Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN SKABIES

Kasus
Seorang gadis, S, 19 tahun datang dirawat dengan keluhan gatal pada kulit yang tidak
tertahankan saat kambuh. Kejadian itu bermula 2 minggu yang lalu, dia biasa garuk-garuk di
lutut karena dia sejak 12 bulan yang lalu sudah punya penyakit yang gatal dan bersisik, sebesar
uang gope, tapi gatal berlebih dirasakan setelah cape hati diputus pacar, jia gatal kemudian
digaruk, dan minum kenakort pemberian temannya. Gatal berlebih disekujur tubuh terjadi saat
valenday karena mengantuk, ia tidur diteras rumah, pas jam 10 ia terbangun karena gatal
terutama yang terkena sinar matahari. Gatal menyerang punggung dan leher serta paha, hanya
wajah, tangan serta telapak tanagn yang tidak. Hasil kajian diperoleh : klien mengeluh susah
tidur bila ingat pacarnya dan demam serta sedih karena keluarga dan teman-temannya tidak mau
dekat karena takut tertular. Fisik: tensi: 110/70; RR: 24; suhu: 38,7 rambut tampak kotor dan
berketombe, sklera anikterik sama kongjungtiva ananemis, lesi bentuk bulat, batas tegas dan
timbul, paling besar 2mm kubik ada yang berupa makula eritema, makula hiperpigmentasi, plak
eritema, paupla eritema hingga pustul disertai squama. Lab: leukosit 18.000, terapi kompres
NaCl, cetirizen, methotrexate, sanmol, clobetasol propionat, jika mandi menggunakan
permananat. Klien didiagnosa psoriasis.
I. Pengkajian
1. Identitas Pasien :
Nama

: Nn.S

Umur

: 19 Tahun

JenisKelamin

: Perempuan

Pendidikan

:-

Agama

: Islam

SukuBangsa

:-

Tanggal masuk

:-

Diagnosa Medis

: Psoriasis

2. Riwayat Kesehatan :
a. Keluhan utama

: mengeluh gatal terutama pada bagian yang terkena

sinar
matahari
Propokativ
: jika terkeba sinar matahari, dan jika digaruk
Quality
: gatal berat, tak tertahankan saat digaruk
Region
: punggung, leher serta paha
Scala
:7
Time
: ketika terdapat pemicu gatal
b. Riwayat penyakit sekarang
: Psoriasis
c. Riwayat penyakit dahulu
: gatal dan bersisik sebesar uang gope dari 12 bulan
lalu
d. Riwayat keluarga
e. Riwayat psikososial

:: cape hati diputus pacar dan sedih karena keluarga

dan teman-temannya menghindar


2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi

: rambut tampak kotor dan berketombe, terdapat lesi

distribusi generalisata, makula eritema, makula hiperpigmentasi, plak eritema, papula


b.
c.
d.
e.
f.
g.

eritema, dan pustula disertai squama.


Palpasi
: KGB(-) ; piting edema(-) ; nyeri sendi
Perkusi
:Auskultasi
:Suhu
: 38,7 oC
RR
: 24 x/ menit
HR
: 110/70

II. Analisis Data

No
1

Data
DO : bersisik,

Etiologi

terdapat

makula eritema, makula


hiperpigmentasi,

Masalah Keperawatan
Kerusakan
Integritas
Kulit

plak

eritema, papula eritema,


dan pustul disertai squama
DS : pasien mengeluh gatal

di punggung, leher dan


paha

DO : -

Hambatan

DS :

klien mengeluh

bahwa

keluarga

dan

teman-temannya menjauh
karena takut tertular.

sosial

interaksi

DO : -

Gangguan pola tidur

DS : pasien mengeluh susah


tidur bila ingat pacarnya

DO : kulit bersisik, terdapat

Resiko gangguan citra

makula eritema, makula

diri

hiperpigmentasi,

plak

eritema, papula eritema,


dan pustul disertai squama
DS : klien mengeluh bahwa
keluarga

dan

teman-

temannya menjauhinya

1. DIAGNOSA DAN INTERVENSI


No.
1.

Diagnosa
Gangguan integritas

Tujuan dan Kriteria


Intervensi
Setelah
dilakukan Lakukan kompres basah dan sejuk

kulit

intervensi selama 3 x 24

berhubungan

dengan adanya lesi,

jam, diharapkan kerusakan

atau terapi rendaman.


Lakukan perawatan luka dan hygine

mukula

integritas

eritema,

kulit

dapat

sesudah itu keringkan kulit dengan

dengan

kriteria

hati-hati dan taburi bedak yang tidak

mukula

teratasi,

hiperpegmentasi,

hasil:

papula

- gatal hilang

pada

kulit,

iritatif
Berikan

prioritas

untuk

pasien

mengeluh

- kulit tidak bersisik

meningkatkan

merasakan gatal yang

- lesi hilang

tidak

- mukula eritema, mukula

kehangatan pasien
Kolaborasi dengan dokter dalam

tertahankan

saat kambuh.

hiperpegmentasi,dan papula
hilang

dan

pemberian obat-obatan
Balur dengan minyak kayu putih
ketika

kenyamanan

gatal

kambuh,

untuk

mengurangi rasa gatal


Anjurkan pasien untuk

tidak

menggaruk secara berlebihan ketika

gatal kambuh
Evaluasi kenyamanan pasien dan
frekuensi gatal yang dirasakan setiap

2.

Hambatan
sosial

interaksi

berhubungan

dapat

Klien
mengidentifikasi

dengan keadaan kulit

untuk

mempertahankan dasar keterampilan


yang

pada klien dengan

bermasalah

yang

psoriasis

menghalangi hubungan

klien

sosial.
Keluarga klien dapat

penyakit yang diderita klien.


Pantau perkembangan aktivitas

mengetahui

sosial

permasalahan

klien.

Gangguan pola tidur

Setelah

diberikan

berhubungan dengan

perawatan, pasien dapat

yang

tidak

terkendali

Resiko
citra

tidur

cukup

dengan

teratur dan berkualitas

gangguan
diri

berhubungan dengan

Setelah

dilakuakan

tindakan

asuhan

keperawatan selama 1 x 24

biofisik,

penyakit

jam,

dan

perasaan

terjadi

sosial dan mengurangi isolasi sosial


Beri pendidikan kesehatan kepada
dan

keluarganya

terkait

klien.

yang

dimiliki

emosi

4.

dukungan

perilaku

3.

12 jam.
Beri

diharapkan
gangguan

Berikan terapi distraksi pada apsien


untuk bisa meluakan masalahnya
Anjurkan pasien untuk mendekatkan
diri pada kegiatan spiritual
Beri pasien cerita-cerita motivasi
Fasilitasi pasien untuk curhat
Evaluasi frekuensi dan kualitas tidur
pasien .
Berikan
untuk

kesempatan

pada

mengungkapkan

klien

perasaan

tidak

tentang perubahan citra tubuhnya.


Bantu klien dalam mengenali dan

citra

menilai diri serta mengatasi masalah.

terisolasi

tubuh.

Dengan

kriteria

hasil:

dan

-menyatakan

penerimaan

situasi diri
-bicara

Membantu klien untuk percaya diri

dengan

bersosialisasi

kepada

keluarga

dengan
dan

baik
teman-

temannya.
keluarga

atau teman terdekat tentang


situasi, dan perubahan yang
sedang

terjadi.

Dongoes,E,Marilynn.(2000).Rencana Asuhan Keperawatan,Edisi 3.EGC:Jakarta


Dwi Rahayani,Loetfia.2008.Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Integumen.
EGC : Jakarta

Anda mungkin juga menyukai