Anda di halaman 1dari 7

PENDIRIAN PERSEROAN KOMANDITER

CV. MANDALA SAKTI


Nomor : 100
Pada hari ini, Kamis, tanggal 1 8 2013 ( satu Agustus tahun dua ribu tiga belas )
Pukul 08.00 WIB ( delapan Waktu Indonesia bagian Barat ).
Berhadapan dengan saya, Annisa Fajriati, SH., MH, Notaris Kota Bandung, dengan
dihadiri oleh saksi-saksi yang saya, Notaris kenal dan nama namanya akan disebutkan
pada bagian akhir akta ini :
1.

Srie Heruyani Stevia Lukmanasari, ST., lahir di Purwodadi, pada tanggal


23 1 1991 ( dua puluh tiga Januari tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh
satu ) Wiraswasta, bertempat tinggal di Kabupaten Bandung Barat, Jalan Sersan
Bajuri no. 47, Rukun Tetangga 05, Rukun Warga 07, Desa / Kelurahan Cihideung,
Kecamatan

Parongpong,

pemegang

Kartu

Tanda

Penduduk

nomor

3315136301910005.
2.

Nona Galuh Wandhita, ST., lahir di Bandung, pada tanggal 27 07 1990


( dua puluh tujuh Juli seribu sembilan ratus sembilan puluh ), Wiraswasta, bertempat
tinggal di Kota Bandung, Jalan Cisitu Indah VII no. 17, Rukun Tetangga 01, Rukun
Warga 02, Desa / Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, pemegang Kartu Tanda
Penduduk nomor 3273026707900002.

3.

Tuan Agung Mulyana, ST., lahir di Bandung, pada tanggal 6 8 1987


( enam Agustus tahun seribu sembilan ratus delapan puluh tujuh ), Wiraswasta,
bertempat tinggal di Kabupaten Bandung, Kampung Bojong Tanjung, Rukun
Tetangga 001, Rukun Warga 017, Desa / Kelurahan Sangkanhurip, Kecamatan
Katapang, pemegang Kartu Tanda Penduduk nomor 3204110608870001.

Kesemuanya Warga Negara Indonesia.


Para penghadap saya, Notaris kenal.
Para penghadap bersama ini menerangkan bahwa para penghadap yang satu terhadap
yang lain telah saling setuju dan mufakat untuk mendirikan perseroan komanditer dengan
anggaran dasar sebagai berikut :

ANGGARAN DASAR
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
Perseroan ini bernama : Perseroan Komanditer
CV. MANDALA SAKTI
berkedudukan di Kota Bandung dengan alamat untuk pertama kali di Jalan Sumbawa no.
61, Bandung, dengan cabang-cabang dan / atau perwakilan perwakilan di tempattempat lain yang dianggap perlu oleh pesero.
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
Maksud dan tujuan perseroan ini ialah :
1.

Melakukan usaha usaha dalam bidang pemborongan / kontraktor, termasuk di


dalamnya

survey,

pengukuran/pemetaan,

perencanaan

pelaksanaan

serta

pemborongan bangunan-bangunan gedung-gedung, rumah-rumah, termasuk juga


pengawas lapangan.
2.

Melakukan usaha dalam bidang supplier pengadaan bahan material dan peralatan
bangunan.
SAAT PERMULAAN DAN LAMANYA BERDIRI
Pasal 3

Perseroan ini dimulai pada hari ditandatangani akta dan didirikan untuk waktu yang tidak
ditentukan. Masing-masing pesero sewaktu-waktu berhak keluar dari perseroan setelah
memberitahukan maksudnya kepada pesero lainnya dengan surat tercatat selambatlambatnya tiga bulan sebelumnya.
Dalam hal demikian, maka buku-buku perseroan harus dengan segera ditutup dan
selambat-lambatnya dalam tiga bulan harus dibuat neraca dan perhitungan laba rugi guna
menetapkan bagian mereka dalam modal serta keuntungan / kerugian pesero yang hendak
keluar berhak.

Bagian pesero yang keluar itu harus dibayarkan kepadanya dalam waktu tiga bulan
setelah neraca dan perhitungan laba dan rugi tersebut disetujui oleh pesero pesero tanpa
membayar bunga.
Apabila semua pesero mufakat untuk menyelesaikannya dengan cara lain maka buku
buku perseroan tidak perlu ditutup pada waktu yang termaksud hendak keluar dari
perseroan.
Dalam hal pesero yang tinggal terdiri dari seorang perseroan bubar sedangkan pesero
yang tinggal tersebut berhak sepenuhnya untuk melanjutkan usaha usaha perseroan atas
tanggungan sendiri.
MODAL
Pasal 4
Modal perseroan ini tidak ditentukan besarnya dan sewaktu waktu akan ternyata dari
buku buku perseroan dari buku buku mana akan ternyata pula jumlah bagian masingmasing pesero dalam modal perseroan.
Tiap-tiap pemasukan berupa uang atau barang dalam perseroan oleh para pesero akan
dilakukan pemufakatan para pesero bersama dan untuk tiap pemasukan akan diberikan
suatu tanda terima yang ditandatangani oleh para pesero.
Selain modal yang dinyatakan dalam buku buku perseroan pesero pengurus juga akan
mencurahkan tenaga, pikiran dan keahliannya masing masing untuk kepentingan dan
kemajuan perseroan.
Pasal 5
Dalam perseroan terbatas

ini penghadap

Nona SRIE HERUYANI STEVIA

LUKMANASARI, ST., tersebut di atas, dengan jabatan Direktur dan


pesero Nona GALUH WANDHITA, ST., tersebut di atas, dengan jabatan Wakil Direktur,
kesemuanya merupakan ( para ) pesero pengurus.
( Para ) pesero pengurus bertanggung jawab sepenuhnya di dalam segala hal yang
mengenai perseroan dan oleh karena itu berhak mewakili perseroan di dalam dan di luar
pengadilan mengikat perseroan pada pihak ketiga dan sebaliknya serta menjalankan
segala kekuasaan baik yang mengenai tindakan tindakan pengurus maupun mengenai
tindakan pemilikan dengan kententuan bahwa :

a. Untuk memperoleh atau melepaskan barang barang tidak bergerak bagi atau
kepunyaan perseroan ;
b. Memborgkan atau mebebani kekayaan perseroan dengan cara apapun juga ;
c. Membuat dan menandatangani kontrak pemborongan atau kontrak kontrak lainnya;
dan
d. Mengangkat

seorang

kuasa

atau

lebih

untuk

mewakili

perseroan

dan

memberhentikan kuasa itu ;


maka seorang pesero pengurus dapat bertindak dan harus mendapat persetujuan secara
tertulis terlebih dahulu dari seorang pesero pengurus lainnya dan pesero komanditer.
Wakil Direktur membantu pekerjaan Direktur dan mewakili Direktur manakala Direktur
tidak ada di tempat atau berhalangan , hal hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak
ketiga dengan hak dan kekuasaan yang sama dengan Direktur.
Sedangkan penghadap pesero Tuan Agung Mulyana, ST., tersebut merupakan ( para )
pesero komanditer dan hanya turut bertanggung jawab sehingga jumlah pemasukannya
dalam modal perseroan.
( Para ) pesero komanditer setiap waktu berhak memasuki tempat tempat dan ruangan
ruangan yang dipergunakan dan atau dikuasai oleh perseroan dan memeriksa buku buku
perseron serta persediaan uang dan barang barang perseroan.
( Para ) pesero pengurus diwajibkan meberi segala keterangan keterangan dan
penjelasan yang diminta oleh ( para ) pesero komanditer.
Pasal 6
( Para ) pesero pengurus tidak boleh mengikat diri sebagai borg, terkecuali dengan
persetujuan pesero yang lainnya.
Pasal 7
( Para ) pesero pengurus dapat diberi gaji yang jumlahnya akan ditetapkan atas
permufakatan semua pesero., gaji gaji ini dan pengeluaran pengeluaran lainnya untuk
keperluan keperluan perseroan akan dimasukkan sebagai biaya eksploitasi dalam buku
buku perseroan.

Pasal 8
Buku buku perseroan ditutup tiap tahun pada akhir bulan Desember untuk pertama
kalinya pada akhir bulan Desember tahun dua ribu tiga belas, selambat lambatnya pada
akhir bulan Maret tahun berikutnya, untuk pertama kalinya pada akhir bulan Maret tahun
dua ribu empat belas harus dibuat neraca dan perhitungan laba rugi dari perseroan.
Setelah dibuatnya neraca dan perhitungan laba rugi tersebut diletakkan di dalam kantor
Perseroan untuk diperiksa oleh pesero lainnya.
Di dalam waktu empat belas hari pesero yang lainnya berhak untuk mengajukan surat
keberatan terhadap surat surat tahunan itu.
Apabila di dalam waktu tersebut tidak ada yang mengajukan surat keberatan maka surat
surat tersebut akan dianggap sah dan akan ditandatangani oleh ( para ) pesero pengurus.
Pengesahan neraca dan perhitungan laba rugi tersebut berarti memberikan penglepasan
dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada ( para ) pesero pengurus atas segala
tindakannya dalam tahun buku yang bersangkutan.
Pasal 9
Keuntungan bersih perseroan setelah dipotong biaya biaya eksploitasi dan biaya biaya
lainnya akan dibagikan antara pesero tersebut menurut perimbangan modal mereka dalam
perseroan.
Bilamana dianggap perlu akan diadakan uang persediaan ( reservefonds ) yang besarnya
akan ditetapkan oleh semua pesero.
Uang persediaan ini dianggap sebagai keuntungan yang belum dibagikan.
Pembagian keuntungan dilakukan dalam waktu sebulan setelah surat surat tahunan
yang dimaksud dalam pasal 8 disahkan.
Kerugian dari perseroan ini ditanggung oleh para pesero masing masing menurut
perbandingan modal mereka dalam perseroan dengan ketentuan bahwa ( para ) pesero
komanditer tidak diwajibkan menanggung kerugian yang besarnya melebihi pokok
modalnya yang dimasukkan dalam perseroan.
Jikalau ada kerugian para pesero tidak perlu menambah modalnya cukup dikurangkan
dari uang persediaan dan jika tidak cukup dari modalnya masing masing, kecuali

jikalau para pesero dengan suara bulat memutuskan untuk menambah modal guna
menutup kerugian itu.
Pasal 10
Apabila salah seorang pesero meninggal dunia, maka perseroan ini tidak dibubarkan
tetapi akan dilanjutkan oleh pesero yang masih ada dengan ( para 0 pesero akhliwaris dari
pesero yang meninggal dunia yang bersetuju untuk melanjutkan perseroan ini dan jika
akhliwaris terdiri lebih dari seorang maka mereka harus di dalam waktu tiga bulan setelah
pesero yang bersangkutan meninggal dunia menunjuk seorang kuasa untuk menjalankan
kewajiban kewajiban dan hak haknya dalam perseroan.
Jika dalam waktu tersebut mereka tidak menunjuk seorang kuasa atau menyatakan bahwa
mereka tidak bersetuju untuk turut dalam perseroan maka mereka dianggap telah keluar
dari perseroan pada waktu pesero yang bersangkutan meninggal dunia.
Apabila yang meninggal dunia adalah pesero pengurus maka akhliwarisnya dapat ikut
serta dalam perseroan ini sebagai pesero komanditer terkecuali apabila disetujui oleh para
pesero lainnya.
Apabila salah seorang pesero dinyatakan pailit, diperkenankan menunda pembayaran atau
ditaruh di bawah pengawasan wali ( curatele ) maka ia dianggap telah keluar dari
perseroan sehari sebelum peristiwa itu terjadi.
Sampai waktu waktu tersebut buku buku perseroan harus ditutup dengan segera dan
selekas mungkin di dalam waktu tiga bulan harus dibuat perhitungan tentang keadaan
perseroan, perhitungan mana harus berdasarkan angka angka dari daftar daftar
perhitungan yang terakhir dan harus diajukan dan diselesaikan ( bagiannya dari yang
hendak keluar atau dianggap keluar dibayarkan ) menurut peraturan peraturan yang
dimaksudkan dalam pasal 3.
Pasal 11
Para pesero dilarang untuk menjual atau melepaskan haknya atau dengan cara lain
membebani bagiannya dalam perseroan baik seluruhnya maupun sebagiannya terkecuali
dengan persetujuan pesero yang lainnya.
Demikianpun mengenai penerimaan pesero baru harus disetujui terlebih dahulu oleh
semua pesero.

Pasal 12
Di dalam segala hal yang tidak cukup diatur dalam akta ini maka para pesero akan
mengambil keputusan atas persetujuan mereka bersama.
Pasal 13
Akhirnya untuk segala urusan mengenai perjanjian ini dan segala akibat akibatnya
maka para pesero telah memilih tempat tinggal umum dan yang tidak dapat dirubah lagi
pada Kantor Panitera Pengadilan Negeri Bandung di Kota Bandung.
Pembacaan dan penandatanganan akta ini diselesaikan pada pukul 08.15 WIB ( delapan
lewat lima belas menit Waktu Indonesia Bagian Barat ).
DEMIKIANLAH AKTA INI
Dibuat sebagai minuta dan dilangsungkan di Margahayu, Kabupaten Bandung, pada hari
dan tanggal tersebut pada awal akta ini dengan dihadiri oleh :
Nona ANITA HAPSARI dan Nona IDA PUSPITA,
keduanya karyawan Kantor Notaris dan bertempat tinggal di Bandung, sebagai saksisaksi ;
Segera setelah akta ini saya, Notaris bacakan, kepada penghadap dan saksi saksi, maka
akta ini ditandatangani oleh para penghadap, saksi saksi dan saya, Notaris.
Dibuat dengan tanpa perubahan.
Minuta akta ini telah ditanda tangani sebagaimana mestinya.
Diberikan sebagai : SALINAN.
Notaris

( Annisa Fajriati, SH.,MH )