Anda di halaman 1dari 27

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
Diabetes berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengalirkan atau
mengalihkan (siphon) mellitus berasal latin yang berarti manis atau madu,
penyakit diabetes melitus biasa di artikan individu yang mengatur volume urin
yang banyak, dengan kadar glukosa tinggi diabetes mellitus adalah penyakit
hiperglikemikia yang di tandai dengan kesedian absolute

insulin atau

penurunan relative sensivitas sel terhadap insulin, atau penurunan relative


intervisfitas sel terhadap el terhadap insulin (Elizabeth, 2009).
Antidiabetik merrupakan kelompok obat yang di gunakan dalam
pengobatan diabetes elitus (DM) dan di bedakan atas insulin antidiabetik oral
(Depkes, RI 2000).
Dewasa ini diabetes dapat di beri menjadi beberapa tipe yakni tipe 1
tipe II dan tipe lain
1. Tipe I jenis remaja (DM tipe I)
Pada tipe ini terdapat destruksi dari sel betta pankkreas, sehingga
tidak memproduksi insulin lagi, dengan akibat sel betta pancreas tidakk
bisa menyerap glukosa darah meningkat diatas 10mmhg/p, yakni nilai
ambang di atas ginjal, karna penderita senantisa membutuhkan insulin,
maka DM tipe I dahulu di sebut IDDM (insulin dependent diabetes
mellitus) penyebab keduanya belum jelas tetapi terdapat indikasi kuat

bahwa jenis ini di sababkan olh suatu injeksi virus yang menimbukan
reaksi auto imun yang berlebihan tidak hanya membasmi virus. Melainkan
juga terutama untuk memisahkan sel-sel langrehans.
2. Tipe II jenis dewasa (DM II)
Sel betta yang trsisa umunya masi aktif tetapi umumnya masi aktif
tetapi umumnya masi aktif tetapi sekresinya insulin semakin berkurang.
Selain itu kepekaan reseptornya juga menurun. Hipofisis sel betta ini
beguna resistensi yang melibatkan gula.darah meningkatkan gula darah
(hiperglikemik) mungkin juga sebabnya dengan suatu injeksi pada masa
muda.
3. Diabetes kehamilan (GDM)
Pada wanita hamil dengan penyakit gula regulasi glukosa yang ketat
adalah paling sesekali. Untuk menurunkan resiko akan kegunaan spantat.
(Tjay, 2010)

B. Penggolongn Obat
1. Anti diabetik oral
Anti diabetic oral kini dibagi dalam enam kelompok besar sebagai
berikut
a. Golongan sulfonylurea
Sulfonylurea bekerja dengan menstimulasi sel- sel dari pulau
laungrehans sehingga sekkresi insulin di tingkatkan, disamping itu

kepekaan sel-sel betta bagi kadar glukosa darah diabetes melalui


pengaruhnya atas protein transport aktif glukosa contoh golongan
ini adalah: glibenklamid, diklazid,
b. Golongan miglitinid
Mekanisme kerja sama dengan sulfonylurea tetapi struktur
iminya sangat berbeda golongan ADP I I merangsang insulin
dengan mentup K yang ATP independen di sel pancreas contoh
obatnya natoglinid
c. Golongan biguanida
Obat ini tidak menstimulasi pelepasan insulin dan tidak
meneruskan gula dara pada yang sehat. Zat ini juga menekan
nafsu makan atau (efek anurekson) hingga berat badan ttidak
meningkat maka layak di berikan penderita yang kegemukan
d. Golongan glukosadesa- inhibitor
Zat-zat ini bekerja atas dasar persaingan yang meritangi enzim
glukosidase di mukosa duo denum, sehigga reaksi penguraian
polisakarida menjadi monosakarida terhambat, dengan demikian
glukosa di lepaskan dengan lambat dan absorbsinya juga kurang
pesat.
e. Thiazoldilmedion
Obat ini bekerja dengan istimewa di sebut insulin sensitizer
bekerja degan menurangi resistensi insulin dan meningkatkan
sensivitas jaringan periver.
f. Penghambat DPP-4 bloker
Bekerja berdasarkan penurunan efek hormon morfininserin
berperan utama terhad produksi insulin di pancreas dan yang

terpenting adalah GIP yaitu glukosa like- pepside dan glukosa


dependen insulinnotropi poly morfin ini di uraikan oleh suatu enzim
khas dpp-4

C. Metode Pengujian
1. Metode uji diabetes alaksan
Prinsip metode, induksi diabetes yang di beri dengan signifikan
alakson monohidrat dengan dosis 70mg/kg bobot badan penyuntikan
di lakukan secara intravena pada ekor mencit. Perkembangan
hiperglikemik di periksa setiap hari.
2. Metode uji diabetes tolernsi glukosa
Prinsip metode ini yaitu hewwan telah di masakan kurang lebih
20-24 jam dan di beri larutan glukosa per oral setengah jam setelah
pemberian obat di uji kepda awal percobaan pada saat pemberian
obat dilakukan pengambilan cuplikan darah masing-masing hewan uji
untuk di hutang kadar glukosa darah awal kemudian glukosa darah di
hitung kembali pada waktu tertetu.

D. Uraian bahan /obat


1. Air suling (FI edisi III hal 96)
Nama resmi
: AQUA DESTILLATA
Nama lain
: air suling
Rumus molekul
: H2O
Berat molekul
: 18,02
Pemerian
: cairan jernih, tidak berwanna, tidak bersa, tidak
Mempunyai rasa.
Penyimpanan
: dalam wadah tertup rapat
2. Air Injeksi (FI edisi III hal 91)
Nama resmi
: AQUA PRO INJEKSI
Nama lain
: air untuk injeksi
Pemerian.
: zat yg tertera pada aquadestilata
Penyimpanaan
: dalam wadah tertup rapat
Kegunaan
: dalam pembuatan injeksi
3. Alcohol (FI edisi III 65)
Nama resmi
: AETHANOLUM
Nama. Lain
: etanol,alkohoh
Rumus molekul
: C2H6O
Pemerian
: cairan tidak berwana, mudah terbakar
Khasiat
: zat tambahan
4. Glibenklamid (Pelayanaan Informasi Obat,2007 )
Nama generik
: Glibenklamid
Nama lain
: j-(cp-2-c5-choo-anisanido-j-3 choexl urea
Pemerian
: Serbuk kristalin putih
Berat molekul
: 493,99
Nama dagang
: Albenon, prodiabel, prodiamol
Indikasi
: Diabetes tipe II sedang
Cara pemberian
: Terapi OHO selalu di mulai dari dosis rendah 1X
pemberian/hari stelah itu dosis dapat di naikan
Farmakodinamik

dosis awal 2,5 mg bersama sarapan/15 mg/hari


: Memiliki efek hiperglikemik yang paten 200 kali
lebih kuat pada talbutamid sehingga pasien
perlu di ingatkan untuk melakukan jadwal

makan
Farmakokinetik

yang ketat glibenklamid efektif dengan

pemberian dosis tunggal.


: Absorbs OHO sulfonylurea melalui usus baik
sehinga dapat di berikan peroral, setelah
absorbisanya obat ini tersebar ke seluruh
cairan tubuh, dalam plasma terutama allbuin

Kontra indikasi

(70-90%) kadar insulin


: Hipersensifitas terhadap

glibeklamid

atau

senyawa OHO dengan golongan sulfonylurea


lain pengunaan OHO gol sulfonylurea pada
penderita ganguan fungsi, hati dan ginjal mer
upakan kontra-indikasi namun glibenklamid
Efek samping

dalam batas- batas teertentu masi di berikan


: Efek sampingnya ganguan saluraan cernah,

dan ganguan syaraf pusat.


5. Insulin ( Pelayanan Informasi Obat, 2007 )
Nama Generik
: Insulin
Deskripsi
: Sifat fisikokimia : Insulin adalah hormon
polipeptida

dengan massa molekul sekitar

6000 Dalton, tersusun oleh

2 rantai asam

amino, rantai A dan B. Rantai A insulin pada


berbagai spesies umumnya terdiri dari 21 asam
amino, sedangkan rantai B tersusun oleh 30
asam amino. Antara

rantai A dan rantai B

terdapat 2 jembatan disulfida (S-S),

yaitu

antara A7 dengan B7 dan antara A20 dengan


Golongan
Nama dagang

B19.
: Hormon, obat endoksrin lain dan kontrasepsi
: Actrapid HM, Insulatard HM, Monotard HM,
Protamin Zinc, Humulin 20/80, Humulin 30/70,

Indikasi

Humulin 40/60, Mixtard 30/70 Penfill


: (1) DM (Diabetes Melitus) Tipe 1 memerlukan
insulin

eksogen

karena

endogen oleh sel-sel beta

produksi

insulin

kelenjar pankreas

tidak ada atau hampir tidak ada, (2). DM

Tipe 2

kemungkinan juga membutuhkan terapi insulin


apabila terapi diet dan OHO yang diberikan tidak
dapat

mengendalikan kadar glukosa darah, (3).

DM Gestasional

dan DM pada ibu hamil

membutuhkan terapi insulin,

apabila diet saja

tidak dapat mengendalikan kadar glukosa


Farmakologi

darah.
: Farmakokinetik : Absorpsi insulin dipengaruhi
oleh beberapa hal. Absorpsi paling cepat terjadi
pada daerah abdomen, diikuti oleh daerah
lengan, paha bagian atas, dan bokong. Bila
disuntikkan secara intramuscular dalam maka
absorpsi akan terjadi lebih cepat dan masa kerja
lebih singkat. Kegiatan jasmani yang dilakukan

segera setelah penyuntikan akan mempercepat


onset kerja dan juga mempersingkat masa kerja.
Waktu paruh insulin pada orang normal sekitar
5- 6 menit. Insulin dimetabolisme terutama di hati,
ginjal dan otot. Gangguan fungsi ginjal yang berat
akan mempengaruhi kadar insulin di dalam
darah.
Stabilitas penyimpanan : Insulin harus disimpan sesuai dengan
anjuran pabrik Insulin harus disimpan
Efek samping

dilemari es pada suhu 2-8C.


: Efek samping terapi insulin yang paling sering
terjadi

adalah hipoglikemia. Keadaan ini dapat

terjadi akibat :
a) Dosis insulin yang berlebihan
b) Saat pemberian yang tidak tepat
c) Penggunaan glukosa yang berlebihan,
misalnya
olahraga anaerobic berlebihan
d) Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan
kepekaan

individu

terhadap

misalnya gangguan fungsi


Mekanisme aksi

insulin,

adrenal atau

hipofisis
: Efek kerja insulin yang sudah sangat dikenal
adalah
ke

membantu Transpor glukosa dari darah

dalam

sel.

Kekurangan

menyebabkan glukosa darah tidak

insulin

dapat atau

terhambat masuk ke dalam sel. Akibatnya,


glukosa darah akan meningkat, dan sebaliknya
sel-sel

tubuh kekurangan bahan sumber

energi sehingga tidak

dapat memproduksi

energi sebagaimana seharusnya.


6. Metformin ( Pelayanan Informasi Obat, 2007 )
Nama Generik
: Metformin
Deskripsi
: Sifat fisikokimia :
Metformin umumnya terdapat dalam bentuk
metformin hidroklorida, merupakan kristal putih
atau putih tulang (off-white) dengan BM 165,63.
Metformin hidroklorida sangat mudah larut dalam
air, dan praktis tidak larut dalam aseton, eter
ataupun kloroform. pKa metformin = 12,4 dan pH
Golongan
Nama dagang

larutan 1% metformin hidroklorida = 6,68


: Hormon, obat endoksrin lain dan kontrasepsi
: Metformin (Generic), Benoformin, Bestab,

Indikasi

Diabex, Eraphage, Forbetes, Formell, Glucotika


: Diabetes Melitus Tipe II yang gagal dikendalikan
dengan diet dan OHO golongan sulfonilurea,

Farmakologi

terutama pada pasien yang gemuk.


: Satu-satunya golongan biguanida yang masih
dipergunakan sebagai obat antidiabetes oral
Metformin dapat digunakan bersama dengan
insulin

atau

senyawa

sulfonilurea

lainnya

Sebagian besar penderita diabetes yang gagal

diobati dengan sulfonilurea umumnya dapat


ditolong

dengan

biguanida Antidiabetik

oral

golongan biguanida mempunyai mekanisme kerja


yang berbeda dengan golongan sulfonilurea.
Obat-obat ini bekerja menurunkan kadar glukosa
darah tidak melalui perangsangan sekresi insulin,
melainkan langsung pada hati (hepar), yaitu
menurunkan produksi glukosa hati dengan jalan
menurunkan

kecepatan

glikogenolisis

dan

glukoneogenesis. Waktu paruh eliminasi plasma


sekitar 6,2 jam
Stabilitas penyimpanan : Simpan pada suhu 20-25C
Kontra indikasi
: Gangguan fungsi ginjal atau hati, Predisposisi
asidosis laktat, Gagal jantung, Infeksi atau
trauma berat, Dehidrasi, Alkoholisme, Hamil atau
Efek samping

menyusui
: Gangguan pencernaan, antara lain mual, muntah,
diare ringan. Anoreksia. Asidosis laktat, terutama
terjadi pada penderita gangguan ginjal dan/atau
hati, atau pada peminum alkohol. Gangguan

Mekanisme aksi

penyerapan vitamin B12


: Antidiabetik
oral
golongan
mempunyai

biguanida

mekanisme kerja yang berbeda

dengan golongan

sulfonilurea. Obat-obat ini

bekerja tidak melalui

perangsangan sekresi

insulin, melainkan langsung pada

hati (hepar),

yaitu menurunkan produksi glukosa hati dengan


jalan

mengurangi

glikogenolisis

dan

glukoneogenesis. Disamping itu, metformin juga


meningkatkan
terhadap insulin
transport

dan

sensitivitas

sel-sel

tubuh

dengan jalan memperbaiki


meningkatkan

penggunaan

glukosa oleh sel-sel otot dan ekstrahepatik


lainnya.

E. Uraian Hewan Uji


1. Klasifikasi hewan uji mencit (Mus musculus) (Anonim, 2013)
Kingdom
: Animalia
Phylum
: Chordata
Sub phylum : vertebrata
Class
: Tharia
Ordo
: Rodentia
Family
: muridae
Genus
: Mus
Spesies
:(Mus musculus)
2. Morfologi Mencit (Mus musculus) (Malole, 1989)
Mencit (Mus musculus) adalah hewan pengerta (rodentia) yang
cepat berbiak, mudah dipelihara dalam jumlah banyak. Variasi

genetiknya cukup besar, serta anatomi dan fisiologinya karakteristik


dengan baik. Mencit hidup dalam daerah yang cukup luas,
penyebarannya mulai dari iklim dingin, sedang maupun panas dan
dapat hidup terus menerus. Kadang secara bebas sebagai hewan liar.
Mencit paling banyak digunakan adalah mencit Albino Swiss (Malole
1989)

3. Karakteristik mencit (Mus musculus) (Malole, 1989)


Berat badan dewasa :
jantan
: 20-30 gram
Betina
: 25-40 gram
Luas permukaan tubuh
: 20 gram =26cm2
Berat lahir
: 0,5gram-1 gram
Temperatur tubuh
: 36,5-38,00c
Jumlah diploid
: 40
Rapatan hidup
:1,5-3,0 tahun
Konsumsi makanan
: 15gram/100gram/hari
Konsumsi air minum
: 5ml/100gram /hari
Mulai di kawinkan
- Jantan
: 50 hari
- betina
: 50-60 hari
Siklus birahi
: 4-5 hari
Lama kebuntingan
: 19-21 hari
Jumlah anak
: 10-12
Umur sapih
: 27-28 hari
Produksi anak
: 8/bulan
Jumlah nafas
: 94-163/menit
Komposisi air susu :
- lemak
: 12,1%
- laktosa
: 3,2%
- protein
: 9,0%

BAB III
METODE KERJA
A. Alat dan bahan
1. Alat yang di gunakan
a. Batang pengaduk
b. Corong gelas
c. Erlemeyer
d. Gelas kimia
e. Gelas ukur
f. Glukometer
g. Labu ukur
h. Penangas air
i. Pipet tetes
j. Pot obat
k. Stopwatch
l. Spoit oral
m. Stamper
n. Timbangan
o. Timbangan analitik

2. Bahan yang di gunakan


a. Aquadest
b. Aqua pro injeksi
c. Alcohol
d. Glibenklamid
e. Glukosa
f. Insulin
g. Metformin
h. Strip glukosa
B. Waktu dan Tempat Praktikum
1. Waktu praktikum : 25 Januari 2014, pukul 14.00 - 16.00 WITA
2. Tempat praktikum : Laboratorium
Biofarmaseutika Fakultas Farmasi

Universitas

Indonesia Timur
C. Prosedur kerja
1. Pengambilan sampel obat
Sampel obat metformin,glibenklamid, insulin, dan NaCMC sebagai
pembanding di ambil di Laboratorium Biofarmaseutika Indonesia Timur
Makassar.
2. Pembuatan pensuspensi
a. Pembuatan suspense NaCMC 1% b/v
1. Di siapakan alat dan bahan
2. Di timbang 1gram NaCMC lalu di larutkan dalam 100ml air
panas lalu di aduk sampai homogen.
b. Pembuatan larutan glukosa 12%
1. Di siapakan alat dan bahan
2. Di timbang 12 gram gula pasir
3. Di masukan dalam gelas kimia dan di tambahkan 100ml, air
kemudian di aduk sampai homogeny
4. Larutan gula siap di gunakan
3. Pembuatan suspensi obat
a. Pembuatan suspensi metformin
1. Di siapkan alat dan bahan
2. Di ambil obat metformin yang telah di gerus dan di timbang
sebanyak

3. Dilarutkan dalam 100 ml larutan NaCMC 1% di masukan dalam


botoL
b. Pembuatan suspensi Glibenklamid
1. Di siapkan alat dan bahan
2. Di ambil obat Glibenklamid yang telah di gerus dan di timbang
sebanyak
3. Dilarutkan dalam 100 ml larutan NaCMC 1% di masukan dalam
botoL
c. Pembuatan suspensi Insulin
1. Di siapkan alat dan bahan
2. Di ambil 1 unit insulin
3. Dimasukkan dalam wadah dan dicukupkan volumenya dengan
aqua pro injeksi
4. Diberi label/ etiket
4. Perlakuan hewan uji
a. Disiapkan hewan uji mencit (Mus musculus) sebanyak 4 ekor
b. Ditimbang masing-masing hewan uji
c. Diukur kadar glukosa masing-masing hewan uji
d. Diberi larutan glukosa 1% b/v pada masing-masing hewan uji
e. Diukur kadar glukosa awal hewan uji
f. Pemberian obat terhadap hewan uji mencit (Mus musculus)
g. Hewan uji kelompok I diberi suspensi Na. CMC sebanyak
secara oral
h. Hewan uji kelompok II diberi suspensi Glibenklamid sebanyak
secara oral
i. Hewan uji kelompok III diberi suspensi Metformin sebanyak
secara oral
j. Hewan uji kelompok IV diberi larutan insulin sebanyak secara
oral
k. Diukur kadar glukosa pasca perlakuan selama interval waktu
15 dan 30 menit
l. Dilakukan analisis data
m. Pembahasan dan kesimpulan

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
1. Tabel pengamatan

N
O
1.

2.

3.

4.

Perlakuan

BB
hewan
uji

Kadar
glukos
apuasa

Kadar
glukos
aawal

21

174

17

Kadar
glukosa

Jumla
h

Rata-rata

15

30

174

181

152

681

170,25

178

157

172

157

664

166

21

117

186

171

136

610

152,5

26

87

175

168

126

556

139

Metformin

22

151

177

159

121

608

152

125

185

168

126

604

Insulin

21
21

119

290

169

120

698

151
174,5

23

137
1088

123
1467

82
1870

65
1003

407
4928

101,75
1207

136

183,37

233,75125,3

603,5

150,87

Na.cmc
1% b/v
Glibencla
mid

B. Pembahasan
Diabetes militus adalah gangguan metabolisme yang secara genetic
dan klinis termasuk heterogen dengan manifestasi berupa hilangnya
toleransi karbohidrat. Pada percobaan antidiabetik, hewan uji yang
digunakan adalah mencit (Mus musculus) dan sediaan suspensi yang

digunakan yaitu :Na.cmc 1% b/v, glibenclamid, metformin, dan insulin.


Untuk

percobaanini,

Na.cmc

1%

b/v digunakan

sebagai

control

negative.Diberikan pada hewan uji mencit(Mus musculus) secara oral


dengan jumlah kadar glukosa 681 mg/dl dan 664mg/dl.
Glibenclamid diberikan secara perora pada hewan uji mencit (Mus
musculus) dengan jumlah kadar glukosa yaitu 610mg/dl dan 556mg/dl.
Metformin diberikan secara oral pada hewan uji mencit (Mus musculus )
dengan jumlah kadar glukosa yaitu
Insulin diberikan secara peroral pada hewan uji mencit (Mus
musculus) dengan jumlah kadar glukosa yaitu 698mg/dl dan 407mg/dl.
Dari keempat jenis sediaan suspensi, yang paling bagus digunakan
yaitu insulin. Dimana efek kerja insulin yang sudah sangat dikenal yaitu
membantu transport glukosa dari dalam sel. Disamping fungsinya
membantu transpor glukosa masuk kedalam sel, insulin mempunyai
pengaruh yang sangat luas terhadap metabolime, baik metabolisme
karbohidrat, dan lipid maupun metabolisme protein dan mineral.
Insulin akan mengakibatkan lipogenesis, menekan lipolysis, serta
meningkatkan transport asam amino masuk kedalam sel. Insulin juga
berperan memproduksi transkripsi, sintesa DNA dan replikasi sel. Itu
sebabnya gangguan insulin dapat menyebabkan pengaruh negative dan
komplikasi yang sangat luas pada berbagai organ dan jaringantubuh.
Glibenclamid bekerja dengan merangsang sekresi insulin dari sel-sel
-langerhans, menurunkan keluaran glukosa dari hati, meningkatkan
sensivitas sel-sel sasaran perifer terhadap insulin.

Metformin bekerja dengan menurunkan produksi glukosa hati, dengan


jalan mengurangi glikolisis dan glukogenesis meningkatkan sensivitas selsel tubuh terhadap insulin dengan jalan memperbaiki transport dan
meningkatkan gangguan glukosa oleh sel-sel otot dan ekstra

sepatik

lainnya.
Diantara insulin danNa.cmc yang paling bagus digunakan yaitu insulin.
Sedangkan Na.cmc disini tidak memiliki efek karena digunakan sebagai
kontro negative.
Dari ketiga obat yang digunakan yaitu glibenklamid, metformin dan
insulin, yang paling cepat menurunkan kadar glukosa dalam darah adalah
insulin, karena dari hasil percobaan yang dilakukan insulin dapat
menurunkan kadar glukosa awal hewan uji I dan II 290 mg/dl dan
123mg/dl menjadi 109 mg/dl dan 82 mg/dl. Insulin berkerja dengan cara
memperbaiki transport dan meningkatkan gangguan glukosa oleh sel-sel
otot dan ekstra sepatik lainnya.
Prinsip kerja glucometer adalah mengukur persen penurunan kadar
glukosa.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang dilakukan dilaboratorium maka dapat
disimpulkan bahwa :
1. Obat-obat diabetes militus seperti glibenclamid, metformin, dan insulin
dapat menurunkan kadar glukosa di dalam darah yang berlebihan.
2. Dari ketiga jenis sediaan obat diabetes yang paling bagus digunakan
adalah insulin
3. Insulin akan meningkatkan lipogenesis, menekan lipofisis, serta
meningkatkan transport asam amino masuk ke dalam sel. Insulin juga
berperan dalam modulasi transkripsi, sintesis DNA dan replikasi sel.
B. Saran

1. Laboratorium
Disarankan agar kiranya hewanuji tidak dibawah pulang, karena
banyak yang mati dan alat-alat lab mohon lebih diperlengkap demi
kelancaran praktikum
2. Asisten
Kami sebaga ipraktikan mengharapkan agar kiranya bimbingan
dan arahan lebih di permantap.

LAMPIRAN
1. Perhitungan
a. Dik
:

Dit

Peny :

Metformin
Berat 20 tab
Berat rata-rata

850 mg
19,00 gr
0,994 gr = 994 mg

vp?
BB Standar

BB 30 gr

Fk x Dosis obat

0,0026 x 850 mg

2,21 mg/20 gr BB

30
x 2,21 mg
20

3,315 mg/30 gr BB

Berat yang ditimbang =

Berat ratarata
x dosis hewan uji
dosis oabat
=

994 mg
x 3,315 mg
850 mg

= 3,876 mg

Dibuat suspense 100 ml =

Volume pemberian I

100 ml
x 3,876 mg
1 ml

= 387,6 ml
hewanuji
x volume max
= BB Max
22 gr
x 1ml
= 30 gr

Volume pemberian II

= 0,73 ml
hewanuji
x volume max
=
30 gr
=

21 gr
x 1ml
30 gr

= 0,7 ml
b. Insulin
Dik
Dit
Penye

: Dosis awal untuk manusia 0,1-0,2 UI/kg BB


Rata-rata BB orang Indonesia 50-70 kg
: Vp..?
: 0,2 IU x 60 kg = 12 IU
Dosis untuk mencit BB standar : 12 IU x 0,0026
= 0,0312 IU/BB 20gr

Dosis hewan uji =

30
X 0,0312
20

= 0,0468 IU/gram
Pengenceran : 12 IU = 0,0468
256 :
1
10
25,6
Diambil 12 IU kemudian dilarutkan dalam aqua pro injeksi sampai
10ml. diambil 1ml larutan stok, kemudian dilarutkan.
BB Mencit
X 0,5 ml
Vp
: BB Standar

31 gr
X 0,5 ml
20

Vp 1

Vp 2

= 0,35 ml
23
X 0,5 ml
: 30
= 0,38 ml

c. Glibenklamid
Dik
: Glibenklamid
5 mg
Berat 20 tab
4,8 gr
Berat rata-rata
0,24 gr = 240 mg
Dit
: Vp?
Penye
:
BB Standar
= Fk x Dosis obat

BB 30 gr

0,0026 x 5 mg

0,01 mg/20 gr BB

30
x 0,01 mg
20

0,015 mg/30 gr BB

Berat yang ditimbang =


=

Berat ratarata
x dosis hewan uji
dosis oabat
240 mg
x 0,015 mg
5 mg

Dibuat suspense 100 ml =

Volume pemberian I

= 0,72 mg

100 ml
x 0,72 mg
1 ml

= 72 ml
hewanuji
x volume max
= BB Max
21 gr
x 1ml
= 30 gr

Volume pemberian II

= 0,7 ml
hewan uji
x volume max
=
30 gr

26 gr
x 1 ml
30 gr

= 0,86 ml

Table penurunan kadar glukosa darah setelah perlakuan pada mencit


N
o
1
2

Na.cmc
1%

Glibenclamid

Metformin

Insulin

Total

0
0
0
0

72 %
55,68 %
127, 68 %
63,84 %

107,4 %
277,78 %
384,92 %
192,46 %

99,41 %
966,67 %
1066,08 %
533,04 %

270,55
1300,13
1578,68
189,34

1. Perhitungan derajat bebas (db)


Db total
: total banyaknya pengamatan 1
: (2x4) 1
:7
Db perlakuan : banyaknya perlakuan 1
:41
:3
Db galat
: db total dbperlakuan
:7-3
:4

2. Perhitungan jumlah kuadrat (jk)


Jk total
= (0)2 + (0)2 + (27)2 + (55,68)2 + (107,14)2 +
(277,7)2 + (99,41)2 + (966,67)2
= 0 + 0 + 5184 + 3100,26 + 11478,98 + 77161,73

Jk rata-rata

+ 934,450,89
= 1,031,375,86
( total ) 2
= total banyaknya pengamatan
=

( 1578, 18 ) 2
8

= 311528, 8

Jk perlakuan

( jumlah perlakuan) ratarata

( 127,68 )+ ( 384,92 ) +0+ 1066,08


31152,8
8

banyaknya kelompok

= 989471, 35
Jk Galat

= 1031375,86 311528,8 989471,35


= 269624, 29

3. Perhitungan Jumlah kuadrat total (JKT)

JKT perlakuan

JKT Galat

JK Perlakuan
Db Perlakuan

989471,35
3

= 329823, 78
JK Galat
= Db Galat
=

269624, 29
4

= 67406, 07
4. Perhitungan Nilai Distribusi (Fh)
JKT Perlakuan
F.hitung
=
JKT Galat
=

329823, 78
67406, 07

= 4, 89

2. Skema kerja
Hewan uji mencit (Mus musculus)
dipuasakan, ditimbang, dandikelompokkan
diukur kadar glukosa puasa
diberilarutan glukosa 1% b/v

diukur kadar glukosa awal

Na.cmc 1% b/v

Glibenclamid

Metformin

Diukur kadar glukosa pasca perlakuan

Analisis data
Pembahasan dan kesimpulan

insulin