Anda di halaman 1dari 6

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen
quasi. Tujuannya untuk menurunkan populasi jentik Aedes sp didalam dan diluar
rumah.
Rancangan penelitian adalah pretest posttest control group design yaitu
mengelompokkan anggota-anggota kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Peneliti

melakukan observasi hasil kelompok perlakuan dengan kontrol.

Banyaknya perlakuan dalam penelitian adalah 1 perlakuan dan 1 kontrol.20


O1

X1

O2

O1

X0

Ok

O1

: Observasi awal/pretest sebanyak 3 kali dalam 3minggu berturut-turut

X1

: Jenis

Xo

: tanpa perlakuan

O2

: Observasi

Ok

ovitrap (Autocidal ovitrap)

pada kelompok perlakuan

Observasi pada kelompok kontrol

B. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juni 2009 sampai dengan
selesai. Penelitian dilaksanakan di kota Semarang yang merupakan daerah
endemis DBD agar dapat memberikan manfaat dari pemasangan ovitrap dengan
menggunakan air rendaman jerami. Salah satu daerah yang endemis DBD adalah
Bangetayu Kulon yang berada di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu. Wilayah
Puskesmas Bangetayu meliputi 6 kelurahan yaitu Bangetayu Wetan, Bangetayu
Kulon, Sembungharjo, Kudu, Karangroto, dan Penggaron Lor. Bangetayu Kulon
dengan luas wilayah 9524 km2 yang terdiri dari 6 RW 58 RT. Bangetayu Kulon
memiliki jumlah kasus DBD tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu
sebanyak 23 kasus, sedangkan Sembungharjo 13 kasus, Bangetayu Wetan dengan
jumlah kasus sebanyak 10 kasus, Karangroto 4 kasus, Kudu 3 kasus.

Tempat penelitian yaitu Rw 2 pada Rt 2 dan Rt 10. Rt 2 sebagai perlakuan dengan


dipasangi autocidal ovitrap dan Rt 10 sebagai kontrol tanpa autocidal ovitrap.
Autocidal ovitrap akan dipasang didalam rumah pada tempat yang dekat dengan
tandon air sebanyak 2 dan diluar rumah akan dipasang di tempat yang teduh
sebanyak 2.

C. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini yaitu rumah yang dipasangi ovitrap
(perlakuan maupun kontrol). Sampel yang digunakan adalah Rt 2 sebanyak 40
rumah dan Rt 10 sebanyak 40 rumah.

D. Variabel dan Definisi Operasional


1. Variabel
Variabel dalam penelitian ini adalah :
a. Variabel bebas
Penggunaan autocidal ovitrap.
b. Variabel terikat
Penurunan populasi jentik Aedes aegypti (HI, CI, BI).
c. Variabel pengganggu
Variabel pengganggu dalam penelitian ini adalah musim dan tindakan
pengendalian vektor yang lain selain AO.
2. Definisi Operasional
a. Penggunaan autocidal ovitrap adalah penerapan perangkap telur nyamuk
yang berupa tabung gelas kecil bermulut lebar yang dicat hitam di bagian
luarnya, tabung diisi air sampai setengahnya yaitu dengan air rendaman
jerami. Diletakkan di dalam dan di luar rumah, dipasang selama 4 minggu
berturut-turut. Dibedakan menjadi dua yaitu dengan autocidal ovitrap dan
tanpa autocidal ovitrap
Skala : nominal
b. populasi jentik Aedes diukur dari indeks-indeks kepadatan jentik DBD
meliputi HI (House Indeks) yaitu jumlah rumah yang ditemukan jentik

dibagi jumlah rumah yang diperiksa dikalikan

seratus persen, CI

(Container Indeks) yaitu jumlah kontainer dengan jentik dibagi jumlah


kontainer yang diperiksa dikalikan seratus persen dan BI (Breteu Indeks)
yaitu jumlah kontainer positif jentik dibagi jumlah rumah yang diperiksa
dikalikan seratus persen.
Skala : rasio

E. Metode pengumpulan Data


Data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa
kepadatan populasi jentik baik dirumah maupun kontainer. Sedangkan data
sekunder yang berkaitan dengan data kasus DBD dan data lokasi penelitian yang
di dapat dari berbagai sumber (instansi, buku dan lain-lain).

F. Prosedur Penelitian
1. Rancangan penelitian
Gambar 3.1 Rancangan Penelitian
Pretest

Intervensi
Autocidal
Ovitrap
Kontrol
(tanpa
Autocidal
Ovitrap)

Posttest

Minggu

Minggu

Minggu

-2

-1

P3

P2

P1

P3

P2

P1

Minggu 1

Minggu 2

Minggu 3

Minggu 4

P1

P2

P3

P4

P1

P2

P3

P4

P1

= Observasi (pengukuran HI, CI, BI)

P2

= Observasi (pengukuran HI, CI, BI)

P3

= Observasi (pengukuran HI, CI, BI)

P4

= Observasi (pengukuran HI, CI, BI)

= Treatmen (pemasangan Autocidal Ovitrap)

2. Pembuatan Autocidal ovitrap


a. Cara pembuatan
Jerami kering 125 gram dipotong-potong, kemudian direndam dalam 15
liter air selama 7 hari. Air rendaman di jerami disaring dan diencerkan 10
kali (10%) dengan air biasa. Lalu konsentrasi dimasukkan pada ovitrap
yang telah tersedia sebanyak isi autocidal ovitrap. Untuk membuat
autocidal ovitrap dibutuhkan kaleng susu bekas kemudian dilubangi salah
satu bagian sisinya, kaleng dibersihkan dan dicat hitam. Di dalam kaleng
di beri kain kasa yang pinggirnya diberi gabus. Setelah autocidal ovitrap
telah terisi air rendaman jerami, autocidal ovitrap di pasang di dalam dan
di luar rumah dengan konsentrasi yang sama antara di dalam dan diluar
rumah. Hasil dapat di lihat setelah 1 minggu.
b. Alat dan bahan yang dibutuhkan
1) Kaleng susu bekas
2) Gabus dan kasa
3) Cat hitam
4) Jerami
5) Air
6) Jirigen
7) Ember
3. Pendekatan Masyarakat
Pendekatan kepada masyarakat sebelumnya penentuan lokasi yang
diambil berdasarkan wilayah endemis DBD. Kemudian dilakukan perijinan ke
Dinas Kesehatan Kota Semarang, Puskesmas Bangetayu, Kelurahan
Bangetayu dan Masyarakat untuk ikut serta dalam pelaksanaan penelitian.
Wilayah yang ditentukan untuk penelitian yaitu Rt 2 dan Rt 10.
4. Melakukan Pretest
Wilayah yang ditentukan untuk penelitian yaitu di Rt 2 dan Rt 10.
Autocidal ovitrap diletakkan didalam rumah pada tempat yang dekat dengan
penampungan air dan diluar rumah pada tempat yang teduh atau tidak terkena
sinar matahari langsung.

Mengukur indeks kepadatan populasi jentik Aedes Sp selama 3


minggu meliputi HI (House Indeks) yaitu jumlah rumah yang ditemukan
jentik dibagi jumlah rumah yang diperiksa dikalikan

seratus persen, CI

(Container Indeks) yaitu jumlah kontainer dengan jentik dibagi jumlah


kontainer yang diperiksa dikalikan seratus persen

dan BI (Breteu Indeks)

yaitu jumlah kontainer positif jentik dibagi jumlah rumah yang diperiksa
dikalikan seratus persen. Pengukuran dilakukan sekali seminggu selama tiga
minggu berturut-turut.
5. Memasang Autocidal Ovitrap pada kelompok perlakuan
Ovitrap yang telah disiapkan dipasang pada kelompok perlakuan yaitu
rumah yang ditentukan sebagai sampel, serta memberi penjelasan kepada
pemilik rumah tentang ovitrap mengenai cara kerja ovitrap. Ovitrap dipasang
didalam dan diluar rumah pada tempat-tempat yang disukai nyamuk di dalam
rumah seperti tempat yang dekat dengan penampungan air, diluar rumah
tempat yang disukai nyamuk biasanya tempat yang dekat dengan tumbuhtumbuhan dan tempat yang teduh.
6. Melakukan Posttest
Mengukur indeks kepadatan populasi jentik Aedes Sp selama 4
minggu meliputi HI (House Indeks) yaitu jumlah rumah yang ditemukan
jentik dibagi jumlah rumah yang diperiksa dikalikan

seratus persen, CI

(Container Indeks) yaitu jumlah kontainer dengan jentik dibagi jumlah


kontainer yang diperiksa dikalikan seratus persen dan BI (Breteu Indeks) yaitu
jumlah kontainer positif jentik dibagi jumlah rumah yang diperiksa dikalikan
seratus persen. Pengukuran dilakukan sekali seminggu selama empat minggu
berturut-turut.

G. Metode Pengolahan dan analisis Data


Setelah mendapatkan data pada penelitian, data selanjutnya akan dianalisis
menggunakan komputer program SPSS. Data diuji dengan uji kenormalan data
setelah itu untuk melihat apakah ada perbedaan kepadatan populasi jentik Aedes
Sp (HI, CI, BI) terhadap penggunaan autocidal ovitrap digunakan uji t-dependent.

Dengan uji ini dapat di lihat perbedaan hasil antara yang di beri perlakuan dan
kontrol (tidak diberi perlakuan).