Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN KASUS

I.

II.

IDENTITAS
Nama

: An. AA

Umur

: 6 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Pekerjaan

: Pelajar

Alamat

: Blok Rambutan, Cigadung, Subang

Tanggal Pemeriksaan

: 12 Februari 2015

No. RM

: 359449

ANAMNESIS
Dilakukan alloanamnesis terhadap ibu pasien.
Keluhan Utama
Terdapat bercak putih keabuan di puncak kepala yang terasa gatal.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang dengan keluhan terdapat bercak putih keabuan di puncak kepala
yang terasa gatal. Keluhan mulai muncul sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit
(SMRS). Awalnya keluhan hanya berupa gatal-gatal yg dikira oleh ibu pasien sebagai
ketombe. Namun lama kelamaan rambut di sekitar tempat yang gatal semakin rapuh,
mudah rontok, dan terjadi kebotakan setempat yang digantikan oleh bercak putih
keabuan dan bercak putih tersebut semakin melebar. Gatal semakin terasa jika pasien
berkeringat dan pasien sering menggaruk daerah gatal tersebut. Keluhan ini baru
pertama kali dirasakan oleh pasien.
Ibu pasien mengatakan anaknya jarang mandi menggunakan sampo dan sering
menggunakan topi, akibatnya kepala pasien semakin sering berkeringat.
Orang tua pasien belum pernah membawa pasien berobat untuk menghilangkan
keluhannya tersebut karena mengira bercak putih tersebut hanya sekedar ketombe.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga pasien yang mengalami keluhan serupa.

III.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Generalis
Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda vital
Tekanan darah : Tidak dilakukan
Nadi

: 80x/menit

Pernapasan

: 20x/menit

Suhu

: 36,00 C

Kepala
-

Bentuk

: Normosefal
- Rambut
: Distribusi rambut tidak merata, terdapat bercak
putih di puncak kepala, rambut di sekitar bercak putih mudah

Mata
Hidung
Tenggorokan
Leher

:
:
:
:

dicabut
Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/Bentuk normal, deviasi septum (-)
Faring hiperemis (-), tonsil T1-T1 tenang
KGB tidak teraba membesar

Toraks
-

Inspeksi

: Dada terlihat datar, simetris dalam keadaan statis maupun

dinamis
Iktus kordis tidak terlihat
-

Palpasi

: Fremitus Taktil kanan = kiri


Fremitus Vokal kanan = kiri
Tidak teraba adanya massa
2

Iktus kordis teraba di sela iga ke 5 linea midklavikula sinistra


-

Perkusi

: Terdengar sonor di seluruh lapang paru


Batas-batas jantung dalam batas normal

Auskultasi

: Suara nafas utama vesikuler kanan dan kiri


Tidak ada ronki ataupun wheezing
Bunyi jantung I-II murni, regular

Abdomen
-

Inspeksi

: Perut datar simetris, tidak ada kelainan kulit.

Palpasi

: Nyeri tekan epigastrium (+)


Hepar, lien dan ginjal tidak teraba

Perkusi

: Timpani pada keempat kuadran abdomen


Shifting dullness (-)

Auskultasi

: Bising usus normal

Ekstremitas
-

Superior

: Hangat
Sianosis (-/-)
Edema (-/-)

Inferior

: Hangat
Sianosis (-/-)
Edema (-/-)

Status Dermatologikus
Distribusi

Regional

Regio

Kepala

Sifat lesi

Tampak lesi kering tunggal berbentuk lingkaran berukuran


plakat dengan batas yang jelas. Akibat lesi ini terjadi alopesia
setempat.

Efloresensi

Tampak daerah lesi berupa plak berskuama dan terdapat erosi


akibat garukan.

Status Venerologikus
Tidak dilakukan

IV.

RESUME
Anak laki-laki berusia 6 tahun datang dengan keluhan terdapat bercak putih
keabuan di puncak kepala yang terasa gatal sejak 1 bulan SMRS. Awalnya hanya
berupa gatal, namun lama kelamaan rambut di sekitar tempat gatal menjadi mudah
rontok, bercak putih semakin lebar, dan terjadi kebotakan setempat. Gatal semakin
terasa jika pasien berkeringat. Pasien jarang mandi menggunakan sampo dan sering
menggunakan topi. Keluhan belum pernah diobati sebelumnya, dan pasien belum
pernah mengalami keluhan serupa.
Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan frekuensi nadi 80 kali/menit, frekuensi
napas 20 kali/menit dan suhu 36,0 0 C. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan lesi di
kulit kepala. Lesi tunggal berbentuk lingkaran berupa plak berskuama berukuran
plakat dengan batas tegas dan disertai erosi akibat garukan. Akibat lesi tersebut terjadi
alopesia setempat.

V.

DIAGNOSIS BANDING

Tinea kapitis

Dermatitis seboroik
4

Psoriasis vulgaris

VI.

DIAGNOSIS KLINIS
Tinea kapitis

VII.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Woods Lamp lesi berwarna hijau kekuningan (+)

Usulan pemeriksaan uji kerokan kulit + KOH 20%

Usulan pemeriksaan biakan pada medium agar dekstrosa Sabouraud

VIII. PENATALAKSANAAN
A. Tatalaksana Umum:
Menjelaskan kepada ibu pasien untuk selalu menjaga higienitas anak dan

menganjurkan pasien untuk berkeramas setiap hari.


Jika berkeringat anjurkan pasien untuk tidak menggunakan topi dan pasien

tidak perlu mencukur habis rambutnya.


Mengedukasi pasien untuk tidak memakai sisir, topi, handuk, ataupun
sikat rambut bersama dengan orang lain meskipun anggota keluarga

sendiri.
Mengedukasi pasien untuk tidak menggaruk daerah kulit lesi agar tidak

terjadi infeksi sekunder.


Memberitahukan kepada pasien bahwa rambut akan tumbuh kembali

secara perlahan.
Mencuci berulang kali untuk sisir, sikat rambut, handuk dan sarung bantal

yang pernah digunakan pasien.


Menerangkan kepada pasien cara menggunakan obat yang baik dan benar.

B. Tatalaksana Khusus:
- Topikal
Sampo ketokonazol 1% - 2% (dipakai 2-3 kali/minggu, didiamkan selama
-

IX.

5 menit kemudian dibilas)


Sistemik
Griseofulvin 1 x 250 mg selama 7 hari
Loratadine 1 x 5 mg

PROGNOSIS
-

Quo ad vitam

: ad bonam

Quo ad functionam

: ad bonam

Quo ad sanactionam : ad bonam


5