Anda di halaman 1dari 107

PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH

DAN SEHAT ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN RAPHA-EL


SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN
KOTA MEDAN TAHUN 2009

S K R I PS I

Oleh : JARISTON
HABEAHAN
NIM: 041000107

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

S K R I PS I

Diajukan sebagai salah satu syarat


Untuk memperoleh gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh : JARISTON
HABEAHAN NIM.
041000107

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi Dengan Judul :
PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH
DAN SEHAT ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN RAPHA-EL
SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN
KOTA MEDAN TAHUN 2009
Yang dipersiapkan dan dipertahankan oleh :
JARISTON HABEAHAN
NIM. 041000107
Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Sk ripsi
Pada tanggal 3 Juli 2009 dan
Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima
Tim Penguji
Ketua Penguji

Pen guji I

DR. Dra Irnawati Marsaulina, MS


IP. 132 089 428

dr. Taufik Ashar, MKM N


NIP. 13 2 303 367

Penguji II

Peng uji III

I r. Evi Naria, M.Kes


NIP. 132 049 787

Ir. Indra Chahaya, MSi


NIP. 13 2 058 731

Medan, Juli 2009


Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara
Dekan

dr. Ria Masniari Lubis, MSi


NIP. 131 124 053

i
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

ABSTRAK
Pembangunan kesehatan yang diarahkan pada Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) masyarakat dilihat dari indikator derajat kesehatan dan target tahun
2010 yang telah menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan
Kabupaten/Kota yaitu persentase rumah tangga yang berperilaku hidup bersih sehat
sebesar 65 % dan persentase rumah sehat 80 %, persentase keluarga yang memiliki
akses terhadap air bersih 85 %
Penyakit yang muncul akibat rendahnya PHBS antara lain cacingan, diare,
sakit gigi, sakit kulit, gizi buruk dan lain sebagainya, mengakibatkan rendahnya
derajat k esehatan Indonesia dan rendahnya kualitas hidup sumber daya manusia.
Hal ini mendasari peneliti melakukan penelitian ini untuk mengg ambarkan
tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan anak-anak di Panti Asu han Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan tentang PHBS untuk
dijadikan sebagai acuan untuk melakukan intervensi permasalahan.
M etode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengguna kan kuesioner
yang d iikuti wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak di
Panti A suhan Rapha-El yang berusia 7 (tujuh) sampai dengan 14 tahun sebanyak 19
orang.
H asil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di Panti Asu han Rapha-El
Simali ngkar memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebesar 94.7% , pengetahuan
dengan kategori sedang 5.3%, sedangkan pengetahuan dengan katego ri buruk tidak
ada. Si kap dengan kategori baik sebesar 94.7%, sikap dengan kategori sedang 5.3%,
sedang kan sikap dengan kategori buruk tidak ada. Tindakan dengan kategori baik
sebesar 78.9%, tindakan dengan kategori sedang 21.1%, sedangkan tindakan yang
dikategorikan buruk tidak ada.
Fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuh an Rapha-El
Simalingkar yang dikategorikan baik sebesar 73.7%, ketersediaan fasilitas yang
mendukung higiene dengan kategori sedang 21.1%, sedangkan keterse diaan fasilitas
yang mendukung higiene dengan kategori buruk sebesar 5.3%.
enyediaan
P
Fasilitas sanitasi mengenai PHBS yang tidak meme nuhi syarat di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar ada 5 komponen (18%) yaitu kep adatan hunian
ruang tidur, jumlah kamar mandi, jumlah jamban, pengolahan sampa h dan tempat
khusus penampungan sampah.
Responden yang memiliki keluhan kesehatan sebanyak 14 orang (73,7%),
sedangkan responden yang tidak memiliki keluhan kesehatan sebanyak 5 orang
(26.3%).
Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan
responden terhadap PHBS perlu diberikan informasi atau penyuluhan dan penyediaan
fasilitas higiene dan sanitasi untuk mengurangi dampak buruk rendahnya PHBS.
Kata Kunci: Pengetahuan Sikap Tindakan, anak-anak, Panti Asuhan, PHBS

ii
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

ABSTRACT
Well-being development that aimed in Clean Alive Behaviour and Well
(PHBS) society is seen from well-being degree Indicator and target year 2010 that
decide Service Minimal Standard (SPM) regency/city well-being area that is
household percentage PHBS as big as 65 % and house percentage wells 80 %, family
percentage that has access towards clean water 85 %
Disease that appear the low consequence PHBS among others suffer from
intestinal worms, diarrhea, toothache, ill skin, bad nutrient and other as it, cause the
low Indonesia well-being degree and the low human resource alive quality.
This problem provide a basis for does this watchfulness to describes
knowledge, attitude and children action level at Panti Asuhan Rapha-E l Simalingkar
Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan about PHBS to made as r eference to do
troubleshoot intervention.
Method that used in this watchfulness that is uses question sheetthat followed
interview. Sample in this watchfulness entire childrens at Panti Asuh an Rapha-El
aged 7 (seven) up to 14 year amount of 19 person.
W atchfulness result shows that children at Panti Asuh an Rapha-El
Simali ngkar has erudition with good category as big as 94.7%, e rudition with
category 5.3%, while erudition with bad category there is nothing. Attitude with good
category as big as 94.7%, attitude with category 5.3%, while attit ude with bad
category there is nothing. Action with good category as big as 78.9 %, action with
category 21.1%, while action mengategorikan bad there is nothing.
Facilities that supporting hygiene at Panti Asuhan Rapha-El Si malingkar
categorygood as big as 73.7%, facilities that supporting hygiene with category
21.1%, while facilities that supporting hygiene with bad category as big as 5.3%.
Sanitation facilities availability hits PHBS doesn't up to stan dard at Panti
AsuhanRapha-El Simalingkar there are 5 components (18%) that is cu bicle dwelling
density,bathroom total, lavatory(WC) total, refuse processing and ref use relocation
special place.
R espondent that has well-being complaint amount of 14 pe rson (73,7%),
while r espondents doesn't has well-being complaint amount of 5 person(26.3%).
T herefore, to increase knowledge, attitude and respondent a ction towards
PHBS necessary given information or elucidation and facilities hygiene and
sanitation available to decrease the low bad impact PHBS.
Keyword: Knowledge, attitude, action, children, Panti Asuhan, PHBS.

5
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama

Jariston Habeahan

Tempat/Tanggal Lahir

Lumban Haro, 06 November 1984

Agama

Kristen Protestan

Status Perkawinan

Belum Menikah

Jumlah Anggota Keluarga

9 (sembilan) orang

Alamat Rumah

Lumban Haro, Desa Tamba Dolok, K ecamatan


Sitio-tio, Kabupaten Samosir

Riwayat Pendidikan

1. Tahu n 1991-1997

SD Inpres No.176388 Pagarbatu

2. Tahu n 1997-2000

SMPN 2 Harian Boho

3. Tahu n 2000-2003

SMUN 1 Pangururan

4. Tahu n 2004-2009

FKM USU Medan

Pengalaman Berorganisasi

1. Tahun 2004-Sekarang

Anggota GMKI FKM USU

2. Tahun 2005-2006

Pengurus Komisariat GMKI FKM USU Masa


Bakti

2005-2006

Pelayanan

sebagai

Biro

Aksi

dan

2. Tahun 2006-2007

Pengurus Komisariat GMKI FKM USU Masa


Bakti

2006-2007

sebagai

Biro

Aksi

dan

Pelayanan
4. Tahun 2007-2008

Pengurus Komisariat GMKI FKM USU Masa


Bakti

2007-2008

sebagai

Ketua

GMKI

Komisariat FKM USU


5. Tahun 2006-2007

Pengurus

Pemerintahan

periode

2006-2007

Mahasis wa (PEMA)
sebagai

Wasekjend

Komunikasi dan Informasi

Pengalaman Bekerja

Tahun 2005

Anggota Pemantau PILKADA di Humbang


Hasundutan

Tahun 2 007

Surveyor SURKESDA di Medan

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kasih-Nya
yang senantiasa berlimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi
dengan judul Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat Anak-Anak di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan
Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009.
Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mem peroleh gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Sumatera Utara Medan.
Dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari
berbagai pihak, baik secara moril maupun materil. Untuk itu pada kesempatan ini
penulisingin menyampaikan ucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu dr. Ria Masniari Lubis, M.Si selaku dekan Fakultas Kesehata n Masyarakat
Universitas Sumatera Utara dan sebagai Dosen Wali/Penasehat Akademik yang
telah setia membimbing penulis selama menjalani perkuliahan di Fakultas
Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Dra. Irnawati Marsaulina, MS selaku Dosen Pembimbing I yang telah
memberikan masukan-masukan dan saran-saran dalam penyusunan skripsi ini.
3. Bapak dr.Taufik Ashar, MKM selaku Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan masukan-masukan dan saran-saran dalam penyusunan skripsi ini.
4. Ibu Ir. Indra Chahaya, M.Si selaku Kepala Departemen Kesehatan Lingkungan
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

5. Bapak Pdt. Oslan Simangunsong, S.Th. S.Pd sebagai Pimpinan Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar

Medan yang telah memberikan izin dan kemudahan

kepada penulis untuk melakukan penelitian pengetahuan sikap dan tindakan


PHBS bersama anak-anak di Panti Asuhan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Medan.
6. Dian sebagai Staf Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara di
bagian Kesehatan Lingkungan yang telah banyak membantu dan memberikan
kemudahan selama penyusunan skripsi ini
7. Seluruh Dosen serta Staf Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera
Utara yang telah memberi ilmu dan pengetahuan selama menjadi mahasiswa.
8. Orang tua yang terkasih dan saya sayangi bapak J. Habeahan dan ibu tercinta L.
Haro Munthe yang senantiasa memberikan dukungan dan doa serta dorongan
materi bagi penulis untuk senantiasa berbuat yang terbaik hing ga selesainya
perkuliahan ini.
9. Ab angku Maralas Tua Habeahan dan Arichi Pasaribu

yang telah banyak

memberikan motivasi dan materi kepada penulis.


10. Kakakku Sarmas Habeahan, Lasti Habeahan, Mendasa Habeah an dan Juga
Adekku Eska Habeahan, Masimantap Habeahan, Tuaranda Habeahan, Ropembina
Habeahan yang senantiasa memberikan dukungan doa dan dorongan materi bagi
penulis untuk senantiasa berbuat yang terbaik hingga selesainya perkuliahan ini.
11. Abang dan Kakakku : Suparlan Lingga, Jasmen Manurung, Bobok Simanjuntak,
Elliot Simanjutak, Manotar Ambarita, Harpen Simarmata, Melva Sihombing,
Tolopan Sitanggang, Thomas Damanik, Masrudi Turnip, Sudarta Harefa, Anton

vii
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Simalango, Erwin Barasa, Maafdi Saragih, Handoko Pasaribu, Leo Sitepu, Popoy
Ginting, terimakasih atas kebersamaan dan dukungan yang telah kalian berikan.
12. Rekan-rekan Stambuk 2004 : Junis Siahaan, Richi Simbolon, David Simbolon,
Rinto G.H Sinambela, Niel Bakara, Iwan Simamora, Mardin H Nadeak, Frengky
Tarigan, Yesayas Sinaga, Doni Sinaga, Gibeon silitonga, Sudana, Rita Turnip,
Siska Silalahi Yunita Simanjuntak, dan semua teman-teman Stambuk 2004 yang
tidak dapat saya sebut satu persatu. Terimakasih atas kebersamaa n yang sudah
kita jalani bersama.
13. Sahabat saya : Sormelly Tamba, Jasmen Manurung, Leo Sitepu, Putri Helga,
Dahliana Simanullang, Bunga F. Sinaga, Richi Simmbolon dan Junisbon Sinaga,
Maryanti Simanullang, Indryani Sinaga, Lenni Saragih, terimakasih untuk
kebersamaan yang memberi pengaruh baik dalam diri saya selama menjalani
perkuliahan ini.
14. Tem an-teman sepeminatan Kesehatan Lingkungan : M. Al- Kautsar, Nina
De viana, Lia, Jayanti, Lamriama, Hotlianti, Desma dan yang tidak dapat saya
seb ut satu persatu. Terimakasih atas kekompakan dan kesamaan minat yang
sudah kita jalani bersama.
15. Adik-adikku : Nina Tarigan, Christina Napitupulu, Wilda Pratiwi sihombing,
Arito Silaban, Lafandi Sitompul, Horastua Sinurat, Febrinto Siahaan, Andre
Siregar, Daniel Tarigan, Indra Simanjuntak, Josia Simamora, Devi, Happy, Junita,
Fitri, Berto&Berta. Terimakasih atas persekutuan yang telah kita jalani bersama.

10
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

16. Keluarga besar GMKI Cabang Medan, khususnya keluarga besar Komisariat
FKM USU, terimakasih atas kebersamaan dalam berkreatifitas dan berekspresi
yang telah kita jalani bersama.
17. Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang
tidak dapat penulis tuliskan satu persatu.
Medan, 3 Juli 2009
Penulis,

Jariston Habeahan

DAFTAR ISI
Halaman Pengesahan ............................................................................................... i
Abstrak .................................................................................................................... ii
Riwayat Hidup Penulis........................................................................................... iv
Kata Pengantar ....................................................................................................... vi
Daftar Isi .................................................................................................................x
Daftar Tabel .......................................................................................................... xii
Daftar Singkatan .................................................................................................. xiv
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
1.1
L
..............1
atar Belakang
..................................................................................
1.2. erumusan
P Masalah ..........................................................................
..............4
1.3. ujuan Penelitian
T
..............................................................................
..............4
.3.1. Tujuan
1 Umum .........................................................................
..............5
.3.2. Tujuan
1 Khusus ........................................................................
..............5
1.4.
anfaat Penelitian
M
............................................................................
..............5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................7
2.1. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) .......................................7
2.1.1.
Cakupan
Program
PHBS..............7
2.........................................................
..............9
2.1.2. Perilaku Kesehatan Lingkungan..........................................................12
2.1.3.
Manajemen
PHBS............13
2.2. S...................................................................
............19
2.1.4. Indikator PHBS ...................................................................................19
2 asaran PHBS ...............................................................................................19
2.2.1. Kebersihan Kulit .................................................................................20
2.2.2. Kebersihan Rambut ............................................................................20
2.2.3. Kebersihan Gigi .................................................................................21
2.2.4. Kebersihan Tangan, kaki dan kuku ....................................................22
2.2.5. Kebiasaan Berolah Raga .....................................................................22
2.3. S.2.6. Kebiasaan tidur yang cukup................................................................23
2.4. P.2.7. Gizi dan Menu Seimbang ...................................................................24
2.5. Kerangka Konsep..........................................................................................27
BAB III METODE PENELITIAN .....................................................................28
3.1. Jenis Penelitian .............................................................................................28
3.2. Lokasi dan Waktu penelitian ........................................................................28
3.2.1 Lokasi ..................................................................................................28
3.2.2 Waktu Penelitian .................................................................................28
3.2. Populasi dan Sampel .....................................................................................28
3.3.1. Populasi ...............................................................................................28
3.3.2. Sampel ................................................................................................28
3.4. Metode Pengumpulan Data...........................................................................29

3.5. Definisi Operasional ....................................................................................29


3.6. Aspek Pengukuran .......................................................................................30
3.7. Analisa Data..................................................................................................36
BAB IV HASIL PENELITIAN.......................................................................... 37
4.1. Gambaran Umum Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan ..................37
4.2. Karakteristik Responden ..............................................................................38
4.2.1. UmurResponden ..................................................................................38
4.2.2. Tingkat Pendidikan Responden ..........................................................39
4.2.3. Jenis Kelamin Responden ...................................................................39
4.3. Tingkat Pengetahuan Responden..................................................................40
4.3. S ikap Responden ..........................................................................................44
4.4. T indakan Responden ....................................................................................47
4.5. F asilitas yang Mendukung Higiene PHBS di Panti Asuhan.........................51
4.6. F asilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti Asuhan ...............................53
4.7. K eluhan kesehatan anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar....................................................................... ............56
BAB V PEMBAHASAN ......................................................................................58
5.1. Pe ngetahuan, Sikap dan Tindakan Responden tentang PHBS .......................58
5.1.1. Pengetahuan............................................................................... ............58
5.1.2. Sikap ......................................................................................................59
5.1.3. Tindakan ................................................................................................60
5.2. Fasilitas yang Mendukung Higiene dan Sanitasi PHBS di Panti A
suhan
Rapha-El Simalingkar .....................................................................................61
5. 2.1. Fasilitas yang Mendukung Higiene PHBS yang Tersedia ....... ............61
5. 2.2. Fasilitas Sanitasi PHBS yang Tersedia .................................... ............62
5.3. Keluhan Kesehatan Responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar........64
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................66
6.1. Ke simpulan ....................................................................................................66
6.2. Saran ...............................................................................................................68
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran I. Kuesioner Penelitian
Lampiran II. Master Tabel Hasil Penelitian
Lampiran III. Surat Keterangan Telah selesai pengumpulan data dari Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
Lampiran IV. Surat Permohonan Izin Peninjauan Tempat Penelitian
Lampiran V. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.829/Menkes/SK/VII/1989
tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan

DAFTAR TABEL
Tabel 4.1.

Distribusi responden berdasarkan umur responden di Panti


Asuhan Rapha-El Simalingkar .........................................................38

Tabel 4.2.

Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin di Panti Asuhan


Rapha-El Simalingkar ......................................................................39

Tabel 4.3.

Distribusi responden berdasarkan pendidikan terakhir di Panti


Asuhan Rapha-El Simalingkar .........................................................39

Tabel 4 .4.

Distribusi responden berdasarkan pengetahuan tentang HBS


P di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar ..................... ............40

Tabel 4 .5.

Distribusi pengetahuan responden tentang PHBS di Y


ayasan
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar.................................... ............42

Tabel 4.6.

Distribusi pengetahuan responden tentang PHBS berdasarkan


kelompok umur responden di Yayasan panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar ......................................................................................43

Tabel 4 .7.

Distribusi sikap responden tentang PHBS di Yayasan panti


asuhan Rapha-El Simalingkar ..........................................................44

Tabel 4 .8.

Distribusi sikap responden tentang PHBS di Yayasan Panti


Asuhan Rapha-El Simalingkar .........................................................45

Tabel 4.9.

Distribusi sikap responden


tentang PHBS berdasarkan
kelompok umur responden di Yayasan panti asuhan Rapha-El
Simalingkar ......................................................................................46

Tabel 4 .10. Distribusi responden berdasarkan tindakan tentang PHBSdi


Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar.................................... ............47
Tabel 4.11. Distribusi Tindakan responden tentang PHBS di Yayasan di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar................................................50
Tabel 4.12. Distribusi tindakan responden tentang perilaku hidup bersih dan
sehat berdasarkan kelompok umur responden di Yayasan panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar .........................................................50

xii
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Tabel 4.13. Distribusi responden tentang fasilitas yang mendukung higiene


PHBS dengan wawancara di Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar ......................................................................................51
Tabel 4.14. Distribusi responden tentang Fasilitas yang mendukung higiene
PHBS yang tersedia di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar ..........52
Tabel 4.15. Distribusi responden tentang fasilitas yang mendukung higiene
responden berdasarkan kelompok umur di Yayasan Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar .........................................................52
Tabel 4.16. Distribusi Komponen observasi fasilitas sanitasi PHBS yang
tersedia di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar .................. ............53
Tabel 4 .17. Distribusi responden tentang keluhan kesehatan anak-anak di
Panti Asuhan di Yayasan panti asuhan Rapha-El Simaling kar...... 56
Tabel 4.18. Distribusi responden tentang keluhan kesehatan respon den di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar ..................... ............57
Tabel 4.19. Distribusi responden tentang keluhan kesehatan res
ponden
berdasarkan kelompok umur di Yayasan panti asuhan Rapha-El
Simalingkar ......................................................................................57

15
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

DAFTAR SINGKATAN
BAPPENAS = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (National Development
Planning Board)
DepKes RI = Departemen Kesehatan Republik Indonesia
ESP

= Environmental Services Program

IPAL

= Instalasi Pengaliran Air Limbah

JPKM

= Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat

KLB

= Kejadian Luar Biasa

MCK

= Mandi, Cuci dan Kakus (washing, laundry & toilet)

PHBS

= Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

RPJPK

= Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kesehatan

SPAL

= Saluran Pengaliran Air Limbah

UKS

= Usaha Kesehatan Sekolah

USAID

= United States Agency for International Development

16
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah wujud keberdayaan
masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam PHBS, ada 5
program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana
Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan tindakan dalam menciptakan suatu kondisi b agi kesehatan
perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat secara berkesinambun gan. Upaya ini
dilaksanakan melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina sua sana (Social
Support ) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Deng an demikian
masyar akat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, ter utama dalam
tatanan masing-masing, dan masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat
dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Depkes, 2005).
S esuai dengan indikator sehat 2010,

bahwa keberhasilan pe mbangunan

kesehat an yang diarahkan pada PHBS masyarakat dilihat dari indikator derajat
kesehat an dan target tahun 2010 yang telah menetapkan Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota yaitu persentase rumah tangga yang
berperilaku hidup bersih sehat sebesar 65 % dan Persentase Rumah Sehat 80 %,
persentase tempat-tempat umum sehat 80 %, persentase keluarga yang memiliki akses
terhadap air bersih 85 % (Depkes RI, 2007).

1
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

1
8
Adapun manfaat PHBS adalah terwujudnya
kesehatannya meningkat dan tidak mudah sakit serta

rumah tangga yang derajat


meningkatnya produktivitas

kerja setiap anggota keluarga yang tinggal dalam lingkungan sehat dalam rangka
mencegah timbulnya penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain, menanggulangi
penyakit dan masalah-masalah kesehatan lain, meningkatkan derajat kesehatan, dan
memanfaatkan pelayanan kesehatan, serta mengembangkan dan menyelenggarakan
upaya kesehatan bersumber masyarakat (Depkes, 2006)
Penyakit yang muncul akibat rendahnya PHBS antara lain cac ingan, diare,
sakit gi
gi, sakit kulit, gizi buruk dan lain sebagainya yang pada a khirnya akan
mengakibatkan rendahnya derajat kesehatan indonesia dan rendahnya kualitas hidup
sumberdaya manusia.
Gambaran kesehatan di Indonesia tahun 2004 yaitu persentas e orang yang
merokok di Indonesia sebesar 35 %; persentase orang yang kurang

yang aktivitas

fisik sebesar 72,9 %; persentase orang yang kurang serat sebesar 60 % (Depkes,
2007)
Demikian halnya diare di Indonesia meningkat dari tahun k e tahun yang
sering menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan tetap mengakibatkan kematian dan
pada tahun 2006 terjadi lonjakan penderita KLB diare yaitu 10.980 orang penderita
dari 5051 penderita pada tahun 2005. Kecacingan juga masih menjadi permasalahan
di Indonesia, mengingat kecacingan dapat menyebabkan kehilangan darah,
karbohidrat, protein sehingga berakibat pada terganggunganya perkembangan fisik,
kecerdasan dan produktifitas kerja. Prevalensi kecacingan pada anak SD di 27

provinsi pada tahun 2006 sebesar 32,6 % dari 28,4 % pada tahun 2005 (Depkes RI
2007)
Kondisi PHBS di Sumatera Utara dapat dilihat dari jumlah letusan KLB yang
ada di Sumut pada tahun 2006 merupakan KLB diare terbanyak setelah Nusa
Tenggara Timur (NTT) dengan jumlah penderita di Sumatera Utara sebanyak 401
orang penderita (Depkes, 2007).
D emikian halnya dengan status gizi buruk pada anak-anak di S umatera Utara
pada ta hun 2003 yang tergolong sangat tinggi yaitu sebesar 12,35 % dan gizi kurang
18,59 % . Gizi kurang pada anak akan menghambat pertumbuhan dan kurangnya zat
tenaga an
d kurang protein (zat pembangun) sehingga dalam cakupan

PHBS perlu

diperhatikan menu yang seimbang khususnya pada anak-anak untu k pencapaian


Indonesia sehat 2010 (Adisasmito W., 2007)
D alam hal pemerataan pembangunan yang berwawasan keseh atan tentunya
menca kup semua golongan masyarakat, baik kelompok anak-anak maupun kelompok
orang d ewasa. Hal inilah yang menyebabkan perlu dilakukan penelitian , sejauh mana
dampak program yang dicanangkan melalui Visi Sehat 2010. Hal ini dapat dilihat
dari ruang lingkup masyarakat kelompok anak-anak yaitu anak-anak di Yayasan Panti
Asuhan tentang pengetahuan, sikap dan tindakan tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat di lingkungan Panti Asuhan.
Panti Asuhan adalah sebuah wadah yang menampung anak-anak yatim piatu.
Di mana anak-anak yatim piatu (ataupun anak yang dititipkan orangtuanya karena
tidak mampu) biasanya tinggal, mendapatkan pendidikan, dan juga dibekali berbagai
keterampilan agar dapat berguna di kehidupannya nanti (Anonim, 2008).

Panti Asuhan dikelola sebagai tempat pengasuhan anak-anak secara


berkelompok. Berbeda dengan anak-anak yang berada dalam tatanan rumah tangga
yang diasuh secara langsung oleh ibu rumah tangga (anggota rumah tangga).
Kurangnya pengasuhan anak-anak tentang perilaku hidup bersih dan sehat di Panti
Asuhan dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kecacingan dan diare serta
penyakit lainnya.
H asil survei awal pada anak-anak yang ada di Panti Asuhan Rapha-El
Simali ngkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan menunjukkan bahwa Panti
Asuhan ini masih tergolong sederhana, karena kurangnya fasilitas sanitasi sehingga
anak-a nak di Panti Asuhan yang masih rentan terhadap penyakit berbahaya bagi
kesehat annya. Dengan demikian perlu diteliti bagaimana tingkat pengetahuan, sikap
dan tin dakan anak-anak Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan
Tuntun gan Kota Medan tentang PHBS untuk dijadikan sebagai sala h satu acuan
untuk melakukan intervensi permasalahan.

1.2. Perumusan Masalah


B erdasarkan uraian diatas, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai
berikut: Diketahuinya bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan
salah satu faktor kualitas hidup anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Medan Tahun 2009.

1.3. Tujuan Penelitian


1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Medan Tahun 2009
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui pengetahuan anak-anak mengenai PHBS yang berkaitan dengan
lingkungan di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan
2. Mengetahui sikap anak-anak mengenai PHBS yang berkaitan dengan lingkungan
di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan
3. Mengetahui tindakan anak-anak mengenai PHBS yang berkaitan dengan
lingkungan di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan
4. Mengetahui fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Medan
5. Mengetahui fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Medan
6. Mengetahui keluhan kesehatan anak-anak dalam sebulan terakhir di Panti Asuhan
Simalingkar Medan.

1.4. Manfaat Penelitian


1. Sebagai bahan masukan bagi Pimpinan/pengasuh anak-anak di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar Medan untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat agar
terhindar dari penyakit yang berhubungan dengan rendahnya PHBS
2. Sebagai bahan perbandingan bagi peneliti selanjutnya yang berhubungan dengan
PHBS
3. Sebagai tahap penerapan keilmuan penulis dalam melakukan pe nelitian pada
bidang kesehatan masyarakat yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di
FKM USU.

BAB II TINJAUAN
PUSTAKA
2.1. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Program PHBS merupakan upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau
menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat,
dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi,
untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan
(Advokasi), bina

suasana (Social Support) dan pemberdayaan

masyarakat

(Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali d an mengatasi


masalahnya sendiri, dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat den gan menjaga,
memelihara dan meningkatkan kesehatannya (Notoadmodjo S., 2007).
akupan Program PHBS
2.1.1. C
M ewujudkan PHBS di tiap tatanan; diperlukan pengelolaa n manajemen
program PHBS melalui tahap pengkajian, perencanaan, penggeraka n pelaksanaan
sampai dengan pemantauan dan penilaian serta kembali lagi ke prose s pengkajian.
Proses yang demikian dapat digambarkan pada bagan berikut ini:
Gambar 2.1. Managemen Perilaku Hidup Bersih dan Seh at

Sumber: Depkes RI, 2002

7
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

24
Pengkajian dilakukan terhadap masalah kesehatan, yaitu masalah PHBS dan
sumber daya. Selanjutnya output pengkajian adalah pemetaan masalah PHBS yang
dilanjutkan dengan rumusan masalah perencanaan berbasis data, rumusan masalah
akan menghasilkan rumusan tujuan, rumusan intervensi dan jadwal kegiatan,
penggerakan pelaksanaan yang merupakan implementasi dari intervensi masalah
terpilih, di mana

penggerakannya dilakukan oleh petugas promosi kesehatan,

sedangkan pelaksanaannya bisa oleh petugas promosi kesehatan atau lintas program
dan lintas sektor terkait (Depkes RI, 2002)
Pemantauan dilakukan secara berkala dengan menggunakan for mat pertemuan
bulanan, sedangkan penilaian dilakukan pada enam bulan pertama ata u akhir tahun
berjalan ( Depkes RI, 2002).
Dalam setiap tahapan manajemen tersebut, petugas promosi kesehatan tidak
mungkin bisa bekerja sendiri, tetapi harus melibatkan petugas lintas program dan
lintas sektor terkait terutama masyarakat itu sendiri (Depkes RI, 2002)
Program promosi

kesehatan

dikenal

adanya

model

pengkajian dan

penindaklanjutan (precede proceed model) yang diadaptasi dari kon sep Lawrence
Green. Model ini mengkaji masalah perilaku manusia dan fakto r-faktor yang
mempengaruhinya,

serta

cara

menindaklanjutinya

dengan

cara

mengubah,

memelihara atau meningkatkan perilaku tersebut ke arah yang lebih positif.


Proses pengkajian mengikuti anak panah dari kanan ke kiri, sedang proses
penindaklanjutan dilakukan dari kiri ke kanan berikut ini :

Gambar 2.2. Bagan Pengkajian dan Penindaklanjutan Program PHBS

Sumber: Depkes RI, 2002


2.1.2. Perilaku Kesehatan Lingkungan
Seseorang dapat merespon lingkungan, baik lingkungan
lingkungan sosial budaya sehingga lingkungan tersebut tidak

fisik maupun
mempengaruhi

kesehatannya. Dengan kata lain, bagaimana seseorang mengelola l ingkungannya


sehingga tidak mengganggu kesehatan sendiri, keluarga atau masyarakat. Misalnya,
bagaimana mengelola pembuangan tinja, air minum, tempat pembua ngan sampah,
pembuangan limbah dan sebagainya (Notoatmodjo, 2007)
Menurut Becker, (1979) yang dikutip oleh Notoatmodjo, (2007)

membuat

klasifikasi tentang perilaku hidup sehat ini yaitu sebagai berikut:


1. Makan dengan menu seimbang (appropriate diet). Menu seimbang disini dalam
arti kualitas (mengandung zat-zat yang diperlukan tubuh) dan kuantitas dalam arti
jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh (tidak kurang, tetapi juga
tidak lebih).

2. Olah raga yang teratur mencakup kualitas (gerakan) dan kuantitas dalam arti
frekuensi dan waktu yang digunakan untuk olah raga. Dengan sendirinya kedua
aspek ini akan tergantung dari usia, dan status kesehatan yang bersangkutan.
3. Tidak merokok. Merokok adalah kebiasaan jelek yang mengakibatkan berbagai
macam penyakit. Namun kenyataannya, kebiasaan merokok ini khususnya di
Indonesia seolah sudah membudaya hampir 50% penduduk Indonesia usia
dewasa merokok. Bahkan dari hasil penelitian, sekitar 15% remaja elah
t merokok.
4. Tid ak minum minuman keras dan narkoba. Kebiasaan minum miras dan
mengkonsumsi NARKOBA (narkotik dan bahan-bahan berbahaya lainnya, juga
cenderung meningkat. Sekitar 1% penduduk Indonesia dewasa diperkirakan sudah
mempunyai kebiasaan minum keras.
5. Istirahat yang cukup. Dengan meningkatnya kebutuhan hidup akibat tuntutan
akibat penyesuaian dengan lingkungan modern, mengharuskan orang untuk
bekerja keras dan berlebihan, sehingga waktu istirahat jadi berkuran g. Hal ini juga
membahayakan kesehatan.
6. Mengendalikan stres. Stres akan terjadi pada siapa saja, lebih sebagai akibat
tuntutan hidup yang keras seperti diatas. Kecenderungan stres meningkat pada
setiap orang. Stres tidak dapat kita hindari, yang penting dijaga agar stres tidak
menyebabkan gangguan kesehatan. Kita harus dapat mengendalikan stres atau
mengelola stres dengan kegiatan-kegiatan yang positip.
7. Perilaku atau gaya hidup yang positip bagi kesehatan. Misalnya, tidak bergantiganti pasangan dalam hubungan seks, penyesuaian diri kita dengan lingkungan
dan sebagainya

Menurut Lawrence Green (1980) dalam Notoatmodjo S., (2007), ada 3 faktor
penyebab mengapa seseorang melakukan perilaku hidup bersih dan Sehat yaitu faktor
pemudah (predisposising factor), faktor pemungkin (enambling factor) dan faktor
penguat (reinforcing factor).
a. Faktor pemudah (predisposising factor), adalah faktor ini mencakup pengetahuan
dan sikap anak-anak terhadap perilaku hidup bersih dan sehat. Dimana faktor ini
menjadi pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menja di dasar atau
motivasi bagi tindakannya akibat tradisi atau kebiasaan, keperca yaan, tingkat
pendidikan dan tingkat sosial ekonomi. Misalnya, pengetahuan, sikap, keyakinan
dannilai yang dimiliki oleh seseorang yang tidak mau merokok k arena melihat
kebiasaan dalam anggota keluarganya tidak ada satupun yang mau merokok.
b. Fak tor pemungkin (enambling factor) adalah faktor pemicu terhadap perilaku
yang memungkinkan suatu motivasi atau tindakan terlaksana. Faktor ini
men cakup ketersediaan sarana dan prasarana atau fasilitas kesehatan bagi anakana k, misalnya air bersih, tempat pembuangan sampah, jamban ketersediaan
mak anan bergizi dan sebagainya. Fasilitas ini pada hakikatnya me ndukung atau
memungkinkan terwujudnya perilaku hidup bersih dan sehat.
c. Faktor penguat (reinforcing factor), adalah faktor yang menentukan apakah
tindakan kesehatan memperoleh dukungan atau tidak. Faktor ini terwujud dalam
bentuk sikap dan perilaku pengasuh anak-anak atau orang tua yang merupakan
tokoh yang dipercaya atau dipanuti oleh anak-anak. Contoh pengasuh anak-anak
memberikan keteladanan dengan melakukan cuci tangan sebelum makan, atau
selalu minum air yang sudah dimasak. maka hal ini akan menjadi penguat untuk

perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak-anak. Seperti halnya pada masyarakat
akan memerlukan acuan untuk berperilaku melalui peraturan-peraturan atau
undang-undang baik dari pusat maupun pemerintah daerah, perilaku tokoh
masyarakat, tokoh agama termasuk juga petugas kesehatan setempat.

2.1.3. Manajemen PHBS


Menurut Depkes RI (2002), manajemen PHBS adalah penerapan keempat
proses manajemen pada umumnya ke dalam model pengkajian dan penindaklanjutan
berikut ini:
a. Ku alitas hidup adalah sasaran utama yang ingin dicapai di bidang Pembangunan
sehingga kualitas hidup ini sejalan dengan tingkat kesejahteraan . Diharapkan
sem
akin sejahtera maka kualitas hidup semakin tinggi. Kualitas h idup ini salah
satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. Semakin tinggi dera jat kesehatan
seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi.
b. Der ajat kesehatan adalah sesuatu yang ingin dicapai dalam bida ng kesehatan,
dimana dengan adanya derajat kesehatan akan tergambarkan masa lah kesehatan
yang sedang dihadapi. Yang paling besar pengaruhnya terhadap derajat kesehatan
seseorang adalah faktor perilaku dan faktor lingkungan. Misalnya, seseorang
menderita diare karena minum air yang tidak dimasak, seseorang membuang
sampah sembarangan karena tidak adanya fasilitas tong sampah
c. Faktor lingkungan adalah faktor fisik, biologis dan sosial budaya yang
langsung/tidak mempengaruhi derajat kesehatan.

d. Faktor perilaku dan gaya hidup adalah suatu faktor yang timbul karena adanva
aksi dan reaksi seseorang atau organisme terhadap lingkungannya. Faktor
perilaku akan terjadi apabila ada rangsangan, sedangkan gaya hidup merupakan
pola kebiasaan seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan karena jenis
pekerjaannya mengikuti trend yang berlaku dalam kelompok sebayanya, ataupun
hanya untuk meniru dari tokoh idolanya. Misalnya, seseorang yang mengidolakan
aktor atau artis yang tidak merokok. Dengan demikian suatu rangsangan tertentu
akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu (Depkes RI, 2002)

2.1.4. Indikator PHBS


Menurut Depkes RI (2002) menetapkan indikator yang dit etapkan pada
program PHBS berdasarkan area / wilayah, ada tiga bagian yaitu sebagai berikut:
I. Indikator Nasional
Ditetapkan 3 indikator, yaitu:
entase penduduk tidak merokok.
a. Pers
b. Persentase penduduk yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan.
c. Persentase penduduk melakukan aktifitas fisik/olah raga.
Alasan dipilihnya ke tiga indikator tersebut berdasarkan issue global dan
regional, seperti merokok telah menjadi issue global, karena selain mengakibatkan
penyakit seperti jantung, kanker paru-paru juga berpotensi menjadi entry point untuk
narkoba. Pola makan yang buruk akan berakibat buruk pada semua golongan umur,
bila terjadi pada usia balita akan menjadikan generasi yang lemah/generasi yang
hilang dikemudian hari. Demikian juga bila terjadi pada ibu hamil akan melahirkan

bayi yang kurang sehat, bagi usia produktif akan mengakibatkan produktifitas
menurun. Kurang aktifitas fisik dan olah raga mengakibatkan metabolisme tubuh
terganggu, apabila berlangsung lama akan menyebabkan berbagai penyakit, seperti
jantung, paru-paru, dan lain-lain (Depkes RI, 2002)
II. Indikator Lokal Spesifik
Indikator nasional ditambah indikator lokal spesifik masing-masing daerah
sesuai dengan situasi dan kondisi daerah. Dengan demikian Ada 16 i ndikator yang
dapat digunakan untuk mengukur perilaku sehat sebagai berikut :
1. lbu hamil memeriksakan kehamilannya.
2. Ibu m
elahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan.
3. Pasangan usia subur (PUS ) memakai alat KB.
4. Balita ditimbang.
5. Penduduk sarapan pagi sebelum melakukan aktifitas.
6. Bayi di imunisasi lengkap.
7. Penduduk minum air bersih yang masak.
8. Penduduk menggunakan jamban sehat.
9. Penduduk mencuci tangan pakai sabun.
10. Penduduk menggosok gigi sebelum tidur.
11. Penduduk tidak menggunakan NAPZA.
12. Penduduk mempunyai Askes/ tabungan/ uang/ emas.
13. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dan SADARI
(Pemeriksaan Payudara Sendiri).
14. Penduduk memeriksakan kesehatan secara berkala untuk mengukur hipertensi.

15. Penduduk wanita memeriksakan kesehatan secara berkala dengan Pap Smear.
16. Perilaku seksual dan indikator lain yang diperlukan sesuai prioritas masalah
kesehatan yang ada didaerah.
III. Indikator PHBS di setiap Tatanan
Indikator tatanan sehat terdiri dari indikator perilaku dan indikator lingkungan
di 5 (lima) tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, tatanan tempat kerja, tatanan tempat
umum, tatanan Sekolah, tatanan sarana kesehatan.
1. Indikator tatanan rumah tangga :
a. Perilaku :
1. Tidak merokok
2. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
3. Imunisasi
4. Penimbangan balita
5. Gizi Keluarga/sarapan
6. Kepesertaan Askes/JPKM
7. Mencuci tangan pakai sabun
8. Menggosok gigi sebelum tidur
9. Olah Raga teratur

b. Lingkungan :
1. Ada jamban
2. Ada air bersih

3 . Ada tempat sampah


4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)
5. Ventilasi
6. Kepadatan
7. Lantai
2. Indikator tatanan tempat kerja :
a. Perilaku
1. Menggunakan alat pelindung
2. Tidak merokok/ada kebijakan dilarang merokok
3 . Olah raga yang teratur
4. Bebas NAPZA
5. Kebersihan lingkungan kerja
6. Ada Asuransi Kesehatan
b. Lingkungan
1. Ada jamban
2. Ada air bersih
3. Ada tempat sampah
4. Ada SPAL (Saluran Pengaliran Air Limbah)
5. Ventilasi
6. Pencahavaan
7. Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)
8. Ada kantin
9. Terbebas dari bahan berbahaya

10. Ada klinik


3. Indikator tatanan tempat umum
a. Perilaku
1. Kebersihan jamban
2. Kebersihan lingkungan
b. Lingkungan
1. Ada jamban
2. Ada air bersih
3 . Ada tempat sampah
4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)
5.Ada K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja)
4. Indikator tatanan sekolah :
a. Perilaku
1. Kebersihan pribadi
2. Tidak merokok
3. Olah raga teratur
4. Tidak menggunakan NAPZA
b. Lingkungan
1. Ada jamban
2. Ada air bersih
3. Ada tempat sampah
4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)
5. Ventilasi

6. Kepadatan
7. Ada warung sehat
8. Ada UKS (usaha Kesehatan Sekolah)
9. Ada taman sekolah
5. Indikator tatanan sarana kesehatan
a. Perilaku
I. Tidak merokok
2. Kebersihan lingkungan
3. Kebersihan kamar mandi
b. Lingkungan
1. Ada j amban
2. Ada air bersih
3. Ada tempat sampah
4. Ada SPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah)
5. Ada IPAL(Saluran Pengaliran Air Limbah) rumah sakit
6. Ventilasi
7. Tempat cuci tangan
8. Ada pencegahan serangga

2.2. Sasaran PHBS


Dalam program PHBS ini diarahkan pada sasaran utama sasaran utama yaitu
PHBS Tatanan Rumah Tangga yaitu seluruh anggota keluarga yaitu Pasangan Usia

Subur(PUS), bumil, buteki, anak, remaja, lansia, dan pengasuh anak yang selanjutnya
diharapkan akan berkembang ke arah Desa/Kelurahan, Kecamatan/Puskesmas dan
Kabupaten/Kota sehat. (Depkes RI, 2006)
Menurut Tarigan M., (2004), sasaran PHBS pada anak-anak yang kurang baik
akan menimbulkan berbagai penyakit pada anak-anak antara lain yaitu diare, sakit
gigi, sakit kulit, cacingan. Dengan demikian untuk mengurangi prevalensi dampak
buruk tersebut, maka perlu diterapkan sasaran PHBS dengan memperh atikan hal-hal
sebagai berikut :
2.2.1. Kebersihan Kulit
Memelihara kebersihan kulit, harus memperhatikan kebiasaan berikut ini :
a. Mandi dua kali sehari
b. Mandi pakai sabun
c. Menjaga kebersihan pakaian
d. Menjaga kebersihan lingkungan

2.2.2. Kebersihan Rambut


Untuk selalu memelihara rambut dan kulit kepala dan kesa n cantik serta
tidak berbau apek, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Memberhatikan kebersihan rambut dengan mencuci rambut sekurangkurangnnya dua kali seminggu
b. Mencuci rambut dengan shampo/bahan pencuci rambut lain
c. Sebaiknya menggunakan alat-alat pemeliharaan rambut sendiri (Irianto
K., 2007)

2.2.3. Kebersihan Gigi


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan gigi adalah
sebagai berikut:
a. Menggosok gigi secara benar dan teratur dianjurkan setiap habis makan
b. Memakai sikat gigi sendiri
c. Menghindari makanan yang merusak gigi
d. Membiasakan makan buah-buahan yang menyehatkan gigi
e. Memeriksakan gigi secara rutin (Irianto K., 2007)

2.2.4. Kebersihan Tangan, kaki dan kuku


K ebersihan tangan berhubungan dengan penggunaan sabun dan cuci tangan
dengan menggunakan sabun. Pencucian tangan dengan sabun yang benar dan disaat
yang t epat memainkan peranan penting dalam mengurangi kemung kinan adanya
bakteri penyebab diare melekat pada tangan, tapi praktik cuci tangan ha rus dilakukan
dengan benar dan pada saat yang tepat. Waktu yang tepat untuk mencuci tangan
dengan sabun adalah ketika sebelum makan, sebelum memberi makan anak, sebelum
menyiapkan makanan, setelah buang air besar dan setelah membantu anak buang air
besar (ESP-USAID, 2006 dalam BAPPENAS, 2008).
Menurut Siti Khadijah (2007), kebersihan kaki sama halnya dengan
kebersihan tangan yaitu dalam kebersihannya harus menggunakan sabun sehingga
kulit kaki bersih dan bebas dari penyakit khususnya penyakit kulit.

Kuku yang bersih menghindarkan kita dari berbagai penyakit dan juga secara
estetika akan lebih indah. Oleh karena itu kuku yang kotor dapat menyebabkan
penyakit tertentu antara lain :
1. Pada kuku sendiri
a. Cantengan
b. Jamur kuku
2. Pada tempat lain
a. luka dan infeksi tempat garukan
b. cacingan
Menurut Odang, 1995 yang dikutip oleh Siti Khadijah, 2007 menyatakan
bahwa dalam menghindari penyakit akibat kuku yang kotor maka perlu diperhatikan
hal berikut :
a. Membersihkan tangan sebelum makan
b. Memotong kuku secara teratur
c. Membersihkan lingkungan
d. Mencuci kaki sebelum tidur.

2.2.5. Kebiasaan Berolah Raga.


Olah raga yang teratur mencakup kualitas gerakan dan kuantitas dalam arti
dan frekuensi yang digunakan untuk berolah raga. Dengan demikian akan
menentukan

status

kesehatan

seseorang

pertumbuhan (Notoatmodjo S., 2007).

khususnya

anak-anak

pada

masa

Dorongan berolah raga secara teratur dapat memelihara jantung, peredaran


darah dan frekuensi nadi. Macam-macam olah raga dapat kita lakukan antara lain
bersepeda, lari, berenang dan senam (Irianto, K., 2007)

2.2.6. Kebiasaan Tidur yang Cukup


Tidur yang cukup diperlukan oleh tubuh kita untuk memulihkan tenaga.
Dengan tidur yang cukup, kemampuan dan keterampilan akan men ingkat, sebab
susunan saraf serta tubuh terpelihara agar tetap segar dan sehat.
Tidur yang sehat merupakan kebutuhan penting yang dibutuhk an setiap hari.
Tidur yang sehat apabila lingkungan tempat tidur udaranya bersih, s uasana tenang
dan cahaya lampu remang-remang (tidak silau) serta kondisi tubuh yang nyaman.
Misalnya, tungkai diletakkan agak tinggi agar memperlancar peredara n darah pada
anggota gerak bawah (Irianto K., 2007)
Tidur yang sehat harus memenuhi syarat kepadatan hunian ruang tidur yaitu
luas ruang tidur minimal 8 meter dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari 2 (dua)
orang tidur.(Depkes RI, 1989)

2.2.7. Gizi dan Menu Seimbang


Keadaan gizi setiap individu merupakan faktor yang amat penting karena zat
gizi zat kehidupan yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia
sepanjang hayatnya. Gizi seimbang adalah satu faktor percepatan pada pertumbuhan
sumber daya manusia yang sehat, cerdas, aktif dan produktif. Sebaliknya, kekurangan

gizi pada anak-anak akan mengakibatkan lemahnya kemampuan belajar, cepat lelah
dan sakit-sakitan (Hidayat Syarif, 1997 yang dikutip oleh Tarigan M., 2004)
Hal penting yang perlu diperhatikan pada gizi seimbang ini adalah makanan
yang beraneka ragam yang mengandung karbohidrat, lemak protein, vitamin, mineral
dan serat sesuai dengan proporsi yang memakan sayur-sayuran dan buah-buahan serta
pola makan yang teratur yaitu tiga kali sehari pada pagi, siang dan malam hari
(Tarigan M., 2004)

2.3. Sarana dan Prasarana PHBS


Salah satu faktor penting yang berpengaruh pada praktek PHBS adalah
fasilitassanitasi yang tercermin dari akses masyarakat terhadap air bersi h dan sanitasi
dasar. ada
P tahun 2002, persentasi rumah yang memiliki yang mem punyai akses
air yang layak untuk dikonsumsi baru mencapai 50% dan
terhadap

akses rumah

tangga terhadap sanitasi dasar baru mencapai 63,5% (RPJPK, 2005

yang dikutip

Adisasmito W., 2008).


Fasilitas sanitasi merupakan sarana yang dipergunakan sebag ai pendukung
perilaku kebersihan diri dalam tatanan rumah tangga dan lingkungan nya. Fasilitas
sanitasi yang harus tersedia sebagai faktor pendukung untuk PHBS pada anak-anak
adalah sebagai berikut :
1. Air bersih
2. Sabun mandi
3. Sikat gigi
4. Pasta gigi

5. Gunting kuku
6. Tong sampah
7. Toilet
8. Kamar mandi
9. Lap pengering/handuk
10. Pembersih lantai
11. Sha mpo (Pembersih rambut)

2.4. Panti Asuhan


Panti Asuhan adalah sebuah wadah yang menampung ana k-anak yatim
dan/atau piatu. Di mana anak-anak yatim dan/atau piatu (ataupu n anak yang
dititipkan orangtuanya karena tidak mampu) biasanya tinggal,
pendidikan, dan juga dibekali berbagai

mendapatkan

keterampilan agar dapa t berguna di

kehidupannya nanti (Anonim, 2008).


Adapun Panti Asuhan terdiri dari 3 (tiga ) macam yaitu :
a. Panti Asuhan yang didirikan oleh masyarakat dan anggarannya di sediakan oleh
masyarakat sendiri.
b. Panti Asuhan yang

didirikan oleh masyarakat tetapi anggaran operasionalnya

berasal dan dibantu oleh pemerintah dan organisasi lain.


c. Panti Asuhan yang didirikan dan dibiayai oleh pemerintah, baik pemerintah pusat
maupun pemerintah daerah yang digunakan pemerintah sebagai Unit Pelaksana
Teknis (UPT) dalam struktur Dinas Sosial kab/kota (Suyono H., 2007)

Menurut Bowlby dkk, (1994) dalam Anonim, (2008) menyatakan bahwa


perkembangan anak yang sehat secara fisik, psikologis, dan sosial membutuhkan
suatu hubungan yang harmonis antara tiga unsur pokok, yaitu:
1. Hubungan antara anak dengan anak
2. Hubungan antara anak dengan anggota keluarga
3. Hubungan antara anak dengan lingkungan sosialnya
Selain itu, Hurlock, (1995) dalam Anonim, (2008) laporan hasil penelitiannya
juga menyimpulkan bahwa Perawatan anak di Panti Asuhan ada persep si yang tidak
baik, karena anak dipandang sebagai makhluk biologis bukan seb agai makhluk
psikologis dan makhluk sosial. Padahal selain pemenuhan kebutuhan fi siologis, anak
membutuhkan kasih sayang bagi perkembangan psikis yang sehat s eperti halnya
vitamindan protein bagi perkembangan biologisnya.
P erkembangan terakhir menunjukkan bahwa jumlah anak-anak yang terlantar
semakin meningkat, sementara hanya sebagian kecil dari mereka (k ira-kira 15%)
yang mampu ditampung di panti asuhan, baik swasta maupun pemeri ntah. Realitas
juga m enunjukkan bahwa mereka yang beruntung (diasuh di panti asuhan) saja
menunjukkan perkembangan kepribadian dan penyesuaian sosial yang kurang
memuaskan, dapat dibayangkan keadaan yang lebih memprihatinkan lagi pada anakanak terlantar yang belum terjangkau penanganan dari pihak yang berwenang.
Sementara masyarakat sering memberi cap negatif pada anak-anak di panti asuhan
tanpa melihat lebih jauh, mengapa atau bagaimana hal-hal negatif itu bisa terjadi.
Oleh karena itu, berdasarkan persepsi masyarakat dan pendapat beberapa ahli bahwa
dalam kehidupan di panti asuhan, anak-anak tidak mendapatkan lingkungan yang

sehat bagi perkembangannya, maka kita perlu mengetahui kebutuhan psikologis anak
di panti asuhan agar mereka mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan kebutuhan
kesehatan yang mereka butuhkan, sehingga perkembangan fisiknya sejalan dengan
perkembangan psikologis dan sosialnya. Karena, perkembangan yang sehat dalam hal
perkembangan fisik, psikologis dan sosial anak-anak di panti asuhan sangat
diperlukan agar mereka mampu hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat luas
terutama setelah mereka harus melampaui pasca terminasi dimana harus keluar dari
lingkungan panti asuhan setelah mampu hidup mandiri/setamat SMU (Anonim,
2008).

2.5. Kerangka Konsep


Adapun kerangka konsep dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar
berikut ini:
Baik
Pengetahuan Anak-anak
Mengenai PHBS

Sedang
Buruk

Sikap Anak-anak
Mengenai PHBS

Baik
Sedang
Buruk
Baik

Tindakan Anak-anak
Mengenai PHBS

Sedang
Buruk
Baik

Fasilitas yang
Mendukung Higiene
PHBS

Sedang
Buruk
Baik

Fasilitas Sanitasi
PHBS yang tersedia

Sedang
Buruk
Ada

Keluhan Kesehatan
Tidak ada

BAB III METODE


PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif untuk
menggambarkan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) pada Anak-anak.

3.2. Lokasi dan Waktu penelitian


Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Rapha-El Simalingka r, Kecamatan
Medan Tuntungan Kota Medan. Adapun alasan memilih lokasi karena di Panti
Asuhan ini belum pernah dilakukan penelitian mengenai pengetahua n, sikap dan
tindakan anak-anak di Panti Asuhan tentang PHBS.
3.2.1 Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada April s/d Mei 2009.
3.3. Populasi dan Sampel
3.3.1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan yang berjumlah 29
orang.
3.3.2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak di Panti Asuhan
Rapha-El yang berusia 7 (tujuh) sampai dengan 14 tahun sebanyak 19 orang. Adapun
responden dibagi menjadi 2 (dua) kelompok responden yaitu :

28

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

45

1. Kelompok anak-anak yang berusia 7(tujuh) s/d 9(sembilan) tahun atau kelompok
anak dengan pendidikan SD kelas I s/d anak dengan pendidikan SD KELAS III.
2. Kelompok anak-anak yang berusia 10 s/d 14 tahun atau kelompok anak dengan
pendidikan SD kelas IV s/d anak dengan pendidikan SMP KELAS I.

3.4. Metode Pengumpulan Data


Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang
diperol eh melalui pembagian kuesioner dan diikuti dengan wawancara langsung
dengan anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Keca matan Medan
Tuntun gan.

3.5. Definisi Operasional


1. Pengetahuan (knowledge) adalah hasil dari tahu dari anak-anak tentang PHBS,
yang terjadi setelah anak-anak memperoleh informasi PHBS.
2. Sikap (attitude) adalah reaksi atau respon yang masih tertutup dari anak-anak di
Panti Asuhan terhadap PHBS
3. Tin dakan atau Praktek (Practice) adalah perbuatan nyata anak-anak di Panti
Asuhan tentang PHBS
4. Fasilitas yang mendukung higiene adalah alat yang digunakan anak-anak di Panti
Asuhan Rapha-EL sebagai pendukung untuk melakukan PHBS
5. Fasilitas sanitasi adalah alat pendukung yang tersedia bagi lingkungan yang sehat.
6. Keluhan kesehatan adalah penyakit yang pernah diderita anak-anak di Panti
Asuhan dalam sebulan terakhir terkait dengan rendahnya PHBS

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

3.6. Aspek Pengukuran


Dalam aspek pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tingkat
pengetahuan sikap, tindakan tentang PHBS, dan kondisi fasilitas higiene dan sanitasi
PHBS yang tersedia serta keluhan kesehatan anak-anak di Panti Asuhan adalah
sebagai berikut:
I. Pengetahuan
Pengetahuan ini dapat diukur dengan memberikan skor terhadap kuesioner
yang te lah diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 12 dan total skor sebanyak 36.
Adapun kriteria pertanyaan tingkat pengetahuan mempunyai tiga pilihan
dengan pemberian skor sebagai berikut :
A. Skor jawaban pertanyaan nomor 1 s/d 4 yaitu:
1. Jawaban a, dengan skor 3
2. Jawaban b, dengan skor 2
3. Jawaban c, dengan skor 1
B. Skor jawaban pertanyaan nomor 5 s/d 8 yaitu:
1. jawaban a, dengan skor 2
2. jawaban b, dengan skor 1
3. jawaban c, dengan skor 3
C. Skor jawaban pertanyaan nomor 9 s/d 12 yaitu:
1. jawaban a, dengan skor 1
2. jawaban b, dengan skor 3
3. jawaban c, dengan skor 2

Berdasarkan kriteria pemberian skor, pengetahuan anak dikategorikan


dengan skala pengukuran sebagai berikut
1. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >
(lebih dari) 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) > (lebih
dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.
2. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)
14 s/d 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = ( sama dengan)
40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan.
3. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)
< (kurang dari) 14 atau memilih jawaban yang memiliki

nilai (skor) <

(kurang dari) 40 % dari total skor seluruh pertanyaan.

II.

S ikap
Sikap ini dapat diukur dengan memberikan skor terhadap kuesioner yang

telah di beri bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 12 dan total skor sebanyak 36.
Adapun kriteria pertanyaan tingkat sikap anak-anak mempunyai tiga pilihan
dengan pemberian skor sebagai berikut :
A. Skor jawaban pertanyaan nomor 1 s/d 6 yaitu:
1. Setuju, dengan skor 3
2. Ragu-ragu, dengan skor 2
3. Tidak setuju, dengan skor 1
B. Skor jawaban pertanyaan nomor 7 s/d 12 yaitu:
1. Setuju , dengan skor 1

2. Ragu-ragu, dengan skor 2


3. Tidak setuju, dengan skor 3
Berdasarkan kriteria pemberian skor, sikap anak-anak dikategorikan dengan
skala pengukuran sebagai berikut :
1. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >
(lebih dari) 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) > (lebih
dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.
2. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)
14 s/d 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = ( sama dengan)
40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan.
3. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor)
< (kurang dari) 14 atau memilih jawaban yang memiliki

nilai (skor) <

(kurang dari) 40 % dari total skor seluruh pertanyaan.

III.

T indakan (Practice)
Tindakan ini dapat diukur dengan memberikan skor terhadap kuesioner yang

telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 12 dan total skor sebanyak 36
Adapun kriteria pertanyaan tingkat tindakan mempunyai tiga pilihan dengan
pemberian skor sebagai berikut :
A. Skor jawaban pertanyaan nomor 1 s/d 4 yaitu:
1. Jawaban a, dengan skor 3
2. Jawaban b, dengan skor 2
3. Jawaban c, dengan skor 1

B. Skor jawaban pertanyaan nomor 5 s/d 8 yaitu:


1. jawaban a, dengan skor 2
2. jawaban b, dengan skor 1
3. jawaban c, dengan skor 3
C. Skor jawaban pertanyaan nomor 9 s/d 12 yaitu:
1. jawaban a, dengan skor 1
2. jawaban b, dengan skor 3
3. jawaban c, dengan skor 2
Berdasarkan kriteria pemberian skor, tindakan anak-anak dikategorikan
dengan skala pengukuran sebagai berikut :
1. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >
(lebih dari) 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) > (lebih
dari) 75% dari total skor seluruh pertanyaan.
2. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memili ki nilai (skor)
14 s/d 27 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = ( sama dengan)
40% s/d 75 % dari total skor seluruh pertanyaan.
3. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memili ki nilai (skor)
< (kurang dari) 14 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) <
(kurang dari) 40 % dari total skor seluruh pertanyaan.

IV.

Fasilitas yang mendukung higiene PHBS yang tersedia di Panti Asuhan


PHBS yang tersedia di Panti Asuhan diukur melalui kuesioner yang telah

diberi bobot. Jumlah pertanyaan sebanyak 6(enam) dan total skor sebanyak 6 (enam)
pertanyaan.
Dengan kriteria pertanyaan mempunyai dua pilihan :
1. Jawaban a (ya) = 1
2. Jawaban b (tidak) =0
Berdasarkan

nilai (skor)

PHBS

yang tersedia

di P anti Asuhan

diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori yaitu :


a. Baik, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) >
(lebih dari) 4 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) > (lebih dari)
75% dari total skor seluruh pertanyaan.
b. Sedang, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) 3
s/d 4 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) = (sama dengan) 40% s/d
75 % dari total skor seluruh pertanyaan.
c. Buruk, jika hasil penjumlahan skor jawaban responden memiliki nilai (skor) <
(kurang dari) 3 atau memilih jawaban yang memiliki nilai (skor) < (kurang dari)
40 % dari total skor seluruh pertanyaan.

V.

Komponen Observasi Fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti


Asuhan
Fasilitas PHBS yang tersedia dilakukan melalui metode pengamatan/

observasi dengan memberikan skor terhadap lembar observasi yang telah diberi
bobot. Jumlah komponen observasi sebanyak 14 dan total skor sebanyak 14
Dengan kriteria komponen observasi mempunyai dua pilihan :
1. Memenuhi syarat (ya)= 1
2. Tid ak memenuhi syarat (tidak) =0

VI.

K eluhan Kesehatan Anak-anak di Panti Asuhan


Kondisi kesehatan anak-anak di Panti Asuhan ini dapat d iukur dengan

melakukan pengamatan yang diikuti dengan wawancara pada anak-anak dan


memberikan skor terhadap kuesioner yang telah diberi bobot. Jumlah pertanyaan
sebanyak 4 dan total skor sebanyak 4
Dengan kriteria pertanyaan mempunyai dua pilihan :
3. Jawaban ya, dengan skor 1
4. Jawaban tidak, dengan skor 0
Berdasarkan kriteria pertanyaan diatas dapat diklasifikasikan menjadi 2
(dua) kategori yaitu :
1. Ada, jika hasil penjumlahan skor jawaban 1 (satu)
2. Tidak ada, jika hasil penjumlahan skor jawaban = 0

3.7. Analisa Data


Analisa data dilakukan analisis secara kuantitatif untuk menggambarkan
(mendeskripsikan) masing-masing variabel penelitan dengan menggunakan SPSS 16,
yang selanjutnya disajikan dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi.

BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan
Panti Asuhan Rapha-El adalah yayasan yang berbadan hukum dari Menteri
Kehakiman dan Hak Azasi Manusia dengan No. Izin Dep.keh.C-749.HT.01.TH.2004
yang didirikan oleh Bapak Pdt. Oslan Simangunsong, STh. SPd. dan Pdt. M.
Hutabarat (Alm) sejak tahun 2004.
Pada tahun 2003 Panti Asuhan ini berlokasi di Jl.Coklat 5 No. 27 Perumnas
Simalingkar dan jumlah anak-anak yang didik sebanyak lima orang. Setelah anak
yang dididik berjumlah 25 orang, kemudian didaftarkan ke Pemerinta h Kota Medan
untuk menghimbau melakukan pemantauan demi kelayakan Panti A suhan. Sejak
tahun 2004 s/d sekarang Panti Asuhan ini telah berada ke Jl. Rotan IX 4-6 Perumnas
Simalingkar Kec. Medan Tuntungan Medan.
Panti Asuhan ini merupakan yayasan yang didirikan oleh masy arakat sebagai
tempat a nak-anak kurang mampu untuk didik sampai pada batas wakt u tertentu, dan
anggaran operasionalnya berasal dari masyarakat (pendirinya) serta a danya bantuan
tetap pada setiap bulannya oleh pemerintah sebagai donatur tetap dan berbagai
donatur tidak tetap lainnya seperti BANK BRI, pihak-pihak gereja dan lain-lain.
Bantuan dari pemerintah provinsi (TK I) sebesar Rp.1500/orang/hari yang
diserahkan setiap bulannya melalui dinas sosial. Demikian juga bantuan dari pusat
yaitu Departmen Sosial sebesar Rp.2500/orang/hari yang diserahkan setiap bulannya
melalui Dinas Sosial.

37
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

54
4.2. Karakteristik Responden
Untuk mengetahui karakteristik responden di Panti Asuhan maka dilakukan
pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti dengan wawancara pada anak-anak
di Panti Asuhan. Berikut hasil pengumpulan data mengenai karakteristik responden
yang terdiri dari umur responden, jenis kelamin responden dan tingkat pendidikan
responden.
4.2.1. Umur Responden
Tabel 4 .1. Distribusi responden berdasarkan umur responden di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
No
1
2
3
4
5
6
7
8
Total

Umur Responden

Jumlah (n)

7
8
9
10
11
12
13
14

2
5
2
2
3
3
1
1
19

Per

T abel 4.1. di atas menunjukkan bahwa umur responden yan g

sentase (%)
10.5
26.3
10.5
10.5
15.8
15.8
5.3
5.3
100
terbanyak

adalah u mur 8 tahun sebanyak 5 orang (26.3%) dan paling sedikit yaitu umur 10, 13,
dan 14 masing-masing satu orang.

4.2.2. Tingkat Pendidikan Responden


Tabel 4.2. Distribusi responden berdasarkan tingkat pendidikan responden di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
No

Tingkat Pendidikan Responden


Jumlah (n)
1
SD kelas 1
2
2
SD kelas 2
5
3
SD kelas 3
2
4
SD kelas 4
3
5
SD kelas 6
5
2
6SMP kelas 1
Total
19

Persentase (%)
10.5
26.3
10.5
15.8
26.3
10.5
100

Tabel 4.2. di atas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan res ponden yang
terbanyak adalah SD kelas II dan SD kelas VI masing-masing yaitu 5 o rang (26.3%),
sedangkan paling sedikit yaitu SD kelas III yaitu 1 orang (5.3%).
4.2.3. Jenis Kelamin Responden
Tabel 4 .3. Distribusi Responden berdasarkan Jenis Kelamin di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
No

Jenis Kelamin Responden


1laki-laki
2Perempuan
Total

Jumlah (n)
11
8
19

Pers

entase (%)
57.9
42.1
100

Tabel 4.3. di atas menunjukkan bahwa jenis kelamin responden yang terbanyak
adalah jenis kelamin laki-laki yaitu 11 orang (57,9%) dan perempuan yaitu 8 orang
(42.1%).

4.3. Tingkat Pengetahuan Responden


Untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden di Panti Asuhan tentang
PHBS maka dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti dengan
wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data terhadap responden di Panti
Asuhan tentang tingkat pengetahuan tentang PHBS dalam tabel distribusi di bawah
ini :
Tabel 4 .4. Distribusi Responden berdasarkan Pengetahuan tentang PHBS di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
NO

Pengetahuan
1 lasan cuci
A tangan pakai sabun
agar kuman
a. dan kotoran terbuang dari kulit
agar tubuh
b. menjadi wangi
tidak tahuc.

Jumlah

Persentase

19
-

100
-

mandi dalam sehari


2 rekuensi F
2 kali sehari
19
a.
Satu kalib.dalam sehari
Tidak tahu
c.
3 lasan gosok
A gigi
agar gigi
15
a. dan mulut bersih dan sehat
agar mulut
4
b. dan nafas tidak bau
tidak tahu
c.
gosok gigi yang baik sehari
4 rekuensi F
2 kali a.
18
1 kali b.
1
tidak tahu
c.
5 aktu kapan
W cuci tangan pakai sabun
setelaha.makan
2
tidak tahu
7
b.
sebelum
10
c. makan dan setelah BAB dan BAK
6
Penyebab kuku panjang dan kotor pada kecacingan
a. karena kuku panjang susah dibersihkan
b. tidak tahu
c. kuku panjang mengandung telur
7
Penyebab sakit perut
a. karena tidak cuci tangan sebelum makan
b. tidak tahu
c. makan makanan yang mengandung kuman
8
Pengetahuan tentang gizi seimbang
a. makanan yang menyebabkan kenyang
b. tidak tahu
c. makanan beraneka ragam mengandung karbohidrat, lemak,
protein

100
78.9
21.1
94.7
5.3
10.5
36.8
52.6
2
17

10.5
89.5

13
6

68.4
31.6

2
-

10.5
-

17

89.5

Tabel 4.4 lanjutan


9
Jamban/toilet yang sehat
a. tidak tahu
b. jamban leher angsa, tersedia air bersih, sabun,
pengering
c. jamban yang tidak menimbulkan bau-bauan
10
Tempat buang sampah yang baik
a. tidak tahu
b. di tong sampah
c. di sungai
11
Alasan kebersihan rambut perlu dijaga
a. tidak tahu
b. agar rambut dan kulit kepala bersih dan sehat
agar tidak
c. ada kutu di kepala
lasan perlu
12
A tidur
. tidak tahu
a
agar pertumbuhan
anak dengan baik dan memulihkan tenaga
b.
kembali
agar tidak
c. ngantuk

10
9

52.6
47.4

16
3

84.2
15.8

14
5

73.7
26.3

5.3

31.6

lap

Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa seluruh (100%) responde n mengetahui


alasan cuci tangan pakai sabun yaitu agar kuman dan kotoran terbuang dari kulit serta
frekuensi mandi satu hari yaitu dua kali sehari
P engetahuan responden tentang alasan gosok gigi, jawaban te rbanyak yaitu
agar gigi dan mulut bersih dan sehat sebesar 78.9%, sedangkan yang m emiliki alasan
agar mulut dan nafas tidak bau sebesar 21.1 %. Demikian juga penget ahuan tentang
frekuen si gosok gigi yang baik, jawaban terbanyak yaitu 2 kali sehari sebesar 94.7%
P engetahuan responden tentang waktu kapan cuci tangan pakai sabun,
jawaban terbanyak yaitu sebelum makan dan setelah BAB dan BAK sebesar 52.6%,
sedangkan yang menjawab tidak tahu sebesar 10,5%.
Pengetahuan responden tentang penyebab sakit perut, jawaban responden
terbanyak yaitu karena tidak cuci tangan sebelum makan sebesar 68.4%, sedangkan
yang menjawab karena makan makanan yang mengandung kuman 31.6%.

Pengetahuan responden tentang jamban/toilet yang sehat, responden yang


menjawab jamban dengan bentuk leher angsa, tersedia air bersih, sabun dan lap
pengering sebesar 52.6%, sedangkan yang menjawab jamban sehat adalah jamban
yang tidak menimbulkan bau-bauan sebesar 47.4%.
Pengetahuan responden tentang alasan kebersihan rambut perlu dijaga,
jawaban terbanyak yaitu agar rambut dan kulit kepala bersih dan sehat sebesar 73.7%,
sedangkan yang menjawab agar tidak ada kutu di kepala sebesar 26.3%.
Pengetahuan responden tentang alasan perlunya tidur, jawab an terbanyak
yaitu agar pertumbuhan baik dan memulihkan tenaga kembali 63.2 %, sedangkan
responden yang menjawab tidak tahu sebesar 5.3 %.
Tabel 4 .5. Distribusi Pengetahuan Responden tentang PHBS di Yayasan Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar
No

Pengetahuan tentang PHBS

1
2
3

Baik
Sedang
Buruk
Total

Jumlah
(n)
18
1
19

Persentase
(%)
94.7
5.3
100

T abel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa pengetahuan responden ten tang PHBS di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar yang paling banyak yait u pengetahuan
dengan kategori baik sebesar 94.7%, sedangkan pengetahuan yang buruk tidak ada.

Tabel 4.6. Distribusi Pengetahuan Responden


tentang PHBS berdasarkan
Kelompok Umur Responden di Yayasan panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar
No
1
2

Kelompok
umur
7-9 tahun
10-14
tahun
Total

n
9
9

Tingkat Pengetahuan
Sedang
Buruk
%
n
%
n
%
100
90
1
10
-

18

94.7

Baik

5.3

Total
Jumlah

9
10

100
100

19

100

Tabel 4.6 diatas menunkukkan bahwa seluruh (100%) responden kelompok


umur responden 7-9 tahun di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar memiliki
tingkatpengetahuan dengan kategori baik, sedangkan kelompok umur 10-14 tahun
memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebesar 94.7%.

4.3. Sikap Responden


Untuk mengetahui sikap responden di Panti Asuhan tentang PHBS maka
dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti dengan wawancara.
Berikut ini adalah hasil pengumpulan data tentang sikap responden tentang PHBS di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Tabel 4.7. Distribusi Sikap Responden tentang PHBS di Yayasan panti asuhan
Rapha-El Simalingkar
Setuju
Jumlah Persen
(n)
(%)

No

S PHBS
ikap tentang

m dan buahakan sayur


16
b hari
uahan setiap
ku bersih dan
ku harus
18
p
endek
c
uci
tangan
sebelum
18
m
akan
ci tangancu pakai sabun
s
etelah buang
air besar
19
da kecil
n buang air
m pakai sabun
andi harus
18
m
andi
c
uci rambut
sebaiknya
19
p
akai shampo
aju yangb kita pakai
di dalam satu
ganti sekali
12
h
ari
s
ampah jangan
di tumpuk
16
di rumah
pekarangan
nak-anak abaiknya tidur
bih atau lesama dengan
13
ari delapan
d jam setiap
hari
kegiatan
olah
raga
meningkatkan kebugaran
tubuh
tidak boleh
merokok
dalam ruangan
menggosok gigi dua kali
sehari

2
3
4
5
6
7
8
9

10
11
12

Ragu-ragu
Jumlah Persen
(n)
(%)

T
Ju
(

idak setuju
Persen
mlah
(%)
n)

84.2

10.5

5.3

94.7

5.3

94.7

5.3

100

94.7

5.3

100

63.2

26.3

10.5

84.2

15.8

68.3

21.1

10.5

16

84.2

15.8

18

94.7

5.3

15

78.9

15.8

5.3

Tabel 4.7 diatas dapat dilihat bahwa responden yang setuju bahwa sampah
tidak boleh di tumpuk di pekarangan rumah sebesar 84.2%, sedangkan responden
yang setuju sampah ditumpuk di pekarangan rumah hanya 15.8%.
Responden yang setuju bahwa anak-anak baiknya tidur lebih atau sama
dengan dari delapan jam setiap hari sebesar 68.3%, sedangkan responden yang tidak
setuju dengan lamanya tidur yang sehat bagi anak-anak selama 8 (delapan) jam hanya
5.3%.
Responden yang setuju bahwa kegiatan olah raga dapat meningkatkan
kebugaran tubuh sebesar 84.2%, sedangkan responden yang tidak setuj u dengan olah
raga dapat meningkatkan kebugaran tubuh hanya 15.8%.
Tabel 4 .8. Distribusi sikap responden tentang PHBS di Yayasan P anti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
No
1
2
3

ikap tentang
PHBS
S
aik
B
edang S
uruk B
otal T

Jumlah (n)
18
1
19

Tabel 4.8 diatas dapat dilihat bahwa sikap responden

Pe

rsen (%)
94.7
5.3
100

tent ang PHBS di

Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar yaitu memiliki sikap de ngan kategori
baik sebesar 94.7%, sedangkan sikap dengan kategori buruk tidak ada.

Tabel 4.9. Distribusi sikap responden tentang PHBS berdasarkan kelompok


umur responden di Yayasan panti asuhan Rapha-El Simalingkar
No
1
2

Kelompok
umur
7-9 tahun
10-14
tahun
Total

n
8
10

%
88.9
100

Sikap
Sedang
n
%
1
11.1
-

18

94.7

Baik

5.3

Total
Buruk
n
%
-

Jumlah

9
10

100
100

19

100

T abel 4.9. diatas dapat dilihat bahwa sikap kelompok umur r esponden 7-9
tahun tentang PHBS di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar m e miliki sikap
dengan kategori baik sebesar 88.9%, sedangkan sikap responden kelompok umur 1014 tahun memiliki sikap dengan kategori baik sebesar 100%.

4.4. Tindakan Responden


Untuk mengetahui tindakan responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
tentang PHBS maka dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang diikuti
dengan wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data mengenai tindakan
responden tentang PHBS di Panti Asuhan.
Tabel 4.10.

Distribusi Responden Berdasarkan Tindakan tentang PHBS di


Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Tindakan Responden

T
empat Membuang
Sampah
a. sampah yang tersedia
ditempat
b.
kadang-kadang
ditempat sampah
di sembarangan
c.
tempat
rekuensi F
Mandi dalam Sehari
dua kalia.
kadangb.satu kali dan kadang dua kali
satu kali
c.
uci tangan
C pakai sabun
selalu a.
kadang-kadang
b.
jarang c.
rekuensi F
gosok gigi dalam sehari
dua kalia.
satu kali
b.
tidak pernah
c.
ara Membersihkan
Rambut
C
pakai sabun
mandi
a.
pakai shampo
b.
Hanya c.
air saja
rekuensi F
Makan Sayur dalam Satu Minggu
1 s/d 3a.kali dalam seminggu
b. tidak pernah
c. tiap hari
Frekuensi Makan Buah dalam Satu Minggu
a. 1 s/d 3 kali salam seminggu
b. tidak pernah
c. tiap hari
Lama tidur dalam satu hari
a. tidak teratur
b. lebih/sama dengan delapan jam
c.

Jumla
(n)

Persen
(%)
84.2
15.8
-

16
3
19
-

100
-

11
8
-

57.9
42.1
-

19
-

100
-

12
7
-

63.2
36.8
-

12
1
6

63.2
5.3
31.6

19
-

100
-

5.3

16

84.2

10.5

kurang dari delapan jam

Tabel 4.10. Lanjutan


9
Tempat buang air kecil dan buang air besar
a.
b.
c.

10

11

12

di atas tanah (Ladang atau sungai)


di Toilet/ jamban
kadang di jamban/toilet dan kadang di atas tanah (ladang atau
sungai)
Tindakan ganti baju setiap hari
a. tidak, ganti baju sekali dalam dua hari
b. ya, selalu ganti baju tiap hari
c. ya, tapi kadang-kadang
Cuci tangan pakai sabun setelah BAB dan BAK
a. tidak pernah
selalu cuci
b. tangan pakai sabun
6
kadang-kadang
c.
12

9
10

47.4
52.6

10
9

52.6
47.4

5.3
31.6
63.2

rekuensi Folah raga/ aktivitas fisik dalam seminggu


a.
tidak pernah
1-3 kalib.seminggu
jarang c.
karena sudah capek ke ladang

12
7

Tabel 4.10 di atas menunjukkan bahwa 84.2% responden di Panti Asuhan


Rapha-El Simalingkar membuang sampah pada tempat sampah y ang tersedia,
sedangkan membuang sampah kadang-kadang di tempat sampah sebesar 15.8%.
Tindakan responden tentang frekuensi mandi menunjukkan b ahwa seluruh
(100%)responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar mandi du a kali sehari.
Demikian juga frekuensi menggosok gigi dalam sehari seluruh resp onden (100%)
menggosok gigi dua kali sehari.
Tindakan responden tentang membersihkan rambut yang terbanyak dengan
menggunakan sabun mandi sebesar 63.2%, sedangkan responden yang menggunakan
shampo sebesar 36.8%.
Tindakan responden dalam mengkonsumsi sayur yang terbanyak yaitu 1 s/d 3
kali dalam seminggu sebesar 63.2%, sedangkan

responden yang tidak pernah

mengkonsumsi sayur sebesar 5.3%. Demikian juga halnya konsumsi buah-buahan

63.2
36.8

menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) makan buah-buahan 1 s/d 3 kali


dalam seminggu.
Tindakan responden tentang lamanya tidur dalam satu hari menunjukkan
bahwa 84.2% responden tidur dalam satu hari selama delapan jam atau lebih,
sedangkan responden yang tidur tidak teratur sebesar 5.3%.
Tindakan responden tentang selalu mengganti baju setiap hari sebesar 52.6%,
sedang kan responden yang tergolong kadang-kadang mengganti baj u setiap hari
sebesar 47.4%.
Tindakan responden selalu cuci tangan pakai sabun setelah B AB dan BAK
hanya 31.6%, sedangkan responden yang kadang-kadang cuci tanga n pakai sabun
setelah BAB dan BAK sebesar 63.2%.
Tindakan responden tentang olah raga menunjukkan bahwa responden tidak
pernah melakukan olah raga sebesar 63.2%, sedangkan responden yang jarang
berolah raga karena sudah capek ke ladang sebesar 36.8%.

Tabel 4.11. Distribusi Tindakan Responden tentang PHBS di Yayasan Panti


Asuhan Rapha-El Simalingkar
No
1
2
3

Tindakan tentang PHBS


Baik
Sedang
Buruk
Total

Jumlah (n)
15
4
19

Persen (%)
78.9
21.1
100

Tabel 4.11 diatas dapat dilihat bahwa tindakan responden tentang PHBS di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar memiliki tindakan P HBS

dengan

kategori baik sebesar 78.9%, sedangkan tindakan dengan kategori buruk tidak ada.
tentang PHBS berdasarkan
Tabel 4.12. Distribusi tindakan responden
kelompok umur responden di Yayasan panti Asuh an Rapha-El
Simalingkar
No
1
2

elompok
K
mur u
-9 tahun7
0-14 1
ahun
t
otal T

n
7
8

%
77.8
80

Tindakan
Sedang
n
%
2
22.2
2
20

15

78.9

Baik

21.1

Buruk
n
%
-

Total
Ju

mlah

9
10

100
100

19

100

Tabel 4.12 diatas dapat dilihat bahwa tindakan kelompok umur responden 7-9
tahun

tentang PHBS di

Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simali ngkar dengan

kategori baik sebesar 77.8%, sedangkan kelompok umur 10-14 tahun memiliki
tindakan dengan kategori baik sebesar 80%.

4.5. Fasilitas yang mendukung Higiene PHBS di Panti Asuhan


Untuk mengetahui mengetahui fasilitas yang mendukung higiene PHBS di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar maka dilakukan pengumpulan data melalui
pengamatan diikuti dengan wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data
terhadap fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar.
Tabel 4 .13. Distribusi responden tentang fasilitas yang mendu kung higiene
PHBS di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
Fasilitas
yang
mendukung
higiene PHBS di Panti Asuhan

No

1ketersediaan gunting kuku setiap


kali ingin memotong kuku
2ketersediaan pasta gigi dan sikat
gigi sendiri setiap hari
3ketersediaan shampo (pembersih
rambut) setiap hari
4ketersediaan handuk untuk setiap
orang
5ketersediaan sabun mandi setiap
kali mandi
6ketersediaan kamar tidur yang
nyaman

Ada
Jumlah
(n)

Persen Juml
(%)
(n)

idak ada
ah Persen
(%)

10

52.6

47.4

19

100

14

73.7

26.3

17

89.5

10.5

19

100

17

89.5

10.5

Berdasarkan tabel 4.13 diatas dapat dilihat bahwa 47.4% resp onden di Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar tidak memiliki gunting kuku setiap kali ingin
memotong kuku dan responden yang tidak menggunakan shampo setiap kali
membersihkan rambut sebesar 26.3%, sedangkan responden yang kesulitan mendapat
handuk setiap kali mandi sebesar 10.5%. Demikian halnya dengan ketersediaan
kamar tidur yang nyaman ada 10.5% responden tidak memperoleh tidur yang
nyaman.

Tabel 4.14. Distribusi Responden tentang Fasilitas yang Mendukung Higiene


PHBS di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

No

Kategori ketersediaan fasilitas yang


mendukung higiene PHBS di Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar

Baik

14

73.7

Sedang

21.1

Buruk

5.3

Total

19

100

Jumlah (n)

Persen (%)

T abel 4.14 diatas dapat dilihat bahwa ketersediaan fasilitas higiene PHBS yang
tersedia di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar dengan kategori baik s ebesar 73.7%,
keterse diaan fasilitas yang mendukung higiene dengan kategori sedang 21.1%,
sedang kan ketersediaan fasilitas higiene dengan kategori buruk sebesar 5.3%.
Tabel 4.15. Distribusi Responden tentang Fasilitas Higiene Responden
berdasarkan Kelompok Umur di Yayasan panti asuhan RaphaEl Simalingkar

No
1
2

K
elompok
mur u
-9 tahun7
0-14 1
ahun
t
otal T

Fasilitas yang mendukung higiene


responden
Baik
Sedang
Buruk
n
%
n
%
n%
6
66.7
3
33.3
8
80
2
20
14

73.7

26.3

Total
Ju

mlah
9
10
19

Tabel 4.15 diatas dapat dilihat bahwa responden dengan kelompok umur 7-9
tahun dapat menggunakan fasilitas yang mendukung higiene dengan kategori baik
sebanyak 6 orang (66.7%), sedangkan responden dengan kelompok umur 10-14 tahun
yang dapat mengakses fasilitas yang mendukung higiene
sebanyak 8 orang (80%).

dengan kategori baik

%
100
100

4.6. Fasilitas Sanitasi PHBS yang Tersedia di Panti Asuhan


Untuk mengetahui mengetahui fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia di Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar maka dilakukan pengumpulan data melalui
pengamatan diikuti dengan wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data
terhadap fasilitas sanitasi di Panti Asuhan yang mengacu pada Kepmenkes RI No.
829/Menkes/SK/VII/1989 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.
Tabel 4 .16. Distribusi Komponen observasi fasilitas sanitasi PHBS yang tersedia
di Panti Asuhan
No
1

3
4

Komponen Observasi
Fasilitas Sanitasi

Hasil Observasi
Fasilitas Sanitasi

umber airS bersih


Sumber air bersih
PDAMa.
a. PDAM
Sumurb.
b. Tidak berwarna
c.
Tidak berwarna
c. Tidak keruh
d.
Tidak keruh
d. Tidak bau
e.
Tidak bau
e. Tidak berbuih
f.
Tidak berbuih
f. Tersedia
dengan
kapasitas
g. dengan kapasitas
Tersedia
minimal 60 liter/hari/orang;
minimal 60 liter/hari/orang;
antai terluas
L di Panti Asuhan Lantai terluas di Panti Asuhan
Semen/a.keramik
a. Semen
Tanah b.
b. Lantai kedap air
Lantai c.
kedap air
c. Mudah dibersihkan
Mudahd.dibersihkan
tap terluas
Atap terluas di Panti Asuhan
A di Panti Asuhan
Seng a.
a. Seng
Genteng
b.
inding Dterluas di Panti Dinding terluas di Panti Asuhan
suhan A
a. Permanen
a. Permanen
b. Semi permanen;
c. Papan
Kondisi dinding terluas
Kondisi dinding terluas
a. Kedap air.
a. Kedap air.
b. Rata.
b. Rata.
c. Bersih.
c. Bersih.
d. Tinggi minimal 2,4 meter.
d. Tinggi minimal 2,4 meter.

Kriteria
Hasil
Observasi

Memenuhi
syarat

Memenuhi
syarat
Memenuhi
syarat
Memenuhi
syarat

Memenuhi
syarat

Tabel 4.16 lanjutan


6
Langit-langit/plafon
Langit-langit/plafon
a. Tinggi minimal 2,4 meter.
a. Tinggi minimal 2,4 meter.
b. Asbes
b. Triplek
c. Triplek
c. Rata dan bersih.
d. Rata dan bersih.
d. Tidak terdapat lubang-lubang.
e. Tidak terdapat
lubanglubang
7
Kepadatan Hunian Ruang Kepadatan Hunian Ruang Tidur
Tidur
a. Luas ruang tidur 6X3 meter
a. Luas ruang tidur minimal 8 b. Terpisah laki-laki dan perempuan
meter
c. Jumlah kamar yaitu dua kamar
b. Tidak dianjurkan digunakan d. Jumlah orang yang tidur dalam
lebih dari 2 orang tidur
satu kamar laki-laki 16 orang,
Terpisah
laki-laki
dan
sedangka pada kamar perempuan
c.
perempuan
sebanyak 11 orang
enerangan
Penerangan
8
P
Pencahayaan
alam dan/atau a. Pencahayaan
alam
dan/atau
a.
buatan langsung maupun
buatan langsung maupun tidak
tidak
langsung
dapat
langsung
dapat
menerangi
menerangi seluruh ruangan
seluruh
ruangan
minimal
minimal intensitasnya 60 lux
intensitasnya 60 lux
Tidak menyilaukan.
b. Tidak menyilaukan.
b.
umlah kamar
mandi
Jumlah kamar mandi
9
J
Terpisah
laki-laki
dan a. Tidak terpisah laki-laki dan
a.
perempuan
perempuan
Laki-laki
b. Jumlah kamar mandi ada 3
b. yaitu 1:6
Perempuan
c. Jumlah penghuni ada 33 orang
c. yaitu 1:6
maka seharusnya jumlah kamar
mandi di panti Asuhan minimal 5
kamar mandi
umlah jamban
di Panti Jumlah jamban di Panti Asuhan
10
J
suhan A
a. Tidak terpisah laki-laki dan
Terpisah
laki-laki
dan
perempuan
a.
perempuan
b. Jumlah jamban ada 3 buah
Tersedia
1:
6
orang c. Jumlah penghuni ada 33 orang
b.
penghuni
maka seharusnya jumlah jamban
di panti Asuhan minimal 5 buah
enis
jamban
Jenis
jamban
11
J
Leher angsa
a. Leher angsa
a.
b. Cemplung
c. Plengsengan
12
Kondisi
IPAL (Instalasi Kondisi IPAL (Instalasi Pengaliran
Pengaliran Air Limbah) di Air Limbah) di panti asuhan.
a. Mengalir dengan lancar
panti asuhan.
a. Mengalir dengan lancar
b. Tertutup
b. Tidak menimbulkan bau
c. Tertutup

Memenuhi
syarat

Tidak
memenuhi
syarat

Memenuhi
syarat

Tidak
memenuhi
syarat

Tidak
memenuhi
syarat

Memenuhi
syarat

Memenuhi
syarat

Tabel 4.16 lanjutan


13
Pengolahan sampah di Panti Pengolahan sampah di Panti
Asuhan
Asuhan
a. Diangkut tiap 24 jam
a. Setiap hari di angkut ke pinggiran
b. Dibakar
sungai
c. Ditimbun
b. Di tumpuk di pinggiran sungai
d. Di tumpuk
14
Tempat khusus penampungan Tempat
khusus
penampungan
sampah
sampah
a. Tersedia di setiap ruang a. Tidak tersedia disetiap penghasil
penghasil sampah
sampah
b. Terbuat dari bahan kedap air b. Terbuat dari bahan kedap air
tempat
sampah
c. Kapasitas tempat sampah c. Kapasitas
terangkat
terangkat
Tertutup
d. Terbuka
d.

Tidak
memenuhi
syarat
Tidak
memenuhi
syarat

Tabel 4.16 diatas dapat dilihat bahwa fasilitas sanitasi me ngenai PHBS
di PantiAsuhan Rapha-El Simalingkar bahwa ada 18% komponen o bservasi yang
tidak memenuhi syarat yaitu kepadatan hunian ruang tidur, jumlah kamar mandi,
jumlah jamban, pengolahan sampah, tempat khusus penampungan samp ah.

4.7. Keluhan Kesehatan Anak-anak di Panti Asuhan Yayasan Panti Asuhan


Rapha-El Simalingkar
Untuk mengetahui keluhan kesehatan anak-anak di

Yayasan Panti Asuhan

Rapha-El Simalingkar, maka dilakukan pengumpulan data melalui kuesioner yang


diikuti dengan wawancara. Berikut ini adalah hasil pengumpulan data terhadap
responden.
Tabel 4 .17. Distribusi responden tentang keluhan kesehatan anak-anak di Panti
Asuhan di Yayasan panti asuhan Rapha-El Simalingkar
No
1
2
3

Keluhan kesehatan anak-anak di


Yayasan Panti Asuhan
Pernah menderita sakit perut dalam
sebulan terakhir
Pernah menderita sakit gigi dalam
sebulan terakhir
Pernah mengalami pernafasan yang
tidak sehat dan tidak normal akibat
batuk dan pilek dalam sebulan
terakhir
Pernah menderita penyakit kulit
dalam sebulan terakhir

Ada
Jumlah Persen
(n)
(%)

T
Juml
(n)

idak ada
ah Persen
(%)

47.4

10

52.6

47.4

10

52.6

10

52.6

47.4

21.1

15

78.9

Tabel 4.17 diatas menunjukkan bahwa 47.4% responden di Panti Asuhan


Rapha-El Simalingkar pernah menderita sakit perut dalam sebulan terakhir dan
respon den yang pernah menderita sakit gigi dalam sebulan terakhir s ebesar 47.4%,
dan responden pernah mengalami pernafasan yang tidak normal akibat batuk dan
pilek sebesar 52.6%, termasuk juga dengan responden yang menderita penyakit kulit
dalam sebulan terakhir sebesar 21.1%.

Tabel 4.18. Distribusi responden tentang keluhan kesehatan responden di


Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar
No
1
2

Keluhan Kesehatan
Tidak ada
Ada
Total

Jumlah (n)
5
14
19

Persen (%)
26.3
73.7
100

Tabel 4.18 diatas dapat dilihat bahwa keluhan kesehatan responden di Yayasan
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar bahwa 73.7% responden me miliki keluhan
kesehatan dalam sebulan terakhir, sedangkan responden yang tida k mempunyai
keluhankesehatan sebesar 26.3%.
Tabel 4.19. Distribusi Responden tentang Keluhan Kesehatan Responden
Berdasarkan Kelompok Umur di Yayasan panti asuhan Rapha-El
Simalingkar
No
1
2

K
elompok
mur u
-9 tahun7
1
0-14 tahun
otal T

Keluhan kesehatan responden


Ada
Tidak ada
n
%
n
%
7
77.8
2
22.2
7
70
3
30
14
73.7
5
26.3

Total
Ju

mlah

9
10
19

100
100
100

Tabel 4.19 diatas dapat dilihat bahwa responden dengan kelomp ok umur 7-9
tahun m emiliki keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir sebesar 77.8 %, sedangkan
responden kelompok umur 10-14 tahun memiliki keluhan kesehatan dalam sebulan
terakhir sebesar 70%.

BAB V
PEMBAHASAN
5.1. Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Responden tentang PHBS
5.1.1. Pengetahuan
Tingkat pengetahuan responden tentang PHBS dapat dilihat pada tabel 4.5.
dikatakan bahwa pengetahuan responden dengan kategori baik, sebanyak 18 orang
(94.7%), sedangkan pengetahuan responden dengan kategori sedan g sebanyak 1
orang (5.3%).
Pengetahuan merupakan faktor pemudah (predisposising facto r) bagi anakanak untuk terlaksananya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHB S).

Dengan

demikian faktor ini menjadi pemicu atau anteseden terhadap perilaku yang menjadi
dasar atau motivasi bagi tindakannya akibat tradisi atau kebiasaan,

kepercayaan,

tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi (Notoatmodjo S., 2007).


Menurut Sari S. (2006), ada keeratan hubungan antara penge tahuan dalam
upaya memperbaiki perilaku. Dengan demikian meningkatkan pengetahuan akan
memberi hasil yang cukup berarti untuk memperbaiki perilaku. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Rogers dalam Sari S. (2006) yang menyatakan bahwa pengetahuan/
kognitif merupakan domain yang sangat penting bagi terbentuknya perilaku, dan
perilaku yang didasari pengetahuan akan bertahan lebih langgeng daripada perilaku
yang tidak didasari pengetahuan.
Tingkat pengetahuan responden tentang PHBS berdasarkan kelompok umur di
Panti Asuhan tidak menunukkan perbedaan yang berarti antara kelompok. Kelompok
umur responden 7-9 tahun secara keseluruhan (100%) memiliki pengetahuan yang

58
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

75
baik, sedangkan kelompok umur 10-14 tahun memiliki pengetahuan baik sebesar
94.7%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden menunjukkan
bahwa tingginya umur anak-anak tidak berpengaruh pada tingginya pengetahuan
anak-anak tentang PHBS.
5.1.2. Sikap
Sikap anak-anak panti asuhan mengenai PHBS secara umum baik seperti
terlihat pada tabel 4.8 dimana responden yang memiliki sikap baik seb esar 18 orang
(94.7%), sikap sedang 1 orang (5.3%), dan tidak ada responden yang memiliki sikap
yang buruk.
Sikap responden tentang PHBS berdasarkan kelompok umurmenunjukkan
perbedaan yang mengarah pada tingginya umur anak-anak berpengaruh baik dengan
sikap anak-anak. Hal ini dapat dilihat pada kelompok umur responden 7-9 tahun di
Yayasan Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar memiliki sikap dengan kategori baik
sebanyak 8 orang (88.9%), sedangkan kelompok umur 10-14 tahun m emiliki sikap
dengankategori baik sebanyak 10 orang (100%).
Sikap diturunkan dari pengetahuan responden. Dengan de mikian untuk
menentukan sikap harus didasari oleh pengetahuan responden.
Menurut Menurut Sari S. (2006), menyatakan bahwa terdapat hubungan yang
signifikan antara sikap dengan PHBS responden dengan tingkat keeratan hubungan
dengan tindakan. Hal ini menunjukan bahwa sikap positif responden yang ditunjukan
oleh sikap menerima, merespon, menghargai, dan bertanggung jawab terhadap PHBS
akan memberi dampak yang positif juga bagi PHBS mereka.

Hal ini sesuai dengan Teori L. Green yang menyatakan bahwa sikap adalah salah
satu predisposisi untuk munculnya perilaku dapat dibuktikan dalam penelitian ini. Hal ini
juga sesuai dengan pernyataan Notoatmodjo (1993) yang di kutip oleh Sari S., (2006)
menyatakan bahwa perilaku seseorang akan dipengaruhi oleh kepercayaan, keyakinan,
kehidupan emosional, dan kecenderungan untuk berperilaku yang semua itu merupakan
komponen sikap.

5.1.3. Tindakan
Pengetahuan responden tentang PHBS di Panti Asuhan Rapha-E l Simalingkar
secara umum dikategorikan baik dimana 18 orang (94.7%), seperti y ang disajikan
pada tabel 4.10. Demikian juga sikap responden menunjukan bah wa responden
memiliki sikap dengan kategori baik sebesar 18 orang (94.7%). Nam un jika dilihat
dari ti ndakan responden tentang PHBS yang memiliki tindakan P HBS dengan
kategori baik sebanyak 15 orang (78.9%), serta tindakan PHBS yang sedang
sebanyak 4 orang (21.1%). Hal ini menunjukan bahwa ada 3 orang (15.8%) yang
menyim
pang dari pengetahuan dan sikap dengan kategori baik, namun

tidak tampak

dalam perbuatan nyata atau tindakan.


Hal ini terjadi karena suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu
tindakan (over behavior). Untuk mewujudkan

sikap menjadi suatu tindakan

diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan antara lain
fasilitas dan faktor dukungan (support) dari pihak lain (Notoatmodjo, 2003 dalam Siti
Khadijah, 2008)

Tindakan kelompok umur responden 7-9 tahun tentang PHBS di Yayasan Panti
Asuhan Rapha-El Simalingkar dengan kategori baik sebesar 77.8%, sedangkan
kelompok umur 10-14 tahun memiliki tindakan dengan kategori baik sebesar 80%.
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan perilaku yang cukup berarti
antara kelompok umur responden 7-9 tahun dengan kelompok umur 10-14 tahun.
Hal ini sesuai dengan teori L. Green yang menyatakan bahwa faktor usia akan
mempe ngaruhi perilaku seseorang (Notoatmodjo S., 2003 yang dikutip oleh Sari S.,
2006)
Tindakan responden tentang PHBS dengan kategori baik sebanyak 15 orang
(78.9%) di Panti Asuhan Rapha-El menunjukan bahwa perlunya penindaklanjutan
kembali dampak program PHBS di Indonesia khususnnya kabupate n dan kota di
Sumate ra Utara yang telah menetapkan persentase rumah tangga yan g berperilaku
hidup bersih sehat sebesar 65 % . Hal ini diperlukan karena PHBS yan g kurang baik
akan b erdampak pada timbulnya berbagai penyakit pada anak-anak an tara lain yaitu
diare, sakit gigi, sakit kulit, cacingan (Depkes RI, 2006)

5.2. F asilitas yang Mendukung Higiene dan Sanitasi PHBS di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar
5.2.1. Fasilitas yang mendukung Higiene PHBS
Ketersediaan fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar yang dikategorikan baik sebesar 73.7%, ketersediaan fasilitas
yang mendukung higiene dengan kategori sedang 21.1%, sedangkan ketersediaan
fasilitas yang mendukung higiene dengan kategori buruk sebesar 5.3%.

Perilaku juga harus didukung dengan ketersediaan fasilitas sebagai faktor


pemungkin (enambling factor) yang memungkinkan suatu motivasi atau tindakan
terlaksana PHBS bagi anak-anak di

Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar

(Notoatmodjo S., 2007).


Hal ini dapat dilihat pada penjelasan berikut, yaitu sebanyak 9 orang (47.4%)
responden di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar tidak memiliki gunting kuku setiap
kali in gin memotong kuku dan responden yang tidak menggunakan s hampo setiap
kali membersihkan rambut sebanyak 5 orang (26.3%), sedangkan re sponden yang
kesulit an mendapat handuk setiap kali mandi sebanyak 2 orang (10.5 %). Demikian
halnya dengan ketersediaan kamar tidur yang tidak nyaman ada 2 orang (10.5%).
5.2.2. Fasilitas Sanitasi PHBS yang Tersedia
Fasilitas sanitasi yang tersedia di Panti Asuhan Rapha-El

Simalingkar

menunjukkan bahwa ada 5 (18%) komponen observasi fasilitas sanit asi mengenai
PHBS yang tidak memenuhi syarat yaitu kepadatan hunian ruang tidur, jumlah kamar
mandi, jumlah jamban, pengolahan sampah, tempat khusus penampungan sampah di
Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar.
Berikut penjelasan kelima komponen observasi fasilitas sanitasi yang tidak
memenuhi

syarat

berdasarkan

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

No.829/Menkes/SK/VII/1989 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan sebagai


berikut :
Ruang tempat tidur ada dua kamar yaitu satu untuk kamar laki-laki dan satu
untuk kamar perempuan. Kepadatan hunian ruang tidur di Panti Asuhan Rapha-El

Simalingkar tidak memenuhi syarat disebabkan karena jumlah orang dalam satu
kamar lebih dari 2 orang yaitu satu kamar laki-laki dihuni sebanyak 16 orang. Dengan
demikian kenyamanan pada saat tidur akan terganggu dan jumlah orang tidur pada
kamar perempuan sebanyak 11 orang. Demikian juga jarak antar tempat tidur yang
satu dengan yang lainnya hanya berjarak satu meter sehingga sangat memungkinkan
untuk saling mengganggu pada saat tidur di malam hari.
Ruang tidur yang sehat yang memenuhi syarat yaitu apabila lu as ruang tidur
minimal 8 meter dengan kepadatan tidak dianjurkan digunakan lebih dari 2 (dua) per
ruang tidur. Dengan demikian ruang tidur yang tersedia bagi anak-anak di Panti
AsuhanRapha-El Simalingkar tidak memenuhi syarat.
Kamar mandi dan jamban di Panti Asuhan Rapha-El Simali ngkar berada
dalam satu ruang, dimana jumlahnya ada 3 kamar mandi dan 3 jamban d engan jumlah
penghuni ada 33 orang termasuk Pengurus Panti Asuhan. Deng an kata lain
perbandingan jumlah kamar mandi dengan jumlah penghuni di Panti Asuhan yaitu
1:11 orang. Dengan demikian antrian untuk lamanya responden mandi menjadi tidak
berjalan dengan baik. Hal ini akan mempengaruhi kualitas dan ku antitas mandi
responden. Begitu juga dengan penggunaannya tidak terpisah kam ar mandi dan
jamban laki-laki dan perempuan.
Hal ini menunjukkan bahwa perbandingan jumlah kamar mandi dan jamban di
Panti Asuhan tidak memenuhi standart kesehatan pemukiman perumahan yaitu 1:6.
Oleh karena itu jumlah kamar mandi di Panti Asuhan sebaiknya ada 5 jamban dan 5
kamar mandi dan penggunaannya terpisah untuk laki-laki dan perempuan.

Pengolahan sampah di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar tidak memenuhi


syarat karena berkaitan tempat khusus penampungan sampah yang tidak tersedia di
setiap ruang penghasil sampah. Demikian juga tempat penampungan sampah
dibiarkan terbuka, sehingga dapat menjadi tempat hinggapnya lalat dan vektor
lainnya yang dapat menularkan penyakit. Selanjutnya sampah dibuang ke sungai
yang berada di samping Panti Asuhan Rapha-El.
Menurut Irianto, K. (2007) sebaiknya tempat sampah

harus mudah

dibersihkan dan tertutup rapat sehingga tidak menarik serangga atau hewan lainnya
seperti ikus,
t
kucing dan ayam dan sebagainya.

5.3. Keluhan Kesehatan Responden Di Panti Asuhan Rapha-El Sim alingkar


Berikut ini merupakan gambaran kesehatan anak-anak di Panti Asuhan
Rapha-El Simalingkar Medan secara nyata yang telah diamati dan diwawancarai
secara langsung.
Keluhan kesehatan responden secara secara keseluruhan menun jukkan bahwa
responden yang memiliki keluhan kesehatan sebanyak 14 orang (73,7%), sedangkan
responden yang tidak memiliki keluhan kesehatan sebanyak 5 orang (26.3%).
Rendahnya PHBS akibat kurang pengetahuan dan fasilitas higiene dan sanitasi dapat
menimbulkan beberapa keluhan kesehatan bagi anak-anak. Dengan demikian secara
umum tingkat kesehatan anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar belum
optimal sehingga diperlukan peningkatan PHBS agar bebas dari penyakit dan sehat
secara psikologis dan spritual serta produktif.

Responden dengan kelompok umur 7-9 tahun yang memiliki keluhan kesehatan
sebanyak 2 orang (22.2%). Sedangkan responden dengan kelompok umur 10-14
tahun yang memiliki keluhan kesehatan sebanyak 3 orang (30%). Dalam hal ini
kelompok umur yang tertua tidak menunjukkan pengaruh yang berarti terhadap
kesadaran untuk menjaga kesehatan melalui PHBS.
Hal ini sangat penting demi peningkatan

kualitas hidup anak-anak di Panti

Asuhan agar kualitas hidup sejalan dengan tingkat kesejahteraan. Diharapkan


semakin sejahtera, maka kualitas hidup semakin tinggi. Kualitas hidup ini salah
satunya dipengaruhi oleh derajat kesehatan. Semakin tinggi dera jat kesehatan
seseorang maka kualitas hidup juga semakin tinggi(Depkes RI, 2002).

BAB VI KESIMPULAN DAN


SARAN
6.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada anak-anak tentang
PHBS di Panti ASuhan Rapha-El Simalingkar maka dapat

ditarik beberapa

kesimpulan sebagai berikut :


1.

T ingkat pengetahuan responden tentang PHBS yang terbanyak di Yayasan


Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar yaitu tingkat pengetahuan de ngan kategori
baik sebesar 94.7%. Demikian juga tingkat pengetahuan berdasar kan kelompok
umur dapat disimpulkan bahwa kelompok umur responden 7-9 tahun
seluruh responden (100%) memiliki pengetahuan dengan kategori

bahwa
baik,

sedangkan responden kelompok umur 10-14 tahun memiliki pengetahuan


dengan kategori baik hanya 94.7%.
2.

S ikap responden tentang PHBS yang terbanyak di Yayasan Panti Asuhan


Rapha-El Simalingkar yaitu sikap dengan kategori baik se besar 94.7%.
De
mikian juga sikap responden berdasarkan kelompok umur dapa t disimpulkan
bahwa kelompok umur responden 7-9 tahun memiliki sikap dengan kategori
baik sebesar 88.9%, sedangkan kelompok umur 10-14 tahun memiliki sikap
dengan kategori baik sebesar 100%.

3.

Tindakan responden yang terbanyak tentang PHBS di Yayasan Panti Asuhan


Rapha-El Simalingkar yaitu tindakan dengan kategori baik sebesar 78.9%.
Demikian juga tindakan responden berdasarkan kelompok umur dapat
disimpulkan bahwa kelompok umur responden 7-9 tahun memiliki tindakan

66
Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

83
dengan kategori baik sebesar 77.8%, sedangkan kelompok umur 10-14 tahun
memiliki tindakan dengan kategori baik sebesar 80%.
4.

Fasilitas yang mendukung higiene PHBS di Panti Asuhan Rapha-El


Simalingkar menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas yang mendukung
higiene dengan kategori baik sebesar 73.7%.

5.

Ketersediaan fasilitas sanitasi mengenai PHBS yang tidak memenuhi syarat di


Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar ada 5 komponen (18%) yaitu kepadatan
hunian ruang tidur, jumlah kamar mandi, jumlah jamban, pengolahan sampah
dan tempat khusus penampungan sampah.

6.

R esponden yang tidak memiliki keluhan kesehatan sebesar 73,7 %, sedangkan


responden yang memiliki keluhan kesehatan sebanyak 26.3%. D emikian juga
dengan keluhan kesehatan responden berdasarkan kelompok umur bahwa
kelompok umur 7-9 tahun yang terbanyak yaitu memiliki keluhan kesehatan
dalam sebulan terakhir sebesar 77.8%, sedangkan kelompok umu r 10-14 tahun
yang memiliki keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir sebesar 70%.

6.2. Saran
1.

Kepada para pengasuh anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar


Medan agar senantiasa menanamkan nilai-nilai PHBS kepada anak-anak untuk
mencegah datangnya berbagai penyakit seperti diare, sakit gigi, cacingan dan
penyakit kulit seperti kudis, kurap dan lain-lain

2.

Kepada para pengasuh anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar


M edan agar melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan sekaligus
m emberikan informasi dalam bentuk ceramah, poster atau leaflet tentang PHBS.

3.

Pemerintah Kota Medan dan Dinas terkait seperti Dinas Sosia l serta Dinas
K esehatan supaya lebih proaktif mengupayakan peninjauan tentang sumber
d aya dan kelayakan fasilitas yang mendukung higiene dan sanitasi sekaligus
memberi donasi serta solusi permasalahan yang ada di Panti A suhan dalam
ra ngka mendukung sumber daya manusia yang berkualitas yaitu sehat jasmani
dan rohani serta produktif.

DAFTAR PUSTAKA

Achmadi U., 2008. Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Jakarta : UI Press


Adisasmito W, 2008. Sistem Kesehatan. Jakarta: Rajagrafindo Persada
BAPENAS, 2008. Analisa nasional Penyediaan fasilitas Sanitasi & Permintaan
Kesanggupan Enam kota Di Indonesia. Jakarta : BAPENAS
Departemen Kesehatan RI, 2004. Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan. Jakarta :
Pusat Promosi Kesehatan Depkes RI.
Departemen Kesehatan RI, 2005. Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan
Daerah. Pusat Promosi Kesehatan. Jakarta: Depkes RI
Departemen Kesehatan RI, 2001. Buku Pedoman Pembinaan Program Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga. Pusat Penyuluhan
Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Depkes RI
Departemen Kesehatan RI, 2002. Panduan Manajemen PHBS
Kabupaten/Kota Sehat. Jakarta: Depkes RI

Menuju

Departemen Kesehatan RI, 2004. Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan


di Kabupaten/Kota. Jakarta : Depkes RI
Departemen Kesehatan RI, 2006. Pengembangan Promosi Kesehatan Didaerah
Melalui Dana Dekon 2006. Jakarta: Depkes RI
Departemen Kesehatan RI, 2007. Informasi Pengendalian Penyakit Menular dan
Penyehatan Lingkungan. Jakarta: Depkes RI 2007
Departemen Kesehatan RI, 2006. Laporan Tahunan Promkes Tahun 2006. Jakarta:
Depkes RI
Departemen Kesehatan RI, 1999. Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.829/Menkes/SK/VII/1989 tentang Persyaratan Kesehatan Pemukiman
dan Perumahan. Jakarta: Depkes RI tahun 1999
Hadijah S, 2008. Pengetahuan Sikap dan Tindakan tentang Sanitasi perumahan
Masyarakat Suku Laut Di Kecamatan :Lingga Kabupaten Lingga
Propinsi Kepulauan Riau Tahun 2007. Skripsi, FKM USU, Medan

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Irianto K, 2007. Gizi dan Pola Hidup Sehat. Bandung: Yrama Widya
Notoadmodjo S., 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka
Cipta
Sari S., 2006. Hubungan Faktor Predisposisi dengan Perilaku Personal Higiene
Anak Jalanan Bimbingan Rumah Singgah YMS Bandung. Skripsi,
Keperawatan Komunitas Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran,
Bandung.
Tarigan M., 2004. Penerapan Indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam
Tatanan Rumah Tanggadi Wilayah Kerja Puskesmas R antau Laban
Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Tahun 2004. Skripsi, FKM
USU Medan
,2008. Pengertian Panti Asuhan. Diambil dalam www.w ikipedia.com.
Diakses tanggal 10 Desember 2008
,2008.Psikologi
Anak
Panti Asuhan.
Diambil
www.referensikesehatan.com. Diakses tanggal 21 April 2009

dalam

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Lampiran I
KUESIONER PENELITAN
PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH
DAN SEHAT ANAK-ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN RAPHA-EL
SIMALINGKAR KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN KOTA MEDAN
TAHUN 2009
I.

Data Umum Responden

1. Nam a

2. Jen is kelamin

3. Um ur

4. Pen didikan terakhir

5. Ting gal di Panti Asuhan sejak

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

II. Perilaku tentang PHBS


A. Pengetahuan PHBS
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban yang tersedia pada
kolom jawaban yaitu a, b atau c!
NO
1

Pertanyaan

Jawaban

Mengapa kita mandi harus mandi pakai sabun?


. Agar kuman
dan kotoran mudah terbuang dari kulit
a
sehingga kulit bersih dan sehat
. Tidakbtahu

a
b
c

. Agar tubuh
c
menjadi wangi
2

B sebaiknya mandi dalam satu hari?


erapa kali

. Dua kali
a sehari yaitu pagi dan sore hari

. Satu kali
b dalam sehari

. Tidakctahu
3

engapaM
kita harus menggosok gigi?
. Agar gigi
a dan mulut bersih dan sehat

. Agar mulut
b
dan nafas tidak bau

. Tidakctahu

erapa kali
B sebaiknya kita menggosok gigi dalam satu hari?

. 1 kalia

b. Tidak tahu

c. 2 kali
5

Kapan saja kita perlu mencuci tangan pakai sabun?

a. Setelah makan

b. Tidak tahu

c. Cuci tangan sebelum makan dan cuci tangan setelah buang


air besar dan buang air kecil

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Mengapa kuku panjang dan kotor dapat menyebabkan

kecacingan?

a. Karena kuku panjang sulit untuk dibersihkan

b. Tidak tahu
c. Karena kuku panjang dapat mengandung telur cacing
7

Apakah anda tahu mengapa kita bisa sakit perut?

a. Karena tidak cuci tangan sebelum makan

b. Tidak tahu

. Karena
c memakan makanan yang mangandung kuman dan
bakteri
8

A tahu tentang gizi seimbang?


pakah anda

a yang dapat menyebabkan kenyang


. Makanan

. Tidakbtahu

c yang beraneka ragam yang mengandung


. Makanan
karbohidrat, lemak protein, vitamin, mineral dan serat
sesuai kebutuhan energi
9

B jamban/toilet yang sehat?


agaimana

. Tidakatahu

b dengan bentuk leher angsa dan tersedia air bersih,


. Jamban

sabun dan lap pengering serta penerangan.


c yang tidak menimbulkan bau-bauan
. Jamban
10

D
imana sebaiknya
buang sampah?

a. Tidak tahu

b. Di tong sampah yang tersedia

c. Di pinggiran sungai
11

Mengapa kebersihan rambut perlu dijaga?

a. Tidak tahu

b. Agar rambut dan kulit kepala bersih dan sehat

c. Agar tidak ada kutu di kepala

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

12

Kenapa kita perlu tidur?

a. Tidak tahu

b. Agar petumbuhan anak tumbuh dengan baik dan

memulihkan kembali tenaga.


c. Menghilangkan rasa ngantuk

B. Sikap PHBS
Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban yang tersedia dengan
jujur (setuju, ragu-ragu dan tidak setuju) dengan membubuhkan tanda cheklist ()
NO
1

Pertanyaan

Setuju

Ragu-

Tidak

ragu

setuju

A setuju makan sayur dan buahpakah anda


uahan setiap
b hari?

A setuju, kuku harus bersih dan


pakah anda
endek? p

A setuju cuci tangan sebelum


pakah anda
makan?

A setuju cuci tangan pakai sabun


pakah anda
s
etelah buang
air besar dan buang air kecil?

Apakah anda setuju mandi harus pakai sabun


mandi?

Apakah anda setuju cuci rambut sebaiknya


pakai shampo?

Apakah anda setuju baju yang kita pakai


diganti sekali dalam dua hari?

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Apakah anda setuju sampah itu di tumpuk di


pekarangan rumah?

Apakah anda setuju, anak-anak tidur kurang


dari delapan jam setiap hari?

10

Apakah anda setuju kegiatan olah raga


menurunkan kebugaran tubuh?

11

Apakah anda setuju orang merokok dalam


ruangan?

12

pakah anda
A setuju menggosok gigi satu kali
ehari? s

C. Tindakan (practice) PHBS


Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban yang tersedia dengan
dengan melingkari a, b atau c!
No
1

Pertanyaan
Di
manakah

Jawaban
anda a. Di tempat

m sampah?
embuang

B anda
erapakali

Kadang-

b. Di

c.

sampah yang

sembarangan

adang di

tersedia

tempat

te

mpat

sa

mpah.

c.

Satu kali

mandi a. Dua kali

b. Kadang

dalam sehari?

satu kali dan


kadang dua
kali

3
4

Seberapa sering anda cuci a. Selalu

b. kadang-

tangan pakai sabun?

kadang

Berapakali

anda

gigi dalam sehari?

gosok a. Dua kali

b. Tidak

c. Jarang
c.Satu kali

pernah

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Bagaimana

b. Hanya air

c. Pakai

saja

shampo

Berapa kali anda makan


a. Satu sampai
sayur, seperti wortel, kol,
dengan tiga kali
bayam atau kangkung dll
dalam satu minggu?
Berapakali anda makan a. Satu sampai

b. Tidak

c. Tiap hari

buah dalam satu minggu?

pernah

membersihkan

anda a. Pakai sabun


rambut saja

anda?
6

7
8

dengan tiga kali

pernah
b. Tidak

c. Tiap hari

erapa Blama anda tidur a. Kurang dari

b. Tidak

c.

Lebih atau

alam satu
d hari?

teratur

sa

ma dengan

delapan jam

am berapa
-J anda tidur di

elapan jam

alam hari?(..................)
m
-J anda bangun
am berapa
di
pagi hari?(.................)
9

Di anda buang air a. Di atas tanah


manakah
ecil dank besar?

(Ladang atau

b. Di Toilet/

c.

Kadang di

jamban

ja

mban/toilet

an kadang di

sungai)

10

pakah Aanda ganti baju a. ya, tapi


s
etiap hari?

kadang-kadang

at

as tanah

(l

adang atau

ungai)

b. ya, selalu

c.

ganti baju

setiap hari

tidak, ganti
aju sekali
alam

dua

hari
11

Apakah anda cuci tangan a. Jarang

b. Ya, selalu

c.Kadang-

pakai sabun setelah buang

cuci tangan

kadang

air besar dan buang air

pakai sabun

kecil?

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

12

Berapa
melakukan
aktivitas

kali
olah
fisik

anda a. Tidak pernah

b. 1-3 kali

c. Jarang,

raga/

seminggu

karena sudah

dalam

capek ke

seminggu?

ladang atau
aktivitas yang
lain.

D. Fasilitas yang Mendukung Higiene PHBS di Panti Asuhan


Petunjuk:
Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban yang tersedia dengan
membubuhkan tanda cheklist () pada kolom Ada atau Tidak Ada!
No
1

Pertanyaan

Ada

Tidak ada

A
pakah tersedia
gunting kuku setiap kali ingin
mkuku?
emotong

A
pakah tersedia
pasta gigi dan sikat gigi sendiri di
k setiap hari?
amar mandi

A
pakah tersedia
sabun mandi setiap kali mandi?

A
pakah tersedia
shampo (pembersih rambut) tiap
ari?

A memiliki kamar tidur yang nyaman?


pakah anda
(tidak terganggu tidur, tidak silau, tidak bau, tidak
bising)

Apakah tersedia handuk untuk setiap orang?

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

E. Lembar Observasi Fasilitas Sanitasi PHBS yang tersedia di Panti Asuhan


Petunjuk:
Isilah lembar observasi berikut dengan memilih satu jawaban yang tersedia dengan
membubuhkan tanda cheklist () pada kolom ya atau tidak!
Memenuhi syarat
No
1

Komponen Observasi

Ya

Tidak

Sumber air bersih


PDAM
a.
Sumurb.
Tidakc.berwarna
Tidakd.keruh
Tidake.bau
Tidakf.berbuih
g. dengan kapasitas minimal 60
Tersedia
liter/hari/orang;

L
antai terluas
di Panti Asuhan
a. keramik
Semen/
Tanahb.
Lantaic.kedap air
d. dibersihkan
Mudah

A di Panti Asuhan
tap terluas
a. Seng
b. Genteng

Dinding terluas di Panti Asuhan


a. Permanen
b. Semi permanen;
c. Papan

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Dinding
a. Kedap air.
b. Rata.
c. Bersih.
d. Tinggi minimal 2,4 meter.

Langit-langit/plafon
a. Tinggi minimal 2,4 meter.
b. Asbes
Triplek
c.
Rata dan
d. bersih.
Tidake.terdapat lubang-lubang.

K Hunian Ruang Tidur


epadatan
Luas ruang
a.
tidur minimal 8 meter
Tidakb.dianjurkan digunakan lebih dari 2 orang
tidur

P
enerangan
a.
Pencahayaan
alam dan/atau buatan langsung
maupun tidak langsung dapat menerangi
seluruh ruangan minimal intensitasnya 60 lux
Tidakb.menyilaukan.

J
umlah kamar
mandi
a. laki-laki dan perempuan
Terpisah
b. Laki-laki yaitu 1:6
c. Perempuan yaitu 1:6

10

Jumlah jamban di Panti Asuhan


a. Terpisah laki-laki dan perempuan
b. Tersedia 1: 6 orang penghuni

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

11

Jenis jamban
a. Leher angsa
b. Cemplung
c. Plengsengan

12

Kondisi IPAL (Instalasi Pengaliran Air


Limbah) di panti asuhan.
a.

Mengalir dengan lancar

b. Tidak menimbulkan bau


c.
Tertutup
13

P sampah di Panti Asuhan


engolahan
Diangkut
a. tiap 24 jam
Dibakar
b.
Ditimbun
c.
Di tumpuk
d.
dipinggiran sungai

14

T
empat khusus
penampungan sampah
Tersedia
a. di setiap ruang penghasil sampah
Terbuat
b. dari bahan kedap air
Kapasitas
c. tempat sampah terangkat
Tertutup
d.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

F. Keluhan Kesehatan dan Kondisi Kesehatan Anak-Anak secara Visual


tentang PHBS
No
1

Pertanyaan

Ya

Tidak

Apakah dalam sebulan terakhir anda pernah


menderita sakit perut?

Apakah dalam sebulan terakhir anda pernah


menderita sakit gigi?

Apakah anda menderita penyakit kulit? (kudis,


k urap, kutu air, borok, dll)

A pakah anda pernah mengalami pernafasan sakit


d an tidak normal akibat batuk atau pilek?

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Lampiran II
Master Tabel Hasil Penelitian terhadap Anak-anak di Panti Asuhan Rapha-El Simalingkar Medan Tuntungan
2.1. Master Tabel Pengetahuan Responden
D
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9

D
2
2
1
1
2
1
2
1
1
1
1
2
1
2
1
2
2
2
1
1

D
3
1
5
2
3
2
2
1
2
2
8
6
5
4
7
6
3
3
5
6

D
4
2
4
3
2
2
2
2
1
1
7
5
5
5
7
7
4
4
5
2

10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
Ket:
D = Data umum responden
P = Pengetahuan
PK= Pengetahuan Kategori

PD PP
2 5 31
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 1 33
3 2 33
3 2 33
3 2 33
3 2 33
3 2 23
3 2 23
3 2 33
3 2 23
3 2 23
2 3

P
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3

P
5
3
3
3
2
2
1
2
3
1
3
3
2
2
2
3
3
2
3
3

P
6
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3

P
7
2
2
3
2
3
3
2
3
2
2
2
3
2
2
2
2
3
2
3

P
8
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
2
3
3

P
9
3
2
2
2
2
2
2
3
3
3
2
3
3
2
3
3
2
3
2

P
10
3
3
2
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3

P
11
3
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
2
3

P
12
3
2
2
2
3
3
3
2
1
3
3
2
3
3
3
3
2
3
3

P
T
P
35 bai
32 bai
32 bai
32 bai
34 bai
33 bai
32 bai
35 bai
30 bai
35 bai
34 bai
33 bai
34 bai
31 bai
34 bai
35 bai
27 seda
33 bai
3
3 35

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

K
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
k
ng
k
baik

2.2. Master Tabel Sikap Responden


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

S
1
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
1
3
3

Ket:
S = Sikap
SK = Sikap Kategori

S
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3

S
3
3
33
23
33
33
33
33
33
33
33
33
33
33
33
33
32
33
33
33

S S
4 5
3 3
333
333
332
331
333
333
333
332
333
333
333
331
332
333
332
332
333
333

S
6
3
3
3
1
1
3
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
3
3

S
7
3
2
2
1
2
1
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3

S
8
3
3
3
1
3
1
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
3
3

S
S
9 10
3
3
3
3
3
3
1
1
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

S
S S
11 12 T
3
2 35
35 Baik
34 Baik
25 sedang
31 Baik
32 Baik
36 Baik
35 Baik
35 Baik
35 Baik
35 Baik
35 Baik
30 Baik
35 Baik
36 Baik
32 Baik
33 Baik
36 Baik
36 Baik

SK
Baik

2.3. Master Tabel Tindakan Responden


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

T
1
3
3
2
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3

T
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3

Ket:
T = Tindakan
TK = Tindakan Kategori

T
3
3
23
22
32
23
33
23
23
22
32
33
23
33
23
32
23
22
22
22

T
4
3
33
23
23
23
23
23
23
23
23
33
33
33
33
23
23
23
23
33

T
5
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

T
6
1
3
2
3
3
3
3
1
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3

T
7
2
2
2
2
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
3
3
2
2
2

T
8
3
2
2
3
3
3
3
3
2
3
2
3
2
2
3
3
2
2
2

T T T
9 10 11
3
3
3
2
1 29
2
1 25
2
1 29
2
1 30
2
1 31
2
1 30
2
1 28
3
1 27
2
2 30
3
2 33
2
2 32
3
2 33
2
2 30
3
1 31
3
1 31
2
1 27
1
2 26
2
2 29

T T
12 T
1 31
Baik
sedang
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
sedang
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
sedang
sedang
Baik

TK
Baik

2.4. Master Tabel Fasilitas yang Mendukung Higiene Responden

NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

FH
1
1
1
1
0
1
0
1
0
0
0
0
0
1
0
1
1
1
0
1

FH
2
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11
11

FH
3
1
1
1
0
0
1
1
0
1
1
0
1
1
1
1
1
0
1
1

FH
4
1
1
1
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

FH
5
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
1
1
1
1
1

Ket:
FH = Fasilitas Higiene
FHK= Fasilitas yang Mendukung Higiene Kategori

FH
6
6
6
6
2
4
5
6
4
5
5
4
5
6
4
6
6
5
5
6

FH
T
baik
baik
baik
sedang
sedang
baik
baik
sedang
baik
baik
sedang
baik
baik
sedang
baik
baik
baik
baik
baik

FH
K

2.5. Master Tabel Keluhan Kesehatan Responden


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19

KK 1
0
1
1
1
1
0
1
0
1
0
0
0
1
1
0
0
1
0
0

KK 2
0
1
11
11
11
10
01
00
10
01
00
00
11
01
00
00
11
10
01

Ket:
KK = Keluhan Kesehatan
KKK= Keluhan Kesehatan Kategori

KK 3
0
1
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
1

KK 4
0
0

KK T

4
3
3
1
2
0
3
1
0
0
3
2
0
1
3
1
2

KK K
0 tidak ada
3 ada

ada
ada
ada
ada
ada
tidak ada
ada
ada
tidak ada
tidak ada
ada
ada
tidak ada
ada
ada
ada
ada

Lampiran V
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
Keputusan Menteri Kesehatan RI
Nomor
: 829/Menkes/SK/VII/1989
Tanggal
: 20 Juli 1989
PERSYARATAN KESEHATAN PERUMAHAN
A.

PENDAHULUAN
Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal
atau hunian yang digunakan untuk berlindung dari gangguan iklim dan makhluk hidup
lainnya, serta tempat pengembangan kehidupan keluarga. Oleh karena itu keberadaan rumah
yang sehat, aman, serasi, dan teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegun aan rumah dapat
terpenuhi dengan baik.
Rumah terdiri dari ruangan, halaman, dan area sekelilingnya. Perumahan ter diri dari rumahrumah atau kelompok rumah baik kelompok rumah dalam satu bangunan sep erti rumah susun
atau kondominium kelompok kebijakan rumah dalam satu kawasan atau wilayah tertentu
dimana lokasi kualitas sarana dan prasarana kesehatan lingkungan merup akan salah satu
factor penentuan dalam terwujudnya kesehatan masyarakat di Peremuhan tersebut.
Persyaratan kesehatan
lingkup perencanaan

perumahan yang bersifat teknis kesehatan, dilaksanakan dalam


pembangunan, pelaksanaan, pengawasan dan

pengendalian

pembangunan rumah dan perumahan guna melindungi penghuni rumah dana tau perumahan
serta masyarakat sekitarnya dari bahaya atau gangguan kesehatan.
Direktur Jenderal yang membidang pembinaan masalah kesehatan perumahan berkewajiban
menyusun dan mengembangakan pedoman teknis, untuk melaksana kan pembinaan,
penyuluhan, penilaian, pengawasan dan pengendalian terhadap kualitas rumah dan perumahan
dari aspek kesehatan.
Penyelenggaraan pembangunan perumahan yang tidak memenuhi ketentuan persyaratan
kesehatan perumahan dapat dikenekan sanksi pidana dan/atau sanksi administrasi
sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan
Pemukiman, dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan peraturan
pelaksanaannya.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Sedangkan bagi pemilik rumah yang belum memenuhi ketentuan persyaratan kesehatan
perumahan tidak dikenai sanksi pidana dan/atau sanksi administrasif. Kepada pemilik rumah
tersebut wajib dilakukan pembinaan agar segera dapat memenuhi persyaratan kesehatan
rumah tinggal.
B.
KETENTUAN UMUM
Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia ini yang dimaksud dengan :
1.

Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial ekonomi;

2.

Rumah adalah bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana
pembinaan keluarga;

3.

Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau
lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungannya;

4. Kesehatan perumahan adalah kondisi fisik, kimia , dan biologik di d alam rumah, di
lingkungan rumah, dan perumahan, sehungga memungkinkan penghuni atau masyarakat
memperoleh derajat kesehatan yang optimal;
5.

Persyaratan kesehatan perumahan adalah ketetapan atau ketentuan teknis kesehatan yang
wajib dipenuhi dalam rangka melindungi penghuni rumah, masyarakat yang bermukim di
perumahan, dan atau masyarakat sekitarnya dari bahaya atau gangguan kesehatan;

6. Penyelenggaraan pembangunan perumahan adalah badan usahan da n atau anggota


masyarakat yang memilikki izin yang berwenang untuk membangun perumahan yang
diperuntukkan bagi masyarakat;
7.

Prasarana kesehatan lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan

yang

inya;
memungkinkan lingkungan pemukiman dapat berfungsi sebagaimana mest
8.

Sarana

kesehatan

lingkungan

adalah

fasilitas

penunjang

yang

berfungsi

untuk

penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomis, sosial dan budaya;


9.

Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang tugas pokok, fungsi dan wewenangnya
mencakup bidang pembinaan teknis kesehatan perumahan dan pemukiman.

C. PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN PERUMAHAN


1. Lokasi
a.

Tidak terletak pada daerah rawan bencana alam seperti bantaran sungai, aliran lahar,
gelombang tsunami, longsor, dan sebagainya;

b. Tidak terletak pada daerah bekas tempat pembuangan akhir sampah dan bekas lokasi
pertambangan;
c.

Tidak terletak pada daerah rawan kecelakaan dan daerah kebakaran seperti jalur
pendaratan penerbangan.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

2.

Kualitas Udara, Kebisingan dan Getaran:


Kualitas udara ambient dilingkungan perumahan harus bebas dari gangguan gas beracun baik oleh
alam atau aktivitas manusia, dan memenuhi persyaratan baku mutu udara yang berlaku, dengan
perhatian khusus terhadap parameter-parameter sebagai berikut:
a.

Tingkat kebisingan di lokasi tidak melebihi 45-55 dbA;

b.

Gas berbau ( H2S dan NH3) secara biologis tidak terdeteksi;

c.

Diameter < 10 ug tidak melebihi 150 ug/m ;

d.

Gas SO2 tudak melebihi 0,10 ppm;

e.
3.

Debu terhadap tidak memilikki 350 mm /m perhati.


Tingkat getaran dilingkungan perumahan harus memenuhi maksimal 10 mm/detik.

litas Tanah
Kua
as tanah pada daerah perumahan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut
Kualit
:
a. Timah hitam (Pb) maksimal 300 mg/kg;
b. Arsenik total maksimal 100 mg/kg;
c. Cadmium (Cd) maksimal 20 mg/kg;
d. Benzo (a) pyrene maksimal 1 mg/kg.

litas Air Tanah


Kua
as air tanah pada daerah perumahan minimal harus memenuhi persyaratan air
Kualit
baku, air minum
an B), sesuai dengan Peraturan Perundangan yang berlaku.
(golong
a dan Prasarana Lingkungan
5. Saran a. Memilikki taman bermain untuk anak , sarana rekreasi keluarga denga

4.

aman dari kecelakaan;

n kontruksi yang

b. Memilikki sarana drainase yang tidak menjadi tempat perindukkan vek


tor penyakit dan
memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan ketentuan perundang
-undangan yang
berlaku;
c. Memilikki sarana jalan lingkungan dengan ketentuan sebagai berikut;
1.

Konstruksi jalan tidak membahayakan kesehatan;

2. Konstruksi trotoar jalan tidak membahayakan pejalan kaki dan penyandang


cacat;
3. Bila ada jembatan harus diberi papan pengaman;
4. Lampu penerangan jalan tidak menyilaukan.
d. Tersedia sumber air bersih yang menghasilkan air secara cukup sepanjang waktu dengan
kualitas air yang memenuhi persyaratan kesehatan sesuai dengan perturan perundangundangan yang berlaku;
e. Pengelolaan pembuangan kotoran manusia dan limbah rumah tangga harus memenuhi
persyaratan kesehatan, sesuai dengan peraturan

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

perundang-undangan yang berlaku ;


f. Pengelolaan pembuangan sampah rumah tangga harus memenuhi persyaratan kesehatan,
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
g. Memilikki akses terhadap sarana pelayanan umum dan sosial seperti keamanan,
kesehatan, komunikasi, tempat kerja, tempat hiburan, tempat pendidikan, kesenian, dan
lain sebagainya;
h. Pengaturan instalasi listrik harus menjamin keamanan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
i. Tempat pengelolaan makanan (TPM) harus menjamin tidak terjadinya kontaminasi yang
dapat menimbulkan keracunan, sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang
berlaku.
6.

Bina tang Penular Penyakit :


a. Indeks lalat di lingkungan perumahan harus memenuhi persyaratan
persyaratan perundang-undangan yang berlaku;
b. Indeks jentik nyamuk (angka bebas jamtik) di perumahan tidak melebihi

7.

sesuai dengan

5%.

Peng hijauan

honan untuk penghijauan di lingkungan perumahan merupakan pelindung da


Pepo
n juga berfungsi
ukan, keindahan, dan kelestarian alam.
untuk kesej
D. PER

SYARATAN KESEHATAN RUMAH TINGGAL


1. Bahan Bangunan
a.

Tidak terbuat ari bahan yang dapat melepas zat-zat yang dapat
kesehatan, antara lain sebagai berikut :

membahayakan

1. Debu total tidak lebih dari 150 ug m ;


3

2. Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m /4 jam;


3. Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg.
b. Tidak terbuat ddari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan

berkembangnya

mikroorganisme pathogen.
2. Komponen & Penataan Ruang Runah
Komponen rumah harus memenuhi persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut :
a.

Lantai kedap air dan mudah dibersihkan;

b.

Dinding:
1.

Di ruang tidur, ruang keluarga di lengkapi dengan sarana ventilasi untuk


pengaturan sirkulasi udara;

2.
c.

Di kamar mendi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan;

Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan;

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

d.

Bumbungan rumah yang memilikki tinggi 10 meter atau lebih harus dilengkapi
dengan penangkal petir;

e.

Ruang di dalam rimah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang
keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang dapur, ruang mandi, ruang bermain
anak;

f.

Ruang dapur harus dilengkapi sarana pembuangan sampah.

3. Pencahayaan
Pencahayaan alam dan/atau buatan langsung maupun tidak langsung dapat menerangi
seluruh ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak
menyilaukan.
4. Kualitas udara
Kualitas udara di dalam rumah tidak melebihi ketentuan sebagai berikut:
0

a.

Suhu udara nyaman berkisar 18 sampai 30 Celcius;

b.

Kelembaban udara berkisar antara 40% sampai 70%;

c.

Konsentrasi gas SO tidak melebihi 0,10 ppm/24 jam;

d.

Pertukaran udara (air exchange rate) = 5 kaki kubik per men it per penghuni;

e.

Kosentrasi gas CO tidak melebihi 100 ppm/8 jam;

f.

Konsentrasi gas formuldehid tidak melebihi 120 mg/m .

5. Ventilasi
Luas penghawaan atau ventilasi alamiah yang permanent minimal 10 % dari luas lantai
6. Binatang Penular Penyakit
Tidak ada tikus bersarang di dalam rumah
7. Air
a. Tersedia sarana air bersih dengan kapasitas minimal 60 liter/hari/orang ;
b. Kualitas air harus memenuhi persyaratan kesehatan air bersih dan/ atau air minum
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
8. Tersedianya sarana penyimpanan makanan yang aman.
9. Limbah
a. Limbah cair yang berasal dari rumah tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan
bau, dan tidak mencemari permukaan tanah;
b. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, pencemaran terhadap
permukaan tanah serta air tanah.
10. Kepadatan Hunian Ruang Tidur
Luas ruang tidur minimal 8 meter dan tidak dianjurkan digumakam lebih dari 2 orang tidur.

Jariston Habeahan : Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Anak-anak Di Yayasan Panti Asuhan Rapha-El
Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2009, 2010.

Anda mungkin juga menyukai