Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Friction Stir Welding (FSW) adalah salah satu teknik
pengelasan solid-state yang pada umumnya digunakan untuk
pengelasan logam. Sebuah konsep dasar yang sederhana dengan
mendesign suatu tools pin yang kemudian diputar dengan Rpm
tertentu dan dipenetrasi ke dalam tepi kedua benda kerja untuk
proses penyambungan.
Proses Friction Stir Welding (FSW) sendiri secara lebih rinci
adalah memanfaatkan panas yang dihasilkan oleh gesekan antara
tools (shouder dan pin) dengan benda kerja. Panas ini, bersama
dengan panas yang dihasilkan oleh proses pencampuran mekanis
dan panas adiabatik dalam material menyebabkan bahan
mengalami proses pengadukan dan melunak tanpa mencapai
temperatur leleh (0.6 sampai dengan 0.8 temperatur leleh atau
82.2 109.6 C untuk polymer HDPE). Proses pelunakan ini
memungkinkan alat melintas sepanjang garis pengelasan. Pada
proses perpindahan tersebut bagian depan dari pin (face of the
pin) dibantu oleh profil khusus pin (ulir), gaya memplastisasikan
material ke belakang pin sambil menerapkan gaya tempa
substansial untuk meleburkan kedua material las, pengadukan dan
proses homogenisasi material las terjadi di fasa ini.
Friction Stir Welding (FSW) juga merupakan metode

pengelasan yang sangat effisien dan aman karena tanpa


memerlukan biaya logam pengisi atau Filler Metal,
Disamping itu, kualitas hasil pengelasan Friction Stir
Welding (FSW) memiliki permukaan yang lebih halus.
Metode pengelsan ini juga ramah terhadap lingkungan
karena tidak ada uap atau percikan dan tidak ada silauan
busur nyala pada fusion. Bahkan, effisiensi las dapat dicapai
hingga 89% dari benda uji (Rezgui, 2010).

2
Pada dasarnya, proses penyambungan dengan metode
Friction Stir Welding (FSW) ini sangat cocok digunakan pada
jenis logam karena nilai konduktivitas thermal yang tinggi dari
logam akan meningkatkan kecepatan pelumeran logam.
Pengaplikasian metode Friction Stir Welding (FSW) untuk
penyambungan polimer (plastic) sendiri pertama kalinya
dilakukan pada tahun 1997 (strand,2003) dan hingga saat ini telah
ada beberapa peneliti dari berbagai negara yang mempelajari
tentang penerapan Friction Stir Welding (FSW) pada bahan
Thermoplastik untuk mendapatkan parameter pengelasan yang
tepat seperti design pin, arah dan kecepatan putaran spindle,
traverse speed, temperature pengelasan, temperatur back plate,
dan masih banyak parameter-parameter lain yang nantinya akan
berimbas pada peningkatan kualitas sambungan pengelasan.
karena itu, masih banyak dibutuhkan usaha untuk mendapatkan
hasil penyambungan yang baik karena material plastik sendiri
merupakan media Isolator panas murni yang memiliki nilai
koduktivitasnya rendah, hal tersebut merupakan hambatan utama
dalam penerapan metode Friction Stir Welding (FSW) pada
bahan jenis Polymer (plastic) ini.
Polimer adalah salah satu bahan rekayasa bukan logam
(non-metallic material) yang sangat penting. Saat ini bahan
polimer telah banyak diaplikasikan sebagai bahan substitusi untuk
menggantikan logam terutama karena sifat-sifatnya yang ringan,
tahan korosi dan kimia, khususnya untuk aplikasi-aplikasi pada
temperatur rendah. Hal lain yang banyak menjadi pertimbangan
adalah daya hantar listrik dan panas yang rendah, kemampuan
untuk meredam kebisingan, warna dan tingkat transparansi yang
bervariasi, kesesuaian desain dan manufaktur , selain itu polimer
juga relatif ekonomis darisegi harga.
Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengaruh design
pin dan putaran spindle dengan variasi kecepatan dan waktu
tunggu konstan pada penyambungan(pengelasan) benda uji
polyethylene.

3
1.2. Perumusan Masalah
Penelitian ini menitikberatkan tentang bagaimana pengaruh
variasi kecepatan putaran spindle, yaitu ; 1320rpm, 1750rpm, dan
2230rpm dengan parameter tetap tool berbentuk pin tirus ulir
kiri, berdiameter 8 mm, panjang pin 15 mm dengan sudut
kemiringan 6.7, untuk diameter shoulder 20 mm dengan
panjang 15 mm, untuk holder berdiameter 10 mm dengan
panjang 30 mm dengan arah putaran spindel counterclockwise
(ccw) dan waktu tunggu pengelasan 20 detik terhadap
karakteristik hasil sambungan Polyethylene HDPE (High Density
Polyethylene) dengan tebal 15 mm melalui Pengujian Impak,
Pengujian Kekerasan, dan Makrografi.
1.3. Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan pada pengelasan, maka
harus dilakukan pembatasan masalah yang akan dibahas. Batasan
masalah penelitian ini sebagai berikut :
1. Kecepatan putaran spindle dan traverse speed Pin
pengelasan dianggap konstan.
2. Permukaan material dan back plat diasumsikan rata.
3. Proses pengelasan dilakukan pada temperature (300 ).
4. Seluruh pengukuran variable pengelasan dianggap tepat
seperti pada alat pengukuran.
5. Kondisi peralatan yang digunakan saat pengambilan data
diasumsikan terkalibrasi.
6. Spesifikasi mesin.
7. Perhitungan gaya pada pin.
8. Reaksi kimia benda uji.
1.4. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimana pengaruh perbedaan variasi kecepatan putaran spindle
terhadap karakteristik sambungan Polyethylelne HDPE (High
Density Polyethylene) yang disambung dengan menggunakan
metode pengelasan Friction Stir Welding.

4
1.5. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Menyediakan alternatif cara penyambungan Polyethylelne
jenis HDPE (High Density Polyethylene).
2. Dapat diaplikasikan untuk penyambungan pembuatan
pipa drainese, tiang pancang lepas pantai, hingga
jaringan pipa bawah laut material Polyethylene HDPE.
1.6. Sistematika penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang penelitian, perumusan
masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian, dan sistematika penulisan laporan penelitian.
BAB II DASAR TEORI
Bab ini dibahas mengenai definisi, beberapa teori
penunjang yang mendukung dalam penelitian pengelasan
Friction Stir Welding untuk benda uji Polyethylene, dan
parameter pengujian hasil pengelasan.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Bab metodologi penelitian dijelaskan tentang data
specimen awal, metode pengujian, dan segala bentuk
prosedur yang diperlukan untuk penelitian ini.
BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan data dan menganalisis hasil


yang diperoleh dari percobaan pengelasan dan
pengujian impak, uji kekerasan, dan foto makro.
Serta korelasi hasil percobaan dengan teori.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini membahas tentang kesimpulan hasil penelitian
dan saran-saran penulis dalam penyusunan tugas akhir.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN