Anda di halaman 1dari 29

Tujuan Utama Sistem Pentanahan

Tujuan utama dari adanya pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance(tahanan
rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage.
Penerangan, arus listrik, circuit switching dan electrostatic discharge adalah penyebab umum
dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. Sistem pentanahan yang efektif akan
meminimalkan efek tersebut.

Karakteristik Sistem Pentanahan yang Efektif


Karakteristik sistem pentanahan yang efektif antara lain adalah:
1.
Terencana dengan baik, semua koneksi yang terdapat pada data center harus
merupakan koneksi yang sudah direncanakan sebelumnya dengan kaidah-kaidah tertentu.
2.
Verifikasi secara visual dapat dilakukan.
3.
Sesuai dengan ukuran, TIA-942 menyediakan guideline untuk setiap komponen
padadata center.
4.
Menghindarkan gangguan yang terjadi pada arus listrik dari perangkat.
5.
Semua komponen metal harus ditahan/diikat oleh sistem pentanahan, dengan tujuan
untuk meminimalkan arus listrik melalui material yang bersifat konduktif pada potensial
listrik yang sama.

Isu Pentanahan dan Kelangsungan Listrik


Isu yang paling penting terkait dengan kelangsungan listrik antara lain adalah susunan rack
dan kabinet, perlindungan electrostatic discharge (ESD), dan susunan pentanahan
dariswitches, server, dan power
Tahanan Pentanahan
Sambungan ke tanah diperlukan untuk melindungi peralatan peralatan komunikasi dan personal terhadap
bahaya petir atau kesalahan pada power sistem dan juga dapat berfungsi sebagai service pada suatu sistem.
Untuk merencanakan suatu sistem pentanahan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, antara lain
Tahanan Jenis Tanah, Struktur tanah, keadaan lingkungan, biaya, ukuran dan bentuk sistemnya.
Biasanya tahanan pentanahan yang lebih rendah sangat efektif, tetapi biaya menjadi besar. Untuk itu perlu
dipertimbangkan efek fungsi dan ekonomisnya. Oleh karena itu perlu kiranya bagi kita untuk dapat
merencanakan dan membuat sistem pentanahan yang sesuai dengan keperluannya.

SYARAT SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF


1.
2.

Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan pemakaian
Elektroda yang ditanam dalam tanah harus :

Bahan Konduktor yang baik

Tahan Korosi

3.
4.
5.
6.

Cukup Kuat
Jangan sebagai sumber arus galvanis
Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya.
Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun.
Biaya pemasangan serendah mungkin.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN


Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :
1.
Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan.
2.
Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.
3.
Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.
Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan tetapi tahanan kawat penghantar
yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls frekuensi tinggi
seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Untuk menghindarinya, sambungan ini di usahakan dibuat
sependek mungkin.

Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda atau dengan
kata lain tahanan jenis tanah ().

TAHANAN JENIS TANAH ()


Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang hemispherical R = /2r terlihat bahwa
tahanan pentanahan berbanding lurus dengan besarnya . Untuk berbagai tempat harga ini tidak sama dan
tergantung pada beberapa faktor :
1.
sifat geologi tanah
2.
Komposisi zat kimia dalam tanah
3.
Kandungan air tanah
4.
Temperatur tanah
5.
Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.

Sifat Geologi Tanah


Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Bahan dasar dari pada tanah relatif bersifat
bukan penghantar. Tanah liat umumnya mempunyai tahanan jenis terendah, sedang batu-batuan dan quartz
bersifat sebagai insulator.
Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ) dari berbagai jenis tanah.
Tabel. 1

No
.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

JENIS TANAH

TAHANAN JENIS
TANAH( ohm.meter
)

Tanah yang mengandung


air garam
Rawa
Tanah liat
Pasir Basah
Batu-batu kerikil basah
Pasir dan batu krikil
kering
Batu

56
30
100
200
500
1000
3000

KOMPOSISI ZAT ZAT KIMIA DALAM TANAH


Kandungan zat zat kimia dalam tanah terutama sejumlah zat organik maupun anorganik yang dapat larut perlu
untuk diperhatikan pula.
Didaerah yang mempunyai tingkat curah hujan tinggi biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi
disebabkan garam yang terkandung pada lapisan atas larut. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh
pentanahan yang efektif yaitu dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam dimana larutan
garam masih terdapat.

KANDUNGAN AIR TANAH


Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan tahanan jenis tanah ( ) terutama kandungan air
tanah sampai dengan 20%.
Dalam salah satu test laboratorium untuk tanah merah penurunan kandungan air tanah dari 20% ke 10%
menyebabkan tahanan jenis tanah naik samapai 30 kali.Kenaikan kandungan air tanah diatas 20% pengaruhnya
sedikit sekali.

TEMPERATUR TANAH
Temperatur bumi pada kedalaman 5 feet (= 1,5 m) biasanya stabil terhadap perubahan temperatur permukaan.
Bagi Indonesia daerah tropic perbedaan temperatur selama setahun tidak banyak, sehingga faktor temperatur
boleh dikata tidak ada pengaruhnya.

ELEKTRODA PENTANAHAN

Jenis Elektroda pentanahan

Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem pentanahan yaitu :
1.
Elektroda Batang
2.
Elektroda Pelat
3.
Elektroda Pita
Elektroda elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan juga secara gabungan dari ketiga
jenis dalam suatu sistem.

ELEKTRODA BATANG
Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam
vertikal di dalam tanah.
Biasanya dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau galvanised steel. Perlu diperhatikan pula dalam
pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic couple yang dapat menyebabkan korosi.
Ukuran Elektroda :
diameter 5/8 - 3/4
Panjang 4 feet 8 feet
Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian pentanahan yang lain.

ELEKTRODA PELAT
Bentuk elektroda pelat biasanya empat persegu atau empat persegi panjang yang tebuat dari tembaga, timah
atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. Cara penanaman biasanya secara vertical, sebab dengan
menanam secara horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara vertical adalah
lebih praktis dan ekonomis.

ELEKTRODA PITA
Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di dalam
tanah secara horizontal sedalam 2 feet. Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai
tahanan jenis rendah pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan.
Hal ini cocok untuk daerah daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan
kedalaman.

PENGKONDISIAN TANAH
Bagi daerah daerah yang mempunyai struktur tanah dengan tahanan jenis tanah yang tinggi untuk
memperoleh tahanan pentanahan yang diinginkan seringkali sukar diperoleh. Ada tiga cara untuk
mengkondisikan tanah agar pada lokasi elektroda ditanam tahanan jenis tanah menjadi rendah, yaitu :
1.
Dengan membuat lubang penanaman elektroda yang lebar dan dimasukkan mengelilingi elektroda
tersebut bahan bahan seperti tanah liat atau cokas.
2.
Mengelilingi elektroda pada statu jarak tertentu diberi zat-zat nimia yang mana akan memperkecil
tahanan jenis tanah di sekitarnya. Zat-zat nimia yang biasa di pakai adalah sodium chloride, calsium chloride,
magnesium sulfat, dan coper sulfat.
3.
Dengan
Bentonite.
Bubuk bentonita bersifat mengabsorb air, karena itu dengan mencampur bubuk bentonite, garam dapur dan air
maka campuran bentonite tersebut dapat menghasilkan tahanan jenis tanah yang rendah. Dengan menanamkan
campuran bentonite tersebut disekeliling elektroda maka tahanan pentanahandapat diperkecil 1/10 1/15 kali.
Komposisi campuran bentonite menurut perbandingan :Bentonite : garam dapur : air = 1 : 0,2 : 2

Cara Memperbaiki Sistem


Grounding / Pentanahan
5 Juni 2010 4 Komentar
Sebelum membahas cara memperbaiki grounding / pentanahan, sedikit ulasan tentang sistem grounding /
pentanahan. Grounding / pentanahan merupakan salah satu sistem yang umum digunakan pada dunia

kelistrikan. Umumnya digunakan sebagai pengaman terhadap bahaya sengatan listrik baik langsung maupun
tidak langsung. Selain digunakan untuk pengaman instalasi, sistem grounding / pentanahan juga banyak ditemui
pada sistem lain seperti sistem menara telekomunikasi, menara transmisi, ataupun penangkal petir yang umum
kita lihat pada bangunan rumah maupun gedung bertingkat. Pemasangan sistem grounding / pentanahan pada
sistem tersebut diatas tentu saja lebih detail dalam perhitungan maupun aspek lain yang mempengaruhi. Bisa
dibayangkan jika sistem menara ataupun penangkal petir tersebut mengalami kegagalan dalam sistem
pengamannya (dalam hal ini grounding / pentanahannya), tentu saja akan menimbulkan kerusakan dan juga
bahaya bagi mahluk hidup disekitarnya. Bagaimana tidak? Terakhir penulis pernah membaca artikel yang
mengatakan bahwa muatan petir per detik bisa mencapai100.000KV(kilo volt). Coba bandingkan dengan
tegangan yang digunakan untuk rumah kita (220 volt). Hanya 220 volt aja udah bisa bikin orang berasap apalagi
yang 100.000KV, bayangin aja deh sendiri hasilnya jadi arang kali yaaa he..heheee..
Kita kembali pada pembahasan, berdasarkan jenis elektroda yang digunakan pada penanaman sistem
grounding terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1.
Elektroda Batang. Merupakan jenis elektroda yang umum dipasang pada instalasi rumah tinggal.
Elektroda ini berupa pipa besi, baja profil, atau batang logam lainnya yang dipancangkan ke tanah. Biasanya
pada bahan logam tersebut dilapisi dengan lapisan tembaga.
2.
Elektroda Pelat. Terbuat dari logam utuh atau berlubang yang cara pemasangan pada umumnya
ditanam secara dalam.
3.
Elektroda Pita. Terbuat dari penghantar berbentuk pita atau bulat. Pemasangannya dipasang secara
horizontal pada kedalaman antara 0,5m 1m dari permukaan tanah.
Faktor terpenting pada sistem grounding / pentanahan adalah hambatan dalam dari tanah tempat batang ground
/ arde akan dipasang. Alat yang umum digunakan oleh instalatir listrik dalam mengukur hambatan dalam dari
tanah adalah meger dan earth tester.
Lalu mengapa grounding yang telah terukur dan terpasang beberapa waktu lalu tidak berfungsi sebagaimana
yang diharapkan? jawaban dari pertanyaan tersebut adalah keadaan tanah yang juga dapat berubah seiring
dengan waktu yang tentu saja akan mempengaruhi hambatan dalam dari tanah tersebut.
Bagaimana cara memperbaiki hambatan dalam tanah dari sistem grounding yang telah terpasang atau belum
terpasang? Ada beberapa metode yang digunakan:
1. Metode ini telah dibahas pada posting Cara Memasang Instalasi Listrik yaitu dengan meyiram tanah dari
grounding tersebut dengan campuran air dengan serbuk arang. Mengapa serbuk arang?Untuk pertanyaan yang
satu ini penulis gak bisa jawab, maklum..bukan orang fisika bahan dan juga bukan orang
kimia.he..he..heee Dari pengamataan penulis, serbuk arang lebih bagus mempertahankan air (kandungan
elektrolit) yang terserap dibandingkan tanah itu sendiri yang cenderung mengalirkan kelapisan tanah
dibawahnya, apalagi jika lapisan atas dari tanah tempat grounding tersebut berupa lapisan tanah pasir yang
tentu saja akan lebih cepat mengalirkan air kelapisan tanah dibawahnya. Dari pengukuran grounding beberapa
waktu setelah penanaman batang ground/arde juga dapat diketahui (dengan pengukuran alat) bahwa
penanaman grounding yang menggunakan campuran air dengan serbuk arang lebih bagus daripada
menggunakan air saja.Pengukuran tersebut tentu saja bukan pada kondisi hujan ataupun banjir
he..he.heee
2. Metode ini umum dilakukan pada pembumian / grounding dari menara maupun bangunan dengan penangkal
petir yaitu dengan menanam batang grounding / arde lebih dalam ke bumi. Penanaman dari grounding tersebut
umumnya menggunakan elektroda pelat dan bisa mencapai belasan meter dibawah permukaan tanah. Tujuan
dari penanaman lebih dalam ini adalah untuk melewati beberapa lapisan tanah yang memungkinan untuk
mendapatkan lapisan tanah dengan hambatan dalam terkecil. Untuk instalasi rumah tidak diharuskan lhoo
Cukup mengganti batang arde menjadi lebih panjang lagi sehingga lebih memungkinan untuk mendapatkan
lapisan tanah dengan hambatan dalam terkecil. Hal tersebut tentu saja juga dipengaruhi kondisi tanah disekitar
grounding sehingga anda dapat juga menambahkan metoda pertama dalam penanaman grounding ini.
3. Sedikit berbeda dengan dua metoda sebelumnya yang hanya menggunakan 1 batang ground/arde, metoda
ketiga ini menggunakan dua atau lebih batang ground/arde. Metoda ini sering digunakan pada pemasangan
peralatan jaringan distribusi TM/TR ( Gardu Distribusi, ABSW pada tiang, dsb.) yang tujuannya tentu saja
mendapatkan hambatan dalam dari tanah sekecil kecilnya.
Sambil mengenang masa SMP kelas 2/3, kita tentu sedikit mengingat pelajaran fisika mengenai hukum
Ohm. (hayoo.. ingat gak) Pada pembahasan mengenai hambatan (resistansi) yang disimbolkan dengan huruf
R, dikatakan bahwa pada rangkaian paralel:
1/R total = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 ++ 1/Rn

dengan menggunakan perhitungan diatas kita akan memperoleh R total menjadi lebih kecil. Dari prinsip inilah
kita gunakan dalam memperbaiki hambatan dalam pada sistim grounding. Pemasangan batang ground/arde
terlihat seperti gambar dibawah ini.
Gambar Pemasangan 3 Batang Ground/Arde
biasanya jarak pemasangan peralel dari batang ground antara satu dan lainnya lumayan berjauhan. Mengenai
jarak tanam antar batang ground/arde paling efektif, terus terang penulis kurang begitu memahaminya. (belum
pernah ketemu bukunya broo.. susah banget..mungkin IQ-ku yang begitu rendah kali yaa.) Aturan mengatakan
bahwa jarak antar batang ground/arde minimal adalah 2 x panjang batang ground/arde tersebut. Jika pada
pengukurannya masih kurang bagus kita bisa tambahkan penanaman batang arde lagi. Disamping itu kita dapat
menambahkan metode pertama pada tiap batang ground/arde yang ditanam.
testiiiiiiiiiiiii

Fungsi Grounding ( Pentanahan )


Selama ini jika aku ditanya apa fungsi grounding, maka akan terlintas jawaban sederhana :agar
tidak kesetrum :)
Grounding itu fungsinya untuk menghilangkan beda potensial antara bagian logam suatu
peralatan yg teraliri arus listrik liar dan tanah sehingga tidak terjadi bahaya tegangan
sentuh tak langsung. Caranya dengan menyalurkan arus tersebut ke tanah melalui
saluran pentanahan.
Lalu Timbul pertanyaan :
Seberapa bahaya nya sih tegangan sentuh tak langsung itu?
Seberapa besar Tahanan tubuh manusia?
Misal ada suatu peralatan 1 fase (220 V), ada arus bocor pada bodyperalatan tersebut.
Sehingga beda potensial antara Peralatan dan tanah adalah 220V. Seseorang secara tidak
sengaja menyentuh bagian peralatan tersebut. Untuk mengetahui besar arus yang mengalir
pada orang itu terlebih dahulu kita harus mengetahui tahanan tubuh manusia.
Tahanan tubuh manusia dapat dikelompokkan menjadi 2 :
1. Tahanan kontak kulit bervariasi mulai dari 1000 k kulit kering) hingga 100

(kulit basah ).
2. Tahanan dalam (internal) tubuh sendiri berkisar antara 100 500.
Sehingga :
Untuk kondisi terbaik :
R = 1000 k
I = 220V/1000k
= 0,22 mA

Untuk kondisi terburuk :


R = 100 + 100 = 200
I = 220V/200
= 1,1 A
Kondisi seperti apakah yang membahayakan tubuh manusia..???
Ada 2 faktor yang menentukan tingkat bahaya suatu sengatan listrik : besar dan lama sengatan.
Seperti pada gambar berikut :
Daerah 1 : daerah aman. Arus sengatan 0,1-0,5 mA belum terasakan oleh tubuh manusia.
Daerah 2 : daerah aman, Arus sengatan 0,5-10 mA tubuh terasa kesemutan, Diatas 10mA sampai
200mA jantung tahan sampai jangka waktu maksimal 2 detik saja.

Daerah 3 : daerah berbahaya, Arus sengatan 200-500 mA dapat mengakibatkan kejangkejang/kontraksi otot dan paru-paru sehingga gangguan pernafasan.

Daerah 4 : daerah sangat berbahaya, Arus sengatan diatas 500 mA dapat


menimbulkan kematian.
Contoh :
Tahanan pentanahan tidak lebih dari 0,1. Bila pada peralatan tersebut dipasang sekering 200A,
maka besar tegangan sentuh akan menjadi :
V = 200 A x 0,1
= 20 V
Dan besar arus yang mengalir ke tubuh manusia menjadi :
Untuk kondisi terbaik :
R = 1000 k
I = 20V/1000k
= 0,02 mA

Untuk kondisi terburuk :


R = 100 + 100 = 200
I = 20V/200
= 0,1 A

Diposkan oleh Ari Kusmanto di 17.33


Kirimkan Ini lewat Email

Apa itu pentanahan???


penghubungan bagian-bagian
peralatan listrik yang pada keadaan normal tidak dialiri arus. Tujuannya adalah
untuk membatasi tegangan antara bagian-bagian peralatan yang tidak dialiri
arus, dan antara bagian-bagian tersebut dengan tanah, sampai pada suatu nilai
yang aman untuk semua kondisi operasi, baik kondisi normal maupun saat
terjadi gangguan.
Apa saja yang harus ditanahkan?????
a. Semua bagian instalasi yang terbuat dari logam (menghantar listrik) dan
dengan mudah bisa disentuh manusia. Hal ini perlu agar potensial dari logam
yang mudah disentuh manusia selalu sama dengan potensial tanah (bumi)
tempat manusia berpijak sehingga tidak berbahaya bagi manusia yang
menyentuhnya.
b. Bagian pembuangan muatan listrik (bagian bawah) dari lightning arrester. Hal
ini diperlukan agar lightning arrester dapat berfungsi dengan baik, yaitu
membuang muatan listrik yang diterimanya dari petir ke tanah (bumi) dengan
lancar,

c. Kawat petir yang ada pada bagian atas saluran transmisi. Kawat petir ini
sesungguhnya juga berfungsi sebagai lightning arrester. Karena letaknya yang
ada di sepanjang saluran transmisi, maka semua kaki tiang transmisi harus
ditanahkan agar petir yang menyambar kawat petir dapat disalurkan ke tanah
dengan lancar melalui kaki tiang saluran transmisi.
d. Titik netral dari transformator atau titik netral dari generator. Hal ini
diperlukan dalam kaitan dengan keperluan proteksi khususnya yang menyangkut
gangguan hubung tanah.

Dalam praktik, diinginkan agar tahanan pentanahan dari titik-titik pentanahan


tersebut di atas tidak melebihi 4 ohm.

Secara teoretis, tahanan dari tanah atau bumi adalah nol karena luas
penampang bumi tak terhingga. Tetapi kenyataannya tidak demikian, artinya
tahanan pentanahan nilainya tidak nol. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya
tahanan kontak antara alat pentanahan dengan tanah di mana alat tersebut
dipasang (dalam tanah).
Mengapa harus ditanahkan???
Pada saat terjadi gangguan, arus gangguan yang
dialirkan ke tanah akan menimbulkan perbedaan tegangan pada permukaan
tanah yang disebabkan karena adanya tahanan tanah. Bila arus hubung-singkat
ke
tanah dipaksakan mengalir melalui tanah dengan tahanan yang tinggi, maka hal
tersebut akan menimbulkan perbedaan tegangan yang besar dan bisa jadi
berbahaya. Oleh sebab itu diperlukan sistim pentanahan yang berguna untuk
memperoleh tegangan potensial yang merata dalam suatu bagian struktur dan
peralatan, serta untuk memperoleh jalan balik arus hubung-singkat/arus
gangguan ke tanah yang memiliki resistansi rendah."

SYARAT SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF


Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu
keperluan pemakaian
Elektroda yang ditanam dalam tanah harus :
Bahan Konduktor yang baik
Tahan Korosi
Cukup Kuat

Jangan sebagai sumber arus galvanis


Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya.
Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun.
Biaya pemasangan serendah mungkin.
Alat apa saja yang dipakai dalam pentanahan????

Gambar 1. Macam-macam alat pentanahan.

Dari gambar 1 tampak bahwa ada empat alat pentanahan, yaitu:


1. Batang pentanahan tunggal (single grounding rod).
2. Batang pentanahan ganda (multiple grounding rod). Terdiri dari beberapa
batang tunggal yang dihubungkan paralel.
3. Anyaman pentanahan (grounding mesh), merupakan anyaman kawat
tembaga.
4. Pelat pentanahan (grounding plate), yaitu pelat tembaga.

Gambar 2. Batang pentanahan beserta aksesorisnya.

Gambar 2 menggambarkan batang pentanahan beserta aksesorisnya, yaitu; (1)


Konduktor tanah, (2) Penghubung antara konduktor dengan elektroda tanah, dan
(3) Elektroda tanah.

Gambar 3. Batang pentanahan dan lingkaran pengaruhnya (sphere of influence).

Sedangkan gambar 3 menggambarkan batang pentanahan beserta lingkaran


pengaruhnya (sphere of influence) didalam tanah. Tampak bahwa makin dalam
letaknya di dalam tanah sampai kedalaman yang sama dengan kedalaman
batang pentanahan, dan lingkaran pengaruh ini makin dekat dengan batang
pentanahan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN


Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :
Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke
peralatan yang ditanahkan.
Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.
Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.
Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan
tetapi tahanan kawat penghantar yang menghubungkan keperalatan akan
mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls frekuensi tinggi seperti misal
pada saat terjadi lightningdischarge. Untuk menghindarinya, sambungan ini di
usahakan dibuat sependek mungkin.
Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan
sekeliling elektroda atau dengan kata lain tahanan jenis tanah ().
TAHANAN JENIS TANAH ()
Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang
hemispherical R = /2r terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus
dengan besarnya . Untuk berbagai tempat harga ini tidak sama dan
tergantung pada beberapa faktor :
sifat geologi tanah
Komposisi zat kimia dalam tanah
Kandungan air tanah
Temperatur tanah
Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.
Sifat Geologi Tanah
Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Bahan dasar
dari pada tanah relatif bersifat bukan penghantar. Tanah liat umumnya
mempunyai tahanan jenis terendah, sedang batu-batuan dan quartz bersifat
sebagai insulator.
Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ) dari berbagai jenis tanah.
Tabel.
No.
JENIS TANAH

TAHANAN JENIS TANAH( ohm.meter )


1
Tanah yang mengandung air garam
56
2
Rawa
30
3
Tanah liat
100
4
Pasir Basah
200
5
Batu-batu kerikil basah
500
6
Pasir dan batu krikil kering
1000
7
Batu
3000
KOMPOSISI ZAT ZAT KIMIA DALAM TANAH
Kandungan zat zat kimia dalam tanah terutama sejumlah zat organik maupun
anorganik yang dapat larut perlu untuk diperhatikan pula.
Didaerah yang mempunyai tingkat curah hujan tinggi biasanya mempunyai
tahanan jenis tanah yang tinggi disebabkan garam yang terkandung pada
lapisan atas larut. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh pentanahan
yang efektif yaitu dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam
dimana larutan garam masih terdapat.

KANDUNGAN AIR TANAH


Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan tahanan jenis
tanah ( ) terutama kandungan air tanah sampai dengan 20%.
Dalam salah satu test laboratorium untuk tanah merah penurunan kandungan air
tanah dari 20% ke 10% menyebabkan tahanan jenis tanah naik samapai 30
kali.Kenaikan kandungan air tanah diatas 20% pengaruhnya sedikit sekali.
TEMPERATUR TANAH
Temperatur bumi pada kedalaman 5 feet (= 1,5 m) biasanya stabil terhadap
perubahan temperatur permukaan.
Bagi Indonesia daerah tropic perbedaan temperatur selama setahun tidak
banyak, sehingga faktor temperatur boleh dikata tidak ada pengaruhnya.
ELEKTRODA PENTANAHAN
Jenis Elektroda pentanahan
Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem
pentanahan yaitu :
Elektroda Batang
Elektroda Pelat
Elektroda Pita
Elektroda elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan
juga secara gabungan dari ketiga jenis dalam suatu sistem.
ELEKTRODA BATANG

Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam vertikal di
dalam tanah.
Biasanya dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau galvanised steel. Perlu
diperhatikan pula dalam pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic couple
yang dapat menyebabkan korosi.
Ukuran Elektroda :
diameter 5/8 - 3/4
Panjang 4 feet 8 feet
Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk
pemakaian pentanahan yang lain.
ELEKTRODA PELAT

Bentuk elektroda pelat biasanya empat persegu atau empat persegi panjang
yang tebuat dari tembaga, timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah.
Cara penanaman biasanya secara vertical, sebab dengan menanam secara
horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara
vertical adalah lebih praktis dan ekonomis.
ELEKTRODA PITA
Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat
BCC yang di tanam di dalam tanah secara horizontal sedalam 2 feet. Elektroda
pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai tahanan jenis rendah
pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan.
Hal ini cocok untuk daerah daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis
tanah makin tinggi dengan kedalaman.
PENGKONDISIAN TANAH
Bagi daerah daerah yang mempunyai struktur tanah dengan tahanan jenis
tanah yang tinggi untuk memperoleh tahanan pentanahan yang diinginkan
seringkali sukar diperoleh. Ada tiga cara untuk mengkondisikan tanah agar pada
lokasi elektroda ditanam tahanan jenis tanah menjadi rendah, yaitu :
Dengan membuat lubang penanaman elektroda yang lebar dan dimasukkan
mengelilingi elektroda tersebut bahan bahan seperti tanah liat atau cokas.
Mengelilingi elektroda pada statu jarak tertentu diberi zat-zat nimia yang mana
akan memperkecil tahanan jenis tanah di sekitarnya. Zat-zat nimia yang biasa di
pakai adalah sodium chloride, calsium chloride, magnesium sulfat, dan coper
sulfat.
Dengan Bentonite.
Bubuk bentonita bersifat mengabsorb air, karena itu dengan mencampur bubuk
bentonite, garam dapur dan air maka campuran bentonite tersebut dapat
menghasilkan tahanan jenis tanah yang rendah. Dengan menanamkan campuran
bentonite tersebut disekeliling elektroda maka tahanan pentanahandapat
diperkecil 1/10 1/15 kali.
Komposisi campuran bentonite menurut perbandingan :Bentonite : garam
dapur : air = 1 : 0,2 : 2
http://jasronelektrik.blogspot.com/2010/05/grounding-atau-pentanahan.html

A. SISTEM PENTANAHAN/GROUNDING SYSTEM


Sistem pentanahan (grounding system) adalah sebuah rangkaian/jaringan yang terdiri dari kutub
pentanahan (elektroda), hantaran penghubung (konduktor) sampai terminal pentanahan, yang berfungsi
untuk menyalurkan arus lebih ke bumi, agar perangkat (elektronika maupun listrik) dapat bekerja sesuai

dengan semestinya serta terhindar dari sambaran petir atau tegangan asing lainnya.
B. Tujuan pembumian peralatan adalah sebagai berikut :
1. Untuk mencegah terjadinya tegangan kejut listrik yang berbahaya bagi manusia bila pada peralatan
listrik terjadi kebocoran listrik.
2. Untuk memungkinkan timbulnya arus tertentu baik besarnya maupun lamanya dalam keadaan
gangguan tanah tanpa menimbulkan kebakaran atau ledakan pada bangunan atau isinya.
C. Tahanan Pentanahan
Adalah besarnya tahanan pada kontak/hubung antara masa (body) dengan tanah. Faktor-faktor yang
mem pengaruhi besarnya pentanahan:
Tahanan jenis tanah.
Panjang jenis elektroda pentanahan.
Luas penampang elektroda pentanahan.
Harga pentanahan makin kecil makin baik. Pentanahan yang ideal harus memberikan nilai tahanan
pentanahan mendekati nol atau 1 ohm.
D. Faktor-faktor yang menentukan tahanan pentanahan
Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :
1. Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan.
2. Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.
3. Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.
Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan tetapi tahanan kawat
penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls
frekuensi tinggi. Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling
elektroda atau dengan kata lain tahanan jenis tanah ().

E. TAHANAN JENIS TANAH ()


Untuk berbagai tempat harga ini tidak sama dan tergantung pada beberapa factor:
1. sifat geologi tanah
2. Komposisi zat kimia dalam tanah
3. Kandungan air tanah
4. Temperatur tanah
5. Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.
Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ) dari berbagai jenis tanah.

No
.

JENIS TANAH

TAHANAN JENIS
TANAH( ohm.meter )

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tanah yang mengandung


air garam
Rawa
Tanah liat
Pasir Basah
Batu-batu kerikil basah
Pasir dan batu krikil
kering
Batu

56
30
100
200
500
1000
3000

F. Jenis Elektroda pentanahan


Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem pentanahan yaitu :
1. Elektroda Batang
2. Elektroda Pelat
3. Elektroda Pita
Elektroda elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan juga secara gabungan
dari ketiga jenis dalam suatu sistem.

ELEKTRODA BATANG

Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di tanam vertikal di dalam tanah. Biasanya
dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau galvanised steel. Perlu diperhatikan pula dalam pemilihan
bahan agar terhindar dari galvanic couple yang dapat menyebabkan korosi. Elektroda batang ini mampu
menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian pentanahan yang lain.
ELEKTRODA PELAT

Bentuk elektroda pelat biasanya empat persegu atau empat persegi panjang yang tebuat dari tembaga,
timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. Cara penanaman biasanya secara vertical, sebab
dengan menanam secara horizontal hasilnya tidak berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara
vertical adalah lebih praktis dan ekonomis.

ELEKTRODA PITA

Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di
dalam tanah secara horizontal sedalam 2 feet. Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang
mempunyai tahanan jenis rendah pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan.

Hal ini cocok untuk daerah daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan
kedalaman. http://puilsigit.blogspot.com/2013_10_01_archive.html

MAKALAH PRODUKTIF
PENTANAHAN (GROUNDING)
DI
S
U
S
U
N
Oleh : Kelompok I
ALDI RIFALDI
AKBAR PRATAMA
AKBAR ASIZ
A. PAMMUSURENG Z.

SMKN 1 Liliriaja

3TITL2
SMKN 1 LILIRIAJA
TAHUN AJARAN 2013/2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah swt. karena atas berkah
danrahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah Distribusi Daya
Listrik yang berjudul Pentanahan. Dalam makalah ini dibahas mengenai Sistem pentanahan pada saluran
distribusi.Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini masih terdapatkekurangan, untuk itu kritik
dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkandemi kesempurnaan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.Untuk itu kami ucapkan banyak
terimakasih.
Citta, 20 Januari2014

Penyusun

DAFTAR ISI
Sampul i
Kata Pengantar ii
Daftar isi iii

BAB I : Pendahuluan
A. Pendahuluan 1
B. Tujuan 2

BAB II : Pembahasan
A. Fungsi Pentanahan 3
B. Syarat-syarat sistem pentanahan yang efektif 4
C. Sifat dan Jenis-jenis tanah 5
D. Macam-macam Elektroda . 6
E. Nilai tahanan menurut PUIL .. 8
F. Faktor yang menentukan tahanan pentanahan . 9

BAB III : PENUTUP


A. Kesimpulan ..... 10
B. Saran 10

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Secara umum pentanahan adalah melakukan koneksi sirkuit atau peralatan ke
bumi. Sistem pentanahan yang kurang baik dapat menyebabkan penurunan kualitas
tenaga listrik. Ilmu pertanahan sering kali dianggap remeh, padahal pentanahan yang
baik sangatlah penting.
Pada system tenaga listrik, 70% s/d 80% yang terkena gangguan adalah pada
sistem transmisi. Salah satunya adalah gangguan ke tanah selain gangguan-gangguan lain
seperti , surja petir, kesalahan mekanis akibat retak-retak pada isolator, burung atau
daun-daun yang terbang dekat isolator gantung, debu-debu yang menempel pada
isolator, tegangan lebih dan gangguan hubung singkat.
Jika arus gangguan lebih dari 5 A maka timbul busur listrik pada kontak-kontak
antara kawat yang terganggu dan tanah yang tidak dapat padam sendiri. Dan jika
terdapat busur tanah yang menetap, padam dan menyala, hal ini dapat membahayakan.
Hal ini disebabkan karena busur tanah tersebut merupakan gelombang berjalan yang
memiliki muka gelombang yang curam yang dapat membahayakan isolasi dari alat-alat
instalasi meskipun letaknya jauh dari titik gangguan.

B. Tujuan
Tujuan utama pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance(tahanan
rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient voltage.
Penerangan, arus listrik, circuit switching dan electrostatic discharge adalah penyebab
umum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. Sistem pentanahan yang
efektif akan meminimalkan efek tersebut.
Menurut IEEE Std 142-2007, tujuan system pentanahan adalah:
1) Membatasi besarnya tegangan terhadap
diperbolehkan

bumi

agar berada dalam batasan yang

2) Menyediakan jalur bagi aliran arus yang dapat memberikan deteksi terjadinya hubungan
yang tidak dikehendaki antara konduktor system dan bumi. Deteksi ini akan
mengakibatkan beroperasinya peralatan otomatis yang memutuskan suplai tegangan dari
konduktor tersebut.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Fungsi Pentanahan
Definisi grounding adalah sistem pentanahan yang berfungsi untuk meniadakan
beda potensial sehingga jika ada kebocoran tegangan atau arus akan langsung dibuang ke
bumi.
Fungsi grounding :
Perlindungan dari tegangan tinggi
Grounding dalam sistem instalasi listrik berungsi untuk mengurangi atau menghindari
bahaya yang disebabkan oleh tegangan tinggi.misalnya bahaya petir dengan tegangan
tinggi
Penstabil tegangan
Grounding dapat berfungsi untuk menstabilkan tegangan pada banyak sumber tegangan.
Jika tidak terdapat titik referensi umum untuk semua sumber tegangan, akan terjadi
kesulitan antar masing-masing hubungan
Mengatasi arus yang lebih
Grounding juga berfungs untuk mengatasi arus yang berlebih, karena sistem grounding
ini menyediakan level keselamatan baik kerusakan peralatan atau manusia

Sistem grounding berfungsi sebagai sarana mengalirkan arus petir yang


menyebar ke segala arah ke dalam tanah. Hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan
sistem pentanahan adalah tidak timbulnya bahaya tegangan step dan tegangan sentuh.
Kriteria yang dituju dalam pembuatan sistem pentanahan adalah bukannya rendahnya
harga tahanan tanah akan tetapi dapat dihindarinya bahaya seperti tersebut di depan.
Selain itu, kondisi tanah yang bagus untuk grounding adalah tanah yang
basah. Grounding untuk menyalurkan arus listrik imbas dari peralatan elektronik yang

anda lindungi dapat dibuat dengan cara membor tanah di tepi kantor anda sampai
kedalaman ditemukannya air. Masukanlah pipa ledeng ke dalam lubang tersebut. Dalam
mengerjakan pemboran tanah mintalah bantuan kepada tukang pembuat sumur bor yang
memiliki perangkat bor tanah yang lengkap.Pasanglah kabel tembaga khusus ground,
dengan dibagian ujungnya dipasang terlebih dahulu batang tembaga sepanjang kurang
lebih 1 - 1,5 meter.
Masukan batang tembaga kedalam lubang sampai dasar lubang. Sisa kabel
tembaga yang masih tampak di bagian ujung lubang di permukaan tanah segera
dihubungkan dengan kabel ground yang berasal dari ruang kerja anda. Agar ujung kabel
ground t ersebut tidak goyang ada baiknya ujung lubang ground tersebut ditutup dengan
semen, sehingga hanya tampak ujung kabel tembaga saja diatasnya

B. SYARAT SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF


1.

Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan
pemakaian

2. Elektroda yang ditanam dalam tanah harus :


Bahan Konduktor yang baik
Tahan Korosi
Cukup Kuat

3. Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya.


4. Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun.
5. Biaya pemasangan serendah mungkin.

C. SIFAT DAN JENIS-JENIS TANAH


TAHANAN JENIS TANAH ()
Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang
hemispherical R = /2r terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus dengan
besarnya . Untuk berbagai tempat harga ini tidak sama dan tergantung pada
beberapa faktor :
1.

sifat geologi tanah

2.

Komposisi zat kimia dalam tanah

3.

Kandungan air tanah

4.

Temperatur tanah

5.

Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.


SIFAT GEOLOGI TANAH

Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Bahan dasar dari
pada tanah relatif bersifat bukan penghantar. Tanah liat umumnya mempunyai tahanan
jenis terendah, sedang batu-batuan dan quartz bersifat sebagai insulator.
Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ) dari berbagai jenis tanah.
N
o.

TAHANAN JENIS
TANAH( ohm.meter
)

JENIS TANAH

Tanah
mengandung
1. garam

yang
air

2. Rawa

56
30

3. Tanah liat

100

4. Pasir Basah

200

5. Batu-batu kerikil basah

500

6. Pasir dan batu krikil


7. kering

1000
3000

Batu

D. MACAM-MACAM ELEKTRODA
1.Elektoda

Terpisah (separate)
Fungsi dari pada elektroda pH sebagai elektroda utama, sehingga jika ingin
digunakan harus ada referensi dalam menggunakannya.

Gabung (combine)
Fungsi elektroda utama yang direferensikan menjadi satu dalamelektroda, dan
elektroda jenis ini yang biasanya sering di temui di masyarakat.
2. Elektroda Logam:

Terpisah (separate)
a.
elektroda
potensiometri
bila
dikombinasikan
dengan
elektroda
denganlogam tunggal, bahan perak pada umumnya digunakan untuk argentometri dan
platina atau emas untuk titrasi .

b. elektroda dengan logam ganda digunakan sebagai elektroda indicator pada


voltametri atau amperometri, yang umum digunakan pada penetapan kadar air metoda
Karl Fischer.

Gabung (combine)
Elektroda gabung perak digunakan untuk titrasi Argentometri dan elektroda
gabung platina atau emas untuk titrasi dan pengukuran reduksi-oksidasi.
3. elektroda ion selektif
Elektroda ion bias terdeteksi ion-ion tertentu yang sesuai dengan sensor atau
membrannya, Yang umum dipakai untuk jenis membrane ini adalah membrane gelas untuk
ion H+ dan Na+, membrane Kristal untuk ion-ion Ca++, K+, NO4-, BF4- dan Surfaktan.
4. elektroda referensi
Fungsi
elektroda yang
menjadi
referensi
dari
elektroda
utama.Elektroda referensi memberikan tegangan yang konstan serta tidak
mengandalkan dari komposisi larutan. Maka dari itu dibuatlah konduktor logamyang ada
kaitannya dengan garam, logam itulah serta larutan yang menjadi komposisi tetapnya.
Yang umum digunakan sebagai elektrodareferensi adalah kalomel (Hg/Hg2Cl2),
elektroda referensi Hg/Hg2SO4 dan elektroda referensi Ag/AgCl.
5. elektroda karbon
Elektroda ini berfungsi sebagai elektroda utama pada pengukuran atau titrasi
redoks. Atau sebagai elektroda bantu dan elektroda referensi pada beberapa metode
titrasi.
6. sel-sel konduktifitas,
Terbagi menjadi 4 macam berdasarkan fungsi dan konstruksinya yaitu:

1. Imersi, sel ini untuk pengukuran konduktansi secara umum tetapi juga digunakan untuk
titrasi
2. Pipet, untuk pengukuran contoh yang statis atau dinamis lambat
3. Titrasi, untuk pengukuran sebagai alat bantu deteksi pada tittrasi
4. Sel jones, untuk pengukuran contoh yag mengalir dengan konduktifitas rendah sampai
tinggi sekali.
5. Sel-sel konduktifitas dilapisi oleh platina hitam,agar permukaannya lebih peka terhadap
ion-ion dalam contoh, juga untuk menghindari efek polarisasi pada contoh dengan
konduktifitas tinggi. Sel konduktifitas jenis imersi dikelilingi oleh tabung gelas untuk
mencegah kesalahan pengukuran, karena pengukuran konduktifitas harus dengan volume
contoh yang tetap untuk menghindari perubahan distribusi ion-ion dalam larutan contoh

E. NILAI TAHANAN MENURUT PUIL


Grounding adalah penghubung bagian-bagian peralatan listrik yang pada keadaan
normal tidak dialiri arus. Tujuannya adalah untuk membatasi tegangan antara bagianbagian peralatan yang tidak dialiri arus dan antara bagian-bagian ini dengan tanah sampai
pada suatu harga yang aman untuk semua kondisi operasi, baik kondisi normal maupun
saat terjadinya gangguan (trouble).
Kontinuitas penyaluran tenaga listrik sangat tergantung dari keandalan sistem
groundingnya. Sebuah bangunan gedung agar terhindar dari bahaya sambaran petir
dibutuhkan nilai tahanan grounding <5 ohm (PUIL 2000), sedangkan untuk grounding
peralatan-peralatan elekronika dibutuhkan nilai tahanan grounding <3 ohm bahkan
beberapa perangkat membutuhkan nilai tahanan grounding <1 ohm. Untuk mendapatkan
nilai tahanan grounding yang sekecil mungkin sangat sulit, karena nilai tahanan grounding
dipengaruhi beberapa factor seperti : jenis tanah, jenis sistem grounding, suhu dan
kelembaban, kandungan elektrolit tanah dan lainlain.
Untuk dapat memperkecil nilai tahanan grounding dapat dilakukan dengan
penambahan zat aditip pada tanah. Zat aditip tersebut dapat berupa garam, bentonit,
air, serbuk besi dan lain-lain. Namun zat aditif tersebut memiliki keterbatasan umur.
Zat aditif tidak dapat berfungsi dengan baik pada waktu yang cukup lama. Sebuah
sistem grounding harus dievaluasi setiap 6 bulan untuk mengetahui kelayakan operasi
sistem grounding untuk dapat dilanjutkan (PUIL,2000) akibat penurunan kualitas
tahanan grounding.

F. FATKOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN


Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :
1.

Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang ditanahkan.

2.

Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.

3.

Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.

Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan tetapi tahanan kawat
penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap impuls
frekuensi tinggi seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Untuk menghindarinya, sambungan ini di
usahakan dibuat sependek mungkin.
Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda atau
dengan kata lain tahanan jenis tanah ().

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan
Pentanahan adalah melakukan koneksi sirkuit atau peralatan ke bumi yang
bertujuan untuk mempertahankan potensial bumi pada konduktor yang terhubung dan
mengalirkan arus tanah menuju dan dari bumi
1.

Dampak kegagalan pentanahan terhadap kualitas tenaga listrik adalah level


tegangan swell dan sag, perambatan transien, harmonisa, ketidakstabilan beban fasa,
penurunan tegangan
2.

Pentanahan pada gardu induk harus memperhitungkan tahanan jenis tanah, tata
letak, arus fibrasi, jumlah batang pentanahan yang diperlukan, arus gangguan hubung
tanah, tahanan batang, ukuran konduktor kisi-kisi, tegangan sentuh, tegangan kisi-kisi
(grid), tegangan mesh, tegangan langkah yang diijinkan, tegangan langkah yang
sebenarnya, tegangan transfer.
3.

Bahaya yang timbul pada gardu induk akibat gangguan tanah adalah terjadinya
tegangan sentuh, tegangan langkah dan tegangan pindah yang membahayakan instalasi
dan manusia di sekitarnya.
4.

Pentanahan gardu induk di Indonesia menggunakan pentanahan dengan tahanan 12


Ohm, 40 Ohm, 50 Ohm, pentanahan langsung dan tanpa pentanahan.
5.

B. Saran
Dari uraian tentang pentanahan yang telah dijelaskan, untuk meningkatkan
kualitas tenaga listrik, pentanahan yang baik sangat dibutuhkan. karena pentanahan yang
baik dapat mereduksi gangguan-gangguan system transmisi yang dapat menyebabkan
penurunan kualitas tenaga listrik ke konsumen seperti swell, sag, turun tegangan, dan
transien.
http://pentanahan35.blogspot.com/2014/03/makalah-pentanahangrounding.html
http://listrik-calm.blogspot.com/2011/11/sistim-pentanahan.html

Sistem Pentanahan

Dalam sebuah instalasi listrik ada empat bagian yang harus ditanahkan atau sering juga disebut dibumikan.
Empat bagian dari instalasi listrik ini adalah:
a. Semua bagian instalasi yang terbuat dari logam (menghantar listrik) dan dengan mudah bisa disentuh
manusia. Hal ini perlu agar potensial dari logam yang mudah disentuh manusia selalu sama dengan potensial
tanah (bumi) tempat manusia berpijak sehingga tidak berbahaya bagi manusia yang menyentuhnya.
b. Bagian pembuangan muatan listrik (bagian bawah) dari lightning arrester. Hal ini diperlukan agar lightning

arrester dapat berfungsi dengan baik, yaitu membuang muatan listrik yang diterimanya dari petir ke tanah (bumi)
dengan lancar, seperti telah dijelaskan pada artikel di sini.
c. Kawat petir yang ada pada bagian atas saluran transmisi. Kawat petir ini sesungguhnya juga berfungsi
sebagai lightning arrester. Karena letaknya yang ada di sepanjang saluran transmisi, maka semua kaki tiang
transmisi harus ditanahkan agar petir yang menyambar kawat petir dapat disalurkan ke tanah dengan lancar
melalui kaki tiang saluran transmisi.
d. Titik netral dari transformator atau titik netral dari generator. Hal ini diperlukan dalam kaitan dengan keperluan
proteksi khususnya yang menyangkut gangguan hubung tanah.
Dalam praktik, diinginkan agar tahanan pentanahan dari titik-titik pentanahan tersebut di atas tidak melebihi 4
ohm.
Secara teoretis, tahanan dari tanah atau bumi adalah nol karena luas penampang bumi tak terhingga. Tetapi
kenyataannya tidak demikian, artinya tahanan pentanahan nilainya tidak nol. Hal ini terutama disebabkan oleh
adanya tahanan kontak antara alat pentanahan dengan tanah di mana alat tersebut dipasang (dalam tanah). Alat
untuk
melakukan pentanahan ditunjukkan oleh Gambar 1.
Gambar 1. Macam-macam alat pentanahan.
Dari gambar 1 tampak bahwa ada empat alat pentanahan, yaitu:
1. Batang pentanahan tunggal (single grounding rod).
2. Batang pentanahan ganda (multiple grounding rod). Terdiri dari beberapa batang tunggal yang dihubungkan
paralel.
3. Anyaman pentanahan (grounding mesh), merupakan anyaman kawat tembaga.
4. Pelat pentanahan (grounding plate), yaitu pelat tembaga.
Tahanan pentanahan selain ditimbulkan oleh tahanan kontak tersebut diatas juga ditimbulkan oleh tahanan
sambungan antara alat pentanahan dengan kawat penghubungnya. Unsur lain yang menjadi bagian dari
tahanan pentanahan adalah tahanan dari tanah yang ada di sekitar alat pentanahan yang menghambat aliran
muatan listrik (arus listrik) yang keluar dari alat pentanahan tersebut. Arus listrik yang keluar dari alat pentanahan
ini menghadapi bagian-bagian tanah yang berbeda tahanan jenisnya. Untuk jenis tanah yang sama, tahanan
jenisnya dipengaruhi oleh kedalamannya. Makin dalam letaknya, umumnya makin kecil tahanan jenisnya, karena
komposisinya makin padat dan umumnya juga lebih basah. Oleh karena itu, dalam memasang batang
pentanahan, makin dalam pemasangannya akan makin baik hasilnya dalam arti akan didapat tahanan
pentanahan yang makin rendah.
Gambar 2. Batang pentanahan beserta aksesorisnya.
Gambar 2 menggambarkan batang pentanahan beserta aksesorisnya, yaitu; (1) Konduktor tanah, (2)
Penghubung antara konduktor dengan elektroda tanah, dan (3) Elektroda tanah.
Gambar 3. Batang pentanahan dan lingkaran pengaruhnya (sphere of influence).
Sedangkan gambar 3 menggambarkan batang pentanahan beserta lingkaran pengaruhnya (sphere of influence)
didalam tanah. Tampak bahwa makin dalam letaknya di dalam tanah sampai kedalaman yang sama dengan
kedalaman batang pentanahan, dan lingkaran pengaruh ini makin dekat dengan batang pentanahan. Hal ini
disebabkan oleh adanya variasi tahanan jenis tanahnya, seperti ditunjukan oleh tabel tahanan jenis tanah
dibawah ini.

Tabel 1. Tahanan jenis berbagai macam tanah dan tahanan pentanahannya.


Tabel 1 menunjukkan tahanan jenis berbagai macam tanah serta tahanan pentanahan dengan berbagai
kedalaman dan apabila digunakan pita pentanahan (grounding strip) dengan berbagai ukuran panjang. Dari tabel
terlihat bahwa untuk memperoleh tahanan pentanahan 6 di humus lembab, maka batang pentanahannya
cukup dipancang sedalam 5 meter tetapi bila di pasir kering kedalamannya harus 165 meter

Diposkan oleh Sunny di 16:41 0 komentar


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Pentanahan
Pentanahan (Grounding)
Sambungan ke tanah diperlukan untuk melindungi peralatan peralatan komunikasi dan personal
terhadap bahaya petir atau kesalahan pada power sistem dan juga dapat berfungsi sebagai service
pada suatu sistem.

Untuk merencanakan suatu sistem pentanahan ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan,
antara lain Tahanan Jenis Tanah, Struktur tanah, keadaan lingkungan, biaya, ukuran dan bentuk
sistemnya.

Biasanya tahanan pentanahan yang lebih rendah sangat efektif, tetapi biaya menjadi besar. Untuk
itu perlu dipertimbangkan efek fungsi dan ekonomisnya. Oleh karena itu perlu kiranya bagi kita
untuk dapat merencanakan dan membuat sistem pentanahan yang sesuai dengan keperluannya.

SYARAT SYARAT SISTEM PENTANAHAN YANG EFEKTIF


1.
Tahanan pentanahan harus memenuhi syarat yang di inginkan untuk suatu keperluan
pemakaian
2.

Elektroda yang ditanam dalam tanah harus :

Bahan Konduktor yang baik

Tahan Korosi

Cukup Kuat

3.

Jangan sebagai sumber arus galvanis

4.

Elektroda harus mempunyai kontak yang baik dengan tanah sekelilingnya.

5.

Tahanan pentanahan harus baik untuk berbagai musim dalam setahun.

6.

Biaya pemasangan serendah mungkin.

FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TAHANAN PENTANAHAN

Tahanan pentanahan suatu elektroda tergantung pada tiga faktor :


1.
Tahanan elektroda itu sendiri dan penghantar yang menghubungkan ke peralatan yang
ditanahkan.
2.

Tahan kontak antara elektroda dengan tanah.

3.

Tahanan dari massa tanah sekeliling elektroda.

Namun demikian pada prakteknya tahanan elektroda dapat diabaikan, akan tetapi tahanan kawat
penghantar yang menghubungkan keperalatan akan mempunyai impedansi yang tinggi terhadap
impuls frekuensi tinggi seperti misal pada saat terjadi lightningdischarge. Untuk menghindarinya,
sambungan ini di usahakan dibuat sependek mungkin.

Dari ketiga faktor tersebut diatas yang dominan pengaruhnya adalah tahanan sekeliling elektroda
atau dengan kata lain tahanan jenis tanah ().

TAHANAN JENIS TANAH ()


Dari rumus untuk menentukan tahanan tanah dari statu elektroda yang hemispherical R =
/2r terlihat bahwa tahanan pentanahan berbanding lurus dengan besarnya . Untuk berbagai
tempat harga ini tidak sama dan tergantung pada beberapa faktor :
1.

sifat geologi tanah

2.

Komposisi zat kimia dalam tanah

3.

Kandungan air tanah

4.

Temperatur tanah

5.

Selain itu faktor perubahan musim juga mempengaruhinya.

Sifat Geologi Tanah


Ini merupakan faktor utama yang menentukan tahanan jenis tanah. Bahan dasar dari pada tanah
relatif bersifat bukan penghantar. Tanah liat umumnya mempunyai tahanan jenis terendah, sedang
batu-batuan dan quartz bersifat sebagai insulator.

Tabel dibawah ini menunjukkan harga-harga ( ) dari berbagai jenis tanah.


Tabel. 1

N
o.

JENIS TANAH

1. Tanah
mengandung
2. garam

yang
air

TAHANAN JENIS
TANAH( ohm.met
er )

56
30

3. Rawa

100

4.

200

Tanah liat
5.
6.
7.

Pasir Basah
Batu-batu kerikil basah
Pasir dan batu krikil
kering

500
1000
3000

Batu

KOMPOSISI ZAT ZAT KIMIA DALAM TANAH


Kandungan zat zat kimia dalam tanah terutama sejumlah zat organik maupun anorganik yang
dapat larut perlu untuk diperhatikan pula. Didaerah yang mempunyai tingkat curah hujan tinggi
biasanya mempunyai tahanan jenis tanah yang tinggi disebabkan garam yang terkandung pada
lapisan atas larut. Pada daerah yang demikian ini untuk memperoleh pentanahan yang efektif yaitu
dengan menanam elektroda pada kedalaman yang lebih dalam dimana larutan garam masih
terdapat.

KANDUNGAN AIR TANAH


Kandungan air tanah sangat berpengaruh terhadap perubahan tahanan jenis tanah ( ) terutama
kandungan air tanah sampai dengan 20%. Dalam salah satu test laboratorium untuk tanah merah
penurunan kandungan air tanah dari 20% ke 10% menyebabkan tahanan jenis tanah naik
samapai 30 kali.Kenaikan kandungan air tanah diatas 20% pengaruhnya sedikit sekali.

TEMPERATUR TANAH
Temperatur bumi pada kedalaman 5 feet (= 1,5 m) biasanya stabil terhadap perubahan
temperatur permukaan. Bagi Indonesia daerah tropic perbedaan temperatur selama setahun tidak
banyak, sehingga faktor temperatur boleh dikata tidak ada pengaruhnya.

ELEKTRODA PENTANAHAN

Jenis Elektroda pentanahan


Pada dasarnya ada 3 (tiga) jenis elektroda yang digunakan pada sistem pentanahan yaitu :
1.

Elektroda Batang

2.

Elektroda Pelat

3.

Elektroda Pita

Elektroda elektroda ini dapat digunakan secara tunggal maupun multiple dan juga secara
gabungan dari ketiga jenis dalam suatu sistem.

ELEKTRODA BATANG
Elektroda batang terbuat dari batang atau pipa logam yang di
tanam vertikal di dalam tanah. Biasanya dibuat dari bahan tembaga, stainless steel atau
galvanised steel. Perlu diperhatikan pula dalam pemilihan bahan agar terhindar dari galvanic

couple
Ukuran
diameter 5/8
Panjang

yang

dapat

menyebabkan
Elektroda

feet

korosi.
:
- 3/4
feet

Elektroda batang ini mampu menyalurkan arus discharge petir maupun untuk pemakaian
pentanahan yang lain.

ELEKTRODA PELAT

Bentuk elektroda pelat biasanya empat persegu atau empat persegi


panjang yang tebuat dari tembaga, timah atau pelat baja yang ditanam didalam tanah. Cara
penanaman biasanya secara vertical, sebab dengan menanam secara horizontal hasilnya tidak
berbeda jauh dengan vertical. Penanaman secara vertical adalah lebih praktis dan ekonomis.

ELEKTRODA PITA

Elektroda pita jenis ini terbuat dari bahan metal


berbentuk pita atau juga kawat BCC yang di tanam di dalam tanah secara horizontal sedalam 2
feet. Elektroda pita ini bisa dipasang pada struktur tanah yang mempunyai tahanan jenis rendah
pada permukaan dan pada daerah yang tidak mengalami kekeringan. Hal ini cocok untuk daerah
daerah pegunungan dimana harga tahanan jenis tanah makin tinggi dengan kedalaman.

PENGKONDISIAN TANAH
Bagi daerah daerah yang mempunyai struktur tanah dengan tahanan jenis tanah yang tinggi
untuk memperoleh tahanan pentanahan yang diinginkan seringkali sukar diperoleh. Ada tiga cara
untuk mengkondisikan tanah agar pada lokasi elektroda ditanam tahanan jenis tanah menjadi
rendah, yaitu :
1.
Dengan membuat lubang penanaman elektroda yang lebar dan dimasukkan mengelilingi
elektroda tersebut bahan bahan seperti tanah liat atau cokas.
2.
Mengelilingi elektroda pada statu jarak tertentu diberi zat-zat nimia yang mana akan
memperkecil tahanan jenis tanah di sekitarnya. Zat-zat nimia yang biasa di pakai adalah sodium
chloride, calsium chloride, magnesium sulfat, dan coper sulfat.
3.
Dengan
Bentonite.
Bubuk bentonita bersifat mengabsorb air, karena itu dengan mencampur bubuk bentonite, garam
dapur dan air maka campuran bentonite tersebut dapat menghasilkan tahanan jenis tanah yang
rendah. Dengan menanamkan campuran bentonite tersebut disekeliling elektroda maka tahanan
pentanahandapat
diperkecil
1/10

1/15 kali.
Komposisi campuran bentonite menurut perbandingan :Bentonite : garam dapur : air = 1 : 0,2 : 2