Anda di halaman 1dari 22

Alat Kontrasepsi

Jenis-Jenis Alat Konstasepsi, Keuntungan dan Efek Sampingnya


Skip to content

Home

Sitemap

>>> Ovutest Scope Memudahkan Perencanaan & Penundaan Kehamilan - Alat KB Alami
Sebagai Alat Uji Masa Subur Wanita. Bagi yang ingin menunda kehamilan maka lakukan
hubungan intim pada saat masa tidak subur, Cukup Satu Alat Seumur Hidup. KLIK DETAIL
DISINI!

Alat-Alat Kontrasepsi
Posted by Alat Kontrasepsi
Berbagai usaha yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah pertumbuhan
penduduk yang sudah terlalu pesat. Upaya yang dilakukan adalah untuk membuat UndangUndang tetntang perkawinan dan diberlakukannya program Keluarga Berencana. Program
ini merupakan salah satu program pemerintah yang mempunyai tujuan dalam meningkatkan
kepedulian dan juga peran serta dari masyarakat dengan melakukan suatu pendewasaan usia
perkawinan dan pengaturan kelahiran, serta pembinaan ketahanan keluarga, serta juga
peningkatan kesejahteraan keluarga untuk membantu untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia

dan juga sejahtera. Untuk mencegah terjadinya kehamilan bisa dengan menggunakan alatalat kontrasepsi.
Alat-alat kontrasepsi merupakan alat untuk usaha pencegahan dari bertemunya sel sperma dan
sel telur agar tidak mengalami suatu pembuahan. Untuk keperluan itu, biasanya kontrasepsi ini
dilakukan dengan beberapa alat dan juga cara. Misalnya adalah dengan pemakaian kondom pada
pria, diafragma pada wanita dan juga IUD (Intra uterine Device) yang berbentuk spiral pada
wanita. Dari ketiga alat-alat kontrasepsi ini mempunyai tujuan yang sama yakni mencegah
terjadinya pertemuan antara sperma dengan sel telur yang sudah matang sehingga tidak
terjadinya ovulasi atauu pembuahan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan selain dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi bisa juga
dengan melakukan prinsip tidak melakukan hubungan seksual pada saat istri sedang dalam masa
subur. Cara ini biasanya dikenal dengan sistem kalender. Ovulasi ini biasanya terjadi setiap
sekitar 14 2 hari sebelum hari pertama menstruasi. Ovum ini mempunyai kemampuan untuk
dibuahi sperma dalam waktu 24 jam setelah ovulasi. Masa subur biasanya terjadi sekitar 48 jam
sebelum obulasi hingga 24 jam setelah mengalami ovulasi. Sehingga, untuk mencegah terjadinya
kehamilan, hubungan intim tidak boleh dilakukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum dan juga
sesudah ovlasi ini terjadi. Namun, sistem dari kalender tidak efektif untuk wanita yang siklus
haid mereka tidak teratur karena tingkat kegagalan sangat tinggi.
Selain dengan cara kontrasepsi itu, untuk mencegah dari terjadinya kehamilan biasanya bisa
dilakukan juga dengan pil KB, suntik, atau juga susuk KB. Ketiga dari alat-alat kontrasepsi ini
merupakan hormon sintetik estrogen progesterone. Dan kedua hormon ini bisa
mempengaruhi sistem reproduksi pada wanita.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi
dalam rahim, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD), alat kontrasepsi dalam rahim atau
IUD, alat kontrasepsi diafragma, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi kb, alat kontrasepsi spiral,
alat kontrasepsi suntik, alat kontrasepsi wanita, alat kontrasepsi yang aman, Kondom, Kondom
perempuan, kondom wanita, Pil atau Tablet KB, Pil KB, Program BKKBN, Spermisida,
Sterilisasi, Suntikan KB | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Wanita


Posted by Alat Kontrasepsi

Banyak kontrasepsi wanita yang tersedia.


Berdasarkan masa kerjanya, kontrasepsi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu sementara
(reversible) dan permanen. Pilihan kontrasepsi untuk menunda kehmailan pertama dan mengatur
jarak kehamilan adalah kontrasepsi yang memiliki masa kerja bersifat sementara, baik jangka
pendek maupun jangka panjang. Pilihan kontrasepsi rasional untuk memgakhiri kesuburan
sangat dianjurkan menggunakan kontrasepsi yang memiliki masa kerja permanen yaitu
kontrasepsi mantap.
a. Kontrasepsi hormonal
Kontrasepsi hormonal adalah pilihan KB yang paling banya dipakai oleh akseptor yang terbagi
dalam 3 cara KB yaitu suntik 28%, pil 13% dan implant 4% atau jika ditotal sekitar 15,2 juta
perempuan usia reproduktif menggunakan kontrasepsi hormonal. Kontrsepsi hormonal berisi
estrogen, progestin atau campuran keduanya.
Saat ini makin banyak metode yang bisa dipilih dalam menggunakan kontrasepsi hormonal
selain suntik, pil yang diminum dan implan/susuk yaitu kontrasepsi hormonal dalam rahim
(dimasukkan dalam IUD), transdermal patch (seperti koyo), vaginal ring (kondom wanita),
kontrasepsi emergensi (pil KB darurat setelah berhubungan).
b. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
AKDR atau yang lebih dikenal dengan IUD atau spiral yajuga banyak digemari. Beberapa
alasannya adalah penggunaannya yang jangka panjang, tidak mengganggu produksi ASI serta
tidak memerlukan upaya tertentu untuk mempertahankan AKDR ini bertahan di dalam rahim.
Banyak jenis AKDR yang pernah berkembang di Indonesia, diantaranya adalah bentuk spiral
tapal kuda, copper T. Saat ini telah dikembangkan metode terbaru dari AKDR yang dapat
mengeluarkan hormon progestin levonogestrol dari tangkainya. AKDR yang populer dengan
nama lenovogestrel intrauterine system (LNG-IUS) ini memberikan efek lokal pada daerah
rahim (uterus) dan sekitarnya. Manfaat kontrasepsinya sangat baik dengan indeks pearl
mencapai 0.09 dan bisa bertahan selama 5 tahun dengan efek samping cukup minimal.

c. Kontrasepsi mantap wanita (tubektomi)


Kontrasepsi mantap adalah pilihan untuk mengakhiri kehamilan, biasanya dianjurkan untuk ibu
yang sudah memiliki cukup anak dan usia di atas 35 tahun dan harus dipilih dengan sukarela oleh
akseptor. Pada tubektomi, dilakukan pemotongan tuba atau saluran yang berfungsi sebagai jalan
lewat sel telur dari ovarium ke dalam rahim.
d. Kontrasepsi mantap pria (vasektomi)
Vasektomi sebagai cara mantap kontrasepsi pria yang sangat efektif melindungi istri dari
kehamilan dengan tingkat kegagalan 0.1 per 100 perempuan dalam tahun pertama. Vasektomi
berarti pemotongan vas deferens (saluran tempat keluarnya sperma dari testis). Mengakhiri
kesuburan dan pilihan menjalani vasektomi harus secara sukarela, bahagia dan sehat. Untuk
menilai 3 syarat tersebut, maka setiap calon akseptor vasektomi harus menjalani konseling dan
seleksi kelayakan medik pratindakan.
Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi
dalam rahim, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi spiral, alat kontrasepsi wanita, andalan,
Kondom, kondom wanita | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Kondom


Posted by Alat Kontrasepsi
Kondom mempunyai sejarah yang unik di Inggris. Dokter Condom membuat alat yang
dipergunakan untuk menghindari kehamilan. Kondom dibuat pertama kali dari kulit, selanjutnya
usus sehingga pembuatan kondom mahal dan saat memakai kondom memerlukan perhatian
khusus. Karena dibuat dari kulit dan usus sering menimbulkan irtasi liang senggama. Tebal
kondom menyebabkan kurang nikmat saat dipakai.

Alat kontrasepsi penghalang pada pria adalah kondom. Kondom merupakan selubung
karet tipis yang di pasang pada penis yang ereksi dan dikeakan selama snggama untuk
mencegah penumpuukan sperma dalam vagina. Kondom tersedia secara luas dan dapat
dibeli dengan bebas di toko obat atau di apotik.

Jika digunakan dnegan benar (khususnya bersama preparat spermisida). Kondom merupakan
bentuk kontrasepi yang efeisien. Alat ini merupakan penghalang fisik yang dapat
mencegah kehamilan maupun infeksi oleh mikrooganisme yang menular. Namun
demikian, kondom menggangu proses spontanitas pada senggama karena tidak bisa
dipasang sebelum penis mengalami ereksi.
Sebagian orang merasakan bahwa kondom mengurangi kepekaan. Jika penis tidak segera
dikeluarkan setelah ejakulasi, kondom dapat terlepas dan sperma di dalamnya bisa mengalir
masuk ke vagina. Faktor biaya yang mungkin pula dipertimbangkan pula. Alat kontrsepsi
penghalang pada wanita-diafragma dan cervical cap merupakan dua metode kontrasepsi
penghalang yang sering digunakan pada wanita. Diafragma berupa tutup karet berbentuk piing
kecil dengan kawat pegas di sebelah bingkai sirkulernya. Ketika dipasang, bingkai diafragma
akan berada pada forniks vagina sehingga tutup karet tersebut menutupi serviks. Cervical cap
yang tidak begitu sering digunakan, memiliki bentuk seperti alat pelindung jari dari logam yang
dipakai ketika menjahit (thinble). Besar alat ini pas pada serviks. Preparat spermisida biasanya
dianjurkan unutk digunakan bersama-sama alat kontrasepsi penghalang ini.
Kerugian pada metode alat kontrasepsi kondom untuk wanita ini adalah alanya tidak selalu
sesuai bagi setiap wanita, khsusunya jika terdapat pergeseran rahim atau dinding vaginanya
kendor. Demikian pula, setelah melahirkan atau bila terjadi penurunan atau penambahan berat
badan yang bermakna, ukuran alat tersebut harus disesuaikan kembali sehingga diperlukan
pengecekan setahun sekali.
Sebagian besar petugas kesehatan menganjurkan penggunaan kombinasi preparat kontrasepsi
kiia dengan kontrasepsi penghalang seperti diafragma atau kondom. Preparat kontrasepsi kimia
dapat dibeli tanpa resep dokter dan membantu melicinkan vagina. Namun demikian,
pemakaiannya mungkin merepotkan karena kebanyakan harus digunakan sebelum senggama dan
kadang-kadang menimbulkan reaksi seperti rasa gatal serta terbakar.
Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi
dalam rahim, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi spiral, alat kontrasepsi wanita, andalan,
Kondom, kondom wanita | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Paling Aman


Posted by Alat Kontrasepsi
Setiap jenis alat kontrasepsi ada efek sampingnya. Demikian juga dengan suntik KB 3 bulan
yang biasanya berisi hormon progesteron. Efek samping yang sering terjadi adalah
peningkatan berat badan, sakit kepala, mual dan perubahan mood. Berbeda dengan suntik 1
bulan, suntik KB 3 bulan ini memang seringkali tidak menghasilkan siklus menstruasi yang
rutin. Atau dapat pula flek-flek saja di setiap bulannya seperti yang dialami kebanyakan wanita
pada umumnya. Oleh karenanya, flek berupa keluarnya darah meski dalam jumlah yang sedikit
masih terbilang wajar terjadi dan tidak perlu dirisaukan.

Gambar : alat suntikan KB


Namun apabila terjadi perdarahan yang banyak dan panjang ketika menggunakan alat
kontrasepsi pada pil 3 bulan atau suntik KB, maka perlu dikonsultasikan kepada dokter terkait
atau bidan untuk mencari penyebabnya, apakah karena efek samping KB dan perlu diganti, atau
ada penyebab lain. Mintalah saran untuk penggunaan alat kontrasepsi yang sekiranya cocok
dengan Anda.
Jenis alat kontrasepsi dengan suntik KB yang mengandung hormon di dalamnya. Suntik
KB memiliki masa suntik yang bervariasi yakni per satu atau tiga bulan. Suntik KB dapat
mengurangi risiko telat atau lupa. Efek samping dari kontrasepsi ini adalah menstruasi
tidak teratur, dan peningkatan berat badan.
Sebagian besar wanita yang menggunakan suntikan KB dinilai lebih praktis, sederhana dan
efektif pula. Suntikan KB diberikan di bokong. Namun, suntikan berefek samping perdarahan
spotting atau mungkin juga perdarahan terus-menerus, selain kemungkinan tidak haid sama
sekali (amenorrhoe). Keuntungannya, bagi ibu yang pelupa minum pil, suntikan KB pilihan yang
tepat. Suntik KB termasuk kontrasepsi yang diminati oleh banyak perempuan. Anda bisa
melalukan suntik KB setiap 1 bulan atua 3 bulan sekali. Suntik KB aman digunakan bagi wanita
menyusui setelah 6 minggi pasca persalinan. Efek samping yang biasa terjadi adalah keluar flekflek, perdarahan ringan di antara dua masa haid, sakit kepala dan kenaikan berat badan. Jika
Anda menghentikan penggunaan suntik KB kemungkinan untuk hamil kembali sangat tinggi.
Suntikan KB ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan endometrium yang normal.
Diperkirakan hal ini dapat mengganggu rangkaian hubungan hipotalamus-hipofisis-indung telur.
Metode kontrasepsi dengan suntikan KB diperkirakan 99% efektif dan angka
berkelanjutan pemakaian suntikan KB adalah 70% setelah satu tahun.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi
dalam rahim, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi spiral, alat kontrasepsi wanita, andalan,
Kondom, kondom wanita | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui


Posted by Alat Kontrasepsi

Semua alat kontrasepsi tentu ada kekurangan


disamping kegunaan yang sudah tidak diragukan. Pada ibu menyusui dapat menggunakan
kontrasepsi yang prinsipnya tidak mengurangi jumlah ASI, terutama pada 6 bulan pertama di
mana bayi belum mendapat makanan tambahan selain ASI. Yang dapat dipakai bisa KB non
hormonal atau hormonal, misalnya pil KB dr golongan progesteron rendah, atau suntikan yang
hanya mengandung hormon progesteron yang disuntikan per 3 bulan.
Kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak dianjurkan karena akan mengurangi jumlah ASI,
misalnya Diane. IUD cukup aman pada ibu menyusui dan banyak dipilih. Mengenai bergeser
atau tidak tentu dokter akan tahu seandainya ibu datang kontrol minimal 6 bulan sekali.
Untuk ibu menyusui, pilihan kontrasepsi yang aman adalah kontrasepsi non hormonal.
Beberapa alat kontrasepsi ini bisa Anda pilih :
- Kondom untuk mencegah agar sperma tidak masuk ke dalam serviks.
- IUD (Intrauterine Device).
- Spermatisida, yaitu bahan kimia berbentuk cairan atau krim untuk membunuh sperma.
- Operasi tubektomi, bagi yang memenuhi syarat dan indikasi. Yaitu dengan mengikat tuba falopi
agar sperma tidak dapat mencapai sel telur.
- Diafragma, yaitu sejenis alat dari bahan lateks lembut atau silikon yang dimasukkan ke dalam
serviks untuk membentengi serviks agar sperma tidak dapat mencapai uterus. Jika Anda memilih
kontrasepsi ini, hubungi dokter untuk mengukur ulang diafragma yang akan digunakan karena

ukuran dan bentuk leher rahim dapat berubah pasca melahirkan. Diafragma dapat digunakan
kembali 6 minggu setelah melahirkan.
Semua kontrasepsi mempunyai angka keberhasilan yang tinggi, lebih dari 95% sepanjang ibu
menjaga kedisipilinan baik dalam mengkonsumsi atau memeriksakan ke dokter untuk kontrol.
Perlu diingat bahwa pil KB dengan dosis rendah progesteron untuk ibu menyusui, bekerja
bersama-sama dalam mencegah dalam kehamilan. Jadi bila menyusui sudah jarang, sebaiknya
jangan digunakan lagi karena tidak akan memberi perlindungan yang optimal.
Untuk mendapat pil KB, tentu pertama kali harus ke layanan kesehatan untuk dicek ada tidaknya
kontraindikasi dalam mengkonsumsinya. Biasanya pil KB utk menyusui, akan terdapat tanda di
blisternya berupa gambar payudara dan ada beberapa jenis dipasaran.
Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi dalam rahim, Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD), alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD, alat
kontrasepsi diafragma, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi suntik, alat kontrasepsi wanita,
Diafragma, Pil KB | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Yang Aman


Posted by Alat Kontrasepsi
Merawat, mendidik, dan membesarkan anak tidak mudah karena memerlukan kesiapan mental
dan fisik orang tua. Memberi jarak yang cukup antara anak pertama, kedua, dengan anak
berikutnya sangat penting. Untuk dapat mengatur waktu kehamilan, baik isteri maupun
suami perlu mepertimbangkan penggunaan suatu metode alat kontrasepsi yang aman.
Pemilihan alat kontrasepsi sebaiknya dilakukan segera setelah masa nifas habis. Karena pada
waktu tersebut ibu akan kembali memasuki masa subur yang diperkirakan terjadi ovulasi
(lepasnya sel telur matang dari folikel/kantung pada indung telur). Jika pada masa subur Anda
melakukan hubungan intim tanoa kontrasepsi, mungkin saja terjadi kehamilan kembali. Oleh
sebab itu, perlu memilih alat kontrasepsi yang aman.
Sebelum memilih alat kontrasepsi yang aman dan yang diinginkan, diskusikan hal ini dengan
pasangan. Tentukan siapa yang akan menjalani metode alat kontrasepsi yang aman. Saat ini pria
pun dapat menjadi pengguna alat kontrasepsi secara aman dan nyaman. Lakukan pula konsultasi
dengan dokter kandungan. Riwayat kesehatan Anda berdua dapat menjadi acuan memilih alat
kontraspesi paling tepat. Beberapa ibu yang mempunyai alergi tidak dapat menggunakan alat
kontrasepsi tertentu.

Saat ini banyak sekali pilihan alat kontrasepsi. Yang sebaiknya dipertimbangkan pertama kali
adalah metode kontrasepsi non-hormonal atau tidak menggunakan hormon sebagai bahan
aktifnya. Jenis ini tidak akan menganggu proses laktasi bagi ibu yang tengah menyusui bayi.
Posted in Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi dalam rahim, Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD), alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD, alat
kontrasepsi diafragma, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi kb, alat kontrasepsi spiral, alat
kontrasepsi wanita, alat kontrasepsi yang aman, alat kontrasepsi yang paling aman, Cincin
vagina, Diafragma, KB (keluarga Berencana), Kondom, Kondom perempuan, Kontrasepsi
Hormonal | Leave a comment

Alat Kontrasepsi KB
Posted by Alat Kontrasepsi
Hampir semua pasangan suami -istri memerlukan perencanaan yang matang dari kehamilan guna
untuk membatasi jumlah anak dan menekan angka kelahiran yang semakin bertambah. Banyak
para pasangan suami-istri melakukan program keluarga berencana yang memang diharuskan.
Alasan penggunaan alat kontrasepsi bagi para pasangan suami-istri untuk menunda kehamilan,
memberi jarak antara anak pertama dengan anak kedua sampai pada tujuan yang mungkin bagi
pasangan suami-istri yang telah dikarunia banyak anak dengan menghentikan kehamilan.
Banyak alasan yang dikemukakan para pasangan suami-istri dalam menggunakan alat
kontrasepsi yang mungkin disertai adanya suatu faktor yang terlihat seperti adanya faktor
ekonomi, faktor kesiapan mental, faktor usia hingga faktor kesehatan.
Alat kontrasepsi memiliki berbagai macam jenis. Secara garis besar, alat kontrasepsi
dibagi menjadi 3 bagian yakni kontrasepsi mekanik, kontrasepsi hormonal, dan
konstrasepsi mantap. Berikut ulasan singkat dari berbagai macam atau jenis alat
kontrasepsi :

1. Kontrasepsi mekanik
Disebut mekanik, karena memiliki sifat untuk melindungi. Kontrasepsi mekanik ini bekerja
dengan cara mencegah pertemuan antara sel sperma dengan sel telur yang ada di dalam rahim.
Yang termasuk dalam kontrassepsi mekanik ini , ialah kondom dan diafragma.
a. Kondom
Kondom yang dahulu terbuat dari usus atau kulit binatang, yang jika digunakan harus direndam
terlebih dahulu, kini ada kondom yang terbuat dari bahan karet yang tipis dan elastis (lentur)
berbentuk seperti kantong. Pada dasarnya fungsi kondom hanya untuk menampung sperma agar
tidak masuk ke dalam vagina. Penggunaan kondom dinilai cukup efektif mencegah kehamilan
hingga 90 %. Bahkan penggunaan kondom untuk pencegahan kehamilan akan semakin efektif
apabila disertai penggunaan spermisida (pembunuh sperma) namun jarang sekali ditemukan
pasangan suami istri yang menggunakan spermisida. Namun kemungkinan terjadinya kehamilan
masih dapat terjadi dari survei yang dilakukan dari 100 pasangan suami-istri yang menggunakan
alat kontrasepsi ini sekitar 4 orang wanita yang terjadi kehamilan.
Kondom mudah didapat, dan harga relatif terjangkau, tidak memerlukan resep dokter. Kondom
selain berfungsi sbagai pencegah kehamilan, kondom juga dapat digunakan sebagai suatu alat
bantu dalam pencegahan penularan penyakit kelamin seksual.

b. Diafragma
Diafragma bentuknya hampir menyerupai kondom. Diafragma berbentuk seperti topi yang
menutupi mulut rahim. Diafragma terbuat dari bahan karet namun agak tebal dibanding dengan
kondom. Kondom berbahan karet tipis yang masih memiliki kemungkinan terjadinya kebocoran.
Namun berbeda dengan diafragma yang berbahan karet tebal sehingga tidak memungkinkan
terjadinya kebocoran. Diafragma ini hanya digunakan ketika ingin melakukan hubungan intim,
usai melakukan aktivitas seksual dapat dilepaskan kembali atau tetap berada pada tempatnya.
Jenis kontrasepsi yang satu ini cukup efektif dalam mencegah kehamilan yang cara kerjanya
hanya dimasukkan ke dalam vagina, untuk mencegah masuknya sperma ke dalam rahim.
c. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD)
Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau IUD atau yang lebih dikenal sebagai alat kontrasepsi spiral.
AKDR atau IUD ini berbentuk alat kecil dan banyak variasi. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
(AKDR/IUD) atau spiral ini ada yang terbuat dari plastik seperti huruf S (Lippes Loop), tembaga
yang berbentuk seperti angka 7 (tujuh/ Copper Seven) dan huruf T (Copper T) serta ada yang
berbentuk seperti sepatu kuda (Multiload).
Dari beberapa jenis alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD ini yang paling sering digunakan
adalah jenis Copper T dan Multiload. Kedua alat kontrasepsi tersebut dipilih karena
kenyamannya. Adapula model terbaru dari Copper T yakni Nova T yang memiliki keunggulan
karena lebih lembut.

Alat kontrasepsi Dalam Rahim ini hanya dapat dilakukan dan dipasang lelh dokter ahli atau
bidan yang sudah terlatih. Fungsi dari AKDR ini adalah mencegah kehamilan dengan mencegah
sel telur yang telah dibuahi bersarang di dalam rahim. AKDR atau IUD dapat bertahan di dalam
rahim selama 2-5 tahun dan dapat dikeluarkan kembali apabila ada keinginan untuk hamil
kembali.
Namun disarankan bagi wanita atau istri yang menggunakan Alat Kontrasepsi Dalam rahim ini
harus melakukan pemeriksaan ulang, entah 2 minggu sekali, 3 bulan sekal, 6 bulan sekali atau 1
tahun sekali setelah pemasangan alat konrasepsi ini. Penggunaan alat kontrasepsi yang dipilih
tanpa adanya bahan aktif Copper dapat digunakan hingga menjelang menopause, namun apabila
penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung bahan aktif Copper 3-4 tahun harus diganti.
Hal yang perlu diingat alat kontrasepsi jenis ini dapat menimbulkan infeks vagina, pendarahan,
keputihan yang disebabkan dari benang pada alat kontrasepsi yang digunakan. Disarankan
apabila terdapat infeksi genetalia atau pendarahan yang tidak jelas sebaiknya jangan
menggunakan alat kontrasepsi jenis ini. Namun keuntungan dari alat kontrasepsi jenis ini adalah
dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak mempengaruhi produksi ASI
bagi ibu atau wanita yang sedang dalam menyusui balita.
d. Spermisida
Spermisida merupakan alat kontrasepsi yang berbahan kimia yang dapat membunuh sperma.
Spermisida memiliki variasi bentuk ada yang berbentuk busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet atau
aerosol. Penggunaan alat kontrsepsi jenis ini memang dinilai kurang efektif karena dapat
menimbulkan ketidaknyaman, ketidak puasan pasangan dalam mencapai orgasme dan
menimbulkan alergi yang tidak enak.
Namun masih ada beberapa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi jenis ini. Kontrasepsi
jenis ini digunakan dengan cara sebelum melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke
dalam vagina, dan tunggu sekitar 5-10 menit pemasangan, hubungan sekual baru dapat

dilakukan. Keefektifan alat kontrasepsi ini dinilai efektif apabila dikombinasikan dengan alat lain
seperti kondom atau diafragma.
Jenis alat kontrasepsi apapun masih memungkinkan terjadinya kehamilan. untuk alat kontrasepsi
jenis ini, menurut survei dari 100 pasanagn dalam setahun, ada 3 wanita yang haml, bahkan ada
beberapa kasus yang terjadi karena salah pemasangan atau pemakaiannya, dapat terjadi
kehamilan sampai 30 kehamilan.
2. Kontrasepsi Hormonal
Jenis kontrasepsi hormonal ini diambil dari kombinasi antara hormon estorgen dan progesteron.
Penggunaan kontrasepsi jenis ini dilakukan dalam bentuk pil, suntikan atau susuk.
Kontrasepsi hormonal ini dilakukan dengan cara menggunakan hormon progesteron dengan
mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur dan mengentalkan cairan di leher rahim
sehingga sel sperma kesulitan untuk menembus masuk ke sel telur, membuat lapisan rahim
menjadi tipis dan hasil konsepsi tidak dapat tumbuh, serta menghambat jalannya saluran telur
sehingga sel sperma sulit bertemu dengan sel telur.
a. Pil atau Tablet
Dengan minum pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak digunakan para
wanita atau istri dari sekian banyaknya alat kontrasepsi. Di Indonesia, banyak wanita yang
menggunakan PIL KB atau disuntikan sebagai alat kontrasepsi yang dinilai aman. Pil KB
memiliki berbagai macam, ada pil yang hanya mengandung hormon progesteron, adapula yang
mengandung kombinasi antara progesteron dan estrogen.
Namun penggunaan pil KB ini dinilai cukup rumit karena menggunakan sistem kalender
laykanya siklus haid (sekuensial). Dengan menggunakan sistem kalender ini mereka para wanita
dapat mengetahui batasan waktu dalam mengkonsumsi pil KB ini. Pil KB menggunakan 2 cara
yakni
- Diminum dengan menggunakan sistem 28, yang artinya pil diminum terus-menerus tanpa
berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo)
- Dengan sistem 22/21, yakni pil diminum terus-menerus, kemudian dihentikan selama 7-8 hari
untuk mendapatkan kesempatan menstruasi.
Namun pada beberapa wanita yang menggunakan Pil KB sebagai alat kontrasepsi ini, mengalami
siklus menstruasi dengan perbandingan. Apabila wanita mengkonsumsi pil KB dengan efek
estorgen yang tinggi akan mengalami menstruasi kurang dari 4 hari. Sedangkan dengan
menggunakan pil KB dengan kadar estrogen yang rendah akan mengalami menstruasi lebih dari
6 hari.
Efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi ini menyebabkan seorang wanita mudah
tersinggung, mudah tegang dan stress, bertambahnya berat badan, nyeri kepala, darah menstruasi

yang banyak seperti pendarahan. Sedangkan yang berkolaborasi progesteron menyebabkan


payudara tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama menjadi
kering.
Efek samping lainnya dari pemakaian pil KB dalam jangka waktu yang cukup lama akan
menekan fungsi ovarium. Tak hanya itu efek samping lainnya seperti rasa mual sampai muntah,
pusing, mudah lupa, timbul bercak di kulit wajah seperti flek hitam sampai mempengaruhi fungsi
organ ginjal dan hati. Pil KB yang mengandung estrogen dapat mengganggu produksi ASI.
Kelebihan dari pil KB ini dapat meningkatkan gairah seksual, sekaligus sebagai obat untuk
mengobati penyakit endometriosis. Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur
keluarnya darah haid. Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7 wanita yang
hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.
b. Suntikan
Kontrasepsi yang menggunakan sutikan mengandung hormon sintetik. Penyuntikan ini dilakukan
2-3 kali dalam sebulan. Suntikan setiap 3 bulan (Depoprovera), setiap 10 minggu (Norigest), dan
setiap bulan (Cyclofem).
Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Pemakaian hormon ini
juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar.
Kontrasepsi dengan menggunakan suntikan ini dapat membuat tubuh mengalami kenaikan berat
badan karena menigkatnya nafsu makan. Tak hanya itu membuat lendir rahim menjadi tipis
sehingga menstruasi menjadi sedikit, bahkan beberapa wanita tidak mengalami menstruasi sama
sekali. Tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.
c. Susuk
Susuk juga digunakan sebagai alat kontrasepsi wanita atau yang juga disebut sebagai alat
kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kukit pada lengan kiri atas. Bentuk susuk ini
seperti tabung-tabung kecil atau pembungkus silastik (plastik berongga) dan ukurannya sebesar
batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan 6 buah kapsul. Susuk yang ditanam
dibawah kulit ini berisi zat aktif yang berupa hormon atau levonorgestrel. Kemudian susuk
tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Susuk ini bekerja dengan cara
menghalangi terjadinya ovulasi (pembuahan) dan menghalangi migrasi sperma.
Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun (Norplant) dan 3 tahun (Implanon). Sekarang ada
pula yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa
dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Efektifitasnya, dari 10.000
pasangan, ada 4 wanita yang hamil dalam setahun.
Dampak negatif dari penggunaan alat kontrasepsi jenis susuk ini berupa terganggunya
menstruasi, haid tidak lancar, bercak atau tidak mengalami menstruasi sama sekali. Selain itu
mengalami kenaikan berat tubuh, ketegangan payudara dan liang vagina terasa kering. Timbul

infeksi pada pencabutan susuk yang disebabkan susuk sulit untuk dikeluarkan karena
pemasangan susuk yang terlalau dalam.
3. Kontrasepsi Mantap
Kontrasepsi mantap, jarang sekali dilakukan para pasangan suami-istri. Kalau pun dilakukan
didasari alasan yang sangat umum yakni merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki.
Kontrasepsi mantap ini dilakukan dengan jalan operasi pemotongan atau memutuskan saluran
sperma pada pria yang disebut vasektomi begitu pula dengan wanita memutuskan atau
memotong saluran sel telur yang disebut dengan tubektomi. Sehingga tidak akan terjadi
kehamilan kembali atau tidak akan memiliki keturunan.
Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi
dalam rahim, Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD), alat kontrasepsi diafragma, alat
kontrasepsi iud, alat kontrasepsi kb, alat kontrasepsi spiral, alat kontrasepsi suntik, alat
kontrasepsi wanita, alat kontrasepsi yang aman, alat kontrasepsi yang paling aman, Diafragma,
Kondom, Kontrasepsi Hormonal, Kontrasepsi mekanik, Pil atau Tablet KB, Spermisida, Suntikan
KB | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim


Posted by Alat Kontrasepsi
Keluarga yang berkualiatas adalah keluaraga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri dan memiliki
jumlah anak yang cukup ideal dan lain sebagainya. Terkadang ada beberapa pasangan yang
mengeluhkan adanya banyak anak karena seorang wanita atau istri tidak melakukan KB
(keluarga Berencana). Program BKKBN telah digalakkan untuk menekan jumlah angka
kelahiran yang semakin bertambah setiap tahunnya, berbagai penyuluhan pun dilakukan untuk
memiliki jumlah anak yang disesuaikan dengan kemampuan diri dan faktor ekonomi.
Kini banyak wanita telah melakukan KB dengan menggunakan alat kontrasepsi yang dinilai
aman dan ideal untuk digunakan. Salah satunya adalah IUD atau yang lebih dikenal alat
kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
Berikut ini penjelasan singkat mengenai alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) berupa
keuntungan, kekurangan dari AKDR atau IUD, yakni :
- IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) dinilai cukup efektif, reversibel dan
berjangka panjang dapat bertahan hingga 10 tahun
- Membuat haid menjadi lebih lama dan lebih banyak
- Dilakukan oleh dokter ahli dibidangnya dalam hal pemasangan dan pengeluaran atau
pencabutan kembali.

- AKDR atau IUD ini dapat digunakan oleh semua wanita dalam usia produktfi. Akan tetapi,
tidak diperkenankan digunakan oleh wanita yang terjangkit infeksi menular pada organ
kewanitaannya.

Gambar model model alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD


Cara Kerja AKDR atau IUD :
- IUD dapat memperlambat kemampuan sel sperma pria untuk menembus masuk ke tuba fallopi
atau oviduk atau buluh rahim.
- Mempengaruhi fertilisasi (pembuahan) sebelum menuju ovum untuk mencapai kavum uteri.
- Fungsi utama AKDR atau IUD ini adalah pertemuan antara sel sperma dan sel telur agar tidak
terjadi pembuahan. Meskipun AKDR membuat sperma sulit masuk ke dalam organ intim wanita
dan mengurangi sperma untuk fertilisasi (pembuahan).
Keuntungan yang didapat dengan menggunakan IUD atau AKDR sebagai alat kontrasepsi
pilihan :
1. AKDR dinilai cukup memiliki ke-efektivan dalam mencegah atau menggagalkan kehamilan
sekitar 0,6-0,8 dari 100 wanita dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dalam 125 170 kehamilan).
2. AKDR dapat bekerja optimal setelah dipasang.
3. Bertahan dalam waktu yang cukup lama kira-kira 10 tahun perlindungan dari CuT-380A dan
tidak perlu diganti.
4. Tidak menganggu atau merusak hubungan seksual anda dengan pasangan.
5. Tidak menimbulkan efek samping pada fungsi hormonal seksual dengan CuT-380A.
6. Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.

7. AKDR atau IUD, dapat dipasang segera sesudah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi
infeksi).
8. AKDR atau IUD ini dapat digunakan oleh wanita hingga masa meopause tiba.
9. Tidak mempengaruhi atau berinteraksi langsung terhadap obat-obatan.
10. Membantu mencegah kehamilan secara ektopik.
Kekurangan atau kelemahan dan atau efek samping yang terjadi dari kontrasepsi IUD :
1. Terjadi perubahan pada siklus menstruasi, membuat menstruasi menjadi lama dan banyak,
pendarahan antar menstruasi, nyeri dan sakit pada saat menstruasi datang.
2. Setelah pemasangan akan merasa sakit yang juga dapat disertai kejang selama 3-5 hari.
3. Jika sedang menstruasi, seperti terjadi pendarahan yang cukup berat yang dapat disertai
dengan anemia atau kekurangan darah.
4. Terjadi perforasi pada dinding uterus (namun sangat jarang terjadi, apabila terjadi biasanya
disebabkan oleh pemasangan yang tidak benar).
5. AKDR atau IUD ini tidak dapat mencegah dari penyakit seksual yang menular seperti
HIV/AIDS.
6. AKDR atau IUD ini tidak disarankan digunakan pada wanita yang kerap kali berganti
pasangan dan terjangkit penyakit seksual yang menular akibat infeksi.
7. Terjadi peradangan pada panggul yang terjadi usai wanita yang terinfeksi penyakit seksual
menular tetap menggunakan alat kontrasepsi jenis ini, sehingga dapat memicu infertilitas.
8. Akan mengalami sedikit rasad nyeri dan oendarahan (spotting) usai pemasangan AKDR.
Namun dapat menghilang dalam 1-2 hari.
9. Pemasangan dan pencabutan AKDR atau IUD ini hanya dapat dilakukan oleh dokter ahli atau
bidan yang terlatih.
10. Mungkin AKDR keluar dari uterus tanpa diketahui, biasnaya terjadi apabila akdr dipasang
usai melahirkan.
11. Tidak dapat mencegah kehamilan ektopik karena fungsinya hanya untuk mencegah
kehamilan normal.
12. Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi jenis ini, diharuskan unuk memeriksa posisi dari
benang AKDR dari waktu ke waktu atau setiap 1 bulan sekali.

Selain keuntungan dan kekurangan dari pengunaan AKDR atau IUD ( Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim ). Alat Kontrasepsi Dalam Rahim ini hanya boleh digunakan oleh :
1. Wanita yang masih dalam usia produktif
2. Dalam keadaan nulipara
3. Seorang wanita yang menginginkan atau menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang
4. Wanita yang sedang dalam masa menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
5. Wanita yang pasca melahirkan dan tidak menyusui
6. Setelah mengalami abortus dan tidak diketahui atau terlihat adanya infeksi
7. Tidak memiliki resiko atau tidak memiliki dari infeksi meular secara seksual
Seseorang yang tidak diperbolehkan menggunakan AKDR atau IUD (Alat Kontrasepsi
Dalam Rahim) :
1. Sedang dalam masa kehamilan
2. Terjadi pendarahan pada vagina yang tidak diketahui
3. Menderita infeksi pada organ vital ( misalnya vaginitis, servisitis)
4. Adanya kelainan uterus yang tidak normal atau tumor jinak pada rahim yang dapat
mempengaruhi kavum uteri
5. Terindeksi adanya penyakit trofoblas yang ganas
6. Diketahui terinfeksi penyakit TBC pelvik
7. Adanya kanker yang berada di organ kewanitaan
8. Ukuran rongga rahim yang kurang dari 5 cm.
Posted in Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi dalam rahim, alat
kontrasepsi dalam rahim atau IUD, alat kontrasepsi diafragma, alat kontrasepsi iud, alat
kontrasepsi kb, alat kontrasepsi spiral, alat kontrasepsi suntik, alat kontrasepsi wanita, alat
kontrasepsi yang aman, alat kontrasepsi yang paling aman, KB (keluarga Berencana), Program
BKKBN | Leave a comment

Jenis Jenis Alat Kontrasepsi


Posted by Alat Kontrasepsi
Bagi mereka yang sudah menikah atau telah lama menikah dan ingin menunda atau belum mau
memiliki anak atau mencegah kehamilan berikutnya dengan berbagai alasan tertentu, biasanya
wanita akan melakukan atau mengikuti anjuran program dalam keluarga berencana dengan
menggunakan beberapa alat kontrasepsi yang menurutnya aman digunakan.
Dalam menggunakan alat kontrasepsi, seorang wanita dituntut untuk bijaksana dan pintar dalam
memilih alat kontrasepsi yang aman digunakan. Berikut beberapa macam atau jenis alat
kontarsepsi yang bisa digunakan dan menjadi beberapa pilihan para wanita :
1. Pil KB

Alat kontrasepsi memiliki banyak ragam dan jenis. Salah satunya adalah dengan menggunakan
pil KB yang banyak mengandung beberapa komponen hormon estrogen dan progesteron. Pil KB
merupakan alat kontrasepsi yang dinilai beberapa wanita sebagai alat kontrasepsi yang cukup
aman, harga terjangkau dan ekonomis. Alat kontrasepsi yang menggunakan pil dinilai cukup
efektif dalam mencegah ovulasi (pembuhaan) dan mengentalkan lendir serviks sehingga sel
sperma tidak dapat mencapai uterus.
Pil KB yang dinilai cukup efektif yang memberikan jaminan perlindungan 100 % dengan catatan
harus rutin diminum selama 21 hari dan dihentikan selama 7 hari. Akan tetapi, pemilihan alat
kontrasepsi dengan menggunakan pil menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, rasa mual,
timbul jerawat dan kenaikan berat badan.
2. Cincin vagina
Alat kontarsepsi yang menggunakan cincin vagina memang cukup fleksibel. Cincin vagina yang
hanya berdiameter sekitar 5 cm dengan cara memasukkan cincin vagina dengan menekan kedua
tepi secara bersamaan dan kemudian dikeluarkan setelah 3 minggu. Setelah cincin vagina
dikeluarkan, maka wanita akan mengalami siklus haid. Cincin vagina bekerja dengan cara
melepaskan hormon estrogen dan progesteron secara langsung ke dinding vagina.
Namun cincin vagina ini hanya digunakan selama 1 bulan untuk mencegah terjadinya
pembuahan (fertilisasi) dan biasanya digunakan oleh wanita yang tidak cocok menggunakan pil
KB sebagai alat kontrasepsi yang menimbulkan efek samping seperti pusing, rasa mual, dsb.
Cincin vagina memiliki efek samping seperti infeksi vagina yang dapat sembuh dalam beberapa
bulan. Cincin vagina ini hanya didapatkan dengan menggunakan resep dokter.
3. Spon
Spon merupakan sejenis alat berbentuk busa yang cara kerja dengan cara dimasukkan ke dalam
vagina beberapa jam sebelum melakukan hubungan intim, dan biarkan didalam vagina selama 30
jam sesudah berhubungan. Spon yang dimasukkan ke dalam vagina bekerja dengan cara
melepaskan zat pembunuh sperma (spermicide) saat berada dalam kondisi lembab karena air, dan
ditempatkan diatas serviks.
Dampak buruknya dengan menggunakan spon sebagai alat kontrasepsi adalah tidak dapat
mencegah penyakit seksual yang menular. Tak hanya itu spon ini dapat menyebabkan iritasi
vagina dan membuat pengguna alat kontrasepsi jenis spon menjadi rentan terhadap mikroba.
4. Kondom perempuan
Alat kontrasepsi lainnya selain pil KB dan jenis kontrasepsi lainnya. Alat kontrasepsi lainnya
dengan menggunakan kondom yang khusus dibuat untuk para wanita. Kondom yang dirancang
khusus wanita ini berbentuk seperti kantung plastik panjang dengan cincin pada kedua ujungnya.
Pada bagian ujung yang terbuka merupakan jalan masuk penis, sedangkan ujung yang tertutup
yang dibuat khusus untuk menahan alat vital pria masuk ke dalam area serviks.

Saran untuk beberapa wanita yang ingin menggunakan kondom sebagai salah satu alat
kontrasepsi yang dinilai efektif. Dengan cara menggunakannya, tekan pinggiran salah satu cincin
secara bersamaan dan masukkan sejauh mungkin ke dalam vagina dan bagian cincin lainnya
dibiarkan tergantung di luar tubuh.
5. Diafragma
Selain kondom yang digunakan sebagai alat kontrasepsi. Diafragama juga menjadi salah satu
jenis alat kontrasepsi yang berbentuk tudung/mangkuk yang terbuat dari karet dan bersifat
fleksibel. Diafragma ini dibuat dalam berbagai ukuran sehingga dapat dipilih yang paling pas
dengan tubuh. Selain dapat mencegah kehamilan, diafragma juga sangat efektif dalam mencegah
resiko kanker rahim.
Jika ingin menggunakan diafragma, lakukan hal yang berikut ini :
- Lapisi diafragma dengan zat pembunuh sperma, lipat setengah dan dorong masuk ke dalam
vagina hingga menutupi serviks (leher rahim). Biarkan diafragma berada di dalam vagina selama
kurang lebih 6 jam setelah melakukan aktivitas seksual bersama pasangan. Lalu keluarkan
diafragma kurang lebih 24 jam untuk mencegah resiko dari infeksi kandung kemih.
6. Sterilisasi
Jenis kontrasepsi berikutnya adalah sterilisasi. Jarang sekali ditemui seorang wanita melakukan
atau memilih alat kontrasepsi jenis ini. Meskipun ada sebagaian wanita yang mungkin
menggunakan alat kontrasepsi ini dengan alasan telah memiliki banyak anak, faktor ekonomi dll.
Alat kontrasepsi jenis satu ini merupakan alat pencegahan kehamilan yang bersifat permanen.
Sterilisasi ini dikenal dengan istilah tubektomi yang bekerja dengan cara memotong atau
menutup saluran telur yang terentang dari ujung atas rahim sampai kandung telur, sehingga
membuat wanita tak dapat hamil lagi.
Metode ini tak hanya dapat dilakukan oleh wanita, namun pria pun dapat melakukannya jika
pada pria disebut dengan vasektomi dengan cara mengikat atau memotong saluran sperma
sehingga pria tidak dapat membuahkan sel telur atau dengan kata lain tidak dapat menghamili.
Posted in Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged alat kontrasepsi, alat kontrasepsi dalam rahim, alat
kontrasepsi diafragma, alat kontrasepsi iud, alat kontrasepsi kb, alat kontrasepsi spiral, alat
kontrasepsi suntik, alat kontrasepsi wanita, alat kontrasepsi yang aman, alat kontrasepsi yang
paling aman, Cincin vagina, Kondom perempuan, Pil KB, Sterilisasi | Leave a comment

Recent Posts

o Alat-Alat Kontrasepsi
o Alat Kontrasepsi Wanita
o Alat Kontrasepsi Kondom
o Alat Kontrasepsi Paling Aman
o Alat Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui
o Alat Kontrasepsi Yang Aman
o Alat Kontrasepsi KB
o Alat Kontrasepsi Dalam Rahim
o Jenis Jenis Alat Kontrasepsi
Alat Kontrasepsi - Jenis-Jenis Alat Konstasepsi, Keuntungan dan Efek Sampingnya
HulaToo Ads

Trust Rating
Not Yet Rated
alatkontrasepsi.org
Related Searches

?
Grand Seasons Hotel Kuala Lumpur
Petronas Twin Towers
Berjaya Times Square
Visit Kuala Lumpur
KL Hotels
Kuala Lumpur City Centre
Berjaya Redang Beach Resort
HulaToo
HulaToo Ads