Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN TUGAS AKHIR

ANALISA SISTEM EMISI GAS BUANG


PADA ENGINE TRAINER SUZUKI CARRY ST 100

Disusun oleh :
LAMBOK RAYMOND
NIM : 10/307415/NT/14443

PROGRAM DIPLOMA TEKNIK MESIN


SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2013

LEMBAR PERSEMBAHAN

Ibunda tercinta, dan tersayang Delima Tambunan yang


telah terlebih dahulu duduk di Surga bersama Tuhan Yang
Maha Esa
Ayahanda tersayang Krisman Nainggolan
Seluruh Doa tulus dan juga pengorbanan yang telah
diberikan kepada ananda seperti air dan tak pernah berhenti
yang terus mengalir, motivasi, kesabaran, ketabahan dan
tetes air matamu yang sangat membangunkan kepribadian
ananda sampai saat ini
Dan juga untuk kedua Kakak yang Terkasih Chandra Dius
Sutama dan Haposan Bachtiar Setiawan
Kebersamaan, dukungan, doa, kasih sayang, dan perhatianmu
padaku, maafkan jika adikmu belum bisa melakukan yang
terbaik
Terima kasih atas doa, perhatian, dan semangatnya yang
telah diberikan
dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini, Tanpa doa dan
dukungan dari kalian semua tidak akan berjalan sesuai

dengan yang kuharapkan dan sesuai dengan rancangan


Tuhan Yang Maha Esa

MOTTO

Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita.


Sesungguhnya, iblis akan melemparkan beberapa orang dari
antaramu kedalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu
akan beroleh kesusahan selama 10 hari. Hendaklah engkau
setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu
mahkota kehidupan (Wahyu 2 : 10)
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6 : 33)
Ketika aku berjalan dalam perjalanan hidup ini, yang bisa
kulakukan hal baik yang telah diajarkan Nya kepadaku, dan
aku akan berusaha melakukan yang terbaik.

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala
rahmat dan anugerah - Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir
tanpa ada halangan suatu apapun. Tugas Akhir ini disusun sebagai salah satu
syarat kelulusan mahasiswa Diploma Teknik Mesin, Sekolah Vokasi Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa dalam melaksanakan dan menyelesaikan laporan
Tugas Akhir ini bukan sematamata atas kemampuan penulis sendiri, melainkan
dengan adanya bimbingan, arahan dan dorongan dari semua pihak.
Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Ir. Hotma Prawoto S, MT. IP-MD, selaku Direktur Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada.
2. Lilik Dwi Setyana, ST., MT. selaku Ketua Program Diploma Teknik Mesin
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang telah menyetujui dan
mengesahkan penulisan laporan Tugas Akhir ini.
2. Ir. Susanto Johanes, MT. selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir ini, yang

telah memberikan bimbingan serta pengarahan dalam pembuatan laporan


Tugas Akhir ini.
3. Ayah yang senantiasa memberikan dukungan baik doa maupun materi
selama masa kuliah.
4. Dosen Konsentrasi Otomotif Diploma Teknik Mesin Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada yang telah memberikan bekal pengetahuan
kepada penulis.
6. M. Arizky Rahmadillah M.A dan Samuel Ginting, teman yang telah
memberikan motivasi dan semangat dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
7. Teman-teman seperjuangan kelas H6 dan Otomotif D yang telah memberi
support.
8. Seluruh teman-teman Diploma Teknik Mesin Sekolah Vokasi Universitas
Gadjah Mada khususnya konsentrasi Otomotif angkatan 2010 yang ikut
membantu

dan

memberikan

dukungan

sehingga

penulis

dapat

menyelesaikan laporan Tugas Akhir.

Dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini masih terdapat banyak


kekurangan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca agar laporan Tugas Akhir ini menjadi lebih baik.
Semoga Laporan Tugas Akhir ini bermanfaat bagi semua pihak terutama
para pembaca untuk kemajuan yang lebih baik.

Yogyakarta,

Juli 2013

Penulis

ABSTRACT

Nowadays, the transportation is the best solution was made for people
went to a place easily. Especially car mostly used to far location and owner was
made comfortable with the jorney. But, most of people didnt knew about the
exhaust gas emissions from the car is dangerous for our healthy. The exhaust gas
emissions was made residue of combustion from the car. The contents of exhaust
gas emissions is CO, NOx, and HC. Finally, exhaust gas emissions were analyzed
and made for the final project report.
This final project report is the result of research about exhaust gas
emissions came out from muffler. The type of car used in the research was Suzuki
Carry ST 100. The writer is testing exhaust gas emissions used PROTECH FLUX
5000 infrared gas analyzer with speed variety of 1000, 1500, and 2000 rpm.
From the results of testing exhaust gas emissions from PROTECH FLUX
printed out on 1000 rpm is CO 0,22 %, CO2 0,585 %, O2 5,42 %, HC 296 ppm.
And then, on 1500 rpm is CO 6,86 %, CO 2 8,43 %, O2 2,93 %, HC 850 ppm. And
the last on 2000 rpm is CO 7,6 %, CO2 9,965 %, O2 3,84 %, HC 841 ppm. From
the research, it can be concluded that the engine trainer Suzuki Carry ST 100 was

made has good emission and save environment because the results of CO, CO 2,
O2, and HC is lower than the standardization.

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.......................................................................................
i
HALAMAN NOMOR PERSOALAN...........................................................
ii
LEMBAR PENGESAHAN.......

iii

LEMBAR PERSEMBAHAN.........................................................................
iv
MOTTO...
v
KATA PENGANTAR......................................................................................
vi
ABSTRACT......................................................................................................
viii
DAFTAR ISI....................................................................................................
ix
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................
xi

DAFTAR TABEL............................................................................................
xiii
BAB I

PENDAHULUAN...........................................................................

1.1 Latar Belakang Masalah..............................................................

1.2 Tujuan.

1.3 Perumusan Masalah. . .

1.4 Batasan Masalah.

1.5 Metode Pengumpulan Data

1.6 Sistematika Penulisan Laporan. .

DASAR TEORI. .

2.1 Sistem Pengapian

2.2 Karburator. .

2.3 Emisi Gas Buang................

14

BAB III PROSES PENGUJIAN

17

3.1 Urutan Proses Pengujian....

17

3.2 Alat dan Bahan yang Digunakan

17

3.3 Spesifikasi Mesin Suzuki Carry ST 100.

18

3.4 PROTECH FLUX 5000 Infrared Exhaust Gas Analyzer..........

19

3.5 Proses Pengujian Sistem Emisi Gas Buang..............................

20

BAB IV HASIL PENGUJIAN...

23

4.1 Hasil Pengujian Sistem Emisi Gas Buang................................

23

4.2 Kandungan CO pada setiap rpm ............................................

24

4.3 Kandungan CO2 pada setiap rpm ............................................

25

4.4 Kandungan O2 pada setiap rpm

............................................

26

4.5 Kandungan HC pada setiap rpm ............................................

27

BAB V PENUTUP...

29

5.1 Kesimpulan.......................................

29

5.2 Saran saran.............................................

29

DAFTAR PUSTAKA..............................

31

BAB II

10

LAMPIRAN

32

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Baterai...........................................................................................

Gambar 2.2 Ignition Coil..................................................................................

Gambar 2.3 Distributor.....................................................................................

Gambar 2.4 Busi...............................................................................................

Gambar 2.5 Platina...........................................................................................

Gambar 2.6 Condensor.....................................................................................

11

Gambar 2.7 Ignition Switch..............................................................................

Gambar 2.8 Rangkaian Sistem Pengapian........................................................

Gambar 2.9 Pelampung Karburator..................................................................

Gambar 2.10 Idle and Low Speed.....................................................................

Gambar 2.11 Primary High Speed System........................................................ 10


Gambar 2.12 Secondary High Speed System.................................................... 11
Gambar 2.13 Enrichment System...................................................................... 12
Gambar 2.14 Acceleration System.................................................................... 13
Gambar 2.15 Choke System.............................................................................. 14
Gambar 2.16 Emisi Gas Buang........................................................................ 15
Gambar 3.1 Engine Trainer Suzuki Carry ST 100........................................... 17
Gambar 3.2 Tool Box........................................................................................ 18
Gambar 3.3 Dwel Tester................................................................................... 18
Gambar 3.4 Pengujian Emisi............................................................................ 20
Gambar 3.5 Putaran Stasioner 1000 rpm.......................................................... 21
Gambar 3.6 Putaran Menengah 1500 rpm........................................................ 21
Gambar 3.7 Putaran Tinggi 2000 rpm.............................................................. 22
Gambar 4.1 PROTECH FLUX 5000 gas analyzer........................................... 24
Gambar 4.2 Grafik Presentase Kandungan CO ... 25
Gambar 4.3 Grafik Presentase Kandungan CO2 .......... 26
Gambar 4.4 Grafik Presentase Kandungan O2 ..... 27

12

Gambar 4.5 Grafik Presentase Kandungan HC ... 28

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Spesifikasi Suzuki Carry ST 100. . 18


Tabel 4.1 Kandungan CO.......................... 24
Tabel 4.2 Kandungan CO2........................ 25
Tabel 4.3 Kandungan O2........................... 26
Tabel 4.4 Kandungan HC.......................... 27

13

14

BAB I Pendahuluan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Dunia otomotif sudah menjadi peranan penting dalam mengembangkan
suatu negara. Hingga saat ini hampir di semua negara menggunakan alat
transportasi sebagai salah satu sarana tercepat dalam menempuh perjalanan dari
suatu tempat ke tempat yang lainnya. Tetapi masih banyak pula alat transportasi
tersebut yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dengan adanya polusi
yang disebabkan oleh pembuangan kendaraan tersebut. Padahal hal tersebut dapat
sangat berpengaruh dan dapat membahayakan tubuh orang sekitar yang
menghirup polusi tersebut. Dikarenakan banyak pemilik transportasi tersebut yang
kurang merawat dan meninjau kendaraannya, sehingga hal hal tersebut dapat
terjadi. Dengan adanya peninjauan lebih terhadap kendaraannya, kita dapat
menciptakan pembakaran yang sempurna sehingga tidak akan terjadi polusi udara
yang sering kita lihat di lingkungan sekitar.
Peninjauan tersebut dapat berupa menganalisa sistem emisi gas buang
yang terjadi pada kendaraan. Kandungan kandungan berbahaya yang terdapat
pada pembuangan kendaraan tersebut dapat kita minimkan apabila kita sebagai
pemilik kendaraan melakukan service yang baik pada kendaraan.
1.2 Tujuan
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbandingan sistem
emisi gas buang yang dialami oleh Engine Carry ST 100. Dengan begitu kita
dapat

mengetahui

sisa

pembakaran

yang

tidak

sempurna

dan

dapat

memaksimalkan emisi gas buang pada engine tersebut.

1.3 Perumusan Masalah


Sistem emisi merupakan hal penting yang dilakukan untuk mengetahui
sisa pembakaran yang tidak sempurna yang terjadi pada kendaraan. Sisa

Laporan Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan

pembakaran yang tidak sempurna tersebut akan disupply melalui katup buang
yang di dalam sisa pembakaran tersebut mengandung unsur CO, NOx, dan HC.
1.4 Batasan Masalah
Pembatasan masalah adalah pengujian sistem emisi gas buang pada engine
trainer Carry ST 100 dengan kapasitas 1000 cc dengan tipe 4 langkah. Engine
yang telah dibuat dalam performa mesin yang maksimal ini dilakukan pengujian
sistem emisi gas buangnya untuk mengetahui perbandingan dengan engine trainer
Carry ST 100 yang lainnya.
1.5 Metode Pengumpulan Data
Dalam pembuatan dan penulisan tugas akhir ini menggunakan beberapa
metode dalam pengumpulan data, metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Yaitu metode pengumpulan data dengan mengamati dan praktik secara
langsung dengan objek yang akan dibahas. Berupa studi proses terhadap aliran
proses yang akan diterapkan pada sistem bahan bakarnya.
2. Wawancara
Yaitu metode pengumpulan data dengan bertanya secara langsung kepada
responden. Dalam hal ini adalah dosen pembimbing maupun pihak pihak yang
memiliki informasi yang dibutuhkan.
3. Studi Pustaka
Yaitu metode pengumpulan data dengan membaca buku-buku literatur dan
mencari data atau artikelartikel yang berhubungan dengan masalah yang
bersangkutan.

4. Pengukuran
Adalah pengumpulan data dengan melakukan pengukuran konsumsi bahan
bakar dan emisi gas buang yang dihasilkan dengan alat uji emisi yang

Laporan Tugas Akhir

BAB I Pendahuluan

dihasilkan dari engine trainer Carry ST 100 dengan menggunakan alat uji
emisi PROTECH FLUX 5000.
1.6 Sistematika Penulisan Laporan
Dalam penulisan tugas akhir ini dibagi menjadi lima bab yang disusun
berdasar dari judul penulisan tugas akhir diatas. Lima bab tersebut adalah sebagai
berikut:
1.

Bab I Pendahuluan
Berisi tentang latar belakang tujuan penelitian, batasan masalah,
metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan.

2.

Bab II Landasan Teori


Berisi tentang teori yang mendasari emisi gas buang berupa sistem
pengapian, cara kerja karburator, dan kandungan yang terdapat pada emisi
gas buang.

3.

Bab III Metodologi Penelitian


Berisi tentang diagram alur penelitian, alat dan bahan yang
digunakan dalam penelitian.

4.

Bab IV Hasil dan Pembahasan


Berisi tentang data hasil penelitian, analisa serta pembahasan.

5.

Bab V Penutup
Berisi tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran yang
bisa berguna bagi pembaca maupun peneliti selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Laporan Tugas Akhir

BAB II Dasar Teori

BAB II
DASAR TEORI

2. 1

Sistem Pengapian
Sistem pengapian sangat berpengaruh pada suatu kendaraan
bermotor, karena berfungsi untuk mengatur proses pembakaran
campuran antara bensin dan udara di dalam ruang bakar yang diatur
oleh sistem pengapiannya. Pembakaran campuran bensin dengan udara
yang dikompresikan terjadi di dalam silinder setelah busi memercikan
bunga api yang sudah ditentukan waktu percikannya, sehingga
diperoleh tenaga akibat pemuaian gas hasil pembakaran, lalu
mendorong piston menuju ke Titik Mati Bawah (TMB) menjadi
langkah usaha.
Dikarenakan suatu mesin dapat beroperasi apabila memiliki
berbagai komponen yang akan bekerja secara bersamaan untuk dapat
melakukan proses pembakaran tersebut. Komponen komponen itu
terdiri dari :
1.
Baterai

Gambar 2.1 Baterai

2.

Ignition Coil

BAB II Dasar Teori

Gambar 2.2 Ignition Coil


3.

Distributor

Gambar 2.3 Distributor

4.

Busi

Gambar 2.4 Busi

5.

Platina

BAB II Dasar Teori

Gambar 2.5 Platina

6.

Condensor

Gambar 2.6 Condensor

7.

Ignition Switch

Gambar 2.7 Ignition Switch

Berikut adalah rangkaian kelistrikan sistem pengapian

BAB II Dasar Teori

Gambar 2.8 Rangkaian Sistem Pengapian


2. 2

Karburator
Karburator berfungsi sebagai alat pencampuran antara bahan bakar
dengan udara dan mengatur banyak sedikitnya udara dan bahan bakar
yang akan masuk kedalam ruang bakar. Banyaknya udara yang masuk
kedalam karburator akan menyebabkan campuran menjadi kurus dan
banyaknya bensin yang di kabutkan akan menyebabkan campuran
menjadi gemuk. Oleh karena itu campuran bensin dan udara harus
sesuai sehingga terjadi campuran yang seimbang.

Fungsi dan cara kerja karburator:


1. Float dan Fuel Return System
Float system berfungsi untuk menyediakan bahan bakar
didalam ruang pelampung selalu dalam kondisi tetap di berbagai
kondisi kerja mesin.
Cara kerja:
Bila volume bahan bakar didalam ruang pelampung berkurang,
menyebabkan:
1. pelampung bergerak turun
2. needle valve terbuka
3. bahan bakar dapat masuk kedalam ruang pelampung.
Bila bahan bakar di dalam ruang pelampung mencapai batas atas
maksimum, menyebabkan:

BAB II Dasar Teori

1. pelampung bergerak naik


2. needle valve tertutup
3. bahan bakar tidak dapat masuk ke dalam ruang pelampung, melainkan
kembali ke fuel tank melelui return pipe.

Gambar 2.9 Pelampung Karburator


2. Idle and Low Speed System
Berfungsi untuk mengatur pemberian campuran bahan bakar dan
udara pada saat mesin bekerja pada putaran stationer (idle).
Cara kerja:
Pada saat acceleration pedal tidak di tekan primary throttle valve.
Saat kunci kontak di ON kan maka fuel cut off solenoid akan terbuka
sehingga bahan bakar di dalam ruang pelampung terhisap melalui
primary main jet (1), ke pilot jet (2), dan di campur dengan udara dari
slow air hole 2 (19) dan slow air hole 1 (20), selanjutnya partikel bahan
bakar dan udara tersebut menyemprot ke intake manifold melalui idle
port (4) yang di atur oleh adjusting screw. Jika throttle valve di tambah
pembukaannya maka campuran udara dan bahan bakar tersebut akan
keluar melalui by pass port (3).

BAB II Dasar Teori

Gambar 2.10 Idle and Low Speed

3. Primary High Speed System


Berfungsi untuk memberikan bahan bakar saat primary throttle
valve terbuka di bawah 400 atau pada saat kendaraan berjalan lambat.
Cara kerja:
Pada saat primary throttle vlve terbuka di bawah 400 kevacuman
terjadi di bagian atas primary throttle valve atau pada ventury sehingga
bahan bakar dalam ruang pelampung dapat terisap melalui primary
main jet (1) kemudian bercampur dengan udara dari air hole 1 (7) dan
main air hole 2 (6) di dalam primary bleed pipe (8), selanjutnya
campuran bahan bakar dan udara ini keluar melalui primary main
nozzle ke dalam ventury (9).

BAB II Dasar Teori

Gambar 2.11 Primary High Speed System


4. Secondary High Speed System
Berfungsi untuk memberikan campuran udara dan bahan bakar
pada putaran tinggi, artinya di samping primary high speed bekerja, di
tambah pula dari secondary high speed sytem.
Cara kerja:
Secondary high speed system bekerja jika primary throttle valve
telah terbuka diatas 400 dan vacuum pada ventury sudah mencapai 7
mmHg sehingga kevacuman tersebut dapat menyebabkan tertariknya
diapraghma pada acuator dan dapat menarik secondary thottle valve
untuk membuka.
Pada saat throttle valve mulai membuka, bahan bakar dalam ruang
pelampung akan terisap melalui secondary main jet (13), seterusnya ke
secondary pilot jet (14), kemudian bercampur dengan udara dari
secondary pilot air hole (15) dan selanjutnya menuju intake manifold
melalui secondary by pass port (16).

BAB II Dasar Teori

Bila secondary throtle valve terbuka lebih besar lagi akibat semakin
besarnya kevacuman paada ventury maka bahan bakar dalam ruang
pelampung akan terhisap melalui secondary main jet (13) menuju
secondary main air bleed pipe (17) dan bercampur dengan udara dari
secondary dari main air hole (18) dan menyemprot ke dalam small
ventury.

Gambar 2.12 Secondary High Speed System

5. Enrichment System
Berfungsi untuk memberikan tambahan bahan bakar pada saat
mesin mendapatkan beban, atau kevacuman pada intake manifold turun.
Cara kerja:
Saat kevacuman pada intake manifold turun maka enrichment
membrane tertekan oleh spring, sehingga enrichment valve terbuka dan
bahan bakar di dalam ruang pelampung dapat terisap melalui
enrichment valve (10) ke enrichment jet (12), selanjutnya bersama-sama
bahan bakar yang berasal dari primary main jet menyemprot kedalam
small ventury melalui primary main nozzel.

BAB II Dasar Teori

Dengan terbukanya enrichment valve berarti bahan bakar yang


akan mengalir ke primary main nozel melui 2 saluran yaitu: enrichment
valve dan primary main jet

Gambar 2.13 Enrichment System

6. Acceleration System
Berfungsi untuk memberikan tambahan bahan bakar pada saat
throttle valve di buka secara tiba-tiba (mendadak).
Cara kerja:
Pada saat acceleration pedal di tekan secara tiba-tiba atau saat
throttle valve di buka secara tiba-tiba, maka pump membrane (5) yang
di hubungkan dengan throttle lever (7) melalui link menekan bahan
bakar selanjutnya menekan outlet discarge ball (4) dan menyemprot
melalui pump jet (2) kedalam ventury.

BAB II Dasar Teori

Selanjutnya jika acceleration pedal dilepas atau throttle valve di


tutup dengan tiba-tiba maka pump membrane akan kembali ke posisi
semula oleh tekanan spring.
Dengan kembalinya pump membrane inlet ball (8) akan terbuka
dan outlet discharge ball (4) tertutup, sehinga bahan bakar dari ruang
pelampung dapat terisap kedalam acceleration pump chamber (6)

Gambar 2.14 Acceleration System

7. Choke System
Berfungsi untuk membuat campuran udara dan bahan bakar
menjadi kaya, sehingga mesin mudah di hidupkan saat mesin dingin
(pagi hari).
Cara kerja:
Choke valve dapat di buka dan di tutup secara manual dengan cara
menarik choke knob.

BAB II Dasar Teori

Jika choke valve tertutup maka udara yang di isap mesin berkurang,
sehingga terjadi campuran kaya. Sebaliknya jika choke valve terbuka
maka udara yang di isap tidak ada hambatan (normal).
Choke ini hanya digunakan sesaat saja, penggunaan choke yang
terlalu lama mengakibatkan bahan bakar menjadi boros.

Gambar 2.15 Choke System

2. 3

Emisi Gas Buang


Kontrol emisi gas buang digunakan untuk mengontrol jumlah atau
kadar gas buang yang dikeluarkan oleh kendaraan. Karena gas buang
banyak mengandung zat-zat berbahaya yang dihasilkan oleh gas emisi
tersebut. Emisi gas buang dihasilkan dari sisa sisa pembakaran dalam
mesin atau disebut blow by gas dimana sisa gas pembakaran yang
keluar dari celah antara piston dan dinding silinder gas buang juga
dihasilkan dari uap bahan bakar dalam tanki.
Pada umumnya, sisa pembakaran yang tidak sempurna tersebut
akan keluar melalui muffler dan akan menyatu dengan udara sekitar.
Dimana pada sisa pembakaran tersebut mengandung unsur yang
berbahaya bagi kesehatan manusia. Berikut ini akan dijelaskan
kandungan kandungan yang terdapat pada emisi gas suatu kendaraan :

BAB II Dasar Teori

Gambar 2.16 Emisi Gas Buang


1. CO (karbon monoksida)
Gas

ini

dihasilkan

saat

pembakaran

kekurangan

oksigen,

pengaruhnya bagi kesehatan adalah jika gas ini terlarut dalam darah
saat kita menghirup maka bisa mengakibatkan kemampuan darah
membawa oksigen akan berkurang dan bisa mengakibatkan kematian
jika dihirup dalam kadar yang terlalu tinggi.

2. HC (Hidrokarbon)
HC juga dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna juga,
beberapa hal yang bisa menimbulkan gas ini adalah: ketika suhu
pembakaran rendah, gas dalam intake terhembus ketika valve
timming overlap, gas HC akan timbul saat campuran udara dan
bahan bakar kaya. Efek bagi kesehatan adalah bisa menimbulkan
penyakit kanker dan fotokimiawi.
3. NOx (Nitro oksida)
Gas ini dihasilkan oleh oksigen dan nitrogen dalam pembakaran,
semakin tinggi temperatur pembakaran semakin tinggi pula gas NOx
yang dihasilkan, apabila campuran udara dan bahan bakar tipis akan
semakin banyak pula gas ini dihasilkan karena rasio oksigen dalam

BAB II Dasar Teori

campuran terlalu tinggi. Jika terhirup bisa mengakibatkan iritasi pada


hidung dan tenggorokkan.

BAB III Proses


Pengujian

BAB III
PROSES PENGUJIAN

3. 1

Urutan Proses Pengujian


Untuk dapat melakukan proses pengujian emisi gas buang pada engine
trainer Suzuki Carry ST 100 ini, harus dipersiapkan terlebih dahulu alat
dan bahan yang akan digunakan. Setelah itu, lakukan terlebih dahulu
maintenance terhadap engine trainer sehingga hasil yang akan
didapatkan lebih maksimal dan sesuai dengan standarisasi yang ada.

3. 2

Alat dan Bahan yang Digunakan


Untuk dapat melakukan pengujian sistem emisi gas buang tersebut,
harus memiliki beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk dapat
menunjang hasil pengujian. Alat dan bahan yang digunakan yaitu :
1.
Engine trainer Suzuki Carry ST 100.

Gambar 3.1 Engine Trainer Suzuki Carry ST 100


2.

Tool box

Gambar 3.2 Tool Box


3.

Dwel Tester

BAB III Proses


Pengujian

Gambar 3.3 Dwel Tester


3. 3

NO
1

Spesifikasi Mesin Suzuki Carry ST 100


Tabel 3.1 Spesifikasi Suzuki Carry ST 100
Sistem
Mesin

Bagian

Spesifikasi

Diameter x langkah

65,5 x 72 mm

Volume langkah
Perbandingan

970 cm3
8,8 : 1

kompresi
Katup (klep)
Sistem pelumasan
Tipe pompa oli
Sistem pendingin
Saringan udara
Susunan silinder
Karburator Tipe karburator

Diameter ventury
Pilot jet
Main jet
Sistem kopling

25 mm
0,45 mm
1,175 mm
Kering, cakram tunggal

Transmisi
Reduksi final
Rasio gigi Ke-1
Ke-2
Ke-3
Ke-4

4-maju sincromesh, 1 mundur


5,142
3,428
2,108
1,379
1,000

Mundur
Pola pemindahan

3,600
N-1-2-3-4-R

Pemindah
Daya

gigi

8 katup, OHC
Wet sump
Trocoid
Pendingin air
Tipe Kering
4 silinder vertikal
MIKUNI B 321

BAB III Proses


Pengujian

3. 4

PROTECH FLUX 5000 Infrared Exhaust Gas Analyzer


Pengujian untuk sistem emisi gas buang dilakukan di Laboratorium
Teknik Mesin Konsentrasi Otomotif di Jalan Grafika No. 2A,
Yogyakarta dengan menggunakan alat uji emisi dengan tipe PROTECH
FLUX 5000 infrared exhaust gas analyzer. Dengan menggunakan alat
tersebut, kita dapat mengetahui kandungan kandungan yang terdapat
pada sisa pembakaran engine trainer Suzuki Carry ST 100. Dimana
kandungan kandungan tersebut berupa CO, CO2, O2, dan HC akan
terbaca apabila alat uji emisi tersebut dimasukkan kedalam exhaust /
muffler engine trainer tersebut.

Gambar 3.4 Pengujian Emisi


3. 5

Proses Pengujian Sistem Emisi Gas Buang


Pada proses pengujian emisi gas buang yang menggunakan alat dwal
tester untuk dapat mengetahui besarnya rpm, dilakukan dengan
berbagai tahapan:
1.
Pengujian 1
Hidupkan engine trainer dan lakukan penyetelan putaran
stasioner 1000 rpm. Dan pasangkan dwel tester ke ignition
coil untuk mengetahui putaran engine sudah mencapai 1000
rpm.

BAB III Proses


Pengujian

Gambar 3.5 Putaran stasioner 1000 rpm


2.

Pengujian 2
Setelah melakukan pengujian 1, lakukan penyetelan hingga
mencapai putaran menengah 1500 rpm menggunakan dwel
tester.

Gambar 3.6 Putaran menengah 1500 rpm

BAB III Proses


Pengujian

3.

Pengujian 3
Setelah melakukan pengujian 2, lakukan penyetelan hingga
mencapai putaran tinggi 2000 rpm menggunakan dwel
tester.

Gambar 3.7 Putaran tinggi 2000 rpm


Setelah engine trainer sudah dilakukan penyetelan hingga mencapai
yang ditentukan, hidupkan PROTECH FLUX 5000 dan setting untuk
setiap putaran mesin lalu hubungkan alat uji emisinya ke muffler.
Setelah itu, print out hasil data dari PROTECH FLUX 5000 untuk
mengetahui kandungan CO, CO2, O2, dan HC dari putaran stasioner
1000 rpm, menengah 1500 rpm, dan tinggi 2000 rpm.

BAB IV Hasil
Pengujian

BAB IV
HASIL PENGUJIAN

4. 1

Hasil Pengujian Sistem Emisi Gas Buang


Mayoritas pengguna kendaraan bermotor menggunakan premium
sebagai bahan bakar kendaraannya. Dalam pengujian yang telah
dilakukan menggunakan premium menghasilkan data data yang
menunjukkan hasil gas pembuangan pada setiap rpm stasioner,
menengah, dan tinggi. Premium itu terdiri dari berbagai unsur
diantaranya adalah karbon (C), Hidrogen (H2) dan untuk yang berbentuk
senyawa hidrokarbon (HC). Selain itu, terdapat juga kandungan belerang
(S), timbal, dan Nitrogen (N2) pada bahan bakar. Hasil pembakaran antara
campuran udara dan bahan bakar yang dilakukan oleh engine di ruang
bakar berupa karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO),
hidrokarbon yang tidak terbakar (HC), nitrogen oksida (NOx), dan
belerang oksida (SO2). Terlebih lagi apabila pembakaran tersebut tidak
sempurna pada ruang bakar, dapat menimbulkan emisi gas buang yang
berlebihan dan dapat berbahaya apabila mengandung unsur tersebut.
Apabila manusia menghirup emisi gas buang dari sisa pembakaran
tersebut terutama kandungan CO dapat membahayakan kesehatan
manusia.
Proses pengujian yang dilakukan, berupa pengukuran kandungan
CO, CO2, HC, dan O2 yang dihasilkan dari putaran engine trainer Suzuki
Carry ST 100 pada putaran stasioner, menengah, dan tinggi. Proses
pengujian sistem emisi gas buang tersebut dilakukan menggunakan alat
uji emisi PROTECH FLUX 5000 infrared exhaust gas analyzer.

BAB IV Hasil
Pengujian

Gambar 4.1 PROTECH FLUX 5000 gas analyzer

4. 2

Kandungan CO pada setiap rpm


Tabel 4.1 Kandungan CO
Putaran
(rpm)
1000
1500
2000

Kandungan CO
(%)
0,22
2,93
7,6

Setelah dilakukan pengukuran, dapat disimpulkan bahwa


kandungan CO pada rpm tinggi memliki kandungan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan rpm lainnya. Hasil dapat dilihat pada gambar 4.2

BAB IV Hasil
Pengujian

Presentase CO (%)
8
7
6
5
4
3
2
1
0
1000 rpm

Presentase CO (%)

1500 rpm

2000 rpm

Gambar 4.2 Grafik Presentase Kandungan CO


Gambar 4.2 menunjukan bahwa kandungan CO pada engine
trainer Suzuki Carry ST 100 pada putaran 1000 rpm mampu
menghasilkan CO sebesar 0,22 %, pada putaran 1500 rpm menghasilkan
CO 2,93 %, pada putaran 2000 rpm menghasilkan CO 7,6 %.
Dengan data yang sudah ada apabila dibandingkan dengan
kandungan CO yang seharusnya tidak boleh melebih 4,5 %, engine
trainer Suzuki Carry ST 100 ini dapat membahayakan bagi kesehatan
tubuh manusia. Hal ini disebabkan, pembakaran campuran bahan bakar
dan udara pada kecepatan putaran tinggi lebih besar menghasilkan
kandungan CO.

4. 3

Kandungan CO2 pada setiap rpm


Tabel 4.2 Kandungan CO2
Putaran
(rpm)
1000
1500
2000

Kandungan CO2
(%)
0,585
8,43
9,965

BAB IV Hasil
Pengujian

Setelah dilakukan pengukuran, dapat disimpulkan bahwa


kandungan CO2 pada rpm tinggi memliki kandungan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan rpm lainnya. Hasil dapat dilihat pada gambar 4.3

Presentase Karbon Dioksida (%)


12
10
8

Presentase Karbon
Dioksida (%)

6
4
2
0
1000 rpm

1500 rpm

2000 rpm

Gambar 4.3 Grafik Presentase kandungan CO2


Gambar 4.3 menunjukan bahwa kandungan CO2 pada engine
trainer Suzuki Carry ST 100 pada putaran 1000 rpm mampu
menghasilkan CO2 sebesar 0,585 %, pada putaran 1500 rpm
menghasilkan CO2 8,43 %, pada putaran 2000 rpm menghasilkan CO2
9,965 %. Dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan produksi CO2 di setiap
rpm yang menunjukan bahwa pembakaran terjadi secara sempurna.

4. 4

Kandungan O2 pada setiap rpm


Tabel 4.3 Kandungan O2

BAB IV Hasil
Pengujian

Putaran
(rpm)

Kandungan O2

1000

(%)
5,42

1500

2,93

2000

3,84

Setelah dilakukan pengukuran, dapat disimpulkan bahwa


kandungan O2 pada rpm tinggi memliki kandungan yang lebih rendah
dibandingkan dengan rpm lainnya. Hasil dapat dilihat pada gambar 4.4

Presentase Oksigen (%)


6
5
4

Presentase Oksigen
(%)

3
2
1
0
1000 rpm

1500 rpm

2000 rpm

Gambar 4.4 Grafik Presentasi kandungan O2


Gambar 4.4 menunjukan bahwa kandungan O2 pada engine trainer
Suzuki Carry ST 100 pada putaran 1000 rpm mampu menghasilkan O2
sebesar 5,42 %, pada putaran 1500 rpm menghasilkan O2 2,93 %, pada
putaran 2000 rpm menghasilkan O2 3,84 %. Dapat dilihat bahwa terjadi

BAB IV Hasil
Pengujian

penurunan produksi O2 di setiap rpm yang menunjukan bahwa


pembakaran

terjadi

secara

sempurna.

Pada

proses

pembakaran

memerlukan O2 sebagai komponen yang sangat penting.


4. 5

Kandungan HC pada setiap rpm


Tabel 4.4 Kandungan HC
Putaran
(rpm)

Kandungan HC

(ppm)
1000
296
1500
850
2000
841
Setelah dilakukan pengukuran, dapat disimpulkan bahwa kandungan HC
pada setiap rpm memliki kandungan yang dinamis. Hasil dapat dilihat
pada gambar 4.5

Presentase HC (ppm)
900
800
700
600
500
400
300
200
100
0
1000 rpm

Presentase HC
(ppm)

1500 rpm

2000 rpm

Gambar 4.5 Grafik Presentase Kandungan HC


Gambar 4.5 menunjukan bahwa kandungan HC pada pada putaran
1000 rpm mampu menghasilkan HC sebesar 296 ppm, pada putaran 1500
rpm menghasilkan HC 850 ppm, pada putaran 2000 rpm menghasilkan
HC 841 ppm. Dapat dilihat bahwa terjadi produksi HC yang dinamis di
setiap rpm yang menunjukan bahwa pembakaran terjadi secara sempurna.
Dikarenakan kandungan HC maksimal adalah 1000 ppm. Kandungan HC

BAB IV Hasil
Pengujian

yang tinggi disebakan oleh sistem pengapian yang tidak sempurna. HC


merupakan senyawa yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Senyawa
HC tidak dapat di uraikan, sehingga jika dihirup manusia akan
mengganggu sistem pernafasan.

BAB V Penutup

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil pengamatan, perhitungan dan pembahasan yang diperoleh
dari hasil penelitian untuk penganalisaaan sistem emisi gas buang pada
engine trainer Carry ST 100, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Setelah melakukan pengujian pada putaran mesin stasioner 1000 rpm,
putaran menengah 1500 rpm, dan putaran tinggi 2000 rpm, ditunjukan
bahwa pada rpm tinggi memiliki kandungan gas emisi yang paling besar.
2. Perubahan hasil pada setiap rpm yang sudah ditentukan dipengaruhi oleh
sistem pengapian dan pembakaran yang terjadi pada engine trainer Suzuki
Carry ST 100 tersebut.
3. Dengan mengacu pada hasil pengujian, kandungan gas CO, HC, CO2, O2
sudah memenuhi syarat emisi gas buang karena di bawah standar yang
sudah ditentukan oleh pemerintah bahwa untuk kandungan gas berbahaya
seperti CO sebesar 4,5 % dan HC sebesar 1000 ppm.
4. Dengan adanya pengujian tersebut, engine trainer Suzuki Carry ST 100
sudah dapat digunakan sebagai materi pembelajaran otomotif di Diploma
Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM.

5.2 Saran
Setelah dilakukan penganalisaan sistem emisi gas buang pada engine
trainer Suzuki Carry ST 100, penulis memiliki beberapa saran kepada
pembaca yang akan membaca laporan ini, yaitu :

BAB V Penutup

1. Disarankan bagi mahasiswa lain yang akan menggunakan Protech Flux


5000 infrared exhaust gas analyzer agar lebih hati hati dan teliti dalam
menggunakan alat tersebut agar mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Sebelum melakukan penganalisaan sistem emisi gas buang, disarankan
untuk terlebih dahulu memahami mekanisme dari engine trainer yang
akan digunakan sehingga tidak terjadi permasalahan dalam penganalisaan.

Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

PT. Indomobil Suzuki Intenational, 1998, Service Manual Book Suzuki ST-100.
Suharyono,

Lilik,

Menganalisa

Sendiri

Hasil

Tes

Emisi

Gas

Buang

http://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?5751-MenganalisaSendiri-Hasil-Test-Emisi-Gas-Buang, di akses 20 Mei 2013.


Sudjiwo, Tedjo, Mengenal Standar Emisi Euro 1 Sampai dengan Euro 6
http://www.kaskus.co.id/thread/51107f6ae974b45434000011/mengenal-standaremisi-euro-1-sampai-dengan-euro-6

Lampiran

LAMPIRAN

1. Print out hasil uji emisi pada kecepatan 1000 rpm

Lampiran

2. Print out hasil uji emisi pada kecepatan 1500 rpm

Lampiran

3. Print out hasil uji emisi pada kecepatan 2000 rpm