Anda di halaman 1dari 45

SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL (SJSN)

JAMINAN KESEHATAN
NASIONAL (JKN)
Kantor Pusat
BPJS Kesehatan
Jl. Letjen. Soeprapto - Cempaka Putih
Jakarta Pusat, Indonesia - 10510

Pengantar
Kepesertaan
Iuran
Manfaat Jaminan Kesehatan
Koordinasi Manfaat
Fasilitas Kesehatan
PT. Askes (Persero)

PENGANTAR

Tujuan

Jaminan Sosial adalah bentuk pelindungan sosial untuk menjamin


seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya
yang layak

Sistem Jaminan Sosial Nasional


Hak konstitusional setiap orang

Wujud tanggung jawab negara

Konvensi ILO 102


tahun 1952

Standar minimal Jaminan Sosial (Tunjangan kesehatan,


tunjangan sakit, tunjangan pengangguran, tunjangan hari tua,
tunjangan kecelakaan kerja, tunjangan keluarga, tunjangan
persalinan, tunjangan kecacatan, tunjangan ahli waris

Pasal 28 H ayat 3
UUD 45

Setiap orang berhak atas Jaminan Sosial yang memungkinkan


pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermanfaat".

Pasal 34 ayat 2
UUD 45

"Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh


rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak
mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan".

Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur

Sistem Jaminan Sosial Nasional


3 Azas
 Kemanusiaan

 Manfaat
 Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat
Indonesia

5 Program
 Jaminan Kesehatan
(diselenggarakan oleh
BPJS Kesehatan mulai 01
Jan 2014
 Jaminan Kecelakaan Kerja

9 Prinsip
 Kegotong-royongan
 Nirlaba
 Keterbukaan
 Kehati-hatian
 Akuntabilitas
 Portabilitas

 Jaminan Hari Tua

 Kepesertaan wajib

 Jaminan Kematian

 Dana amanat

 Jaminan Pensiun
(diselenggarakan oleh
BPJS Ketenagakerjaan
mulai 01 Juli 2015)

 Hasil pengelolaan dana


digunakan seluruhnya
untuk pengembangan
program dan sebesarbesarnya untuk
kepentingan peserta

Dasar Hukum

1 JANUARI 2014, PT ASKES (PERSERO) MENJADI BPJS KESEHATAN

KEPESERTAAN

Pekerja Penerima Upah


(PPU)
Bukan Penerima
Bantuan Iuran
(Bukan PBI)

Pekerja Bukan
Penerima Upah

Bukan Pekerja

Peserta Jaminan
Kesehatan
Penerima Bantuan
Iuran
(PBI)

Miskin

Orang Tidak Mampu

Peserta
Pegawai

Isteri/Suami yang sah dari


Pegawai

Anak kandung, anak tiri


dan/atau anak angkat yang
sah dari peserta
(maksimal 3 orang)
Tidak atau belum pernah
menikah atau tidak mempunyai
penghasilan sendiri
Belum berusia 21 (dua puluh
satu) tahun atau belum berusia
25 (dua puluh lima) tahun yang
masih melanjutkan pendidikan
formal

 Anggota keluarga yang ditanggung Perusahaan sebanyak-banyaknya berjumlah 5 (lima) orang yaitu
Pegawai dengan status K3

Peserta dengan Status PHK & Cacat Total Tetap


Dalam hal karyawan/pekerja yang menjadi Peserta Bukan PBI (Penerima Bantuan Iuran) mengalami
PHK / Cacat Total Tetap :

PHK/Cacat Total
Tetap

Tidak bekerja
kembali dan tidak
mampu bayar iuran
(6 bulan)
Menjadi
Peserta PBI
(Penerima Bantuan
Iuran)

Bekerja kembali
(6 bulan)

Perpanjang status
kepesertaan dan bayar
iuran

IURAN

Iuran

Pekerja
Penerima Upah
(PPU)

Iuran bersumber dari :


Pemberi Kerja
Pekerja

Berdasarkan Batas Upah (ceiling


wage) Pegawai yang ditetapkan
maksimum 2x PTKP Status
Wajib Pajak K1
 Pemberi Kerja : 4%
 Pekerja

: 0,5% *)

Berlaku 01 Jan 2014 30 Jun 2015

Pekerja Bukan
Penerima Upah
(PBPU)
Bukan Pekerja
(BP)

Iuran bersumber dari :


individu peserta

Keterangan :
*) Per 1 Juli 2015, kontribusi Pekerja meningkat menjadi 1%

Kelas 1 Rp.59.500,-/org/bln
Kelas 2 Rp.42.500,-/org/bln
Kelas 3 Rp. 25,500,-/org/bln

Simulasi Perhitungan Iuran


Daftar PTKP per bulan
PTKP K/3
PTKP K/2
PTKP K/1
PTKP K/0
PTKP TK/0

2.700.000
2.531.250
2.362.500
2.193.750
2.025.000

Perhitungan Iuran Jaminan Kesehatan


Besaran Iuran untuk Penerima Upah Sesuai Pasal 16 C Perpres JK adalah
4% Ditanggung Pemberi kerja
0,50% Ditanggung oleh pekerja
Batas Minimum adalah UMK
Batas Maksimum adalah PTKP K1
1 Apabila pekerja gajinya dibawah PTKP
Perhitungannya :
Batas UMK
1.000.000
Gaji si A
1.500.000
Iuran BPJS adalah
Pemberi Kerja
60.000
Pekerja
7.500
Total
67.500
BPJS Kesehatan

4%
0,50%

Berlaku sd
Juni 2015

Simulasi Perhitungan Iuran


2 Apabila pekerja gajinya sama PTKP
Perhitungannya :
Batas UMK
1.000.000
Gaji si A
2.362.500
Iuran BPJS adalah
Pemberi Kerja
94.500
Pekerja
11.813
Total
106.313
3 Apabila pekerja gajinya diatas PTKP K1
Perhitungannya :
Batas UMK
1.000.000
Gaji si A
4.000.000
Iuran BPJS adalah
Pemberi Kerja
160.000
Pekerja
20.000
Total
180.000
4 Apabila pekerja gajinyadiatas 2 kali PTKP
Perhitungannya :
Batas UMK
1.000.000
Gaji si A
10.000.000
Iuran BPJS adalah
Pemberi Kerja
189.000
Pekerja
23.625
Total
212.625

4%
0,50%

Berlaku sd
Juni 2015

4%
0,50%

Berlaku sd
Juni 2015

4%
0,50%

Berlaku sd
Juni 2015

BPJS Kesehatan

4.725.000,00 Batas Max

MANFAAT JAMINAN KESEHATAN

Manfaat Jaminan Kesehatan

Bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup :


pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan obat,
bahan medis habis pakai sesuai dengan indikasi medis yang diperlukan

1. Manfaat Medis yang tidak terikat dengan besaran iuran yang


dibayarkan
2. Manfaat Non Medis yang ditentukan berdasarkan skala besaran
iuran yang dibayarkan, termasuk didalamnya manfaat akomodasi

Ambulans diberikan untuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan dengan


kondisi tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan

Pelayanan Kesehatan yang Dijamin

Pelayanan Kesehatan Tingkat


Pertama (RJTP dan RITP)
Pelayanan Kesehatan Rujukan
Tingkat Lanjutan (RJTL dan RITL)
Pelayanan Kesehatan Lain yang
ditetapkan oleh Menteri

Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama


(Faskes Primer)

Faskes Primer
meliputi
pelayanan
kesehatan non
spesialistik yang
mencakup:

1.

Administrasi pelayanan;

2.

Pelayanan promotif dan preventif, meliputi :


Penyuluhan Kesehatan
Imunisasi Dasar
Keluarga Berencana
Screening Kesehatan

3.

Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;

4.

Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun


non operatif;

5.

Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;

6.

Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis;

7.

Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat


pratama; dan

8.

Rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi


medis (144 jenis penyakit yang hanya dilayani di Faskes
Primer).

Pelayanan Promotif dan Preventif


Penyuluhan Kesehatan adalah Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) di Faskes Tingkat I
(Puskesmas, Dokterkeluarga, Klinik) , dan di Faskes Tingkat Lanjutan (Poli Spesialis).
Imunisasi Dasar mencakup BCG, DPT, Polio, campak dan Hepatitis B
Keluarga Berencana :
 Pelayanan yang diberikan adalah untuk kontrasepsi mantap : Steril; vasektomi dan
tubektomi yang merupakan pelayanan rujukan di Rumah Sakit
 Pelayanan KB seperti PIL, IUD, susuk, suntik ( alatkontrasepsi) dijamin jasanya di
Pemberi Pelayanan Kesehatan Tingkat I menjadi bagian dari kapitasi tetapi untuk
alat kontrasepsinya dari program Pemerintah (BKKBN)
Screening Kesehatan :
 Pemriksaan IVA maksimal Rp. 25.000. Pemriksaan Pap Smear maksimal Rp. 125.000. Pemeriksaan gula darah maksimal Rp. 10.000.- Rp. 20.000.-

Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan


1. Administrasi pelayanan;
2. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh
dokter spesialis & subspesialis;

Pelayanan
kesehatan
rujukan tingkat lanjutan,
mencakup :
 Rawat Jalan tingkat
lanjutan (Poli spesialis
RS) dan
 Rawat inap di Rumah
Sakit
yang meliputi :

3. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non


bedah sesuai dengan indikasi medis;
4. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
5. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan
indikasi medis;
6. Rehabilitasi medis;
7. Pelayanan darah;
8. Pelayanan kedokteran forensik klinik; dan
9. Pelayanan jenazah pasien yang meninggal di Fasilitas
Kesehatan.
10. Perawatan inap non intensif; dan
11. Perawatan inap di ruang intensif.
12. Pelayanan Kesehatan lain yang di tetapkan oleh Menteri

Pelayanan Promotif dan Preventif


Pelayanan Persalinan
Persalinan yang ditanggung BPJS Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat
Pertama maupun Tingkat Lanjutan adalah persalinan sampai dengan anak ketiga.

Ambulan.
Ambulan hanya diberikan untuk pasien rujukan dari Fasilitas Kesehatan satu ke
fasilitas kesehatan lainnya, dengan tujuan menyelamatkan nyawa pasien.

Alat Bantu Kesehatan


Kacamata
Nilai Jaminan yang Dibayarkan

Syarat Penggantian
(minimal)

Peserta Kelas 1

Rp.300.000

Peserta Kelas 2

Rp.200.000

sferis 0,5D
silindris 0,25D

Peserta Kelas 3

Rp.150.000

Eilibility
Paling cepat 2 Th.
Sekali sesuai dg.
indikasi medis

Peserta datang Faskes Tingkat I, secara indikasi medis dirujuk ke polimata di RS jaringan BPJS
Kesehatan, mendapatkan resep kacamata, dilegalisir oleh Petugas BPJS Kesehatan, peserta
ke Optik jaringan BPJS Kesehatan
Kruk

Alat Bantu Dengar

Nilai Jaminan yang


Dibayarkan

Eilibility

Nilai Jaminan yang


Dibayarkan

Maksimal
Rp. 1.000.000

Paling cepat 5 tahun sekali


sesuai dengan indikasi
medis

Maksimal
Rp. 350.000

Eilibility
Paling cepat 5 tahun
sekali sesuai dengan
indikasi medis

Pemberian Alat Bantu Kesehatan merupakan pelayanan di Fasilitas Tingkat Lanjutan di Rumah Sakit.
Diberikan dengan Sistem Rujukan dengan bukti penunjang diagnostic dari dokter Spesialis bahwa pasien
membutuhkan alat bantu kesehatan.
Alat bantu disediakan oleh Rumah Sakit untuk nantinya ditagihkan ke BPJS Kesehatan oleh Rumah Sakit yang
bekerjasama

Alat Bantu Kesehatan


Collar Neck

Protesa Alat Gerak

Nilai Jaminan yang


Dibayarkan
Maksimal
Rp. 2.500.000

Eilibility
Tangan & kaki palsu
paling cepat 5 tahun
sekali sesuai dengan
indikasi medis

Nilai Jaminan yang


Dibayarkan
Maksimal
Rp. 150.000

Eilibility
Paling cepat 2 tahun
sekali sesuai dengan
indikasi medis

Korset Tulang Belakang

Nilai Jaminan yang


Dibayarkan

Eilibility

Maksimal
Rp. 350.000

Paling cepat 2 tahun sekali


sesuai dengan indikasi
medis

Pemberian Alat Bantu Kesehatan merupakan pelayanan di Fasilitas Tingkat Lanjutan di Rumah Sakit.
Diberikan dengan Sistem Rujukan dengan bukti penunjang diagnostic dari dokter Spesialis bahwa pasien
membutuhkan alat bantu kesehatan.
Alat bantu disediakan oleh Rumah Sakit untuk nantinya ditagihkan ke BPJS Kesehatan oleh Rumah Sakit yang
bekerjasama

Alat Bantu Kesehatan


Protesa Gigi

Nilai Jaminan yang Dibayarkan


Maksimal
Rp. 500.000 untuk masing2 rahang

Eilibility
Paling cepat 2 th. sekali
dengan Indikasi medis

Maksimal
Rp. 1.000.000
untuk gigi yang sama & full protesa
Untuk prothese gigi dapat dilayani Faskes Tk I/ Faskes Primer atau Faskes Tk. Lanjutan
Prothese gigi diberikan kepada Peserta BPJS Kesehatan yang kehilangan gigi sesuai indikasi medis
Penjaminan prothese gigi diberikan atas rekomendasi dari Dokter Gigi,
Prosedur pelayanan :
Peserta dating ke Dokter gigi jaringan BPJS Kesehatan, untuk kemudian dilaksanakan prothese gigi dan
klaim akan ditagihkan oleh Faskes Dokter gigi .
Atau atas rujukan dari Dokter gigi dirujuk ke Poli Gigi RS jaringan untuk kemudian dilakukan prothese
gigi dan klaim akan ditagihkan oleh RumahSakit.

Manfaat Akomodasi

PESERTA

Bukan
Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Penerima Bantuan Iuran


(PBI)

Pekerja
Penerima
Upah

Pekerja Bukan
Penerima Upah

Bukan Pekerja

Miskin

Orang Tidak
Mampu

Kelas I dan II

Kelas I, II dan III

Kelas I, II dan III

Kelas III

Kelas III

Manfaat Akomodasi
Ruang Perawatan Kelas I
1. Pejabat Negara dan anggota keluarganya;
2. Pegawai Negeri Sipil dan penerima pensiun pegawai negeri sipil golongan ruang III dan
golongan ruang IV beserta anggota keluarganya;
3. Anggota TNI dan penerima pensiun Anggota TNI yang setara Pegawai Negeri Sipil golongan
ruang III dan golongan ruang IV beserta anggota keluarganya;
4. Anggota Polri dan penerima pensiun Anggota Polri yang setara Pegawai Negeri Sipil
golongan ruang III dan golongan ruang IV beserta anggota keluarganya;
5. Veteran dan Perintis Kemerdekaan beserta anggota keluarganya;
6. Janda, duda, atau anak yatim piatu dari Veteran atau Perintis Kemerdekaan
7. Peserta Pekerja Penerima Upah dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri dengan gaji
atau upah diatas 1,5 (satu koma lima) sampai dengan 2 (dua) kali penghasilan tidak kena
pajak dengan status kawin dengan 1 (satu) anak, beserta anggota keluarganya; dan
8. Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja dengan iuran untuk
Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I.

Manfaat Akomodasi
Ruang Perawatan Kelas II
1. Pegawai Negeri Sipil dan penerima pensiun Pegawai Negeri Sipil golongan ruang I dan
golongan ruang II beserta anggota keluarganya;
2. Anggota TNI dan penerima pensiun Anggota TNI yang setara Pegawai Negeri Sipil golongan
ruang I dan golongan ruang II beserta anggota keluarganya;
3. Anggota Polri dan penerima pensiun Anggota Polri yang setara Pegawai Negeri Sipil golongan
ruang I dan golongan ruang II beserta anggota keluarganya;
4. Peserta Pekerja Penerima Upah dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri dengan gaji
atau upah sampai dengan 1,5 (satu koma lima) kali penghasilan tidak kena pajak dengan
status kawin dengan 1 (satu) anak, beserta anggota keluarganya; dan
5. Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja yang membayar iuran
untuk Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II;

Ruang Perawatan Kelas III


1. Peserta PBI Jaminan Kesehatan serta penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah;
dan
2. Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan Peserta bukan Pekerja dengan iuran untuk
Manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas III.

Alur Pelayanan Kesehatan


Peserta
Faskes Primer
dokkel, klinik,
Puskesmas

Rujuk / Rujuk Balik


Rujukan Sesuai Indikasi Medis

Rumah Sakit
Kondisi Gawat Darurat

Klaim

Kantor BPJS Kesehatan

yang kerjasama dg BPJS


Kesehatan

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin

1.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur


dalam peraturan yang berlaku;

2.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Fasilitas Kesehatan yang tidak


bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat;

3.

Pelayanan kesehatan yang telah dijamin oleh program jaminan kecelakaan kerja
terhadap penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja atau hubungan kerja;

4.

Pelayanan Kesehatan yang dijamin oleh program kecelakaan lalu lintas yang
besifat wajib sampai nilai yang ditanggung oleh program jaminan kecelakaan lalu
lintas.

5.

Pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri;

6.

Pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik;

7.

Pelayanan untuk mengatasi infertilitas;

8.

Pelayanan meratakan gigi (ortodonsi);

9.

Gangguan kesehatan/penyakit akibat ketergantungan obat dan/atau alkohol;

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin


10. Gangguan kesehatan akibat sengaja menyakiti diri sendiri, atau akibat
melakukan hobi yang membahayakan diri sendiri;
11. Pengobatan komplementer, alternatif dan tradisional, termasuk akupuntur, shin
she, chiropractic, yang belum dinyatakan efektif berdasarkan penilaian
teknologi kesehatan (health technology assessment);
12. Pengobatan dan tindakan medis yang dikategorikan sebagai percobaan
(eksperimen);
13. Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, dan susu;
14. Perbekalan kesehatan rumah tangga;
15. Pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar
biasa/wabah;
16. Biaya pelayanan kesehatan pada kejadian tak diharapkan yang dapat dicegah
(preventable adverse events); dan
17. Biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan Manfaat Jaminan
Kesehatan yang diberikan.

FASILITAS KESEHATAN

Penyelenggara Pelayanan Kesehatan

Fasilitas
Kesehatan
milik
Pemerintah

memenuhi persyaratan
(credentialing)
wajib bekerjasama
dengan BPJS Kesehatan

Fasilitas
Kesehatan
milik swasta

memenuhi persyaratan
(credentialing)
dapat menjalin kerjasama
dengan BPJS Kesehatan

MEKANISME
PENDAFTARAN PESERTA

Mekanisme Pendaftaran Melalui Kantor


BPJS Kesehatan
PEKERJA PENERIMA UPAH (PPU)

1. Pekerja penerima upah didaftarkan oleh Pemberi kerja, mengisi dan menyerahkan
form registrasi Badan Usaha/Badan Hukum Lainnya dengan dilampiri data karyawan
dan anggota keluarga dengan format standar yang telah ditentukan
CALON PESERTA
DARI BU/PERUSAHAAN

KANTOR BPJS KESEHATAN

3. Petugas perusahaan Membayar iuran ke Bank


sesuai dengan Nomor Virtual Account

BANK

2. Setelah data BU di entry oleh


petugas maka akan diberi
No. Virtual Account
berlaku 1 (satu) perusahaan

4. Dengan membawa bukti pembayaran


untuk dicetakkan Kartu BPJS Kesehatan dan sudah
dapat memanfaatkan jaminan kesehatannya

Pekerja Penerima Upah (PPU) yang tidak didaftarkan oleh Pemberi Kerja, dapat
mendaftarkan secara perorangan mengikuti mekanisme pendaftaran PBPU

Mekanisme Pendaftaran Melalui Kantor


BPJS Kesehatan
PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH (PBPU) & BUKAN PEKERJA (BP)
1. Mengisi Daftar Isian Peserta dengan mebawa :
Kartu Keluarga/KTP/paspor Pas Foto berwarna 3X4 1lbr
CALON PESERTA

KANTOR BPJS KESEHATAN

3. Peserta Membayar lewat ATM/i-banking/Tunai


sesuai dengan Nomor Virtual Account

BANK
Teller / ATM

2. Setelah data di entry oleh


petugas maka akan diberi
nomor Virtual Account (VA)
setiap orang 1 (satu) No. VA

4. Dengan membawa bukti pembayaran


untuk dicetakkan Kartu BPJS Kesehatan

Mekanisme Pendaftaran Melalui Bank


Pekerja Bukan Penerima Upah (PPU) & Bukan Pekerja (BP)

CALON PESERTA

BANK

KANTOR BPJS KESEHATAN


4. Ke Kantor BPJS Kesehatan dengan
membawa :
 Bukti pembayaran di Bank
 KTP/KK sertaPas Foto Berwarna 3X4 1lbr
Untuk dicetakkan Kartu BPJS Kesehatan

1. Membawa : Kartu Keluarga/KTP


2. Peserta mendaftar di Bank dan akan mendapatkan Nomor Virtual Account
3. Membayar lewat ATM/Tunai

HAK KEWAJIBAN & SANKSI

Hak Peserta

Kartu Peserta

Setiap peserta mendapatkan masing-masing


satu kartu

 Buku Panduan

Akses Informasi

 Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan


500 400  7 hari/ 24 jam.
 Kantor BPJS Kesehatan

Pelayanan Kesehatan

Pelayanan Berjenjang pada :


 Faskes Tk. I yang dipilih
 Faskes Tk. Lanjutan berdasarkan rujukan
kecuali dalam kondisi emergency

 Kantor BPJS Kesehatan setempat

Pengaduan/
Kritik/Saran

 Hot Line Service BPJS Kesehatan (No.


Mobile di setiap Kantor Perwakilan BPJS
Kesehatan)

Kewajiban Peserta

Melaporkan perubahan data peserta, baik karena pernikahan, perceraian,


kematian, kelahiran, pindah alamat atau pindah Fasilitas Kesehatan Tk. 1.
Menjaga Kartu Peserta agar tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan oleh
orang yang tidak berhak.
Mentaati semua ketentuan dan tata cara pelayanan kesehatan (prosedur
BPJS Kesehatan).

Sanksi

Pembayaran iuran lebih dari tanggal 10 dikenakan denda 2% per bulan dari
total iuran yang tertunggak, maksimal 3 bulan untuk PPU dan 6 bulan untuk
BPPU dan BP
Lebih dari 3 bulan untuk PPU dan 6 bulan untuk BPPU dan BP penjaminan
kesehatan diberhentikan sementara
Apabila tidak mendaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan maka dikenakan
Sanksi Administratif sesuai PerPres No.86 tahun 2013 berupa :

Teguran tertulis (2X teguran)

Denda 0,1% (nol koma satu persen) setiap bulan dari iuran yang
seharusnya dibayar yang dihitung sejak teguran tertulis kedua berakhir;
dan/atau

Tidak mendapat pelayanan publik tertentu

Sanksi
SANKSI bagi Pemberi Kerja, tidak mendapatkan pelayanan publik meliputi :
 Perizinan terkait usaha
 Izin yang diperlukan dalam mengikuti tender proyek
 Izin mempekerjakan tenaga kerja asing
 Izin perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh; atau
 Izin Mendirkan Bangunan (IMB)
SANKSI bagi Setiap orang, tidak mendapatkan pelayanan publik meliputi :
 Izin Mendirkan Bangunan (IMB)
 Surat Izin Mengemudi (SIM)
 Sertifikat Tanah
 Paspor; atau
 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)

Contoh Kartu Peserta

Peserta dapat menghubungi :

Nomor Peserta BPJS Kesehatan


NIK (sebagai Identitas Tunggal peserta)
Fasilitas Kesehatan TK I
Barcode (nomor register)
Tanggal cetak kartu

Jika ada keperluan koreksi kartu peserta karena ada


kesalahan data (nama, tanggal lahir, dan data lainnya
yang tidak berdampak pada iuran) maka pencetakan
kartu tersebut dilakukan di cabang BPJS Kesehatan
setempat

Pelayanan Informasi

Peserta dapat menghubungi :


 Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat
 Pusat Layanan Informasi BPJS Kesehatan 500 400
 Untuk pelayanan di RumahSakit dapat menghubungi BPJS Center di Rumah Sakit
provider BPJS Kesehatan
 Keluhan dapat dikirimkan ke kantor BPJS Kesehatan terdekat : Kantor Cabang BPJS
Kesehatan, Kantor Layanan Operasional Kota/ Kabupaten BPJS Kesehatan

TERIMA KASIH