Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mengajarkan
pembelajaran

matematika

sedemikian

merupakan

sehingga

suatu

siswa

kegiatan

belajar

untuk

mendapatkan kemampuan dan ketrampilan tentang matematika.


Kemampuan dan ketrampilan tersebut ditandai dengan adanya
interaksi yang positif antara guru dengan siswa, siswa dengan
siswa, yang sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan .
Namun

dalam

melaksanakan

kegiatan

pembelajaran

khususnya yang berhubungan dengan matematika, ternyata


masih banyak mengalami hambatan-hambatan baik yang dialami
siswa maupun guru. Salah satu hambatan yang terjadi adalah
kesulitan

dalam

memahami

konsep-konsep

matematika.

Didapatkan bahwa dari latar belakang siswa sangat bervariasi


dalam motivasi belajarnya, mereka rata-rata dalam belajar tanpa
dibekali

keinginan

untuk

memahami

konsep-konsep

yang

diajarkan oleh guru.


Mereka kurang dalam mengkaitkan materi satu dengan
yang lain. Sehingga yang terjadi mereka kebingungan dan
selanjutnya dalam menyelesiakan soal-soal tidak sesuai dengan
prosedur. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),
materi Teorema Pythagoras yang berbunyi: Kuadrat ukuran
hipotenusa dari segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat
ukuran sisi sikusikunya, merupakan materi yang diberikan pada
siswa SMP/MTs kelas VIII.
Seorang guru harus dapat memilih strategi pembelajaran
yang sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga mudah
dalam memahami dan menanamkan konsep yang ada. Tentunya

dengan konsep yang sudah ada maka siswa pastinya akan dapat
menyelesaikan,

membuktikan,

menganalisis

persoalan yang

dihadapi dengan cara berpikir yang logis dan matematis.


B. Batasan Masalah
Dalam makalah yang dibuat ini perlu adanya pembatasan
masalah yang akan yang bahas, dengan melalui beberapa
pendekatan dalam pembuktian teorema Pythagoras ini mampu
membantu

dalam

penanaman

konsep

teorema

Pythagoras

kepada siswa.
C. Rumusan Masalah
Dari

batasan

masalah

diatas

maka

dapat

rumuskan

permasalah yang ada yaitu Bagaimana pembuktian Teorema


Pythagoras melalui beberapa pendekatan dapat membantu
dalam penanaman konsep teorema Pythagoras.
D. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan rumusan masalah diatas tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembuktian
Teorema

Pythagoras

membantu

dalam

melalui

penanaman

beberapa
konsep

pendekatan
teorema

dapat

Pythagoras

tersebut pada siswa SMP kelas VIII.


E. Manfaat Penulisan
1. Bagi siswa akan memperoleh pengetahuan baru dan akan
dapat membuktikan teorema Pythagoras dengan
menggunakan beberapa pendekatan.
2. Bagi guru akan dapat menanamkan pengetahuan baru
kepada siswa tentang teorema Pythagoras.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pyhtagoras
1. Biografi Pythagoras
Phytagoras lahir pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di
daerah Ionia. Pythagoras (582 SM 496 SM, bahasa Yunani:
) adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani
yang paling dikenal melalui teoremanya.Dikenal sebagai Bapak
Bilangan, dia memberikan sumbangan yang penting terhadap
filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM.
Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya
legenda dan kisah-kisah buatan mengenai dirinya.
Dalam
melakukan

tradisi

Yunani,

perjalanan,

diceritakan

diantaranya

ke

bahwa
Mesir.

ia

banyak

Perjalanan

Phytagoras ke Mesir merupakan salah satu bentuk usahanya


untuk berguru, menimba ilmu, pada imam-imam di Mesir. Konon,
karena

kecerdasannya

dikunjunginya

merasa

yang
tidak

luar

biasa,

sanggup

para
untuk

imam

yang

menerima

Phytagoras sebagai murid. Namun, pada akhirnya ia diterima


sebagai murid oleh para imam di Thebe. Disini ia belajar

berbagai macam misteri. Selain itu, Phytagoras juga berguru


pada imam-imam Caldei untuk belajar Astronomi, pada para
imam Phoenesia untuk belajar Logistik dan Geometri, pada para
Magi untuk belajar ritus-ritus mistik, dan dalam perjumpaannya
dengan Zarathustra, ia belajar teori perlawanan.
Selepas berkelana untuk mencari ilmu, Phytagoras kembali
ke Samos dan meneruskan pencarian filsafatnya serta menjadi
guru untuk anak Polycartes, penguasa tiran di Samos. Kira-kira
pada tahun 530, karena tidak setuju dengan pemerintahan
tyrannos Polycartes, ia berpindah ke kota Kroton di Italia Selatan.
Di kota ini, Phytagoras mendirikan sebuah tarekat beragama
yang kemudian dikenal dengan sebutan Kaum Phytagorean.
2. Kaum Phytagorean
Kaum phytagorean sangat berjasa dalam meneruskan
pemikiranpemikiran

Phytagoras.

Semboyan

mereka

yang

terkenal adalah authos epha, ipse dixit (dia sendiri yang telah
mengatakan demikian).2 Kaum ini diorganisir menurut aturanaturan hidup bersama, dan setiap orang wajib menaatinya.
Mereka menganggap filsafat dan ilmu pengetahuan sebagai jalan
hidup, sarana supaya setiap orang menjadi tahir, sehingga luput
dari perpindahan jiwa terus-menerus.
Diantara pengikut-pengikut Phytagoras di kemudian hari
berkembang dua aliran. Yang pertama disebut akusmatikoi
(akusma = apa yang telah

didengar; peraturan): mereka

mengindahkan penyucian dengan menaati semua peraturan


secara seksama. Yang kedua disebut mathematikoi (mathesis =
ilmu pengetahuan): mereka mengutamakan ilmu pengetahuan,
khususnya ilmu pasti.

3. Pemikiran Phytagoras
Phytagoras percaya bahwa angka bukan unsur seperti
udara dan air yang banyak dipercaya sebagai unsur semua
benda.

Angka

bukan

anasiralam.

Pada

dasarnya

Phytagorean menganggap bahwa pandangan

kaum

Anaximandros

tentang to Apeiron dekat juga dengan pandangan Phytagoras. To


Apeiron

melepaskan

unsur-unsur

berlawanan

agar

terjadi

keseimbangan atau keadilan (dikhe). Pandangan Phytagoras


mengungkapkan bahwa harmoni terjadi berkat angka. Bila segala
hal adalah angka, maka hal ini tidak saja berarti bahwa
segalanya bisa dihitung, dinilai dan diukur dengan angka dalam
hubungan yang proporsional dan teratur, melainkan berkat
angka-angka itu segala sesuatu menjadi harmonis, seimbang.
Dengan kata lain tata tertib terjadi melalui angka-angka.
Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah
teorema

Pythagoras,

yang

menyatakan

bahwa

kuadrat

hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan


jumlah

kuadrat

dari

kaki-kakinya

(sisi-sisi

siku-sikunya).

Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui


sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini dikreditkan
kepada Pythagoras karena ia lah yang pertama membuktikan
pengamatan ini secara matematis. Pythagoras dan muridmuridnya

percaya

bahwa

segala

sesuatu

di

dunia

ini

berhubungan dengan matematika, dan merasa bahwa segalanya


dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus beritme. Ia percaya
keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat
dinyatakan

dalam

bilangan-bilangan

atau

perbandingan

bilangan. Ketika muridnya Hippasus menemukan bahwa

2 ,

hipotenusa dari segitiga siku-siku sama kaki dengan sisi siku-siku


masing-masing

1,

adalah

bilangan

irasional,

Pythagoras

memutuskan

untuk

membunuhnya

karena

tidak

dapat

membantah bukti yang diajukan Hippasus.


B. Teorema Pythagoras Dan Pembuktiannya
1. Teorema Pytahgoras
Pada suatu segitiga siku-siku, Kuadrat panjang sisi miring
sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi-sisi siku-sikunya. c2 =
a2 + b2

2. Pembuktian Teorema Pythagoras.


a. Dari sekolah pythagoras
Sifat pada segitiga siku-siku ini sebenarnya telah dikenal
berabad-abad sebelum masa Pythagoras, seperti di Mesopotamia,
Mesir, juga di Cina. Tetapi, catatan tertulis pertama yang memberi
bukti berasal dari Pythagoras. Bukti dari sekolah Pythagoras
tersebut tersaji dengan gambar di bawah.

Dari kedua gambar diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa


persegi besar sebelah kanan sama luasnya dengan persegi besar
kiri. Luas yang dimaksud disini adalah luas daerah biru ditambah
luas daerah kuning . dari gambar di atas juga diperoleh, sebagai
berikut :

Luas daerah biru pada persegi kanan adalah


Luas 1 + Luas 2 = (a.a) (b.b) = a2 + b2
Luas daerah biru pada persegi sebelah kiri adalah
Luas = c.c = c2
Karena telah jelas dari gambar bahwa luas daerah

biru

pada kedua persegi adalah sama maka di peroleh


a2 + b2 = c2
b. Bukti dari Bhaskara
Pembuktian aljabar ini merupakan pembuktian teorema
dengan mengunakan 4 buah segitiga siku-siku sama dengan
panjang sisi a,b, dan c .segitiga siku-siku disusun dengan sisi c
diletakkan diluar sehingga menjadi menjadi persegi dengan luas
c2 sebagai berikut.

Luas segitiga adalah= x alas x tinggi = ab


Sedangkan luas peresegi kecil yang berada didalam segitiga sikusiku adalah (b-a)2
Jadi diketahui bahwa luas persegi ABCD adalah 4 kali luas
segitiga siku-siku + luas persegi kecil
Luas PQRS + 4 luas ABQ = luas ABCD
(b a)2 + 4 1/2. ab = c2
b2 2ab + a2 + 2ab = c2
a2 + b2 = c2
c. Bukti dari J.A. Garfield

Pembuktian berikut ini berasal dari J.A. Garfield tahun


1876.Trapesium dapat terbentuk dari 3 buah segitiga siku-siku
sehingga

Luas

trapesium

sama

dengan

luas

segitiga

penyusunnya.
Luas trapesium = (alas + atas)/2. tinggi = (a + b)/2. (a +
b).
1
(a+b) (a+b) = ( 2 ab +
1 2
( a +2 ab+b 2 )= ( 1 ab +
2
2

1
1 2
( 2 ab +( 2 c )
1
1
ab + c 2 dikalikan2
( 2
2

( )

a2 +2 ab+b 2=ab+ ab+c 2


a2 +2 ab+b 2 = 2 ab+c 2
2

a +b

= c

d. Pembuktian dengan indentitas trigonometri


Buatlah segitiga siku-siku dengan panjang sisi a, b dan c
seperti gambar berikut
c
a
b

Kemudian

dengan

menggunakan

menentukan sinus dan cosinus

trigonometri

untuk

sudut yaitu sebagai berikut

Sin

Cos

a
b
= , cos =
b
c

Sin

Hubungan antara sinus dan cosinus dinamakan sebagai


identitas trigonometri pythagoras yang mendasar, sehingga pada
trigonometri kita ketahui bahwa
2

sin +cos =1
a 2 b 2
+
=1
c
c

()()

a2 b2
+ =1
c2 c2
a2 +b2
=1
2
c
a2 +b 2=c 2

e. Bukti menggunakan Garis Tinggi dan Sifat Segitiga


Sebangun

Perhatikan gambar di samping:


ABC ~ ACD sehingga

b
c

c1
b atau b2 = c.c1 ....(1)

ABC ~ CBD sehingga atau a2 = c.c2 ...(2)


Dari (1) dan (2): a2 + b2 = c.c1 + c.c2
a2 + b2 = c. (c1 + c2)
a2 + b2 = c.c
a2 + b2 = c2

f. Bukti menggunakan Transformasi

Misal segitiga ABC siku-siku di C. Putarlah ABC sebesar


90o searah arah dengan putaran jarum jam dengan pusat rotasi
titik C. Segitiga baru ABC berimpit dengan ABC.
1 2
a =( 1 )
2
1 2
b =( 2 ) + ( 3 )
2
1 2
1 2
a +
b =(1) + [ (2) + (3) ]
2
2

= [ (1) + (2) ] + (3)


= cx + cy
= c (x + y)
= c.c
= c2
Dengan mengali dua kedua ruas maka akan diperoleh a2 +
b2 = c2

g. Bukti dari Leonardo da Vinci

Diberikan

segitiga

siku-siku

ABC.

dibuat

segitiga

JHI

kongruen dengan ABC.Maka segiempat ABHI, JHBC, ADGC dan


EDGF adalah kongruen. Bukti Teorema Pythagoras dilakukan
sebagai berikut:
luas(ADGC) + luas(EDGF) = luas(ABHI) + luas(JHBC)
luas(ADEFGC) = luas(ABCJHI)
Tetapi kedua bangun memuat 2 segitiga yang kongruen dengan
segitiga ABC, sehingga:
luas(ADEFGC) - 2. luas(ABC) = luas(ABCJHI) - 2.luas(ABC)
luas(ABED) + luas(BCGF) = luas(ACJI)
a2 + b2 = c2

h. Bukti Dengan Vektor

Suatu vektor yang digambarkan pada bidang koordinat


mempunyai komponen horisontal (gerakan ke kanan/kiri) dan
komponen vertikal (gerakan ke atas/bawah)

Berdasarkan gambar di atas, komponen horisontal vektor


AB sebesar xB xA, sedang komponen vertikal vektor AB sebesar
yB yA. Maka panjang AB dapat ditentukan sebagai berikut:
|AB|2 = (Komponen Horizontal)2 + (Komponen Vertikal)2=
(xB xA)2 + (yB yA)2
Dengan kata lain ini sama saja dengan misalnya |AB|
adalah c, (xB xA)
adalah a dan (yB yA) adalah b maka: c2 = a2 + b2

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari semua pembahasan diatas maka dapat disumpulkan
untuk

membuktikan

teorema

Pythagoras

dapat

dibuktikan

dengan beberapa pendekatan, diantaranya dengan :


1)
2)
3)
4)

Bukti dari sekolah pythagoras


Bukti dari Bhaskara
Bukti dari J.A. Garfield
Bukti menggunakan Garis Tinggi
Sebangun

dan

Sifat

Segitiga

5)
6)
7)
8)

Bukti
Bukti
Bukti
Bukti

menggunakan Transformasi
dari Euclides
dari Leonardo da Vinci
dengan Vektor

B. Saran
1) Untuk membuktikan teorema Pythagoras perlu adanya
pemahaman konsep yang lebih agar dalam membuktikan
teorema tersebut tidak mengalami kesulitan.
2) Pembuktian teorema Pythagoras sebaiknya menggunakan
lebih dari satu pendekatan

DAFTAR PUSTAKA
Kukuh. 2006. Geometri Analitik Bangun dan Ruang. Samarinda:
Fakultas

Keguruan

dan

Ilmu

Pendidikan

Universitas

Mulawarman
Kukuh. 2006. Geometri Datar dan Ruang . Samarinda: Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman
Kusumawati, Heny. 2006. Matematika untuk SLTP Kelas VIII.
Jakarta: Erlangga Rich, Barnet. 2005. Geometri. Jakarta:
Erlangga
Sobel, Max A.2004. Mengajar Matematika. Jakarta: Erlangga

Sumarno. 2006. Geometri Datar dan Ruang. Samarinda: Fakultas


Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman
______.

Pembuktian

Teorema

http://www.matematikaku.com/

Tanggal

Pythagoras.
16

Desember

Is

Story.

16

Desember

2014 Pukul 16.45


______.

Pythagoras

My

http://www.matematikaku.com/
2014 Pukul 16.55

Life
Tanggal