Anda di halaman 1dari 4

Bagaimana prinsip pengukuran kadar serat kasar?

Bahan dihidrolisis dengan asam kuat pada suhu tinggi, kemudian dilakukan pengeringan,
setelah pengeringan selesai dilanjutkan dengan penimbangan terhadap residu yang
tertinggal yang disebut serat kasar.
Kadar serat kasar = berat residu (serat kasar) x 100%
Berat sampel
(Ngili, 2010)

Metode Serat Kasar


H2SO4
H2SO4 merupakan asam, asam ini dapat digunakan untuk mengasamkan garam dan
menghasilkan asam yang lebih lemah. Afinitas H 2SO4 terhadap air cukup kuat sehingga dapat
memisahkan atom H dan O2 dari suatu senyawa (Ngili, 2010).

NaOH
NaOH mempunyai kelarutan yang mudah larut dalam air dan etanol tetapi tidak larut dalam
eter. NaOH dapat membentuk basa kuat jika dilarutkan dalam air, pada pengukuran serat
kasar berfungsi untuk mencuci residu dari proses sebelumnya (Giandwood, 2007).

K2SO4
K2SO4 merupakan senyawa larut garam yairu senyawa yang terbentuk dari sisi asam dan basa
dengan reaksi yang menghasilkan garam dan H 2O. K2SO4 berbentuk kristal atau bubuk
berwarna putih, tidak beracun namun berbahaya jika tertelan. Bila tertelan segera minta
bantuan medis. Produk ini stabil dan partially soluble pada air dingin serta dapat
menyebabkan iritasi pada mata, kulit dan saluran pernafasan (Suryana, 2007).
Prosedur
Pada analisa karbohidrat metode serat kasar, ada beberapa tahapan yang harus
dilakukan. Pertama adalah persiapan alat dan bahan yang akan digunakan. Alat yang
digunakan adalah mortar, timbangan analitik, erlenmeyer 500 ml, cawan petri, gelas beker,
gelas ukur, oven, desikator, corong, pipet volum, bulb. Sedangkan bahan yang digunakan
antara lain nanas, H2SO4, NaOH, kertas aring whatman, akuades, alcohol 96%, K2SO4.
Selanjutnya pada tahapan analisa serat kasar, nanas dihancurkan terlebih dahulu
sampai halus

dengan menggunakan mortar. Hal ini bertujuan untuk memperbesar luas

permukaan nanas dan mempermudah menganalisa serat kasarnya. Kemudian ditimbang


sebanyak 5 gram dengan menggunakan timbangan analitik dan dipindahkan ke dalam

erlenmeyer ukuran 500 ml. lalu ditambahkan H2SO4 0,325 N sebanyak 100 ml dengan
menggunakan gelas ukur. H2SO4 memiliki kegunaan untuk melarutkan komponen non serat
yang bersifat asam. Kemudian dididihkan selama 30 menit. Perlakuan ini berfungsi untuk
mempercepat reaksi atau proses pemisahannya serat. Semakin tinggi suhunya maka juga
semakin cepat terjadi reaksinya. Kemudian ditambahkan NaOH 1,25 N sebanyak 50 ml
dengan menggunakan gelas ukur untuk mengukurnya. Kerja NaOH hampir sama dengan
H2SO4 yaitu melarutkan komponen non serat namun yang bersifat basa. Kemudian dididihkan
kembali selama 30 menit untuk memaksimalkan kerja reagen terhadap sampel yang diuji.
Kemudian didinginkan, apabila ingin cepat dingin maka digunakan air mengalir untuk
mendinginkan larutan tersebut. Setelah dingin, kemudian disiapkan corong yang sudah
dipasang kertas saring, lalu larutan disaring dengan kertas saring whatman. Residu yang
tertinggal di kertas saring, lalu dicuci kembali dengan akuades mendidih. Kemudian kembali
dicuci menggunakan alcohol 96% sebanyak 15 ml. alcohol berfungsi untuk menghilangkan
sisa hidrolisis berupa gula. Kemudian dicuci kembali dengan 25 ml K 2SO4 yang memiliki
fungsi hampir sama dengan alcohol, bedanya dapat menghilangkan sisa hidrolisis berupa
garam mineral. Selanjutnya residu yang tertinggal pada kertas saring dipindahkan ke dalam
cawan petri lalu di keringkan di dalam oven selama 2 jam dengan suhu sekitar 100C.
Pengeringan ini berguna untuk mengetahui bobot endapan kering dari sampel. Setelah 2 jam,
sampel tersebut dimasukkan ke dalam desikator selama 15 menit. Desikator merupakan alat
untuk mendinginkan atau menghilangkan uap air yang ada dalam sampel dengan keberadaan
silica untuk menyerap uap air tersebut. Kemudian setelah dingin, sampel ditimbang bobot
keringnya dan dicatat. Selanjutnya dilakukan perhitungan kadar serat kasar menggunakan
rumus sehingga didapatkan hasilnya.
Perhitungan
Berat kertas saring

= 1,6277 gram

Berat sampel

= 5,0588 gram

Berat endapan kering + kertas


Berat akhir

= 3,1181 gram

= (berat endapan kering + kertas) berat kertas


= 3,1181 gram 1,6277 gram

% serat kasar

= 1,4904 gram
= berat residu x 100%
berat awal
= 1,4904 x 100%
5,0588

= 29,56 %

Pembahasan
Sementara itu, pada analisis karbohidrat dengan metode serat kasar didapatkan hasil
penimbangan berat awal kertas saring sebesar 1,6277 gram, sedangkan berat sampel sampel
awal (nanas) 5,0588 gram. Setelah mengalami perlakuan proses pengeringan dengan oven
didapat berat endapan kering dan kertas adalah 3,1181 gram. Sehingga dapat dihitung berat
akhir sebesar 1,4904 gram dan persentase serat kasar sebesar 29,56 %. Sedangkan
berdasarkan LIPI (2009) menunjukkan kadar serat kasar pada sampel nanas sebesar 20,87%.
Hal ini tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Kesimpulan
Prinsip metode serat kasar adalah defating yaitu lemak dari bahan dihilangkan dengan
pelarut lemak. Digestion yaitu pelarutan dengan menggunakan asam basa untuk
menghilangkan senyawa selain non serat. Pada metode ini didapatkan persentase serat kasar
nanas sebesar 29,56 %.

ANALISIS KUANTITATIF KARBOHIDRAT

MENGGUNAKAN PRINSIP PENGUKURAN KADAR SERAT KASAR


KELOMPOK 3
ALAT: Alat yang digunakan adalah mortar, timbangan analitik, erlenmeyer 500 ml, cawan
petri, gelas beker, gelas ukur, oven, desikator, corong, pipet volum, bulb.
BAHAN: bahan yang digunakan antara lain nanas, H2SO4, NaOH, kertas aring whatman,
akuades, alkohol 96%, K2SO4.
PROSEDUR:
Sampel Nanas
-

Nanas dihancurkan sampai halus menggunakan mortar


Ditimbang sebanyak 5 gram menggunakan neraca analitik
Dipindahkan ke dalam Erlenmeyer 500 mL
Ditambahkan H2SO4 0,325 N sebanyak 100 mL dengan menggunakan gelas ukur
Kemudian dididihkan selama 30 menit
ditambahkan NaOH 1,25 N sebanyak 50 ml dengan menggunakan gelas ukur untuk

mengukurnya
dididihkan kembali selama 30 menit untuk memaksimalkan kerja reagen terhadap

sampel yang diuji.


Kemudian didinginkan, apabila ingin cepat dingin maka digunakan air mengalir untuk

mendinginkan larutan tersebut


Setelah dingin, kemudian disiapkan corong yang sudah dipasang kertas saring, lalu

larutan disaring dengan kertas saring whatman.


Residu yang tertinggal di kertas saring, lalu dicuci kembali dengan akuades mendidih.
Kemudian kembali dicuci menggunakan alcohol 96% sebanyak 15 ml
Lalu dicuci kembali dengan 25 ml K2SO4
Selanjutnya residu yang tertinggal pada kertas saring dipindahkan ke dalam cawan

petri lalu di keringkan di dalam oven selama 2 jam dengan suhu sekitar 100C.
Setelah 2 jam, sampel tersebut dimasukkan ke dalam desikator selama 15 menit.
Kemudian setelah dingin, sampel ditimbang bobot keringnya dan dicatat.
Selanjutnya dilakukan perhitungan kadar serat kasar menggunakan rumus sehingga
didapatkan hasilnya.

Hasil