Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH SISTEM REPRODUKSI

VAGINITIS

Disusun oleh :
1. BASKORO ABIE ARIF HENDARTO ( 111.0019)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
SURABAYA 2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul VAGINITIS tepat pada waktunya. Makalah ini
menjelaskan tentang penyakit vaginitis. Pembuatan makalah ini bertujuan untuk memberikan
wawasan kepada para mahasiswa tentang apa dampak dari penyakit vaginitis dan sebagai tambahan
nilai untuk memperbaiki nilai pada mata kuliah sistem reproduksi.
Dalam kerendahan hati penulis mengakui dan menyadari bahwa penyusunan ini masih jauh
dari kata sempurna. Maka dari itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk
kesempurnaan tugas kami selanjutnya.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................................................1
KATA PENGANTAR................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................4
A.Latar Belakang........................................................................................................................4
B. Tujuan....................................................................................................................................5
C. Manfaat..................................................................................................................................5
BAB II TINJAUAN TEORI.......................................................................................................6
A. Definisi...................................................................................................................................6
B. Penyebab................................................................................................................................6
C. Gejala.....................................................................................................................................7
D.Diagnosa.................................................................................................................................8
E. Pengobatan.............................................................................................................................9
F. Pencegahan...........................................................................................................................10
BAB III ASUHAN KEBIDANAN (SOAP).............................................................................11
BAB IV PENUTUP..................................................................................................................14
A. Kesimpulan.........................................................................................................................14
B. Saran.....................................................................................................................................14
Daftar Pustaka...........................................................................................................................15

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kebanyakan wanita pemberitahuan dari waktu ke waktu bahwa mereka memiliki
cairan dari vagina. Ini adalah proses normal yang menjaga daerah mukosa vagina lembab.
Tetapi tidak hanya itu daerah vagina yang lembab bisa berubah menjadi sarang
berkumpulnya bakteri-bakteri,jamur serta virus yang bisa dengan mudah hidup di daerah
tersebut dan bisa menimbulkan penyakit,seperti yang terdapat di daerah vagina yang biasa di
sebut sebagai vaginitis.
Vaginitis adalah suatu peradangan pada lapisan vagina. Vaginitis dapat terjadi secara
langsung pada luka vagina atau melalui luka perineum, permukaan mokusa membengkak dan
kemerahan, terjadi ulkus dan getah mengandung nanah yang keluar dari daerah ulkus.
Vaginitis di sebabkan oleh jamur dan bakteri akibat tidak bersihnya genetalia,gejala
pada vaginitis biasanya di sertai keluar cairan vagina atau keputihan yang abnormal,di
katakan abnormal karena keputihan tersebut sangat berlebihan berbau dan terjadi iritasi di
sekitar vagina,vaginitis bisa juga di sebabkan bawaan pada saat bersalin karena kurangnya
keseterilan dari alat atau dari henskun si penolong yang kurang seteril.
Asuhan kebidanan patologi pada ibu nifas dengan Vaginitis meliputi data subyektif
dan data obyektif. Data subyektif berisi identitas,alasan datang. Sedangkan data obyektif
berisi tanda-tanda vital,pemeriksaan fisik.
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
a. Diharapkan tenaga kesehatan mampu mengumpulkan semua data fokus yang di
butuhkan baik melalui anamnesa maupun pemeriksaan untuk menilai keadaan klien
secara menyeluruh.
b. Diharapkan tenaga kesehatan menginterpretasikan data dengan tepat untuk
mengidentifikasi diagnosa atau masalah dan kebutuhan.
c. Diharapkan tenaga kesehatan mampu mengidentifikasi diagnosa dan masalah
potensia/mungkin timbul agar dapat diantisipasi penangananya

d. Diharapkan tenaga kesehatan mampu menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera


sehinga tindakan dapat segera direncanakan untuk dilakukan tindakan konsultasi atau
kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien
e. Diharapkan tenaga kesehatan mampu menyusun rencana asuhan secara menyeluruh
dengan tepat dan rasional sesuai langkah-langkah sebelumnya.
f. Diharapkan tenaga ksehatan mampu melaksanakan asuhan yang telah direncanakan
dengan memperhatikan efisiensi dan tindakan yang aman.
g. Diharapkan tenaga kesehatan mampu melakukan evisiensi pelaksanaan rencana
asuhan.
2. Tujuan Khusus
Diharapkan tenaga kesehatan mampu melaksanakan Asuhan dengan Menggunakan SOAP
yang meliput:
a. Mampu melakukan anamnesa subyektif dengan pengumpulan data pada ibu post
partum dengan Vaginitis
b. Mampu Melakukan pemeriksaan Obyektif terhadap ibu post partum dengan Vaginitis
c. Mampu Melakukan dan menentukan diagnosa terhadap ibu post partum dengan
Vaginitis
d. Mampu melakukan dan menentukan perencanaan dan mempu mengefaluasi ibu post
partum dengan vaginitis.
e.

Mampu menyari penyebab dan cara mengatasi dari penyakit vaginitis.

C. MANFAAT.
1. Bagi Penulis
Dapat menerapkan ilmu yang telah di dapat dimeja perkuliahan,terutama yang
berhubungan dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas vaginitis.
2. Bagi Lahan
Dapat mengefaluasi kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu
nifas dengan Vaginitis.

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Definisi Vaginitis
Vaginitis adalah peradangan dari vagina. Vaginitis sangat umum dan dilaporkan oleh
sebanyak 75% dari wanita-wanita pada beberapa titik dari kehidupan-kehidupan mereka.
Vaginitis dapat disebabkan oleh sejumlah infeksi-infeksi, termasuk bakteri-bakteri (seperti
Gardnerella dan gonorrhea), protozoan-protozoan (seperti trichomonas), dan ragi
(Candida). Infeksi ragi vagina adalah bentuk paling umum dari vaginitis, sering dirujuk
sebagai vaginal Candidiasis.
Infeksi-infeksi bakteri vagina terjadi ketika bakteri baru diperkenalkan kedalam area
vagina, atau ketika ada peningkatan dalam jumlah bakteri yang sudah hadir di vagina relatif
pada jumlah dari bakteri yang normal. Contohnya, ketika bakteri yang normal dan melindungi
dihapus oleh antibiotik-antibiotik (diminum untuk merawat infeksi saluran kencing,
pernapasan dan tipe-tipe lain) atau oleh obat-obat penekan imun (immunosuppressive drugs),
bakteri dapat berlipat ganda, menyerang jaringan-jaringan, dan menyebabkan iritasi dari
lapisan vagina (vaginitis).
Infeksi-infeksi bakteri vagina dapat juga terjadi sebagai akibat dari luka pada vagina
bagian dalam, seperti setelah kemoterapi. Juga, wanita-wanita dengan sistim imun yang
ditekan (contohnya, yang memakai obat-obat yang berhubungan dengan cortisone seperti
prednisone) mengembangkan infeksi-infeksi bakterii vagina lebih seringkali daripada wanitawanita dengan imunitas yang normal. Kondisi-kondisi lain yang mungkin memberi wanita6

wanita kecenderungan mengembangkan infeksi-infeksi ragi vagina termasuk diabetes militus


kehamilan, dan memakai obat-obat kontrasepsi oral. Pengunaan pancuran-pancuran atau
spray-spray kesehatan vagina yang diberi minyak wangi mungkin juga meningkatkan risiko
seorang wanita mengembangkan infeksi bakteri vagina.
Infeksi bakteri vagina tidak dipertimbangkan sebagai infeksi yang ditularkan secara
seksual atau sexually transmitted infection (STD), karena Candida mungkin hadir pada
vagina yang normal, dan kondisi terjadi pada wanita-wanita yang tidak kawin.
Bagaimanapun, adalah mungkin untuk pria-pria mengembangkan gejala-gejala dari iritasi
kulit penis dari infeksi bakteri setelah hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

B. Penyebab
Penyebabnya bisa berupa:
1. Infeksi
- Bakteri (misalnya klamidia, gonokokus)
- Jamur (misalnya kandida), terutama pada penderita diabetes, wanita hamil dan
pemakai antibiotik
- Protozoa (misalnya Trichomonas vaginalis)
- Virus (misalnya virus papiloma manusia dan virus herpes).
2. Zat atau benda yang bersifat iritatif
- Spermisida, pelumas, kondom, diafragma, penutup serviks dan spons
- Sabun cuci dan pelembut pakaian
- Deodoran
- Zat di dalam air mandi
- Pembilas vagina
- Pakaian dalam yang terlalu ketat, tidak berpori-pori dan tidak menyerap keringat
- Tinja
3. Tumor ataupun jaringan abnormal lainnya
4. Terapi penyinaran
5. Obat-obatan
6. Perubahan hormonal.

C. Gejala
Gejala yang paling sering ditemukan adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina.
Dikatakan abnormal jika jumlahnya sangat banyak, baunya menyengat atau disertai gatalgatal dan nyeri. Cairan yang abnormal sering tampak lebih kental dibandingkan cairan yang
normal dan warnanya bermacam-macam. Misalnya bisa seperti keju, atau kuning kehijauan
atau kemerahan.
Infeksi vagina karena bakteri cenderung mengeluarkan cairan berwarna putih, abu-abu
atau keruh kekuningan dan berbau amis. Setelah melakukan hubungan seksual atau mencuci
vagina dengan sabun, bau cairannya semakin menyengat karena terjadi penurunan keasaman
7

vagina sehingga bakteri semakin banyak yang tumbuh. Vulva terasa agak gatal dan
mengalami iritasi.
Infeksi jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar pada
vulva dan vagina. Kulit tampak merah dan terasa kasar. Dari vagina keluar cairan kental
seperti keju. Infeksi ini cenderung berulang pada wanita penderita diabetes dan wanita yang
mengkonsumsi antibiotik. Infeksi karena Trichomonas vaginalis menghasilkan cairan berbusa
yang berwarna putih, hijau keabuan atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap.
Gatal-gatalnya sangat hebat.
Cairan yang encer dan terutama jika mengandung darah, bisa disebakan oleh kanker
vagina, serviks (leher rahim) atau endometrium. Polip pada serviks bisa menyebabkan
perdarahan vagina setelah melakukan hubungan seksual. Rasa gatal atau rasa tidak enak pada
vulva bisa disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia maupun karsinoma in situ (kanker
stadium awal yang belum menyebar ke daerah lain).
Luka terbuka yang menimbulkan nyeri di vulva bisa disebabkan oleh infeksi herpes
atau abses. Luka terbuka tanpa rasa nyeri bisa disebabkan ole kanker atau sifilis.
Kutu kemaluan (pedikulosis pubis) bisa menyebabkan gatal-gatal di daerah vulva. Vulvitis
dapat juga menyebabkan nyeri lokal sebagai tambahan pada gejala-gejala diatas. Nyeri pada area
vulvar dirujuk sebagai vulvodynia.

Pada sampai dengan 5% dari wanita-wanita, vulvovaginitis bakteri mungkin


menyebabkan persoalan kekambuhan. Infeksi bakteri yang kambuh terjadi ketika seorang
wanita mempunyai empat atau lebih infeksi-infeksi dalam satu tahun yang tidak berhubungan
dengan penggunaan antibiotik. Infeksi-infeksi bakteri yang kembuh mungkin dihubungkan
pada kondisi medik yang mendasarinya dan mungkin memerlukan perawatan yang lebih
agresif.

D. Diagnosa
Infeksi ragi vagina disarankan ketika kotoran putih yang seperti keju dicatat pada
dinding-dinding dari vagina, namun gejala-gejala dari infeksi ragi vagina adalah tidak
spesifik dan mungkin adalah akibat dari kondisi-kondisi lain.
Untuk menegakan diagnosis secara pasti dan menyampingkan penyebab-penyebab
lain apa saja dari gejala-gejala, dokter anda mungkin mengambil specimen yang digores dari
area yang terpengaruh untuk analisa mikroskopik atau untuk pembiakan dalam laboratorium.
Identifikasi dari ragi dibawah mikroskop, jika memungkinkan, adalah cara yang paling murah
dan paling cepat dan akurat untuk menegakan diagnosis.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan karakteristik
cairan yang keluar dari vagina. Contoh cairan juga diperiksa dengan mikroskop dan dibiakkan
untuk mengetahui organisme penyebabnya. Untuk mengetahui adanya keganasan, dilakukan
pemeriksaan Pap smear. Pada vulvitis menahun yang tidak memberikan respon terhadap
pengobatan biasanya dilakukan pemeriksaan biopsi jaringan.
8

E. Pengobatan
Jika cairan yang keluar dari vagina normal, kadang pembilasan dengan air bisa
membantu mengurangi jumlah cairan.Cairan vagina akibat vaginitis perlu diobati secara
khusus sesuai dengan penyebabnya.Jika penyebabnya adalah infeksi, diberikan antibiotik,
anti-jamur atau anti-virus, tergantung kepada organisme penyebabnya.Untuk mengendalikan
gejalanya bisa dilakukan pembilasan vagina dengan campuran cuka dan air. Tetapi
pembilasan ini tidak boleh dilakukan terlalu lama dan terlalu sering karena bisa meningkatkan
resiko terjadinya peradangan panggul.
Jika akibat infeksi labia (lipatan kulit di sekitar vagina dan uretra) menjadi
menempel satu sama lain, bisa dioleskan krim estrogen selama 7-10 hari.Selain antibiotik,
untuk infeksi bakteri juga diberikan jeli asam propionat agar cairan vagina lebih asam
sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri.
Pada infeksi menular seksual, untuk mencegah berulangnya infeksi, kedua pasangan
seksual diobati pada saat yang sama.Penipisan lapisan vagina pasca menopause diatasi
dengan terapi sulih estrogen. Estrogen bisa diberikan dalam bentuk tablet, plester kulit
maupun krim yang dioleskan langsung ke vulva dan vagina.

Pengobatan Umum Untuk Vaginitis


Jenis infeksi

Pengobatan

Jamur

Miconazole, clotrimazole, butoconazole atau


terconazole (krim, tablet vagina atau supositoria)
Fluconazole atau ketoconazole< (tablet)

Bakteri

Biasanya metronidazole atau clindamycin (tablet


vagina) atau metronidazole (tablet).
Jika penyebabnya gonokokus biasanya diberikan
suntikan ceftriaxon & tablet doxicyclin

Klamidia

Doxicyclin atau azithromycin (tablet)


9

Trikomonas

Metronidazole (tablet)

Virus papiloma
manusia (kutil
genitalis)

Asam triklorasetat (dioleskan ke kutil), untuk infeksi


yg berat digunakan larutan nitrogen atau fluorouracil
(dioleskan ke kutil)

Virus herpes

Acyclovir (tablet atau salep)

Selain obat-obatan, penderita juga sebaiknya memakai pakaian dalam yang tidak
terlalu ketat dan menyerap keringat sehingga sirkulasi udara tetap terjaga (misalnya terbuat
dari katun) serta menjaga kebersihan vulva (sebaiknya gunakan sabun gliserin).
Untuk mengurangi nyeri dan gatal-gatal bisa dibantu dengan kompres dingin pada vulva atau
berendam dalam air dingin
.
Untuk mengurangi gatal-gatal yang bukan disebabkan oleh infeksi bisa dioleskan krim
atau salep corticosteroid dan antihistamin per-oral (tablet).Krim atau tablet acyclovir
diberikan untuk mengurangi gejala dan memperpendek lamanya infeksi herpes.Untuk
mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri.

F. Pencegahan
Kebersihan yang baik dapat mencegah beberapa jenis vaginitis dari berulang dan dapat
meredakan beberapa gejala:
1. Hindari bathtub dan pusaran air panas spa. Bilas sabun dari luar daerah genital Anda
setelah mandi, dan keringkan area itu dengan baik untuk mencegah iritasi. Jangan
gunakan sabun wangi atau kasar, seperti yang dengan deodoran atau antibakteri.
2. Hindari iritasi. Ini termasuk tampon dan bantalan berparfum.
3. Usap dari depan ke belakang setelah menggunakan toilet. Hindari penyebaran bakteri
dari tinja ke vagina.

Hal-hal lain yang dapat membantu mencegah vaginitis meliputi:


1. Jangan gunakan douche. Vagina anda tidak memerlukan pembersihan lain dari mandi
biasa. Berulang menggunakan douche mengganggu organisme normal yang berada di
vagina dan dapat benar-benar meningkatkan risiko infeksi vagina. Douche tidak
menghilangkan sebuah infeksi vagina.
2. Gunakan kondom lateks laki-laki. Ini membantu mencegah infeksi yang ditularkan
melalui hubungan seksual.
3. Pakailah pakaian katun dan stoking dengan pembalut di selangkangannya. Jika Anda
merasa nyaman tanpa itu, langsung mengenakan pakaian tidur. Ragi tumbuh subur di
lingkungan lembab.
10

BAB III
ASUHAN KEBIDANAN (SOAP)

Tanggal : 20 januari 2015


Tempat : Ruang pemeriksaan
Jam

: 09.15 wib
11

SUBYEKTIF
Nama ibu

: Ny. N

Nama suami

: Tn. K

Umur

: 29 th

Umur

: 30 th

Suku/kebangsaan : indonesia

suku/kebangsaan : indonesia

Agama

: islam

Agama

: islam

Pendidikan

: SD

Pendidikan

: SMP

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Wirausaha

Alamat

Alamat

: Dukuh waluh

Dukuh waluh

Alasan Datang : - Ibu mengatakan ingin memeriksaan keadaannya.


Keluhan Utama : - Ibu mengatakan ibu mengalami keputihan yang sangat banyak
dan merasa gatal di daerah vaginanya dan di sertai nyeri perut
bagian bawah.
- Ibu mengatakan habis melahirkan anaknya yang pertama
seminggu yang lalu,dan ibu mengatakan belum pernah
keguguran.

OBYEKTIF
Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TTV : Tekanan darah : 120/80 mmhg


Suhu tubuh

: 37 C

Nadi

: 88X/menit

Genetalia : terlihat keluar keputihan/cairan kental,berbau,berwarna kuning kehijauan dan vagina


berwarna merah menyala,vagina iritasi.

ASSESMENT
Diagnosa : Ny.N umur 29 tahun PIA0AhI post partem hari ke 8 dengan Vaginitis.
Data dasar : Subyektif : - Ibu mengatakan ibu mengalami keputihan yang sangat banyak dan
12

merasa gatal di daerah vaginanya dan di sertai nyeri perut bagian


bawah.
- Ibu mengatakan habis melahirkan anaknya yang pertama seminggu
yang lalu dan ibu mengatakan belum pernah keguguran.
- Obyektif : Keadaan umum

: Baik

Kesadaran

: Composmentis

TTV : Tekanan darah

: 120/80 mmhg

Suhu tubuh

: 37 C

Nadi

: 88X/menit

Genetalia : terlihat keluar keputihan/cairan kental,berbau,berwarna kuning


kehijauan dan vagina berwarna merah menyala,vagina iritasi.

Masalah

: Keputihan banyak kental berwarna kuning kehijauan berbau dan gatal serta nyeri
perut bagian bawah.

Kebutuhan : Atasi keluhan ibu.

PLANNING
1. Memberikan privasi selama pemeriksaan
Evaluasi : ibu sudah merasa aman dan nyaman.
2. Memberitahukan hasil diagnosa pemeriksaan kepada ibu.
Evaluasi : ibu sudah mengerti dan tahu bahwa ia terkena vaginitis.
3. Menjelaskan tentang penyakit vaginitis yang di derita oleh ibu
Evaluasi : ibu sudah paham bahwa penyakit yang di deritanya di sebabkan oleh
bakteri,jamur dan virus.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang penyebab dari Vaginitis
Evaluasi : ibu sudah tau dan paham bahwa penyakitnya ini di sebabkan karena infeksi
bakteri sehingga timbul peradangan.
5. Memberitahu kepada ibu resiko-resiko penularan terhadap penyakit vaginitis
Evaluasi : ibu sudah paham dan tau bahwa penyakitnya dapat menular melalui
hubungan sexsual.
6. Memberikan Motivasi kepada ibu dan harapan masa depan bahwa penyakit ini masih
bisa sembuh dan ada obatnya.
Evaluasi : ibu mengerti dan paham apa yang di jelaskan oleh bidan.
7. Memberikan terapi obat-obatan pada ibu dan memberi nasehat agar obatnya di
minum.
Evaluasi : ibu sudah mendapatkan obat dan bersedia untuk meminumnya.
13

8. Memberitahu kepada ibu untuk menjaga kebersihan daerah genetalia karena ini
merupakan faktor terpenting.
Evaluasi : ibu sudah tau dan mau menjaga kebersihan daerah genetalianya.

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Vaginitis adalah peradangan yang terjadi pada vagina yang disebabkan oleh infeksi
dari bakteri,jamur dan virus. Penyakit ini dapat menular melalui hubungan suami istri. Tetapi
penyakit ini juga bisa sembuh dengan terapi obat yang di berikan oleh tenaga kesehatan.

14

Gejala dari penyakit ini adalah dengan keputihan yang mengganggu yaitu dengan
keputihan yang jumlah banyak berbau dan gatel. Cara mudah mencegah penyakit ini adalah
dengan menjaga selalu kebersihan daerah genetal anda.

B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah kami jauh dari kata sempurna, maka dari itu bagi
pembaca yang mempunyai kritik dan saran yang bersifat membangun kesempurnaan makalah
ini sangat penulis harapkan.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

Fection,yestion.2010.http://www.totalkesehatananda.com/yeastinfection1.html.di akses tgl 19


jam 17.50.
Istikomah,Nurul.2010.Asuhan keperawatan dengan klien
vaginitis.http://snizty.blogspot.com/2010/04/Asuhan-Keperawatan-dengan-klien-html.di akses
tanggal 20 jam 00.00 wib.

15