Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam lingkungan hidup terdapat manusia dan sumberdaya lingkungan yang
merupakan satu kesatuan. Manusia merupakan komponen lingkungan alam yang
bersama-sama dengan komponen alam lainnya, hidup bersama dan mengelola lingkungan
dunia. Manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam
mengelola lingkungan sangat besar. Sumberdaya lingkungan sebagai kebutuhan jasmani
dan rohani memiliki keterbatasan sehingga dalam pemanfaatannya perlu dioptimalkan
guna kemaslahatan manusia, namun dibalik semua ketersediaan dan keterbatasan yang
dimilikinya perlu dikelola secara tepat sehingga sumberdaya alam yang tersedia dapat
berkesinambungan sehingga dapat pula dinikmati generasi masa datang.
Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang
diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Akibat
perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, kebudayaan manusia pun berubah
dimulai dari budaya hidup berpindah-pindah, kemudian hidup menetap dan mulai
mengembangkan buah pikirannya yang terus berkembang sampai sekarang ini. Hasilnya
berupa teknologi yang dapat membuat manusia lupa akan tugasnya dalam mengelola
bumi. Sifat dan perilakunya semakin berubah dari zaman ke zaman. Sekarang ini manusia
mulai bersifat boros, konsumtif dan cenderung merusak lingkungannya.
Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh berbagai faktor, antara lain oleh pencemaran.
Pencemaran ada yang diakibatkan oleh alam, dan ada pula yang diakibatkan oleh
perbuatan manusia. Pencemaran akibat manusia adalah akibat dari aktivitas yang
dilakukannya. Lingkungan dapat dikatakan tercemar jika dimasuki atau kemasukan bahan
pencemar yang dapat mengakibatkan gangguan pada mahluk hidup yang ada didalamnya.
Gangguan itu ada yang segera nampak akibatnya, dan ada pula yang baru dapat dirasakan
oleh keturunan berikutnya. Kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia di mulai dari
meningkatnya jumlah penduduk dari abad ke abad.
Akibat aktivitas perubahan manusia, kualitas udara semakin menurun. Perubahan
kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat kimiawi udara.
Perubahan kimiawi dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu komponen
kimia yang terkandung dalam udara yang dikenal sebagai pencemaran udara. Kualitas
udara yang dipergunakan untuk kehidupan tergantung dari lingkungannya. Kemungkinan
disuatu tempat dijumpai debu yang bertebaran dimana-mana dan berbahaya bagi

kesehatan. Demikian juga suatu kota yang terpolusi oleh asap kendaraan bermotor atau
angkutan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di
dunia pernah sesekali menghirup udara yang tidak sehat. Pohon yang ada di Amerika
sekitar 34,2% mampu melindungi dari pencemaran udara. Namun, dampak dari polusi
udara sangat besar penagruhnya terhadap kesehatan manusia di Amerika (Nowak et al,
2014). Kematian akibat pencemaran udara berjumlah antara 50.000 dan 100.000 per
tahun. Tingkat pencemaran udara di negara berkembang cenderung lebih tinggi daripada
di kota-kota di Negara maju seperti Amerika. Hal itulah yang membuat kami merasa
tertarik untuk mengangkat sebuah masalah pencemaran udara terhadap kesehatan
manusia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, ada beberapa hal yang dapat dijadikan rumusan
masalah dalam makalah ini antara lain :
1. Apakah pengertian dari pencemaran udara dan komponen pencemaran udara?
2. Apa saja sumber penyebab pencemaran udara ?
3. Apa macam-macam pencemaran udara ?
4. Apa penyebab pencemaran udara dan dampak dari pencemaran udara ?
5. Bagaimana upaya dan pencegahan dalam mengurangi dampak dari pencemaran
udara ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang pencemaran
udara dan upaya pencegahan dalam mengurangi dampak pencemaran udara.
1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah adalah untuk menambah wawasan tentang masalah
pencemaran lingkungan beserta dampak yang ditimbulkannya terutama pencemaran udara
dan upaya pencegahan dalam mengurangi dampak pencemaran udara.

BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pencemaran Udara
Menurut UU No. 32 tahun 2009, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalamlingkungan
2

hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang
telah ditetapkan. Berdasarkan PP No. 41 tahun 1999, pencemaran udara adalah masuknya
atau dimasukkannya zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam udara ambien oleh
kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan udara ambient tidak dapat memenuhi fungsinya (Rahmadi, 2011).
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan - bahan atau zat - zat asing di
dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan
normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta
dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia, hewan dan
binatang. Bila keadaan seperti tersebut terjadi, maka udara dikatakan telah tercemar.
Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang
menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran (Mukono, 2006).
Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah
juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan
bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan
akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran
serta pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan
pencemaran udara yang terjadi (Mukono, 2006).
Komponen Pencemaran Udara
Udara di daerah perkotaan yang mempunyai banyak kegiatan industry dan
teknologi serta lalu lintas yang padat, udara relative sudah tidak bersihlagi. Udara yang
berada di daerah industry kotor karena terkena bermacam-macam pencemaran. Dari
beberapa macam pencemaran udara, maka yang paling banyak berpengaruh dalam
pencemaran udara adalah komponen berikut ini : Karbon Monoksida, Nitrogen Oksida,
Belerang Oksida, Hidro Karbon, Partikel. Komponen pencemar udara tersebut diatas bisa
mencemari udara secara bersamaan dan juga sendiri. Jumlah komponen pencemaran
udara tergantung pada sumbernya (wardhana, 2001).
2.2 Sumber pencemaran Udara
Secara umum terdapat 2 sumber pencemaran udara yaitu pencemaran akibat
sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari
kegiatan manusia (antropogenic sources), seperti yang berasal dari transportasi, emisi
pabrik, dan lain-lain. Pencemaran udara disebabkan oleh emisi kendaraan bermotor
yang mengeluarkan zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negatif, baik
3

terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam


(Pb) kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal (Mukono, 2006).
Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya di dalam rumah, sekolah,
dan kantor. Pencemaran ini sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution).
Sementara itu pencemaran di luar ruangan (outdoor pollution) berasal dari emisi
kendaraan bermotor, industri, perkapalan, dan proses alami oleh makhluk hidup. Sumber
pencemar udara dapat diklasifikasikan menjadi sumber diam dan sumber bergerak.
Sumber diam terdiri dari pembangkit listrik, industri dan rumah tangga. Sedangkan
sumber bergerak adalah aktifitas lalu lintas kendaraan bermotor dan tranportasi laut
(Sugiarti, 2009).
Polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut
berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan
oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan
asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu:
CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen
oksida), (Sugiarti, 2009).
2.3 Macam Pencemaran Udara
Jenis-jenis pencemaran udara dapat dibagi menjadi berdasarkan bentuknya,
berdasarkan tempat, berdasarkan gangguan dan efeknya bagi kesehatan, berdasarkan
susunan kimia serta berdasarkan asal pencemaran udara tersebut. Ada beberapa jenis
pencemaran udara, yaitu (Sunu, 2011):

Berdasarkan Bentuk

1. Gas, adalah uap yang dihasilkan dari zat padat atau zat cair karena dipanaskan atau
menguap sendiri. Contohnya: CO2, CO, SOx, NOx.
2. Partikel, adalah suatu bentuk pencemaran udara yang berasal dari zarah- zarah kecil
yang terdispersi ke udara, baik berupa padatan, cairan, maupun padatan dan cairan
secara bersama-sama. Contohnya: debu, asap, kabut, dan lain-lain.

Berdasarkan Tempat

1. Pencemaran udara dalam ruang (indoor air pollution) yang disebut juga udara tidak
bebas seperti di rumah, pabrik, bioskop, sekolah, rumah sakit, dan bangunan lainnya.
Biasanya zat pencemarnya adalah asap rokok, asap yang terjadi di dapur tradisional
ketika memasak, dan lain-lain.
4

2. Pencemaran udara luar ruang (outdoor air pollution) yang disebut juga udara bebas
seperti asap asap dari industri maupun kendaraan bermotor.
Berdasarkan Gangguan atau Efeknya Terhadap Kesehatan
1. Irritansia, adalah zat pencemar yang dapat menimbulkan iritasi jaringan tubuh,
seperti SO2, Ozon, dan Nitrogen Oksida.
2. Aspeksia, adalah keadaan dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu
melepas Karbon Dioksida. Gas penyebab tersebut seperti CO, H2S, NH3, dan CH4
3. Anestesia, adalah zat yang mempunyai efek membius dan biasanya merupakan
pencemaran udara dalam ruang. Contohnya; Formaldehide dan Alkohol.
4. Toksis, adalah zat pencemar yang menyebabkan keracunan. Zat penyebabnya seperti
Timbal, Cadmium, Fluor, dan Insektisida.
Berdasarkan Susunan Kimia
1. Anorganik, adalah zat pencemar yang tidak mengandung karbon seperti asbestos,
ammonia, asam sulfat, dan lain-lain.
2. Organik, adalah zat pencemar yang mengandung karbon seperti pestisida, herbisida,
beberapa jenis alkohol, dan lain-lain.
Berdasarkan Asalnya
1. Primer, adalah suatu bahan kimia yang ditambahkan langsung ke udara yang
menyebabkan konsentrasinya meningkat dan membahayakan. Contohnya: CO2 yang
meningkat diatas konsentrasi normal.
2. Sekunder, adalah senyawa kimia berbahaya yang timbul dari hasil reaksi anatara zat
polutan primer dengan komponen alamiah. Contohnya: Peroxy Acetil Nitrat (PAN).
2.4 Penyebab dan Dampak Pencemaran Udara
Pembangunan yang berkembang pesat dewasa ini, khususnya dalam industri dan
teknologi, serta meningkatnya jumlah kendaraan bermotor yang menggunakan bahan
bakar fosil (minyak) menyebabkan udara yang kita hurup di sekitar kita menjadi tercemar
oleh gas-gas buangan hasil pembakaran. Secara umum penyebab pencemaran udara ada 2
macam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa debu yang
beterbangan akibat tiupan angin, abu (debu) yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi
berikut gas-gas vulkanik dan proses pembusukan sampah organik. Faktor eksternal
(karena ulah manusia) berupa hasil pembakar bahan bakar fosil, debu/serbuk dari
kegiatan industry dan pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara (Wardhana,
2001).
Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain
(Wardhana, 2001):
1.

Hujan Asam
5

Istilah hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis
tentang polusi industri di Inggris. Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH
(derajat keasaman) kurang dari 5,6. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan
air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini
antara lain:
Mempengaruhi kualitas air permukaan
Merusak tanaman
Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi

kualitas air tanah dan air permukaan


Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang menguap ke udara akan bercampur dengan embun.
Dengan bantuan cahaya matahari, senyawa tersebut akan diubah menjadi tetesan-tetesan
asam yang kemudian turun ke bumi sebagai hujan asam. Namun, bila H 2SO2 dan HNO2
dalam bentuk butiran-butiran padat dan halus turun ke permukaan bumi akibat adanya
gaya gravitasi bumi, maka peristiwa ini disebut dengan deposisi asam.
SO2 dan NOx (NO2 dan NO3) yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar
fosil (kendaraan bermotor) dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi
listrik) akan menguap ke udara. Sebagian lainnya bercampur dengan O 2 yang dihirup oleh
makhluk hidup dan sisanya akan langsung mengendap di tanah sehingga mencemari air
dan mineral tanah.
2. Penipisan Lapisan Ozon
Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di
atmosfer, ozon terbentuk secara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian
15-60 km di atas permukaan bumi. Fungsi dari lapisan ini adalah untuk melindungi bumi
dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi
kehidupan.
Namun, zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting
Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan
ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Hal ini dapat terjadi karena zat kimia
buatan tersebut dapat membebaskan atom klorida (Cl) yang akan mempercepat lepasnya
ikatan O3 menjadi O2. Lapisan ozon yang berkurang disebut sebagai lubang ozon (ozone
hole).
6

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung
alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan
dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC
yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian
molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubanglubang pada lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari
tidak terfilter dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman (Khan
dan Ghouri, 2011).
3. Pemanasan Global
Kadar CO2 yang tinggi di lapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari
bumi ke atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut
dengan efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca ini mempengaruhi
terjadinya kenaikan suhu udara di bumi (pemanasan global). Pemanasan global adalah
kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya
pola iklim.
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di
lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan
bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan
fenomena pemanasan global. Dampak dari pemanasan global adalah:

Pencairan es di kutub

Perubahan iklim regional dan global

Perubahan siklus hidup flora dan fauna


Pencemaran udara juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan manusia.
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem
pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis
pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas,
sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru,
zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan
akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Partikel
7

yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, manusia, tanaman, dan hewan. Udara
yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai penyakit saluran
pernapasan atau pneumokoniosis yang merupakan penyakit saluran pernapasan yang
disebabkan oleh adanya partikel yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru akan
menentukan letak penempelan atau pengendapannya. (Barman et al, 2010).
2.5 Upaya Pencegahan terhadap Dampak Pencemaran Udara
Upaya penanggulangan dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif) yang
dilakukan sebelum terjadinya pencemaran dan tindakan kuratif yang dilakukan sesudah
terjadinya pencemaran (Sunu, 2011).
a. Usaha Preventif (sebelum pencemaran)
1. mengembangkan energi alternatif dan teknologi yang ramah lingkungan.
2. mensosialisasikan pelajaran lingkungan hidup (PLH) di sekolah dan masyarakat.
3. mewajibkan dilakukannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)
DIBALIK bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah.
4. tidak membakar sampah di pekarangan rumah.
5. tidak menggunakan kulkas yang memakai CFC DIKASIH KEPANJANGAN
(freon) dan membatasi penggunaan AC dalam kehidupan sehari-hari.
6. tidak merokok di dalam ruangan.
7. menanam tanaman hias di pekarangan atau di pot-pot.
8. ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.
9. ikut memelihara dan tidak mengganggu taman kota dan pohon pelindung.
10. tidak melakukan penebangan hutan, pohon dan tumbuhan liar secara
sembarangan.
11. mengurangi atau menghentikan penggunaan zat aerosol dalam penyemprotan
ruang.
12. menghentikan penggunaan busa plastik yang mengandung CFC.
13. mendaur ulang freon dari mobil yang ber-AC.
14. mengurangi atau menghentikan semua penggunaan CFC dan CCl4.
b. Usaha kuratif (sesudah pencemaran) TOLONG KONSISTEN NOYA. ISI HARUS
PARALEL, CANTUMKAN BERBAGAI MACAM UU NO32 TH 2009 BESERTA
SANKSI.. PPJUGA HARUS
Bila telah terjadi dampak dari pencemaran udara, maka perlu dilakukan beberapa
usaha untuk memperbaiki keadaan lingkungan, dengan cara:
1. menggalang dana untuk mengobati dan merawat korban pencemaran lingkungan.
2. kerja bakti rutin di tingkat RT/RW atau instansiinstansi untuk membersihkan
lingkungan dari polutan.
8

3. melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai tempat/pabrik daur


ulang.
4. menggunakan penyaring pada cerobongcerobongi di kilang minyak atau pabrik
yang menghasilkan asap atau jelaga penyebab pencemaran udara.
5. mengidentifikasi dan menganalisa serta menemukan alat atau teknologi tepat guna
yang berwawasan lingkungan setelah adanya musibah/kejadian akibat pencemaran
udara, misalnya menemukan bahan bakar dengan kandungan timbal yang rendah
(BBG).
c. Program pemerintah
Selain usaha preventif dan kuratif, Pemerintah juga perlu mencanangkan
program-program yang bertujuan untuk mengendalikan pencemaran, khususnya
pencemaran udara, yaitu;
1. Keharusan membuat cerobong asap bagi industri/ pabrik.
2. Imbauan mengurangi bahan bakar fosil (minyak, batu bara) dan menggantinya
dengan energi alternatif lainnya.
3. Membatasi beroperasinya mobil dan mesin pembakar yang sudah tua dan tidak
layak pakai.
4. Larangan menggunakan gas CFC.
5. Larangan beredarnya insektisida berbahaya seperti DDT (dikhloro difenil
trikhloro etana).
6. Melarang penggunaan CFC pada produksi kosmetika.
7. Menetapkan undang-undang dan hukum tentang pelaksanaan perlindungan
lapisan ozon
Solusi untuk mengatasi polusi udara kota terutama ditujukan pada
pembenahan sektor transportasi, tanpa mengabaikan sektor-sektor lain. Upayaupaya pengendalian di sektor ini adalah :

Penurunan laju emisi pencemaran udara dari setiap kendaraan untuk


kilometer jalan yang ditempuh, diantaranya : penerapan baku mutu emisi
kendaraan bermotor, dan pemeliharaan, konversi bahan bakar gas, perbaikan

aliran arus lalu lintas, jalan searah dan waktu kerja.


Penurunan jumlah dan kerapatan total kendaraan di dalam suatu daerah
tertentu, diantaranya : pembatasan dan pengaturan lalu lintas, pengaturan

parkir dengan tariff tinggi dan perbaikan angkutan umum.


Penyertaan Mayarakat dalam program-program pengelolaan lingkungan jalan
Penataan dan penerapan teknologi pereduksi polusi udara diantaranya :
penataan landscape diruas-ruas jalan dengan tanaman pereduksi polusi udara.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan HARUS LEBIH RINCI


Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan - bahan atau zat - zat asing di
dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan
normalnya. Secara umum terdapat 2 sumber pencemaran udara yaitu pencemaran akibat
sumber alamiah (natural sources), seperti letusan gunung berapi, dan yang berasal dari
kegiatan manusia (antropogenic sources), seperti yang berasal dari transportasi, emisi
pabrik, dan lain-lain. Jenis-jenis pencemaran udara dapat dibagi menjadi berdasarkan
bentuknya, berdasarkan tempat, berdasarkan gangguan dan efeknya bagi kesehatan,
berdasarkan susunan kimia serta berdasarkan asal pencemaran udara tersebut.
Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain
hujan asam, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global. Selain itu, pencemaran udara
juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan manusia. Upaya penanggulangan
dilakukan dengan tindakan pencegahan (preventif) yang dilakukan sebelum terjadinya
pencemaran dan tindakan kuratif yang dilakukan sesudah terjadinya pencemaran. Selain
usaha preventif dan kuratif, Pemerintah juga perlu mencanangkan program-program yang
bertujuan untuk mengendalikan pencemaran, khususnya pencemaran udara
3.2 Saran
10

Untuk mencegah terjadinya pencemaran udara yang lebih lanjut hendaknya kita
semua ikut menjaga kebersihan udara dan meminimalkan pencemaran udara, misalnya
tidak memakai kendaraan bermotor yang mengeluarkan banyak asap, tidak membuang
gas yang berbahaya secara sembarangan terutama bagi kegiatan industri, dan lain
sebagainya agar kebersihan udara tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA diganti Rujukan DI PERBANYAK DARI E-BOOK DAN


JURNAL
Barman. Kumar. Singh. Kisku , Khan, A. K. Kidwai, M.M. Murthy, R.C. Negi, M.P.S.
Pandey, M.P.S. Verma, A.K. Jain, G. dan Bhargava, S.K. 2010. Assessment of
urban air pollution and its probable health impact. Journal of Environmental Biology
31(6). Halaman 913-920.
Khan, M. dan Ghouri, A. M. 2011. Environtmental Pollution : Its Effects on Life and Its
Remedies. Journal of Arts, Science & Commerce Vol II. Halaman 276-285
Mukono. 2006. Prinsip dasar Kesehatan Lingkungan Edisi Kedua, Surabaya : Airlangga
University Press.
Nowak, David, Hirabayashi, Satoshi . Bodine, Allison dan Greenfield, Eric. 2014. Tree and
forest effects on air quality and human health in the United States. Environmental
Pollution 193. Halaman 119-129
Rahmadi, Takdir. 2011. Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Sunu, Pramudya. 2011. Melindungi Lingkungan ISO 14001, Jakarta : PT Grasindo
Sugiarti. 2009. Gas Pencemar Udara Dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Manusia. Jurnal
Chemica Vol. 10 (1) . Halaman 50-58
Wardhana, Arya. 2001. Dampak Pencemaran Lingkungan, Yogyakarta :Andi Yogyakarta.
setiap alinea disisipi literature jurnal luar negeri,
data kematian, dimana, tahun berapa,
11

latr belakang ditambahkan berbagai macam uu dan pp


rm tidak usah menanyakan pengertian.
tujuan dan manfaat mengacu rumusan masalah, untuk manfaat ditambah.
penulisan pada bagian tujuan.

kajian teori
definisi harus memakai sumber buku dan menulis halamannya
dibawahnya harus menyimpulkan sendiri
alinia ke 3 dipindah.
komponen pencemaran udara di bahas lebih detail
di sebutkan sumber
penglangan kata gag usah
penulisan toksis kurang tepat.
SUMBERNYA JANGAN HANYA WARDHANA, CARI LAIN

12