibu hamil

Data dari bidan desa,

Ibu hamil mengalami anemia karena

anemia pada ibu

yang mengalami

observasi dan

penyebab lain, ibu hamil tidak mau

hamil rendah

gejala-gejala anemia

wawancara langsung

mengikuti program

menurun 5% dari

pada ibu hamil

prevalensi sebelumnya
Outcome:
Meningkatkan

Ibu hamil yang

Data dari bidan desa,

Ibu hamil aktif berpartisipasi dan

intake bahan

mengkonsumsi bahan

wawancara langsung

mengikuti informasi yang diberikan

makanan sumber

makanan sumber Fe

kepada ibu hamil

Fe dan protein

dan sumber protein

pada ibu hamil

sesuai dengan
kebutuhan meningkat
sebesar 10% dari
prevalensi sebelumnya

Output:
1. Prioritas

Prevalensi household

Wawancara kepada ibu

Ibu hamil dan anggota keluarga turut

distribusi

yang lebih

hamil dan anggota

berpartisipasi dalam kegiatan,

makanan

memprioritaskan

keluarga di dalam

untuk ibu

distribusi makanan

rumah tersebut

hamil

untuk ibu hamil

meningkat

meningkat sebesar 5%

2. Pengetahuan
ibu hamil
mengenai
makanan
sumber protein
dan Fe beserta
manfaatnya

Kegiatan penambahan informasi kepada

dari prevalensi

Wawancara langsung

sebelumnya

kepada ibu hamil,

Prevalensi ibu hamil

observasi

ibu hamil berlangsung lancar

yang mengetahui
mengenai makanan
sumber protein dan Fe
beserta manfaatnya
meningkat 20%

meningkat
Aktivitas :
1.1 Pelatihan

Suami atau keluarga

suami

yang mengikuti

Wawancara, observasi

Suami atau anggota keluarga mau


berpartisipasi, adanya bantuan dari

siaga (Papa

kegiatan ini mencapai

perangkat desa untuk mengumpulkan

Fighting!)

70% dan yang

warga

menerapkan informasi
yang diberikan sebesar

Wawancara langsung

20%

kepada ibu hamil, pre

Ibu hamil berpartisipasi aktif, adanya

mengenai

Ibu hamil yang

test-post test

bantuan dari bidan desa dan kader

anemia dan

mengetahui mengenai

pentingnya

anemia dan makanan

makanan

sumber protein serta

Observasi, wawancara

Kalender dijaga dan tidak hilang, ibu

2.1 Edukasi

sumber

Fe meningkat 15%

protein serta
Fe
bagi ibu
hamil

hamil mencatat makanan sesuai


- Ibu hamil yang

2.2 Pembagian

mengisi food kalender

food

dengan teratur
diary

calendar
kepada ibu
hamil

sebesar 50%
- Ibu hamil yang
asupan protein dan Fe
nya dalam kategori
cukup meningkat 10%

dengan apa yang dimakan

Tabel 3.25 Project Planning Matrix (PPM) Ibu Menyusui 1


Objective

Objective Veriable
Indicator

Source of Verification

Assumptions

Goal :
Praktek ASI eksklusif
meningkat

Jumlah Ibu yang

Observasi, kuesioner

memberi ASI

- Terjadi konflik antar RT


- Bencana banjir

eksklusif meningkat
sebesar 10%
Outcome
Meningkatkan
Motivasi ibu dalam

Motivasi meningkat

Observasi dan kuesioner

Penerapan praktek berkelanjutan

sebesar 10%

memberikan ASI
eksklusif
Outputs
1.Menurunkan
persentase sakit
ibu dan bayi
2.Meningkatkan

Angka kejadian ibu

Observasi, daftar hadir

dan bayi sakit

posyandu, pretest

menurun 10%

posttest

Pengetahuan

Penerapan pengetahuan, Penerapan


praktek berkelanjutan

Pengetahuan

mengenai cuci

tentang cuci

tangan meningkat

tangan
3.Meningkatkan
Pengetahuan
tentang
perawatan
payudara
4.Meningkatkan

sebesar 10%
Pengetahuan
mengenai perawatan
payudara saat
menyusui meningkat
sebesar 10%
Frekuensi paparan

paparan

informasi kesehatan

informasi

meningkat
Pengetahuan

kesehatan
5.Meningkatkan

tentang teknik

pengetahuan

menyusui meningkat

tentang teknik

menjadi 10%
Dukungan dari

menyusui
6. Meningkatkan

keluarga untuk

dukungan dari

melaksanakan ASI

keluarga untuk

eksklusif terlaksana

melaksanakan

berdasarkan 6

ASI eksklusif

indikator

Activities :
- Edukasi cuci

Pretest dan post test,

tangan
- Edukasi teknik

observasi, daftar
kehadiran,

menyusui yang

(+)ibu dan keluarga antusias dengan


kegiatan edukasi
(+) ibu dan suami ibu menyusui aktif
berpendapat dan menanggapi

benar
- Pembentukan

(+) keluarga menyediakan waktu untuk

kelompok bapak

edukasi

pendukung ASI
- Bina keluarga
- Edukasi cara

(+) dukungan penuh kader dan bidan


desa
(-) Bayi rewel

merawat payudara

(-) ibu tidak hadir posyandu karena ada

selama menyusui
- D to D mom

kegiatan

education

Tabel 3.25 Project Planning Matrix (PPM) Ibu Menyusui 2


Objective

Objective Veriable

Source of

Indicator

Verification

Assumptions

Goal :
Meningkatkan

Prevalensi ASI

Wawancara dan

(-)Ibu menyusui sakit

praktek ASI eksklusif

eksklusif meningkat

kuesioner

(-)Ibu menyusui meninggal

menjadi 35%

Outcome :
Meningkatkan

Produksi ASI lancar

Wawancara dan

(+)Penerapan pengetahuan tentang ASI

produksi ASI

meningkat menjadi

kuesioner

eksklusif

Prevalensi persepsi

Wawancara, kuesioner,

(+)Penerapan pengetahuan tentang

persepsi ASI

ASI tidak cukup untuk

daftar hadir posyandu

pola makan yang sehat untuk ibu

cukup untuk

bayi turun menjadi

menyusui beserta bahan makanannya

55%

(+)Ibu menyusui selalu datang ke

Konsumsi lauk

posyandu setiap hari buka posyandu

15%
Output :
1. Meningkatkan

bayi
2. Meningkatkan
pola konsumsi
lauk hewani
3. Meningkatkan

hewani naik menjadi


80%

intake energi
dan serat
4. Menurunkan
food belief
masyarakat
5. Meningkatkan
pengetahuan
tentang ASI
eksklusif dan
pola makan
sehat untuk

Intake energi dan


serat naik menjadi
50%
Food belief turun
menjadi 60%
Pengetahuan terkait
ASI eksklusif dan pola
makan sehat untuk

ibu menyusui

ibu menyusui

dan sumber

menjadi 75%

bahan
makanannya
6. Meningkatkan
frekuensi
paparan
informasi
7. Meningkatkan
kunjungan ke
pelayanan

Akses informasi
meningkat menjadi
75%

kesehatan
Kunjungan ke
pelayanan kesehatan
menjadi 90%
Activities
1. Edukasi kader

(+) Kader antusias saat materi

terkait media

disampaikan dan aktif ketika sesi tanya

informasi ASI

jawab

eksklusif
2. Edukasi kader
terkait media
informasi pola
makan

(-) Kader yang hadir kurang dari


setengah jumlah total dari yang
diundang

seimbang ibu
menyusui
3. Edukasi
tentang food
belief yang
ada di

(+) Ibu menyusui antusias saat materi


disampaikan, aktif ketika sesi tanya
jawab dan mampu menyusun puzzle

masyarakat

dengan baik
(-) Ibu menyusui tidak mampu atau

beserta pola

salah dalam menyusun puzzle pedoman

makan yang

gizi seimbang

baik dan
seimbang bagi
ibu menyusui
melalui game
puzzle