Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG
Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah adalah upaya

pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan secara terpadu, sadar, berencana,


terarah,

dan

bertanggungjawab

dalam

menamakan,

menumbuhkan,

mengembangkan dan membimbing untuk menghayati, menyenangi dan


melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. UKS
adalah salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan
derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin.
Dalam UU No.23 Tahun 1992 dinyatakan bahwa Pembangunan kesehatan
bertujuan mewujudkan tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap
penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakan yang optimal
sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan Nasional. Selain itu pada
Bab V pasal

45

disebutkan bahwa Kesehatan diselenggarakan untuk

meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup


sehat, sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara
harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Sedangkan dalam

UU No. 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional dinyatakan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan


kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. Diantara
tujuan tersebut terdapat tujuan yang menyangkut kesehatan baik kesehatan
jasmani maupun kesehatan mental sosial, dimana keduanya sangat mempengaruhi
terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.

Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang
berkualitas yaitu sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial serta
mempunyai produktivitasi yang optimal.
Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental dan sosial
serta

mempunyai

produktivitas

yang

optimal

diperlukan

upaya-upaya

pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus-menerus yang dimulai sejak


dalam kandungan, balita, usia sekolah sampai dengan usia lanjut.
Pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah merupakan salah
satu upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditunjukan kepada
peserta didik (usia sekolah), yang merupakan salah satu mata rantai yang penting
dalam meningkatkan kualitas fisik penduduk.
Peserta didik merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai tingkat
kesehatan yang lebih baik bila dibandingkan dengan berbagai kelompok
masyarakat lainnya, meskipun demikian kelompok ini merupakan kelompok yang
rawan karena berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan.
Dari berbagai hasil penelitian maupun pengamatan yang dilakukan baik oleh
Departemen Pendidkan Nasional, Departemen Kesehatan, Departemen Agama,
Departemen Dalam Negeri dapat disimpulkan berbagai kondisi sebagai berikut.
1.

Pelaksanaan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah, ditinjau dari segi


sarana/prasarana, pengetahuan dan sikap peserta didik di bidang kesehatan,
warung sekolah, makanan sehari-hari/gizi, kesehatan gigi, kesehatan pribadi
dan sebagainya secara umum memperlihatkan bahwa prinsip hidup sehat dan
derajat kesehatan peserta didik belum mencapai tingkat yang diharapkan.

2.

Sasaran pelaksanaan UKS di tinjau dari cakupan (coverage) sekolah, peserta


didik, tenaga pendidikan, dan sarana prasarana masih belum memadai.

3.

Ancaman sakit terhadap murid masih tinggi dengan adanya penyakit endemis
dan kekurangan gizi.

4.

Masalah kesehatan anak usia sekolah meliputi:


a.

Masalah yang berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS),


seperti: kecacingan, diare, caries gigi/ gigi berlubang

b.

Masalah yang berkaitan

dengan faktor beresiko (penyalahgunaan

Narkoba, seks bebas, penyakit Infeksi Menular Seksual termasuk


HIV/AIDS; Infeksi Saluran Reproduksi)
c.

Masalah gizi (gizi kurang, gizi buruk, gizi lebih, anemia)

d.

Gangguan kesehatan yang berkaitan dengan sanitasi dasar (air bersih,


jamban/WC dan pembuangan air limbah) yang kurang memenuhi syarat
kesehatan, seperti: Typhus, cholera, disentri.

5.

Masalah Suber Daya Manusia (SDM)


a.

Kurangnya guru yang mengajar

pendidikan kesehatan/ guru yang

menangani UKS (Guru Pembina UKS)


b.

Kader kesehatan sekolah (dokter kecil)

perlu dilatih dalam bidang

kesehatan (pedidikan dan pelayanan)


6.

Terbatasnya sarana dan prasarana UKS, seperti:


a.

UKS kit (peralatan) dan ruang UKS

b. Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) seperti poster, leaflet,


lembar balik, KMS dan lain lain
c. Buku/ pedoman dibidang Pembinaan, Pelaksanaan dan pengembangan
UKS
d.
7.

Sekretariat Tim Pembina UKS yang belum optimal berfungsi.

Masih belum optimalnya kerja sama lintas program maupun lintas sektor
dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan UKS

8.

Monitoring dan efaluasi yang belum optimal; yang disebabkan karena


a.

Belum diaktifkan baik secara berkala maupun insidentil

b.

Belum adanya petugas khusus yang menangani Monitoring dan Evaluasi

Semua hal tersebut menunjukan masih banyaknya tantangan dalam


pelaksanaan program UKS. Oleh karena itu intensitas pembinaan program UKS
senantiasa perlu ditingkatkan.

B.

PENGERTIAN, TUJUAN, SASARAN, RUANG LINGKUP, DAN


LANDASAN HUKUM
1. Pengertian

a.

Pengertian Kesehatan
Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 dijelaskan bahwa pengertian
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial dan
ekonomis.

b.

Sekolah
Yang dimaksud dengan sekolah adalah Sekolah Dasar Negeri temiyang II
Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu

c.

Peserta Didik
Yang dimaksud dengan peserta didik ialah semua anak yang mengikuti
pendidikan di SD Negeri 001 Loa Janan

d.

Usaha Kesehatan Sekolah


Yang dimaksud dengan Usaha Kesehatan Sekolah adalah segala usaha yang
dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah di SD Negeri
001 Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara

e.

Warga Sekolah
Yang dimaksud dengan warga sekolah ialah setiap orang yang berperan
didalam proses belajar mengajar di SD Negeri 001 Kecamatan Loa Janan
Kabupaten Kutai Kartanegara

f.

Masyarakat Lingkungan Sekolah


Adalah seluruh masyarakat yang berada di lingkungan SD Negeri 001
Kecamatan Loa Janan

2. Tujuan UKS
Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah untuk meningkatkan mutu
pendidikan

dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku

hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan
lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan

yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia


seutuhnya.
Sedangkan secara khusus tujuan UKS adalah untuk memupuk kebiasaan
hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik yang di dalamnya
mencakup:
a. Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip
hidup sehat, serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan
di sekolah dan di perguruan agama, di rumah tangga, maupun di lingkungan
masyarakat;
b.

Sehat, baik dalam arti fisik, mental, sosial maupun lingkungan; dan

c. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk,


penyalahgunaan narkoba, alkohol dan kebiasaan merokok serta hal-hal yang
berkaitan dengan masalah pornografi dan masalah sosial lainnya.
3. Sasaran UKS
Sasaran UKS meliputi :
a. Sasaran primer
b.

: Peserta didik

Sasaran sekunder

: Guru, pegawai sekolah, orang tua siswa, dan


masyarakat lingkungan sekolah

4. Ruang Lingkup Program UKS


Ruang lingkup UKS adalah ruang lingkup yang tercermin dalam Program
Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS UKS), yaitu sebagai berikut :
a.

Penyelenggaraan Pendidikan Kesehatan, yang meliputi aspek :


1) Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk senantiasa
berperilaku hidup sehat
2)

Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal


terhadap pengaruh buruk dari luar

3)

Pelatihan

dan

penanaman

pola

hidup

sehat

agar

dapat

diemplementasikan dalam kehidupan sehari-hari


b. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah antara lain dalam bentuk:

1)

Pelayanan kesehatan, termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja


(PKPR)

2)

Pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik

3)

Pemeriksaan berkala

4)

Pengobatan ringan dan P3K maupun P3P

5)

Pencegahan penyakit (imunisasi), Pemberantasan Sarang Nyamuk


(PSN), Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Pendidikan Kecakapan
Hidup Sehat (PKHS) atau Life Skills Education

6)

Penyuluhan kesehatan dan konseling

7)

Pengawasan warung sekolah

8)

Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)

9)

Pencatatan dan pelaporan tentang keadaan penyakit dan status gizi


dan hal lainnya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan

10) Rujukan kesehatan ke Puskesmas


11) Pengukuran tingkat kesegaran jasmani
c. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental, sosial
maupun lingkungan yang meliputi :
1)

Pelaksanaan 7K (kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban,


keamanan, kerindangan, kekeluargaan)

2)

Pembinaan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan termasuk bebas asap


rokok

3)

Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai


sekolah, orang tua murid dan masyarakat sekitar)

5. Landasan Hukum
Sebagai suatu kegiatan yang diselenggarakan melalui kerjasama lintas
sektoral, landasan hukum Usaha Kesehatan Sekolah adalah :
a. Undang-Undang Nomor 23 Tahun1992, tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3495)

b. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintahan Daerah


(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 3839) yang disempurnakan menjadi UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004
c. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2000 tentang Program Pembangunan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 206)

BAB II

ORGANISASI TIM PELAKSANA UKS


Untuk lebih memfokuskan pelaksanaan tiga program pokok UKS di SD
Negeri 001 Loa Janan , maka dibentuk Tim Pelaksana UKS.
A.

Fungsi Tim Pelaksana UKS


Tim Pelaksana UKS di SD Negeri Temiyang II berfungsi sebagai

penanggungjawab dan pelaksana program UKS di SD Negeri 001 Loa Janan I


berdasarkan perioritas kebutuhan dan kebijakan yang di tetapkan oleh TP UKS
Kab/ Kota.
B.

Tugas Tim Pelaksana UKS


1.

Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pendidikan kesehatan,


pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah
sehat sesuai ketentuan dan petunjuk yang telah ditetapkan/ dan atau
diberikan oleh Pembina UKS;

2.

Menjalin kerjasama yang serasi dengan orang tua murid, instansi lain
dan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan UKS di SD Negeri
Temiyang II;

3.

Mengadakan penilaian/evaluasi, menyusun dan menyampaikan laporan


tengah tahunan kepada TP UKS Kecamatan sesuai ketentuan dengan
tembusan kepada instansi terkait.

C.

Susunan Anggota Tim Pelaksana UKS


Tim Pelaksana UKS SD Negeri 001 Loa Janan
1.

Pembina

2.

Ketua

3.

Sekretaris I :

4.

Sekretaris II:

5.

Anggota

a.

BAB III

PROGRAM KEGIATAN UKS


Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta
didik dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui
pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah
sehat (Trias UKS)
A.

Pendidikan Kesehatan
1. Tujuan Pendidikan Kesehatan
Tujuan Pendidikan kesehatan ialah agar peserta didik :
a.

Memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup


sehat dan teratur;

b.

Memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup sehat;

c.

Memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan


dengan pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan;

d.

Memiliki kebiasaan hidup sehari-hari yang sesuai dengan syarat


kesehatan;

e.

Memiliki kemampuan dan kecakapan (Life Skills) untuk


berperilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari;

f.

Memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi badan secara


harmonis (Proporsional);

g. Mengerti dan dapat menerapkan prinsip-prinsip pengutamaan


pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan
keselamatan dalam kehidupan sehari-hari;
h.

Memiliki daya tangkal terhadap pengaruh buruk dari luar (narkoba,


arus informasi, dan gaya hidup yang tidak sehat);

i.

Memiliki tingkat kesegaran jasmani yang memadai dan derajat


kesehatan yang optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang
baik terhadap penyakit.

2. Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan

Pelaksanaan pendidikan kesehatan diberikan melalui :


a.

Kegiatan kurikuler
Pelaksanaan pendidikan kesehatan melalui kegiatan kurikuler adalah

pelaksanaan pendidikan pada jam pelajaran. Pelaksanaan pendidikan kesehatan


sesuai dengan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) khususnya pada
standar isi yang telah diatur dalam Peraturan Mendiknas Nomor 22 Tahun 2006
pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.
Pelaksanaanya diberikan melalui peningkatan pengetahuan penanaman nilai
dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat dan peningkatan keterampilan
dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan dan
perawatan kesehatan.
Materi pendidikan kesehatan mencakup :
1)

Menjaga kebersihan diri

2)

Mengenal pentingnya imunisasi

3)

Mengenal makanan sehat

4)

Mengenal bahaya penyakit diare, demam berdarah, dan influenza

5)

Menjaga kebersihan lingkungan (sekolah dan rumah)

6)

Membiasakan membuang sampah pada tempatnya

7)

Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi

8)

Mengenal bahaya merokok bagi kesehatan

9)

Mengenal bahaya minuman keras

10) Mengenal bahaya narkoba


11) Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba
12) Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual, dan
13) Memahami cara menghadapi berbagai bencana alam
b.

Kegiatan ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran biasa

(termasuk kegiatan pada waktu libur) yang dilakukan di sekolah ataupun diluar
sekolah dengan tujuan antara lain untuk memperluas pengetahuan dan

keterampilan siswa serta melengkapi upaya pembinaan manusia Indonesia


seutuhnya.
Kegiatan ekstrakurikuler mencakup kegiatan yang berkaitan dengan
pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan kehidupan
sekolah sehat (UKS).
1)

Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan


antara lain:

2)

a)

Wisata siswa

b)

Kemah (persami)

c)

Ceramah, diskusi

d)

Lomba-lomba antar kelas maupun antar sekolah

e)

Bimbingan hidup sehat

f)

Warung sekolah sehat

g)

Apotik hidup

h)

Kebun sekolah

Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan


(sekaligus merupakan upaya pendidikan) bimbingan hidup sehat berupa :
a)

b)
3)

Penyuluhan keterampilan, latihan keterampilan antara lain :


-

Dokter Kecil

Kader Kesehatan Remaja

Palang Merah Remaja

Saka Bakti Husada/ Pramuka/ Santri Husada

Membangun kegiatan posyandu pada masa liburan sekolah

Kegiatan ekstrakurikuler yang berkaitan dengan pembinaan lingkungan


kehidupan sekolah sehat
a)

Kerja bakti kebersihan

b)

Lomba sekolah sehat

c)

Lomba yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan

d)

Pembinaan kebersihan lingkungan mencakup pemberantasan sumber


penularan penyakit

e)
B.

Piket sekolah seperti dalam pelaksanaan 7K

Pelayanan Kesehatan
Pelayanan kesehatan adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan

(preventif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan terhadap peserta didik


dan lingkungannya.
1. Tujuan Pelayanan Kesehatan
Tujuan pelaksanaan kesehatan ialah :
a.

Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan


hidup sehat dalam rangka membentuk perilaku hidup sehat

b.

Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit


dan mencegah terjadinya penyakit, kelainan dan cacat

c.

Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat


penyakit/

kelainan

pengembalian

fungsi

dan

peningkatan

kemampuan peserta didik yang cidera/ cacat agar dapat berfungsi


optimal.
2. Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
Pelaksanaan pelayanan kesehatan dilakukan melalui :
a. Kegiatan Peningkatan (Promotif)
Kegiatan peningkatan (promotif) dilaksanakan melalui kegiatan
penyuluhan kesehatan dan latihan keterampilan yang dilaksanakan
secara ekstrakurikuler, yaitu :
1)

Latihan keterampilan teknis dalam rangka pemeliharaan


kesehatan, dan pembentukan peran serta aktif peserta didik
dalam pelayanan kesehatan, antara lain :

2)

Dokter Kecil

Kader Kesehatan Remaja

Palang Merah Ramaja, dan

Pembinaan sarana keteladanan yang ada di lingkungan


sekolah antara lain :
- Pembinaan warung sekolah

- Lingkungan sekolah yang


terpelihara dan bebas dari faktor pembawa penyakit
3)

Pembinaan keteladanan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

b.

Kegiatan Pencegahan (Preventif)


Kegiatan pencegahan dilaksanakan melalui kegiatan peningkatan daya tahan
tubuh, kegiatan pemutusan mata rantai penularan penyakit dan kegiatan
penghentian proses penyakit pada tahap dini sebelum timbul penyakit, yaitu :

1)

Pemeliharaan kesehatan yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus untuk
penyakit-penyakit tertentu, antara lain demam berdarah, kecacingan, muntaber.

2)

Penjaringan (screening) kesehatan bagi anak yang baru masuk sekolah

3)

Pemeriksaan berkala kesehatan setiap 6 bulan

4)

Mengikuti (memonitor/memantau) pertumbuhan peserta didik

5)

Imunisasi peserta didik kelas I dan kelas VI di sekolah dasar/ madrasah


ibtidaiyah

6)

Upaya pencegahan penularan penyakit dengan jalan memberantas sumber infeksi


dan pengawasan kebersihan lingkungan sekolah dan perguruan agama

7)

Konseling kesehatan remaja di sekolah dan perguruan agama oleh kader


kesehatan sekolah, guru BP dan guru agama, dan puskesmas oleh dokter
puskesmas atau tenaga kesehatan lain

c. Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif)


Kegiatan penyembuahan dan pemulihan dilakukan dengan melalui kegiatan
mencegah komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit atau untuk
meningkatkan kemampuan peserta didik yang cidera atau cacat agar dapat
berfungsi optimal, yaitu :
1)

Diagnosa diri

2)

Pengobatan ringan

3)

Pertolongan pertama pada kecelakaan dan pertolongan pertama pada penyakit,


dan

4)

Rujukan medik

3. Metoda Pelayanan Kesehatan


Pelayanan kesehatan di sekolah, dilakukan sebagai berikut :
a.

Sebagian kegiatan pelayanan kesehatan dapat didelegasikan kepada guru apabila


di sekolah sudah ada guru yang telah ditatar atau dibimbing tentang UKS oleh
puskesmas. Kegiatan yang dapat didelegasikan itu adalah kegiatan promotif,
preventif, dan kuratif sederhana yang dilakukan pada saat terjadi kecelakaan atau
penyakit. Dalam hal ini kegiatan tersebut selain menjadi kegiatan pelayanan, juga
menjadi kegiatan pendidikan. Kegiatan pelayanan kesehatan ini diawasi oleh
puskesmas

b.

Sebagian lagi kegiatan pelayanan kesehatan hanya boleh dilakukan oleh petugas
puskesmas dan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan secara
terpadu (antara Kepala Sekolah dengan petugas puskesmas).
Pelayanan Kesehatan Puskesmas, diberikan bagi peserta didik yang dirujuk dari
sekolah (khusus untuk kasus yang tidak dapat diatasi di sekolah).

C.

Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat


Program pembinaan lingkungan sekolah sehat mencakup hal-hal sebagai berikut:

1. Program Pembinaan Lingkungan Sekolah


a.

Lingkungan Fisik Sekolah meliputi :

1) Penyediaan air bersih;


2) Pemeliharaan dan penampungan air bersih;
3) Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah;
4) Pengadaan dan pemeliharaan air limbah;
5) Pemeliharaan WC/ jamban/ urinoir;
6) Pemeliharaan kamar mandi;

7) Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang


laboratorium, dan ruang ibadah;
8) Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah (termasuk
penghijauan sekolah);
9)

Pengadaan dan pemeliharaan warung/ kantin sekolah; dan

10) Pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah


b.

Lingkungan Mental dan Sosial


Program pembinaan lingkungan mental dan sosial yang sehat dilakukan
melalui

usaha

pemantapan

sekolah

sebagai

lingkungan

pendidikan

(Wiyatamandala) dengan meningkatkan pelaksanaan konsep ketahanan sekolah


(7K), sehingga tercipta suasana dan hubungan kekeluargaan yang akrab dan erat
antara sesama warga sekolah. Selain peningkatan pelaksanaan konsep 7K program
pembinaan dilakukan dalam bentuk kegiatan antara lain :
1) Konseling kesehatan
2) Bakti sosial masyarakat sekolah terhadap lingkungan
3) Perkemahan
4) Penjelajahan, heking/ darmawisata
5) Teater, musik, olahraga
6) Kepramukaan, PMR, Dokter Kecil dan kader Kesehatan Remaja, dan
7) Karnaval, bazar, lomba.
2. Pembinaan Lingkungan Keluarga
Pembinaan Lingkungan Keluarga bertujuan
a.

Meningkatkan pengetahuan orang tua peserta didik tentang hal-hal yang


berhubungan dengan kesehatan; dan

b.

Meningkatkan kemampuan dan partisipasi orang tua peserta didik dalam


pelaksanaan hidup sehat.
Pembinaan lingkungan keluarga dapat dilakukan antara lain dengan :

a.

Kunjungan rumah yang dilakukan oleh pelaksana UKS;

b.

Ceramah kesehatan yang dapat diselenggarakan di sekolah dengan bekerja sama


dengan dewan sekolah, atau dipadukan dengan kegiatan di masyarakat

3. Pembinaan Masyarakat Sekitar


a.

Pembinaan dengan cara pendekatan kemasyarakatan dapat dilakukan oleh kepala


sekolah/ madrasah dan pondok pesantren, guru, pembina UKS. Misalnya dengan
jalan membina hubungan baik/ kerjasama dengan masyarakat/ LKMD/ dewan
kelurahan, ketua RT/ RW, dan organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya;

b.

Penyelenggaraan ceramah tentang kesehatan dan pentingnya arti pembinaan


lingkungan sekolah sebagai lingkungan belajar yang sehat. Untuk ini masyarakat
diundang ke sekolah. Pembicara dapat dimintakan dari Puskesmas, pemerintah
daerah setempat, nara sumber lainnya misalnya dari LSM;

c.

Penyuluhan massa baik secara tatap muka maupun melalui media cetak dan audio
visual;

d.

Menyelenggarakan proyek panduan di sekolah/ madrasah/ pondok pesantren.

BAB IV
PE N UTU P
Dengan selesainya penyusunan Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
ini diharapkan dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan UKS di SD Negeri
Temiyang II, sehingga Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Sekolah (TRIAS
UKS) bisa terlaksana sebagaimana yang diharapkan oleh berbagai pihak.
Terlaksananya TRIAS UKS di SD Negeri Temiyang II dengan baik
mudah-mudahan bisa mengatasi masalah kesehatan pada anak sekolah khususnya
peserta didik di SD Negeri Temiyang II Kecamatan Kroya Kabupaten Indramayu.
Penyusunan program UKS SD Negeri Temiyang II ini telah diupayakan
semaksimal mungkin, namun Tim Pelaksana UKS SD Negeri Temiyang II
menyadari bahwa program ini masih terdapat banyak kekurangan dan
kelemahannya. Oleh karena itu diharapkan saran dan kritik yang konstruktif dari
berbagai pihak demi kesempurnaan program ini di tahun mendatang.