Anda di halaman 1dari 5

Infertilitas

Gangguan spesifik penyebab infertilitas adalah berbagai gangguan yang melibatkan


setiap peristiwa fisologis utama yang diperlukan untuk menghasilkan kehamilan :
1. Produksi sel telur yang sehat
2. Produksi sperma yang sehat
3. Transportasi sperma ke tempat fertilisasi
4. Trasportasi zigot ke uterus untuk berimplantasi
5. Keberhasilan implantasi pada endometrium
6. Kondisi imunologis

(Heffner dan Schust, 2006)

Penyebab infertilitas pada wanita dapat meliputi :


1. Kelainan oosit >> kegagalan ovulasi secara teratur atau tidak terjadi ovulasi
sama sekali yang disebabkan oleh disfungsi hipotalamus, penyakit pada
hipofisis dan disfungsi ovarium.
2. Kelainan anatomi wanita >> penyakit tuba fallopii yang disebabkan oleh
peradangan pelvis, endometriosis, leiomioma
(Heffner dan
Schust, 2006)
Faktor pada pria :
1. Varikokel yang dapat menurunkan kualitas semen
2. Penyumbatan vas deferens atau epididimis
3. Cedera pada nervus simpatis lumbal

(Heffner dan Schust, 2006)

Metode pemeriksaan infertilitas


Pemeriksaan infertilitas dapat meliputi :
1. Analisis semen
2. Pemeriksaan siklus menstruasi ovulatoir dan patensi tuba fallopii
(laparoskopi)
3. Pemeriksaan tambahan yang meliputi : penilaian anatomis rongga uterus,
evaluasi kandungan ovarium dengan mengukur kadar FSH dan estradiol
serum pada awal fase folikular siklus. (Heffner dan Schust, 2006)
Pengaruh kadar hormone terhadap infertilitas

FSH dan LH (sedang dicari)


Hormon berpengaruh pada infertilitas. Obat kontrasepsi mengandung esterogen
sintetis yang dapat membuat kadar esterogen meningkat sehingga dapat
menyebabkan penyakit endometriosis dan kista. Kedua penyakit ini dapat
mempengaruhi fertilitas. Sedangkan pada pria, kelebihan hormone esterogen dapat
mengurangi jumlah sperma (ana, 2006)

Daftar pustaka :
Ana, Soumy. 2006. Menjaga Kesuburan. Gema Insani. Depok. P : 84-85
Heffner, Linda J. dan Danny J. Schust. 2006. At a Glance : Sistem Reproduksi Edisi
kedua. Penerbit Erlangga. Jakarta. P : 76-77