Anda di halaman 1dari 26

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
PORTABLE WARM-COOL CARRIER BOX : SOLUSI PENGHANGAT DAN
PENDINGIN BAHAN MAKANAN UNTUK KEBUTUHAN SESEORANG
KETIKA BEPERGIAN

Bidang Kegiatan:
PKM-KARSA CIPTA

Diusulkan Oleh:
Erwin Prawiro

1206244535

Teknik Mesin 2012

Mohamad Lutfi Ramadhan

1206217111

Teknik Mesin 2012

Randy Tandian

1206217156

Teknik Mesin 2012

UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2014

HALAMAN PENGESAHAN
USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA-KARSA CIPTA
2014
1. Judul Kegiatan

2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan No. HP

f. Alamat e-mail
4. Anggota Pelaksana Kegiatan
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NIDN
c. Alamat Rumah dan No. HP

6. Biaya Kegiatan Total


a. Dikti
b. Sumber lain
7. Jangka Waktu Pelaksanaan

: Portable Warm-CoolCarrier Box : Solusi


Penghangat dan Pendingin Bahan Makanan
Untuk Kebutuhan Seseorang Ketika Bepergian
: PKM-KC
: Erwin Prawiro
: 1206244535
: Teknik Mesin
: Universitas Indonesia
: Jalan Muslimin Ismail RT/RT 030/006 No. 12
Singkawan
No. HP : 085285992528
: erwinprawiro_mesin2012@yahoo.com
: 2 Orang
: Dr. Ir. Engkos A. Kosasih, M.T.
: 0006065908
: Laboratorium Perpindahan Kalor,
Departemen Teknik Mesin FTUI,
Telp. 7270032-7270033
: Rp. 11.965.000,00
: Rp. 11.965.000,00
:0
: 5 bulan
Depok, 26 Februari 2014

Menyetujui,
Kepala Departemen Teknik Mesin FTUI

Ketua Pelaksana Kegiatan

Dr.-Ing. Ir. Nasruddin, M.Eng.


NIP. 197204111995121001

Erwin Prawiro
NIM. 1206244535

Direktur Kemahasiswaan

Dosen Pembimbing

Arman Nefi, S.H., M.M..


NIP/NRK. 0508050277

Dr. Ir. Engkos A. Kosasih, M.T.


NIDN. 0006065908

ii

DAFTAR ISI
Halaman Judul . i
Halaman Pengesahan ... ii
Daftar Isi... iii
Daftar Gambar.. iv
Daftar Tabel.. iv
Ringkasan...... 1
Bab I Pendahuluan.... 1
Bab II Tinjauan Pustaka 2
2.1 Termoelektrik Generator
2.2 Pipa Kalor
2.3 Heat Sink-Fan
Bab III Metode Pendekatan... 4
3.1 Metode dan Model Pelaksanaan
3.2 Rancangan Alat dan Spesifikasi
3.3 Prosedur Pembuatan dan Cara Kerja Alat
3.4 Pengujian Peforma Alat
3.5 Keunggulan dan Inovasi Alat
Bab IV Biaya dan Jadwal Kegiatan........................................................................... 8
4.1 Anggaran Penelitian
4.2 Jadwal Penelitian
Daftar Pustaka............................................................................................................ 10
Lampiran.................................................................................................................... 11
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Diterapkembangkan

iii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Heat sink fan sebagai komponen pendukung termoelektrik ................ 2


Gambar 2. Skema kerja termoelektrik elemen peltier ............................................. 3
Gambar 3. Skema kerja dan bagian dari heat pipe................................................... 4
Gambar 4. Desain alat portable hot-cool carrier..................................................... 5
Gambar 5. Desain umum alat dan sistem kelistrikannya......................................... 6
Gambar 6. Skema pengujian non-cfc refrijerator menggunakan termoelektrik.... 7

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rancangan Biaya ........................................................................................ 8


Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan .................................................................................... 9

iv

1
RINGKASAN
Akhir-akhir ini kebutuhan akan Warm-Cool Box semakin meluas. Gaya hidup yang
belakangan ini semakin modern dan dinamis menyebabkan kebutuhan akan portabilitas
sistem pendingin atau pemanas yang lebih baik untuk diaplikasikan semakin meningkat.
Melalui sistem alat Warm-Cool Carrier Box ini, dirancang suatu desain yang efektif,
ramah lingkungan dan penganalisisan performa kinerja optimum untuk berbagai
aplikasi yang tepat dalam penggunaan alat pendingin atau pemanas berbasis
termoelektrik Non-CFC Refrijerator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
dan menganalisis performa kerja dari Portable Warm-cool Carrier Box berbasis sistem
pemanas dan pendingin elemen ganda sebagai pompa kalor. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen real dengan objek penelitian
termoelektrik elemen Peltier sebagai pompa kalor yang akan dilakukan variasi
tegangan-arus, daya, dan cooling load dalam pengukurannya. Alat ini dirancang untuk
dapat menghasilkan temperatur panas dan dingin yang dengan mudah diatur melalui
satu buah switch dan rangkaian inverting polar. Selain itu, dalam desain power supply
terdapat dua pilihan yaitu penggunaan accu kering atau adaptor sehingga bersifat
portable. Alat ini juga menggunakan daya yang relatif kecil, perawatan yang mudah,
sistem mobilitas yang tinggi, baterai yang bersifat rechargeable, dan menggunakan
bahan-bahan yang ramah lingkungan.
BAB I PENDAHULUAN
Saat ini mulai banyak masyrakat yang menggunakan boks pendingin untuk
membawa minuman dan menggunakan boks penghangat yang biasanya digunakan
untuk menjaga makanan tetap hangat. Sayangnya, dengan banyaknya permintaan akan
produk ini tidak diimbangi dengan penambahan teknologi. Beberapa waktu yang lalu
telah dirintis sebuah alat yang memanfaatkan kembali energi panas yang dimiliki gas
buang sepeda motor. Alat tersebut menggunakan prinsip kerja heat pipe untuk
menghantarkan panas yang berasal dari gas buang sepeda motor menuju ke kotak
tempat penyimpan makanan. Akan tetapi ini dinilai masih belum efektif karena pipa
mudah bocor dan akan mencemarkan makanan didalamnya. Selain itu, kestabilan suhu
juga sulit dilakukan karena masih mengandalkan adanya sumber panas eksternal.
Ketidakstabilan suhu juga mempengaruhi kualitas dari bahan yang ada di dalam boks.
Melalui konsep warm-cool box ini, akan kita gabungkan antara boks pendingin dengan
boks penghangat sehingga bisa lebih bermanfaat. Selain itu, boks ini nantinya akan
berbentuk portable sehingga mudah dibawa ke mana saja. Bahkan dimungkinkan untuk
di masukkan ke dalam mobil atau diintegrasikan.
Pembuatan warm-cool box ini didasarkan pada teknologi termoelektrik elemen
Peltier dimana elemen ini menggunakan perpindahan elektron sebagai alat untuk
memindahkan panas sehingga suhu di dalam boks bisa turun (S.B. Riffat 2004). Elemen
Peltier sangat baik digunakan sebagai alternatif karena mampu mengubah tenaga listrik

2
dengan jumlah yang relatif kecil menjadi perbedaan suhu yang cukup signifikan
(Nandy Putra, 2007). Produk-produk pendingin yang telah mengaplikasi sistem
pendingin berbasis elemen Peltier sudah banyak dapat ditemukan saat ini. Namun
permasalahan utama dari penggunaan Peltier adalah waktu yang lama untuk mencapai
suhu dingin yang diharapkan. Sistem pembuangan kalor yang masih menggunakan
metode konvensional berupa blower dirasa kurang mampu untuk mengimbangi
kebutuhan akan aliran panas yang tinggi pada sisi panas elemen Peltier sehingga butuh
waktu puluhan menit untuk mencapai suhu optimum.
Tujuan pembuatan alat

ini adalah untuk

mengaplikasikan penggunaan

termoelektrik elemen Peltier sebagai pompa kalor dan heat sink-fan sebagai media
pemanas dan pendingin non-CFC refrijerator yang dapat dirancang secara portable.
Dengan demikian, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memberikan
pengamanan/penjagaan makanan/minuman, obat, darah, dan sebagainya yang
membutuhkan suhu tertentu untuk tetap dalam keadaan baik dan segar yang dapat
digunakan secara portable, efektif, dan ramah lingkungan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Heat Sink-Fan
Heat sink digunakan pada beberapa teknologi pendingin seperti refrigerator,
mesin pemanas, pendingin elektronik dan laser. Heat sink dapat kita sebut sebagai
material yang dapat menyerap dan mendisipasi panas dari suatu tempat yang
bersentuhan dengan sumber panas dan membuangnya. Terdapat 2 bagian heat sink,
yaitu bagian penyerap panas dan bagian pendinginan, pada bagian penyerapan panas
biasanya terbuat dari aluminium atau tembaga, sedangkan bagian pendinginan terbuat
dari aluminium (Electus NIDEC TA450DC B32347 spec. sheet, 2001).

Gambar 1. Heat sink-Fan sebagai komponen pendukung termoelektrik.


Heat sink dapat diaplikasikan pada beberapa jenis pendingin sehingga performa dari
heat sink sendiri dapat berbeda-beda tergantung pada pendingin tambahan yang
menyertainya. Heatsink dapat digunakan tanpa penambahan perangkat pendinginan lain

3
seperti kipas dan air atau disebut dengan passive cooling, penggunaan pasive cooling
banyak diaplikasikan pada chipset mainboard, VGA, PWM dan chipset memory.
Konduktivitas panas dari sebuah heat sink adalah faktor utama suatu heat sink dapat
mendisipasi panas dengan baik.

2.2 Termoelektrik
Prinsip kerja termoelektrik adalah berdasarkan efek Peltier, yaitu ketika arus DC
dialirkan ke elemen Peltier yang terdiri dari beberapa pasang semikonduktor tipe p
(yaitu semikonduktor yang mempunyai tingkat energi yang lebih rendah) dan tipe n
(yaitu semikonduktor dengan tingkat energi yang lebih tinggi) akan menyebabkan salah
satu sisi elemen Peltier menjadi dingin (kalor diserap) dan sisi lain menjadi panas (kalor
dilepas) dan sebaliknya jika arah arus dibalik. Elektron yang mengalir dari
semikonduktor tipe-p ke semikonduktor tipe-n menyebabkan sisi dingin elemen Peltier
menjadi dingin.

Gambar 2. Skema Kerja Termoelektrik Elemen Peltier


Penyerapan kalor dari lingkungan terjadi pada sisi dingin lalu dibuang pada sisi
panas dari modul Peltier. Sehingga nilai kalor yang dilepaskan pada sisi panas akan
sama dengan nilai kalor yang diserap ditambah dengan daya yang diberikan ke modul.
Qh = Qc + Pin [Watt]

(1)

Dimana, Qh = kalor yang dilepaskan pada sisi panas Peltier [Watt], Qc = kalor yang
diserap pada sisi dingin Peltier [Watt], dan Pin = daya input [Watt].

2.3 Pipa Kalor


Heat pipe adalah suatu mekanisme pemindah kalor yang pada mulanya
diaplikasikan untuk pendinginan piranti - piranti elektronik seperti processor atau VGA
card. Pada intinya mekanisme kerja heat pipe adalah memindahkan panas dari sisi panas

4
pipa menuju sisi dingin pipa dengan memanfaatkan perubahan fasa fluida yang
digunakan sebagai medium perpindahan kalor (Imaduddin, 2008).

Gambar 3. Skema Kerja dan Bagian Heat pipe

Panas yang diperoleh dari sisi panas digunakan untuk mengubah fasa fluida dari cair
menjadi uap sehingga memiliki viskositas yang rendah dan kemudian mengalir menuju
sisi dingin. Di sisi dingin kalor dilepas baik itu secara alami maupun dengan bantuan
fan sehingga akan terjadi perubahan fasa kembali dari uap menjadi cair.

2.4 Energi dan Daya Listrik


Ketika muatan melewati elemen rangkaian maka medan listrik bekerja pada
muatan tersebut. Total usaha yang bekerja pada muatan q yang melewati rangkaian
elemen sebanding dengan produk q dan beda potensial V. Jika arus adalah I dan selang
waktu dt, maka jumlah muatan yang mengalir adalah dQ = I dt. Usaha yang bekerja
pada muatan ini adalah (E.Rathakrishnan, 2006):
dw = VdQ = VIdt

(2)

Usaha ini menunjukkan energi listrik yang ditransfer ke dalam elemen rangkaian.
Transfer energi tiap satuan waktu disebut daya yang ditunjukkan dengan P. Pembagian
persamaan di atas dengan dt akan didapat kecepatan pengiriman energi pada rangkaian
tersebut yaitu:
dw = P = VI

(3)

dt
Satuan untuk V adalah Volt dan satuan I adalah Ampere. Dengan demikian, satuan P
adalah J/s (Watt).

BAB III METODE PENDEKATAN


3.1 Metode dan Model Pelaksanaan
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental/rekayasa.

5
Penelitian diarahkan untuk membuktikan bahwa rancangan tersebut memenuhi
spesifikasi yang ditentukan. Penelitian berawal dari menentukan spesifikasi
rancangan yang memenuhi spesifikasi yang ditentukan, memilih alternatif yang
terbaik, dan membuktikan bahwa rancangan yang dipilih dapat memenuhi
persyaratan yang ditentukan secara efisiensi, efektif dan dengan biaya yang murah.
Model penelitian yang akan digunakan adalah penelitian lapangan dimana dilakukan
pengukuran beberapa variabel secara langsung. Kemudian data disajikan dalam
bentuk grafik dan dilakukan analisis untuk melihat pengaruh variabel tersebut
terhadap hasil yang diperoleh apakah sesuai dengan kebutuhan.

3.2 Rancangan Alat


Untuk mendukung fleksibilitas penggunaan, desain yang kami gunakan pada Cool
Box kami memiliki kesan minimalis dan compact. Dengan dimensi luar berukuran 290 x
290 x 260 mm atau setara dengan 22 liter alat kami memiliki daya tampung sebesar 12
Liter. Sumber pendinginan menggunakan dua buah double Peltier yang disusun secara
paralel dengan masing masing Peltier memiliki spesifikasi arus maksimum 6 A, namun
pada alat ini kami memberikan inputan arus 1 A sesuai dengan keetersediaan sumber
arus yang berasal dari accu. Proses pembuangan kalor dilakukan dengan pompa kalor
berupa sebuah fan dengan daya 2.4 Watt. Panas dialirkan melalui udara sebagai
perantara dan dibuang melalui sekat yang berada di bawah benda.

Gambar 4. Desain Alat Portable Warm-cool carrier box

Gambar 5. Desain umum alat dan sistem kelistrikannya

Ruang pendingin/pemanas yang kami buat menggunakan pelat aluminum


sebagai dinding utamanya. Aluminium dipilah karena memiliki konduktivitas kalor
yang baik yakni sekitar 202 Wm1oC1 pada suhu 27 oC, hanya kalah dari logam perak
dan tembaga yang masing masing memiliki nilai konduktivitas termal 410 dan 385
Wm1oC1. Untuk menghalangi terjadinya proses konduksi dan konveksi ke luar kabin
pendingin/pemanas, kami menggunakan polimer insulflex sebagai selubungnya.
Insulflex memiliki karakteristik yang cukup kuat dan mampu menjadi isolator panas
cukup baik. Sehingga dapat digunakan sekaligus sebagai rangka alat. Sebagai cover dari
semua piranti tersebut pada lapisan luar kami menggunakan acrylic dengan ketebalan 3
mm berwarna gelap.

3.3 Cara Kerja Alat


Untuk dapat bekerja termoelektrik memerlukan tegangan 12 V. Pada alat yang
dirancang sumber listrik berasal dari accu kering dan adaptor. Penggunaan accu kering
dan adaptor ini dapat dilakukan secara bergantian dan dapat diharapkan saling
mendukung satu sama lain. Adaptor yang digunakan adalah adaptor yang dapat
menghasilkan daya yang cukup untuk memenhi daya dari termoelektrik sebagai
komponen utama alat ini. Sumber ini dapat digunakan ketika terdapat terdapat supply
dari listrik AC rumah tangga. Jika tidak terdapat supply listrik AC rumah tangga maka
alat dapat bekerja dari sumber accu kering. Kedua sumber tersebut diatur melalui switch
DPDT. Agar alat bekerja menghasilkan panas dan dingin maka dirancang rangkaian
listrik agar sumber DC dapat dibalik polaritasnya ke termoelektrik. Ketika elemen
Peltier diberikan beda potensial yang berlawanan maka akan berubah dari panas ke
dingin atau sebaliknya. Oleh karena digunakan switch untuk melakukan pembalikan
polaritas dari sumber DC.

7
3.4 Pengujian Peforma Alat
Pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan data kinerja lemari pendingin untuk
mengetahui unjuk performa kerja sistem tersebut. Prosedur pengujiannya adalah sebagai
berikut
Mulai

Persiapan peralatan
pengujian

Pengujian pengaruh beban


pendingin terhadap performa alat

Error analisis terhadap data


pengukuran

Pengujian karakteristik kombinasi


termoelektrik dan heat pipe

Variasi parameter dan variabel bebas


(termoelektrik, heat pipe, dan daya)
dalam proses pengambilan data
Efisiensi performa kerja nonCFC refrijerator

Selesai
Gambar 6. Skema pengujian Non-CFC Refrijerator menggunakan termoelektrik
3.5 Keunggulan Inovasi
Adapun keunggulan produk inovatif kami, prototype portable warm-cool carrier
box, sebagai berikut.
1. Menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan
Hal ini dikarenakan kami menggunakan elemen Peltier sebagai pompa kalor. Peltier
merupakan alat yang tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi
lingkungan.
2. Dapat berfungsi sebagai pemanas ataupun pendingin
3. Elemen Peltier yang digunakan mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai pemanas dan
pendingin sesuai dengan karakteristiknya. Untuk memilih fungsi tersebut, pemakai
cukup menekan tombol yang tersedia pada box.
4. Suhu pemanasan dapat diatur dengan thermostat
Boks ini dilengkapi dengan termostat untuk dapat membatasi suhu pada ruang panas.
Hal ini dilakukan untuk menjaga agar suhu ruang panas tidak terus naik dan
terlampau tinggi.
5. Alat didesain agar bersifat Portable
Warm-cool carrier box ini didesain agar dapat digunakan di rumah maupun dalam
perjalanan. Boks didesain dengan kompak dan mudah untuk dibawa.
6. Dapat menggunakan sumber arus AC maupun DC

8
Box ini didesain agar dapat menggunakan sumber arus AC maupun DC. Saat di
rumah, pemakai dapat menggunakan sumber arus AC sekaligus me recharge baterai,
dan saat di luar rumah atau dalam perjalanan, pemakai dapat menggunakan arus DC
yang berasal dari baterai (aki kering).
7. Menggunakan daya yang relatif kecil
Konsumsi daya yang dibutuhkan pada box ini relatif kecil bila dibandingkan
pemanas ataupun pendingin konvensional sehingga dapat menghemat energi listrik.
8. Baterai bersifat rechargeable
Sumber arus DC yang kami gunakan merupakan aki kering yang dapat diisi ulang.
Alat ini dirancang dapat menghasilkan panas dan dingin yang dengan mudah
diatur dengan satu buah switch. Dengan cukup menggeser switch ke arah panas atau
dingin maka alat akan bekerja sesuai pengaturan. Selain itu dalam desain power supply
terdapat dua pilihan yaitu penggunaan accu kering atau adaptor. Ketika kita membawabawa alat ini tanpa ada sumber listrik AC maka kita dapat menyalakan alat dengan
listrik yang bersumber dari accu kering.

BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1. Anggaran Penelitian
Perincian anggaran penelitian selengkapnya dapat dilihat pada bagian lampiran 2.
Berikut adalah pembagian dan persentase umum rincian pengeluaran.
Tabel 1. Rancangan Biaya
No

Jenis Pengeluaran

Biaya (Rp)

Biaya Kesekretariatan dan Publikasi/Paten (15%)

Rp. 1.625.000,00

Biaya Perjalan, Studi Masalah di Lapangan (15%)

Rp. 1.705.000,00

Biaya Habis, Pakai, Pembuatan Sistem Pendingin (40%)

Rp. 4.925.000,00

Biaya Peralatan Penunjang, Sistem Kelistrikan dan Isolator

Rp. 3.710.000,00

(30%)
Jumlah

Rp.11.965.000,00

4.2 Jadwal Penelitian


Penelitian ini direncanakan akan berlangsung selama 5 bulan dengan rincian
tahapan penelitian sebagai berikut. Untuk pembagian tugas dan penanggung jawab
masing-masing anggota terlampir pada lampiran 3.

9
Tabel 2. Jadwal Pelaksanaan

Kegiatan Penelitian

Bulan

Bulan

Bulan

Bulan

Bulan

Tahap I : Persiapan
1.1 Mendesain rancangan penelitian
1.2 Mengetahui sistem kerja alat
1.3 Menganalisis datasheet komponen
1.4 Laporan tahap 1
Tahap 2 : Pembuatan Alat I (Sistem Kelistrikan dan Daya)
2.1 Persiapan alat dan komponen
2.2 Pembuatan rangkaian elektronika
2.3 Pengujian rangkaian
2.4 Laporan tahap 2
Tahap 3 : Pembuatan Alat II (Konfigurasi Sistem)
3.1 Persiapan alat dan bahan
3.2 Perakitan dan pengujian alat
3.3 Laporan tahap 3
Tahap 4 : Karakterisasi dan Pengujian Performa Alat
4.1 Observasi alat dilaboratorium
4.2 Menganalisis rumusan masalah
4.3 Laporan tahap 4
Tahap 5 : Pengolahan dan analisis data
5.1 Pengolahan data
5.2 Analisis data
5.3. Laporan tahap 5
Tahap 6 : Penulisan laporan akhir
6.1 Persiapan dan pengumpulan data
6.2 Penulisan laporan akhir
6.3 Kesimpulan dan finalisasi
6.4 Laporan tahap 6

10
DAFTAR PUSTAKA
S.B. Riffat, Guoquan Qiu, Comparative investigation of thermoelectric airconditioners versus vapour compression and absorption air-conditioners. Journal
of Applied Thermal Engineering, 24 (2004) 1979-1993.
Das, S.K., Putra, N., Thiesen, P., Roetzel, W., 2001. Temperature dependence of
thermal conductivity enhancement for nanofuids, J.Heat Transfer, Transactions of
the ASME, inpress.
Incopera, Frank P., Dewitt, David P., Fundamentals of Heat and Mass Transfer,
New York, Fifth Edition: John Wiley and Sons, 2002.
Imaduddin, M. Kaisar. 2008. Desain Coolbox dengan Pompa Kalor Elemen
Peltier. Skripsi program sarjana FTUI: Depok
Nandy Putra, dkk., Penggunaan Heatsink Fan sebagai Pendingin Sisi Panas
Elemen Peltier Pada Pengembangan Vaccine Carrier, jurnal teknologi, edisi
No.1 tahun XXI, maret 2007. ISSN 0215-1685.
Stephen U. S. Choi et.al, Wenhua Yu, and T. Pradeep. Nanofluids: Science and
Technology. Wiley-Interscience. p.397. 2007. Energy Systems Division, Argonne
National Laboratory
James M. Calm, P.E., Dr Plotr A. Domanski, Ph.D. R-22 Replacement Status,
ASHRAE Journal, American Society of Heating, Refrigerating and AirConditioning Engineers (ASHRAE), USA, 46(8):29-39, August 2004.
E.Rathakrishnan, 2006, Fundamentals Of Engineering Thermodynamics, 2nd ed. Asoke
K. Ghosh,PHI Learning Private Limited, M-97, Connaught Circus, New Delhi110001
Thermoelectric Handbook, Production Assembly Information Performance and
Properties, Melcor. Thermoelectric-cooling-basic.pdf
Rasit AHISK (2005). Microcontroller Based Thermoelectric Generator Application,
G. U. Journal of Science, 19(2): 135-141 (2006)
Nandy Putra*, Ardiyansyah, William Sukyono, David Johansen. The Characterization
Of Cascade Thermoelectric Cooler In Cryosurgery Device, submitted to journal
of cryogenics. ELSVIER
Electus Distribution Reference Data Sheet: HEATSINK.P.pdf NIDEC America
Corporation, NIDEC TA450DC B32347 spec sheet.

11
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok
1. Biodata Ketua Kelompok
A. Identitas Diri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
e-mail
No. Telepon/HP

Erwin Prawiro
L
Teknik Mesin
1206244535
Jakarta , 9 Januari 1995
Erwinprawiro_mesin2012@yahoo.co.id
085285992528

B. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi

SD
SD Suster Singkawang

SMP
SMP Pengabdi
Singkawang

Jurusan
Tahun masuk-lulus

2000-2006

2006-2009

SMA
SMA Santo Ignasius
Singkawang
IPA
2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No.

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Jenis Penghargaan

Juara 1 PePTIDA Chemistry Competition 2012

Juara 1 Seleksi OSN Kimia Tingkat Kota Singkawang


2011

3
4

Peserta Seleksi OSN Kimia Tingkat Provinsi


Kalimantan Barat 2011
Peserta tim DBL competition se Kalimantan Barat 2010

Juara 3 Porseni Basket SMP Kota Singkawang 2007

Institusi Pemberi
Penghargaan
HIMDIKA FKIP
UNTAN 2012
Pemerintah Kota
Singkawang
Pemerintah Provinsi
Kalimantan Barat
Pemerintah Provinsi
Kalimantan Barat
Pemerintah Kota
Singkawang

Tempat
Singkawang
Singkawang
Pontianak
Pontianak
Singkawang

12
6

Peringkat ke-10 Siswa Berprestasi se-SMP Pengabdi


2007

Yayasan Pengabdi
Kota Singkawang

SMP
Pengabdi
Singkawang

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa-penelitian

Depok, 26 Februari 2014


Pengusul,

Erwin Prawiro
NIM. 1206244535
2. Biodata Anggota Kelompok
2.1 Biodata Anggota Kelompok ke-1
A. Identitas Diri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
e-mail
No. Telepon/HP

Mohamad Lutfi Ramadhan


L
Teknik Mesin
1206217111
Bogor, 17 Februari 1995
m.lutfiramadhan@gmail.com
(0251) 8657504 / 085881889136

B. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi
Jurusan
Tahun masuk-lulus

SD
SDN Pengadilan 2
Bogor
2000 - 2006

SMP
SMP Negeri 1 Bogor

SMA
SMA Negeri 1 Bogor

2006 2009

IPA
2009 2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No.
Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar
1.
BLDK OSIS

Judul Artikel Ilmiah


Sense Of Belonging

Waktu dan Tempat


SMAN 1 Bogor

13

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Institusi Pemberi
Penghargaan
UGM

Jenis Penghargaan

1.

20 Besar TOP Challange Of Physics 2007

2.
3.
4.

Juara 3 Lomba Mata Pelajaran 2008


Juara 1 Kompetisi Band SMANSA DAY 2012
Band Terbaik se-Jawa dan Bali, Social Charity 2011

SMAN 4 Bogor
SMAN 1 Bogor
Panitia Social
Charity

Tempat
UGM,
Yogyakarta
Bogor
Bogor
Bogor

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa-penelitian

Depok, 26 Februari 2014


Pengusul,

Mohamad Lutfi Ramadhan


NIM. 1206217111
2.2 Biodata Anggota Kelompok ke-2
A. Identitas Diri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama Lengkap
Jenis Kelamin
Program Studi
NIM
Tempat dan Tanggal Lahir
e-mail
No. Telepon/HP

Randy Tandian
L
Teknik Mesin
1206217156
Pontianak, 3 Januari 1994
randytandian@yahoo.com
08991387105

B. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi

SD
SD Kristen Immanuel
Pontianak

SMP
SMPN 03 Pontianak

SMA
SMAN 01 Pontianak

14
Jurusan
Tahun masuk-lulus

2000-2006

2006-2009

IPA
2009-2012

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No.

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempat

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Jenis Penghargaan

1.

Juara 1 DOTA Freshmen Cup Teknik UI

2.

Peserta Lintas Graph Mathematics 2011

3.

Peserta Lintas Graph Mathematics 2010

Institusi Pemberi
Penghargaan
FTUI (Fakultas
Teknik Universitas
Indonesia)
Universitas
Tanjungpura
Universitas
Tanjungpura

Tempat
Teknik, UI
Depok
Pontianak
Pontianak

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan program kreativitas mahasiswa-penelitian

Depok, 26 Februari 2014


Pengusul,

Randy Tandian
NIM. 1206217156

15
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
1. Peralatan penunjang
Material
Thermal grease
Power supply
Fan kecil
Isolator polyurethane
Adaptor
Mur dan baut
1 set tool box
Termometer display
Alumunium foil
Seal isolator
Sistem elektronik

Justifikasi
Pemakaian
Thermal paste untuk
termoelektrik
Input daya AC
Konveksi internal
kabin
Sistem isolasi kabin
Adaptor fan
Penyambung
mekanik
Proses pengerjaan
Pengukuran
temperatur kabin
Sistem isolasi kabin
Sistem isolasi kabin

Kuantitas

Harga
Satuan (Rp)

Keterangan

320.000,00

800.000,00

220AC-12VDC,40A

80.000,00

12VDC, brushless

1
1

180.000,00
85.000,00

Isi gel
DC, 12V 4A

20.000,00

M3, M6

510.000,00

225.000,00

4
1m2

30.000,00
400.000,00

Sistem kelistrikan
AC, DC dan input
daya

650.000,00

SUB TOTAL (Rp)

(kabel, sirkuit PCB,


terminal paralel,
inverting polar ACDC)
3.710.000,00

2. Bahan Habis Pakai


Material
heat sink-heat pipe-fan
Thermoelectric Module

Pembuatan cold sink

Cabin/boks terisolasi
Accu basah

Justifikasi
Pemakaian
Sistem pengendali
panas termoelektrik
Sumber pendingin
refrigerator
Konduktor
termoelektrik dan
pendistribusian
sistem pendingin
Box/kabin
refrigerator
Sumber daya DC
portable
SUB TOTAL (Rp)

Kuantitas

Harga
Satuan (Rp)

Keterangan

450.000,00

Tipe cooler master


E120 heat pipe

125.000,00

2-Stages, TEC

1.000.000,00

Bahan Cu,
20x35x2cm

750.000,00

kapasitas 20L

800.000,00

Tipe : NS402L, 12V,


35A
4.925.000,00

3. Perjalanan
Material
Transportasi ke Jakarta-

Justifikasi
Perjalanan
Studi customer

Kuantitas
7 hari, 2

Harga
Satuan (Rp)
30.000,00

Keterangan

16
Depok
Transportasi ke Daerah
Kec. Beji Depok
Transportasi pembelian
barang
Biaya pengiriman barang

needs
Tim building dan
studi masalah
Pusat elektronik dan
keteknikan di
Jakarta
Pengiriman barang
lokal dan impor
SUB TOTAL (Rp)

org
2x, 3 org

70.000,00
200.000,00
525.000,00
1.705.000,00

4. Lain-lain
Justifikasi
Kuantitas
Pemakaian
ATK, sketsa, buku
Kesekretariatan
logbook, kuitansi,
Perizinan dan
Surat menyurat, biaya
Peminjaman Alat Uji Lab pemakaian alat uji
Pencarian data dari
Observasi dan
berbagai sumber
Penelusuran Data
elektronik dan tertulis
Pelaporan dan
Pencetakan
Penggandaan
pelaporan, fotokopi
Pengajuan Paten ke
DKIB UI dan
Publikasi/Pengajuan Paten
publikasi
ilmiah/seminar
SUB TOTAL (Rp)
TOTAL PENGELUARAN (Rp)
Material

Harga
Satuan (Rp)

Keterangan

80.000,00
250.000,00
160.000,00
135.000,00

1.000.000,00

Target publikasi :
IJTech atau SNTTM
2014
1.625.000,00
11.965.000,00

17
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas
No.

Nama/NIM

Program Studi

Bidang Ilmu

Erwin Prawiro

Teknik Mesin

Teknik Mesin

Mohamad Lutfi
Ramadhan

Teknik Mesin

Teknik Mesin

Randy Tandian

Teknik Mesin

Teknik Mesin

Alokasi
Uraian tugas
Waktu
14jam/minggu Pembuatan sistem
pendingin,
manajemen tim,
dan bertg.jawab
umum terhadap
kemajuan anggota
12jam/minggu Pembuatan
simulasi CFD
aliran udara dan
desain visual serta
perancangan sistem
kelistrikan dan
portabilitas
12jam/minggu Pembuatan sistem
pemanas, dan
analisis perakitan
dan manufaktur
(DFMA)

18

19
Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang Hendak Diterapkembangkan

Prototipe Warm-Cool Carrier Box


1. Prosedur Pembuatan Alat
Setelah mempersiapkan alat dan bahan maka proses pembuatan dilakukan melalui
tahapan sebagai berikut:
1.

Memasang elemen Peltier dan insulflex dengan bantuan lem.

2.

Memasang heatsink-fan dengan bantian mur dan baut yang telah disediakan

3.

Menggabungkan proses 1 dan 2 sehingga tampak seperti gambar. Sufleks dan


elemen peltier berada di sisi atas heatsink-fan.

4.

Setelah digabungkan, letakkan di dasar dalam kotak yang dibuat.

5.

Kemudian memasang aluminium pada dinding insulflex hingga tertutup seluruhnya

6.

Kemudian letakkan alumunium yang telah terpasang pada insufleks ke dalam kotak
yang terdapat elemen Peltier

7.

Siapkan dan pasang accu kering dan charger-nya ke dalem sisi kosong lain didalam
kotak tersebut.

8.

Memasang komponen panel LED indicator pada dinding luar kotak

20

2. Desain Alat Akhir

3. Sistem Kerja dan Desain Rangkaian Sistem Elektronika

Gambar 7. Desain Rangkaian sistem elektonika alat


Untuk dapat bekerja elemen Peltier memerlukan tegangan 12 V. Pada alat yang
dirancang sumber listrik berasal dari accu kering dan adaptor. Penggunaan accu kering
dan adaptor ini dapat dilakukan secara bergantian dan dapat diharapkan saling
mendukung satu sama lain. Adaptor yang digunakan adalah adaptor yang dapat
menghasilkan daya yang cukup untuk memenhi daya dari Peltier sebagai komponen

21
utama alat ini. Sumber ini dapat digunakan ketika terdapat terdapat supply dari listrik
AC rumah tangga. Jika tidak terdapat supply listrik AC rumah tangga maka alat dapat
bekerja dari sumber accu kering. Kedua sumber tersebut diatur melalui switch DPDT.

Switch DPDT
Gambar 8. Switch Toogle 2x3 dan PDPT
Agar alat bekerja menghasilkan panas dan dingin maka dirancang rangkaian
listrik agar sumber DC dapat dibalik polaritasnya ke elemen Peltier. Ketika Peltier
diberikan beda potensial yang berlawanan maka akan berubah dari panas ke dingin atau
sebaliknya. Oleh karena digunakan switch untuk melakukan pembalikan polaritas dari
sumber DC. Berikut adalah rancangan dari rangkaian untuk melakukan pembalikan
polaritas

Gambar 9. Skema Rangkaian Pembalik Polaritas


Dengan menggunakan switch hal ini dapat mudah dilakukan. Alasan
penggunaan switch adalah karena kemudahan pemasangannya dan tidak memerlukan
komponen tambahan. Berikut adalah switch yang digunakan untuk melakukan
pembalikan polaritas
Switch yang digunakan adalah switch 2x3 yang termasuk salah satu jenis switch
toggle. Pada ujung-ujung kaki switch dihubungkan dengan sumber DC dimana pada sisi
satu dengan yang lain saling berlawanan. Kemudian pada bagian tengah dihubungkan
dengan elemen Peltier. Ketika switch pada keadaan 1 maka Peltier akan mendapat
kutub tegangan yang berbeda dengan switch pada keadaan 2. Dengan prinsip ini dapat

22
membuat elemen Peltier dapat bekerja berkebalikan untuk menghasilkan panas atau
dingin di salah satu sisinya.

Posisi switch 1

Posisi switch 2

Gambar 10. Sistem Inverting Polar dalam Cool-Warm Carrier Box