Anda di halaman 1dari 8

EVALUASI KINERJA PERAWAT

RUMAH ISLAM PATI


1.

Umum
a.

Evaluasi Kinerja Perawat (EKP) dilaksanakan 1 tahun sekali/setelah selesai kontrak I, II atau ke III.

b.

Evaluasi Kinerja Perawat (EKP) dilaksanakan oleh pejabat terkait, dalam hal ini dilaksanakan oleh
atasan langsung pegawai yang bersangkutan, selanjutnya hasilnya didiskusikan agar dieroleh kata kesepakatan.

c.

Instrumen Evaluasi Kinerja Perawat (EKP) terdiri dari tujuh bagian dan ditambah satu bagian khusus
untuk pejabat struktural / pimpinan.

2.

Khusus
a.

Penilaian dilaksanakan oleh atasan langsung yang diperoleh dari hasil evaluasi selama 1 tahun sejak
Evaluasi Kinerja Perawat (EKP) sebelumnya atau setelah selesai kontrak I, II atau ke III.

b.

Untuk menghindari subyektifitas penilai atau atasan langsung, maka segala penilaian harus mengacu
pada lembar yang ada termasuk didalamnya hal pengkategorian dan penilaian.

c.

Pegawai harus bertindak aktif dalam ikut serta menilai dirinya sendiri melalui diskusi akhir oleh atasan
langsung.

d.

Atasan langsung harus melakukan diskusi tentang hasil nilai yang akan dituangkan dalam lembar
jawaban Evaluasi Kinerja Perawat (EKP).

e.

Pegawai dapat mengajukan keberatan tentang hasil penilaian kepada atasan dengan ketentuan bila
memang pegawai dapat membuktikan nilai yang ditulis oleh atasan tidaklah sesuai dengan kenyataan dengan
batas waktu 1 x 24 jam sejak dilaksanakannya diskusi.

f.

Penilai dan yang dinilai (perawat) harus membubuhkan tanda tangan pada lembar jawaban Evaluasi
Kinerja Perawat (EKP) setelah selesainya diskusi penilaian.

g.

Untuk menilai perawat pelaksana maka penilaian hanya dilakukan sampai pada soal ke VII sedangkan
penilaian untuk pejabat atau kepala unit dinilai sampai soal VIII.

3.

Cara Penilaian
a.

Evaluasi Kinerja Perawat (EKP) terdiri dari 8 bagian penilaian


(Akhlaq, Kejujuran, Prestasi Kerja, Tanggungjawab, Ketaatan, Kreatifitas dan Kepemimpinan).

b.

Tulis / bubuhkan nilai yang telah disepakati oleh penilai (atasan)


dengan pegawai pada kolom sesuai dengan nomor soal dan kategori penilaian.

c.

Kolom jumlah diisi hasil penjumlahan vertikal.

d.

Kolom sub total diisi hasil penjumlahan dari jumlah nilai semua
kolom.

e.

Letakkan hasil dari masing masing sub total di kolom nilai, dan
dijumlahkan dari sub total soal I sampai soal VII (untuk pelaksana) dan VIII untuk pejabat / kepala unit. Hasil yang
telah didapat diletakkan di kolom total.

f.

Bila telah didapatkan hasil total penilaian secara keseluruhan, maka


hasil yang ada dipadukan dengan format hasil akhir dan lingkari nomor yang sesuai dengan katagori Nilai Akhir.
Contoh : bila telah didapatkan nilai total sejumlah 248, maka nilai total itu berada pada katagori 4 yaitu antara 239
s/d 266, maka yang dilingkari adalah katagori 4.

PEMBACAAN KATAGORI NILAI


Hasil akhir yang diperoleh dari penilaian ini dijadikan sebagai katagori kinerja pegawai selama 1 tahun terakhir dengan
mempertimbangkan :
1.

Hasil Akhir dengan nilai Kurang, maka :


a.

Perawat Kontrak

Jika di tahun I atau di tahun II hasil akhir dengan nilai kurang, maka dievaluasi selama 1
bulan. Dalam kurun waktu 1 bulan bila dinilai ulang hasil tetap seperti semula maka kontrak diakhiri.

Bila 2 kali berturut turut memiliki Hasil Akhir dengan nilai kurang, maka kontrak tidak
dapat dilanjutkan.

b.

Perawat Tetap

Mendapat evaluasi ulang satu bulan.

Penundaaan kenaikan gaji berkala dan reguler selama 1 tahun sejak tahun akhir, maka
perubahan gaji terdahulu (yang tercantum dalam SK).

2.

Mendapatkan pengawasan dan perhatian intensif.

Hasil Akhir dengan nilai Sedang, maka pegawai memiliki kinerja yang memerlukan penanganan khusus /
pembinaan. Sehingga dengan hasil yang demikian itu memerlukan perlakuan sebagai berikut :
a.

Perawat Kontrak

Dievaluasi selama 3 bulan

Bila 2 kali berturut turut memiliki Hasil Akhir dengan nilai sedang, maka dievaluasi selama
6 bulan. Dalam kurun waktu 6 bulan bila dinilai ulang hasil tetap seperti semula maka kontrak tidak dapat
dilanjutkan.

b.

Perawat Tetap

Mendapatkan evaluasi ulang 3 bulan.

Penundaan kenaikan gaji berkala dan atau reguler selama 6 dari batas akhir yang
tercantum SK.

3.

Mendapatkan pembinaan lanjutan selama waktu evaluasi.

Hasil Akhir dengan nilai Cukup, maka perawat memiliki hasil kinerja yang mengarah pada hasil akhir baik.
Dengan demikian masa pegawai harus mendapat perlakuan sebagai berikut :
Perawat Kontrak

Dievaluasi selama 6 bulan bila tidak ada perubahan, kontrak tidak dapat dilanjutkan.

Bila Hasil Akhir cukup diperoleh pada tahun ke III, maka diberikan kesempatan perbaikan
selama 6 bulan dan penepatan sebagai calon pegawai negeri tetap ditangguhkan sampai ada perbaikan nilai
pada penilaian berikutnya.

a.

Perawat Tetap

Mendapatkan kesempatan perbaikan / evaluasi ulang dalam waktu 6 bulan sampai


pelaksanaan penilaian berikutnya.

Penundaan kenaikan gaji berkala dan atau reguler selama 3 bulan dari tanggal yang
ditetapkan di SK.

4.

Hasil Akhir dengan nilai Baik, berarti perawat yang bersangkutan menunjukkan pola kerja yang baik sehingga
harus ada reward yang sebanding dengan kinerja yang ada.

JUKLAK PENILAIAN
KINERJA PERAWAT RS ISLAM PATI
c.

AKHLAQ
No
1

Materi
Kesopanan

Kategori
Memiliki temperamen atau perangai kasar terhadap pasien, keluarga

terhadap sesama

pasien atau dengan tman sejawat dan karyawan lainnya. (bertutur


kata kasar, dll).
Pernah ketahuan secara kasat mata berlaku tidak sopan terhadap

Nilai
1

pasien, keluarga pasien atau dengan sejawat dan juga karyawan


lainnya. (membentak, berlaku kasar, dll)
Tidak ketahuan secara kasat mata berlaku tidak sopan, tetapi ada

laporan dari pasien, keluarga, teman sejawat dan atau karyawan lain

tentang perbuatan tidak sopan.


Menunjukkan prilaku yang baik terhadap pasien, keluarga, teman

sejawat dan atau karyawan lainnya.


Tidak sabar, mudah marah ketika pasien, keluarga pasien, teman

sejawat dan atau karyawan lain membutuhkan pertolongan.


Tergesa gesa dalam menjalankan tugas sehingga terjadi kesalahan

dalam hasil tugas.


Tidak sabar tetapi mampu mengendalikannya, dan kadang kadang

Keteladanan

hal itu muncul tetapi tidak perpengaruh negatif pada kerja.


Sabar, teliti dalam kerja dan mampu menghargai kerja orang lain.
Tidak mampu memberikan contoh perilaku yang baik, akan tetapi

4
1

Akhlaq

justru menunjukkan perilaku yang negatif. (merokok di tempat umum,

Kesabaran

&

keramahan

dalam

melaksanakan
tugas.

berkata kata kasar, berperilaku negatif).


Beberapa kali (lebih dari 3 x) adal laporan negatif bahwa yang

bersangkutan pernah bertindak negatif didepan umum.


Kadang kadang (kurang dari 3 x) masih melakukan perbuatan yang

negatif diepan umum.


Mampu memberikan contoh perilaku yang baik di depan umum

(pasien, keluarga pasien, teman karyawan lainnya.


d.

KEJUJURAN
No
1

Materi
Keihlasan
dalam

Kategori
Sering mengeluh tentang kondisi kerja dan hasil pendapatan selana

kinerja

bekerja di Rumah Sakit Islam Pati kepada orang lain selain karyawan

Penyalah
Wewenang

gunaan

Nilai
1

Rumah Sakit sehingga menimbulkan fitnah.


Mengeluh tentang pendapatan tetapi tidak menunjukkan Itikad dalam

bekerja yang baik.


Kadang kadang mengeluh, tetapi mampu memberikan kontribusi

kerja yang baik.


Bekerja dengan baik, dan memberikan masukan tentang perbaikan

penghasilan dengan cara kerja yang optimal.


Sering melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan wewenangnya

sehingga menyebabkan kerugian (pemalsuan, dll)


Dalam 1 tahun terakhir melakukan perbuatan penyalahgunaan

wewenang, tetapi belum sampai merugikan.


Memiliki
perilaku
kerja
yang bisa

kearah

penyalahgunaan wewenang.
Selama kerja (terutama 1 tahun terakhir) tidak ada indikasi perbuatan

penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

dikategorikan

Kesesuaian
laporan

dengan

hasil kerja

Kemampuan
menerima
tanggung
yang

jawab
diberikan

padanya (amanah)

Sering kali (lebih dari 2x) melaporkan apa yang dikerjakan kepada

atasan tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan.


2 kali dalam 1 tahun memberikan laporan yang tidak sesuai dengan

apa yang telah dikerjakannya


Melaporkan pekerjaan atau apa yang telah dikerjakannya kepada

atasan beberapa catatan dari atasan.


Melaporkan apa adanya kepada atasan tentang hasil kerjanya disertai

dengan alasan dan saran untuk perbaikan.


Sering melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugas yang

diberikan atasan atau tugas profesinya.


Tidak mampu menjalankan amanah (tanggung jawab) ditandai dengan

ketidaksiapan dalam menjalankan tugas kerja / kinerja kurang baik.


Mampu bekerja dan menerima amanah, akan tetapi seringkali masih

membutuhkan saran dan nasehat untuk peningkatan kinerja.


Mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan

dengan penuh amanah dan hasil kinerja baik.


e.

PRESTASI KERJA
No
1

Materi
Kecakapan
penguasaan

Kategori
dan Sering melakukan pelanggaran atau kesalahan dalam menjalankan
bidang tugas sesuai bidang tugasnya, yang sifatnya fatal / sering melakukan

tugasnya.

Ketrampilan

yang

dimiliki

Ketekunan,
ketelitian
kecepatan

dan
waktu

dalam menjalankan
tugas

Nilai
1

Kesehatan jasmani

kesalahan prosedur.
Melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas yang sifatnya ringan.
Melakukan kesalahan dalam menjalankan tugasnya tetapi langsung

2
3

ada usaha untuk memperbaikinya.


Tidak pernah melakukan pelanggaran
menjalankan tugasnya.
Memerlukan pengarahan

dan

atau

seringkali

kesalahan

dalam

diarahkan

dalam

melaksanakan tugasnya. (tugas yang dimilikinya tidak menunjang)


Tidak mampu bekerja secara mandiri dengan ketrampilan yang

dimilikinya.
Kurang mampu bekerja secara mandiri dengan ketrampilan /

profesinya tetapi ada usaha untuk memperbaikinya.


Bekerja dengan ketrampilan penuh untuk menunjang kinerja.
Sering tidak menghiraukan tugas, teledor dan respon terhadap tugas

4
1

kurang.
Tekun dalam bekerja tetapi kurang teliti dalam bertugas sehingga

masih ada kesalahan.


Tekun dan teliti dalam bekerja tetapi kurang responsive terhadap

tugas yang ada.


Memiliki ketakunan, ketelitian dan kecepatan dalam menjalankan

tugas (responsip).
Sering ijin dinas karena sakit (lebih dari 3 kali rata-rata izin 3 hari

kerja) tanpa keterangan dokter yang jelas.


Izin sakit lebih dari 3 kali tetapi dengan izin dokter dan mendapatkan

terapi dokter (mengganggu mekanisme kerja).


Izin sakit, tetapi mampu membagi waktu dan tidak mengganggu

mekanisme kerja
Memiliki ketahanan fisik yang prima sehingga mampu bekerja secara

optimal.

Manfaat kerja yang

Tidak ada hubungannya dengan profesi, pekerjaan dan program yang

dilakukan

dimiliknya
Bekerja diluar tanggungjawabnya (untuk membantu orang lain)

sehingga berpengaruh program dan tugas yang dimiliknya.


Bekerja sesuai dengan profesi, pekerjaan dan program yang

dilakukannya tetapi belum optimal karena faktor keteledoran.


Mampu bekerja secara baik sesuai dengan profesi, pekerjaan dan

programnya sehingga bermanfaat.


Hasil kerja tidak sesuai dengan target atau program yang ada.
50% hasil kerjanya telah sesuai dengan target dan program yang

1
2

Kemampuan
menyelesaikan

dirancang.

tugas

sesuai

80% hasil kerjanya telah sesuai dengan target dan program yang

dengan target atau

dirancang.
100% hasil kerjanya telah sesuai dengan target dan program yang

program yang ada

dirancang.
f.

TANGGUNGJAWAB
No
1

Materi
Ketepatan
waktu

Kategori
Sering tidak sesuai dengan target waktu yang ada karena faktor

Nilai
1

dalam

kinerja yang kurang baik.


Ada keterlambatan dalam menyelesaikan tugas dan ada usaha untuk

memenuhi keterlambatan tersebut.


Dalam menyelesaikan tugas karyawan menyelesaikan sesuai batas

waktu yang ada.


Menyelesaikan tugas sebelum batas waktu habis.
Seringkali meninggalkan tempat kerja yang tidak ada hubungannya

4
1

dengan tugas kerjanya.


Meninggalkan tempat kerja tidak berhubungan dengan tugasnya

tetapi menyelesaikan tugasnya dengan baik.


Meninggalkan tempat kerja tidak berhubungan dengan bidang

tugasnya tetapi meminta izin pada atasan.


Selalu berada pada tempat kerja untuk bekerja secara optimal.
Seringkali melakukan izin tidak masuk kerja untuk kepentingan

4
1

pribadi.
Sulit untuk diminta kerja diluar jam kerja dan lebih mementingkan

kebutuhan pribadinya.
Mengutamakan kerja bila ada keuntungan yang bisa didapatkannya.
Mengutamakan kerja daripada kepentingan pribadi yang bisa ditunda.
dalam Tidak berani mengambil resiko dari pekerjaan yang dilaksanakannya.
Seringkali menghindari mendapatkan tanggung jawab diluar tugas

3
4
1
2

yang ada.
Menjalankan tugas yang ada, tetapi tanggung jawab dilimpahkan

pada atasan atau orang lain.


Melakukan tugas dengan segala tanggung jawab dan resiko yang

didapatkannya.
kepemilikan Berlaku teledor dalam mengelola barang inventaris Rumah Sakit

menyelesaikan
tugas

Keberadaan
ditempat saat jam
kerja

Perhatian terhadap
kerja

Keberanian
menjalankan
amanah

atau

tanggungjawab

Rasa
terhadap

barang Islam Pati sehingga menyebabkan hilang atau rusak.


Tidak bisa menjaga barang inventaris sehingga menyebabkan
Rumah Sakit Islam
kerusakan barang.
Pati
Berusaha untuk menjaga barang inventaris Rumah Sakit Islam Pati
tetapi masih juga belum optimal.
Menghargai dan menjaga barang inventaris Rumah Sakit Islam Pati

2
3
4

sebagai bentuk tanggungjawab kepemilikan yang harus dijaga dan


6

Konsekwensi tugas

dirawat bersama.
Melemparkan kesalahan yang diperbuatnya pada saat tugas kepada

orang lain.
Tidak bisa menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya sehingga

mengelak bertanggung jawab.


Menyadari kesalahannya tetapi tidak berusaha mencari pemecahan

masalahya.
Menyadari kesalahan yang telah diperbuatnya dan mencari alternatif

pemecahannya.

g.

KETAATAN
No
1

Materi
Ketaatan menjalankan Sering

kali

melakukan

Kategori
pelanggaran

kedisiplinan

sehingga

(termasuk mendapatkan teguran lisan atau tertulis.


Melakukan pelanggaran kedisiplinan dan diberikan arahan /
absensi, seragam dan
masukan tetapi tidak ada perubahan.
kedisiplinannya)
Melakukan pelanggaran kedisiplinan, diarahkan dan mau

Nilai
1

peraturan

2
3

memperbaikinya sehingga tidak terulang kembali.


Tidak ada catatan pelanggaran kedisiplinan dan taat menjalankan

peraturan yang ada.


Mengkir / menolak tugas yang diberikan oleh atasan.

Ketaatan
menjalankan
3

tugas

2
3

menyelesaikannya.

kedinasan
Ketaatan
menjalankan syariat
Islam

h.

Menjalankan tugas dari atasan tetapi tidak optimal


Menjalankan tugas atasan dengan sungguh sungguh dan berhasil
Tidak pernah menjalankan syariat Islam (seperti sholat).
Kadang kala sholat bila diingatkan untuk sholat.
Melakukan syariat Islam bila yang lain juga melaksanakannya.
Melaksanakan syariat Islam dengan khusu setiap saat.

1
2
3
4

KERJASAMA
No
1

Materi
Kemampuan
menjalin
dengan

Kategori
Hanya mengandalkan dirinya sendiri untuk bekerja tanpa melibatkan

kerjasama karyawan / koleganya dan bersikap egosentrtis dan tidak mau tau

lain dengan pekerjaan orang lain.


Kurang memiliki respon dalam membantu karyawan yang lain untuk
untuk penyelesaiaan
menyelesaikan tugas.
tugasnya
Mau membantu bila orang lain yang memintanya tanpa inisiatif

orang

Sikap

terhadap

orang lain

Nilai
1

Kemampuan untuk
menerima

saran

dan kritik

2
3

sendiri.
Memiliki inisiatif untuk membantu karyawan yang lain dalam

menyelesaikan tugasnya.
Tidak memiliki rasa untuk menghargai orang lain / mau menang

sendiri.
Kurang dapat menghargai orang lain dan lebih menunjukkan

permusuhan.
Acuh tak acuh dengan orang lain, tetapi tidak menunjukkan

permusuhan.
Mampu menghargai orang lain dengan baik dan menempatkan posisi

dirinya sesuai dengan keadaan.


Marah dan menolak setiap saran dan kritik yang diterimanya.
Menerima kritik tetapi tidak mau memperbaiki diri untuk perbaikan.
Menerima kritik dan berusaha untuk memperbaikinya.
Menerima saran dan kritik selanjutnya meminta masukan untuk

1
2
3
4

memperbaiki

kekurangan

dirinya

dan

berusaha

untuk

memperbaikinya.

i.

KREATIFITAS
No
1

Materi
Kategori
Inisiatif untuk bekerja Apatis dan monoton dalam kerja.
Mencoba untuk mencari inisiatif dalam melaksanakan tugas.
secara baik
Berdiskusi bersama untuk mencari inisiatif baru dalam kerja agar tidak
monoton.
Tidak pernah melakukan

Kreatifitas kerja

Keinginan

untuk

memberikan
perubahan
yang lebih baik

I.

kerja

pelanggaran

atau

kesalahan

Nilai
1
2
3

dalam

menjalankan tugasnya.
Tidak memiliki daya kreasi dalam menyelesaikan tugas yang

diembannya.
Kurang memiliki daya kreasi untuk menyelesaikan tugas yang ada.
Kadang kala mengikuti orang lain untuk berkreatif dalam

2
3

menyelesaikan tugas yang ada.


Memiliki daya dan keinginan untuk menciptakan kreasi baru dalam

menyelesaikan tugas yang ada.


Tidak pernah memberikan saran untuk perubahan yang baik.
Hanya mengikuti orang lain untuk memberikan saran (ikut ikutan)
Sesekali memberikan masukan untuk perbaikan system kerja.
Aktif dalam memberikan masukan kepada teman atau atasan untuk

1
2
3
4

perbaikan system kerja.

KEPEMIMPINAN (UNTUK PEJABAT)


No
1

Materi
Penguasaan
bidangnya

Kategori
dalam Pendidikan dan keahlian tidak sesuai dengan jabatan yang

Nilai
1

diembannya.
Berusaha menyelesaikan tugas yang diembannya walaupun tidak

menguasai bidang yang diembannya.


Mencari pengalaman dan pendidikan untuk menyelesaikan tugas

bidangnya.

Pengambilan
keputusan

Kemampuan
membuat prioritas

Keteladanan

Mampu mengusai dan menyelesaikan tugas bidangnya dengan

keahlian yang dimilikinya.


Tidak dapat menyelesaikan masalah bila terjadi masalah pada

lingkup kerjanya.
Berusaha menghindar dari tanggungjawab menyelesaikan masalah.
Berusaha menyelesaikan masalah walaupun tidak optimal.
Mampu menyelesaikan masalah dengan segala daya upaya yang

2
3
4

dimilikinya.
Setiap menyelesaikan tugas tidak memandang prioritas mana yang

diutamakan.
Tidak menggunakan prioritas masalah dalam menyelesaikan tugas,

tetapi dapat menyelesaikan tugasnya.


Menggunakan prioritas masalah dalam sebagai cara penyelesaian

tugas, tetapi masih sering bekerja secara isedentil.


Selalu menyusun skala prioritas dalam menyelesaikan tugas tugas

yang diembannya.
Berperilaku yang tidak baik didepan pegawai lain

terutama

bawahannya dan tidak memberikan contoh keteladanan. (dilakukan

Kemampuan
mengembang
kan

potensi

kepemimpinan

didepan umum)
Melakukan perilaku yang kurang baik didepan karyawan tetapi

sebatas ditempat unit kerjanya.


Menyadari bahwa ia berperilaku kurang baik dan berusaha untuk

memperbaikinya.
Memberikan saran, nasehat dan contoh perilaku yang baik kepada

karyawan terutama di unit kerjanya.


Setiap memecahan masalah tidak pernah melibatkan unit / karyawan

dibawahnya untuk dimintai pendapat.


Mengedepankan pendapat pribadi untuk memutuskan masalah

walaupun mendapatkan saran dari unit / karyawan dibawahnya.


Berusaha untuk menggabungkan pendapatnya dan pendapat unit /

karyawan

dibawahnya

untuk

dijadikan

rujukan

penyelesaian

masalah.
Bersikap demokratis, tegas, jujur serta selalu melibatkan unit /

karyawan dibawahnya untuk menyusun gagasan atau menyelesaikan


6

Pola kepemimpinan

Kemampuan
berkoordinasi

masalah.
Otoriter dan egois (ingin menang sendiri tanpa menghiraukan unit /

karyawan lainnya).
Proleter (bersikap seperti orang kaya yang hanya menyuruh tanpa

memberikan arahan).
Terpimpin (menerima masukan, tetapi jarang dibuat sebuah rujukan).
Demokratis dan jujur (menerima saran, kritik untuk perbaikan dan

3
4

bersikap jujur terhadap kekurangan pola kepemimpinannya).


Tidak pernah berkoordinasi atau memberikan pelimpahan tugas

pendelegasian untuk menyelesaikan tugas / masalah.


Melakukan koordinasi bila terpaksa dan bila ada instruksi untuk

melakukannya.
Melakukan koordinasi ditingkat bawah tetapi belum optmal.
Bekerja secara kolegial (bersama- sama) dan melibatkan unit /

3
4

karyawan lainnya agar merasa memiliki kewajiban dan hak yang


8

Kemampuan
menumbuhkan
motivasi

unit

karyawan
dibawahnya

sama dalam menyelesaikan tugas / masalah.


Selalu memerintah dan menyalahkan tugas yang telah diselesaikan

oleh bawahannya tanpa memberikab masukan dan perbaikan.


Memerintah tanpa kata tolong dan bertindak sebagai penguasa /

pejabat.
Mengoreksi

karyawan

dibawahnya dan memberikan arahan untuk perbaikan.


Mengajak diskusi tentang pekerjaan yang telah diselesaikan oleh unit

tugas

yang

telah

diselesaikan

unit

/ karyawan dibawahnya dan selanjutnya memberikan dorongan untuk


memperbaiki bila masih ada kesalahan dan sekaligus memberikan
9

Perhatian
unit

kepada
karyawan

pujian.
Tidak pernah memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh unit /

karyawan dibawahnya dalam melaksanakan tugas yang ada.


Acuh tak acuh terhadap keberhasilan atau masalah yang sedang

dihadapi oleh unit / karyawan dibawahannya.

10

yang berada pada

Memberikan perhatian kepada unit / karyawan bila berkeluh kesh

tanggung jawabnya

saja.
Selalu memberikan perhatian kepada unit / karyawan baik dalam

keadaan ketika ada masalah atau ketika mendapatkan prestasi.


Berlaku tidak senang dan tendensius terhadap kritik dan saran yang

diterimanya.
Menerima saran dan kritik dengan catatan, tidak berusaha untuk

memperbaikinya.
Menerima saran atau kritikan dan mencoba memperbaiki apa yang

ada dalam kritik / saran yang diterimanya.


Menerima kritik dan saran secara lapang dada dan selanjutnya

Kemampuan
menerima
dan kritik

saran

mengintrospeksi diri untuk perbaikan kekurangan.

Anda mungkin juga menyukai