Anda di halaman 1dari 1

Penentuan Permeabilitas Uap Air Bahan Kemasan (WVTR)

Pengemasan merupakan salah satu cara dalam memberikan kondisi yang tepat bagi
bahan pangan untuk menunda proses kimia dalam jangka waktu yang diinginkan. Sifat
terpenting bahan kemasan yang digunakan meliputi pemeabilitas gas dan uap air, bentuk dan
permukaannya. Permeabilitas uap air dan gas, serta luas permukaan kemasan mempengaruhi
produk yang disimpan. Jumlah gas yang baik dan luas permukaan yang kecil menyebabkan masa
simpan produk lebih lama. Kerusakan yang disebabkan oleh lingkungan dapat dikontrol dengan
pengemasan. Kerusakan ini antara lain absorbsi uap air dan gas, interaksi dengan oksigen dan
kehilangan serta penambahan citarasa yang tidak diinginkan.
Permeabilitas uap air merupakan suatu ukuran kerentanan suatu bahan untuk terjadinya
proses penetrasi air. Permeabilitas uap air dari suatu bahan kemasan didefinisikan sebagai laju
kecepatan atau transmisi uap air melalui suatu unit luasan bahan yang permukaannya rata dengan
ketebalan tertentu, sebagai akibat dari suatu perbedaan unit tekanan uap antara dua permukaan
pada kondisi suhu dan kelembaban tertentu. Sedangkan permeabilitas bahan kemasan terhadap
gas-gas, penting diketahui terutama gas oksigen karena berhubungan dengan sifat bahan
dikemas yang masih melakukan respirasi.
Penggunaan plastik sebagai bahan pengemas mempunyai keunggulan dibanding bahan
pengemas lain karena sifatnya yang ringan, transparan, kuat, termoplatis dan selektif dalam
permeabilitasnya terhadap uap air, O2 dan CO2. Sifat permeabilitas plastik terhadap uap air dan
udara menyebabkan plastik mampu berperan memodifikasi ruang kemas selama penyimpanan,
plastik juga merupakan jenis kemasan yang dapat menarik selera konsumen.