Anda di halaman 1dari 7

PENGANTAR PENDIDIKAN

PENDIDIKAN DALAM PENGERTIAN LUAS, SEMPIT DAN LUAS TERBATAS


DISUSUN OLEH :
1) M Dwi Marta Sadewo (2012 133 069)
2) Robyansah Azgha (2012 133 057)
3) Riki Muhammad (2012 133 066)
4) Deska Dwi Juliani (2012 133 048)
5) Rina Yunita (2012 133 063)
KELAS : 1B
PRODY : Pend. Geografi
MATA KULIAH : Pengantar Pendidikan
DOSEN PEMBIMBING : Dian Eka Amrina, M.Pd
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG
2012
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah swt,karna atas berkat rahmat dan
khidayahnyalah saya dapat menyelesaikan tugas makalah kami yang berjudul
PENDIDIKAN DALAM PENGERTIAN LUAS, SEMPIT DAN LUAS TERBATAS tak
lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Dian Eka Amrina, M.Pd. selaku dosen
pembimbing mata kuliah Pengantar Pendidikan.
Pendidikan Merupakan tolak ukur keberhasilan suatu negara, pengenalan akan pengertian
pendidikan itu sendiri sangatlah dibutuhkan sebagai pengetahuan awal guna mewujudkan
pendidikan yang lebih maju di masa depan, maka dari itu Pengertian Pendidikan kami angkat
sebagai tema makalah kami.
Maka dari itu kami mengangkat permasalahan ini sebagai bahasan dalam makalah kami ,agar
kita mahasiswa khususnya dapat mengerti dengan mengetahui serta memahami bagaimana
pengertian pendidikan baik dalam arti luas, sempit maupun terbatas. kami berharap semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua amin.
Namun seperti kata pepatah tak ada gading yang tak retak begitu pula dengan makalah
ini,karma kesempurnaan hanya milik Allah dan kekhilafan adalah milik manusia. Maka dari
itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membanggun dari sauda-saudara demi
kebaikan bersama
Palembang, september 2012 Penulis
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah


Peningkatan mutu pendidikan dirasakan sebagai suatu kebutuhan bangsa yang ingin maju.
Dengan keyakinan bahwa pendidikan yang bermutu dapat menunjang pembangunan di segala
bidang. Oleh sebab itu perlu adanya pemahaman tentang pengertian pendidikan itu secara
mendalam. Apabila kita telah memehami pengertian pendidikan itu kami yakin kita bisa
memajukan pendidikan secara nasional.
I.2 Rumusan Masalah
1. Pendidikan Dalam Pangertian Luas
2. Pendidikan Dalam Pengertian Sempit
3. Pendidikan Dalam Pengertian Luas Terbatas
I.3 Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian pendidikan secara luas
2. Mengetahui pengertian pendidikan secara sempit
3. Mengetahui pengertian pendidikan secara luas terbatas
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Pendidikan Dalam Pengertian Luas
Dalam pengertian luas, hidup adalah pendidikan, dan pendidikan adalah hidup (life is
education, and education is life). Maksudnya bahwa pendidikan adalah segala pengalaman
hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan
berpengaruh positif bagi pertumbuhan atau perkembangan individu.
Dalam pengertian luas, pendidikan memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Pendidikan berlangsung kapan pun, artinya berlangsung sepanjang hayat (life long
education). Karna itu pendidikan berlangsung dalam konteks hubungan individu yang bersifat
multi dimensi,baik dalam hubungan individu dengan tuhanya, sesama manusia, alam, bahkan
dengan dirinya sendiri.
- Dalam hubungan yang bersifat multi dimensi itu, pendidikan berlangsung melalui berbagai
bentuk kegiatan, tindakan dan kejadian, baik yang pada awalnya di sengaja untuk pendidikan
maupun yang tidak di sengaja untuk pendidikan.
- Pendidikan berlangsung bagi siapapun. Setiap individu-anak-anak atau pun orang dewasa,
siswa/mahasiswa atau pun bukan siswa/mahasiswa , dididik atau mendidik diri.
- Pendidikan berlangsung di manapun. Pendidikan tidak terbatas pada schooling saja, tetapi
Pendidikan juga berlangsung di dalam keluarga, sekolah, masyarakat dan di dalam

lingkungan alam dimana individu itu berada.


- Pendidikan berlangsung dalam beranekaragam bentuk, pola, dan lembaga. Dan Pendidikan
dapat terjadi dimanapun dan kapan pun dalam hidup serta pendidikan lebih berorientasi pada
peserta didik.
- Tujuan pendidikan sama dengan tujuan hidup individu, tidak di tentukan orang lain.
Pendukung paham pendidikan dalam pengertian luas:
a. Kaum Humanis Romantic seperti ( John Holt, William Glaser, Jonathan Kozol ) dan Kaum
Pragmatic seperti ( John Dewey, Wiliam Heard, Kilpatrick) cenderung mendefinisikan
pendidikan dalam pengertian luas dan mengecam praktek pendidikan di sekolah yang di
selengarakan pada zamannya. Karna di sekolah berlangsung dehumanisasi ( proses
pengikisan martabat manusia), sekolah terasing dari kehidupan nyata, pola hubungan guru
dengan murid otoriter, sehingga kurang berlangsung perkembangan individu secara optimal.
b. Ivan Illich, dia mempunyai gagasan yang terang terangan mengutuk pendidikan yang
dilembagakan dalam bentuk sekolah. Dalam kecaman itu ivan yakin bahwa sekolah sekolah
dengan sendirinya menjadi tidak memendai dan hanya mendorong kepada mengasingkan
siswa dari hidup. dan Ivan Illich pun berpendapat bahwa suatu sistem
Pendidikan yang baik harus mempunyai tiga tujuan yaitu:
1. Memberi kesempatan kepada semua orang untuk bebas dan mudah memperoleh sumber
belajar pada setiap saat.
2. Memungkinkan semua orang yang ingin memberikan pengetahuan mereka kepada orang
lain.
3. Menjamin tersedianya masukan umum yang berkenan dengan pendidikan.
II.2 Pendidikan Dalam Pengertian Sempit
Dalam pengertian sempit pendidikan adalah pengajaran yang di selengarakan di sekolah
sebagai lembagah pendidikan formal dan memberikan pengaruh kepada siswa agar
mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan
dan tugas-tugas sosial mereka.
Dalam pengertian sempit pendidikan memilikin karakteristik sebagai berikut:
- Tujuan pendidikan dalam arti sempit di tentukan oleh pihak luar individu peserta didik.
Sebagai mana kita maklumi, tujuan pendidikan suatu sekolah atau tujuan pendidikan suatu
kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak dirumuskan dan di tetap kan oleh para siswanya.
- Lamanya waktu pendidikan bagi setiap individu dalam masyarakat cukup berpariasi,
mungkin kurang atau sama dengan enam tahun, sembilan tahun bahkan lebih dari itu. namun
demikian terdapat terminal pendidikan yang di tetapkan dalam satuan waktu.
- Pendidikan berlangsung dalam lingkungan pendidikan yang di ciptakan khusus untuk
menyelengarakan pendidikan dan secara tekhnis pendidikan di lakukan di kelas.
- Bentuk kegiatan pendidikan lebih berorientasi pada kegiatan guru sehinggah guru
mempunyai peranan yang sentral dalam menentukan jadwal, dan waktu pendidikan.
Pendukung paham pendidikan dalam pengertian sempit:
a. Kaum Behavioris seperti ( B.watson, B.F Skinner, Iester Frank Ward ) cenderung

mendefinisikan pendidikan dalam arti sempit. Mereka mempunyai pandangan optimis


terhadap peranan sekolah dalam menyelengarakan pendidikan.
Dan menurut Kaum Behavioris ada tiga prinsip utama mendasari sekolah dalam
menyelengarkan proses rekayasa ( pengubahan tingkah laku ) yaitu:
1. Pembentukan pola tingkah laku seseorang sangat kuat di pengaruhi oleh lingkungan .
2. Pendidikan di sekolah merupakan rekayasa perubahan pola tingkah laku yang terprogram
secara cermat.
3. Masa depan sekolah sebagai lembaga perekayasaan pola tingkah laku yang terprogram
adalah cerah. karena mempunyai peranan yang besar dalam mencapai kemajuan dan Kaum
Behavioris pun menyatakan pengaruh pengaruh lingkungan membentuk kita seperti apa yang
dapat kita capai sekarang ini. Sehingga pada akhirnya kita mencapai keadaan yang lebih baik,
apa bila kita memahami hal tersebut.
II.3 Pendidikan Dalam Pengertian Luas Terbatas
Dalam pengertian luas terbatas pendidikan adalah usaha sadar yang di lakukan oleh keluarga,
masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bibingan, pengajaran dan latihan yang
berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta
didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa
yang akan datang.
Dalam pengertian luas terbatas pendidikan memiliki karakteristik khusus sebagai berikut:
- Pendidikan berlangsung seumur hidup, yang kegiatanya tidak berlangsung sembarangan
tapi pada saat tertentu.
- Lingkungan pendidikanya bisa berlangsung di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
- Pendidikan dapat berbentuk pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan
nonformal. Kegiatan pendidikan dapat berbentuk bibingan, pengajaran dan latihan.
- Tujuan pendidikan merupakan perpadua tujuan-tujuan pendidikan yang bersipat
pengembangan kemampuan-kemampuan pribadi yang optimal dengan tujuan-tujuan social
yang bersipat manusia seutuhnya yang dapat memainkan peranya sebagai warga dalam
berbagai lingkungan persekutuan hidup dan kelompok sosial.
Pendukung paham pendidikan dalam pengertian luas terbatas:
a. Kaum Humanis Realistic (Edgar Faure, Filipe Herrera ) dan Kaum Realism Kritis (Stella
Van Petten Henderson ) cenderung menjawab pertanyaan apakah pendidikan dalam bentuk
definisi luas terbatas, mereka cenderung mengambil jalan tengah dari definisi pendidikan
yang luas dan yang sempit, jadi Kaum Humanis Realistic dan Kaum Realism Kritis
merumuskan makna pendidikan sebagai usaha memaksimalkan peran pengajaran di sekolah
dan pendidikan di luar sekolah.
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan

Dalam pengertian luas, hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah hidup yang
maksudnya pendidikan adalah segala pengalaman hidup (belajar) dalam berbagai lingkungan
yang berlansung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi pertumbuhan dan
perkembangan individu.pendidikan.pendidikan berbentuk dalam segala macam pengalaman
belajar dalam hidup. Pendidikan berlangsung dalam beranekaragam bentuk, pola dan
lembaga.dan dapat terjadi di manapun dan kapan pun dalam hidup
Adapun pendidikan dalam pengertian sempit adalah pengajaran yang di selenggarakan di
sekolah sebagi lembaga pendidikan formal dan segala pengaruh yang di upayakan sekolah
terhadap anak didik yg di serahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna
dan kesadaran penuh terhadap hubungan hubungan dan tugas tugas sosial mereka.
Sedangkan pengertian pendidikan secara luas terbatas adalah usaha sadar yang di lakukan
oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan
latihan yg berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan
peserta didik agar dapat memeainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat
di masa yang akan datang.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
.
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

..
I.2 Rumusan Masalah
.
I.3 Tujuan Penulisan

BAB II
PEMBAHASAN
..
II.1 Pendidikan Dalam Pengertia
Luas.
1. Pengertian

.
2. Karakteristik

..
3. Pendukung Paham Secara Luas
.
II.2 Pendidikan Dalam Pengertian
Sempit..
1. Pengertian

..
2. Karakteristik

3. Pendukung Paham Secara Sempit

II.3 Pendidikan Dalam Pengertian Luas


Terbatas..
1. Pengertian

2. Karakteristik

3. Pendukung Paham Secara Luas


Terbatas..
BAB III
PENUTUP
.
III.1
Kesimpulan
.
DAFTAR
PUSTAKA
.
DAFTAR PUSTAKA
Mudyaharjo, Redja. (2001). Pengantar Pendidikan (Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-Dasar
Pendidikan Pada Umumnya Dan Pendidikan Di Indonesia). Rajawali Pers. Jakarta.
Tirtaraharja, Umar Dan La Sul. (2005). Pengantar Pendidikan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.
www.google.com.
www.wikipedia.com.