Anda di halaman 1dari 17

Laporan Praktikum Pengukuran

Listrik
Pemakaian Osiloskop

Kelompok

:2

Nama Praktikan

: Mutiara Fadila Rania

Nama Anggota Kelompok

: 1. Ainun Nidhar

2. Bayu Ardianto
3. Dodo Susanto
4. Elika Velda Agti
5. Febri Ramdhan
6. Jeffry Manatar
Kelas

: 2E

Tanggal Praktikum

: 13 Mei 2013

Tanggal Penyerahan

: 20 Mei 2013

Nilai

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Tujuan Percobaan

Setelah selesai percobaan praktikan diharapkan dapat :


-

Melihat bentuk-bentuk gelombang listrik dalam layar osiloskop

Mengukur benar tegangan maksimum maupun puncak ke puncak dari


masing-masing bentuk gelombang listrik

Mengukur besar frekuensinya

Mengukur beda fasa dengan metoda dua saluran dan ratoda x-y

Mengukur perbandingan frekuensi dari dua gelombang listrik

1.2

Dasar Teori

Osiloskop digunakan untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati.


Dengan Osiloskop maka kita dapat mengetahui berapa frekuensi, periode
dan tegangan dari sinyal. Dengan sedikit penyetelan kita juga bisa
mengetahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran
Osiloskop terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel kontrol.
Display menyerupai tampilan layar televisi hanya saja tidak berwarna
warni dan berfungsi sebagai tempat ..sinyal uji ditampilkan.
Pada layar ini terdapat garis-garis melintang secara vertikal dan horizontal
yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah horizontal mewakili
sumbu waktu dan garis vertikal mewakili sumbu tegangan. Panel kontrol
berisi tombol-tombol yang bisa digunakan untuk menyesuaikan tampilan di
layar.

Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal yang bisa digunakan untuk
melihat dua sinyal yang berlainan, sebagai contoh kanal satu untuk
melihat sinyal masukan dan kanal dua untuk melihat sinyal keluaran.

Sebelum osiloskop bisa dipakai untuk melihat sinyal maka osiloskop perlu
disetel dulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pengukuran. Hal hal
yang perlu diperhatikan antara lain adalah :

1. Memastikan alat yang diukur dan osiloskop


ditanahkan(digroundkan).Disamping untuk keamanan hal ini juga untuk
mengurangi noise dari frekuensi radio atau jala jala.
2. Memastikan probe dalam keadaan baik.
3. Kalibrasi tampilan bisa dilakukan dengan panel kontrol yang ada di
osiloskop.

Tombol-tombol yang terdapat di panel osiloskop antara lain :

* Focus : Digunakan untuk mengatur fokus


* Intensity : Untuk mengatur kecerahan garis yang ditampilkan di layar
* Trace rotation : Mengatur kemiringan garis sumbu Y=0 di layar
* Volt/div : Mengatur berapa nilai tegangan yang diwakili oleh satu div di
layar
* Time/div : Mengatur berapa nilai waktu yang diwakili oleh satu div di
layar
* Position : Untuk mengatur posisi normal sumbu X (ketika sinyal
masukannya nol)

* AC/DC : Mengatur fungsi kapasitor kopling di terminal masukan osiloskop.


Jika tombolpada posisi AC maka pada terminal masukan diberi kapasitor
kopling sehingga hanya melewatkan komponen AC dari sinyal masukan.
Namun jika tombol diletakkan pada posisi DC maka sinyal akan terukur
dengan komponen DC-nya dikutsertakan.
* Ground : Digunakan untuk melihat letak posisi ground di layar.
* Channel 1/ 2 : Memilih saluran / kanal yang digunakan.

Langkah awal pemakaian yaitu pengkalibrasian. Yang pertama kali harus


muncul di layar adalah garis lurus mendatar jika tidak ada sinyal masukan.
Yang perlu disetel adalah fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y
position.

Dengan menggunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka


kita bisa melakukan pengkalibrasian sederhana. Ada dua tegangan
referensi yang bisa dijadikan acuan yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2
Vpp dengan frekuensi 1 KHz. Setelah probe dikalibrasi maka dengan
menempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka akan muncul
tegangan persegi pada layar.

Jika yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1
volt/div ( satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai
tegangan dari puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1
ms/div ( satu kotak horizontal mewakili waktu 1 ms ) harus terdapat satu
gelombang untuk satu kotak.

Jika masih belum tepat maka perlu disetel dengan potensio yang terdapat
di tengah-tengah knob pengganti Volt/div dan time/div. Atau kalau pada
gambar osiloskop diatas berupa potensio dengan label "var".
Osiloskop adalah alat ukur listrik yang menunjukan besaran di ukur
sesungguhnya, berbeda dengan alat ukur listrik lainnya yang mengukur
besaran efektifnya.
Dari besaran sesungguhya terukur dapat diketahui besar tegangan
maksimum dan tegangan puncak ke puncak maupun besar frekuensinya,
missal besaran terukur berbentuk sinusoida seperti gambar berikut :

Vm = tegangan masksium volt)


Vp-p = tegangan puncak ke puncak (volt)
T = waktu 1 perioda (detik)
f = 1/T (Hertz)
untuk melihat bentuk gelombang listrik gambar 1 hanya di perlukan osiloskop
satu saluran, tetapi jika diperlukan melihat 2 bentuk gelombang listrik atau
lebih diperlukan osiloskop 2 saluran atau lebih.
Pemakaian osiloskop 2 (dua) saluran untuk mengukur beda phasa akan
menghasilkan gambar berikut :

= sudur beda phasa

Jika osiloskop di atur pada kedudukan X-Y, pada layar akan tampak
diantaranya seperti gambar rissyous :

Besar beda phasa :


A
arc sin
B

Juga dengan metoda X-Y dapat di tentukan perbandingan besar frekuensi 2


(dua) gelombang listrik, yang salah dapat di contohkan sebagai berikut :
Y

Perbandingannya adalah :

f x ny
=
f y nx
Dimana :
X

f x =frekuensi pada colok x


f y =frekuensi pada colok y
n x = jumlah lengkung garis yang
menyinggung garis horizontal

Gambar 4

Disamping kegunaan diatas ada satu hal yang sangat menguntungkan adalah
resistansi masukannya sangat besar, umumnya di atas 1m.

BAB II
ALAT DAN BAHAN
2.1
DAFTAR PERALATAN YANG
DIGUNAKAN

1. Transformator 220/3volt

3. Osiloskop Digital

2. Multimeter

4. Resistor (33k )

6. AFG (audio frequensi


generator)

5. Kapasitor 0,01 f

7. Kabel secukupnya

BAB III
PROSEDUR PERCOBAAN
3.1

LANGKAH KERJA

A. Percobaan menghidupkan oskiloskop

1. Siapkan sebuah osiloskop dua saluran, tanpa sumber AC. Amati


osiloskop tersebut dan jawablah pertanyaan di bawah ini dengan
berpedoman pada buku petunjuk pemakaian osiloskop :
2. Tombol power pada posisi off, yakinkanlah posisi pemilih tegangan
pada posisi 220volt, masukan kabel suplai di sumber AC 220volt.
3. Putar tombol power ke posisi ON,lihat apakah lampu sudah
menyala dan tunggu sekitar 30 detik.
4. Putar tombol intensitas kira-kira setengah putaran penuh, periksalah
tombol level apakah sudah pada posisi pull-auto, jika belum
tariklah secara perlahan dan putarlah kekanan atau kekiri, sehingga
pada layar tampak gari cahaya. (tombol sweep time/div tidak pada
X-Y). jika garis cahaya belum tampak, atur tombol position(1 atau
11) dengan di kombinasikan mengatur tombol(12),atur intensitas
(tombol 14) dan focus (tombol 15) untuk mendapatkan garis cahaya
yang tipis dengan keterangan yang cukup.
5. Jika garis tidak sejajar dengan sekala horizontal maka aturlah sekrup
pada tombol intensity (24) hingga garisnya sejajar.
6. Masukan probe (colok) pada saluran Ch 1 dan Ch 2, sesuaikan
selector mode (6) pada posisi (21).
7. Kalibrasi sekala volt divisi, masukkan ujung probe pada jack Cal
dengan pemilih besar di ukur pada posisi Dc. Selector sweep
time/div pada posisi selain X-Y. atur posisi kedua saklar volt/div.
pada 1 volt dan atur pula tombol variable (5 dan 8), sehingga pada
layar tampak gelombang kotak dengan tinggi 1 divisi.ubahlah posisi
saklar volt/div pada 0,2 volt,maka tinggi gelombang harus 5
divisi.selanjutnya tombol variable (5 dan 8) tidak boleh di ubah-ubah
selama pengukuran.
8. Kalibrasi sweet time/div, caranya sama dengan langkah nomor 7
pikirkan dan praktekkan,serta laporkan pada langkah kerja yang
saudara buat.

9. Lepas kedua ujung probe dari jack cal (23) osiloskop siap untuk
digunakan.

B. Mengukur besar tegangan dan frekuensi


1. Osiloskop pada percobaan A, gunakanlah salah satu saluran saja,
sehingga saklar mode perlu di sesuaikan dengan saluran yang
akan digunakan. Ukur tegangan keluaran dari AFG dengan volt
meter sebesar 5 volt, serta atur frekuensinya 1khz.
2. Ukur keluaran AFG dengan osiloskop, atur sekala volt/divisi
maupun sweep time/div. sehingga di peroleh gambar yang jelas.
3. Gambar entuk-bentuk gelombangnya pada kertas millimeter blok
lengkap dengan sekala volt/div dan sweep/div.
4. Tunjukkan berapa tegangan maksimum dan tegangan puncak ke
puncak yang terlihat pada layar dari masing-masing gelombang
5. Tunjukkan pula berapa besar frekuensi yang ditunjukkan pada layar
osiloskop.
C. Mengukur beda fasa
1.

Rangkai seperti gambar berikut ini :

2. Ukur AFG pada sinusoida 1 khz dan tegangannya 2 volt, atur pula
osiloskop pada mode dual dan sekala sweep/div. sedemikian
sehingga di peroleh gambar yang jelas.
3. Gambar bentuk gelombangnya lengkap dengan sekala volt/div dan
sweep time/div, tunjukkan besar beda phasanya.

4. Ubah sakelar sweep time/div pada posisi X-Y, dengan sakelar


pemilih 3 dan 9 pada posisi ground, atur tombol posisi sehingga
diperoleh titik cahaya ditengah sekala sumbu.
5. Ubah pemilih 3,9 ke posisi AC, gambar hasil pengukuran lengkap
dengan sekalan volt/div. dan sweep time/div.serta hitung beda
phasanya !
D.

Pengukuran frekuensi dengan lissavous

1. buat rangkaian seperti gambar dibawah ini :

2. atur tegangan keluarnya AFG sama dengan 3 volt,osiloskop diatur


seperti pada percobaan C
3. atur frekuensi AFG hingga didapat gambar pada layar :

a)

b)

c)

4. Hitung perbandingan frekuensi trafo denga frekuensi AFG,


bandingkan dengan yang tertera dalam skala AFG.
5. Matikan osiloskop dengan sekala volt/div pada sekala terbesar.
PERTANYAAN
1. Gambarkan proses terjadinya gambar lissayous percobaan D.3 ?
2. Berapa beda phasa antara AFG dengan trafo pada percobaan D
3. Sebutkan keuntungan dan kerugian osiloskop sebagai pengukur
teganggan.

BAB IV
ANALISA DATA
A. Percobaan menghidupkan oskiloskop

B. Mengukur besar tegangan dan frekuensi


Secara teori diketahui nilia AFG = 5V, = 250 mS, dan V = 5,00V
T = 250 x 4
= 1000 mS
F=

1
T
1
0,001

= 1000 Hz
= 1 KHz
Secara praktek ternyata didapat nilai hasil F tidak terlalu jauh berbeda yaitu
sebesar 1,01299 KHz

C. Mengukur beda fasa


Secara teori dilihat dari gambar bahwa nilai beda fasa yang didapat sebesar
10,80
Secara praktek didapat pada 1 gelombang terdiri dari 5 DIV, dimana setiap
180
=7,2
DIV terdapat 5 titik. Jadi setiap ttitik bernilai
25

D.Pengukuran Frekuensi Dengan Lissavous

BAB V
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
-

Pada osiloskop dapat mengukur Vmax, Vefektif, T, F, dan sudut fasa


Osiloskop memiliki tingkat ketelitian lebih tinggi dibandingkan alat ukur
lainnya karena pada osiloskop juga menampilkan bagaimana bentuk
gelombangnya.