Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

TITIK LELEH DAN TITIK DIDIH

Oleh :
Ni Putu Eka Vinapriliani (1408105038)
Kelompok 2/B

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

Titik Leleh dan Titik Didih

I.

Tujuan
Menentukan titik leleh beberapa zat
Menentukan titik didih beberapa zat
Menentukan murni atau tidak suatu zat

II.

Dasar Teori
a. Titik Leleh
Titik leleh adalah temperatur dimana zat padat berubah wujud menjadi zat
cair pada tekanan satu atmosfer. Dengan kata lain, titik leleh merupakan suhu
ketika fase padat dan cair sama-sama berada dalam kesetimbangan. Perubahan
tekanan tidak mempengaruhi titik leleh suatu zat mengalami perubahan yang
berarti. Pengaruh ikatan hidrogen terhadap titik leleh tidak begitu besar karena
pada wujud padat jarak antarmolekul cukup berdekatan dan yang paling berperan
terhadap titik leleh adalah berat molekul zat dan bentuk simetris molekul. Titik
leleh senyawa organik mudah untuk diamati sebab temperatur dimana pelelehan
mulai terjadi hampir sama dengan temperatur dimana zat telah habis meleleh
semuanya.
Perbedaan titik leleh senyawa-senyawa dipengaruhi oleh beberapa hal, di
antaranya adalah perbedaan kuatnya ikatan yang dibentuk antar unsur dalam
senyawa tersebut. Semakin kuat ikatan yang dibentuk, semakin besar energi yang
diperlukan untuk memutuskannya. Dengan kata lain, semakin tinggi juga titik
lebur unsur tersebut. Perbedaan titik leleh antara senyawa-senyawa pada golongan
yang sama dapat dijelaskan dengan perbedaan elektronegativitas unsur-unsur
pembentuk senyawa tersebut.
Jika zat padat yang diamati tidak murni , maka akan terjadi penyimpangan
dari titik leleh senyawa murninya yang berupa penurunan titik leleh dan perluasan
range titik leleh. Misal suatu asam murni diamati titik lelehnya pada temperatur
122,1oC 122,4oC dari titik lelehnya 122,2oC. Penambahan 20% zat padat lain
akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya menjadi 115 oC - 119 oC dari
122,1oC 122,4oC. ( Rata-rata titik lelehnya lebih rendah 5 oC dan range
temperaturnya berubah menjadi 4oC dari 0,3oC )
2

Titik leleh suatu zat padat tidak mengalami perubahan yang berarti dengan
adanya perubahan tekanan. Oleh karena itu tekanan biasanya tidak dilaporkan
pada penentuan titik leleh, kecuali kalau perbedaan dengan tekanan normal terlalu
besar.
Pada unsur alkali memiliki satu elektron ikatan dan bertambah lemah jika
jari-jari bertambah besar, hal ini menyebabkan titik leleh berkurang dari atas
kebawah dalam satu golongan. Unsur halogen terikat oleh gaya Van der Waals
yang lemah, gaya ini bertambah jika jari-jari bertambah besar, oleh sebab itu titik
leleh bertambah besar dari atas ke bawah dalam satu golongan. Kekuatan ikatan
logam bertambah dari kiri ke kanan, sehingga titik leleh bertambah dari kiri ke
kanan dalam satu periode. Gas mulia memliki ikatan Van der Waals yang sangat
lemah, sehingga titik lelehnya sangat kecil. Titik leleh pada gas mulia ditentukan
oleh besarnya nomor atom. Semakin besar nomor atom maka titik lelehnya
semakin tinggi. Dalam menentukan titik leleh suatu zat, adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi cepat atau lambatnya zat tersebut meleleh adalah :
1. Ukuran Kristal
Ukuran Kristal sangat berpengaruh dalam menentukan titik leleh
suatu zat. Apabila semakin besar ukuran partikel yang digunakan, maka
semakin sulit terjadinya pelelehan.
2. Banyaknya Sampel.
Banyaknya sampel suatu zat juga dapat mempengaruhi cepat
lambatnya proses pelelehan. Hal ini dikarenakan, apabila semakin sedikit
sampel yang digunakan maka semakin cepat proses pelelehannya, begitu
pula sebaliknya jika semakin banyak sampel yang digunakan maka
semakin lama proses pelelehannya.
3. Pengemasan Dalam Kapiler.

Pemanasan dalam suatu pemanas harus menggunakan bara api atau

b. Titik Didih

panas yang bertahan.


Adanya senyawa lain yang dapat mempengaruhi range titik leleh.

Titik didih suatu zat adalah suhu yang tekanan uap jenuhnya sama dengan
tekanan di atas permukaan zat cair. Bila tekanan uap sama dengan tekanan luar
atau tekanan diatas permukaan zat cair , mulai terbentuk gelembung-gelembung
uap dalam cairan. Karena tekanan uap dalam gelembung sama dengan tekanan
3

udara, maka gelembung itu dapat mendorong diri lewat permukaan dan bergerak
ke fasa gas diatas cairan, sehingga cairan tersebut mendidih. Titik didih suatu zat
cair dipengaruhi oleh tekanan udara, artinya makin besar tekanan udara makin
besar pula titik didih zat cair tersebut , begitu juga sebaliknya semakin rendah
tekanan udara , maka semakin rendah titik didih. Pada tekanan dan temperatur
udara standar (76 cmHg, 25C) titik didih air sebesar 100C.
Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung
berapa kuatnya daya tarik antar molekul cairan. Cairan yang memiliki gaya tarik
antar molekul kuat , akan memiliki titik didih yang tinggi , begitu juga sebaliknya.
Adanya ikatan hidrogen antarmolekul menyebabkan titik senyawa relatif
lebih tinggi dibandingkan dengan senyawa lain yang memilki berat molekul
sebanding. Titik didih senyawa golongan alkohol lebih tinggi daripada senyawa
golongan alkana, demikian juga titik didih air lebih tinggi daripada aseton.
Pengaruh ikatan hidrogen terhadap titik leleh tidak begitu besar karena pada
wujud padat jarak antarmolekul cukup berdekatan dan yang paling berperan
terhadap titik leleh adalah berat molekul zat dan bentuk simetris molekul.
Senyawa yang mampu membentuk ikatan hidrogen dalam air akan mudah larut
dalam air. Panjang atau pendeknya rantai karbon (gugus alkil-R) memiliki
pengaruh terhadap kealrutan senyawa dalam air. Contohnya Titik didih H2O lebih
tinggi daripada HF , hal itu disebabkan ikatan hidrogen H2O lebih kuat daripada
HF . Padahal sama- sama membentuk ikatan hidrogen dan HF lebih polar , hal ini
disebabkan karena setiap molekul HF hanya mampu mengikat 2 molekul lainnya ,
sedangkan H2O mampu mengikat 4 molekul lainnya , sehingga jumlah kekuatan
4 ikatan Hidrogen H2O lebih besar daripada 2 ikatan Hidrogen HF , walaupun
kekuatan tiap ikatan HF lebih tinggi dari H2O.
Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung
berapa kuatnya daya tarik antar molekul cairan. Cairan yang memiliki gaya tarik
antar molekul kuat, akan memiliki titik didih yang tingi, begitu juga sebaliknya.
Cairan yang gaya tarik antar molekulnya kuat, titik didihnya tinggi dan sebaliknya
bila gaya tariknya lemah maka titik didihnya rendah. Ketergantungan titik didih
4

pada gaya tarik antar molekul terlihat dimana titik didih beberapa senyawa
halogen dari unsur unsur golongan IVA, VA , VIA , dan VII A, dibandingkan.
Kita lihat senyawa pada golongan IV A terlebih dahulu karena bentuknya yang
ideal , yaitu ukuran atom yang naik dari atas ke bawah.
Sifat periodik unsur titik didih dan kelogaman :

Satu periode : Dari kiri ke kanan makin bertambah puncaknya pada


golongan IVA kemudian menurun sampai golongan VIII A.

Satu golongan : Golongan I A sampai IV A dari atas ke bawah


makin rendah titik didih dan tititk lelehnya Golongan V A sampai
VIII A dari atas ke bawah titik didih dan titik leleh makin tinggi.

Dalam menentukan titik didih suatu zat, adapun faktor-faktor yang


mempengaruhi cepat atau lambatnya zat tersebut mendidih adalah:
1. Pemanasan
Pemanasan harus dilakukan secara bertahap agar diperoleh interval
yang tidak terlalu panjang.
2. Tekanan Udara
Tekanan udara mempengaruhi titik didih suatu zat.
3. Banyaknya zat yang digunakan.
Zat yang digunakan juga mempengaruhi titik didih suatu zat, dimana
semakin banyak zat yang digunakan semakin lambat proses pendidihan
sehingga titik didihnya meningkat.

III.
1

Alat dan Bahan


Alat :
- Gelas kimia
- Termometer
- Pemanas listrik
- Kapiler yang salah satu ujungnya
5

tertutup
Mortar
Klem dan standar
Batang pengaduk

2. Bahan :
-

IV.

Parafin
Zat yang ditentukan titik lelehnya :
Asam Benzoat
- Zat yang ditentukan titik didihnya :
Etanol
Air suling
Cara Kerja
a. Penentuan Titik Leleh
Zat yang akan ditentukan titik lelehnya yaitu Asam benzoat disiapkan terlebih
dahulu. Jika zat tersebut masih kasar, maka gerus dalam mortar hingga menjadi
serbuk yang halus.
Ambil kapiler yang akan digunakan untuk menentukan titik leleh. Serbuk zat
yang akan ditentukan titik lelehnya dimasukan ke dalam ujung terbuka kapiler,
sehingga kristal masuk ke dalam kapiler.
Kemudian, kapiler diangkat dari serbuk dan dibalik sehingga ujung yang
tertutup menghadap ke bawah. Ketok dinding kapiler dengan jari agar zat yang
ditentukan masuk ke dasar kapiler. Ulangi langkah tersebut hingga kapiler terisi
kristal sebanyak 5 8 mm. Isi kapiler lainnya dengan cara yang sama. Termometer
diikat pada kapiler, dimana ujung kapiler sejajar dengan ujung bawah termometer.
Dengan bantuan klem, termometer dipasang pada standar dan termometer
dicelupkan pada pemanas. Panaskan pemanas dan selama pemanasan sesekali
diaduk. Zat padat dalam kristal dan temperaturnya diamati. Termometer dibaca
pada saat zat padat dalam kapiler mulai meleleh. Diamati pula ketika semua zat
padat telah meleleh.
Range temperatur pelelehan dicatat, kemudian pemanas disingkirkan dan
dibiarkan dingin.
b. Penentuan Titik Didih
Siapkan zat cair yang akan ditentukan titik didihnya yaitu etanol. Kemudian
siapkan tabung reaksi kecil untuk tempat zat cair yang akan ditentukan titik
didihnya. Masukkan etanol ke dalam tabung reaksi kecil sebanyak 8-10 mm dari
dasar tabung.
Tuang etanol pada tabung reaksi kecil, letakkan pipa kapiler dengan ujung
terbukanya menghadap ke bawah ke dalam tabung. Kemudian masukkan
6

termometer ke dalam tabung reaksi kecil yang berisi zat yang akan ditentukan titik
didihnya tadi dengan ujung tabung reaksi kecil sejajar dengan ujung bawah
termometer. Siapkan gelas kimia dan isi dengan air suling secukupnya, letakkan di
atas pemanas.
Pasang termometer pada standar dengan bantuan klem dan celupkan pada air
suling di dalam gelas kimia yang berada diatas pemanas. Pemanas dipanaskan,
selama pemanasan air suling diaduk sekali sekali. Zat cair dan temperatur
diamati dalam kapiler. Baca termometer bila terdapat gelembung gelembung
kontinu terbentuk seperti kalung dalam zat cair pada tabung reaksi kecil.

V.

Data Pengamatan
a. Titik Leleh
Nama Zat
Wujud

Nama Zat
Asam Benzoat
Range

b. Titik Didih
Nama Zat
Wujud

Nama Zat
Etanol

: Asam Benzoat
: Serbuk
Suhu Saat Akan

Suhu Saat

Meleleh
Meleleh
1200C
1270C
1270C 1200C

Titik Leleh Asam


Benzoat
1210C

: Etanol
: Cair

Suhu Awal
Timbul Gelembung
700C

Suhu Saat
Gelembung Timbul
Banyak
800C

Titik Didih
Etanol
780C
7

Range

VI.

800C 700C

Pembahasan
a. Penentuan Titik Leleh
Dalam percobaan menentukan titik leleh suatu zat, digunakan bahan yaitu
asam benzoat. Dimana asam benzoat tersebut berbentuk kristal, berwarna putih dan
berupa padatan. Sebelum dimasukkan ke dalam kapiler, asam benzoat dihaluskan
terlebih dahulu dalam mortar sampai menjadi serbuk yang halus, agar bisa
dimasukkan kedalam kapiler. Secara teori, titik leleh dari asam benzoat adalah
1210C. Dari percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan alat melting point
apparatus, didapatkan range sebesar 120oC - 127oC dengan jarak range 7oC. Hal ini
menandakan bahwa zat tersebut tidak murni, karena jarak range titik didih yang lebih
dari 5oC.
Faktor yang mempengaruhi rentang titik leleh diatas antara lain :
a. Kemurnian dari zat yang digunakan dalam percobaan menentukan titik leleh.
b. Sifat dan kuat lemahnya dari kekuatan intermolekular bertanggung jawab atas
perbedaan diamati dalam titik mencair.
Didalam sebuah percobaan, pasti ada ketidaksesuaian dari hasil yang
didapat. Ketidaksesuaian data dan teori ini mungkin juga disebabkan karena
ketidaktelitian dan kelalaian dalam melakukan percobaan. Pada saat pemanasan,
tidak melihat dengan teliti suhu pada termometer yang menyebabkan penyimpangan
berupa penurunan atau perluasan range titik leleh.

b. Penentuan Titik Didih


Titik didih suatu cairan adalah suhu pada saat tekanan uap cairan sama
dengan tekanan luarnya 1 atmosfer dan sebagaimana telah diketahui bahwa air murni
pada tekanan 1 atmosfer mempunyai titik didih 100 oC. Komponen yang titik
didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun kebawah, sedangkan yang
titik didihnya lebih rendah akan menguap dan naik ke bagian atas. Titik didih dapat
digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung berapa kuatnya gaya tarik
antarmolekul cairan. Cairan yang gaya tarik antar molekulnya kuat, titik didihnya
tinggi dan sebaliknya bila gaya tariknya lemah maka titik didihnya rendah.
Pada percobaan titik didih, zat yang akan ditentukan titik didihnya adalah
etanol yang mempunyai wujud cair, berwarna bening, dengan media yaitu air suling.
Hal pertama yang dilakukan adalah memasukkan air suling ke dalam gelas kimia,
kemudian ditempatkan di atas pemanas. Etanol dituang ke dalam tabung reaksi kecil
bersamaan dengan dimasukkannya pipa kapiler. Fungsi dari pipa kapiler ini adalah
untuk mengalirkan gas di dalam tabung reaksi kecil yang berisi etanol. Lalu tabung
reaksi berisi etanol direndam dalam gelas kimia yang berisi air suling sampai
permukaan etanol sejajar dengan air suling setelah itu, dipasangkan termometer
dalam tabung reaksi etanol serta mulai dipanaskan secara perlahan lahan lalu
diamati. Tujuan dipanaskan secara perlahan agar suhu temperaturnya naik secara
perlahan sehingga air suling tidak terlalu cepat panas. Bila air suling tersebut tidak
dipanaskan secara perlahan, maka tabung reaksi yang ada di dalam air suling akan
meledak. Dalam percobaan ini, air suling dipilih sebagai larutan perantara untuk
membuat larutan etanol dapat mendidih secara merata.
Dalam teori, titik didih etanol adalah 78 oC. Dari hasil pengamatan dapat
diketahui bahwa larutan etanol mendidih dan mengeluarkan gelembung pertama pada
suhu 70C dan terbentuk gelembung kontinu saat suhu 800C sehingga didapatkan
range sebesar 700C - 800C. Range temperatur didih etanol adalah :
Suhu didih akhir suhu awal : 80oC - 70oC = 10oC
Saat air berada dalam keadaan mendidih, gelembung-gelembung besar mulai
terbentuk dalam cairan akan naik ke permukaan. Bila gelembung itu telah terbentuk,
9

cairan yang tadinya menempati ruang ini didorong dan permukaan cairan pada
wadah dipaksa naik untuk melawan tekanan ke bawah yang ditimbulkan oleh
atmosfer. Begitupun saat larutan etanol dalam keadaan mendidih. Suhu pada saat
cairan mendidih disebut titik didih. Jadi titik didih adalah temperatur dimana
tekanan uap sama dengan tekanan atmosfer.
Penambahan kecepatan panas pada cairan yang mendidih akan mempercepat
terbentuknya gelembung uap larutan yang didihkan. Cairan pun akan lebih cepat
mendidih, tapi suhu didih tidak naik. Titik didih cairan tergantung pada besarnya
tekanan atmosfer. Titik didih pada tekanan 1 atm (760 torr) dinamakan sebagai titik
didih normal . Pada tekanan yang lebih besar maka titik didihnya juga lebih tinggi,
dan begitu juga sebaliknya. Suhu yang tetap konstan dari cairan yang mendidih dapat
dibuktikan bila kita merebus makanan. Waktu air mendidih , suhu akan tetap selama
ada air disekeliling makanan tersebut berarti selama airnya belum habis makanan tak
ada yang hangus. Itu membuktikan bahwa titik didih berubah dengan berubahnya
tekanan.
Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung berapa
kuatnya Gaya tarik antara molekul cairan. Cairan yang gaya tarik antar molekulnya
kuat , titik didihnya tinggi dan sebaliknya bila gaya tariknya lemah maka titik
didihnya rendah.
Faktor yang mempengaruhi titk didih suatu larutan diantaranya adalah
tekanan, konsentrasi larutan, berat molekul, dan ikatan hidrogen. Semakin besar berat
molekul suatu larutan maka semakin tinggi titik didih larutan tersebut, begitu pula
dengan tekanannya. Pada tekanan yang sama, titik didih air lebih tinggi dari titik
didih larutan etanol padahal jika dilihat dari massa molekul relatif (Mr) larutan etanol
lebih besar daripada air. Hal ini disebabkan oleh ikatan hidrogen yang dimiliki oleh
air lebih kuat dari etanol walaupun massa molekul relatif air lebih kecil dari etanol
tetapi ikatan hidrogen suatu larutan juga ikut mempengaruhi titik didih. Semakin kuat
ikatan hidrogen larutan maka semakin tinggi titik didihnya.

10

VII.

Kesimpulan
a. Titik Leleh
Titik leleh adalah temperatur dimana zat padat berubah wujud menjadi zat
cair pada tekanan satu atmosfer.
Titik leleh bertambah dari kiri ke kanan dalam satu periode dan bertambah
dari atas ke bawah pada golongan transisi.
Pengaruh ikatan hidrogen dan perubahan tekanan terhadap titik leleh tidak
begitu besar.
Penyimpangan titik leleh dapat disebabkan oleh tidak murninya suatu zat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi titik leleh zat adalah :
1. Pengemasan dalam kapiler
2. Banyak sampel
3. Ukuran kristal
b. Titik Didih
Titik didih suatu zat adalah suhu yang tekanan uap jenuhnya sama dengan
tekanan di atas permukaan zat cair.
Adanya ikatan hidrogen mempengaruhi titik didih.
Titik didih normal adalah titik didih pada tekanan 1 atm.
Titik didih dapat digunakan untuk memperkirakan secara tak langsung
kuatnya gaya tarik antara molekul dalam cairan.
Faktor faktor yang mempengaruhi titik didih suatu zat adalah :
1. Pemanasan
2. Tekanan udara
3. Banyaknya zat yang digunakan

11

VIII. Daftar Pustaka


http://susitapratiwi.blogspot.com/p/kimia-dasar.html diakses tanggal 12

november 2014
https://www.academia.edu/5715057/Laporan_titik_leleh_dan_titik_didih

diakses tanggal 12 november 2014


http://www.ilmukimia.org/2013/04/cara-menentukan-titik-leleh.html diakses

tanggal 12 november 2014


https://www.academia.edu/5624864/LAPORAN_titik_leleh_dan_titik_didih

diakses tanggal 12 november 2014


http://wanibesak.wordpress.com/2010/10/10/beberapa-alat-dalam-

laboratorium/ diakses tanggal 12 november 2014


Tim Laboratorium Kimia Dasar . 2007 . Penuntun Pratikum Kimia Dasar I .

Jurusan Kimia FMIPA , Universitas Udayana ; Bukit Jmbaran , Bali.


http://www.chem-is-try.org

Lampiran

12