Anda di halaman 1dari 22

Refraktori (Bata Tahan Api)

Ditulis pada 19 April 2010 oleh Riki Gana


Pendahuluan
Material refraktori sangat diperlukan untuk banyak industri proses. Material ini melapisi
furnace, tundish, ladle dan sebagainya. Material ini juga digunakan sebagai Nozzle,
Spout, dan Sliding Gate. Biaya untuk pembelian dan instalasi refraktori adalah faktor
yang menentukan dalam biaya proses secara keseluruhan. Kegagalan (failure) material
refraktori ketika digunakan dalam suatu proses dapat berarti suatu bencana. Material
refraktori diharapkan dapat tahan terhadap temperatur tinggi, tahan terhadap korosi
slag cair, logam cair dan gas-gas agresif, siklus termal (thermal cycling), tahan
terhadap benturan dan abrasi dengan hanya sedikit perawatan. Banyak orang bekerja
di Industri yang menggunakan refraktori tetapi hanya sedikit yang mengerti tentang
material ini, sehingga pemborosan biaya tidak dapat dihindari.
Refraktori didefinisikan sebagai material konstruksi yang mampu mempertahankan
bentuk dan kekuatannya pada temperatur sangat tinggi dibawah beberapa kondisi
seperti tegangan mekanik (mechanical stress) dan serangan kimia (chemical attack)
dari gas-gas panas, cairan atau leburan dan semi leburan dari gelas, logam atau slag
[Hancock, 1988 ].
Dengan kata lain refraktori adalah material yang dapat mempertahankan sifat-sifatnya
yang berguna dalam kondisi yang sangat berat karena temperatur tinggi dan kontak
dengan bahan-bahan yang korosif. Refraktori dibuat dari berbagai jenis material
terutama keramik yang mana termasuk bahan-bahan seperti alumina, lempung (clay),
magnesia, chromit, silicon karbida dan lain-lain. Refraktori digunakan untuk
mengkonstruksi atau melapisi struktur yang berhubungan dengan temperatur tinggi,
dari perapian sampai blast furnace.
Untuk dapat melayani aplikasi yang diminta, refraktori memerlukan sifat-sifat tertentu.
Sifat-sifat ini diantaranya titik lebur yang tinggi, kekuatan yang bagus pada temperatur
tinggi, tahan terhadap degradasi, mudah dipasang, dan biaya masuk akal.
Material Bahan Baku (Raw Material) Bagian I.
1. Lempung (Clays)
Lempung dari berbagai kelompok material terbentuk dari proses pelapukan batuan
metamorphosis atau batuan beku. Material ini umumnya sangat halus dengan ukuran
partikel kurang dari 2 mikron. Material yang menarik bagi pembuat (manufaktur)
refraktori adalah yang mempunyai kandungan alumino-silikat yang tinggi.
Kelompok refraktori ini biasanya mempunyai ketahanan yang bagus terhadap slag
asam (acid slag). Secara umum property dari kelompok ini yaitu sebagai berikut:
o
o

Bagus sebagai material insulator.


Beberapa jenis mempunyai perilaku ekspansi yang kompleks, tetapi

kebanyakan hanya mempunyai ekspansi panas yang kecil.


Kekuatan yang sedang pada temperatur tinggi, mengandung fasa gelas yang

bertitik lebur rendah.


Ketahanan yang bagus terhadap slag asam (acid slag).

o
o

Ketahanan yang bagus terhadap kejut panas (thermal shock)


Tidak mahal dan mudah tersedia.

Lempung adalah campuran dari beberapa mineral lempung, yang biasanya juga
mengandung jumlah yang bervariasi dari mineral bukan lempung.
Lempung Cina (China Clay) atau Kaolin adalah jenis lempung yang mempunyai
kandungan mineral utama berupa kaolinite. Mineral yang lain seperti kwarsa, feldspar
dan mika.
Lempung Bola (Ball clays) terdiri dari mineral utama kaolinite dan illite, dan sering juga
mengandung sejulah tertentu bahan-bahan organic. Ukuran butiran dari ball clays
biasanya lebih kecil dari pada China clay, selain itu juga mempunyai tingkat plastilitas
yang tinggi serta kekuatan yang bagus bila kering. Jumlah illite yang besar di dalam
material cenderung menurunkan titik lebur dari ball clays.
Fire clay (lempung api) adalah ball clay dengan kandungan kaolinite yang tinggi dan
kandungan illite yang rendah. Sebagai akibatnya, fire clay mempunyai titik lebur yang
tinggi untuk jenis lempung, oleh karena itu digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori.
Flint clays (lempung batu api) adalah lempung dengan kandungan silica yang tinggi,
juga digunakan untuk aplikasi sebagai refraktori.
Bata lempung (Brick clay) mempunyai rentang komposisi yang lebar, tetapi biasanya
komposisi utamanya kaolinite atau illite. Selain itu juga mengandung mineral besi yang
menghasilkan warna merah ketika dibakar.
2. Alumina
Alumina untuk refraktori berasal dari deposit alami dan buatan. Sumber-sumber alami
terdiri dari Bauksite dan Diaspore. Sedangkan yang buatan terdiri dari Calcined
Alumina, Sintered Alumina, dan Fused Alumina.
Bauksit adalah bijih yang mengandung Boehmite (Al2O3.H2O) atau Gibbsite
(Al2O3.3H2O) dalam proporsi yang bervariasi. Bauksit juga mengandung oksida besi,
alumino-silikat dan titania. Bauksit yang kaya akan oksida besi dan pengotor lain dapat
digunkan untuk membuat Calcined Alumina melalui proses Bayer atau untuk membuat
logam alumunium. Bauksit yang langsung digunakan unuk membuat refraktori harus
memiliki kandungan pengotor yang rendah. Segera setelah ditambang kemudian
bauksit dikalsinasi di rotary kiln untuk penyetabilan. Komponen utama adalah
corundum (alumina ) dengan sedikit Mullit dan sejumlah kecil fasa glas.

Gambar 1. Calcined Alumina


Diaspore adalah monohidrat alumina, membentuk corundum langsung selama
pemanasan, sehingga hanya membutuhkan kalsinasi sebelum digunakan sebagai
bahan baku refraktori.
Calcined alumina dibuat dengan proses Bayer, beberapa grade tersedia dengan
property yang sesuai dengan aplikasinya.
Sintered Alumina dibuat dengan peletisasi (peletizing) calcined alumina, lalu
disinterisasi pada temperature sangat tinggi (> 1800 C) di Rotary Kiln. Sintered pellet
kemudian di remuk (crushing) yang akan menghasilkan alumina kualitas sangat tinggi
dengan butiran kasar. Kadang-kadang juga disebut tabular alumina karena bentuk
kristalnya yang besar menyerupai tablet. Kandungan mineral utama adalah alumina
dengan hanya sejumlah kecil sangat kecil (trace) alumina (Na2O.11Al2O3).
Fused Alumina dibuat dengan cara melebur calcined bauxite atau calcined alumina di
electric Arc furnace (EAF). Material yang telah lebur tersebut lalu dicetak menjadi ingot
dan kemudian diremuk. Terdapat beberapa jenis fused Alumina, yaitu:
o
Brown Fused Alumina yang terbuat dari bauksit, selama peleburan pengotor-

pengotor dipisahkan sehingga akan diperoleh kandungan alumina sebesar 9497%, pengotor yang tersisa akan memberikan warna coklat.
White Fused Alumina yang terbuat dari calcined Alumina dan mengandung
alumina sebesar > 99%, material ini bersifat sangat refraktori (> 1900 C),
densitasnya tinggi dan tangguh, bila warnanya pink maka mengandung oksida
Khrom sekitar 2%.

Gambar 2. White fused Alumina


Fused alumina mempunyai kristalisasi yang hamper sempurna sehingga membuatnya
sangat stabil, oleh karena itu mempunyai kekuatan yang sangat bagus pada

temperature tinggi dan ketahanan yang prima terhadap abrasi dan korosi.
Properti umum yang dimiliki refraktori alumina adlah sebagai berikut:
o
o
o
o
o

Kekuatan yang tinggi pada temperatur tinggi.


Sangat keras.
Bersifat Amphoter, ketahanan korosi yang bagus terhadap berbagai variasi
slag.
Konduktivitas panasnya lebih tinggi daripada kelompok alumino-silikat.
Kurang tahan terhadap kejut panas.

3. Silika
Silika membentuk sekitar 60% dari lapisan kerak bumi, sehingga bahan baku untuk
refraktori silica mudah tersedia. Sumber alaminya adalah kwarsa dan tanah diatomae.
Pasir silica adalah bahan baku utama. Pasir dpat berasal dari pantai, lempung pasir,
atau dibuat dengan meremuk batu pasir. Sedangkan tanah diatomae atau diatomit
mengandung rangka-rangka silica dari alga bersel tunggal yang disebut diatom.
Rangka-rangka tersebut tersusun dari silica hidrat dan silica amorf. Setelah dikalsinasi
material bersifat sangat porous dan ringan sehingga bagus digunakan sebagi material
insulator.

Gambar 3. Pasir Silika


Fused silica dibuat dengan melebur pasir murni, hampir sama dengan cara membuat
fused alumina, dengan sedikit perbedaan yaitu disertai quenching terhadap material.
Produknya bersifat amorf dan mempunyai ekspansi panas yang sangat rendah,
sehingga volumenya sangat stabil. Akan tetapi material hanya dapat digunakan untuk
periode yang panjang pada temperature sampai 1200 C, ketika itu material gelas akan
melunak dan membentuk kristobalit pada 1270 C.
Silika mempunyai banyak polimorf sehingga perubahan fasa akan terjadi bila
memanaskan silica, selain itu juga disertai dengan perubahan volume yang cukup
berarti. Hal ini akan menyebabkan masalah jika memanaskan material yang
mengandung kwarsa.
Penggunaan refraktori silica penggunaannya terus menurun, hal ini disebabkan oleh
perubahan-perubahan yang terjadi pada teknologi steelmaking dimana membutuhkan

refraktori yang mampu mengatasi temperature yang lebih tinggi. Selain itu juga
masalah kesehatan yang berkaitan dengan handling silica (silikosis) juga turut
menyumbang pada penurunan popularitasnya.
Properti umum dari refraktori silica adalah sebagai berikut:
Masih dapat menanggung beban sampai mendekati titik leburnya.
Hanya sedikit menyusut sampai 1600 C.
o
o
o
o
o

Tahan terhadap korosi leburan Fe dan slag asam


Insulator yang baik.
Sensitif terhadap kejut panas pada 600 C.
Bila terkena uap air dalam waktu yang lama dapat menyebabkan hancur
(crumbling).
Debu SiO2 dapat menyebabkan maslah kesehatan (Silikosis).

By: Riki gana (Engineer Refractory PT.Sigma Mitra Sejati- Cilegon)

Cara Membuat Bata Ringan Rumahan


Jan 1st, 2014 by admin 0

Seiring dengan semakin tingginya pertumbuhan di sektor property, kebutuhan


akan material bangunan juga semakin meningkat. Kebutuhan yang wajib
dicermati dan diantisipasi mengingat material tersebut sangat bergantung
pada pasokan yang berasal dai alam semisal pasir.
Salah satu solusi mengatasinya yaitu dengan membuat bahan bangunan yang
berasal dari material yang mudah didapat. Bata ringan merupakan jawaban
dari mulai adanya kelangkaan pasir di beberapa daerah. Selain itu juga
mengantisipasi harga pasir yang semakin mahal.
Bata ringan ini dirancang sedemikian rupa sehingga menggunakan material
berupa fly ash (abu sisa pembakaran batubara atau tebu yang banyak
mengandung silika). Kemudian bisa juga dengan pasir dicampur semen dalam
wadah mixing kemudian campuran tersebut disemprot busa kimia pasta
Aluminium sebagai pengembang. Setelah campuran merata dicetak sesuai
ukuran yang diperlukan.

Fly ash/abu dari batubara yang dibakar jumlahnya ratusan ton per hari di
pabrik semen tetapi tidak ada yang sisa karena utk campuran semen kecuali
fly ash dari pembangkit listrik dan pengecoran biji besi. Seperti diterangkan
sebelumnya bahwa bahan baku material seperti pasir sudah mulai langka.
Indikasi kelangkaan pasir mulai nampak di Sungai Brantas dan Bengawan
Solo, potensinya sudah mulai menyusut karena dibendung di hulunya
pasokannya sangat terbatas dan harganya menjadi 2 kali lipat.

Setelah menjalani proses pencetakan, selanjutnya pengeringan. Pengeringan


dilakukan hanya dengan diangin-anginkan selama 10 jam untuk bisa
dikeluarkan dari cetakan / molding bata dan disimpan ke tempat pengerasan
(curring area). Bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete) ini dapat
digunakan dalam konstruksi setelah berumur 20 hari. Selain itu, bata ringan
ini juga bisa terapung di air.
Teknologi ini tidak hanya terbatas pada pembuatan batu bata, tapi juga bisa
digunakan untuk insulator panas pada atap, dinding precast, dinding cor
langsung, elevasi lantai, lantai bangunan dan masih banyak kegunaan lainnya.

Analisa Bisnis Produksi Bata Ringan CLC


Estimasi Baya Produksi dan Laba untuk 1 m3 bata :
(Asumsi pasir standar/kurang
6 Sak Semen (300 kg)
Rp. 360.000,- bagus)
500 kg Pasir
Rp. 70.000,- (+-1/3 m3)
0.8 kg Foam Agent
Rp. 20.000,Listrik
Rp. 10.000,Ongkos Pekerja
Rp. 50.000,- (borongan)
Ongkos Kirim
Rp. 40.000,Depresiasi + Perawatan DLL Rp. 50.000,

Total biaya produksi


Rp. 600.000,- per m3

Harga jual
Rp. 700.000,- per m3
Keuntungan kotor
Rp. 100.000,- per m3
Estimasi laba kotor untuk produksi/bulan (25 hari kerja)
Kapasitas 5 m3/hari Rp. 12.500.000,Kapasitas 10 m3/hari Rp. 25.000.000,Kapasitas 20 m3/hari Rp. 50.000.000,Perhitungan per Mei 2013
Catatan :
Penggunaan semen 5 6 sak tergantung dari kualitas pasir yang
digunakan. Harga material yang digunakan merupakan perhitungan

berdasarkan harga-harga di Jakarta (Mei 2013). Untuk di daerah tentunya


biaya produksi akan lebih rendah karena faktor harga pasir, tenaga kerja,
serta lahan akan lebih murah.
Hitungan diatas bisa berbeda, tergantung harga material, pekerja dan lahan di
masing-masing daerah. Setelah 20 hari bata siap untuk di jual.

BAGAIMANA CARA MEMBUAT


BATA SEMEN DENGAN MUDAH
DAN MURAH?
Posted on May 9, 2011 by admin

================================================

BAGAIMANA CARA MEMBUAT BATA SEMEN DENGAN


MUDAH DAN MURAH
Dengan semakin berkembangnya pembangunan maka diperlukan sarana dan prasarana
yang semakin banyak. Kebutuhan akan rumah tinggal fasilitas-fasilitas umum yang harus
terpenuhi dan pelaksanaan kegiatan pembangunan sarana dan prasarana, harus
memperhatikan kesesuaian dari spesifikasi teknis (persyaratan teknis) agar bangunan
yang dibuat lebih aman dan kuat sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan lebih lama.
Salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian dari keseluruhan proses
pelaksanaan pembangunan ini adalah hasil yang dicapai/Bangunan yang terwujud harus
berkualitas baik, bermanfaa/berfungsi sesuai umur rencana bangunan (minimal 3 tahun).
Kebutuhan batu bata untuk bahan bangunan yang semakin meningkat dapat
menyebabkan berkurangnya lahan pertanian.Jika hal ini dibiarakan terus menerus tanpa
mencari alternatif lain untuk menggantikan batu bata akhirnya akan menimbulkan
kerusakan tanah dan lahan pertanian sehingga produksi pangan akan menurun. Kini ada
alternatif baru kita bisa beralih ke batako atau bata semen dengan pemanfaatan
pasir,abu organic atau abu anorganik,kapur,limbah betonan,limbah plstik dicampur
dengan semen PCC,air dan additive SPECTACULER BETONtanpa harus
menggunakan tanah yang dapat merugikan banyak pihak.
Resep cara membuat bata semen
- 300 gram abu organic atau abu anorganik

- 400 gram pasir

- 150 gram kapur

- 100 gram semen PCC

- 60 cc air
- 25 cc additive SPECTACULER BETON
Fungsi dari additive SPECTACULER BETON
1. Menghemat penggunaan semen 40-60%
2. Mempercepat pengeringan beton
3. Menanbah kekuatan ikatan antara matrial sehingga pasir,semen,abu,kapur dan
material pengisi lainnya menyatu dengan baik
4. Menghemat pemakain semen untuk adukan (menyambung bata cukup dengan semen
tipis yang sudah dicampur air) dan acian (acian cukup dengan semen cair dikuaskan
diatas permukaan bata semen)
5. Menghemat biaya tenaga kerja
6. Dapat memanfaatkan limbah sebagai bahan pengisi
7. Dapat menggunakan cetakan yang sederhana misalkan dari kayu karena adonan yang

digunakan setengah kering.


Dapat juga ditambahkan dengan limbah pecahan plastik atau bekas pecahan betonan
sampai 20%
Perhitungan biaya proses produksi untuk ukuran 20 x 10 x 4 cm3
- 0,3 kg abu x Rp. 300/kg = Rp. 90,00
- 0,4 kg pasir x Rp. 300/kg = Rp. 120,00
- 0,2 kg kapur x Rp. 300/kg = Rp. 45.00
- 0,1 kg semen PCC x Rp. 1.100/kg = Rp. 110,00
- 60 cc air
- 5 mil (5 tutup botol aqua) additive SPECTACULER BETON x Rp. 15.000/liter = Rp.
75,00
- Total
= Rp. 440,00
ESTIMASI BIAYA USAHA UNTUK MEMBUAT BATA SEMEN DENGAN SATU ORANG
PEKERJA DENGAN TARGET PRODUKSI 100 BUAH BATA SEMEN PERHARI DENGAN
UKURAN 40 x 20 x 10 cm
A. Alat
1.Cetakan bata cetak ukuran 40x20x10..10 bh @ Rp. 300.000 = Rp. 3.000.000
2. Alat-alat untuk memcanpur adukan :
Cangkul = Rp. 50.000
Sendok Semen 2 buah @ Rp.15.000 = Rp. 30.000
Roskam = Rp. 25.000
Ember bekas cat 25 kg 2 buah @ Rp. 25.000 = Rp. 50.000
1 buah timbangan kapasitas 100 kg = Rp. 100.000
B.Bahan
Semen 2 zak @ Rp. 53.000 = Rp. 106.000
1 m3 pasir kurang lebih 800 kg Rp. 00 sampai Rp. 150.000
Abu 1 m3 kurang lebih 200 kg Rp. 00 sampai Rp. 50.000
Additive SPECTACULER BETON CAIR 4 liter untuk dicairkan 200 liter air @ Rp.
15000= Rp. 60.000
C. Tenaga Kerja
Per orang Rp. 35.000 per hari untuk target 100 bata semen per hari
Tenaga kerja system borongan 125,00 per bata
D. Estimasi
Jenis Bahan
Komposisi
Harga Rp
Semen
800 gr
848
Kapur
0 gr
0
Abu
3000 gr
180
Pasir
8700 gr
522
Total
12500 gr
1550
E. Total biaya :

harga bahan

harga tenaga kerja

harga Additive SPECTACULER BETON

TOTAL

Rp. 1.550,Rp. 125,Rp. 300,- +


Rp. 1.875,-

Cara Kerja
- Siapkan cetakan bata untuk ukuran disesuai dengan keinginan

- Oleskan sekeliling cetakan dengan oli bekas supaya hasilnya tidak lengket
- Campurkan pasir,semen, kapur dan limbah pecahan plastik atau bekas pecahan
betonan sampai 20% kemudian diaduk sampai merata lalu tambahkan air dan diaduk
sampai tercampur
- Masukkan additive SPECTACULER BETON dan aduk hingga merata
- Masukan adonan tersebut kedalam cetakan, biarkan selama 1 kali 24 jam
Gambar Proses Pembuatan Bata Semen

==============================================
Bahkan Additive SPECTACULLER BETON bisa dicampurkan dengan media tanah
berpasir dengan perbandingan 1:9 (1 bagian semen : 9 bagian tanah)

Usaha Batu Bata


sumber:http://www.sentrakukm.com
PROSPEK USAHA
Rumah atau tempat tinggal pada umumnya menggunakan Batu bata sebagai bahan dasar
bangunannya. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk dinding pada bangunan perumahan,
bangunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. Batu bata umumnya dipakai sebagai penyangga
atau pemikul beban yang ada diatasnya. Pesatnya pembangunan di sektor perumahan dan property
menjadikan kebutuhan terhadap batu bata semakin meningkat, hal ini merupakan membuka
peluang usaha dalam pengadaan materia bangunan untuk mendukung pembangunan sektor
tersebut
Hal lain yang menjadikan komoditas ini sebagai peluang usaha adalah karena proses
pembuatannya yang relatif mudah dengan biaya investasi yang murah dan bahan baku yang cukup.
Peralatan yang diperlukan pun gampang hanya terdiri dari Cangkul, Pencetak Batu Bata, Mesin
Penggiling batu bata, Mesin Pembakar atau Tungku Pembakaran dan Kayu Bakar atau batu bara
atau sekam padi. Sementara bahan baku hanya terdiri dari Tanah Liat, Air dan Abu sisa
pembakaran.

Proses pembuatan batu batu terhitung sederhana tanah liat yang sudah diramu dicetak dalak dalam
mesin pencetak, selanjut di jemur lalu dibakar selesai sudah.
Beberapa peneliti mencoba mengembangkan beberapa alternatif pengganti bahan baku dan proses
pembakaran untuk menghindari berkurangnya bahan baku tanah liat dan mencegah polusi akibat
pembakaran. dan hasilnya mereka berhasil menemukan alternatif pengganti bahan baku tanah
yaitu kotoran sapi. Sementara peneliti lainnya menemukan suatu ramuan yang dapat mengeringkan
bata tanpa perlu dilakukan pembakaran
Seorang pengusaha batu bata bisa membukukan keuntungan sekitar 6 juta sampai 8 juta per bulan.
Jika saat ini harga jual batu bata Rp. 320 per buah dan kapasitas produksi 75 ribu buah per bulan
maka hasil penjualan per bulan adalah Rp. 24 juta dikurangi dengan biaya operasional antara 16
juta sampai 18 juta per bulan
Sumber gambar : http://wb5.itrademarket.com
PROFIL PENGUSAHA
SutrisnoPengusaha Batu Bata Dari Moarojambi
Tidak Pernah Rugi, Omset 6,5 Juta per Bulan
Mengawali hidup sebagai buruh pembuat bata bata tidak membuat sutrisno kecil hati. Berkat
ketekunannya, dia kini memiliki usaha batu bata sendiri dan mampu mempekerjakan 10 orang
karyawan. Bagaimana perjalanannya?
Desa Tunas Baru, Kecamatan Sekernan merupakan salah satu desa dari sejumlah desa penghasil

genteng dan batu bata di Muarojambi. Salah seorang pengrajin batu bata yang cukup sukses di
desa ini bernama Sutrisno. Dia tinggal di RT 01 Kecamatan Sekernan.
Mencari Sutrisno ternyata cukup mudah karena rata-rata perajin batu bata di desa tersebut
merupakan saudara kandung Sutrisno. Empat pengusaha batu bata di desa itu tercatat sebagai
kakak kandungnya.
Ketika ditemui pagi kemarin, Sutrisno sedang asyik melihat kinerja 10 karyawannya. Dia terlihat
sedang memberikan komando terhadap anak buahnya. Melihat kedatangan Koran ini dia dengan
ramah menyapa. Mau beli genteng ya mas, tegurnya sambil mendekat.
Setelah berbasa-basi, akhirnya Sutrisno mengerti maksud kedatangan koran ini. Mengawali cerita,
dia mengatakan awal usahanya berdiri ketika dia menjadi buruh pembuat batu bata pada tahun
1986. selama 8 tahun menjadi buruh, dia kemudian mencoba untuk membuat usaha sendiri. Pada
tahun 1994, dia membuka usaha pencetakan batu bata di desa kedemangan, kecamatan sekernan.
Waktu itu saya masih nyewa tanah orang, sekarang tidak lagi, kata pria kelahiran Pati Jawa
Tengah ini.
Masa awal usahanya berdiri, dia hanya dibantu oleh keluarga. Berkat keuletan, akhirnya berhasil
mengumpulkan uang dan membeli tanah yang cukup luas di desa tunas baru. Saat ini usahanya
boleh dikatakan cukup berkembang.
Sebab, usaha miliknya telah dilengkapi mesin pencetak genteng dan batu bata. selain itu di juga
telah mampu mempekerjakan 10 orang karyawan. Yang lebih hebatnya lagi, omset perbulan dari
usahanya minamal 6,5 juta. Angka 6,5 juta ini minimal. Biasanya di atas itulah, katanya.
Dia menerangkan, dalam satu hari, usaha miliknya bisa mencetak 1.200 keping genteng. untuk
batu bata sebanyak 2 ribu biji dalam satu hari. Harga genteng saat ini katanya cukup baik, genteng
garuda Rp 550/keping, mandili Rp 700/keping sementara batu bata Rp 400/biji.
Usaha batu bata, kata Sutrisno, tidak akan membawa kerugian. Sejak usahanya berdiri tahun 1994,
sampai sekarang, dia mengaku tidak pernah rugi. Modalnya hanya tanah liat dan keterampilan
kita saja. Mana ada ruginya, terangnya.
Dalam memasok usahanya, pria berumur 44 tahun ini mengaku membeli tanah liat dari pihak lain.
Untuk satu truk tanah liat dia mengaku membeli dengan harga Rp.400 ribu. 1 truk itu katanya bisa
menghasilkan 11 ribu keeping genteng. Sedangkan beli tanah liat saja masih untung, apalagi kita
punya sendiri, pasti untungnya lebih besar lagi, terangnya.
Untuk memajukan usaha, Sutrisno mengaku dengan menggunakan modal sendiri. Diakuinya,
pihak pemerintah Muarojambi beberapa kali menawarkan bantuan, namun ayah dari tiga anak ini
menolak bantuan tersebut. Modal saya sudah cukup, makanya saya tidak menerima, katanya.
Berkat usahanya ini, dua anak Sutrisno telah mencicipi pendidikan di Pulau Jawa. Untuk mendapat
pendidikan yang lebih baik.(*)
Ditulis oleh Franciscus, Muarojambi
sumber : http://www.jambi-independent.co.id
TIPS KEBERHASILAN USAHA
Mengganti bahan baku tnah liat dengan kotoran sapi
Pembuatan batu bata sangat tergantung kepada bahan baku tanah liat yang harus digali, lamakelamaan bahan baku ini akan habis atau terkena larangan penggalian karena merusak lingkungan,
untuk itu perlu dicari pengganti bahan baku tanah liat dengan bahan lain. Sekelompok mahasiswa
dari Prasetiya Mulya Business School di Indonesia berhasil menemukan bahan baku pengganti
tanah liat yaitu berupa kotoran sapi yang disebut EcoFaeBrick. Keunggulan dari batu bata ini
selain kualitas, mudah dibuat dan berbiaya rendah karena dibuat dari kotoran sapi. Batu bata ini
tidak hanya 20% lebih ringan, tetapi juga memiliki kekuatan tekan 20% lebih kuat daripada batu
bata tanah liat. Dan tentu saja produksi batu bata ini tidak mengakibatkan teknik pertambangan
yang merusak alam.
Batu bata yang dibuat menggunakan 75% kotoran sapi dan disempurnakan dalam proses
pemanasan biogas yang mengurangi emisi CO2 secara signifikan atas pembakaran kayu pada
pembuatan batu bata tradisional. Pemanasan dengan cara biogas diklaim dapat mengurangi 1.692
ton CO2 pertahun.
sumber: http://ilulcreative.wordpress.com

MEMBUAT BATU BATA TANPA PROSES PEMBAKARAN


Proses pembuatan batu bata yaitu melalui proses pembakaran yang berpotensi menimbulkan
pencemaran udara, disamping itu biaya bahan bakar berupa kayu bakar relatif mahal sehingga
biaya produksi pun menjadi mahal. 3 orang Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta (UMY) berhasil menemukan cara pembuatan batu bata tanpa proses pembakaran yaitu
dengan cara tanah liat (lempung) yang dijadikan bahan baku bata dicampur dengan limbah industri
dan limbah pertanian.
limbah industri dan pertanian memiliki unsur pozzolanik atau sifat yang memiliki daya ikat seperti
semen. Reaksi pozzolanik pada limbah-limbah tersebut dapat menyatukan mineral-mineral pada
limbah dan lempung sebagai bahan dasar batu bata. Unsur pozzolonik bisa memperkuat daya rekat
dan tekan pada batu bata.
Cara meramunya lempung dan limbah industri dicampur dengan air, kemudian dicetak. Unsur air
akan mengantarkan pollozonikid menjadi plastis atau perekat bata dan tidak mudah pecah.
membuat bata mudah dicetak, dikeringkan tanpa susut, tanpa retak-retak maupun melengkung,
ujar mereka di Yogyakarta. Pencetakan batu bata tanpa proses pembakaran akan menekan polusi
udara sekaligus biaya. Pengrajin tidak memerlukan lagi bahan bakar untuk mengeringkan batu
bata.
sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/
FAKTOR KRITIS PADA KEBERHASILAN USAHA
Faktor-Faktor Kritis Yang Harus Diperhatikan Dalam Usaha Batu
1. Teknologi
para pengusaha atau disebut juga pengrajin batu bata belum mampu memanfaatkan teknologi
modern dalam pembuatan batu bata, mereka cenderung lebih memilih cara konvensional (umum)
dalam pembutan batu bata
2. Musim atau Cuaca
Cuaca merupakan salah satu kendala yang paling berat dalam usaha batu bata. secara umum proses
pembuatan batu bata sangat tergantung kepada matahari untuk proses pengeringan, sehingga
produksi cenderung menurun ketika musim hujan bahkan beberapa pengusaha batu bata memilih
tidak berproduksi.
Namun di musim kemarau pun ketika sinar matahari bersinar sepanjang hari masih memungkinkan
menjadi kendala dimana pada musim ini dibeberapa tempat mungkin akan mengalami kekeringan
atau kekurangan air, padahal air ini merupakan salah satu bahan baku dalam pembuatan batu bata.
3. Kualitas
Banyak produk yang hasilnya tidak rata, sebagian melengkup dan kepadatan kurang sehingga
mudah hancur
4. perusakan lingkungan
Usaha batu bata berpotensi merusak lingkungan karena untuk memperoleh bahan baku tanah liat
harus melakukan penggalian antara 2 - 5 meter ke dalam permukaan tanah. Bekas penggalian
biasanya dibiarkan begitu saja.
5. pencemaran udara
Usaha batu bata juga berpotensi mencemarkan udara karena proses pembuatan batu batu adalah
melalui proses pembakaran dalam jumlah besar sehingga menimbulkan asap yang cukup tebal.
Sumber gambar : http://bp0.blogger.com;http://wb5.itrademarket.com;
http://ilulcreative.files.wordpress.com/
TEKNIS MELAKUKAN USAHA
Semua bahan bahan seperti tanah liat, abu sisa pembakaran di campur kemudian di aduk
menggunakan cangkul, dengan perbandingan 1 : 4 bagian tanah, kemudian di lumatkan dengan air
hingga menjadi adukan. Padatkan adukan di dalam mesin penggiling.

Bahan yang sudah jadi di cetak dengan menggunakan mesin cetak atau cetakan yang sudah
tersedia dengan ukuran 6 cm x 10 cm x 20 cm
Batu bata yang sudah dicetak dan masih basah di susun memanjang dan melebar sesuai kapasitas
tempat.
Setelah disusun batu bata tersebut di jemur untuk di keringkan, proses pengeringan waktunya 1
hari bila keadaan cuaca panas, tapi jika keadaan cuaca hujan atau mendung bisa memakan waktu 5
hari atau lebih. Tujuan di keringkan supaya daya ikatan bahan tanah kuat dan tidak mudah patah.
Setelah batu bata tadi benar-benar kering maka batu bata kering tersebut dibakar selama dua hari
dua malam di sebuah ruangan, yang disebut Lio (Open batu bata) yang ruang pembakarannya bisa
menampung 100.000 bata. Bahan bakarnya berupa kayu bakar atau menggunakan batu bara.
Proses pembakaran biasanya dilakukan sebulan sekali, menunggu terkumpulnya batu bata kering.
Biasanya memerlukan 3 tenaga pekerja untuk mengawasi proses pembakaran.
Setelah dibakar kemudian di dinginkan, barulah batu bata siap dijual, biasanya banyak orderan
dari pihak toko bangunan dan pembeli perorangan, dengan harga 1 bata nya Rp.320 Rp. 400
belum termasuk ongkos kirim.
Sumber: http://curhat-doaku.blogspot.com/
Sumber gambar : http://www.cybermq.com; http://wb5.itrademarket.com;http://kfk.kompas.com
ASPEK LEGALITAS
Legalitas untuk Usaha relatif mudah, sebab untuk tahap awal tidak membutuhkan aspek legal yang
lengkap. Sebagai bentuk hubungan dalam masyarakat, maka sebaiknya diperoleh ijin kepada
tetangga terdekat, RT/RW atau Kepala Dusun.
Namun Apabila usaha sudah berkembang maka aspek legal (ijin-ijin usaha) harus sudah mulai
dilengkapi. perijinan tersebut diantaranya adalah:
Ijin Usaha Pertambangan Rakyat (IUPR)
Ijin Pencemaran Lingkungan
Surat Ijin Tempat Usaha (SITU),
Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP),
Tanda Daftar Perusahaan (TDP),
Nomor PokokWajib Pajak (NPWP),
Akte Pendirian Perusahaan melalui Notaris dan lainnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan

ANALISA USAHA

ASUMSI
a. Modal Kerja
Produksi per bulan
75,000 buah
Pendapatan per bulan
Rp. 24,000,000
Tenaga Kerja
- Tenaga Produksi
3 Orang
- Tenaga Pemasaran
1 Orang
- Tenaga administrasi
1 Orang
Bunga Deposito per tahun
7%
Tingkat Pajak per tahun
12%
Kenaikan Penjualan per tahun
10%
Kenaikan biaya usaha per tahun
5%
Biaya Pokok Produksi
1. Biaya Bahan Baku
2. Biaya Bahan Penolong
3. Upah Tenaga Kerja Langsung
4. Biaya Tidak Langsung:
a. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
b. Biaya Listrik dan Air- Produksi
c. Biaya Sewa - Produksi (tempat, alat, kendaraan dll)
d. Biaya Lain-lain - Produksi
Total Biaya Pokok Produksi
Biaya Operasional
1. Biaya Pemasaran
a. Biaya Iklan
b. Biaya Gaji sales
c. Biaya Perlengkapan - Pemasaran
d. Biaya Sewa - Pemasaran (tempat/outlet, kendaraan)
e. Biaya Lain-lain - Pemasaran
2. Biaya Umum dan Administrasi
a. Biaya Gaji - Administrasi
b. Biaya Perlengkapan Kantor (ATK)
c. Biaya Listrik dan Air - Kantor
d. Biaya Telepon - Kantor
e. Biaya Umum Produksi (pelumas, bbm, spare part dll)
f. Biaya Lain-lain - Kantor (retribusi dll)
Total Biaya Operasional
Total Modal Kerja

72.000.0
40.800.0
36.000.0

9.000.0
2.400.0
1.200.0
161.400.0

1.200.0
9.600.0

9.600.0
2.400.0
2.400.0
7.200.0
12.000.0
1.200.0

45.600.0

207.000.0

Lama Modal Kerja Tertanam (Dalam Bulan)


Kebutuhan Modal Kerja Per Periode

34.500.0

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest