Anda di halaman 1dari 5

BATUAN ALTERASI

6.1 Dasar Teori


Alterasi tidak saja dihasilkan oleh pelapukan batuan melainkan juga disebabkan
adanya perkolasi / perputaran larutan cair yang berasal dari permukaan, dari dalam berupa
larutan panas dan dari aktivitas magma akhir.

Alterasi yang terjadi oleh larutan permukaan akan menghasilkan mineral yang stabil
pada kondisi suhu dan tekanan rendah. Alterasi tersebut akan menghasilkan senyawa silikat,
teralterasi, oksida dan hidrasi logam, silika berbutir halus, karbonat dan kadang sulfat.
Feldspar alkali terubah menjadi mika, mineral lempung, silika. Plagioklas basa terubah
menjadi "sausurit", mineral lempung, karbonat, dan silika. Feldspatoid biasanya terubah
menjadi karbonat, mineral lempung atau kadang zeolit. Mineral silikat ferogmanesia terubah
menjadi karbonat, mineral lempung, atau mineral lain yang komposisinya memenuhi.
Seperti contohnya biotit terubah menjadi klorit.

6.1.2 . Beberapa Jenis Alterasi Yang Umum Terjadi Pada Batuan Beku :
1. Albitisasi adalah contoh penting alterasi dihasilkan dari mengubah mineral awal,
terutama kalium feldspar, oleh cairan kaya soda. Contohnya albitisasi terjadi pada pertit
dan spilit.
2. Kloritisasi ditandai dengan kehadiran klorit menggantikan mineral silikat
feromagnesia alumina. Alterasi jenis yang paling umum terjadi pada batuan beku
intermediet dan basa.
3. Argilisasi hadir pada batuan dimana larutan terlibat dalam menggantikan feldspar
menjadi mineral lempung. Jenis alterasi ini jangan dibingungkan dengan kaolinisasi
yang merupakan hasil alterasi oleh air perrnukaan atau air formasi.

4. Propilitisasi adalah bentuk alterasi hidrotermal yang melibatkan kehadiran karbonat,


silika sekunder, klorit dan sulfit. Batuan andesit yang telah mengalami propilitisasi disebut
propilit.
5. Sausuritisasi adalah hasil dari perkembangan sausurit batuan berbutir halus mengandung
albit atau oligoklas, zoisit atau epidot, kalsit, serisit, zeolit. Ini umumnya hasil dari alterasi
plagioklas pada batuan gabro dan basalt. Hal ini biasanya disertai dengan kloritisasi.
6. Uralitisasi adalah pergantian piroksen menjadi hornblende biasanya adalah hasil kegiatan
magma akhir.
7. Serisitinisasi biasanyamengenai feldspar pada batuan yang dipengaruhi larutan kegiatan
akhir magma.
8. Serpentinisasi umumnya adalah proses kegiatan akhir magma untuk menggantikan
mineral silikat feromagnesia tanpa kandungan aluminium menjadi mineral serpentin.
9. Zeolitisasi melibatkan kehadiran zeolit dalam rongga-rongga atau perubahan mineral
plagioklas basa dan feldspatoid menjadi zeolit.
10. Silisifikasi ditandai dengan perubahan mineral asal menjadi mineral silika oleh larutan
sisa magma.
11. Epidotisasi kemungkinan merupakan produk alterasi hidrotermal yang menghasilkan
epidot atau zoisit. Atau proses ini merupakan penggantian mineral silikat feromagnesia
alumina menjadi epidot. Pada beberapa batuan hal ini berkaitan dengan kloritisasi.
12. Alunitisasi adalah penggantian alkali feldspar menjadi alunit oleh aktifitas cairan
mengandung sulfat.

Mineral alterasi

Karbonat

: Kalsit, Aragonit, Siderit.

Sulfat

: Anhidrit, Alunit, Natroalunit, Barit

Sulfida

: Pirit, Pirotrit, Markasit, Sfalerit, Galena, Kalkopirit

Oksida

: Hematit, Magnetik, Leukosen, Diaspor

Pospat

: Apatit

Halit

: Fluorit

Replacement

Albit

Adularia

Epidot

Montmorilonit

Plagioklas Ca
Kalsit

Kaolin

Wairakit
Illit
Kuarsa
Anhidrit

Klorit

Gambar 6.1 Skema ubahan dari plagioklas Ca

Zeolit (mordenit,
laumontit)

Kristobalit

Kuarsa

Gelas Vulkanik

Kalsit

Montmorilonit

Gambar 6.2 Skema ubahan dari gelas vulkanik

Talc

Kuarsa

Kalsit

Klorit

Piroksen/amfibol/olivine/biotit

Pyrite

Anhidrit

Gambar 6.3 Skema ubahan dari piroksen/amfibol/olivine/biotit

Illit

Anda mungkin juga menyukai