Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam rangka menghadapi era globalisasi saat ini dan dalam kondisi
masyarakat sekarang, seringkali ditemukan beberapa masalah yang menyebabkan
banyak

perusahaan

mengalami

kegagalan,

baik

yang

disebabkan

oleh

ketidakmampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi maupun yang disebabkan


oleh kurang baiknya hasil kerja dari sumber daya manusia yang ada pada perusahaan
tersebut, padahal harus diakui manusia adalah faktor penting yang turut menentukan
keberhasilan suatu perusahaan. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan atau
organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan pendayagunaan sumber daya manusia
yaitu orang-orang yang menyediakan tenaga, bakat kreativitas dan semangat bagi
perusahaan serta memegang peranan penting dalam fungsi operasional perusahaan
Perusahaan tidak mungkin terlepas dari tenaga kerja manusia, walaupun
aktivitas perusahaan itu telah mempunyai modal yang cukup besar dan teknologi
modern, sebab bagaimanapun majunya teknologi tanpa ditunjang oleh manusia
sebagai sumber dayanya maka tujuan perusahaan tidak akan tercapai, dengan
demikian maka sumber daya manusia sangat penting untuk diberikan arahan dan
bimbingan dari manajemen perusahaan pada umumnya dan manajemen sumber daya
manusia pada khususnya.
Untuk dapat mengikuti segala perkembangan yang ada dan tercapainya tujuan
suatu perusahaan maka perlu adanya suatu motivasi agar pegawai mampu bekerja

dengan baik, dan salah satu motivasi itu adalah dengan memenuhi keinginankeinginan pegawai antara lain: gaji atau upah yang baik, pekerjaan yang aman,
suasana kerja yang kondusif, penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan,
pimpinan yang adil dan bijaksana, pengarahan dan perintah yang wajar, organisasi
atau tempat kerja yang dihargai masyarakat atau dengan mengupayakan kompensasi
yang besarannya proporsional dan juga bersifat progresif yang artinya sesuai dengan
jenjang karir, karena kompensasi sangat diperlukan untuk memacu kinerja para
pegawai agar selalu berada pada tingkat tertinggi (optimal) sesuai kemampuan
masing-masing.
Kepegawaian di PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau terdiri dari
pegawai Tetap & pegawai tidak tetap, pegawai tetap terbagi menjadi pegawai dasar
dan pegawai staff dan pegawai tidak tetap yang disebut pegawai TKWT (Tenaga
Kontrak Waktu Tertentu) yang melaksanakan tugas-tugas yang diberikan perusahan
terhadap pegawai tersebut demi pencapaian tujuan yang ditetapkan oleh perusahaan.
Kompensasi yang diberikan oleh perusahan kepada pegawai di PT. Askes
(Persero) Cabang Lubuklinggau masih ada yang belum merasakan kepuasaan antara
lain : Kompensasi Transport, Tunjangan Rumah, Pendidikan, Prestasi Anak, Pakaian
Dinas, Kemahalan (Indeks Konjuntur), Jaminan Pelayanan Kesehatan, cuti dan
Kompensasi Hari Raya. Dengan adanya pemberian kompensasi terhadap pegawai di
PT. Askes (Persero) Cabang. Lubuklinggau membuat kenyamanan kerja bagi pegawai
serta meningkatkan kinerja pegawai untuk mencapai target-target yang ditetapkan
oleh perusahaan guna mencapai tujuan bagi perusahaan.

Berdasarkan pertimbangan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan


penelitian dengan judul PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA
PEGAWAI PADA PT. ASKES (PERSERO) CABANG LUBUKLINGGAU.

B. Perumusan Masalah
a. Identifikasi Masalah
Dalam Proposal ini penulis ingin membahas tentang kompensasi terhadap
kinerja pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau, dan oleh karena itu
berdasarkan latar belakang permasalahan dan agar pembahasan dan pemecahan
masalah tidak menyimpang, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Bagaimana

pemberian

kompensasi

pada

PT. Askes

(Persero)

Cabang

Lubuklinggau agar kinerja pegawai meningkat?


2. Bagaimana kinerja pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau?
3. Seberapa besar pengaruh pemberian kompensasi yang dilakukan PT. Askes
(Persero) Cabang Lubuklinggau terhadap kinerja pegawai?
Dalam skripsi ini penulis ingin membahas tentang Pengaruh Pemberian
Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau.

b. Batasan Masalah
Agar Pembahasan tidak menyimpang dari permasalahan yang telah
dirumuskan dan lebih terarah, maka penelitian ini hanya dibatasi pada masalah
Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau.
c. Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
1.

Apakah Kompensasi mempengaruhi Kinerja Pegawai PT. Askes


(Persero) Cabang Lubuklinggau ?

2.

Berapa besarkah pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai PT.


Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau ?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan mengadakan penelitian yang bertajuk Pengaruh Kompensasi
terhadap Kinerja Pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau adalah:
1. Untuk mengetahui apakah Kompensasi mempengaruhi Kinerja Pegawai PT.
Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau.
2. Untuk menegetahui berapa besarkah pengaruh kompensasi terhadap kinerja
pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau

D. Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini manfaat yang akan diperoleh adalah :
1. Bagi PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau dapat mengetahui
peningkatan kinerja pegawai terhadap kompensasi yang diberikan.
2. Bagi pihak-pihak lain yang turut membaca karya tulis ini agar dapat
menambah wawasan dan pengetahuan sesuai dengan topik penulisan dan
sebagai sumbangan pemikiran tentang pengetahuan di bidang sumber daya
manusia khususnya tentang kompensasi dan kinerja.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Kompensasi
Kompensasi sebagai sarana motivasi yang mendorong para pegawai untuk
bekerja dengan kemampuan yang optimal, yang dimaksudkan sebagai pendapatan
ekstra di luar gaji atau upah yang telah ditentukan. Pemberian kompensasi
dimaksudkan agar dapat memenuhi kebutuhan para pegawai dan keluarga mereka.
Istilah sistem kompensasi pada umumnya digunakan untuk menggambarkan rencanarencana pembayaran upah yang dikaitkan secara langsung atau tidak langsung dengan
berbagai standar kinerja pegawai atau profitabilitas organisasi.
Kompensasi dan insentif mempunyai hubungan yang sangat erat, di mana
kompensasi merupakan komponen dari insentif dan keduanya sangat menentukan
dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi secara keseluruhan.
kompensasi dapat dir umuskan sebagai balas jasa yang memadai kepada
pegawai yang prestasinya melebihi standar yang telah ditetapkan. kompensasi
merupakan suatu faktor pendorong bagi pegawai untuk bekerja lebih baik agar kinerja
pegawai dapat meningkat.Untuk memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang
kompensasi, di bawah ini ada beberapa ahli manajemen mengemukakan pengertian
mengenai kompensasi

Menurut Hasibuan (2000,h.118), mengemukakan bahwa :


Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung
atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atau jasa yang diberikan
kepada perusahaan.
Menurut Hariandja (2002,h.244), bahwa:
Kompensasi adalah keseluruhan balas jasa yang diterima oleh pegawai
sebagai akibat dari pelaksanaan pekerjaan di organisasi dalam bentuk uang atau
lainnya, yang dapat berupa gaji, upah, bonus, insentif, dan tunjangan lainnya seperti
tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, uang makan, uang cuti dan lain-lain.
Jadi menurut pendapat-pendapat para ahli di atas dapat penulis simpulkan,
bahwa kompensasi adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan baik
dan agar lebih dapat mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi sehingga dapat
membangkitkan gairah kerja dan motivasi seorang pegawai, jadi seseorang mau
bekerja dengan baik apabila dalam dirinya terdapat motivasi, yang menjadi masalah
adalah bagaimana pula menciptakan gairah kerja dan motivasinya, sebab walaupun
motivasi sudah terbentuk apabila tidak disertai dengan gairah kerjanya maka tetap
saja pegawai tersebut tidak akan bisa bekerja sesuai yang diharapkan.
Di mana pada prinsipnya pemberian kompensasi menguntungkan kedua belah
pihak. Perusahaan mengharapkan adanya kekuatan atau semangat yang timbul dalam
diri penerima kompensasi yang mendorong mereka untuk bekerja dengan lebih baik
dalam arti lebih produktif agar tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan/instansi
dapat terpenuhi sedangkan bagi pegawai sebagai salah satu alat pemuas
kebutuhannya

B. Tujuan Pemberian Kompensasi


Adapun tujuan pemberian kompensasi menurut Hariandja (2002,h.260), adalah :
1. Bagi perusahaan:
a) Mempertahankan tenaga kerja yang terampil dan cakap agar loyalitasnya
tinggi terhadap perusahaan.
b) Mempertahankan

dan

meningkatkan

moral

kerja

pegawai

yang

ditunjukkan akan menurunnya tingkat perputaran tenaga kerja dan absensi.


c) Meningkatkan produktivitas perusahaan yang berarti hasil produksi
bertambah untuk setiap unit per satuan waktu dan penjualan yang
meningkat.
2. Bagi pegawai:
a) Meningkatkan standar kehidupannya dengan diterimanya pembayaran di
luar gaji pokok.
b) Meningkatkan semangat kerja pegawai sehingga mendorong mereka untuk
berprestasi lebih baik.
Setiap orang apabila ditawarkan suatu ganjaran yang memberikan hasil
yang cukup menguntungkan bagi mereka, maka ia akan termotivasi untuk
memperolehnya. Alat motivasi yang kuat itu adalah dengan memberikan
kompensasi.
Pemberian kompensasi terutama kompensasi material dimaksudkan agar
kebutuhan materi pegawai terpenuhi, dengan terpenuhinya kebutuhan materi itu
diharapkan pegawai dapat bekerja lebih baik, cepat dan sesuai dengan standar

perusahaan sehingga output yang dihasilkan dapat meningkat daripada input dan
akhirnya kinerja pegawai dapat meningkat.
Jadi pemberian kompensasi merupakan sarana motivasi yang dapat
merangsang ataupun mendorong pegawai agar dalam diri mereka timbul semangat
yang lebih besar untuk berprestasi bagi peningkatan kinerja.

C. Indikator-indikator Pemberian Kompensasi


Menurut Hasibuan (2000,h.205), Beberapa cara perhitungan atau
pertimbangan dasar penyusunan kompensasi antara lain sebagai berikut:
1. Kinerja
Sistem kompensasi dengan cara ini langsung mengkaitkan besarnya
kompensasi dengan kinerja yang telah ditunjukkan oleh pegawai yang bersangkutan.
Berarti besarnya kompensasi tergantung pada banyak sedikitnya hasil yang dicapai
dalam waktu kerja pegawai. Cara ini dapat diterapkan apabila hasil kerja diukur
secara kuantitatif, memang dapat dikatakan bahwa dengan cara ini dapat mendorong
pegawai yang kurang produktif menjadi lebih produktif dalam bekerjanya. Di
samping itu juga sangat menguntungkan bagi pegawai yang dapat bekerja cepat dan
berkemampuan tinggi. Sebaliknya sangat tidak favourable bagi pegawai yang bekerja
lamban atau pegawai yang sudah berusia agak lanjut.

2. Lama Kerja
Besarnya kompensasi ditentukan atas dasar lamanya pegawai melaksanakan
atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Cara perhitungannya dapat menggunakan per

jam, per hari, per minggu ataupun per bulan. Umumnya cara yang diterapkan apabila
ada kesulitan dalam menerapkan cara pemberian kompensasi berdasarkan kinerja.
Memang ada kelemahan dan kelebihan dengan cara ini, antara lain sebagai berikut:
a. Kelemahan
Terlihatnya adanya kelemahan cara ini sebagai berikut:
1) Mengakibatkan mengendornya semangat kerja pegawai yang sesungguhnya
mampu berproduksi lebih dari rata-rata.
2) Tidak membedakan usia, pengalaman dan kemampuan pegawai.
3) Membutuhkan pengawasan yang ketat agar pegawai sungguh-sungguh bekerja.
4) Kurang mengakui adanya kinerja pegawai.
b. Kelebihan
Di samping kelemahan tersebut di atas, dapat dikemukakan kelebihan-kelebihan
cara ini sebagai berikut:
1) Dapat mencegah hal-hal yang tidak atau kurang diinginkan seperti: pilih kasih,
diskiminasi maupun kompetisi yang kurang sehat.
2) Menjamin kepastian penerimaan insentif secara periodik
3) Tidak memandang rendah pegawai yang cukup lanjut usia.
3. Senioritas
Sistem kompensasi ini didasarkan pada masa kerja atau senioritas pegawai
yang bersangkutan dalam suatu organisasi. Dasar pemikirannya adalah pegawai
senior, menunjukkan adanya kesetiaan yang tinggi dari pegawai yang bersangkutan
pada organisasi di mana mereka bekerja. Semakin senior seorang pegawai semakin
tinggi loyalitasnya pada organisasi, dan semakin mantap dan tenangnya dalam

10

organisasi. Kelemahan yang menonjol dari cara ini adalah belum tentu mereka yang
senior ini memiliki kemampuan yang tinggi atau menonjol, sehingga mungkin sekali
pegawai muda (junior) yang menonjol kemampuannya akan dipimpin oleh pegawai
senior, tetapi tidak menonjol kemampuannya. Mereka menjadi pimpinan bukan
karena kemampuannya tetapi karena masa kerjanya. Dalam situasi demikian dapat
timbul di mana para pegawai junior yang energik dan mampu tersebut keluar dari
perusahaan/instansi.
4. Kebutuhan
Cara ini menunjukkan bahwa kompensasi pada pegawai didasarkan pada
tingkat urgensi kebutuhan hidup yang layak dari pegawai. Ini berarti kompensasi
yang diberikan adalah wajar apabila dapat dipergunakan untuk memenuhi sebagian
kebutuhan pokok, tidak berlebihan namun tidak berkekurangan. Hal seperti ini
memungkinkan pegawai untuk dapat bertahan dalam perusahaan/instansi.
5. Keadilan dan Kelayakan
a. Keadilan
Dalam sistem kompensasi bukanlah harus sama rata tanpa pandang bulu,
tetapi harus terkait pada adanya hubungan antara pengorbanan (input) dengan
(output), makin tinggi pengorbanan semakin tinggi kompensasi yang diharapkan,
sehingga oleh karenanya yang harus dinilai adalah pengorbanannya yang diperlukan
oleh suatu jabatan. Input dari suatu jabatan ditunjukkan oleh spesifikasi yang harus
dipenuhi oleh orang yang memangku jabatan tersebut. Oleh karena itu semakin tinggi
pula output yang diharapkan. Output ini ditunjukkan oleh insentif yang diterima para

11

pegawai yang bersangkutan, di mana di dalamnya terkandung rasa keadilan yang


sangat diperhatikan sekali oleh setiap pegawai penerima insentif tersebut.
b. Kelayakan
Disamping masalah keadilan dalam pemberian kompensasi tersebut perlu
pula diperhatikan masalah kelayakan. Layak pengertiannya membandingkan besarnya
kompensasi dengan perusahaan lain yang bergerak dalam bidang usaha sejenis.
Apabila insentif didalam perusahaan yang bersangkutan lebih rendah dibandingkan
dengan perusahaan lain, maka perusahaan/instansi akan mendapat kendala yakni
berupa menurunnya kinerja pegawai yang dapat diketahui dari berbagai bentuk akibat
ketidakpuasan pegawai mengenai insentif tersebut.
6. Evaluasi Jabatan
Evaluasi

jabatan

adalah

suatu

usaha

untuk

menentukan

dan

membandingkan nilai suatu jabatan tertentu dengan nilai jabatan-jabatan lain dalam
suatu organisasi. Ini berarti pula penentuan nilai relatif atau harga
D. Pengertian Kinerja
Kata kinerja belakangan ini menjadi topik yang hangat di kalangan
pengusaha dan kalangan administrator. Kinerja seakan menjadi sosok yang bernilai
dan telah dijadikan tujuan pokok pada organisasi/badan usaha, selain profit. Karena
dengan laba saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan efektivitas dan efisiensi.
Kinerja bagian produktivitas kerja, produktivitas berasal dari kata
Produktif artinya sesuatu yang mengandung potensi untuk digali, sehingga
produktivitas dapatlah dikatakan sesuatu proses kegiatan yang terstruktur guna
menggali potensi yang ada dalam sebuah komoditi atau objek. Filosofi produktivitas

12

sebenarnya dapat mengandung arti keinginan dan usaha dari setiap manusia (individu
maupun kelompok) untuk selalu meningkatkan mutu kehidupan dan penghidupannya.
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan dijabarkan beberapa pengertian
mengenai kinerja menurut beberapa ahli.
Menurut Mangkunegara (2001,h.67), kinerja itu dapat didefinisikan sebagai:
Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai
dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya.
Menurut Hasibuan (2001,h. 94), pengertian kinerja itu adalah:
Pengorbanan jasa, jasmani dan pikiran untuk menghasilkan barang-barang
atau jasa-jasa dengan memperoleh imbalan prestasi tertentu.
Dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktivitas
yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi. Sehubungan dengan hal tersebut maka
upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja di suatu organisasi merupakan
hal yang sangat penting. Berbicara tentang kinerja personil, erat kaitannya dengan
cara mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang sehingga perlu ditetapkan
standar kinerja atau standard performance.
Ungkapan tersebut menyatakan bahwa standar kinerja perlu dirumuskan guna
dijadikan tolak ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah
dilakukan dengan apa yang diharapkan, kaitannya dengan pekerjaan atau jabatan
yang telah dipercayakan kepada seseorang. Standar termaksud dapat pula dijadikan
sebagai ukuran dalam mengadakan pertanggung jawaban terhadap apa yang telah
dilakukan.

13

E. Kerangka Pemikiran
Kompensasi adalah semua pendapatan atau balas jasa yang berbentuk uang
atau berupa barang langsung atau tidak langsung yang diterima pegawai sebagai
imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan/instansi. Di mana kompensasi
yang diberikan perusahaan/instansi adalah sebagai salah satu usaha yang dilakukan
untuk meningkatkan kinerja pegawai. Pemberian kompensasi yang tepat di samping
untuk meningkatkan kinerja pegawai, dimaksudkan pula untuk membuat pegawai
memiliki kesetiaan bekerja di instansi dan dapat menstabilkan perputaran tenaga kerja
khususnya di PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau.
Dengan adanya kompensasi, PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau
mengharapkan dapat meningkatkan kinerja pegawai, menurunkan tingkat absensi
maupun perputaran tenaga kerja, sehingga hal tersebut dapat mendorong pegawai
bekerja dengan lebih giat, semangat dan penuh rasa tanggung jawab terhadap
pekerjaannya.
Untuk mendorong manusia mau bekerja dengan semangat tinggi, memberikan
tenaga dan pemikiran guna kelancaran kegiatan PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau, kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap pegawai, antara lain :

14

1. Transport
2. Tunjangan Rumah
3. Pendidikan
4. Prestasi Anak
5. Pakaian Dinas
6. Kemahalan (Indeks Kongjuntur)
7. JPK (Jaminan Pelayanan
Kesehatan)
8. Hari Raya
9. Cuti

Kompensasi (X)

Kinerja (Y)

C. Hipotesis
Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa kompensasi berpengaruh
positif terhadap kinerja pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau.

15

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat


1.

Waktu dan tempat penelitian


Penelitian ini dilakukan di PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau sejak

bulan Maret 2009 sampai dengan bulan Juli 2009 beralamat di jalan. Pembangunan
Komplek. Perkantoran, Pemda Taba Pingin Lubuklinggau Timur I, Telp. 0733451848
Adapun pembagian waktu dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 1
No

Jenis Kegiatan

Persiapn Proposal
Pembuatan
Proposal
Persetujuan
Ujian Proposal
Pengumpulan Data
Pengelolaan
Pembuatan Bab
Perbaikan
Ujian Skripsi

2
3
4
5
6
7
8
9

2.

Waktu Pelaksanaan / Bulan, Tahun 2009


Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus

Populasi dan Sampel


a.

Populasi
Populasi adalah wilayah generasi yang terdiri dari objek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh

16

peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.


(Sugiyono, 2003, h.73)
Dalam Penelitian ini, populasi adalah semua pegawai di PT. Askes
(Persero) Cabang Lubuklinggau yang berjumlah 25 orang yang terdiri
dari 10 orang dari tenaga honorer, 6 orang dari seksi keuangan dan
administrasi, 5 orang dari seksi pelayanan, 3 orang dari seksi
kepesertaan & 1 orang kepala cabang.
b.

Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari
semua yang ada pada populasi, maka dapat digunakan sampel yang
diambil dari populasi tersebut (Sugiyono 2003, h, 73)
Adapun yang menjadi sample dalam penelitian ini adalah seluruh
Pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau yang berjumlah 25
orang yang terdiri 10 orang tenaga honorer, 6 orang dari seksi
keuangan dan administrasi, 5 orang dari seksi pelayanan, 3 orang dari
seksi kepesertaan & 1 orang kepala cabang.

B.

Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
1. Observasi
Yaitu pengamatan langsung mengenai objek yang diteliti mengenai pengaruh
kompensasi terhadap kinerja pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau.

17

2. Kuisioner
Pengumpulan data dengan cara membagikan kuisioner pada responden dalam
hal ini adalah seleruh pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau.
Kuisioner tarsebut di isi dan dijawab kemudian dikembalikan kepada peneliti.
3. Studi Pustaka
Sebagai Literatur skripsi ini penulis melakukan studi pustaka di mana dengan
cara browsing informasi lewat internet, buku dan lain sebagainya yang
berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.
C. Variabel dan Depenisi Operasional
a. Variabel
Yang menjadi variabel pada penelitian ini adalah :
a. Variabel bebas (X) adalah pengaruh kompensasi
b. Variabel terikatnya (Y) adalah kinerja pegawai
b. Defenisi Operasional
Untuk pemahaman mengenai variabel-variabel yang digunakan dalam
penelitian ini, maka berikut ini akan disampaikan defenisi operasional
variabel sebagai berikut :
a. Pengaruh Kompensasi (X)
Kompensasi adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan
baik dan agar lebih dapat mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi
sehingga dapat membangkitkan gairah kerja dan motivasi seorang

18

pegawai, jadi seseorang mau bekerja dengan baik apabila dalam dirinya
terdapat motivasi.
b. Kinerja Pegawai (Y)
Dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat produktivitas
yang tinggi dalam suatu perusahaan/instansi. Sehubungan dengan hal tersebut
maka upaya untuk mengadakan penilaian terhadap kinerja di suatu organisasi
merupakan hal yang sangat penting. Berbicara tentang kinerja personil, erat
kaitannya dengan cara mengadakan penilaian terhadap pekerjaan seseorang
sehingga perlu ditetapkan standar kinerja atau standard performance.
D. Teknik Analisis Data
Adapun teknik analisis yang diamati adalah regresi linier sederhana. Dengan
tujuan untuk mengukur dan mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kinerja
pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau

Y = a + bX

(Sugiyono, 2007, h. 261)

Dimana :
Y = Subyek dalam variabel independen yang diprediksikan dalam hal ini pengaruh
kompensasi.
X = Subyek pada variabel dependen yang mempunyai nilai tertentu tingkat kinerja
pegawai.
a = Konstanta

19

b = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukan angka peningkatan ataupun
penurunan variabel dependen yang didasarkan pada peruabahan variabel
independen. Bila (+) arah garis naik dan bila (-) maka arah garis turun
n = jumlah responden
Selanjutnya untuk mengetahui hubungan saling ketergantungan antara kedua
variabel harus diuji besar kecilnya, dengan menghitung Koefisien Korelasi. Bila
koefisien korelasi menunjukan angka 1 atau mendekati 1, berarti pengaruh
variabel indevenden (X) adalah besar, baik positif maupun negatif. Tetapi bila
koefisien korelasi menunjukan angka mendekati nol maka pengaruh tersebut kecil
sekali. Jika koefisien korelasi adalah nol maka tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Kemudian untuk mencari koefisien korelasi sederhana yang dipergunakan
untuk menghitung keeratan hubungan antara variabel pengaruh dan variabel
terpengaruh digunakan dengan rumus sebagai berikut :

n(XY ) ( X ) (Y )
n (X ) (X ) 2
2

n (Y 2 ) (Y ) 2

(Sugiyono, 2003, h. 213).

Dimana :
r

= Koefesien korelasi

Y = Pengaruh kompensasi
X = Kinerja Pegawai
n = Jumlah responden

20

Kemudian untuk mengetahui apakah pengaruh kompensasi terhadap kinerja


pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau, maka digunakan uji T
dengan rumus :
to = r n - 2

(Supranto, 1999, h. 214)

1r2
Dimana :
r = Nilai regresi
n = Jumlah sampel
Uji T dilakukan dengan kriteria pengujian hipotesis sebagai berikut :
Ho : = 0 Menunjukan bahwa variabel X (pengaruh kompensasi) tidak berpengaruh
terhadap variabel Y (kinerja pegawai) pada PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau
Ho:0 Menunjukan bahwa variabel X (pengaruh kompensasi) berpengaruh
terhadap variabel Y (kinerja pegawai) pada PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau

Besarnya koefesien regresi dikatakan signifikan jika thitung > ttabel, ini berarti
Ho ditolak Ha diterima sebaliknya thitung < ttabel, berarti Ho diterima dan Ha ditolak.

21

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian
4.1. Diskriptif Data Penelitian
Analisis Deskriptif yaitu untuk menginterprestasikan distribusi frekuensi
jawaban responden dengan tujuan mendeskripsikan Pengaruh Kompensasi Terhadap
Kinerja Pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau Yang berdasarkan data
yang diperoleh dari sampel penelitian yang terdiri dari 25 responden.
4.2. . Analisis Deskriptif Karakteristik Responden
Analisis deskriptif dimaksudkan untuk menjelaskan distribusi frekuensi
jawaban responden dengan tujuan untuk mendiskripsikan Pengaruh Kompensasi
Terhadap Kinerja Pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau dengan
jumlah responden penelitian sebanyak 25 orang pegawai, berdasarkan hasil
pendataan ada bagian ini dijelaskan beberapa hal berkaitan dengan data yang
diperoleh melalui kuisioner yang diberikan kepada responden. Dalam penelitin ini
jumlah sample yang diambil berjumlah 25 orang. Pengambilan sampel ini
didasarkan pada apa yang dinyatakan oleh Arikunto bahwa jika jumlah populasi
kurang dari 100, maka semua populasi tersebut dapat dijadikan sebagai sampel
(Arikunto,2005:95). Table berikut menjelaskan kondisi sampel yang diambil:

22

a. Karakteristik Responden Menurut Umur


TABEL 2
JUMLAH DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN MENURUT UMUR

NO

KELOMPOK UMUR

JUMLAH

PERSENTASE (%)

20 30 tahun

16

64

31 45 tahun

24

46 55 tahun

12

Jumlah

25

100

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

Dari hasil table diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden berumur 18 30
tahun sebanyak 16 orang ( 64% ), umur 31 45 tahun sebanyak 6 orang ( 24% ),
umur 46 55 tahun sebanyak 3 orang ( 12% ) hal ini menunjukan bahwa sebagian
besar responden berusia produktif.

b. Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan


TABEL 3
JUMLAH RESPONDEN MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN

NO

KELOMPOK UMUR

JUMLAH

PERSENTASE (%)

Sarjana ( S1 )

14

56

Diploma ( DIII )

32

SLTA

12

Jumlah

25

100

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

Dari table 3 diatas dapat dilihat bahwa responden yang berpendidikan sarjana
(S1) sebanyak 14 orang ( 56% ) yang berpendidikan diploma (DIII) sebanyak 8

23

oranng ( 32% ) dan yang bependidikan SLTA sebanyak 3 orang ( 12% ) hal ini
menunjukan bahwa sebagian besar responden berpendidikan cukup baik.
c. Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin
TABEL 4
JUMLAH RESPONDEN MENURUT JENIS KELAMIN

NO

KELOMPOK UMUR

JUMLAH

PERSENTASE (%)

Laki laki

13

52

Perempuan

12

48

SLTA

25

100

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

Untuk memperoleh data guna mengetahui Pengaruh Kompensasi Terhadap


Kinerja Pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau peneliti telah
mempersiapkan seperangkat kuisioner yang terdiri atas 15 pertanyaan yang dibagi
menjadi dua bagian yaitu 15 pertanyaan untuk memperoleh data tentang pengaruh
kompensasi terhadap kinerja pegawai Pada PT. Askes (Persero) Cabang
Lubuklinggau, 10 pertanyaan lainnya adalah pertanyaan untuk mengetahui kinerja
pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau.
Dalam menjawab kuisioner tentang pengaruh kompensasi terhadap kinerja
pegawai, responden disediakan lima opsi jawaban yang terdiri atas a = sangat
puas, b = puas, c = kurang puas, d = tidak puas dan e = sangat tidak puas. Untuk
pernyataan positif jika responden menjawab a diberi skor 5, jika menjawab b
diberi skor 4, jika menjawab c diberi skor 3, jika menjawab d diberi skor 2 dan e

24

diberi skor 1. Untuk pernyataan negatif diberi skor sebaliknya ( Arikunto,


2005:107 ).
Tanggapan responden terhadap angket yang diberikan yang berhubungan
dengan Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai PT. Askes (Persero)
Cabang Lubuklinggau, untuk setiap item pertanyaan yang dihitung dalam
persentase yang di dapat dari soft ware SPSS 12 hasilnya adalah sebagai berikut :

4.2. Analisis Uji Validitas dan Uji Realibilitas.


A. Uji Akurasi Data.
Dalam menguji validitas dan reliabilitas, peneliti menggunakan bantuan
program SPSS For Windows 12,0 dimana analisis hasil validitas dapat dilakukan
dengan membaca kolom korelasi per pertanyaan dengan jumlah total per pertanyaaan
dari korelasi pearson product moment dan analisis reliabilitas dengan membaca
kolom Cronbach's Alpha

1. Uji Reliabilitas dan validitas data independen

Jika nilai Cronbach's Alpha dan nilai korelasi per pertanyaan terhadap nilai
korelasi total pertanyaan yang dihasilkan lebih dari nilai r tabel pada product moment,
maka dapat di katakan tiap pertanyaan adalah reliabel dan valid,

dimana r tabel product moment didapatkan dari


: [ (N-2) : 0.05 ]
: [ (25-2) : 0,05 ] : [ 23 : 0.05 ] : 0.413

25

Dimana

N : Jumlah Responden
Sig : 0.05 ( 5% )

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
0.780

N of Items
15

CITC
Nilai
CITC

Nilai r
Product
Moment

Puaskah dengan kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)


cabang Lubuklinggau kepada para pegawai ?

0.994

0.413

Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)


cabang Lubuklinggau dapat meningkatkan karier ?

0.934

0.413

0.994

0.413

0.922

0.413

0.994

0.413

0.922

0.413

0.994

0.413

0.794

0.413

0.994

0.413

0.934

0.413

Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)


cabang Lubuklinggau kepada para pegawai berdampak pada peningkatan
prestasi kerja ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat memuaskan pegawai ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat bekerja dengan tepat
waktu ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat meningkatkan
kesejahteraan pegawai ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai semakin tinggi maka kinerja
pegawai semakin meningkat ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai berdampak positif terhadap
kinerja pegawai ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai mampu meningkatkan
performance kerja ?
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau kepada para pegawai mampu meningkatkan
performance kerja ?

26

Apakah puas, kompensasi yang tinggi akan meningkatkan kualitas


sumber daya manusia?

0.922

0.413

Apakah puas, jika selain gaji per bulan pegawai juga mendapat
kompensasi dalam bentuk lain, insentif atau tunjangan?

0.794

0.413

Apakah puas jika pemberian kompensasi diserahkan tepat waktu dan


secara continue?

0.909

0.413

Apakah puas jika pemberian kompensasi yang tinggi dapat mencapai


tujuan perusahaan?

0.934

0.413

Apakah puas jika kompensasi yang diberikan perusahaan kepada seluruh


pegawai sama besarnya?

0.922

0.413

Dari hasil uji reliabilitas dan validitas untuk variabel independen di atas, dari
data primer, dihasilkan nilai Cronbach's Alpha dan nilai korelasi per pertanyaan
terhadap korelasi totalnya lebih besar dari nilai r tabel, maka setiap pertanyaan untuk
variabel independen adalah reliabel dan valid

2. Uji Reliabilitas dan validitas data dependen

Jika nilai Cronbach's Alpha dan nilai korelasi per pertanyaan terhadap nilai
korelasi total pertanyaan yang dihasilkan lebih dari nilai r tabel pada product moment,
maka dapat di katakan tiap pertanyaan adalah reliabel dan valid,

dimana r tabel product moment didapatkan dari


: [ (N-2) : 0.05 ]
: [ (25-2) : 0,05 ] : [ 23 : 0.05 ] : 0.413
Dimana

N : Jumlah Responden
Sig : 0.05 ( 5% )

27

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha
0.779

N of Items
15

CITC
Nilai
CITC

Nilai r
Product
Moment

0.994

0.413

0.932

0.413

0.994

0.413

0.852

0.413

Setujukah Anda menguasai bidang tugas yang diberikan sesuai dengan job
descripsion ?

0.994

0.413

Setujukah Anda Pimpinan selalu mengevaluasi hasil pekerjaan yang telah


anda laksanakan ?

0.852

0.413

Setujukah anda dengan adanya tunjangan dan kesejahteraan dari perusahaan


dapat meningkatkan kinerja pegawai ?

0.994

0.413

Setujukah Anda dengan adanya kompensasi terhadap pegawai dapat


meningkatkan motivasi dalam bekerja lebih giat ?

0.789

0.413

Setujukah Anda dengan kondisi suasana lingkungan kerja, peralatan, serta


pertukaran udara yang baik dapat mempengaruhi kinerja pegawai ?

0.994

0.413

Setujukah Anda dengan meningkatnya kinerja, menunjukkan bahwa


kompensasi yang diberikan perusahaan sudah baik ?

0.932

0.413

Setujukah Anda jika pemimpin Anda mengajak para pegawai bersama-sama


merumuskan tujuan ?

0.852

0.413

Setujukah Anda kompensasi yang diberikan perusahaan berpengaruh pada


kinerja anda dalam melakasanakan tugas ?
Setujukah Anda dalam menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan pekerjaan
anda selalu menyelesaikan sendiri tanpa meminta bantuan kepada teman
kantor anda ?
Setujukah Anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan dan menyelesaikan
pekerjaan yang dibebankan kepada anda, sependapatkah anda dengan hal
tersebut ?
Setujukah Anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan dan menyelesaikan
pekerjaan yang dibebankan kepada anda, sependapatkah anda dengan hal
tersebut ?

28

Setujukah Anda jika pemimpin Anda selalu bersikap adil dan peduli terhadap
para bawahannya ?

0.789

Setujukah Anda jika pemimpin Anda dapat mempertahankan standar prestasi


kerja ?

0.907

Setujukah Anda jika pemimpin Anda sering mendorong untuk mematuhi


standar prosedur yang ada (misalnya dalam berpakaian seragam, tepat waktu
masuk kerja) ?
Setujukah Anda jika dengan diberikannya penghargaan dan pengakuan yang
tepat kepada pegawai atas kinerja yang dicapainya bisa merangsang gairah
dalam bekerja ?

0.413
0.413

0.932

0.413

0.852

0.413

Dari hasil uji reliabilitas dan validitas untuk variabel independen di atas, dari
data primer, dihasilkan nilai Cronbach's Alpha dan nilai korelasi per pertanyaan
terhadap korelasi totalnya lebih besar dari nilai r tabel, maka setiap pertanyaan untuk
variabel independen adalah reliabel dan valid

4.3. Analisis Deskriftif Variabel Independen dan Dependen


a. Analisis Deskriftif Variabel Independen (pengaruh kompensasi).
Tabel 5
Puaskah dengan kompensasi yang diberikan
oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau
kepada para pegawai ?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequenc
y
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab puas, 12 responden yang


menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan
PT. Askes kepada pegawai sudah baik, diman para pegawai cukup puas.

29

Tabel 6
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero)
cabang Lubuklinggau dapat meningkatkan karier ?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, 11 responden yang


menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh kompensasi yang
diberikan PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada pegawai berdampak
kepada peningkatan karir pegawai, dimana para pegawai cukup puas.
Tabel 7
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai berdampak pada peningkatan prestasi kerja ?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab puas, 12 responden yang


menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan
oleh PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai berdampak
pada piningkatan prestasi kerja, dimana para pegawai cukup puas.
Tabel 8
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai dapat memuaskan pegawai ?

Valid

Puas

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

30

Sangat
Puas
Total

11

44,0

44,0

25

100,0

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, dan 11 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat memuaskan
pegawai, dimana para pegawai cukup puas.
Tabel 9
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai dapat bekerja dengan tepat waktu ?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab puas, dan 12 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat bekerja denga
tepat waktu, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 10
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai ?

Valid

Puas

Frequency
14

Percent
56,0

Valid
Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

31

Sangat
Puas
Total

11

44,0

44,0

25

100,0

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, dan 11 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat meningkatkan
kesejahteraan pegawai, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 11
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai semakin tinggi maka kinerja pegawai semakin meningkat ?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab puas, dan 12 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai semakin tinggi maka
kinerja pegawai semakin meningkat, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 12
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai berdampak positif terhadap kinerja pegawai ?

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

32

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

16

64,0

64,0

64,0

36,0

36,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 16 responden menjawab puas, dan 9 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai berdampak positif
terhadap kinerja pegawai, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 13
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai mampu meningkatkan performance kerja ?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab puas, dan 12 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai mampu
meningkatkan performance kerja, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 14
Apakah puas kompensasi yang diberikan oleh PT. Askes (Persero) cabang Lubuklinggau kepada
para pegawai dapat meningkatkan disiplin kerja

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

33

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

14

56,0

56,0

56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, dan 11 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang diberikan oleh
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada para pegawai dapat meningkatkan
disiplin kerja, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 15
Apakah puas, kompensasi yang tinggi akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, dan 11 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan kompensasi yang tinggi akan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dimana para pegawai cukup puas.

Tabel 18
Apakah puas, jika selain gaji per bulan pegawai juga mendapat kompensasi dalam bentuk lain,
insentif atau tunjangan?

Valid

Puas

Frequency
16

Percent
64,0

Valid Percent
64,0

Cumulative
Percent
64,0

34

Sangat
Puas
Total

36,0

36,0

25

100,0

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 16 responden menjawab puas, dan 9 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan selain gaji per bulan pegawai juga
mendapat kompensasi dalam bentuk lain insentif atau tunjangan, dimana para
pegawai cukup puas.

Tabel 19
Apakah puas jika pemberian kompensasi diserahkan tepat waktu dan secara continue?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, dan 11 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan bahwa pegawai cukup puas jika
pemberian kompensasi diserahkan tepat waktu dan secara continue.

Tabel 20
Apakah puas jika pemberian kompensasi yang tinggi dapat mencapai tujuan perusahaan?

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

35

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

14

56,0

56,0

56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab puas, dan 11 responden yang
menjawab sangat puas, hal tersebut menunjukkan bahwa jika pemberian kompensasi
yang tinggi dapat mencapai tujuan dari perusahaan.
Tabel 21
Apakah puas jika kompensasi yang diberikan perusahaan kepada seluruh pegawai sama
besarnya?

Valid

Puas
Sangat
Puas
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Pegawai sangat puas jika kompensasi yang diberikan perusahaan kepada seluruh
pegawai sama besarnya hal tersebut dapat dilihat dari 14 responden yang menjawab
puas dan yang menjawab sangat puas adalah 11 responden.

b. Analisis Deskriftif Variabel Dependen (Kinerja Pegawai)

Tabel 22

36

Setujukah Anda kompensasi yang diberikan perusahaan berpengaruh pada kinerja anda dalam
melakasanakan tugas ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
12

Percent
48,0

Valid Percent
48,0

Cumulative
Percent
48,0

13

52,0

52,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 12 responden menjawab setuju, dan 11 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan
perusahaan berpengaruh pada kinerja dalam melaksanakan tugas.
Tabel 23
Setujukah Anda dalam menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan pekerjaan anda selalu
menyelesaikan sendiri tanpa meminta bantuan kepada teman kantor anda ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab setuju, dan 12 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika perkerjaan yang dibebankan harus diselesaikan sendiri tanpa bantuan
orang lain.
Tabel 24
Setujukah Anda selalu tepat waktu dalam mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan yang
dibebankan kepada anda, sependapatkah anda dengan hal tersebut ?

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

37

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

12

48,0

48,0

48,0

13

52,0

52,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 12 responden menjawab setuju, dan 13 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika dalam menyelesaikan pekerjaan yang dibebankan selalu tepat waktu di
dalam penyelesaian.

Tabel 25
Setujukah Anda jika Pimpinan selalu memberikan pujian / hasil prestasi kerja ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab setuju, dan 11 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika pimpinan selalu memberikan pujian atasu hasil prestasi kerja yang didapat.

Tabel 26
Setujukah Anda menguasai bidang tugas yang diberikan sesuai dengan job descripsion ?

Frequency

Percent

Valid Percent

Cumulative
Percent

38

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

12

48,0

48,0

48,0

13

52,0

52,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 12 responden menjawab setuju, dan 12 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju menguasai bidang tugas masing-masing seksi sesuai dengan job descripsion.
.

Tabel 27
Setujukah Anda Pimpinan selalu mengevaluasi hasil pekerjaan yang telah anda laksanakan ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab setuju, dan 11 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika pimpinan selalu mengevaluasi hsil pekerjaan yang telah dilaksanakan.

Tabel 28
Setujukah anda dengan adanya tunjangan dan kesejahteraan dari perusahaan dapat
meningkatkan kinerja pegawai ?

39

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
12

Percent
48,0

Valid Percent
48,0

Cumulative
Percent
48,0

13

52,0

52,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 12 responden menjawab setuju, dan 13 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju dengan adanya tunjangan dan kesejahteraan dari perusahaan sehingga dapat
meningkatkan kinerja pegawai.

Tabel 29
Setujukah Anda dengan adanya kompensasi terhadap pegawai dapat meningkatkan motivasi
dalam bekerja lebih giat ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
15

Percent
60,0

Valid Percent
60,0

Cumulative
Percent
60,0

10

40,0

40,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 15 responden menjawab setuju, dan 10 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya kompensasi
yang diberikan PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau terhadap pegawai dapat
meningkatkan motivasi dalam bekerja lebih giat.

Tabel 30
Setujukah Anda dengan kondisi suasana lingkungan kerja, peralatan, serta pertukaran udara
yang baik dapat mempengaruhi kinerja pegawai ?

40

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
12

Percent
48,0

Valid Percent
48,0

Cumulative
Percent
48,0

13

52,0

52,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 12 responden menjawab setuju, dan 13 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju dengan kondisi suasana lingkungan kerja, peralatan, serta pertukaran udara
yang baik dapat mempengaruhi kinerja pegawai

Tabel 31
Setujukah Anda dengan meningkatnya kinerja, menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan
perusahaan sudah baik ?

Valid

4,00
5,00

Frequency
13
12

Percent
52,0
48,0

Valid Percent
52,0
48,0

Total

25

100,0

100,0

Cumulative
Percent
52,0
100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab setuju, dan 12 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju dengan meningkatnya kinerja, menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan
perusahaan sudah baik.

Tabel 32
Setujukah Anda jika pemimpin Anda mengajak para
pegawai bersama-sama merumuskan tujuan ?

41

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab setuju, dan 11 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika pimpinan mengajak para pegawai bersama-sama merumuskan tujuan apa
yang akan dicapai oleh perusahaan & langkah-langkah apa yang akan diambil serta
strategi yang akan diterapkan guna mencapai tujuan dari perusahaan itu sendiri.

Tabel 33
Setujukah Anda jika pemimpin Anda selalu
bersikap adil dan peduli terhadap para bawahannya ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
15

Percent
60,0

Valid Percent
60,0

Cumulative
Percent
60,0

10

40,0

40,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 15 responden menjawab setuju, dan 10 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika pimpinan selalu bersikap adil dan peduli terhadap bawahannya.

Tabel 34
Setujukah Anda jika pemimpin Anda dapat mempertahankan standar prestasi kerja ?

42

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab setuju, dan 12 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika pimpinan dapat mempertahankan standar prestasi kerja dari perusahaan.

Tabel 35
Setujukah Anda jika pemimpin Anda sering mendorong untuk mematuhi standar prosedur yang
ada (misalnya dalam berpakaian seragam, tepat waktu masuk kerja) ?

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
13

Percent
52,0

Valid Percent
52,0

Cumulative
Percent
52,0

12

48,0

48,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 13 responden menjawab setuju, dan 12 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika pimpinan sering mendorong untuk mematuhi standar prosedur yang ada.

Tabel 36
Setujukah Anda jika dengan diberikannya penghargaan dan pengakuan yang tepat kepada
pegawai atas kinerja yang dicapainya bisa merangsang gairah dalam bekerja ?

43

Valid

Setuju
Sangat
Setuju
Total

Frequency
14

Percent
56,0

Valid Percent
56,0

Cumulative
Percent
56,0

11

44,0

44,0

100,0

25

100,0

100,0

Sumber : Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan hasil data di atas 14 responden menjawab setuju, dan 11 responden yang
menjawab sangat setuju, hal tersebut menunjukkan bahwa semua pegawai sangat
setuju jika dengan diberikannya penghargaan dan pengakuan yang tepat kepada
pegawai atas kinerja yang dicapainya bias merangsang gairah dalam bekerja.

4.5.

Analisis Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada PT.


Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau
a. Analisis Regresi Berganda dengan mengguakan Method Enter

Tabel 25
Variables Entered/Removed(b)

Model
1

Variables
Entered

Variables
Removed

Variabel
Dependen
(Kinerja
Pegawai)(a)

Method
.

Enter

a All requested variables entered.


b Dependent Variable: Variabel Independen (Pengaruh Kompensasi)

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

44

Dari tabel tersebut, menunjukkan bahwa variabel x (pengaruh kompensasi)


dimasukkan kedalam pengujian regresi sederhana dengan mengunakan
method enter
Tabel 26
Koefisien dan determinasi

Adjusted R
Std. Error of
R
R Square
Square
the Estimate
,292(a)
,085
,045
6,931
a Predictors: (Constant), Variabel Dependen (Kinerja Pegawai)
Model
1

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

Berdasarkan pengolahan hasil data diketahui nilai dari koefisien korelasi


sebesar 0.292 menandakan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat dan
searah antara kompensasi dengan kinerja pegawai, dengan koefisien
determinasi sebesar 0.085 berarti bahwa 08.5% kinerja pegawai sangat
dipengaruhi oleh kompensasi, semakin besar kompensasi yang diberikan
semakin meningkat kinerja pegawai. sedangkan sisa nya 91.5% (100% 08.5%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain.
Tabel 27
Coefficients(a)

Model

Unstandardized
Coefficients

Standardized
Coefficients

B
Std. Error
Beta
(Constant)
46,759
13,664
Variabel
Dependen
,296
,203
,292
(Kinerja
Pegawai)
a Dependent Variable: Variabel Independen (Pengaruh Kompensasi)
1

Sig.

3,422

,002

1,463

,157

Sumber:Hasil Penelitian, 2009

45

Dari hasil data di atas di dapatkan persamaan regresi sederhana sebagai


berikut :
Y = a + bX
Y = 46.759 + 0.296
Hal tersebut berarti :

Nilai konstanta sebesar 46.759 menyatakan bahwa jika kompensasi


yang diberikan PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau kepada
karyawan semakin meningkat, maka kinerja pegawai akan semakin
baik serta meningkat adalah sebesar 46.759. atau dapat dikatakan
bahwa kinerja pegawai sangat berpengaruh terhadap kompensasi
yang diberikan, sebaliknya jika kompensasi yang diberikan
perusahaan kepada pegawai masih kurang maka kinerja pegawai
akan turun.

Koefisien regresi x sebesar 0.296 menyatakan bahwa setiap


adanya peningkatan pemberian kompensasi kepada pegwai PT.
Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau, sebesar 1 satuan maka hal
tersebut akan meningkatkan kinerja pegawai PT. Askes (Persero)
Cabang Lubuklinggau sebesar 0.296.

46

b. Uji T
Peneliti mengajukan hipotesis :
H1 : Kompensasi berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai PT.
Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau
H0 : Kompensasi tidak berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau
Apabila nilai t hitung yang dikeluarkan > t tabel, maka :
H1 : Di terima H0 : Di Tolak
Dikarenakan t hitung 1.463 dan lebih besar dari t tabel
( 1.463 > 1.282)
Maka di dapatkan H1 : Di terima dan H0 : Di Tolak, yang berarti
kompensasi yang diberikan berpengaruh positif terhadap kinerja
pegawai PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau.

47

KESIMPULAN DAN SARAN

A.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan, maka
dapat disimpulkan bahwa :
1. Ada pengaruh signifikan antara kompensasi terhadap kinerja pegawai pada
PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau
2. Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengaruh kompensasi terhadap
kinerja pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau adalah
0..85 sedangkan sisanya sebesar 0.915 dipengaruhi faktor lain

B.

Saran - saran
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh terhadap
kinerja pegawai pada PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau, oleh karena
itu mengingat pentingnya pengaruh yang ditimbulkan terhadap kinerja pegawai
diharapkan PT. Askes (Persero) Cabang Lubuklinggau perlu meningkatkan
pemberian kompensasi bagi pegawai agar para pegawai lebih dapat
meningkatkan kinerja lebih baik

48

DAFTAR PUSTAKA

Drs. A. Sihotang, M.B.A, Manajemen Sumber Daya Manusia, PT. Pradnya


Paramita, Bandung, 2007
Jumroh & Suwarno, Pedoman Penulisan Skripsi Jurusan Manajemen,
STIE MURA, Lubuklinggau, 2008
Keputusan Direksi PT. Askes (Persero), Peraturan Kepegawaian PT. Askes
(Persero), Jakarta, 2005
Malayu S.P Hasibuan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara,
Jakarta, 2001
Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, Penerbit Alfabeta, Bandung, 2007
Supranto. J, Statistik Teori dan Aplikasi, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1999
Tua Efendi Hariandja, Drs., M.Si, Manajemen Sumber Daya Manusia,
PT. Grasindo, Jakarta, 2002

49