Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK 1

PEMBUATAN TAWAS

Penyusun :
Muhammad Fadli (1301782)
Kelompok 3 ( Tiga) :
Pinta Rida
Serlin Oktavia
Ade Amelia NST
Dosen :1.Dra. Bayharti, M.Sc
2. Miftahul Khair , S.si
3. Eka Yusmaita M.Pd
4. Dra. Andromeda M.Si
Asisten : 1. Rian Setiawan
2. Gusfaria Palendra
LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

PEMBUATAN KAI(SO4)2.12H2O
A. TUJUAN
1. Memahami beberapa aspek kimia tentang unsur Aluminium
2. membuat tawas

B. TEORI DASAR
Sepanjang sejarah peradaban manusia, senyawa aluminium sudah digunakan di berbagai
bidang. Tanah liat pada dasarnya adalah hidrat aluminium silikat dan tembikar sudah
dikenal sejak 8000 tahun yang lalu.
Tawas (aluminium kalium sulfat), AlK(SO4)2 sudah digunakan dibidang obat-obatan dan
pencelupan tekstil selama kurang lebih 4000 tahun. Aluminium adalah logam yang ringan,
stabil di udara, mudah dibuat, kuat daan tahan terhadap korosi.
Di antara logam golongan III (Boron-Aluminium), aluminium adalah logam terpenting.
Berdasarkan massa, aluminium menempati urutan ketiga diantara unsur yang terbesar
kelimpahannya dikerak bumi. Bijih aluminium yang terpenting adalah bauksit yang
mengandung Al2O3. Untuk ekstraksi aluminium, bauksit perlu dimurnikan berdasarkan sifat
amfoter dari aluminium dan senyawanya. Mula-mula pada bauksit ditambahkan larutan
NaOH pekat, yang akan melarutkan Al2O3, kemudian zat pengotor yang tidak melarut dapat
dipisahkan dengan cara penyaringan.
Al2O3(s) + 2OH- 2Al O2- + H2O
Jika filtrat mengandung AlO2- diasamkan akan terbentuk endapan Al(OH)3
AlO2- + H3O+ Al(OH)3(s)
Setelah disaring, Al(OH)3 dipijar dan hasil pemijarannya adalah Al2O3(s).
2 Al(OH)3(s) Al2O3(s) + 3H2O(s)

pada ekstraksi alumunium, Al2O3(s) dilarutkan dalam leburan kriolit Na3AlF6 kemudian
dielektrolisa.
Reaksi-reaksi ion Al 3+ dalam air
Bila garam alumunium dilarutkan ke dalam air ion Al3+ mengalami hidrasi
Al3++ 6H2O Al(H2O)63+
Ion heksa aqua alumunium ( III ) atau disingkat Al3+(aq)
Oleh karena kerapatan ion Al3+ sangat besar maka ion ini dapat menarik elektron dalam
ikatan OH dari air ke dekatnya sehingga air merupakan donor proton.
Al(H2O)63+ + H2O Al(H2O)5 (OH)2+ + H3O+
Oleh karena itu larutan garam Al3+ bersifat asam asetat. Jika basa yang lebih kuat dari air
seperti S2- dan CO32- ditambahkan pada larutan alumunium, ion H+ akan dilepaskan dari
Al(H2O)63+
2 Al(H2O)63+(aq) + 3S2 2Al(H2O)3(OH)3(s) + 3H2S(g)
reaksi yang mirip terjadi jika basa kuat seperti NaOH(aq) ditambahn pada larutan garam
alumunium,
Al(H2O)63+(aq) + 3OH-(aq) Al(H2O)3(OH)3(s) + 3H2O(l)
Dengan NaOH(aq) berlebih endapan akan melarut,
Al(H2O)(OH)3(s) + OH-(aq) Al(H2O)2 (OH)4(aq) + H2O
Meskipun tidak tepat reaksi antara ion alumunium dengan NaOH(aq), biasanya ditulis
sebagai berikut :

Al3+(aq) + 3OH- Al(OH)3(s)


Endapan putih

Al(OH)3(s) + OH-(aq) Al(OH)4-(aq)


Larutan jernih
Alumunium hidroksida seperti halnya alumunium oksida adalah amfoter, melarut dalam
membentuk aluminat dan dalam asam membentuk garam alumunium.Sesuai dengan harga
potensial elektrodanya ( -1,66 volt ) dapat diramalkan bahwa alumunium lebih reaktif dari
seng dan logam ini mudah bereaksi dengan oksigen, melarut asam encer dan membebaskan
hidrogen. Meskipun tidak terklihat dengan jelas, sebenarnya alumunium bereaksi dengan
oksigen. Namun setiap permukaan alumunium baru segera dilapisi oleh alumunium yang
sangat tipis. Lapisan oksida yang hanya setebal 10-8 m sangat keras, stabil dan tidak berpori
itu melindungi alumunium dari reaksi dengan oksigen sehingga terhalang dari oksidasi
selanjutnya.(Tim staff praktikum kimia anorganik, 2014)
Aluminium merupakan salah satu senyawa kimia yang dibuat dari molekul air dan 2
jenis garam, salah satunya Al (SO4)2. Aluminium kalium juga sering dikenal dengan
aluminium yang mempunyai rumus formula K 2SO4Al2(SO4)3. 24H2O. alum kalium
merupakan jenis alum yang paling penting. Alum kalium merupakan jenis alum yang tidak
berwarna dan mempunyai bentuk Kristal octahedral atau kubis ketika kalium bersifat asam.
Alum kalium sangat larut dalam air panas. Ketika kalium bersifat Kristal ini dipanaskan
terjadi pemisahan secara kimia dan sebagian garam yang terhidrasi larut dalam air. Alum
kalium memiliki titik leleh

900c. Umumnya

Na +, Fe+. Aluminium sulfat biasanya

dihasilkan dari reaksi antara aluminium hidroksida dan asam sulfat. Produk yang dihasilkan
berupa padatan terhidrat dari larutan. Ada 2 macam prosedur untuk reaksi yaitu reaksi terus
menerus dan batch. Dilihat dari segi waktu untuk reaksi lengkap dengan waktu yang cukup
panjang, reaksi batch yang biasa digunakan. (Keenan, 1993)

Tawas merupakan pengawasan garam kompleks yaitu yang mempunyai rumusan kimia
K2SO4Al2(SO4)3 dan Na2SO4 (SO4)3. 24H2O. bahan galian ini banyak kegunaannya yaitu
sebgai bahan untuk membershikan

air, bahan cat, bahan penyamak kulit, bahan

persenyawaan kimia, sumber natrium dan kalium pada bahan-bahan antiseptic, pengawet
minuman dan obat-obatan. Persenyawaaan kedua zat ini membutuhkan media-media atau
medium berasal dari kata lainmedium yang berarti tengah atau antara.(Cotton, 1989)

Misalnya Al2O3.H2O dan Al2O3.3H2O. senyawa oksida di reaksikan dengan asam sulfat
menghasilkan aluminium sulfat pekat panas.
Al2O3 + H2O4 Al2(SO4)3 + 3H2O
Senyawa ini mengkristal dari larutan sebagai Al2(SO4)3.18H2O.
Larutan berair yang mengandung jumlah molar yang sama dari Al 2(SO4)3 dan
K2SO4 mengkristal sebagai kalium aluminium sulfat (KAl(SO 4)2.12H2O). garam ini yang
dikenal dengan patas alum atau tawas, termasuk dalam golongan, termasuk dalam golongan
senyawa dengan nama alum atau tawas.(Sugiyarto, 2004)
Alum mempunyai kegunaan yang sama dengan garam pembentuknya. Satu keguanan
penting dari batas alum adalah sebagai zat pewarna. Alum atau tawas (AlK(SO4)2) dapat
dibuat dengan mereaksikan senyawa aluminium sulfat (Al 2(SO4)3) dengan kalium sulfat
(K2SO4). Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
K2SO4 +Al2(SO4)3 2KAl(SO4)2

C. ALAT DAN BAHAN


ALAT :
1. Gelas kimia 100 m 2 buah
2. Cawan penguapan 1 buah
3. Bunsen, kaki tiga + kas ; 1 buah
4. Batang pengaduk 1 buah
5. Corong Buchner 1 buah

BAHAN :
1. Al2(SO4)3. 18H2O
2. K2SO4

D. PROSEDUR KERJA
Dilarutkan 16,7 gram Al2(SO4)3 H2O dalam 12,5 ml air 80 C

Dilarutkan 4,35 gram K2SO4 dalam 25 ml air

Dicampurkan kedua larutan. Pindahkan campuran ini ke dalam cawan


penguap

Didinginkan pada suhu kamar sehingga terbentuk kristal

Dicuci kristal dengan sedikit air dan keringkan dengan kertas saring

E.TABEL PENGAMATAN
Perlakuan
Pengamatan
Dilarutkan sebanyak 16.67 gr Al2(SO4)3 H2O Cepat larut. Larutan bening
dalam12,5 ml air 800C.

Dilarutkan sebanyak 4,3 gr K2SO4 dalam 25 Sukar larut dalam air, kelarutan tidak
sempurna.
ml air biasa.

Dicampurkan

kedua

larutan

dan

dipindahkan kedalam cawan penguap

Didinginkan pada suhu kamar lebih kurang Terbentuk Kristal. Dengan data :
Berat Kristal :14,3 gram
4 hari.

PERHITUNGAN
Reaksi :
K2SO4 (s) + Al(SO4)3(s) + 24H2O(l) K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O (l)
4,3 g

16,67 g

Diketahui :
Mr K2SO4

= 174 g/mol

MrAl(SO4)3.18H2O

= 670 g/mol

Mol K2SO4

= 0,025 mol

MolAl(SO4)3.18H2O

= 0,025 mol

K2SO4 (s)

+ Al(SO4)3(s) + 24H2O(l) K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O (s)

0,025 mol

0,025mol

MolKAl(SO4)2.12H2O

0,025 mol
=

Massa

= 0,025 mol . 474 g/mol


= 11,85 gram

Jadi, massa teoritis adalah 11,85 gram


% rendemen = 14,3/11.85 x 100%

= 120,7 %

F. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini, tujuannya adalah memahami beberapa aspek kimia
tentang unsurAluminium dan membuat tawas dengan rumus KAl(SO 4)2.12H2O
dimana terbentuk garam rangkap yang berasal dari dua garam, yaitu K 2SO4 dan
Al2(SO4)3.H2O. Reaksi yang terjadi adalah :
K2SO4 + Al(SO4)3 + 24H2O K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O
Rumus tawas yang dihasilkan tersebut disederhanakan dengan membuat rumus
empirisnya menjadi KAl(SO4)2.12H2O
Dalam percobaan ini, bahan yang digunakan adalah resep. Langkah
pertama yang dilakukan adalah melarutkan 16,67 gram Al 2(SO4)3.18H2O dalam air
panas dengan suhu 800C, suhu ini tidak boleh melebihi 80 0C karena karena akan
terjadi hidrolisis sehingga terbentuk Al(OH)3 karena Al bersifat amfoter yang
berasal dari asam lemah, sehingga jika terhidrolisis akan berbentuk basa. Dari hasil
pengamatan, didapatkan Al2(SO4)3.18H2O larut dalam air panas,
Selanjutnya melarutkan 4,3 gram K2SO4dalam air biasa, ternyata K2SO4 sulit
untuk larut dalam air biasa, sehingga harus dilakukan pengadukan yang lebih lama
hingga larutannya bening, kemudian dicampurkan kedua larutan dalam cawan
penguap sampai mengkristal. Setelah proses pelarutan selesai, dilakukan proses
penyaringan, proses penyaringan ini bertujuan untuk menyaring ion-ion
pengganggu, dan yang tersisa hanya tinggal filtratnya .Kristal terbentukkira-kira
5hari setelah dilakukan percobaan.
Setelah lebih kurang 5 hari terbentuk kristal. Menurut teori Kristal tawas
yang terbentuk adalah heksagonal yang berbentuk polygon. Massa Kristal tawas
yang didapatkan dari percobaan adalah sebesar 14,3 gram. Sedangkan menurut
teori massa tawas yang seharusnya dihasilkan adalah 11,85 gram. Artinya massa
yang didapatkan berlebih dari massa menurut teori, Hal ini mungkin terjadi karena
kesalahan pada saat praktikum yang dilakukan oleh praktikan. Bertambahnya massa
8

yang didapat bisa jadi saja karena terlalu banyak penambahan air yang akan jadi
pelarut pada praktikum ini sehingga membuat masssa juga bertambah dan juga
kesalahan praktikan dalam menimbang massa zat, karena digunakan neraca ochauss
yang ketelitian na jga kurang begitu bagus shngga dapat jga membuat hasil yang
didapat tidak sesuai. Selanjutnya dilakukan perhitungan rendemen dari

Kristal

tawas yang didapatkan adalah sebesar 120,7%.


Setelah didapatkan tawas nya, praktikan melakukan pengetesan terhadap
tawas tersebut dengan air yang keruh dan didapatkan air air yang keruh tersebut
menjadi bening, hal ini menunjukkan bahwa tawas yang dibuat itu telah berhasil..

G. KESIMPULAN

Dari praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan adalah :


a.

Suhu

pemanasan

tawas

diatas

80 0C

dapat

menyebabkan

tawas

terhidrolisis.
b. TawasKAl(SO4)2.12H2O merupakan rumus empiris dari K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O

c. Suhu larutan Al2(SO4)3 tidak boleh lebih dari 800C karena akan terhidrolisis sehingga
terbentuk Al(OH)3
d. Rendemen dari tawas yang didapatkan adalah 120,7%

DAFTAR PUSTAKA

Cotton, wilkinson dan. (1989). Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: UI-Press.


Keenan, D. (1993). Kimia untuk Universitas. Jakarta: Erlangga.
Sugiyarto, K. (2004). Kimia Anorganik. Yogyakarta: JICA.
Tim staff praktikum kimia anorganik. (2014). Modul Praktikum Kimia Anorganik
1. Padang: Fmipa UNP.

10