Anda di halaman 1dari 10

1.

PROSEDUR JAGA MESIN


PENDAHULUAN
Dalam melaksanakan dinas jaga mesin terdapat hal-hal yang harus
mendapatkan
perhatian
khusus,
hal
yang
dimaksud
adalah
persyaratanpersyaratan yang khusus yang harus diperhatikan dalam melakukan
kegiatan dinas jaga mesin. Ini sangat diperlukan guna menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan. Selain memperhatikan persyaratan juga hendaknya
memperhatikan standar dinas jaga yang mengatur ketentuan yang
dipersyaratkan
sebagaimana yang terdapat didalam SCTW 1995. Peraturan ini mengatur
ketentuan-ketentuan personil yang melaksanakan dinas jaga mesin.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah pengaturan dinas jaga
mesin.Pengaturan ini memuat hal-hal mengenai waktu pembagian tugas jaga
mesin baik pada saat kapal melaksanakan pelayarannya dilaut lepas, pada saat
olah gerak maupun pada saat persiapan sandar dipelabuhan. Pengaturan ini
juga mengatur jam jaga baik pada perwira maupun ABK mesin, dimana didalam
jam jaga tersebut terdapat kegiatan-kegiatan yang wajib dilaksanakan
selama berlangsungnya jam jaga.
Pada modul ini membahas mengenai prosedur dinas jaga mesin. Setelah
mempelajari modul ini anda diharapkan dapat memahami tentang prosedur jaga
mesin yang secara khusus dirinci dalam bentuk-bentuk perilaku sebagai berikut :
1. Menerapkan dinas jaga mesin.
2. Memahami standar jaga mesin.
3. Melaksanakan pengaturan jaga mesin.
4. Melaksanakan jaga laut di kamar mesin.
Untuk memberikan kemudahan kepada anda mencapai tujuan-tujuan
tersebut dalam modul ini akan disajikan pembahasan materi sebagai berikut:
1. Dinas jaga mesin.
2. Standar jaga mesin.
3. Pengaturan jaga mesin.
4. Jaga laut di kamar mesin.
Pada masing-masing butir anda akan selalu menjumpai uraian materi,
bahan latihan, intisari dan tes formatif. Oleh karena itu sebaiknya anda mengikuti
seluruh bahasan itu. Sedangkan untuk memperkaya pemahaman dan
memperluas wawasan anda mengenai materi, disarankan agar anda membaca
buku rujukan yang sesuai dan dicantumkan pada akhir Buku Materi Pokok ini.

A. DEFINISI
Dinas jaga mesin adalah seseorang atau sekelompok personil dinas jaga dalam
suatu periode tanggung jawab seorang perwira atau awak kapal selama
kehadirannya diruang mesin merupakan keharusan atau tidak. Sedangkan
perwira jaga mesin adalah personil yang bertanggung jawab melaksanakan
dinas jaga mesin terhadap cara pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikan
peralatan permesinan yang ada dibawah tanggung jawabnya saat dinas jaga.
B. STANDAR DINAS JAGA MESIN
Menjalankan dinas jaga mesin dapatperorangan atau sekelompok personil dinas
jaga dalam periode tertentu, dan menurut bab VIII section A/SCTW 1995 yang
menjalankan dinas jaga , personil harus dalam keadaan segar atau fitness dan
sesuai dengan dinas jaga, diantaranya sebagai berikut :
1. Semua orang yang ditunjuk untuk mejalankan dinas sebagai perwira yang
melaksanakan suatu dinas jaga atau sebagai bawahan yang ambil bagian
dalam suatu dinas jaga, harus diberi waktu istirahat paling sedikit 10 jam
setiap periode 24 jam.
2. Pada jam-jam istirahat hanya dapat dibagi paling banyak menjadi dua
periode istirahat yang salah satunya tidak kurang dari enam jam.
3. Persyaratan untuk periode istirahat yang diuraikan dalam paragraph satu
dan dua diatas, tidak berlaku jika berada pada situasi darurat, situasi
latihan atau kondisi operasional yang mendesak.
4. Meskipun adanya ketentuan didalam paragraph satu dan dua diatas
tetapi metoda minimum 10 jam tersebut dapat dikurangi menjadi paling
sedikit 6 jam berturut-turut. Pengurangan ini tidak lebih dari dua hari dan
paling sedikit diperlukan 70 jam istirahat selam periode 7 hari.
5. Perintah yang bersangkutan ditetapkan dan dibuat jadwal dinas jaga dan
ditempatkan pada tempat yang mudah dilihat.
C. PENGATURAN DINAS JAGA MESIN
Adapun hal-hal yang hendaknya mendapat perhatian dalam pengaturan jaga
mesin adalah :
1. Komposisi tugas jaga harus memadai untuk menjamin pengoperasian secara
aman seluruh unit permesinan yang mempengaruhi pengoperasian kapal pada
kemudi otomatis pada kemudi tangan.
2. Jika memutuskan komposisi jaga mesin, termasuk bawahan-bawahan yang
memenuhi syarat criteria dibawah ini harus manjadi pertimbangan sebagai
berikut :
a. Jenis kapal dan kondisi permesinan.
b. Pengawasan mesin-mesin yang mempengaruhi keamanan pengoperasian
kapal, secar terus menerus.
c. Setiap cara pengoperasian khusus yang dipengaruhi oleh kondisi seperti:
cuaca, air beku, air tercemar, air dangkal, kondisi darurat, penanggulangan
kerusakan atau pencegahan pencemaran.
d. Kualifikasi dan pengalaman petugas jaga mesin.
e. Keselamatn jiwa, kapal, muatan dan pelabuhan serta perlindungan
lingkungan.
f. Keputusan terhadap perturan-peraturan internasional, nasional dan lokal
g. Menjaga pengoperasian kapal secara normal.
D. JAGA LAUT DI RUANG MESIN
Dalam satu hari periode jaga laut dibagi 3 kelompok dengan masing-masing
kelompok bertugas selam 4 jam pada siang hari dan 4 jam pada malam hari.
Sehingga tiap regu bertugas selama 8 jam perhari, bagian dek dan bagian mesin

sama-sama menggunakan periode pembagian dinas tersebut diatas.


kapal pada umumnya seperti tabel sebagai berikut.
Tabel : Daftar Jaga Laut
Kelompok
Jam Jaga
Periode Jaga
Petugas Dek
I
04.00 - 08.00
Jaga Subuh
Muallim I dg juru
16.00 - 20.00
Jaga Sore
Mudi & Panjarwala
II
08.00 - 12.00
Jaga Pagi
Muallim 3 dg juru
20.00 - 24.00
Jaga Malam
Mudi & Panjarwala
III
12.00 - 16.00
Jaga Tengah malam
Muallim 2 dg juru
24.00 - 04.00
Jaga Siang
Mudi & Panjarwala

Daftar jaga
Petugas Mesin
AMK I dengan
Juru Minyak
AMK 3 dengan
Juru Minyak
AMK 2 dengan
Juru Minyak

E. TUGAS JAGA AHLI MESIN KAPAL


Petugas jaga mesin diruang mesin melaksanakan kegiatan sebagai berikut :
1. Mengatur kecepatan kapal dan melakukan pekerjaan-pekerjaan di ruang
mesin sesuai yang diperintahkan.
2. Mengerjakan pembaraan di atas, persiapan uap, pengaturan
pesawat/motor Bantu, pengaturan penggunaan listrik.
3. Menjaga kelancaran bekerja mesin-mesin dan kemudi.
4. Mengukur bahan bakar dan air ketel serta menghitung pemakaiannya.
5. Mengatur putaran mesin induk (main eugine) dan kontrol suhu dari mesin
pendingin.
6. Mencegah terjadinya kebakaran dikamar mesin, ketel dan tanki bahan
bakar dari membuang air saat bila perlu.
7. Bila ada kelainan pada keadaan dan bekerjanya mesin-mesin segera
laporkan pada Kepala Kamar Mesin (cerief euginaer). Dalam keadaan
darurat perwira jaga mesin mengambil tindakan untuk mengatasinya. Bila
kerusakan mesin akan mempengaruhi olah gerak kapal memberitahukan
melalui jaga dianjungan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dinas jaga adalah, tiba diruang
mesin 5 menit sebelum waktu penggantian dan menerima dinas jaga mesin
dengan memeriksa dan memahami semua catatan yang dimuat didalam buku
jurnal harian mesin.

2. KOMPOSISI DINAS JAGA


A. KOMPOSISI DINAS JAGA MESIN
Dalam komposisi dinas jaga mesin seorang perwira bertanggung jawab terhadap
Kepala Kamar Mesin dan dibantu juru mesin dalam melaksanakan dinas jaga
diruang mesin selama berlayar, sedangkan dalam pengaturan dinas jaga sebagai
berikut :
1. Komposisi tugas jaga harus selalu memadai untuk menjmin
pengoperasian secara aman seluruh permesinan yang mempengaruhi
pengoperasian kapal pada kemudi otomatis atau pada kemudi tangan.
Dan harus sesuai dengan kondisi serta situasi yang ada.
2. Jika memutuskan komposisi tugas jaga mesin, termasuk bawahanbawahan yang memenuhi syarat, criteria di bawah ini harus menjadi
pertimbangan :
a. Jenis kapal dan kondisi permesinan.
b. Pengawasan mesin-mesin yang mempengaruhi keamanan
pengoperasian kapal, secara terus menerus.
c. Setiap cara pengoperasian khusus yang dipengaruhi oleh kondisikondisi seperti cuaca, air beku, air yang tercemar, air dangkal.
Kondisi darurat, penanggulangan kerusakan atau pencegahan
pencemaran.
d. Kualifikasi dan pengalaman petugas jaga mesin.
e. Keselamatn jiwa, kapal, muatan dan pelabuhan serta perlindungan
lingkungan.
f. Kepatuhan terhadap peraturan-peraturan internasional, nasional dan
lokal.
g. Menjaga pengoperasian kapal secara normal.
B. SERAH TERIMA DINAS JAGA MESIN
Setelah menjalankan dinas jaga mesin sesuai periode yang telah
ditentukan, maka petugas dinas jaga atau perwira jaga mengadakan serah
terima dinas jaga mesin sebagai berikut :
1. Perwira tugas jaga mesin tidak boleh menyerahkan tugas jaganya kepada
perwira pengganti jika ada alasan kuat bahwa perwira pengganti jelas
tidak mampu melaksanakan tugas jaga secara efektif. Yang jika demikian
maka Kepala Kamar Mesin harus diberi tahu.
2. Perwira pengganti tugas jaga mesin harus memastikan bahwa anggota
anggota pengganti tugas jaga mesin sepenuhnya mampu melaksanakan
tugas jaga masing-masing secara efektif.
3. Sebelum mengambil alih tugas, perwira pengganti harus memperoleh
kepastian paling tidak dalam hal-hal berikut :
a. Perintah-perintah harian dan petunjuk-petunjuk khusus dari kepala
kmar mesin, yang berkaitan dengan pengoperasian mesin dan
sistem-sistem yang ada dikapal.
b. Sifat pekerjaan yang sedang dilakukan pada mesin dan sistemsistem di dalam kapal, personil yang terlibat dan kemungkinan
adanya bahaya.
c. Ketinggian dan kondisi air atau kotoran di dalam got, tangki ballast,
tangki luapan (slop tank), tangki cadangan, tangki air tawar, tangki air
buangan dan setiap persyaratan khusus untuk penggunaan atau
pembuatan isinya.

d. Ketinggian dan kondisi bahan bakar pada tangki cadangan, tangki


endapan (settling tank), tangki harian dan fasilitas-fasilitas lain untuk
penyimpanan bahan bakar.
e. Persyaratan-persyaratan khusus yang berkaitan dengan sistemsistem sanuitasi air.
f. Kondisi dan cara pengoperasian berbagai sistem utama dan sistem
pembantu, termasuk sistem distribusi tenaga listrik.
g. Jika dapat dilaksanakan kondisi peralatan pemantau dan papan
tombol kendali, serta peralatan yang sedang dioperasikan secara
manual.
h. Jika mungkin, kondisis dan cara pengoperasian, sistem pengendalian
api, sistem pengendalian.
i. Setiap kondisi yang dapat berakibat buruk, air laut beku, air tercemar
atau air dangkal.
j. Setiap cara pengoperasian khusus yang disebabkan oleh tidak
berfungsinya peralatan atau oleh kondisi kapal yang buruk.
k. Laporan para bawahan yang bertugas di kamar mesin, yang
berkaitan dengan tugas masing-masing.
l. Tersedianya peralatan pemadam kebakaran.
m. Mengisi buku harian kamar mesin.
C. MELAKSANAKAN DINAS JAGA MESIN
Perwira jaga mesin harus melaksanakan tugas-tugas jaga sebagai berikut :
1. Perwira tugas jaga mesin harus menjamin bahwa pengaturan tugas jaga
yang telah ditetapkan tetap dipertahankan, dan bahwa para bawahan
yang ambil bagian tugas jaga mesin ikut membantu pengoperasian mesin
penggerak dan motor-motor Bantu secara aman dan efisien.
2. Perwira tugas jaga mesin harus terus bertanggung jawab atas
pengoperasian kamar mesin meskipun ada Kepala Kamar Mesin. Kecuali
jika diberi tahu secara khusus bahwa Kepala Kamar Mesin mengambil
alih tanggung jawab yang bersangkutan, dan hal ini harus saling
dimengerti oleh kedua belah pihak.
3. Semua anggota tugas jaga mesin harus mengenal tugas masing-masing.
Selain itu setiap anggota tugas jaga mesin juga harus memiliki
pengetahuan tentang :
a. Penggunaan sistem komunikasi internal.
b. Rute meloloskan diri dari kamar mesin.
c. Sistem tanda bahaya kamar mesin, dan harus mampu membedakan
antara berbagai sistem tanda bahaya yang ada, dengan referensi
khusus tanda bahaya kebakaran.
d. Jumlah, letak dan jenis-jenis alat pemadam kebakaran dan alat
pengendalian kerusakan di dalam kamar mesin , bersama dengan
penggunaannya, dan berbagai kecermatan untuk keselamatan yang
harus diperhatikan.
4. Setiap mesin yang tidak berfungsi dengan baik, yang diperkirakan akan
tidak berfungsi atau memerlukan service khusus, harus dicatat bersama
dengan setiap tindakan yang telah diambil. Rencana-rencana harus
dibuat untuk tindakan lebih lanjut jika diperlukan.
5. Jika kamar mesin dalam kondisi dijaga, perwira tugas jagaharus selalu
siap untuk mengoperasikan peralatan di kamar mesin untuk dapat segera
melaksanakan perubahan haluan dan kecepatan.
6. Jika kamar mesin dalam keadaan dijaga secara berkala maka perwira
yang ditunjuk untuk melakukan tugas jaga harus secepatnya ada dan siap
untuk menangani kamar mesin.

7. Semua perintah yang datang dari anjungan harus segera dilaksanakan,


perubahan kecepatan penggerak utama harus dicatat, kecuali jika suatu
perintah telah menentukan bahwa ukuran atau sifat suatu kapal tertentu
mengakibatkan pencatatan semacam tersebut tidak dapat dilakukan.
Perwira tugas jaga mesin harus memastikan bahwa alat-alat pengendali
mesin penggerak utama, jika sedang dioperasikan secara manual , terus
menerus dijaga dalam kondisi siap atau dalam kondisi olah gerak.
8. Perhatian yang sungguh-sungguh harus diberikan pada pemeliharaan
seluruh permesinan yang ada.
9. Kepala Kamar Mesin harus menjamin bahwa perwira tugas jaga mesin
telah diberitahu tentang seluruh tugas pemeliharaan untuk mencegah
kerusakan, pemeriksaan kerusakan atau operasi-operasi perbaikan yang
harus dilakukan selama tugas jaga. Perwira tugas jaga mesin harus
bertanggung jawab dalam memisahkan, memeriksa dan menyetel seluruh
permesinan di bawah tanggung jawab tugas jaga mesin, yang harus
dilaksanakan dan dicatat.
10. Jika kamar mesin dalam keadaan siap olah gerak, perwira tugas jaga
mesin harus menjamin bahwa seluruh mesin dan peralalatan yang
mungkin digunakan selama olah gerak, telah benar-benar dalam keadaan
siap untuk digunakan setiap saat, dan bahwa cadangan tenaga yang
cukup telah disiapkan untuk mesin kemudi dan kebutuhan-kebutuhan lain.
11. Perwira tugas jaga mesin tidak boleh merangkap atau menjalankan tugas
lain yang akan mengganggu tugas-tugas pengawasan yang berkaitan
dengan sistem tenaga penggerak dan peralatan pendukung lain. Perwira
perwira tugas jaga mesin harus selalu mengawasi ruangan sistem
penggerak utama dan sistem-sistem pendukung lain.Perwira-perwira
tugas jaga mesin harus selalu mengawasi sistem penggerak utama dan
sistem-sistem pendukungnya sampai waktu diganti oleh perwira
pengganti tugas jaga, dan harus selalu memeriksa secara berkala semua
mesin yang ada dibawah tanggung jawabnya, perwira-perwira tugas jaga
mesin juga harus menjamin bahwa giliran pemeriksaan pada kamarkamar mesindan ruangan mesin kemudi telah dilakukan untuk mengamati
dan melaporkan kerusakan atau tidak berfungsinya peralatan yang ada.
Melaksanakan atau memimpin penyetelan-penyetelan rutin, pemeliharaan
dan tugas-tugas lain yang perlu.
12. Perwira tuugas jaga mesin harus memimpin setiap anggota tugas jaga
mesin yang ada, untuk memmberitahhukan kondisi-kondisi yang mungkin
dapat mendatangkan bahaya yang dapat mempengaruhi permesinan
atau membahayakan keselamatan kapal dan jiwa manusia.
13. Perwira-perwira tugas jaga mesin harus menjaga bahwa pelaksanakan
tugas jaga mesin terus dii awasi. Dan harus mengatur personil pengganti
jika ada personil tugas jaga mesin yang mengalami halangan.
14. Perwira tugas jaga mesin harus mengambil tindakan yang perlu utnuk
menanggulangi kerusakan yang terjadi karena tidak berfungsinya
peralatan,
karena
kebakaran,
banjir,
terlepasnya
pengencangpengencang, tubrukan, kandas atau penyebab lain.
15. Sebelum menninggalkan tugas, perwira tugas jaga mesin harus
memastikan bahwa seluruh kejadian yang berkaitan dengan mesin induk
dan motor Bantu selama tugas jaga telah dicatat dengan baik.
16. Perwira tugas jjaga mesin harus bekerja sama dengan setiap ahli mesin
yang melaksanakan tugas pemmeliharan. Selama lanngkah-langkah
pencegahan, selamaa pengendalian kerusakan atau perbaikan,
pelaksanaan tugas-tugas ini termasuk :

a. Mengisolasi mesin-mesin yang harus dipelihara atau diperbaiki.


b. Menyetel sistem penggerak yang lain agar berfungsi secara baik dan
aman selama periode pemeliharaan atau perbaikan.
c. Mencatat di dalam buku harian mesin atau dokumen lain, tentang
peraalatan yang diperbaiki dan personil yang melakukkannya,
langkah langkah apa yang telah dilakukan dan oleh siapa, untuk
kepentingan perwira pengganti nantinya dan kepentingan
administrasi.
d. Jika perlu menguji dan mefungsikan mesin atau perlatan yang telah
diperbaiki.
17. Perwira tugas jaga mesin harus menjamin bahwa bawahan-bawahan
yang ambil bagian tugas dalam kamar mesin, dan melaksanakan tugas
pemeliharaan selalu siap untuk membantu pengopperasian mesin secara
manual, jika peralatan otomatis tidak berfungsi.
18. Perwira tugas jaga mesin harus selalu ingat bahwa perubahan kecepatan
sebagai akibat dari tidak berfungsinya mesin atau kurang berfungsinya
sistem kemudi, akan membahayakan keselamatan kapal dan
penumpangnya. Bagian anjungan harus secepatnya diberitahu, ika terjadi
kebakaran atau jika akan dilakukan tindakan tertentu pada kamar mesin
yang dapat mengurangi kecepatan kappa, tidak berfungsinya sistem
kemudi, terhentinya sistem tenaga penggerak, atau setiap perubahan
pembangkit tenaga listrik atau kejadian-kejadian sejenis yang
mempengaruhi
keselamatan.
Jika
mungkin
pemberitahuanpemberitahuan tersebut harus diberikan sebelum dilakukan setiap
perubahan dengan tujuan agar dapat memberi waktu yang cukup kepada
begian anjungan untuk mengambil langkah-langkah yang perlu guna
mencegah setiap bahaya yang terjadi.
19. Perwira tugas jaga mesin harus segera memberitahu petugas kamar
mesin :
a. Jika terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya mesin yang dapat
membahayakan keselamatan pengoperasian kapal.
b. Jika terjadi tidak berfungsinya sesuatu yang dapat menyebabkan
kerusakan sistem penggerak, motor Bantu atau sistem pemantau dan
sistem pengatur.
c. Jika terjadi situasi darurat atau jika ada keraguan tentang keputusan
atau langkah-langkah apa yang harus diambil.
20. Meskipun ada keharusan untuk memberitahu Kepala Kamar Mesin dalam
situasi tersebut di atas, tetapi perwira tugas jaga mesin tidak boleh ragu
untuk mengambil langkah pengamanan yang perlu.
21. Perwira tugas jaga mesin harus memberi petunjuk dan informasi yang
perlu kepada personil tugas jaga, yang akan menjamin pelaksanaan
tugas jaga yang aman. Pemeliharaan permesinan secara rutin yang
dilaksanakan sebagi tugas-tugas mendadak untuk keselamatan tugas
yang bersangkutan. Harus ditetapkan sebagai seuatu bagian yang tidak
terpisahkan dari rutinitas dari tugas yyang ada, pemeliharaan secara rinci,
termasuk perbaikan perlatan elektrik, elektronik, mekanik, hidrolik atau
peneumatic diseluruh bagian kapal harus diselenggarakan dengan
sepengetahuan perwira tugas jaga mesin dan Kepala Kamar Mesin.
Perbaikan-perbaikan ini harus dicatat.

3. PERSYARATAN
A. PERSYARATAN PERWIRA
Persyaratan minimum wajib untuk memperoleh sertifikat sebagai perwira,
yang bertanggung jawab dalam tugas jaga dikamar mesin yang dijaga, atau
untuk pemberian sertifikat sebagai perwiira mesin yang ditunjuk untuk tugas di
kamar mesin yang dijaga secara berkala :
1. Setiap perwira yang bertanggungjawab tugas dalam tugas di kamar
mesin yang dijaga, atau setiap perwira mesin yang ditunjuk untuk
bertugas di kamar mesin yang dijaga, secara berkala disubuah kapal
yang digerakan oleh mesin pendorong utama berkapasitas 750 KW atau
lebih, harus memiliki sertifikat yang sesuai.
2. Setiap calon untuk memperoleh sertifikat harus :
a. Berusia tidak kurang dari 18 tahun
b. Telah menyelesaikan tidak kurang dari 6 bulan pengalaman berlayar
dibagian mesin sesuai dengan Section A-III/I Kode STCW.
c. Telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan yang telah disetujui
paling sedikit 30 bbulan, termasuk pelatihan di atas kapal yang
dicatat kedalam buku catatan pelatihan (record book) dan memenuhi
standar kopetensi yang telah ditetapkan dalam Section A-III/1 Kode
STCW
B. PERSYARATAN KEPALA KAMAR MESIN DAN MASINIS DUA (Second
Engineer officer)
Persyaratan minimum wajib untuk memperoleh sertifikat sebagai Kepala
Kamar Mesin dan Masinis Dua (second engineer officer) di kapal-kapal yang
digerakan dengan mesin pendorong utama berkapasitas 3000 KW atau lebih,
adalah :
1. Setiap Kepala Kamar Mesin dan Masinis Dua disebuah kapal yang
digerakan oleh mesin pendorong utama berkapasiitas 3000 KW atau
lebih harus memiliki sertifikat yang sesuai.
2. Setiap caalon yang ingin memperoleh sertifikat ini harus :
a. Memenuhi persyaratan-persyaratan untuk memperoleh sertifikat
sebagai seorang perwira yang bertanggungjawab sebagai seorang
perwira yang bertanggungjawab tugas jaga mesin, dan :
Untuk memperoleh sertifikat sebagai Masinis Dua harus memiliki
pengalaman berlayar tidak kuranng dari 12 bulan, sebagai
Asisten Perwira Mesin atau sebagai Perwira Mesin.
Untuk memperoleh sertifikat sebagai Kepala Kamar Mesin, harus
memiliki pengalaman berlayar yang diakui selama tidak kurang
36 bulan, dimana tidak kurang dari 12 bulan pengalaman
berlayar tersebut, sebagai seorang Perwira Mesin menduduki
jabatan dengan bertanggungjawab sebagai Masinis Dua.
b) Telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan serta telah disetujui,
dan memenuhi standdar kompetensi yang ditetapkan dalam Section
A-III/2 Kode STCW
Persyaratan minimun wajib untuk memperoleh seritifkat sebagai Kepala Kamar
Mesin dan Masinis Dua (Second Engineer Officer) di kapal yang digerakan
dengan mesin pendorong utama berkapasitas antara 750 3000 KW.

1. Setiap Kepala Kamar Mesin dan Masinis Dua di sebuah kapal, yang
digerakan oleh mesin pendorong utama yang berkapasitas 750 3000
KW harus memiliki seritifikat yang sesuai.
2. Setiap calon untuk memperoleh sertifikat ini harus :
a. Memenuhi persyaratan untuk memperoleh sertifikat sebagai
seorang perwira yang bertanggungjawab pada suatu tugas jaga
mesin dan :
Untuk memperoleh sertifikat sebagai Masinis Dua harus memiliki
pengalaman berlayar tidak kuranng dari 12 bulan, sebagai
asisten perwira mesin atau sebagai perwira mesin.
Untuk memperoleh sertifikat sebagai Kepala Kamar Mesin, harus
memiliki tidak kurang dari 24 bulan pengalaman berlayar, dimana
tidak kurang dari 12 bulan pengalaman, harus bertugas sebagai
Masinis Dua.
b. Telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan serta telah disetujui,
dan memenuhi standdar kompetensi yang ditetapkan dalam Section
A-III/3 Kode STCW
c. Setiap perwira mesin yang memnuhi syarat untuk bertugas sebagai
Masinis Dua di kapal-kapal yang mesin pendorong utamanya
berkapasitas 3000 KW atau lebih, dappat bertugas sebagai Kepala
Kamar Mesin dikapal-kapal dengan mesin pendorong utama kurang
dari 3000 KW, asalkan tdak kurang dari 12 bulan pengalaman tugas
berlayar telah dijalani, sebagai seorang perwira mesin yang
mempunyai tanggungjawab dan seritikatnya telah dikukuhkkan.
Persyaratan minimum wajib untuk memperolah sertifikat sebagai bawahan yang
ambil bagian dalam tugas jaga di kamar mesin yang dijaga, atau ditunjuk untuk
melaksanakan tugas-tugas dikamar mesin yang dijaga secara berkala.
1. Setiap bawahan yang ambi again dalam seatu tugas jaga kamar mesin,
atau yang ditunjuk untuk melaksanakan tgas-tugas dikamar mesin yang
dijaga secara berkala, disebah kapal dengan penggerak utama 750 KW
atau lebih tetapi bukan bawahan yang sedang menjalani pelatihan atau
bawahan yang tugas-tugasnya bersifat non ahli, harus mempunyai
sertifikat untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut semacam ini.
2. Setiap calon untuk memperoleh sertifikat ini harus :
a. Berusia tidak kurang dari 16 tahun
b. Telah menyelesaikan :
Tugas berlayar yang disetujui, termasuk pelatihan dan
pengalaman tidak kurang dari 6 bulan.
Pelatihan khusus menjelang berlayar atau ketika di atas kapal,
termasuk periode praktek berlayar yang tidak boleh kurang dari 2
bulan.
c. Memenuhi stanar kopetensi yang ditetapkan dalam Section A-III/4
Kode STCW
3. Praktek berlayar pelatihan dan pengalaman yang diharuskan seperti yang
telah diuaraikan di atas, harus berkaitan dengan fungsi-funngsi jaga
kamar mesin, dan harus termasuk pelaksanaan tugas-tugas yang di
lakukan dibawah pengawasan langsung perwira kamar mesin yang
memenuhi syarat atau seorang bawahan yang memenuhi syarat.
4. Oleh pihak yang bersangkutan, para pelaut dapat dipertimbangkan
sebagai telah memenuhi persyaratan-persyaratan peraturan ini. Jika
pelaut yang bersangkutan telah bertugas dalam suatu jabatan yang

relevan dibagian mesin selama tidak kurang dari 1 dalam 5 tahun terakhir
berlakunya Konvensi pada pihak yang bersangkutan.