Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ciri-ciri manusia adalah selalu ingin mengetahui rahasia alam,
memecahkannya dan kemudian mencari teknologi untuk memanfaatkannya,
dengan tujuan memperbaiki kehidupan manusia. Semuanya dikembangkan
dengan menggunakan akal, atau rasio, yang merupakan salah satu keunggulan
manusia dibanding makhluk hidup lainnya. Sampai sekarangpun ciri watak
manusia itu masih terus berlangsung. Satu demi satu ditemukan teknologi baru
untuk

memperbaiki

kehidupan

manusia

agar

lebih

nyaman,

lebih

menyenangkan,dan lebih memuaskan. Akselerasi perkembangan ilmu dan


teknologi dewasa ini, memiliki multi implikasi yang sangat luas. Salah satu
implikasinya ialah perlunya dirumuskan pandangan iman Kristen tentang hal
tersebut. Demikian ini dimaksudkan agar orang mendapatkan pedoman agamis
dalam memberikan respon terhadap implikasi ilmu dan teknologi itu. Contoh
hasil akselerasi perkembangan tersebut ialah ditemukannya teknologi bedah
plastik, transfusi darah dan transplantasi organ, yang mana terdapat banyak
perbedaan pendapat mengenai hukumnya. Hal ini disebabkan karena ketiganya
merupakan persoalan kontemporer yang hukumnya sendiri. Karena itu, dalam

makalah ini akan dibahas mengenai ketiga masalah tersebut ditinjau dari segi
medis dan agama Kristen.
B. Rumusan masalah
1. Menganalisis pengertian bedah plastik ?
2. Menganalisis pandangan agama Kristen terhadap bedah plastik ?
3. Menganalisis pandangan agama Budha terhadap bedah plastik ?
4. Menganalisis pandangan agama Islam terhadap bedah plastik ?
5. Menganalisis pandangan agama Hindu terhadap bedah plastik ?
6. Menganalisis pandangan agama Katolik terhadap bedah plastik ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini, untuk menambah wawasan para
mahasiswa POLTEKKES KEMENKES PALU khususnya, agar tidak hanya
mengetahui ketiga masalah tersebut dari segi medis, melainkan juga dari segi
ilmu agama Kristen dan agama lainnya.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Bedah Plastik
Bedah plastik berarti untuk membentuk. Bedah plastik merupakan bagian
dari ilmu kedokteran bedah. Tujuan dari bedah plastik dilaksanakan untuk tujuan
perbaikan kecacatan fisik dan fungsi organ tubuh, dan untuk tujuan

penyempurnaan bentuk anggota tubuh yang secara fisik normal dan sehat
menjadi lebih indah. Dikenal 2 klasifikasi besar dari ilmu bedah plastik, yaitu
ilmu bedah plastik rekonstruksi (yang memanfaatkan pengetahuan dan
keterampilan bedah untuk memperbaiki kecacatan fisik dan fungsi anggota
tubuh) dan ilmu bedah plastik estetik (yang memanfaatkan pengetahuan dan
keterampilan bedah untuk menyempurnakan bentuk anggota tubuh.
Seringkali bedah plastik salah dikaitkan dengan bedah kulit, padahal
ruang lingkup bedah plastik jauh lebih luas daripada sekedar pembedahan kulit
belaka. Sangat berbeda dengan pengelompokan disiplin ilmu bedah lain yang
spesifik mengacu kepada organ-organ yang dilakukan intervensi pembedahan,
maka seluruh sistem organ manusia dari ujung rambut kepala sampai ujung jari
kaki dapat dicakup pada disiplin ilmu bedah plastic, sejauh terpenuhi salah satu
dari

kedua

tujuan

yang

di

jelaskan

di

awal.

Salah satu contoh jelas kasus kecacatan fisik yang layak mendapat bantuan
penanganan bedah plastik, antara lain : kasus-kasus korban luka bakar dan luka
trauma panas, anak-anak bibir sumbing, kelainan bentuk dan jumlah jari-jemari
dan lain sebagainya.
Sudah naluriah bahwa kebanyakan wanita ingin tampil cantik. Dari
berbagai alasan yang dikemukakan, kebanyakan dari wanita mengutarakan
bahwa dengan tampil cantik mereka merasa memiliki kepercayaan diri yang
lebih tinggi saat bergaul dan bersosialisasi. Seringkali seseorang merasa kurang
puas dengan bentuk tubuh atau penampilan fisiknya, dan rasa ketidakpuasan ini
menjadi masalah yang membuatnya mencari pertolongan dokter. Ada beragam
3

cara untuk menyempurnakan bentuk tubuh atau penampilan fisik seseorang,


ragam cara inilah yang lazim disebut sebagai tindakan atau prosedur estetik.
Prosedur estetik sendiri secara garis besar terbagi 2 : prosedur bedah estetik
(dengan pembedahan) serta prosedur medis estetik (tanpa pembedahan).
Prosedur medis estetik misalnya pengelupasan kulit dengan obat
(peeling), penghalusan kulit dengan pengikisan (dermabrasion), atau injeksi
pencerahan kulit. Sementara prosedur bedah estetik adalah tindakan pembedahan
untuk mengubah bentuk dan kontur anatomi organ tubuh tertentu agar tampak
lebih indah. Bagian tubuh yang tersering dilakukan operasi adalah wajah,
payudara dan perut.
B. Pandangan Agama Kristen Terhadap Bedah Plastik
Secara teologis, Firman Tuhan berkata tegas bahwa tubuh ini bukan milik
kita sendiri, sebab nyatanya telah dibeli dengan lunas melalui pengorbanan
Kristus. Artinya, siapapun tidak berhak untuk memperlakukan tubuh ini
seenaknya. Bukankah orang Kristen dipanggil untuk memuliakan Allah melalui
tubuhnya? Memuliakan Allah yang dimaksud adalah menjaga, memelihara dan
menerima apa adanya seperti yang diberikan oleh Tuhan. Memang dalam
kenyataannya, sebagian orang kurang mampu menerima diri sendiri sehingga dia
menciptakan dirinya menurut konsep yang dipikirkannya. Dirinya bukan lagi
seperti yang ada dalam pikiran Allah, melainkan sesuai dengan pikiran

terbaiknya. Bijaksana jika kita mencermati apa yang dikatakan Rasul Paulus
kepada jemaat di Korintus. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah
bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari
Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan
harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (I
Korintus 6:19-20).
Bukan pula dengan cara-cara murahan yang membawa kehancuran.
Bukankah kita memiliki Allah Roh Kudus yang selalu siap membantu kita agar
tetap menarik dan awet muda karena sukacita yang dari dalam? Kepada jemaat di
Roma, Paulus mengatakan: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan
manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang
sempurna. (Roma 12:2).
Menurut beberapa teolog menyatakan bahwa Yesus mengkaburkan
pembedaan antara budaya Taurat (2:27-3:6), adat istiadat (folk culture, 7:1-23)
dengan budaya populer yang didiskriminasi oleh elit masyarakatnya. Orang kusta
yang dimarjinalkan, perempuan pendarahan karena haid sebagai cerita ditengah
cerita (5:21-43). Markus menunjukkan kontras antara orang-orang dalam
gereja yakni keluarga dan kerabat Yairus dengan seorang perempuan yang
tersisih dari pusat keimanannya (bait Tuhan) akibat budaya Taurat yang tidak

manusiawi pada praktiknya (imamat 15:25). Jadi kembali kepada pribadi masingmasing untuk melakukan atau tidak suatu operasi plastik.
C. Pandangan Agama Budha terhadap Bedah Plastik
Bedah plastik menurut Buddhisme, hal ini tidak melanggar sila sepanjang
memiliki tujuan yang positif atau bukan untuk penipuan. Contohnya: penjahat
kabur kemudian mengubah wajahnya dengan tujuan orang tidak mengenal lagi
sehingga ia lolos dari kejahatannya. Dalam agama Buddha, wanita yang
mengubah kelamin menjadi pria tidak diperkenankan untuk menjadi bhikkhu.
Selain itu pandangan agama Buddha setuju apabila bedah plastik untuk
pengobatan, misalnya: bibir sumbing, luka bakar, atau penyakit kulit yang akibat
dari kecelakaan maupun bawaan sejak lahir melainkan bukan agar kelihatan awet
muda terus.
Buddhisme tidak melarang bedah plastik, tetapi apabila kita melakukan
bedah untuk tujuan mempercantik diri berarti itu kurang sesuai dengan ajaran
Buddha, karena hal tersebut telah muncul Lobha (keserakahan/ melekat pada
objek). Jika bedah plastik itu berjalan dengan lancar dan hasilnya bagus, kita
akan semakin melekat padanya. Tetapi apabila bedah plastik itu tidak berjalan
dengan lancar atau hasilnya menjadi buruk dari yang sebelumnya, maka akan
menimbulkan Dosa (kebencian/menolak objek). Apabila hal tersebut sudah
terjadi maka akan timbul Moha (kebodohan batin) yang selalu mengikutinya.

D. Pandangan Agama Islam terhadap Bedah Plastik


Kalau bedah plastic yang bersifat bedah rehabilitasi. Maka itu dianjurkan
dalam islam. Sebab itu mutlak dibutuhkan . misalnya bibir sumbing atau kasus
lisa yang cukup menyedot perhatian khalayak. Wajahnya tak lagi berbentuk
selayak orang yang normal. Bayangkan kalau lisa tidak dioperasi, hal itu akan
menjadi beban fisik dan psikologis tersendiri baginya.
Sedangkan jika kasusnya merubah-rubah ciptaan allah. Hal itu jelas
melampaui batas kewajaran. Allah telah mengingatkan agar jangan sampai
melebihi batas.
E. Pandangan Agama Hindu terhadap Bedah Plastik
Di dalam ajaran agama Hindu melarang secara keras para pemeluknya
untuk melakukan perubahan secara fisik. Di dalam kitabnya telah disebutkan
bahwa hukum merubah bentuk tubuh sudah sangat jelas, karena para pemeluk
agama Hindu percaya bahwa tubuh atau badan merupakan sesuatu yang dipinjam
dan harus dikembalikan seperti keadaan awalnya tanpa ada rubahan maupun
cacat. Sama seperti ketika kita berhutang atau meminjam barang dari teman atau
orang lain. Kita harus bertanggung jawab memelihara dan menjaga barang
tersebut agar tetap utuh dalam keadaan yang sama seperti saat pertama kali lepas
dari tangan si peminjam sebelum kita akan mengembalikan ke pemiliknya.

Dari pengertian itu, Umat Hindu juga tidak disarankan untuk memvermaak tubuhnya, dengan di sunat, operasi plastik, di tatto, atau
menyumbangkan organ-organ tubuh lainnya seperti ginjal, dan lain-lain.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa operasi plastik tidak diperbolehkan.
F. Pandangan Agama Katolik terhadap Bedah Plastik
Bedah plastik dapat dikatakan dibenarkan, jika dapat menjadi langkah
penyembuhan, entah secara fisik, contoh untuk bedah rekonstruktif untuk
memperbaiki fungsi bagian tubuh akibat cacat bawaan atau kecelakaan, atau
secara psikologis. Tentu asalkan prosedurnya tidak menimbulkan resiko
kerusakan yang sama atau bahkan yang lebih besar, dan kalau prosedurnya secara
mendasar dapat diterima secara moral.
Nampaknya, bedah plastik dapat diizinkan walaupun tanpa efek
penyembuhan- asalkan hal itu tidak merusak tubuh/ tidak berpotensi besar
merusak tubuh dan asalkan prosedurnya secara mendasar dapat diterima secara
moral, mungkin contohnya seperti mengoperasi tahi lalat, atau operasi kecil
lainnya yang sifatnya kosmetik dan relatif tidak berbahaya. Namun sejujurnya,
tentang hal ini, prudence/ kebijaksanaan diperlukan, untuk menentukan apakah
operasi tersebut layak dilakukan. Mengingat biaya bedah plastik juga umumnya
tidak murah, maka diperlukan kebijaksanaan untuk menimbang apakah biaya itu
lebih baik digunakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat; atau diberikan

kepada mereka yang lebih membutuhkan. Selain itu, ada nilai-nilai lain yang juga
patut dipertimbangkan, yaitu jangan sampai melalui operasi tersebut, orang yang
bersangkutan mendewakan kecantikan tubuh.
Namun bedah plastik tidak dapat diizinkan jika itu merusak kebaikan
lebih besar daripada apa yang dapat dicapai, dan apabila tujuan dan prosedurnya
secara mendasar tidak dapat diterima secara moral, seperti transgender/ ganti
jenis kelamin.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bedah plastik jika untuk kepentingan medis dan rekontruki itu
diperbolehkan dan dipandang baik oleh agama Kristen. Begitu juga dengan
transfusi darah dan transpalasi organ diperbolehkan asal sesuai dengan

kepentingan medis. Tetapi, dilakukan dengan prosedur yang baik dan sesuai
dengan keperluannya.
B. Saran
Jika ingin melakukan bedah plastik, transfusi darah, dan transpalasi organ
sebaiknya harus memperhatikan keadaaan fisik orang tersebut, norma-norma
agama yang dianutnya dan apa tujuan serta manfaatnya untuk melakukan hal
tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
- Bahan Ajar Mata Agama Kristen ProtestanBedah Plastik
- Transplantasi Rejection. Available from file / 6
- Transplantasi Rejection Wikipedia, The from encyclopedi

10