Anda di halaman 1dari 9

PSIKOFARMAKOLOGI

Di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Biopsikologi

Disusun oleh :
Arini Prihatiningrum (2014-253)
Fitri Muliati Siregar (2014-279)
Lynda Fatmawati (2014-289)
Olly Rizqi Hanifah (2014-290)

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
TAHUN 2015

Kata Pengantar
Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat-Nya kami
dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul Psikofarmakologi dengan tepat pada
waktunya.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Biopsikologi. Dalam
makalah ini membahas tentang pengertian psikofarmakologi dan jenis-jenis obat yang
digunakan dalam psikofarmakologi dan efek sampingnya. Akhirnya kami sampaikan terima
kasih atas perhatiannya terhadap makalah ini dan kami berharap semoga makalah ini
bermanfaat bagi semua orang.
Dengan demikian, saran dan kritik yang kami harapkan dari pembaca untuk peningkatan
pembuatan makalah pada tugas yang lain dan pada waktu mendatang.

Penulis

Daftar Isi

Halaman Judul.............................................................................................................................i
Kata Pengantar...........................................................................................................................ii
Daftar Isi...................................................................................................................................iii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN..................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang..............................................................................................................1
BAB II........................................................................................................................................2
ISI...........................................................................................................................................2
2.1 Pengertian Psikofarmakologi........................................................................................2
2.2 Obat dalam Psikofarmakologi......................................................................................2
BAB III.......................................................................................................................................6
PENUTUP..................................................................................................................................6
3.1 Kesimpulan.......................................................................................................................6
3.2 Saran.................................................................................................................................6
Daftar Pustaka............................................................................................................................7

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kesehatan jiwa merupakan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan diri
sendiri, orang lain, masyarakat, dan lingkungan, sebagai perwujudan fungsi mental
dan kesanggupan menghadapi masalah yang biasa terjadi, sehingga individu tersebut
merasa mampu. Kesehatan jiwa seseorang selalu dinamis dan berubah setiap saat serta
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: kondisi fisik, kondisi perkembangan mentalemosional dan kondisi di lingkungan sosial. Ketidakseimbangan pada salah satu dari
ketiga faktor tersebut dapat mengakibatkan gangguan jiwa.
Gangguan jiwa adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya
gangguan pada fungsi jiwa, yang menimbulkan penderitaan pada individu atau
hambatan dalam melaksanakan peran sosial. Gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan
3

secara maksimal sebagaimana keadaan sebelum sakit, beberapa pasein meninggalkan


gejala sisa seperti adanya ketidakmampuan berkomunikasi dan mengenali realitas,
serta perilaku kekanak-kanakan yang berdampak pada penurunan produktivitas hidup.
Sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penurunan produktifitas maka pada
pasien yang dirawat inap dilakukan upaya rehabilitasi sebelum klien dipulangkan dari
Rumah Sakit. Tujuannya untuk mencapai perbaikan fisik dan mental sebesarbesarnya, penyaluran dalam pekerjaan dengan kapasitas maksimal dan penyesuaian
diri dalam hubungan perseorangan dan sosial sehingga bisa berfungsi sebagai anggota
masyarakat.
Sehingga kami sebagai calon psikolog merasa prihatin dan ingin mengurangi
gangguan jiwa yang terjadi pada saat ini. Oleh karena itu kami tertarik untuk
mempelajari lebih dalam tentang apa itu psikofarmakologi.

BAB II
ISI
2.1 PengertianPsikofarmakologi
Ilmu tentang obat yang mempengaruhi berbagai macam aktivitas yang dikendalikan
oleh sistem saraf Studi sistematis tentang efek obat terhadap perilaku, fungsi
kognitif dan emosi (Rah Madya Handaya, M.Psi).
Bidang

psikofarmakologi

menciptakan

suatu

lapangan

yang

subur

bagi

eksperimentasi dan pengobatan farmakologi secara besar-besaran, teristimewa


dibidang perawatan penderita-penderita psikotik dan neurotik. Khususnya untuk
gangguan schizophrenia, maka pendekatan secara psikofarmakologi mengandung
aspek-aspek yang membesarkan hati. Pada waktu sekarang ini sukar dibayangkan
suatu fasilitas mental yang modern, tanpa adanya obat-obat penenang (tranquilizerz)
dan obat-obat pelawan kesedihan (anti depressants) serta obat-obat pelawan anxietas
(anti anxiety drugs). Oleh karena itu, salah satu jasa terbesar dari pada obat-obat
2

psikofarmakologi itu ialah memperingan penderitaan seumumnya dari pada mereka


yang terganggu jiwanya.
(Kusumanto Setyonegoro.Disertasi, 1966)

2.2 Obat dalam Psikofarmakologi


Obat adalah zat yang bukan makanan yang memicu satu atau lebih proses biologis
pada organisme yang hidup. Jenis obat yang digunakan dalam psikofarmakologi
adalah obat psikoaktif/psikotropika.Obat psikoaktif/psikotropika adalah zat yang
membangkitkan efek psikologis dengan cara memicu reaksi biokimia normal yang
terjadi di sistem saraf yang memiliki pengaruh terhadap pikiran (mind) dan mood.
(Rah Madya Handaya M.Psi)

Jenis-jenis Obat Psikotropika:


-

Antipsikosis
Adalah obat untuk mengatasi kelainan jiwa yang disebut psikosis, yang dalam
bahasa sehari-hari disebut gila. Pada penderita psikosis perasaan, pikiran dan
tindakan tidak berjalan. Persepsi terhadap diri sendiri dan lingkungan secara
nyata. Beberapa obat yang termasuk dalam golongan antipsikosis :
1. Derivat Fenotiazin
Bermanfaat untuk terapi psikosis akut dam kronis. Efek dari penggunaan ini
adalah penderita menjadi rasional, teliti dalam pekerjaan, mampu menilai diri
sendiri, orientasi terhadap masa lalu lebih baik, lebih sopan, bila bereaksi lebih
seimbang dan mengerti tanggung jawab pekerjaan.
2. Haloperidol
Adalah derivat butirofenon dengan efek antipsikosis yang penggunaannya
diutamakan pada keadaan manik-depresif dan skizofren sindrom paranoid.
Efek sampingnya adalah menghambat muntah yang ditimbulkan oleh
apomorfin.

Antidepresi
Adalah obat untuk mengatasi depresi mental, juga digunakan: untuk kecemasan
dan sindrom nyeri kronis.
Ada 3 golongan obat antidepresi: Penghambat mono-amin-oksidase (nialamin)
Trisiklik (imipramin dan amitriptilin) dan Simpatomimetik sentral (amfetamin, d-

amfetamin). Dari ketika golongan obat ini, penggunaan trisiklik paling banyak
baik untuk depresi, fobia, dan mengatasi rasa nyeri.
Efek samping
: berupa kenaikan berat badan dan kekacauan mental dengan
agitasi terutama pada penderita diatas 40 tahun.
Mekanisme kerja : antidepresi sebagian besar dipercaya bekerja dengan
memperlambat pembuangan suatu zat-zatkimia di dalam otak (neurotransmitter).

Antimania
Mania diartikan sebagai gangguan jiwa dengan ciri yaitu, bicara terus menerus,
jalan pikiran melompat lompat, perhatian tidak stabil, tidak atau kurang tidur,
emosi gembira patologis. Obat anti mania mempunyai beberapa sinonim antara
lain mood modulators, mood stabilizers danantimanik. Contoh obat antimania:
Litiumkarbonat, Haloperidol, Karbamazepin
Indikasi : Obat antimania ditujukan pada pasien yang mengalami mania (maniac).
Mekanisme kerja : antimania mampu mengurangi dopamine reseptor super
sensitivity, meningkatkan cholinergic muscaarinic activity dan menghambat cyclic
AMP (adenosin monophospat).
Efek samping : mulut kering, haus, mual, muntah, diare feses lunak, kelemahan
otot, peningkatan berat badan, perubahan fungsi tiroid, gangguan dayaingat dan
kosentrasi pikiran

Antiensietas
Ansietas diartikan sebagai keadaan dimana seseorang mengalami keresahan. Obat
anti-ansietas mempunyai beberapa sinonim antara lain psikoleptik,transquilizer
minor dan anksioliktik. Dalam membicarakan obat antiansietas yang menjadi obat
racun adalah diazepam atau klordiazepoksid.
Indikasi : Obat antisietas digunakan untuk pasien yang mengalami sindrom
ansietas.
Mekanisme kerja : Sindrom ansietas disebabkan hiperaktivitas dari system limbic
yang terdiri dari dopaminergic, nonadrenergic, seretonnergic yang dikendalikan
oleh GABA yang merupakan suatu inhibitory neurotransmitter. Obat antiansietas
akan bereaksi dengan reseptornya yang akan meng-inforce theinhibitory action of
GABA neuron, sehingga hiperaktivitas tersebut mereda.
Efek samping : Sedasi (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja
psikomotor menurun,kemampuan kognitif melemah) dan Relaksasi otot (rasa
lemas, cepat lelah dan lain-lain).

Antiimsonia
Insomnia adalah gangguan dalam tubuh yang ditandai dengan gejala susah tidur.
Anti insomnia sinonimnya adalah hipnotik, somnifacient, atau hipnotika. Obat
acuannya adalah fenobarbital,
Indikasi : Sebagai obat untuk mengatasi gejala sulit tidur
Mekanisme kerja : Obat anti-insomnia bekerja pada reseptor BZ1 di susunan saraf
pusat yang berperan dalam memperantarai proses tidur
Efek samping : Supresi SSP padasaattidur
Hati-hati pada pasien dengan insufisiensi pernapasan dan gangguan fungsi hati,
karena pada keadaan tersebut terjadi penurunan fungsi SSP sehingga
dapatmemudahkan timbulnya koma. Pada pasien usia lanjut dapat terjadi sedasi
berlebihan sehingga risiko jatuh dan trauma menjadi besar.

Antiobsesif-kompulsif
Obsesif-Kompulsif adalah keadaan dimana seseorang mempunyai keinginan tak
terkendaliakan untuk melakukan tindakan tertentu berulang- ulang agar
mengurangi keresahan. Dalam membicarakan obat anti obsesikompulsif yang
menjadi acuan adalah klomipramin. Obat anti obsesi kompulsi dapat digolongkan
menjadi :
1. Obat anti obsesi kompulsi trisiklik, contoh klomipramin
2. Obat anti obsesi kompulsi SSRJ, contoh sentralin, paroksin, flovokamin,
Fluoksetin
Mekanisme kerja : Menghambat re-uptake neurotransmitter serotonin sehingga
gejala mereda.

Antipanik
Panik adalah keadaan seseorang mengalami kebingungan hebat. Dalam
membicarakan obat antipanik yang menjadi obat acuan adalah imipramin.
Mekanisme kerja : obat antipanik adalah menghambat reuptake serotonin pada
celah sinaptik antar neuron
Efek samping : Mengantuk, kewaspadaan berkurang

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan

makalah

yang

telah

dibuat,

kita

dapat

mengetahui

bahwa

psikofarmakologi adalah ilmu tentang obat yang mempengaruhi berbagai macam


aktivitas yang dikendalikan oleh sistem saraf. Dan kita dapat mengetahui bahwa obatobat yang digunakan dalam psikofarmakologi adalah obat dengan jenis psikotropika
yang banyak memiliki efek samping seperti sedasi ( rasa mengantuk, kewaspadaan
berkurang, kinerja psikomotor menurun,kemampuan kognitif melemah).

3.2 Saran
Dalam mengerjakan tugas makalah ini sebaiknya dibutuhkan lebih banyak lagi
referensi buku yang dibaca, agar dalam mengerjakan makalah ini lebih maksimal.

Daftar Pustaka

Beta, A.
Rivai.Psikofarmakologi,https://id.scribd.com/doc/114759838/PSIKOFARMAKOLOGI.
Handaya, Rah Madya.Psikofarmakologi, Psikologi Kesehatan dan Forensic Psychology.
Djamhuri, Dr. Agus.1990.Sinopsis Farmakologi. Jakarta: Hipokrates.
Kalat, J.W.2011.Biopsikologi Jilid 1.Jakarta: Salemba Humanika.
Setyawan, Rizky. Psikotropika http://badgerbomber.blogspot.com/2014/01/psikotropika.html. 20 januari 2014