Anda di halaman 1dari 4

Rangkuman Materi Kuliah SFAC

Oleh:
Elok Hendiono

(125020307111050)
KELAS CG

Teori Akuntannsi

UNIVERSITAS BRAWIJAYA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
JURUSAN AKUNTANSI
MALANG
2015

SFAC No. 1 Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises


SFAC ini merujuk pada tujuan pelaporan keuangan perusahaan dan sasaran akuntansi bagaimana
perusahaan menyediakan informasi yang dapat berguna dalam proses pengambilan keputusan bisnis
dan ekonomi, untuk membantu investor yang ada dan potensial, kreditor yang ada dan investor
potensial, serta pemakai lainnya dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa
depan, tentang sumber daya ekonomi, klaim terhadap sumber daya tersebut, dan perubahan
didalamnya. Tujuan pelaporan keuangan tidak berubah, itu dipengaruhi oleh ekonomi,lingkungan
hukum, politik, dan sosial di mana pelaporan keuangan terjadi. Pelaporan keuangan harus
memberikan informasi yang berguna untuk menyajikan potensi investor dan kreditor dan pengguna
lainnya dalam membuat investasi rasional, kredit, dalam membuat keputusan dengan menilai
jumlah, waktu, dan ketidakpastian penerimaan kas dari deviden atau bunga dan hasil dari penjualan,
penebusan, atau jatuh tempo surat berharga atau pinjaman. Dalam SFAC 1 ini juga menyatakan
pentingnya stewardship untuk menaksir seberapa baik manajemen menjalankan tugas dan
kewajibannya serta obligasi kepada pemilik dan pihak lain yang berkepentingan. Berikut ini
merupakan beberapa judgment penilaian penting yang dibuat melalui laporan:
1. Manfaat informasi harus lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
2. Laporan akuntansi bukan satu- satunya sumber informasi mengenai perusahaan.
3. Akuntansi akrual sangat berguna dalam menaksir dan memprediksi earning power dan arus kas
perusahaan.
4. Informasi yang disediakan harus bermanfaat, tapi pengguna membuat keputusan mereka sendirisendiri
Dalam SFAC 1 tidak dijelaskan bagaimana format laporan dan hanya menyebutkan pelaporan
keuangan seharusnya relatif menyediakan informasi sumberdaya ekonomi perusahaan, obligasi dan
ekuitas pemilik dan bagaimana kinerja perusahaan disajikan dengan mengukur pendapatan dan
komponennya serta bagaimana kas diperoleh dan dibayarkan.

SFAC No. 2 Qualitative Characteristics of Accounting Information


Dalam SFAC ini memberikan karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh informasi akuntansi
sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermanfaat. Dimana manfaat harus melebihi biaya yang
dikeluarkan, sehingga understandability merupakan kualitas penting yang harus dipenuhi.
Relevansi dan keandalan adalah dua kualitas utama yang membuat informasi akuntansi berguna

untuk pengambilan keputusan. Jika kedua karakteristik ini hilang, maka informasi dalam laporan
keuangan tidak akan berguna.
1) Relevansi
Agar relevan, informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Jika
tidak mempengaruhi keputusan, maka informasi tersebut dikatakan tidak relevan terhadap
keputusan yang diambil. Informasi yang relevan akan membantu pemakai membuat prediksi
tentang hasil akhir dari kejadian masa lalu, masa kini, dan masa depan; yaitu memiliki nilai
prediktif (prediktif value). Selain itu juga harus ada nilai umpan balik dimana informasi dapat
diekspektasi lebih dahulu dan informasi akan relevan bila disajikan tepat waktu sebelum informasi
tersebut kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi pengambilan keputusan (timeliness).
2) Keandalan (Reliability)
Informasi akuntansi dianggap handal jika dapat diverifikasi, disajikan secara tepat, serta bebas dari
kesalahan dan bias. Reliabilitas sangat diperlukan oleh individu-individu yang tidak memiliki waktu
atau keahlian untuk mengevaluasi isi faktual dari informasi. Informasi yang andal memiliki
karakteristik (verifiability) mampu dibuktikan kebenarannya, ketepatan penyajian atau sesuai
dengan apa yang terjadi (representational faithfulness) dan netral berarti bahwa informasi tidak
dapat dipilih untuk kepentingan sekelompok pemakai tertentu.

SFAC No. 7 Using Cash Flow Information and Present Value in Accounting Measurement
Dalam SFAC No 7 ini menyediakan kerangka kerja untuk dapat menggunakan future cash flows
sebagai basis pengukuran saat pengakuan awal dan pengukuran segera serta untuk metode interest
dalam penentuan amortisasi karena akuntan biasanya menggunakan nilai pasar tetapi ia cukup
sering menggunakan estimasi arus kas masa depan sebagai dasar untuk mengukur aset atau
kewajiban. Ini memberikan prinsip-prinsip umum yang mengatur penggunaan nilai sekarang,
terutama ketika jumlah arus kas di masa depan, waktu mereka, atau keduanya tidak pasti. Hal ini
juga memberikan pemahaman umum dari tujuan nilai sekarang dalam akuntansi pengukuran.
Dengan menggunakan present value dapat digunakan untuk menangkap dan untuk mengembangkan
perbedaan di antara aliran kas ekspektasian di masa yang akan datang dan menyediakan informasi
yang relevan melalui pelaporan keuangan karena present value menggambarkan beberapa atribut
pengukuran asset dan liabilities secara logis. SFAC No. 7 digunakan pada situasi dimana current
market value tidak tersedia sehingga harus menggunakan estimasi aliran kas di masa mendatang.
Poin penting mengenai pengukuran asset adalah pengukuran present value yang digunakan untuk

mensimulasi fair value. Discount rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan
pengukuran pasar terhadap nilai asset. Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount
rate harus diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran asset dan liabilitas
sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten. Sebuah asset dapat dipandang dan dinilai
secara terpisah dari entitas perusahaan, tapi pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian.

SFAC No.8 Conceptual framework for financial reporting


SFAC No.8 dimaksudkan untuk menetapkan tujuan-tujuan dan konsep-konsep fundamental yang
akan menjadi dasar untuk pengembangan akuntansi keuangan dan pedoman pelaporan. SFAC ini
menggantikan SFAC No 1 dan No 2.
SFAC No.8 secara umum merumuskan tiga tujuan pelaporan keuangan, yaitu :
a) Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi investor atau
kreditor yang sudah ada maupun yang potensial dalam membuat keputusan mengenai penyediaan
sumber daya kepada entitas pelapor seperti membeli, menjual, atau menahan instrument ekuitas dan
hutang serta menyediakan pinjaman dan kredit dalam bentuk lain.
b) Menilai prospek arus kas bersih yang dimiliki oleh suatu entitas dan seberapa efisien dan efektif
manajemen entitas melakukan pengelolaan dan komisaris yang telah menyelesaikan tanggung
jawab mereka untuk menggunakan sumber daya entitas.
c) Menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari pelaporan suatu entitas, yaitu informasi
tentang sumber daya ekonomi dan klaim terhadap sumber daya ekonomi tersebut dalam pelaporan
entitas.
SFAC No.8 menetapkan uinsur karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi (memiliki nilai
konfirmatori dan nilai prediksi) dan representasi yang tepat (lengkap, netral, bebas dari kesalahan).
Untuk menerapkan karakteristik fundamental ini, harus memenuhi syarat yaitu mengidentifikasi
suatu fenomena ekonomi yang memiliki potensi untuk menjadi berguna bagi pengguna informasi
keuangan entitas pelaporan itu, mengidentifikasi jenis informasi tentang fenomena yang akan
relevan jika tersedia dan dapat setiia diwakili, menentukan apakah informasi yang tersedia dan
dapat setia diwakili. Kemudian untuk meningkat kan karakteristik informasi harus dapat
dibandingkan, dapat diverifikasi, dapat dipahami, dan tepat waktu.