Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH POLYETILEN (Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Proses Industri Kimia)

MAKALAH POLYETILEN (Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Proses Industri Kimia) Oleh : Afin Nurdiansyah Esti

Oleh :

Afin Nurdiansyah Esti Rahmawati Ghatika Pawitra T Rian Aditia Taufik Nuraziz Yoyoh Rokayah

21030112130117

21030112130098

21030112110092

21030112140178

21030112140179

21030112140160

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIERSITAS DIPONEGORO SEMARANG

2013

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah- Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Proses Industri Kimia. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Proses Industri Kimia di program studi Teknik Kimia Fakultas Teknik pada Universitas Diponegoro. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ir. Slamet Priyanto, MS selaku dosen pembimbing mata kuliah Proses Industri Kimia dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.

Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan- kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 8 September 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman judul

Kata Pengantar

.................................................................................................

1

Daftar Isi

..........................................................................................................

2

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

.........................................................................................

......................................................................................

3

3

1.2 Tujuan

...................................................................................................

3

BAB II Pembahasan

.......................................................................................

4

  • 2.1 Rumus Molekul dan Rumus Bangun

...................................................

4

  • 2.2 Fisika............................................................................................

Sifat

5

  • 2.3 Kimia............................................................................................

Sifat

8

  • 2.4 Pembuatan....................................................................................

Cara

9

  • 2.5 Manfaat.................................................................................................

15

BAB III Penutup

..............................................................................................

16

3.1 Kesimpulan

..........................................................................................

16

3.2 Saran

.................................................................................................... Daftar Pustaka

..................................................................................................

17

18

  • 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN

Bahan konvensional dan modern yang tidak awam bagi masyarakat bahkan di seluruh bidang industri adalah Plastik. Bahan yang mencakup produk polimerisasi sintetik atau semi-sintetik ini terbentuk dari kondensasi organik atau penambahan polimer dan terdiri dari zat lain.

Namun,pembahasan kali ini lebih dispesifikasikan pada polietilen.polietilen adalah suatu bahan yang termasuk dalam golongan polimer. Polietilen sering dijumpai pada wadah makanan minuman dan perabot rumah(rak plastik). Sifat fisika dari polietilen yaitu Termoplastik.Termoplastik Merupakan jenis plastik yang bisa didaur-ulang/dicetak lagi dengan proses pemanasan ulang. Bahan ini juga dikategorikan sebagai plastic komoditas diantaranya sifat mekanik tidak terlalu bagus, tidak tahan panas aplikasinya seperti barang-barang elektronik, pembungkus makanan, botol minuman. Berdasarkan jumlah rantai karbonnya 1000 ~ 3000 Plastik (polistiren, polietilen, dll).

Ada dua macam polietilena, yaitu yang memiliki densitas (kerapatan) rendah dan polietilena yang memiliki densitas tinggi. Perbedaan dari kedua polimer ini adalah cara pembuatannya dan agak berbeda sifat fisikanya. Secara umum sifat polietilena adalah sebagai zat yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak beracun. Untuk polietilen dengan densitas rendah biasanya dipergunakan untuk lembaran tipis pembungkus makanan, kantung-kantung plastik, dan jas hujan.

  • 1.2 Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk semakin memperluas pengetahuan tentang Polietilena, rumus molekul, rumus bangun, sifat fisika, sifat kimia, dan manfaatnya.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Rumus Molekul dan Rumus Bangun

Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena) adalah termoplastik yang digunakan secara luas oleh konsumen produk sebagai kantong plastik. Sekitar 80 juta metrik ton plastik ini diproduksi setiap tahunnya.Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer etilena (IUPAC: etena). Di industri polimer, polietilena ditulis dengan singkatan PE, perlakuan yang sama yang dilakukan oleh Polistirena (PS) dan Polipropilena (PP).Molekul etena C 2 H 4 adalah CH 2 =CH 2 . Dua grup CH2 bersatu dengan ikatan ganda. Polietilena dibentuk melalui proses polimerisasi dari etena.

Polietilena terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kepadatan dan percabangan molekul. Sifat mekanis dari polietilena bergantung pada tipe percabangan, struktur kristal, dan berat molekulnya.

Polietilena bermassa molekul sangat tinggi (Ultra high molecular

weight polyethylene) (UHMWPE) Polietilena bermassa molekul sangat rendah (Ultra low molecular weight polyethylene) (ULMWPE atau PE-WAX)

Polietilena bermassa molekul tinggi (High molecular weight polyethylene) (HMWPE)

Polietilena berdensitas tinggi (High density polyethylene) (HDPE)

Polietilena ”cross-linked” berdensitas tinggi (High density cross- linked polyethylene) (HDXLPE)

Polietilena ”cross-linked” (Cross-linked polyethylene) (PEX atau XLPE)

Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene) (MDPE)

Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene) (LDPE)

Polietilena linier berdensitas rendah (Linear low density polyethylene) (LLDPE)

Polietilena berdensitas sangat rendah (Very low density polyethylene) (VLDPE)

Rumus molekul Polietilena adalah :

 Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene) (MDPE)  Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene) (LDPE)

Rumus bangun Polietilena adalah :

 Polietilena berdensitas menengah (Medium density polyethylene) (MDPE)  Polietilena berdensitas rendah (Low density polyethylene) (LDPE)

2.2 Sifat Fisika

Polietilena adalah bahan termoplastik yang transparan, berwarna putih mempunyai titik leleh bervariasi antara 110oC-137oC. Umumnya polietilena bersifat resisten terhadap zat kimia. Pada suhu kamar polietilena tidak larut dalam pelarut organik dan anorganik. Polietilena dapat teroksidasi diudara pada temperatur tinggi dengan sinar ultra violet. Struktur rantai polietilena dapat berupa linier, bercabang atau berikatan silang (Billmeyer, 1984). Jenis polietilena yang banyak digunakan adalah LDPE (Low Density Polyethylena) yang mempunyai rantai cabang dan HDPE (High Density Polyethylene) yang tidak mempunyai cabang tetapi merupakan rantai utama yang lurus. LDPE bersifat lentur, ketahanan listrik yang baik, kedap air, lebih lunak dari HDPE, sifat absrobsi dan tembus cahaya kurang baik dibanding dengan HDPE. HDPE memiliki kecendrungan tidak tahan terhadap perubahan cahaya sehingga mudah berubah warna oleh pengaruh cahaya matahari.

Polietilena adalah bahan termoplastik yang transparan, berwarna putih mempunyai titik leleh bervariasi antara 110oC-137oC. Umumnya polietilena

HDPE dicirikan dengan densitas yang melebihi atau sama dengan 0.941 g/cm3. HDPE memiliki derajat rendah dalam percabangannya dan memiliki kekuatan antar molekul yang sangat tinggi dan kekuatan tensil. HDPE bisa diproduksi dengan katalis kromium/silika, katalis Ziegler-Natta, atau katalis metallocene.

LDPE dicirikan dengan densitas 0.910–0.940 g/cm3. LDPE memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai panjang dan pendek,

LDPE dicirikan dengan densitas 0.910–0.940 g/cm3. LDPE memiliki derajat tinggi terhadap percabangan rantai panjang dan pendek, yang berarti tidak akan berubah menjadi struktur kristal. Ini juga mengindikasikan bahwa LDPE memiliki kekuatan antar molekul yang rendah. Ini mengakibatkan LDPE memiliki kekuatan tensil yang rendah. LDPE diproduksi dengan polimerisasi radikal bebas.

  • 1. Hubungan dengan massa jenis Dengan cara polimerisasi etilen yang berbeda didapat struktur molekul yang berbeda pula. Pada polietilen massa jenis rendah, molekul – molekulnya tidak mengkristal secara baik tetapi mempunyai banyak cabang. Di pihak lain, polietilen tekanan rendah kurang bercabang dan merupakan rantai lurus, karena itu massa jenisnya lebih besar sebab mengkristal secara baik sehingga mempunyai kristalinitas tinggi. Karena kristal yang terbentuk baik itu mempunyai gaya antar molekul kuat, maka bahan ini memiliki kekuatan mekanik yang tinggi dan titik lunak yang tinggi pula.

  • 2. Hubungan dengan berat molekul

Sifatnya cukup berubah oleh perubahan massa jenis. Kalau massa jenis (kristalinitas) sama, sifat – sifat mekanik dan mampu olahnya berbeda menurut ukuran molekul. Karena berat molekul kecil, kecairannya pada waktu cair lebih baik, sedangkan ketahanan akan zat pelarut dan kekuatannya menurun. Polietilen pada suhu tetap 190°C diekstruksi melalui lubang dengan diameter 2,1 mm dan panjang 8 mm, memberikan 2161 g selama 10 menit. Jumlah yang terekstruksikan dalam gram adalah indeks cair.

  • 3. Sifat – sifat listrik Polietilen merupakan polimer non polar yang khas memiliki sifat – sifat listrik yang baik. Terutama sangat baik dalam sifat khas frekuensi tinggi, banyak dipakai sebagai bahan isolasi untuk radar, TV dan berbagai alt komunikasi. Akan mempunyai sifat lebih baik lagi jika massa jenisnya lebih tinggi.

  • 4. Tidak tahan panas

  • 5. Fleksibel, permukaannya licin

  • 6. Tidak tembus cahaya (buram) dan ada yang tembus cahaya

  • 7. Titik lelehnya 115ºC

  • 8. Tidak berbau

  • 9. Berbentuk padatan

    • 10. Transparan, putih

11.

Massa jenis 916-965 kg/m3

  • 12. Tidak larut dalam air

  • 2.3 Sifat Kimia Polietilen adalah bahan polimer yang sifat – sifat kimianya :

    • 1. cukup stabil tahan berbagai bahan kimia kecuali halida dan oksida kuat.

    • 2. Polietilen larut dalam hidrokarbon aromatik dan larutan hidrokarbon yang terklorinasi di atas suhu 70°C.

    • 3. Bersifat non polar

    • 4. Polietilen tidak mudah diolah dengan merekat dan mencap. Perlu perlakuan tambahan tertentu seperti oksidasi pada permukaan atau pengubahan struktur permukaannya oleh sinar elektron yang kuat.

    • 5. Kalau dipanaskan tanpa berhubungan dengan oksigen, hanya mencair sampai 300°C, kemudian terurai karena termal jika melampaui suhu tersebut.

  • 6. Jika

 

dipanaskan

dengan

disertai

adanya

oksigen akan teroksidasi

 

walaupun baru 50°C.

 
  • 7. Polietilen lemah terhadap sinar UV

 
  • 8. Polietilen akan retak di bawah pengaruh tegangan apabila berhubungan

 

dengan berbagai surfaktan, minyak mineral, alkali, alcohol, dsb.

  • 2.4 Cara Pembuatan

 

1.

Sifat-sifat Bahan Baku Bahan baku yang digunakan pada LLDPE plant terdiri dari bahan baku

utama dan bahan baku penunjang. Bahan baku utama yang digunakan yaitu ethylene dan bahan baku penunjang terdiri dari nitrogen, hidrogen dan comonomer.

1.1.

Bahan Baku Utama LLDPE plant menggunakan bahan baku utama yaitu ethylene.

 

Ethylene ini diperoleh dari hasil produksi Ethylene plant. Sifat Fisik Ethylene (CH2=CH2) :

Berat Molekul

: 28,05 g/mol

 

Spesific gravity

: 0,57-102/4

Fase

Titik didih

: gas : -103,9 oC

Titik leleh

: -169 oC

Temperatur kritis

: 9,15 oC

Tekanan kritis

: 50,4 bar

Volume kritis

: 131 cm3/mol

  • 1.2. Bahan Baku Penunjang

    • a. Comonomer Comonomer yang digunakan pada LLPDE plant yaitu 1-butene. Sifat-sifat fisik dari comonomer tersebut yaitu :

Sifat Fisik Butene-1 (CH2 = CHCH2CH3)

Berat Molekul : 56,10 g/mol

Spesific gravity : 0,6013

Fase : cair

Titik didih : -5 oC

Titik leleh : -130 oC

Temperatur kritis : 146,85 oC

Tekanan kritis : 40,43 bar

Volume kritis : 293,3 cm3/mol

Larut dalam pelarut organik tetapi tidak dapat larut dalam

air

  • b. Nitrogen Sifat fisik dari nitrogen yaitu :

Berat Molekul

: 28,02 g/mol

Spesific gravity

: 0,8081

Fase

Titik didih

: gas : -195,8 oC

Titik leleh

: -209,86 oC

Temperatur kritis

: -147 oC

Tekanan kritis

: 34 bar (abs)

  • c. Hidrogen Sifat Fisik Hidrogen (H2) adalah sebagai berikut :

Berat Molekul

: 2,016 g/mol

Spesific gravity

: 0,0709-252,7

Fase

Titik didih

: gas : -252,7 oC

Titik leleh

: -259,1 oC

Temperatur kritis

: -1240 oC

Tekanan kritis

: 13 bar (abs)

  • d. Katalis Katalis yang digunakan LLDPE plant terdiri dari tiga jenis, tergantung pada spesifikasi produk yang diinginkan. Ketiga jenis katalis tersebut yaitu:

    • 1. Katalis M-1

Katalis M-1 terdiri dari metal aktif Titanium yang di-support dengan silika dan aluminium. Berdiameter 700-900m. Μ Karaktristik :

Memiliki distribusi berat molekul (MWD) terbatas,

Harga Melt Index tinggi dan densitas yang cukup luas,

Aktivitas yang baik (2-4 ppm Ti),

Produktivitas Katalis 3000-5000 kg resin/kg katalis,

Penggunaan : untuk memproduksi LLDPE.

  • 2. Katalis S-2 Katalis S-2 terdiri dari chrome aktif yang di-support dengan silika dan aluminium. Berdiameter 500-600m. Μ Karaktristik :

Memiliki distribusi berat molekul (MWD) sangat luas,

Harga Melt Indekx rendah dan densitas tinggi,

Aktivitas yang baik (kurang dari1ppm Cr),

Produktivitas Katalis 6000-8000 kg resin/kg katalis,

Polimerisasi baik, sturtur molekul produk yang lebih

luas. Penggunaan : untuk memproduksi HDPE, tipe blow

molding, film, pipa, geomembran.

  • 3. Katalis F-3 Katalis F-3 merupakan katalis yang tergolong katalis chrome. Berdiameter 500-600m. μ Karaktristik :

Memiliki distribusi berat molekul (MWD) produk yang

luas, Produktivitas Katalis 15000 kg resin/kg katalis.

Penggunaan : untuk memproduksi HDPE.

  • 4. Co-catalyst

Sifat Fisik TEAL (Al(C2H5)3) yaitu :

Berat Molekul : 114,17 g/mol

Densitas : 0,834 g/ml

Viskositas : 2,6 mPa.sg

Contoh struktur katalis Ziegler Natta dengan kombinasi Titanium (IV) Chloride (TiCl4) dan co-catalyst TEAL

(Triethylalumunium) adalah sebagai berikut:

TiCl 4 + Al(C 2 H 5 ) 3

  • 2. Proses Pembuatan

Katalis Ziegler Natta

  • 2.1. Teknologi Proses Polimerisasi Ethylene menjadi Polyethylene Menurut Byrson, J.A pada tahun 1995, reaksi polimerisasi dapat dilakukan pada fase cair, gas maupun padat. Proses polimerisasi yang mula-mula banyak digunakan adalah polimerisasi dalam fase cair atau larutan. Permasalahan utama yang timbul dari proses semacam itu adalah pemisahan katalis dan sisa pelarut dari produk dan memiliki biaya yang tinggi. Reaksi polimerisasi baru berkembang katalis yang jauh lebih baik pada tahun 1970-an. Proses fasa gas ini memiliki kelebihan yaitu tidak memerlukan adanya proses pemisahan katalis dari polimer, katalis sudah menyatu dalam produk. Kesulitan utama dari proses polimerisasi fasa gas adalah pengendalian aktivasi katalis dan kemungkinan terbentuknya oligomer. Oligomer adalah rangkaian beberapa molekul bukan polimer, misalnya dimer, trimer, tetramer dan lain-lain. Penggunaan katalis sangat berpengaruh pada faktor ekonomis dari teknologi polimerisasi. Reaksi polimerisasi adisi memerlukan adanya senyawa pemicu, yaitu senyawa yang dapat memberikan muatan atau elektron bebas pada ikatan rangkap ethylene. Tanpa katalis reaksi polimerisasi dapat berlangsung pada suhu tinggi (± 350 oC-500 oC) dengan tekanan 2.5-10 atm. Hal ini karena energi aktivasi cukup tinggi yaitu sekitar 35-43.5 kkal/mol. Adanya katalis akan mempercepat jalannya reaksi yaitu dengan mengurangi energi aktivasi yang diperlukan. Secara ringkas faktor penentu dari keberhasilan proses polimerisasi adalah tipe katalis yang digunakan. Katalis ini harus memilki keaktifan yang tinggi namun mudah dikendalikan. Katalis yang saat ini banyak digunakan adalah katalis organo metalic seperti TiCl4. Proses dasar polimerisasi ethylenen yang mula- mula dipatenkan adalah proses yangdigunakan oleh perusahaan Imperial College Industri (ICI) pada tahun 1936. Proses ini

menghasilkan polyethylene jenis LLDPE dengan kondisi pada tekanan tinggi. Namun pada tahun 1954 muncul cara lain untuk reaksi polimerisasi ethylene dengan proses Ziegler yang menggunakan katalis alumunium alkyl (TiCl4). Dengan proses tersebut polyethylene dapat diproduksi pada tekanan dan suhu yang rendah.

  • 2.2. Macam-macam Proses Pembuatan Polyethylene Ada beberapa macam proses pembuatan produk polyethylene,

diantaranya:

  • a. High Presure Process Dalam proses high pressure ini dapat digunakan 2 jenis reaktor yaitu autoclave reaktor atau tubular reaktor (jacketted tube) yang mempunyai kondisi operasi yang berbeda seperti :

Autoclave reaktor Tekanan operasinya antara 150-200 Mpa (typical)

o

o

Waktu tinggal 30-60 detik (typical)

Tubular Reaktor

o

o

Tekanan operasi yang digunakan antara 200-250 Mpa

(typical) Temperatur reaksinya tergantung dari jenis inisiator oksigen maka temperatur reaksinya 1900 oC dan jika menggunakan inisiator peroxycarbonate maka temperatur reaksinya menjadi 1400 oC.

  • b. Suspension (Slurry) Process Dalam proses ini polyethylene disuspensikan dalam diluent hidrocarbon untuk mempermudah proses. Ada 2 macam proses dalam suspension (slurry) proses, yaitu autoclave process dan loop reaktor process.

Autoclave Process

o

o

Tekanan operasinya 0.5-1 Mpa (typical)

Temperatur reaksinya antara 80-900 oC (typical)

o

Diluent yang digunakan adalah hexane

o

Katalis yang digunakan dicampur dengan alkyl

alumunium

Loop Reactor Process Tekanan operasinya 3-4 Mpa (typical)

o

o

Temperatur reaksinya 1000 oC (typical)

o

Diluent yang digunakan adalah isobutene

o

Jika menggunakan Philip type maka katalisnya adalah

campuran Ti dan Alkyl alumunium

  • c. Gas Phase Process

Union

Carbide

banyak

menggunakan proses ini dengan

menggunakan reaktor fluidized bed. Disebut gas phase process

karena hampir semua bahan baku disuplai dalam bentuk gas.

Tekanan operasi yang digunakan antara 0.7-2 Mpa (typical) Temperatur reaksinya antara 80-100 oC (typical) Poison catalyst : CO2, CO, H2O Dalam Pra-rancangan pembuatan Pabrik Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) ini dipilih proses Gas Phase (Unipol). Pemilihan proses dilakukan dengan memperhatikan :

Pengoperasiannya mudah karena proses yang sederhanan dengan unggun terfluidisasi menyebabkan proses lebih

stabil dan fleksibel Dengan menggunakan fase gas dan tidak adanya solvent,

kemungkinan terjadinya aglomerasi lebih kecil Kebutuhan Utility Plant sedikit

Produk yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi

Konversi reaksi yang diperoleh mencapai 98 % sehingga

secara ekonomis proses ini layak dibuat dalam skala pabrik

2.5.

Manfaat

  • 1. LDPE digunakan sebagai container yang agak kuat dan dalam aplikasi film plastik seperti sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus.

  • 2. LDPE dipergunakan untuk memperbaiki mampu cetak dengan mencampur atau dipakai untuk membuat kertas tahan air, kain tanpa tenunan, pelapis, dan seterusnya dengan jalan pelapisan. Dipakai juga untuk membebaskan cetakan, permolisan, dsb.

  • 3. HDPE digunakan sebagai bahan pembuat botol susu, botol/kemasan deterjen, kemasan margarin, pipa air, dan tempat sampah.

4.

untuk polietilen yang memiliki densitas tinggi, polimernya lebih keras, namun masih mudah untuk dibentuk sehingga banyak dipakai sebagai alat dapur misal ember, panci, juga untuk pelapis kawat dan kabel

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

 

1.

Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantai panjang monomer

2.

Polietilena

terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kepadatan

dan

percabangan molekul. Sifat mekanis dari polietilena bergantung pada

tipe percabangan, struktur kristal, dan berat molekulnya. Namun yang lebih dikenal adalah HDE dan LDPE.

3.

LDPE (Low Density Polyethylena) yang mempunyai rantai cabang

 

4.

HDPE (High Density Polyethylene) yang tidak mempunyai cabang tetapi merupakan rantai utama yang lurus

5.

Sifat

fisikanya

aaantara

lain

:

tidak

tahan

panas, fleksibel

permukaannya licin, tidak tembus cahaya (buram) dan ada yang tembus cahaya, titik lelehnya 115ºc, tidak berbau, berbentuk padatan,

transparan, putih, massa jenis 916-965 kg/m3, tidak larut dalam air.

 

6.

Sifat kimianya antara lain : cukup stabil tahan berbagai bahan kimia

kecuali halida dan oksida kuat, Polietilen larut dalam hidrokarbon aromatik dan larutan hidrokarbon yang terklorinasi di atas suhu 70°C., bersifat non polar, Polietilen tidak mudah diolah dengan merekat dan mencap, perlu perlakuan tambahan tertentu seperti oksidasi pada permukaan atau pengubahan struktur permukaannya oleh sinar elektron yang kuat, kalau dipanaskan tanpa berhubungan dengan oksigen, hanya

mencair sampai 300°C, kemudian terurai karena termal jika melampaui

suhu tersebut, jika dipanaskan dengan disertai adanya oksigen akan teroksidasi walaupun baru 50°C, Polietilen lemah terhadap sinar UV, Polietilen akan retak di bawah pengaruh tegangan apabila berhubungan dengan berbagai surfaktan, minyak mineral, alkali, alcohol, dsb.

7.

LDPE

dipergunakan

untuk

memperbaiki

mampu

cetak

dengan

8.

mencampur atau dipakai untuk membuat kertas tahan air, kain tanpa tenunan, pelapis, dan seterusnya dengan jalan pelapisan. Dipakai juga untuk membebaskan cetakan, permolisan, dsb. HDPE digunakan sebagai bahan pembuat botol susu, botol/kemasan deterjen, kemasan margarin, pipa air, dan tempat sampah.

3.2 Saran

Penggunaan polietilena yang sangat luas menjadi masalah lingkungan yang amat serius. Polietilena dikategorikan sebagai sampah yang sulit didegradasi oleh alam, membutuhkan waktu ratusan tahun bagi alam untuk mendegradasinya secara efisien.

Dalam menggunakan senyawa polimer plastik seperti Polietilena harus digunakan seminimal mungkin, dengan memaksimalkan kegunaan yang ada. Mengingat bahwa senyawa polimer plastik Polietilena ini sangat sulit terurai.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,

2011.

Pengolahan

Plastic

(Polyethylene)

Pada

Pembuatan

Wadah

Makanan

Dan

Perabot

Rumah

dalam

pada.html?m=1 diakses tanggal 07/09/13

Anonim,2011.

Mengenal

plastik

polietilen

dalam

polietilena/ diakses tanggal 07/09/13

 

Anonim,

2012.

Polyetilen

dalam

diakses

tanggal 07/09/13 Anonim, 2012. Polietilena dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Polietilena diakses tanggal 07/09/13

Anonim,

2012.

Polietilena

dalam

diakses tanggal 07/09/13 Anonim, 2012. Bahan pembuat plastik, bagaimana cara membuat plastik dalam

membuat-plastik/ diakses tanggal 07/09/13

Ratna dkk, 2010. Jenis jenis utama plastik dan cara pembuatan plastik dalam

Zulfikar,

2010.

Polimer

di

sekeliling

kita

dalam

sekeliling-kita/ diakses tanggal 07/09/13