Anda di halaman 1dari 9

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

I PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan,dan (4) Reaksi Percobaan.
1.1 Latar Belakang Pecobaan

Karbohidrat merupakan sumber kalori utama


bagi hampir seluruh penduduk dunia, khususnya
bagi penduduk negara yang sedang berkembang.
Walaupun jumlah kalori yang dapat dihasilkan
oleh 1 gram karbohidrat hanya 4 kalori (kkal) bila
dibanding protein dan lemak, karbohidrat
merupakan
sumber
kalori
yang
murah.
Karbohidrat juga mempunyai peranan penting
dalam menentukan karakteristik bahan makanan,
misalnya warna, tekstur dan lain-lain (Winarno,
1992)
Karbohidrat
dalam
bentuk
gula
dan
pati
melambangkan bagian utama kalori total yang dikonsumsi
manusia dan kebanyakan hewan, seperti juga berbagai
mikroorganisme. Karbohidrat juga merupakan pusat
metabolisme tanaman hijau dan organisme fotosintetik lainnya
yang menggunakan energi solar untuk melakukan sintesa
karbohidrat dari CO2 dan H2O. Sejumlah besar pati dan
karbohidrat lain yang dibuat oleh fotosintesa menjadi energi
pokok dan sumber karbon bagi sel non-fotosintetik pada
hewan, tanaman dan dunia mikrobia (deMan, 1997).

Karbohidrat terbagi menjadi beberapa


kelompok,
yaitu
monosakarida,
disakarida,
oligosakarida, dan polisakarida yang merupakan
polimer dari monosakarida.
2.2 Tujuan Percoabaan

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

Untuk mengetahui adanya karbohidrat dalam bahan


pangan secara umum.
2.3 Prinsip Percobaan
Berdasarkan pada reaksi karbohidrat dengan H 2SO4
sehingga terbentuk senyawa hidroksi metil furfural dengan
naftol akan membentuk cincin senyawa kompleks ungu
2.4 Reaksi Percobaan

Gambar 1. Reaksi Percobaan Uji Molish

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
Digunakan, (2) Pereaksi yang Digunakan, (3) Alat yang
Digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1 Bahan yang Digunakan
Bahan yang digunakan dalam Uji Molisch adalah
Sampel, Larutan Molisch dan H2SO4 pekat.
2.2 Pereaksi yang Digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam Uji Molisch adalah
Larutan Molisch dan Larutan Asam Sulfat Pekat.
2.3 Alat yang Digunakan
Alat yang Digunakan dalam Uji Molisch adalah Pipet
Tetes, Tabung Reaksi dan Rak Tabung Reaksi.
2.4 Metode Percobaan

1 ml larutanTambahkan 2 mLAmati
Sampel + 3 tetesH2SO4 Pekat
Larutan Molisch
cincin ungu
(Homogenkan)

Terbentuknya

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

Gambar 2. Metode Percobaan Uji Molisch


III HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan dan (2) Pembahasan.
3.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Uji Molisch
Sampel
Pereaksi
Hasil I
Hasil II
A (Kara Nata
Larutan
(+)
(+)
De coco)
Molish
I ( Teh Sosro)
Larutan
(+)
(+)
Molish
C (Melinjo)
Larutan
(+)
(+)
Molish
H (Paria)
Larutan
(+)
(+)
Molish
E (Selai
Larutan
(+)
(+)
Kacang)
Molish
Keterangan :
(+) = Terbentuk Cincin Ungu
(-) = Tidak Terbentuk Cincin Ungu

Sumber : Hasil I : Eva dan The Riyanto,Kelompok N, Meja 2,


2014.
Hasil II : Laboratorium Biokimia Pangan, 2014.

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

Gambar 3. Hasil Pengamatan Uji Molisch


3.2 Pembahasan
Berdasarkan percobaan Uji Molish Sampel A
(Kara Nata De Coco), I ( Teh Sosro ), C ( Melinjo ), H ( Paria )
dan E ( Selai Kacang ) (+) mengandung kabohidrat ditandai
dengan terbentuknya cincin ungu.
Hal ini dikarenakan positif jika timbul cincin merah ungu
yang merupakan kondensasi antara furfural atau hidroksimetil furfural
dengan a-naftol dalam pereaksi molish. Adapun fungsi H2SO4 untuk
menghidrolisis karbohidrat yang didehidrasi menjadi furfural
kemudian terjadi kondensasi perubahan warna menjadi cincin
berwarna ungu. Didalam percobaan uji molish tidak dipanaskan agar
tidak terdekstruksi dari sifat panas H2SO4 serta menghasilkan
senyawa beracun. Monosakarida umumnya stabil walaupun
dipanaskan dalam larutan asam yang encer. Tetapi apabila
dipanaskan denan asam kuat yang pekat, monosakarida
menghasilkan furfural atau derivatnya. Reaksi pembentukkan furfural
ini adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari suatu
senyawa (Poedjiadi, 2005).

Uji molisch adalah uji kimia kualitatif untuk


mengetahui adanya karbohidrat.
Mekanisme terbentuknya cincin ungu pada percobaan uji
molish yaitu apabila larutan karbohidrat diberi beberapa tetes pelarut
Molisch (alfa naftol dalam etanol) kemudian ditambah asam sulfat
pekat secukupnya sehingga terbentuk 2 lapisan cairan, maka pada

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

bidang batas kedua lapisan tersebut akan terbentuk cincin ungu


(Anonim, 2011).
Pereaksi Molish terdiri atas larutan naftol dalam alkohol.
Fungsi dari alkohol adalah untuk melindungi karbohidrat dari H2SO4
agar tidak rusak, sedangkan fungsi naftol adalah sebagai senyawa
pengkompleks warna ungu Apabila pereaksi ini ditambahkan pada
larutan glukosa misalnya, kemudian secara hati-hati ditambahkan
asam sulfat pekat akan terbentuk 2 lapisan zat cair. Pada batas
antara kedua lapisan itu akan terjadi warna ungu karena terjadi reaksi
kondensasi antara furfural dengan naftol. Walaupun reaksi ini tidak
spesifik untuk karbohidrat, namun dapat digunakan sebagai reaksi
pendahuluan dalam analisis kualitatif karbohidrat. Hasil negatif
merupakan suatu bukti bahwa tidak ada karbohidrat (Poedjiadi,
2005).

Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh


asam sulfat membentuk cincin furfural yang berwarna ungu.
Reaksi positif ditandai dengan munculnya cincin ungu di
purmukaan antara lapisan asam dan lapisan sampel
Sampel yang diuji dicampur dengan reagent Molisch,
yaitu -naphthol yang terlarut dalam etanol. Setelah
pencampuran atau homogenisasi, H2SO4 pekat perlahanlahan dituangkan melalui dinding tabung reaksi agar tidak
sampai bercampur dengan larutan atau hanya membentuk
lapisan.
H2SO4 pekat (dapat digantikan asam kuat lainnya)
yaitu dengan golongan VII A yaitu HNO 3 dan lain lain. H2SO4
berfungsi untuk menghidrolisis ikatan pada sakarida untuk
menghasilkan furfural. Furfural ini kemudian bereaksi dengan
reagent Molisch, -naphthol membentuk cincin yang berwarna
ungu.(Anonim,2010)
Pada uji ini tidak dilakukan pemanasan karena sudah
ditambahkan H2SO4 pekat yang dimana bersifat panas dan
eksoterm. Jika didiamkan lama maka akan terjadi kerusakan
karbohidrat oleh H2SO4 karena alkohol sebagai pelindung
karbohidrat lama kelamaan akan menguap.

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

Faktor faktor kesalahan yang dapat terjadi adalah,


salah memberikan pereaksi, salah urutan prosedur, peralatan
yang digunakan tidak bersih sehingga tercampur dengan zat
lain.

IV KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan
dan (2) Saran.
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan percobaan Uji Molish Sampel A (Kara
Nata De Coco), I ( Teh Sosro ), C ( Melinjo ), H ( Paria ) dan E
( Selai Kacang ) (+) mengandung kabohidrat ditandai dengan
terbentuknya cincin ungu.
4.2 Saran
Praktikkan sebaiknya memahami prosuder agar tidak
salah dalam pengerjaan dan sebaiknya lebih teliti lagi dalam
melihat perubahan warna agar hasilnya akurat.

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, (2009), Karbohidrat, http://filzahazny.wordpress.com/,


Accessed : 21 Maret 2014.
Anonim,
(2010),
Uji
Molish,
http://monruw.wordpress.com/2010/03/12/uji-molisch/,
Accessed : 21 Maret 2014
DeMan, J.M. 1997. Kimia Makanan Edisi Kedua. ITB:
Bandung.
Poedjiadi, Anna, (1994), Dasar-Dasar Biokimia, Penerbit
Universitas Indonesia, Jakarta.
Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia :
Jakarta.

Laboratorium Biokimia Pangan

Karbohidrat I (Uji Molisch)