Anda di halaman 1dari 10

Makalah Pengembangan Sumber Daya Air

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbilalamin, terlebih dahulu kami memanjatkan puji syukur ke hadirat
Allah SWT, tuhan seru sekalian alam, pencipta langit dan bumi, atas rahmat dan karunia-NYA
yang telah Melimpahkan rahmad dan hidayahnyalah, sehingga makalah kami ini dapat
diselesaikan tepat pada waktunya. Karena makalah ini digunakan untuk bahan melaksanakan
diskusi.
Penulispun banyak mendapatkan bimbingan serta pengarahan yang sangat berati dalam
menyusun laporan ini baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dari pengumpulan data
sampai makalah ini selesai dibuat, oleh karena itulah, pada kesempatan ini kami ingin
menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam.
Kepada :
1. Dosen pembimbing
2. Teman-teman dekat yang telah diberikan dukungan.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itulah kritik
dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini. Dan
semoga laporan ini dapat berguna bagi pembaca.

Pacitan,November 2014
Penulis:
Yuli.s

DAFTAR ISI
Halaman
Sampul Depan

....................................................................................

Kata Pengantar

....................................................................................

ii

Daftar Isi

....................................................................................

iii

I. Pendahuluan

....................................................................................

I.1 Latar Belakang

.........................................................................

I.2 Tujuan

.........................................................................

.....................................................................................

II.1. Pemanfaatan Air .

II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air

II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air .

II.4. Sejarah Teknik Sumber Daya Air

II.5. Masa Depan Teknik Sumber Daya Air .

III. Penutup ................................................................................................

II.Pembahasan

III.1. Kesimpulan
III.2. Saran

........................................................................

....................................................................................

7
7

iii
I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Segala sesuatu sekarang memerlukan pangetahuan atau sering kita sebut ilmu
pengetahuan. Salah satunya pengetahuan yang kita pelajari sekarang adalah pengetahuan Sumber
Daya Air. Pelajaran ini sangat penting karena pengetahuan ini penting untuk kita dalam hal
pembuatan pembangunan dibidang pengairan dan didalam bidang lainnya. Pengembangan
Sumber Daya Air ( Water Resources ) memerlukan adanya konsepsi. Perencanaan, perancangan,
konstruksi dan operasi fasilitas-fasilitas untuk pengendalian dan pemanfaatan air pada dasarnya
hal-hal tersebut merupakan tugas para insinyur sipil, tetapi jasa-jaha para ahli dibidang lain juga
dibutuhkan. Setiap proyek pengembangan sumber daya air akan menghadapi seperangkat konsisi
fisik yang unik yang harus diatasi secara khusus, sehingga desain buku pedoman ( standar ) yang
menuju kepada penyelesaian yang sederhana, yang bersandar pada buku pedoaman
( handbook ), jarang dapat digunakan. Kondisi-kondisi khusus setiap proyek harus diatasi
melalui penerapan pengetahuaan dasar berbagai disiplin ilmu secara terpadu.
2. Tujuan
Sumber daya air ini kita pelajari bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan ,seperti
pengendalian banjir, drainasi lahan, pembuangan limbah, serta desain gotong-royong jalan raya
merupakan penerapan teknik suber daya air pada pengendalian air (control of water), sehingga
tidak menimbulkan kerusakan yang berlebihan terhadap harta benda, gangguan terhadap
masyarakat, atau kehilangan nyawa. Penyediaan air, irigasi, pengembangan tenaga-hidroelektrik,
serta peyempurnaan alur pelayanan adalah contoh-contoh dari pemanfaatan air (ulitization of
water) untuk tujuan-tujuan yang berguna. Pencemaran mengancam penggunaan

air untuk

keperluan kota serta irigasi disamping sangat merusak nilai keindahan sungai. Oleh karena itu
pengendalian pencemaran atau pengelolaan mutu air ( water-quality management) telah menjadi
tahapan yang penting dalam teknik sumber daya air.

II. PEMBAHASAN
II.1. Pemanfaatan Air
Pemanfaatan air harus kita bedakan antara Penyadapan, atau Pengambilan air kedalam
satu system, dan Konsumsi, yaitu air yang diuapkan atau digabungkan dengan suatu produk dan
tidak dapat digunakan lagi bagi pemanfaatan lainya. Air yang mengalir pada suatu sungai tidak
selalu siap untuk digunakan oleh setiap orang atau kelompok yang menginginkannya. Hak untuk
memanfaatkan air mempunyai nilai yang sangat besar, terutama pada daerah-daerah dimana air
merupakan barang yang langkah. Seperti halnya benda-benda lain yang beharga, hak atas air juga
yang dilindungi oleh undang-undang. Masalah mutu air dijumpai dalam perencanaan proyekproyek penyediaan air irigasi serta dalam pembuangan air limbah,
Sungai-sungai yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan satwa liar, tidak sesuai
untuk rekreasi dan sering kali keruh dan kadang kadang berbau. Pengujian kimiawi serta
bakteriologis biasa dilaksanakan untuk menetapkan jumlah serta sipat-sipat kotoran didalam air.
Ahli-ahli ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran kotoran ini terhadap tumbuh-tumbuhan
dan manusia pemakai air yang besangkutan dan menetapkan standar mutu yang diijinkan.
II.2. Berbagai Aspek Dalam Sumber Daya Air
a.

Aspek Ekonomi Dalam Teknik Sumber Daya Air


Tidak banyak keahlian dibutuhkan untuk mendesain suatu bangunan untuk berbagai

tujuan apabila dana yang tersedia tidak mencukupi untuk pembangunan tersebut. Kemampuan
khusus dari ahli teknik yang bersangkutan akan tercermin dalam peranan proyek-proyek yang
dapat memenuhi tujuan yang dimaksudkan dengan biaya yang sepadan dengan keuntungan yang
dihasilkan. Suatu analisis ekonomi untuk menentukan rencana yang baik dari beberapa pilihan
pada umumnya dibutuhkan dalam merencanakan proyek. Biasanya harus dibutuhkan biaya
proyek yang bersangkutan cukup rendah dibandingkan terhadap keuntungan-keuntungan yang
diharapkan, demi terjaminnya infestasi yang diperlukan.

2
Besarnya presipitasi serta aliran sungai berubah dari tahun ketahun, pada umumnya
pembangunan tidak ekonomis untuk merencanakan proyek bagi pengaman banjir terbesar yang
mungkin terjadi atau untuk memastikan tersedianya air untuk musim kemarau ysang paling
sering yang bisa dibayangkan bisa terjadi. Sebaliknya rencana proyek diukur dengan skala
probalitas, sehingga probalitas gagalnya proyek yang bersangkutan untuk memenuhi tujuannya
akan kecil, tetapi tetap positif.
b.

Aspek Sosial Dalam Teknik Sumber Daya Air


Hampir semua proyek untuk pengolahan air direncanakan dan dibiayayai oleh badan

pemerintah tertentu, dinas penyediaan air atau pembuangan limbah kotor, dinas jalan raya negara
bagian, proyek irigasi pengendalian banjir dari pemerintah pusat atau oleh badan hukum umum.
Banyak proyek semacam ini menjadi isyu politik yang controversial dan diperdebatkan secara
berkepanjangan oleh orang-orang yang hanya mempunyai pengetahuan terbatas tentang aspekaspek teknik dasar dari permasalahan nya. Hal ini adalah menjadi tanggung jawab yang jelas dari
seorang insinyur yang memiliki fakta-fakta yang lebih lengkap tentang proyek semacam ini
untuk dengan tegas berdiri di atas kepentingan umum, agar keputusan akhir tidak didasarkan
pada alasan-alasan politis dan emosional.
Insiyur yang bersangkutan harus menganalisis fakta-fakta yang ada dan penyajian uraian
yang jelas dengan istilah-istilah yang sederhana dan harus menghindari terjadinya suatu proyek
yang di biayai Negara atau masyarakat, Seorang insinyur harus berpegang dengan seksama pada
kode etik kelompok propesionol yang mewakili propesi teknik sipil di negaranya. Kelalaian
untuk bersikap demikian akan menimbulkan prasangka terhadap permasalahanya serta terhadap
seluruh propesi di depan umum.

3
II.3. Perencanaan Proyek Sumber Daya air
Perencanaan adalah suatu langkah penting dalam pengembangan proyek sumber daya air.
Perencanaan suatu proyek pada umumnya bersangkutan pada suatu insentif politis atau
pengakuan suatu proyek. Hal ini diikuti oleh gagasan tentang alternative pemecahan
permasalahan yang layak secara teknis yang akan memenuhi kebutuhan yang bersangkutan.
Usul-usul alternatif harus di tinjau berdasarkan study ekonomi yang menganalisis
manfaat dan biaya masing-masing proyek tersebut dalam menetapkan kelayakan ekonominya.
Penilaian dampak sosial dan lingkungan juga merupakan suatu langkah penting dalam
perencanaan. Akhirnya, kelayakan pinansial serta kepraktisan politis masuk pula dalam rantai
permasalahan serta memainkan perencanaan yang penting dalam pemilihan alternatif-alternatif.
II.4 Sejarah Teknik Sumber Daya Air
Proyek pengelolaan air yang pertama ada di dunia telah hilang dalam kabut prasejarah.
Pentingnya air bagi kehidupan umat manusia membenarkan pengadaian bahwa manusia purba
telah memiliki gagasan untuk mengalihkan aliran sungai dari alur buatan dengan maksud untuk
mengalirkan air ketempat-tempat tertentu di mana di butuhkan untuk tanaman atau manusia.
Pekerjaan drainasi dan irigasi skala besar yang paling awal mempunyai pertalian dengan menes,
pembangunan drainasi mesir yang pertama,kira-kira tahun 200 S.M. pekerjaan-pekerjaan ini
kemudian di usul berbagai proyek mediterania dan timur dekat, meliputi bendungan-bendungan,
saluran-saluran, talang air dan system pembuangan limbah,. Talang air (aqueducts) yang
panjangnya sekitar 381 mil dibangun untuk mengalirkan air ke dalam kota roma, suatu proyek
irigasi di propinsi Szehuan di Cina yang di buat pada kira-kira 250 S.M,masih di gunakan hingga
sekarang, bahkan di dunia baru (Benua Amerika) proyek-proyek yang berlinkup besar telah ada
sebelum datangnya kulit putih. Reruntuhan proyek irigasi yang rumit dan luas yang di bangun
pada tahun 1100 oleh bangsa Indian Hohokam menunjukan ekonomi irigasi yang telah maju.

4
Usaha pertama dalam pengetahuan teknik yang terorganisasi adalah pembentukan Ecole
des Ponts et Chaussees di Paris pada tahun 1760. Walaupun demikian, hingga tahun 1850, desain
teknis terutama didasarkan pada aturan-aturan kasar yang dikembangkan dari pengalaman dan
diwarnai dengan faktor-faktor keamanan yang ditentukan secara bebas. Sejak saat itu,
pemanfaatan teori telah meningkat dengan cepat, sehingga dewasa ini sejumlah besar
perhitungan yang teliti telah menjadi bagian dari sebagian besar desain proyek. Walaupun
demikian , tidaklah dapat dianggap bahwa aturan-aturan kasar telah separuhnya dihapuskan
dalam praktek teknik karena masih banyak segi pengetahuan teknik yang belum dipahami
dengan sempurna, sehingga pemecahan masalah secara teoritis tidaklah layak. Suatu jarak yang
cukup besar tampak terjadi antara riset dan penerapan. Jawaban atas berbagai masalah
profesiolnal terdapat dalam catatan-catatan laboratorium atau bahkan dalam makalah-makalah
yang diterbitkan, tetapi hal-hal tersebut belum banyak digunakan oleh para insinyur pratisi

II.5 Masa Depan Teknik Sumber Daya Air


Orang awam, yang tidak terbiasa dengan massalah-masalah teknik, sering memandang
kegiatan-kegiatan yang besar dibidang pengamanan banjir, Irigasi dan langkah-langkah lain
dalam teknik sumber daya air dengan pemikiran bahwa kemungkinan diperlukan pekerjaan lebih
lanjut pastilah sudah dapat diabaikan. Sebenarnya peradapan modern jauh lebih tergantung pada
air daripada peradapan dahulu kala. Pengetahuan kedokteran modern bersama dengan teknik
penyehatan modern telah menurunkan kematian dan menaikan harapan hidup, sehingga jumlah
penduduk dunia meningkat dengan pesat. Standar modern tentang kebersihan pribadi
membutuhkan air yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada yang digunakan seabad yang lalu.
Para insinyur sumber daya air dimasa depan akan sangat terlibat dengan teknologi serta
gagasan-gagasan baru. Reklsamasi air limbah, modifikasi cuaca, pengelolaan lahan untuk
memperbaiki produksi air, serta teknik-teknik baru untuk penyimpanan air disemua bidang
pemanfatan air merupakan topik-topik yang semakin menarik dan semakin dalam diteliti.
Bertumbuhnya penduduk dunia akan mengubah pola-pola ekologis ditinjau dari berbagai
segi, dan karenanya perencanaan pengelolaan air harus meliputi penilaian cara-cara untuk
menekan akibat-akibat ekologis yang tidak diinginkan. Perhatian terhadap pelestarian lingkungan
hidup akan menjadi semakin penting dalam perencanaan pengelolaan air dimasa yang akan
datang. Pertentangan antara pelestarian ekosistem kita dengan pencapaian Kebutuhan
masyrakat didalam pengelolaan air pastilah menuju kepada pendekatan-pendekatan baru dalam
pengelolaan air dan mungkin juga definisi baru dari perkataan Kebutuhan. Tidaklah akan
cukup bila dimasa depan permasalahan air ditangani secara sederhana dengan meniru metodemetode yang telah dilaksanakan diwaktu yang lalu.

6
III. PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Sungai-sungai yang tercemar menimbulkan masalah bagi ikan dan satwa liar, tidak sesuai
untuk rekreasi dan sering kali keruh dan kadang kadang berbau. Pengujian kimiawi serta
bakteriologis biasa dilaksanakan untuk menetapkan jumlah serta sipat-sipat kotoran didalam air.
Ahli-ahli ilmu hayat harus menilai pengaruh kotoran kotoran ini terhadap tumbuh-tumbuhan
dan manusia pemakai air yang besangkutan dan menetapkan standar mutu yang diijinkan.
Sehingga membuat masyrakat merasa aman dan tidak merasa takut pada saat mengkonsumsi air
sungai.