Anda di halaman 1dari 7

3.

Produksi Perikanan Budidaya


3. Aquaculture Fisheries Production
ANALISIS DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN, 2007

3. Aquaculture Production 3. Produksi Budidaya

The National aquaculture pro- Produksi nasional perikanan


duction has grown significantly dur- budidaya dalam lima tahun terakhir
ing the last five year. From a pro- tumbuh cukup signifikan. Dari
duction 1,1 million tonnes in 2002, volume produksi sebesar 1,1 juta
production in 2007 was reported to ton pada tahun 2002, pada tahun
have risen to 3.2 million tones. This 2007 dilaporkan telah meningkat
represents an average annual in- menjadi 3,2 juta ton. Hal ini
crease of 23.6 percent in quantity menunjukkan pertumbuhan volu-
over reported figures for 2002. In me produksi tahunan sebesar 23,6
2006, Indonesia accounted for 3.33 persen sejak tahun 2002. Pada
percent of the world production tahun 2006, Indonesia tercatat
quantity. Of the world total, China menghasilkan 3,33 persen dari

Gambar 12. Grafik Volume Produksi Perikanan Budidaya berdasarkan Provinsi, 2007
Picture 12. Graphic of Aquaculture Production Volume by Province, 2007

18
DATA ANALYSIS OF MARINE AND FISHERIES, 2007

is reported to account for 67,8 per- total produksi budidaya dunia


cent of the total quantity of aqua- sedangkan China menghasilkan
culture production. Indonesia in produksi sebesar 67,8 persen.
the third rankings of the top ten Namun demikian Indonesia
producing countries for aquacul- menduduki rangking ketiga
ture commodities. penghasil komoditas budidaya
The top producing provinces dunia.
from aquaculture in 2007 are indi- Provinsi penghasil produk
cated in Picture 12. All regions budidaya terbesar tahun 2007
(exception west Papua) showed in- disajikan pada Gambar 12. Seluruh
creases in production from 2002 to wilayah (kecuali Papua)
2007, led by the Moluccas and East menunjukkan peningkatan pro-
Nusa Tenggara with 745 and 140 duksi dari tahun 2002 sampai
percent average annual growth, tahun 2007, dipimpin oleh Maluku
respectively. National aquatic plant dan Nusa Tenggara Timur dengan
production (especially seaweed) in rata-rata peningkatan berturut-
2007 reached 1.7 million tonnes, of turut sebesar 745 dan 140 persen.
which 630.7 thousands tonnes Produksi jenis tanaman air
originated from South Sulawesi, (khususnya rumput laut) pada
504.7 thousand tonnes from East tahun 2007 mencapai 1,7 juta ton,
Nusa Tenggara, and 190 thousand dimana 630,7 ribu ton berasal dari

Gambar 13. Grafik Volume Produksi Perikanan Budidaya berdasarkan Jenis, 2007
Picture 13. Graphic of Aquaculture Production Volume by Species, 2007

19
ANALISIS DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN, 2007

tonnes from the Central Sulawesi. Sulawesi Selatan, 504,7 juta ton
Seaweed showed the highest pro- dari Nusa Tenggara Timur, dan 190
duction in Aquaculture production, juta ton dari Sulawesi Tengah.
followed by Shrimps and carp. Rumput laut merupakan komoditas
Figure 13 presents an over- terbesar dari produksi budidaya
view of aquaculture production in diikuti oleh udang dan ikan mas.
terms of quantity by major species Gambar 13 menampilkan
group for 2007. The growth in pro- volume produksi budidaya menurut
duction of the different major spe- spesies pada tahun 2007.
cies groups continues. The period Pertumbuhan produksi setiap
2003-05 has seen strong growth in spesies berkembang pesat. Pada
production of Seaweed and mud periode 2003-05 khususnya rumput
crab, in particular, then growth laut dan kepiting tumbuh lebih
rates for the production of the besar, sehingga laju peningkatan
other species groups have seen to produksi untuk kelompok spesies
slow and the overall rate of growth, lainnya terlihat lebih lambat dan
while still substantial, is not compa- keseluruhan laju peningkatan
rable with the significant rate in- produksi, belum bisa dibandingkan
creases seen in the previous five dengan laju penambahan yang
year. Thus, while the trend for the signifikan dalam lima tahun
near future appears to be one of terakhir. Dengan demikian,
continued increases in production, walaupun kecenderungan produksi
the rate of these increases maybe dimasa datang terus berlanjut,
moderating (Picture 14). namun laju peningkatan produksi
The main species groups in tidak terlalu tinggi (Gambar 14).
terms of production quantity and Kelompok spesies utama

Gambar 14. Grafik Laju Pertumbuhan Produksi Perikanan Budidaya, 2003-2007


Picture 14. Graphic of Aquaculture Production Growth Rate, 2003-2007

20
DATA ANALYSIS OF MARINE AND FISHERIES, 2007

percentage increase in production berdasarkan volume produksi dan


quantity from 2002 to 2004 are persentase pertumbuhan produksi
shown in Picture 13 and 14. Pro- disajikan pada Gambar 13 dan 14.
duction of common carp and milk- Produksi ikan mas dan bandeng
fish far exceeded that for all other jauh melebihi jenis ikan lainnya
species of fish, accounting for over dalam budidaya ikan, mencapai 40
40 percent (527 thousand tonnes) persen (527 ribu ton) dari total
of total production of fish in 2007. produksi kelompok ikan, pada
The largest production for an indi- tahun 2007. Jenis yang jumlah
vidual aquacul- produksinya terbesar
ture commodi- dari kegiatan
ties was sea- budidaya adalah
weeds, followed rumput laut, diikuti
by shrimp and six oleh udang dan enam
species of fish. In spesies ikan budi-
terms of value, daya. Dari segi nilai
shrimp culture is budidaya udang
highest contribu- memiliki kontribusi
tion in produc- terbesar terhadap
tion value of aquaculture (47.6 per- nilai produksi budidaya (47,6
cent)and has increased substan- persen) dan peningkatan dalam
tially in the 2002-07 period about periode 2002-2007 sebesar 12,9
12.9 percent per year. persen pertahun.
Most fisheries aquaculture Produksi perikanan budidaya
continues to derive from the ma- umumnya dihasilkan dari budidaya
rine-cultur (47.27 percent by quan- laut (dari volume 47,27 persen dan
tity and 14.45 percent by value). dari nilai 14,45 persen). Walaupun
While much of the marine produc- kebanyakan produksi budidaya laut
tion consists of high-value com- terdiri dari komoditas yang bernilai
modities, there is also a large tinggi, namun juga terdapat banyak
amount of relatively low-priced jenis-jenis lainnya yang bernilai
some others commodities. Fresh- rendah. Budidaya air tawar
water contributes 23.49 percent of berkontribusi sebesar 23,49 persen
production quantity and 26.80 per- terhadap volume dan 26,80 persen
cent of the total value. Although terhadap nilai. Meskipun budidaya
brackish-water production repre- air payau hanya 29,24 persent dari
sented only 29.24 percent of pro- volume produksi pada tahun 2007,
duction quantity in 2007, it contrib- namun kontribusi nilainya

21
ANALISIS DATA KELAUTAN DAN PERIKANAN, 2007

uted 58.75 percent of the total mencapai 58,75 persen,


value, reflecting the prominence of menunjukkan betapa tingginya nilai
high-value crustaceans. binatang berkulit keras.
From 2002 to 2007, South Su- Dari tahun 2002 sampai 2007,
lawesi seaweeds aquaculture pro- Produksi budidaya rumput laut dari
duction increased at an average Sulawesi Selatan terus meningkat
annual rate of 220 percent, com- sebesar 220 persent per tahun,
pared with 55.4 percent in the rest dibandingkan secara nasional yang
of the national. On the other hand, hanya meningkat 55,4 persen.
during the same period, South Su- Dilain pihak, dalam periode yang
lawesi shrimp aquaculture produc- sama, produksi budidaya udang
tion in brackishwater, decreased at Sulawesi Selatan, menurun sampai
an average annual rate of 2.41 per- 2,41 persen pada saat
cent compared with 17.71 percent pertumbuhan produksi udang
in the rest of the national. nasional mencapai 17,71 persen.

1 600
Budidaya Laut- Marine Culture
1 400 Tambak-Brackishwater pond
Thousands Ton

Kolam-Freshwater pond
1 200 Karamba-Cage
Jaring Apung-Floating Net
1 000 Sawah-Paddy Field

800

600

400

200

2002 2003 2004 2005 2006 2007

a. Volume - Volume b. Nilai - Value

Gambar 15. Perkembangan Volume dan Nilai Produksi Perikanan Budidaya, 2000—2007
Picture 15. Trend of Production Volume and Value of Aquaculture Fisheries, 2000-2007

22
Gambar 16. Peta Distribusi Produksi Perikanan Budidaya, 2007
Picture 16. Map of Aquaculture Fisheries Production Distribution , 2007
DATA ANALYSIS OF MARINE AND FISHERIES, 2007

23